The Story of My Name.

Rabu, 17 Juni 2020

Dalam sebuah nama, tersisip doa orangtua yang menyertainya. Apakah kalian percaya akan hal itu?




Aku suka berpikir, orangtua kok bisa ya memberikan nama anaknya dengan nama demikian unik dan langka, orangtua-nya mikir apa ya pas kasih nama anaknya seperti itu? Contohnya, ada orang yang diberi nama jenis barang elektronik. Apa cerita di balik pemberian nama itu ya? Penasaran deh aku. Hahaha.

Ada juga orangtua yang sebisa mungkin memberi nama unik dan kreatif pada anaknya, aku suka salut sama orangtua-nya karena kreatif banget!

Kalau dipikir-pikir, ada juga hal yang lucu mengenai nama. Dari nama panggilan yang orang gunakan untuk memanggil kita, kita jadi bisa mengkategorikan mereka ke dua golongan berbeda. Golongan orang yang akrab dengan kita dan golongan orang yang hanya sekedar kenal.

Namaku sendiri merupakan nama yang unik—menurutku. Nggak jarang, orang salah sebut atau salah tulis namaku, makanya aku lebih suka dipanggil dengan nama panggilanku saja untuk menghindari kesalahan soalnya aku suka kesal dan risih kalau ada yang salah sebut namaku, harap maklum ya dalam hal ini. Huahahaha.

Nama depanku adalah Marcellia. Nama yang cukup unik dan jarang ditemukan. Biasanya di pasaran, lebih sering ditemukan nama "Marcelia", dengan L-nya satu sedangkan aku L-nya dua, jadi unik kan? #maksa.

Yang suka bikin kesal, orang sering salah sebut menjadi "Marsela". Duh, rasanya pingin banget benerin kalau namaku tuh bukan Marsela tapi nggak enak, takut orang tersebut malu terus nanti aku jadi dimusuhin lagi! Hahaha. 
Juga biasanya, namaku ditulis dengan satu L karena di pasaran banyaknya kayak gitu—kalau yang kayak gini sih masih aku kasih ampun HAHAHA.

Anyway, orang-orang yang memanggilku dengan nama Marcel, Sel atau Marcellia, bisa aku jamin bahwa mereka masuk ke golongan orang yang hanya sekedar kenal diriku saja, nggak terlalu dekat tapi mungkin pernah berkomunikasi. Apalagi orang yang manggil aku "Marsela", kenal dari mana sih? Atau jangan-jangan, salah orang? Sad.

Untuk orang-orang yang memanggilku dengan nama Lia, mereka masuk ke golongan orang yang akrab, sering berkomunikasi denganku dan sebagian ada yang cukup dekat, atau memang kenalnya demikian karena aku memperkenalkan diri dengan nama Lia, seperti teman-teman yang aku kenal di blog. Tetapi sejujurnya, aku merasa lebih akrab dengan orang-orang yang memanggilku dengan nama Lia meskipun belum pernah bertemu sebelumnya, that is why aku ngerasa akrab dengan teman-teman yang memanggil Lia di kolom komentar, padahal baru juga kenal, lihat mukanya aja belum pernah. Hahaha.

Masalah nama ini ternyata cukup pelik ya? Anyway, panggil aku dengan namaku yang mana aja juga boleh kok, asal jangan panggil "MARSELA" karena kamu salah orang dan kemungkinan aku nggak akan nengok, secara itu bukan namaku LOL.

Ada nggak cerita unik dari nama kalian? Yuk sharing di kolom komentar!


The dreamer.


Thanks to:
Edited by me.
Tema cerita terinspirasi dari Kak Nita


21 komentar

  1. hihihi sama kayak anak saya nih, L nya 2 :D

    Dulu tuh saya mau ganti aja namanya, biar nggak ribet, tapi paksu bilang nggak apa-apa, justru yang gitu biar nggak banyak samanya, kenyataannya juga banyak ternyata samanya.

    Nama anak saya Darrell btw :D
    Biasanya kan Darrel aja hihihi.

    Sampai sekarang saya kadang kesal, ustadznya selalu nulis namanya Darrel, kadang Darel.
    Untungnya saya udah mengajari dia sejak kecil, kalau nulis nama kudu bener, Darrell.
    Nggak boleh dikurangin, biar nggak hilang nama aslinya :D

    Ngomongin nama juga saya paling sering ditanya berulang kali, siapa nama asli saya?
    Hanya orang-orang yang pernah kerjasama secara profesional dengan saya yang percaya kalau Reyne Raea itu nama asli saya, dikira nama pena hahaha.

    Soalnya kalau kerjasama kan biasanya pakai nyetor nomor rekening, pas mereka liat nama pemilik rekeningnya nama saya, mereka rata-rata kaget, loh itu nama asli ya Mbak Rey? hahaha

    Etdah, padahal saya udah berkali-kali bilang itu asli, meski itu bukan pemberian ortu saya.
    Nama Reyne itu diberikan tetangga ortu yang nggak punya anak di Minahasa, dan bapak saya diam aja gitu anaknya dikasih nama sama tetangga.

    Dulunya nama saya Reyne aja, nggak pakai aja ding , Reyne. hahaha
    Terus pas lulus SD, dengan pedenya guru SD saya buatin Ijazah SD dengan embel-embel nama kakek saya di belakang nama saya.

    Raea itu nama kakek saya btw, dan berkat si guru tersebut, saya harus ganti akte kelahiran dong, sebel banget hahaha.

    Ah bahkan sebuah nama juga punya cerita dibaliknya ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bolehkah aku toss dulu sama anaknya kakak? Karena kita senasib seperjuangan!

      Kak Rey persis ibuku, waktu aku SD, guru sekolahku juga selalu salah dalam penulisan namaku, L-nya selalu kurang 1, terus ibuku bilang ke aku kalau nulis nama harus selalu benar, dan kalau guruku salah, protes aja, bilang kalau ibuku nggak suka kalau namaku ditulis salah *meskipun aku nggak pernah beneran protes ke guruku, takuttt hihihi.

      Yaampun, aku-pun tidak mengira kalau Reyne Raea itu nama asli kakak! Abis bagus sih namanya, unik gitu, nama belakangnya kayak pengulangan nama depan tapi beda penulisan *hayo gimana bilangnya ya*

      Ngomong-ngomong, kisah nama kakak lucu banget sih! Bahkan nama kakak diberikan oleh orang-orang sekitar gitu bukan dari orangtua. Sungguh unik! Aku baru pertama kali dengar cerita kayak gini dan baru tahu ternyata ada ya model kayak gini >.<

      Terima kasih udah sharing Kak Rey! Btw, aku suka nama kakak :D

      Hapus
  2. Kalau nama saya agak pasaran, ada nama tengah saya "Prayoga", karena saya turunan Jawa, jadi sering dikira saya ini laki-laki, hehe. Sebalnya lagi teman kuliah kemarin ada namanya Anggi juga tapi laki-laki dan punya nama belakang "Prayogi". Yodahlah jadi kalau ada teman nanya jadi suka nanya balik, Anggi yang cowok apa Anggi yang cewek. Hmmmm......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo! Salam kenal, terima kasih udah mampir ke blog-ku ya :D

      Wah, sepertinya aku kalau hanya melihat nama Anggi Prayoga tanpa melihat foto dan mendengar suara, aku pun akan mengira itu nama laki-laki >.<

      Hahaha kesel ya kalau kayak gitu! Pada ngira kalian saudaraan nggak? Biasanya suka banyak yang kira saudaraan gitu kalau namanya samaan.

      Hapus
  3. Nama Lia sepertinya akan sulit salah hehehe paling kalaupun sampai salah dengar jadinya Via, ya? :)))

    Saya pribadi nggak pernah punya pengalaman aneh dengan nama saya, mungkin karena saya jarang beli minuman kekinian yang harus sebut nama jadi jsrang ada chance orang salah tulis / sebut nama saya hehehehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. berdasarkan pengalamanku sampai saat ini, paling sering salah sebutnya jadi Ria atau Nia huahahaha. bahkan sampai aku sebut ulang-ulang juga masih salah, jadi biasanya pasrah aja deh :')

      lebih baik gitu kak, jadi nggak menguras emosi kalau denger orang salah sebut huahahaha.

      Hapus
  4. Halo mbk lia...
    Kalau saya nama saya dulunya bukan astria tri anjani, tapi karena sebuah kejadian yang lucu nama saya diubah jadi begini deh. Dari astriani ke astria tri anjani. Apa kapan-kapan kudu bikin cerita gini juga ya😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Kak Astria, terima kasih sudah mampir :D

      Boleh banget dibikinin cerita asal-usul namanya kakak! Let me know kalau udah di-up ya, penasaran hihihi.

      Hapus
  5. Saya tidak begitu relate sih, soalnya kata orang-orang (yang pada waktu itu ada saat saya lahir), yang usulin nama itu Tante saya. Tercetus begitu saja karena ia suka film India, yang pada waktu itu Kuch-Kuch Hota Hai booming.

    BalasHapus
    Balasan
    1. anak korban film india dan telenovela memang banyak sekali huahahaha. ibu-ibu mah gitu kalau udah demen aktor atau aktris di suatu film, langsung kepincut buat namain anaknya kayak gitu hahaha.

      Hapus
  6. Marcellia itu nama yang cantik loh *tentunya seperti orangnya, hihihi

    Tapi emang paling enak nyapa temen sesama blogger apalagi yang masih muda ga pake embel-embel mbak (kalau aku), jadi aku lebih seneng nyapa Lia saja, begitupun dengan temen-temen blogger lain yang sepantaran usia atau lebih muda usianya dariku. Darimana aku tau kalau temen blogger lain itu usianya sepantaran atau lebih muda dari aku? Biasanya aku ngintip dulu di about me-nya, hihihi. Dari situ aku lebih pewe buat nyebut langsung namanya, ga pake embel-embel mbak segala, ahahha #e lah aku kok malah bahas bagian ininya ya, muuphkan :-D

    Kembali ke pembahasan sering salah sebut nama sesuai postingan yang Lia tuliskan

    Ini sih khatam banget aku mengalaminya. Tapi kejadiannya pas uda memasuki usia kuliah atau kerja, dimana aku banyak dipanggil dengan sebutan nama depanku. Kalau pantaran anak-anak (dari SD hingga SMA) kebanyakan manggil nicknameku sesuai ama nama panggilan yang ada di rumah. Etapi pas SMA ada juga sih yang manggil Gusty yang which is gusty itu ada juga di bagian nama depan kedua saudariku...hahhaha...

    Jadi kadang kalau lagi kumpul ama mereka nih, kami suka saling ketawa-ketawa karena pernah mengalami kejadian yang sama gara-gara sama-sama punya nama gusty

    >________<"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidaaakkk! Kak Nita ini selalu memujiku!! Apakah Kak Nita tahu berapa banyak bolongan yang ada di atap-ku? Karena setiap kali Kak Nita memujiku, aku terbang nembus ke atap rumahku, sekarang Kak Nita harus tanggung jawab! Huahahahah >.<


      Dimaafkan kak! Hahaha. Sejujurnya, aku juga lebih nyaman kalau dipanggil langsung dengan nama panggilan aja, tanpa embel-embel "mbak". Tapi, aku tetap lebih nyaman manggil orang yang lebih tua dengan sebutan "kakak", jadi jangan marahi aku dalam hal ini ya >.<

      gemas sekali keluarga kakak hahaha. aku jadi penasaran kalau saudara-saudara kakak, namanya Gusty apa..
      jujur, unik banget sih ini. biasanya tuh orang samaan-nya di nama belakang, tapi kalau kakak malah di nama depan, kan unik lucu jadinya!!

      Hapus
  7. Saya panggil Lia saja.. pasti nengok kan.

    Namamu sebenarnya nggak susah-susah banget, walau biasanya pasti ada saja yang selip lidah antara "i" dan "l". Masih lebih umum dibandingkan nama-nama jaman sekarng yang terlihat keren tapi sebenarnya susah diucapkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti nengok dong, apalagi kalau yang manggil Kak Anton *padahal belum pernah ketemu orangnya, jadi mungkin pas nengok, bingung siapa yang manggil*

      Iya, biasanya keselip lidah antara "i" dan "l" makanya banyak yang manggil Marsela, antara keselip lidah atau males baca detil hahaha.

      Setuju banget! Nama jaman sekarang itu keren tapi bingung pelafalannya gimana. Nanti kalau salah sebut, orangtuanya marah lagi hiks.

      Hapus
  8. Waah ternyata nama kamu unik juga yaa. Kebanyakan yang aku kenal namanya Marcella (ada juga yang Marshella), dipanggilnya selalu Cel atau Ella. Nggak pernah ketemu kayak nama kamu gini hihi

    Soal nama aku pernah curhat juga di blog, karena sejarah namaku juga ribet. Sampai suamiku juga ngoceh, nama tuh satu aja, ngapain banyak-banyak jadi pusing 🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih pujiannya, nanti aku sampaikan ke mamaku karena mamaku yang kasih nama nih huahahaha 😆
      Karena kebanyakan orang bernama Marcella, makanya aku sering dipanggil dengan nama itu padahal jelas-jelas salah tapi nggak enak negurnya 😂

      Oh iyaaa, aku pernah baca post itu pas awal-awal aku main ke blog cici! Nama cici pun juga unik lho, aku baru pertama ketemu nama kayak cici gini, Reggievia 😆
      Pss, aku ada baca beberapa post awal cici juga, aku suka gaya penulisan cici jadi nagih kalau main ke blog cici 😆

      Hapus
  9. wah wah soal nama aku juga sama nih. Sering banget salah dipanggil! Sampe cape..Jadi kalau order minuman tuh seringnya gini...
    "atas nama siapa?"
    "kiki"
    biar gampang! HAHAHA
    padahal namaku Frisca pake C bukan pake K orang2 kalau nulis tuh slalu Friska ato engga Riska. Sampe sebel hahaha
    Apalagi kalau mamang anter paket terus nanya namaku karena aku bukan yang empunya paket..pasti aku harus konfirmasi bisa sampai 3x supaya si mamang paketnya bener sebut namaku haaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Frisca! Salam kenal, terima kasih udah mampir ke sini 😆

      I feel you! Jadi lebih sering kasih nama panggilan, biar cepet dah 😂
      Frisca ke Riska emang deket sih, nggak heran kalau banyak yang salah sebut. Nasib punya nama banyak deketnya *senasib

      Hahaha gemes juga ya! Tapi harusnya sekarang, mamang yang anter paket udah hafal nama kakak dong? 😆 karena biasanya yang anter paket (kalau jasa pengirimannya sama), mamangnya juga sama.

      Hapus
    2. Hahah iyaa suka susah emaaang. Jadi biasanya kalo engga aku nulis sendiri, ya aku spell "fanta-romeo-india-siera-charlie-alfa" biar bener mereka nulisnyaa hahaha
      tapi kalo repot, uda aja bilang kiki karena lebih gampang. Padahal itu bukan panggilan aku HAHAHA

      wah kalo mamang paket aku ga perhatiin euy hahaha

      Hapus
  10. Wahahaha selain Lia, ternyata banyak orang yang namanya suka pada salah ya. Pingin nyanyi 'you are not aloneeee~~~'

    Nama saya paling sering salah tulis jadi Jastin (even sebenarnya saya lebih suka dipanggil Justin, dengan U bukan A. Tapi percaya gak, pas SD, saya sempat gak pede sama nama sendiri. Aneh banget namanya, orang-orang juga susah manggilnya. Tapi lama-lama ya happy juga. Di TK, SD, SMP, SMA, kuliah, yang namanya Justin cuman saya doang, cewek pula wkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaa kakak juga mengalaminya ya? Mari sama-sama kita nyanyikan "you are not alone.. I'm here with you..." 😂

      Jujur pas pertama kali lihat nama kakak, aku kira kakak namanya Nindy, Justin itu nama pasangan kakak. Eh ternyata kebalik 😆😂

      Unik sekali, aku baru pertama kali lho ketemu cewek yang namanya Justin! Jadi selama ini, kalau dipanggil pakai U atau A? 😂

      Hapus