THE OUTBREAK

Tahun 2020 akan memasuki bulannya yang ke-4 tapi sejak awal tahun ini, begitu banyak kejadian besar yang terjadi (khususnya di Indonesia) dan pada saat tulisan ini dibuat, sedang berlangsung sebuah kejadian luar biasa yang mewabah ke seluruh belahan dunia. Ya, Covid-19 atau lebih sering disebut sebagai Wabah Corona.

Sebuah wabah yang pertama kali diumumkan dari Wuhan, China dan sekarang sedang menjalar ke seluruh belahan dunia termasuk tempatku lahir, Indonesia.

Di beberapa negara, pemerintah menerapkan sistem lockdown untuk mengisolasi seluruh bagian negara mereka dan guna mencegah penyebaran virus yang semakin banyak. Tapi, di Indonesia, pemerintah tidak bisa menerapkan sistem tersebut karena terlalu banyak efek samping negatif yang bisa ditimbulkan dari langkah lockdown tersebut, dan aku mengerti akan hal itu.

Pemerintah Indonesia akhirnya menerapkan sistem social distancing dan stay at home/work from home bagi masyarakat. Masyarakat hanya perlu tinggal di rumah, bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan tidak melakukan tindakan yang mengundang kumpulan orang yang banyak, sampai waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah. 

Bagi sebagian orang, work from home adalah suatu hal yang tidak mungkin mereka lakukan, dan bisa dianggap sebagai suatu keberuntungan dan kemewahan bagi yang bisa melakukannya. Kenapa? Karena orang-orang tersebut, yang tidak bisa work from home, kebanyakan dari mereka harus bekerja setiap hari di luar rumah guna memenuhi kebutuhan hidup di hari yang sama, dan aku mengerti akan hal ini.

Bagi sebagian orang lainnya, work from home adalah suatu hal yang membosankan, tidak bisa ngumpul bareng teman dan tidak bisa jalan-jalan, bagaimana bisa hidup seperti ini? Tiba-tiba, sifat egois dari para kaum yang beruntung ini muncul dan mereka tidak memperdulikan anjuran pemerintah. Mereka tetap pergi ngumpul dengan teman-teman, mereka tetap jalan-jalan ke luar rumah, padahal kegiatan yang mereka lakukan hanyalah sekedar untuk bersenang-senang, yang adalah bukan alasan yang tepat untuk kita sampai melanggar anjuran yang diberikan.

Kamu boleh tidak takut terkena virus tersebut, kamu boleh merasa tubuhmu cukup kuat sehingga virus tersebut tidak akan mampu melemahkan sistem imunmu. Namun, apakah pernah terpikirkan olehmu bahwa tindakan yang kamu lakukan bisa membahayakan orang sekitarmu? 

Mungkin tubuhmu kuat sehingga tidak ada penyakit yang ditimbulkan dari virus tersebut, tapi apa kamu tahu jika kamu ternyata seorang "carrier"? Dan kamu bisa menularkan virus ini ke siapapun dan dimanapun karena kamu tidak tahu bahwa virus ini ada di dalam dirimu dan kamu tetap dengan santai pergi jalan-jalan, kumpul-kumpul karena kamu merasa sehat. Lalu, virus yang hinggap di tubuh orang lain yang bertemu denganmu, masuk ke dalam tubuhnya, mengalahkan imun tubuhnya, melemahkan semuanya, dan akhirnya orang tersebut tidak mampu lagi bertahan dan harus meninggalkan dunia ini. Well, tanpa sadar, kamu telah membunuh seorang karena ke-egois-an dirimu yang tidak bisa tinggal diam di rumah. Sungguh ironi, kan? Tapi inilah realitanya.

Teman-teman, bagi kita yang mempunyai kesempatan untuk bisa beraktifitas dari rumah, marilah kita dengan lebih sadar dan menekan rasa egois kita untuk menuruti anjuran pemerintah yaitu stay at home. Kita juga bisa menolong mereka yang memang harus bekerja di luar dengan berbagai macam cara. Tapi untuk kita yang bisa tinggal di rumah, tinggallah sambil berdoa agar semua keadaan ini segera menjadi lebih baik.

Tinggalkan rasa egoismu, mulailah mencari kegiatan yang bisa menyibukkan dirimu di rumah. 

Semoga semua ini segera berlalu! The Earth is recovering herself now, so do we.



The dreamer.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW SYCA LIP TINT RED ROSE

LIFE WITHOUT SOCIAL MEDIA

REVIEW PAC SATIN LIP CREAM NEW COLOR #09 ELECTRA SQUASH