Aku dan Adik-adikku.

Sabtu, 20 Juni 2020

Aku lahir di keluarga yang beranggotakan 5 orang. Aku adalah kakak tertua dari 3 bersaudara dan adik-adik semuanya laki-laki. Waktu aku kecil, aku ingin banget punya adik perempuan—namanya juga cewek, tapi ternyata realitanya berkata lain hahaha.

Aku masih ingat waktu kami kecil, kami suka main bareng, dari main masak-masakan dan adikku jadi pembelinya, main tenda-tendaan dari selimut, sampai main manjat-manjat lemari baju yang nggak tahu apa faedahnya tapi seru dan bangga kalau berhasil, nggak lupa juga untuk berantem bareng pastinya! Problematika hidup bersaudara ya. Huahahaha.

Adikku yang pertama ini, sewaktu kecil, anaknya kalau habis nonton kartun, suka niru apa yang ditontonnya. Contohnya, saat dia suka nonton Tom & Jerry, banyak adegan dimana Tom suka mukul Jerry dari mulai pakai tangan sampai pakai panci tapi Jerry selalu bisa berdiri lagi dan kabur tanpa ngerasa sakit, adikku ini, dia jadi suka mukul-mukul diri sendiri dan selalu bilang "nggak sakit tuh, nggak sakit". Untungnya nggak pernah sampai babak belur mukulin dirinya sendiri, tapi habis itu mama jadi agak ngelarang kami buat nonton Tom & Jerry.

Adikku yang kedua, sewaktu kecil anaknya pendiam, lebih sering nontonin kakak-kakaknya berantem tapi kadang suka bersekutu dengan kakaknya yang laki-laki buat mem-bully kakaknya yang perempuan—alias diriku. Mereka kalau lagi bersekutu, suka gambar-gambar diriku di tembok, dan hasil karya mereka masih terpampang di tembok rumah sampai sekarang. Lucu juga kalau dilihat-lihat, kenangan masa kecil.

Sekarang, karena semua sudah besar, kami jadi lebih dekat satu sama lain. Suka curhat, suka membantu satu sama lain, suka saling mengingatkan juga, suka nggak jelas bareng, nyanyi sambil gitar-an bareng, suka saling nge-bully—tapi bercanda, dan tentunya lebih akur dibanding waktu kecil.

Kalau mengingat kebersamaan yang aku lalui bersama mereka, kadang bikin aku sedih ketika harus pergi meninggalkan mereka. Waktu kecil ketika aku harus pergi menginap di rumah saudara dan adik-adikku nggak bisa ikut, aku rasanya ingin menangis sewaktu di mobil tapi ditahan-tahan soalnya malu. Huahahaha. Kini, ketika aku sadar, kelak kalau aku menikah dan harus meninggalkan mereka karena nggak bisa serumah sama mereka lagi, rasanya lebih sedih banget sampai mau nangis juga tapi ditahan-tahan karena nggak mau kelihatan cengeng—gengsi. Aku sadar itu semua merupakan salah satu cycle dari kehidupan yang nggak bisa dihindari.

Adik-adikku ini walaupun cowok, mereka diam-diam peduli banget sama aku dari mereka kecil sampai sekarang, mereka yang menangis kalau aku lagi dipukul, mereka yang ngebantu rawat kalau aku sakit, dan karena itu juga, aku bersyukur banget karena aku punya mereka dan hidupku bersaudara bisa akur sampai saat ini.

Aku nggak mau minta apa-apa selain berharap kalau hidup kami bersaudara bisa akur terus seperti ini sampai kami tua. Amin.

Bonus :

Karya adik-adikku ketika mereka sedang bersekutu melawanku!
Tulisannya: Lia jelek *terus gambar orang sambil melet lidah* dasar memang! Huhuhu.



Teman-teman, gimana kisah hidup kalian dengan saudara? Let me know!


39 komentar

  1. Lucuuuu bingits gambarnya 😍 saya ikutan senang baca cerita manis dan hangat seperti ini, Lia ❤

    Kalau saya hanya dua bersaudara, punya adik perempuan, dan dari kecil sampai besar kami nggak begitu akrab 🀣 tapi bukan berarti nggak saling sayang. Hanya saja kami selalu sibuk dengan dunia kami yang memang bertolak belakang 🀭

    Kami berkomunikasi sesekali dalam setahun untuk bertukar kabar ~ dan kami hidup berjauhan jadilah kami jarang bersua πŸ˜„ semoga Lia dan adik-adik bisa akur sampai akhir hayat, ya. Dan semoga Lia bisa akur juga sama ipar-ipar dari para adiknya Lia 😍❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Eno, terima kasih udah baca!! Jangan sampai adikku tahu kalau gambarnya dibilang lucu, nanti mereka gambar kayak gini lagi tapi versi upgrade-nya kalau aku lagi ngeselin πŸ˜‚

      Aah, semoga kedepannya bisa lebih sering bertemu dan tukar cerita ya sama adik kakak! Siapa tahu juga kedepannya bisa lebih akrab walaupun jauh. Amin πŸ™ yang penting tetap jaga komunikasi aja kak.

      Amin! Sama ipar-ipar ini yang pasti challenging nanti hihihi tapi semoga tetap bisa akur.
      Doa yang sama buat Kak Eno ya 😊❤

      Hapus
  2. Jadi kenangan yang nggak telupakan ya mbk, lucu banget adiknya gara2 nonton tom&jery, malah mukul diri sendiri.
    Kalau saya malah anak paling kecil dari 3 bersaudara dan kakak saya semuanya laki-laki. Padahal saya sebagai adik pengennya kakak prempuan😁. Dulu waktu kecil saya suka ngikut kakak saya keamana-mana, dan karena dia cowok mainnya suka ke sungai, ke sawah, sepedahan, dan saya tetep aja ngekor di belakangπŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sekarang malah jadi bahan ledekan ke adikku yang suka mukul-mukul dirinya sendiri waktu kecil πŸ˜‚

      Wah, enak nggak punya kakak? Katanya kalau punya kakak cowok, pasti ngelindungi adik-adiknya banget apalagi kalau adiknya perempuan. Beruntungnya dirimu!!πŸ˜†
      Aku malah pingin punya kakak, baik cewek atau cowok yang penting kakak huahaha.

      Dan setelah aktif di blogging dan nemu banyak kakak-kakak yang baik hati, jadi ngerasa punya kakak virtual πŸ™ˆ

      Hapus
  3. kalau saya aslinya lima bersaudara, tapi tinggalnya terpisah-pisah sejak kecil, jadi yang fix lama satu rumah cuma bertiga. kebalikan sama lia, adik cowok yang di rumah satu, sementara saya sama adik saya satunya sesama perempuan. jadinya si adik cowok suka merasa diserang sama kami, kakak-kakaknya yang cerewet ini. hahaha...

    gimana rasanya jadi kakak perempuan satu-satunya? beberapa teman saya yang posisinya sama seperti lia, mereka suka curhat karena gak bisa sharing ala perempuan dengan saudara hahaha. laki-laki kan beda dunianya. tapi senengnya, adik-adiknya semua protektif dan selalu membantu dia meskipun ngomel-ngomel wkwkwk

    btw gambar adiknya gemes, termasuk tulisan di balon katanya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. gemas sekali!! hahaha. hubungan kakak dengan adik-adik kakak semua sekarang gimana? termasuk dengan yang tinggal terpisah.

      betul. kadang kalau lagi pengen curhat ala perempuan tuh nggak bisa, mereka pasti jawabanya ala laki-laki banget tapi aku kadang seneng sih karena semacam dapat insight dari cara pandang yang berbeda hihihi.
      kalau kakak dengan adik perempuan kakak, suka sharing-sharing gitu nggak? tukeran baju, perabot, dll.

      huahahah terima kasih kak! kalau sekarang dilihatnya lucu, kalau dulu setiap kali aku lihat, rasanya mau marah wkwkw

      Hapus
    2. emang adik perempuan tuh enaknya segala bisa berbagi. saya sama adik saya tuh kalo gosip bisa sampe begadang, apalagi ketika udah tinggal misah gini hahaha... suka punya perspektif yang sama juga, jadi ya seru. tapi waktu kecil sempet ngalamin masa ga enak karena suka dibanding bandingin (maklum adik perempuan lebih cantik hahaha)

      kalo perabot jangan tanya. adik cewek saya sih nganggap lemari baju saya = lemari baju dia wkwkwk. meskipun tinggal misah2 dari kecil, tapi tetep deket dengan cara tersendiri kok. jarang2 tuh bisa videocall sekaligus berlima. paling setaun sekali :D

      makanya, emang selagi serumah sama saudara, bener2 harus dihargain aja meskipun ada masa nyebelinnya. soalnya kalo udah nggak ada malah jadi kangen.

      Hapus
    3. Ahhh, itu serunya kalau punya saudara perempuan, bisa gosipan sampai subuh dan tukeran baju dll πŸ˜‚ milikku = miliknya juga ya prinsipnya huahaha.

      Sorry to hear that! Pasti berat banget melalui masa-masa pas dibanding-bandingi sama saudara kakak 😒 untung sekarang udah berlalu!

      Betul! Makanya aku sekarang selagi bisa isengin adikku, aku isengin sepuasnya karena nanti pasti nggak bisa 😒

      Semoga kakak dan keluarga selalu sehat, dan lebih banyak waktu buat bersama ya πŸ™

      Hapus
  4. Waduuh, kalo aku gk punya riwayat punya abang atau adik laki-laki. Karna kami 3 bersaudari sih, hehe.. Alhamdulillah gk pernah ada konflik sih, until now. Tapi kami semua baru ngerasain bahwa sekarang kami ber3 punya anak cowok, dan gk ada ceweknya, haha.. semoga kami dan anak-anak akan selalu akur dan makin saling sayang, aamiin 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, seru banget 3 bersaudari! Aku nggak kebayang rasanya hidup seperti itu >.<
      Sekarang malah semua punyanya anak cowok ya, lucu huahaha. Gimana rasanya punya anak cowok?
      Amin!! Semoga keluarga kakak dan anak-anak selalu akur ya :)

      Hapus
  5. Senang juga ya mbak banyak saudara, jadinya enak kalo ada masalah bisa curhat sama saudara, apalagi kalo adik adiknya pada perduli.

    Kalo soal bertengkar waktu kecil rasanya semua orang pernah mengalami, anehnya kalo diingat sekarang kok malah jadi kangen ya masa kecil. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seneng kalau hidupnya rukun dan akur dengan saudara. Kak Agus gimana? Punya saudara juga kah?

      Saya juga kangen masa kecil, semua terlihat fun waktu kecil, lebih mengasyikan juga karena walaupun nggak punya uang, nggak pusing huahaha.

      Hapus
    2. Alhamdulillah punya saudara tiga, dan juga Alhamdulillah akur semua sih.

      Iya ya, masa kecil biarpun ngga punya duit juga senang. Sekarang biarpun kerja dapat duit tapi kok pusing mikirin cicilan motor yang ngga lunas lunas.πŸ˜‚

      Hapus
    3. Bersyukur kalau akur semua 😁

      Wkwkw cicilan rasanya kayak kuota handphone yang unlimited ya πŸ˜‚
      Semoga bisa segera selesai cicilannya! Amiin.

      Hapus
  6. Aku 7 bersaudara mbak, lebih ramai, haha. Tapi waktu aku udah sd keempat Mbakku udah ke luar kota semua untuk kuliah, jadilah tinggal kami bertiga, aku anak tengah yg berada diantara kakak laki2 dan adik perempuan. Jadi anak tengah ternyata ngeselin bgt. Suka diminta jadi tumbal kalo disuruh ngaji, aku yg disuruh deh, karena biasanya abis ngaji itu kita boleh nonton. sekarang ketujuh anak itu udah nikah semua, yang ditunggu adalah momen ngumpul bareng banyak ponakanaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo salam kenal kak 😊
      Seru banget punya saudara banyak! Pasti kalau lagi ngumpul heboh dan ramai banget deh, asik πŸ˜†
      Apalagi udah punya anak semua, makin ramai dong! Seru banget ih bayanginnya hihihi.

      Wah, itu jaraknya berapa tahun dengan kakak-kakaknya? Sekitar 10 tahun dong ya dengan mbak yang ke4? Jauh juga πŸ˜†

      Huahaha jadi anak tengah emang gitu. Adikku yang tengah juga selalu jadi korban, setelah baca cerita kakak, jadi keinget adikku, kasihan juga kalau dipikir-pikir πŸ˜‚

      Hapus
  7. Kalau saya berantem waktu kecil sama adik atau sama kakak boleh dibilang sampai bosen tapi untungnya gak sampai cidera paling cuma nangis aja setelah itu damai lagi setelah besar semua itu jadi kenangan dan ingin rasanya mengulanginya lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti bisa dibilang, makanan sehari-hari selain nasi itu berantem sama saudara ya? huahahaha.
      Jadi kangen masa kecil ya 😒
      Pas kecil mikirnya, kapan bisa akur, sekarang udah dewasa malah kangen pingin mengulang masa kecil karena waktu kecil kalau berantem, udah aja gitu lupa. Kalau sekarang, udah beda cerita πŸ˜‚

      Hapus
  8. What a nice memories li...aku suka banget cerita cerita tentang family dan childhood gini...
    Gpdan gambarnya suka, biar kata oret-oretan khas anak-anak, tapi penuh kenangan manis di dalamnya..

    Btw nanti pasti kalau Lia menikah, dua adik laki-laki lia akan jadi pengiring pengantin kakaknya, awww totwiiiiid..

    Tapi enak kan punya saudara laki-laki, gedenya serasa banyak dilindungi,

    Kalau aku 3 bersaudara cewek semua, aku anak tengah...aku dan kakak cuma beda 18 bulan, sama kayak anak aku sekarang bedanya 13 bulan doang. Tapi klo anakku cewe cowo..sedang aku dan kakak cewe2...jadi kayak kembar, mana kami dulu seriiing banget dikasi baju seragam, jadi banyak yang ga bisa bedain, walaupun pas kami ngaca beda jauh, tapi kata orang sih plek ketiplek sama hahaha

    Kalau aku dengan adekku, bedanya jauh pol, yaitu beda 10 tahun. Dan sekarang ga kerasa adekku uda gede aja, walau sekolahnya masuk jalur akselerasi jadi pas uda koas dan pendidikan dokter muda sekarang di angkatannya dia termasuk kelahiran paling muda hehe..

    Kadang aku suka ga nyangka sih, adikku yang dulu ketika pas masih bocil suka nguasain tipi, terutama channel global tv tuh yaitu marathonan mulai dari spongebob, dora, catdog,rudy tabuty chalk zone, sampe ipin upin kagak pernah mau gentian, eh sekarang uda mau jadi dokter aja huaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih udah membaca kak mbull πŸ’•

      Dulu suka marah-marah kesel tiap lihat gambarnya, kalau sekarang malah kangen masa-masa ituu huhuhu.

      Aww iya ya! Jadi kebayang mereka pakai kemeja, lucu-lucu kayaknya soalnya nggak biasa huahahah dan enak ternyata punya adik laki-laki, rasanya sama kayak punya kakak laki-laki yang ngelindungi walaupun mereka nggak berani-berani amat sih anaknya #lho

      Ih gemes banget, beda umur yang nggak terlalu jauh itu emang kesannya jadi kayak kembar. Apalagi namanya samaan cuma beda buntutnya doang, dikasih baju sama, di dandanin sama, gimana nggak disangka kembar ya wkwkw

      Sepertinya adik kakak ini seumuran sama adik aku, berarti di masa yang sama denganku kecil karena aku juga suka marathon semua film itu bareng adik-adikku! Huahahaha

      Selamat ya buat adik kakak!! semoga bisa segera lulus hihihi. Jadi dokter apa btw kak? Mantul ihh, udah akselerasi, jurusan dokter pula 😍

      Hapus
  9. Percayalah Lia.. masa masa ini akan menjadi sebuah kenangan yang sangat berharga di masa depan. Seberapun banyak berantem yang dikau lakukan dan seberapapun banyak dikau dibully sama mereka, suatu waktu kamu akan sangat kangen kembali ke masa itu.

    Ceritanya manis banget Li...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Percaya banget karena sekarang pun udah merasakannya. Apalagi nanti kalau udah hidup sendiri-sendiri, jadi sedih bayanginnya 😒

      Manis kayak orangnya nggak, kak? #kaborrr

      Hapus
    2. Iyah iyah.. manis kayak orangnya #pukpukpuk... :-D

      Hapus
    3. Terima kasih! Tapi kenapa ada pukpuk-nya di akhir kalimat?! Apa ini maksudnya?! Wkwkwk

      Hapus
    4. Yah kan namanya sama anak-anak kudu gitu #sambilpukpukpalakayakwaktusikribokecil

      Hapus
  10. Lho kita sama dong ya, anak cewek paling gede dengan dua adik laki-laki, persis! Tapi kayaknya usia kalian nggak terpaut begitu jauh ya? Akrab banget yaa jadinya meski kecilnya pasti hobi bertengkar πŸ˜‚

    Aku dengan adik pertama hanya berbeda dua tahun, sama kayak kamu waktu kecil kami hobi berantem, saling ngadu ke mama biar diomelin, nggak lama sayang-sayangan lagi hahaha. Aktifitas favorit kami dulu selain main masak-masakan (dipikir-pikir kenapa adikku dulu mau ya? LOL) dan nonton film bareng sambil menirukan gaya-gaya aktornya 🀣

    Ada satu masa hubungan aku dan adik pertama ini merenggang, karena dia fokus belajar menyiapkan ujian masuk universitas, sementara aku udah kuliah di luar. Kalo ketemu ngobrol tapi awkward gitu. Puji Tuhan akhirnya hubungan kami membaik terus sampai hari ini. Sekarang kami bisa saling curhat, bahkan bisa telponan lama ngomongin macem-macem hahaha

    Sementara dengan si adik paling kecil, usia kami terpaut 11 tahun, jadi nggak banyak aktifitas yang bisa dilakukan bareng-bareng. Yang ada waktu kecil dia suka aku omelin karena bandel dan nggak mau makan huahahaha persis kayak ngurusin anakku sekarang πŸ˜‚ Tapi sekarang udah bisa ngobrol banyak juga sih, meski aku selalu ngerasa generation gap antara kami berdua tuh terasa banget... aku masih susah memahami kelakuan anak gen z 🀣

    Maappp jadi cerita panjang lebar huahaha tapi kamu memberikan ide untuk menulis topik yang sama nih di blog hihi makasih yaa udah nulis ini. It reminds me kalau hubungan siblings cewek-cowok itu sungguh spesial ❤ Semoga kalian bertiga akur terus sampai akhir hayat ya (:

    Btw, coretan terakhirnya gemesh amat sih! πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata kita senasib ya ci, toss dulu nggak nih? Huahahaha. Btw kok cici bisa nebak aja sih kalau kami umurnya nggak beda jauh πŸ˜†
      Aku beda 2 tahun ke adik yang pertama, sama kayak cici, dan beda 5 tahun ke adik yang kedua. Jadi kurang lebih deket-deket lah ya umurnya hihihi.

      Kasihan adik-adik kita ya ci, jadi korban main masak-masakan karena kakaknya πŸ˜œπŸ˜‚
      Eh tapi kayaknya mereka fun aja ya? Soalnya tiap hari diajakin main juga tetep mau 😜

      Wah, aku nggak kebayang itu gimana rasa awkwardnya sama saudara sendiri, nggak enak pastinya 😒 syukur kalau sekarang udah membaik, yey!

      Anyway, jarak cici ke adik ke2 jauh sekaliiii, kaget nggak pas denger bakal punya adik lagi? Huahaha. Berarti sekarang adik cici baru mau kuliah atau sedang awal-awal kuliah dong ya?
      Huahaha Josh sama jiu-jiunya semacam relaps ya, lucu juga 😜

      It's okay ci! Aku malah seneng banget kalau ada yang sharing-sharing gini, aku jadi ngerasa ada yang senasib, ada yang lucu-lucu juga kisahnya huahahaha.
      Ayo ci bikin juga versi cici di blog! Aku tunggu ya πŸ˜‹

      Amin!! Doa yang sama juga untuk cici. Semoga bisa lebih ngerti juga sama adik cici yang beda 11 tahun itu huahahah. Tuhan berkati πŸ’•

      Ntah apa yang dipikiran adik aku pas gambar kayak gitu, mana sengaja pakai pulpen gambarnya, katanya biar nggak bisa dihapus! Oalah... πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  11. Hai Kak Lia! Salken ya...
    Lucu emang mengenang persekutuan semasa kecil tapi persekutuan juga masih berlaku dalam keluarga di usia berapa pun itu. Ada kubu2 gitu dari yang pro dan kontra, si pembela dan si penuntut juga ada wasit yang menengahi. Aku 4 bersaudara cewek semua. Kalau udah cekcok ramai lah itu ngalahin arisan ibu2 komplek. Dulu juga ngidam2in punya adek cowok. Terwujud koq, adeknya kawan sekaligus tetangga sendiri yang juga udah kayak bagian dari keluarga walau bukan kandung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai halo! Salam kenal juga, terima kasih udah mampir ke sini πŸ˜†

      Setuju! Tapi semoga lebih banyak pro-nya ya daripada kontra, aku anaknya cinta damai soalnya #hoeek #sokalim πŸ˜†

      Waduh, itu kalau lagi berantem gimana nasib orang-orang lain yang tinggal di rumah? Apa nggak pada kabur ngungsi? 😜
      Semoga selalu akur ya dengan saudara-saudaramu πŸ’•

      Hapus
  12. Iya aku juga sedih karena nanti berpisah sama adik *pasti* entah karena menikah, ajal atau apapun.
    Tapi kalau sama dia juga suka ngajak ribut gimana dong hahaha. Kebetulan adik aku juga laki laki :). Untung gak punya adik lagi, kalau nggak nanti bisa bersekutu kayak kejadian mba lia 🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jlebb banget ini bacanya..
      Bener juga ya, kalau menikah masih bisa saling ketemu tapi kalau ajal.. Hedeh nggak kuat bayanginnya 😭

      Untung cuma 1, kalau 2 nanti badanmu remuk, dijajah sama adik-adik soalnya *curcol πŸ˜†

      Hapus
  13. Hi Lia, ternyata kita sama. Saya juga anak pertama dengan dua adik laki-laki. Dengan adik yang pertama, iya sering berantem waktu masih kecil, tapi dengan yang kedua jarang karena jarak usia cukup jauh dan akhirnya terpisah jarak juga. Tapi ketika beranjak dewasa saling sayang dengan caranya masing". Harapannya semoga sampai kapanpun tetap akur ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai halo! Terima kasih udah mampir πŸ™
      Ketika udah dewasa, pikiran udah lebih terbuka jadi lebih saling sayang ya.
      Amin! Semoga tetap akur sampai selamanya ya πŸ™

      Hapus
  14. Ya ampuuunnn, saya udah lupa hal-hal seperti ini, sampai saya membaca tulisan yang menggambarkan kehangatan seperti ini.

    Duuhh kan jadi seolah menonton kisah hidup lalu baper mengingat kisah manis masa kecil.
    Sayapun hampir sama seperti ini.
    Kami 3 bersaudara sebelum adik saya berpulang.
    Kakak saya sih dulunya tinggal dengan tante saya, hanya saat libur sekolah saja dia pulang dan kami bertiga kayak Tom n Jerry itu :D

    Ada saat saya bersekutu dengan kakak saya, lalu kami memusuhi adik kami, ada kalanya juga saya dimusuhi mereka.
    Terus kami nyanyi-nyanyi bertiga nggak peduli tetangga jadi auto budek dengarnya hahaha.

    Masa kecil memang manis ya, dan bahkan coretan dinding jadi kisah terindah untuk dikenang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. So sorry for your lost Kak Rey 😒

      Jadi bernostalgia akan kenangan masa kecil ya! Lucu juga kalau dibayangin dulu kecil, berantem udah kayak menu utama tiap ketemu wkwkw

      Ngomong-ngomong, pernah diprotes tetangga nggak karena suka berisik, kak? πŸ˜‚

      Gimana hubungan dengan kakak Kak Rey sekarang? 😊

      Hapus
  15. sweet banget ya sampe sekarang, kalau dulu masih maklum namanya juga anak kecil, apalagi kalau selisih umurnya bedanya nggak terlalu jauh

    kalau udah gede gini jadi berasa sweet kalo mengingat ingat kenangan waktu kecil. tetep akur ya
    aku sama adikku selisih setahun, jaman dulu waktu kecil mana ngerti aku soal selisih umur setaun kayak gimana, malah dikira anak kembar, lah sama dari baju yang dipakein hahaha, kayaknya jarang juga berantem atau aku aja yang lupa ya hehehe
    sekarang udah punya kehidupan sendiri sendiri karena udah pada gede gede

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau udah gede gini ngerasanya udah beda. Dulu waktu kecil mah udah kayak Tom & Jerry juga, berantem mulu tiap hari sampai sakit badan karena kena pukul terus πŸ˜‚

      Aaah lucu sekali! Memang ya kalau dipakein baju yang samaan itu identik dengan kembar padahal mah belum tentu πŸ˜‚

      Semoga selalu akur dengan adik-mu ya, kak Ainun! πŸ’•

      Hapus
  16. Seru ya kalau mengingat masa kecil. Aku 5 bersaudara, aku anak ke-3. Tapi kakak sekolah di luar kota. Jadi deh tinggal aku sama 2 adik, cowo-cewek. Kalau main boneka, yg cowo ya ikut aja, jadi bapaknya. Wkwkwk...bonekanya pakek beruang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ihh mantep banget nih anak tengah. Eh tapi malah jadi kakak ya, nggak ngerasa punya kakak dong πŸ˜‚

      Lucu bangett! Kok adiknya mau dijadiin bapak-bapak'an, gemes sekali wkwkw

      Semoga selalu akur ya! Masa kecil memang menyenangkan πŸ˜‚

      Hapus