Salon.

Kamis, 02 Juli 2020

Sebagai seorang perempuan, aku merasa bersyukur




Karena aku bukan tipe orang yang demen banget buat pergi ke salon. Malahan, pergi ke salon adalah suatu PR yang berat buat aku, apalagi kalau harus bayar sendiri, makin berat lah PRnya ಥ‿ಥ

Waktu aku kecil hingga beranjak ABG, aku selalu ke salon dengan mamaku. Frekuensinya cukup terbilang jarang dan ketika tiba saatnya ke salon, itu juga pasti mamaku yang urus semua, sampai model rambut juga mamaku yang pilih. Aku hanya perlu duduk manis dengan kepala nggak miring-miring. Ibarat kata, anak perempuan adalah boneka hidup sang ibu, ya begitulah nasibku. No no, bukannya aku nggak suka, aku sangat menikmati hal ini—jadi boneka ibu (^∇^)ノ♪

Ketika SMA, saat aku harus pergi ke salon dengan teman-teman dan tanpa mama, I have no idea what to do. Karena dari dulu apa-apa ditemani mama, sekalinya harus pergi sendiri, bingung harus ngapain. Waktu baca pricelist-nya dengan istilah-istilah salon yang ada, sumpah bingung abiessss! Mana harganya nggak nyantai pula (>0<;)
Bingung harus ngapain, tapi aku diem aja, dan berbekal pengetahuan dangkal-ku akan salon—yang aku tahu di salon hanya cuci dan potong rambut—jadilah aku melakukan hal yang aku tahu aja.

Tibalah saat pencucian rambut, ditanya ini itu "mau pakai vitamin nggak kak" "pakai air hangat atau dingin kak" dll, asli, kebingungan itu datang lagi. Alhasil aku hanya jawab "iya/nggak/terserah mba" huahahaha.

Saat potong rambut apalagi!! Pas ditanya "mau potong model apa kak?" Buseet, harus jawab apalagi ini! Mana yang aku ngerti cuma potong shaggy—bukan teman Scoobydoo—sama potong rata doang pula! Yauda aku jawab aja "shaggy" dan "iya/nggak", terus hasil akhirnya.. ya gitu deh.. nggak suka (ب_ب)

Lain waktu, saat aku harus pergi ke salon sendirian karena rambut udah panjang banget, ada kali 1.5 tahun nggak dipotong. Di sini masalah lainnya datang!

Kali itu, aku udah ngerti mau potong seperti apa. Hasil pencarian di internet udah aku simpan, jadi waktu ditanya sama kapster mau dipotong model apa, aku bisa tunjukin model yang aku mau.

Udah nih, udah ditunjukin pinginnya yang kayak gini *sambil unjukin foto*, lalu aku tanya "cocok nggak ya sama mukaku?", Lalu kapster-nya menjawab dengan "cocok kak! Ah muka kakak mah dipotong gaya apa aja, cocok, apalagi model kayak gini". Yauda, seneng akutu dan pasrah juga. 

Setelah selesai dipotong, ditanyain "udah pas belum kak? Mau sekalian di blow?". Aku mah iya-iya aja. Pas masih di salon, semua nampak baik-baik saja, kecuali pas bayar. Langsung berubah jadi nggak baik karena ternyata di blow itu harus BAYAR! PFFTTT, aku terjebak oleh tipu muslihat! Mana harga nge-blow dengan harga potongnya sama. Untung bawa duit lebih, tapi habis itu jadi nggak bisa jajan lagi (っ˘̩╭╮˘̩)っ

Dan setelah keluar dari salon, tipu muslihat lainnya muncul, tiba-tiba potongan rambutnya jadi aneh. Semakin dilihat semakin aneh di mukaku, mana itu potongannya di atas bahu pula, nasib, nggak bisa diapa-apain selain berharap rambut ini cepat panjang kembali. Sempat agak putus asa juga karena setiap hari dilihat, rambut ini nggak panjang-panjang sampai ingin beli shampoo kuda yang terkenal bisa cepat memanjangkan rambut, tapi akhirnya nggak beli sih. Mahal—lagi, lagi perkara harga.

Untungnya aku kalau ke salon, hanya 1x dalam 1-1.5 tahun. Oke, mungkin karena hal ini juga, aku jadi nggak gitu ngerti istilah-istilah dalam dunia salon. Tapi, ada 1 hal  penting yang aku tahu, kalau kapster-nya adalah seorang laki-laki tapi agak sedikit melambai, biasanya hasil potongannya bagus (◕ᴗ◕✿)

Terakhir aku ke salon adalah tahun 2016. Bener-bener terakhir dan sampai saat ini, belum pernah injekin kaki lagi ke salon untuk diri sendiri, pernahnya nemenin orang aja buat potong.

Jadi, dari masa terakhir aku ke salon sampai saat ini, aku lebih terbiasa dengan memotong rambutku sendiri. Selain hasilnya lebih sesuai dengan kemauanku, aku juga jadi nggak perlu merasakan kelinglungan waktu berada di salon dan nggak perlu keluar uang dengan biaya tak terduga untuk pergi ke salon, yeah!

Malah ada salah satu pegawai di toko yang sering aku datangi, minta aku ajarin dia juga cara potong rambut sendiri—setelah dia lihat rambutku dan tahu kalau aku potong sendiri. Tapi jelas aku tolak, karena nggak bisa deh disuruh ajarin orang, siapalah saya ini (• ▽ •;)

Buat temen-temen khususnya perempuan dan ingin coba belajar potong rambut sendiri, nih aku kasih video pendukungnya. Langsung klik link ini aja ya. Pertama aku belajar potong sendiri dari video itu, lalu lama-lama, aku menyesuaikan sendiri dengan caraku. Anyway, ini saat yang tepat buat belajar potong rambut sendiri, mengingat pergi ke salon di masa kayak gini kan agak waspada ya. Ehh, tapi, kalau nggak yakin bisa, ya jangan. Nanti malah rambutnya groak kayak abis digigit tikus (≧▽≦)

Ah, begitulah kisahku pergi ke salon. Aku tetap senang pergi ke salon tapi khusus kalau lagi mau mewarnai rambut aja, karena kalau diwarnai di salon itu pilihan warnanya lebih banyak, lebih rata dan keluar warnanya. Dan satu lagi, aku tetap senang kalau dibayarin (~‾▿‾)~

Nah, temen-temen di sini apakah ada yang rajin pergi ke salon? Atau malah ada yang suka potong rambut sendiri?


The dreamer.

43 komentar

  1. Kakak nggak hobi berjam-jam di salon, Lia hahahahaaha 😂 tapi bukan berarti jarang pergi ke sana. Karena bisa dibilang lumayan rutin juga, however kegiatannya nggak jauh dari urusan hair spa dan potong rambut which is bisa selesai dalam waktu cepat 🤭 apalagi kalau di Korea, hobi deh styling rambut karena hair style-nya pada bagus semua 🤣

    Dan kakak lebih suka rambut pendek, sebahu~lah kira-kira. Jadi kalau agak panjang sedikit biasa langsung potong hehehehe. Padahal dulu rambutnya selalu panjang, tapi entah kenapa dengan bertambahnya umur, bertambah pendek pula rambutnya 🤣 kalau kata si kesayangan, lama-lama mungkin rambut kakak bakal cepak ketika menginjak usia 60-an 🙈

    And I feel you Lia, dulu waktu sekolah saat awal-awal ke salon pernah kaget karena ternyata harga blow dipisah dari harga guntingnya. Wk. Untung bawa uang cukup, nggak kebayang kalau kurang, bisa-bisa disuruh cuci handuk salonnya mungkin yah 😅 mana dulu taunya cuma potong layer doang pula hahahaaha sebab ibu kakak selalu bilang, "Potong layer." Jadilah potongan itu yang kakak hapal dan ended up kakak gunakan sampai sekarang. Seems like my comfort cuts 😂

    Coba nanti kakak lihat info soal potong rambut sendirinya. Tbh, selama corona belum potong rambut karena belum merasa perlu, tapi kalau si coro masih bertahan sampai tahun depan, sepertinya pilihan potong rambut tanpa ke salon harus dilakukan 🤭 so thanks for the infos, cantiiiik ❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, aku belum pernah hair spa lho kak huahahha. Tapi kayaknya enak, ada adegan dipijit-pijitnya gitu nggak kepalanya? *adegan lho wkwk.
      BENER BANGET! Di Korea itu kenapa ya hair style-nya nggak nyantai? Aku tuh suka banget sama model rambut ciwik-ciwik di sana tapi kapster sini nggak ada yang bisa niru gitu lho, sekalinya ada salon Korea dan kapsternya asli orang Korea, sekali potong rambut bisa 400rb kak. MENANGIS!

      Eh, dibayangan aku Kak Eno ini rambutnya medium long lho, ternyata salah duga huahaha. Tapi dalam hal ini aku juga setuju, karena dulu rambutku juga panjang sampai sepinggang gitu, sekarang mah lebih seneng di bawah bahu sedikit. Mungkin kalau aku seumur Kak Eno, bisa senasib wkwk. Jangan-janagn bener, sepertinya nggak sampai umur 60 udah cepak 🤣

      Iya asli kaget banget! Mana blow cuma kayak gitu doang, masa harganya sama kayak potong rambut? Kan kesannya potong rambut nggak ada nilainya soalnya ngeblow itu kan lebih mudah. Mana udah bayar mahal, 10 menit keluar salon, buyar semua itu blownya WKWKW jadi curhat.

      Awww, potong layer memang paling cocok sepertinya ke semua muka dibanding shaggy >.<

      Sama-sama kak! Semoga infonya membantu. Masih di batas aman nih ya rambutnya Kak Eno! Bersyukurlah jadi nggak gerah pengen cepet potong huhahaha

      Hapus
  2. Waah udah lama bangeeet ga nyalon..gak tahu sejak th kapan.. Udah lupa saya 😁 berhubung sy berhijab jadinya gak kliatan, tapi dirumah palingan perawatan biasa aja, kayak sampoan pk conditioner,, yah standar aja, kalo udh panjang dan gerah suka potong sendiri tuuh 😂 walopun hasilnya miring, soale ketutup ini sih


    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, ada yang udah lebih lama lagi nggak ke salon dibanding aku! *sembah suhu*
      Keren!! Apalagi kalau pakai hijab, potong sendiri lebih efisien ya kak. Udah bisa kali nih buka salon sendiri 😁

      Hapus
  3. Hai kak Lia, seru juga pengalaman tentang salon nya, syukurlah sekarang sudah bisa potong rambut sendiri sehingga bisa lebih ngirit biaya.

    Kalo aku belum pernah ke salon tapi kalo ke tukang cukur sering. Jadi ibu saya tuh ngga bisa lihat anaknya rambutnya panjang sedikit atau agak gondt, pasti disuruh ke tukang cukur.

    Kadang di tukang cukur malesnya agak ngantri soalnya mungkin agak murah. Di kampung ku sih ada tukang cukur cuma 10 ribu. Nah, di kampung sebelah cuma 7 ribu, lumayan beda 3 ribu makanya rame. Padahal kalo dipikir-pikir biaya bensin sama saja ya.😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Kak Agus, bener, jadi irit banget. Bisa irit 100-200rb setahun, lumayan kan? Hahaha.

      Memang ibu-ibu gitu deh kak. Kalau lihat anak cowoknya rambutnya gondrong dikit, rasanya gerah padahal diri sendiri rambutnya lebih gondrong wkwk 😂

      Padahal jatuhnya lebih mahal karena bensin ya huahaha. Tapi hasilnya bagusan yang 10rb atau 7rb? Btw, potong rambutnya murah bangettt. Di sini buat cowok aja, paling murah 15-20rb.

      Hapus
  4. Wahahaha samaaa dulu kalau ke salon, cuman bilang potong shaggy aja atau layer gini gitu. Dan kadang kalau potongnya cuman dikit, berasa rugi banget bayar mahal apalagi yang paling males di salon tuh kalau pas keramas, dudukan kepalanya gak enak. Hampir semua salon baik yang mahal maupun murah, dudukan kepalanya gak enak entah kenapa.

    Jadi sejak kuliah, saya ke salon tuh sekalian dari panjang terus babat habis potong cepak saja hahaha. Dan pas sudah nikah juga gitu. Malahan bisa dipotong sendiri sama Mas Gepeng, gak bagus gak papa, yang lihat juga cuman dia doang wkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk sama banget! Aku juga suka ngerasa rugi kalau dipotongnya cuma dikit tapi dulu waktu sekolah, nggak berani potong pendek. Sekalinya potong pendek, zonk sekaliii. Setuju persoalan dudukan kepala! Perasaan memang nggak ada yang enak, jadi posisinya serba salah, ujung-ujungnya kena baju jadi bajunya basah karena posisinya nggak pas huahaha

      Ih keren-keren! Paksu kakak sampai bisa potongin rambut juga. Yaampun, kalian gemas sekaliii >.<

      Hapus
  5. Kalo yang cewek aja ada yang ngerti salon, apalagi saya. Meski begitu, saya sering diajak mama untuk pangkas rambut di salon kenalannya. Itupun karena ada niat minta ditemanin juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahah Rahul kalau ke salon, minta creambath aja. Temen-temenku yang cowok suka khusus ke salon buat creambath, padahal kecium wanginya juga nggak bisa secara rambutnya pendek, tapi mereka suka sensasi dipijit kepalanya, katanya enak dan rileks :D

      Hapus
    2. Pernah sekali waktu pernah kepikiran mau smoothing karena rambut sudah agak panjang. Tapi niat itu saya urungkan saat mikir kayaknya muka saya ngga cocok kalo rambut saya panjang dan lembut.

      Hapus
    3. Tunggu.. ini beneran? Maaf tapi aku ngakak bacanya 😂😂😂
      Jarang nemu cowok mau dismoothing gitu.

      Hapus
  6. Wah asik banget bisa potong rambut sendiri. Lumayan banget itu Lia nggak usah keluar budget salon. Aku aja sampai sekarang potong poni sendiri nggak berani (yaaah nggak ponian juga sih wkwkwk), jadi urusan rambut lebih baik kuserahkan pada ahlinya huahaha

    Tapi setuju sih, ongkos salon sekarang tuh nggak murah. Even kelas Johnn* And*e*an yang dulunya paling murah sekarang potong rambut aja harus keluar 140ribuan (plus blow) 🙄 Makanya aku ke salon 5-6 bulan sekali aja untuk rapihin rambut plus creambath hihi

    Btw, aku samaan kayak Mba Eno. Makin ke sini sukanya rambut pendek aja. Nggak ribet dan hemat shampoo 😆 Cuma sejak pandemi ini rambutku makin gondrong, rasanya pengen dipotong pendekan lagi tapi nggak berani T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumayan banget bisa hemat uang walaupun biasanya juga aku cuma 1-2x aja setahun ke salonnya sih huahaha. Nggak apa ci, daripada poninya groak kayak kegigit tikus (aku masih sering kayak gini tapi nggak kapok), mending langsung ke ahli yang udah dipercaya aja :D

      Itu bisa dipastikan mahal diblownya ci!! *sensi banget sama blow* WKWK. Tapi sepertinya untuk cici yang udah jadi mommy, lebih baik ke salon, bisa sekalian me time juga soalnya hihihi.

      Plus nggak kusut ya ci 😆 lalu dilema antara pergi ke salon atau potong sendiri huahahah. Kalau rambut pendek, lebih susah sih ci kalau potong sendiri, jadi lebih baik ke salon aja wkwk

      Hapus
  7. Saya pergi ke salon malah cuman sekali seumur hidup. Pas masih SMP dan itu saya nyesel banget karena nggak cocok dimuka saya😂
    Setelahnya saya pakai hijab jadinya kalau potong rambut ya sendiri aja, asal potong tanpa model jadinya modal-madel😂
    Tapi bodo amat, kagak ada yang lihat juga. Dan rambut saya nggak pernah panjang, paling panjang di bawah bahu sedikit. Soalnya kalau panjang saya suka sebel dan langsung saya potong. Sekalian biar busanya banyak pas keramas ehe..he...😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Serius cuma 1x? Keren banget lah Kak Astria ini!! Nggak pingin juga sekedar treatment di salon gitu?
      Duh aku ngakak lho bacanya biar busanya banyak >.< Kayak anak bocah WKWK tapi emang seru sih kalau lihat banyak busa, berasa keramas gitu. Pernah aku pakai shampoo yang busanya dikit, nggak berasa kayak keramas padahal itu shampoo lebih sehat karena sebenernya banyak busa kan banyak kimianya ya.

      Hapus
  8. Wah aku sama kaya kamu. Tipe yang jaraaaaaang banget ke salon. Tapi kayanya ga selama kamu deh. Paling banter juga setahun terus potong rambut. Itupun potongnya juga cuma potong rata karena kalo dimacem2in rasanya aneh aja gitu di mukaku. Tentunya ke salonnya juga ke salon yang sudah kutahu harga potongnya berapa. Kalau cuma potong rata aja pergi ke salon mahal kan sayang yak!

    Anyway bisa juga tuh ya potong rambut sendiri. Aku pernahnya potong poni sendiri sih dan berakhir poninya aneh. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahaha sayang banget ci kalau potong rata tapi ke salon mahal. Semacam nggak rela ya keluarin uangnya >.< 6-12 bulan 1x udah paling bener, paling aman juga buat dompet hihihi.

      Kalau rambut panjang, lebih gampang potong sendirinya lho ci. Anyway, poniku juga selalu nggak bener kalau abis potong sendiri tapi berhubung aku poni samping, yauda bodo amat yang penting pendek WKWKW

      Hapus
  9. Mbak Liaaaa, kok bisa potong rambut sendiri sih? Aku kagum banget sama temen-temen yang bisa potong rambut sendiri tuh. Dari dulu gabisa banget potong rambut sendiri karena takut kalau salah potong wkwk :'D

    Dulu aku samaan sama Mbak Lia, nggak hobi ke salon. Tapi sekarang ya rada suka sih, meski cuma nganterin temen doang terus kecantol buat ikutan perawatan, meski cuma potong rambut sama keramas. Belum pernah sekalipun nyoba creambath karena nguras kantong hihihi.

    Aku baru potong rambut sekitar sebulan lalu di saudara sendiri, soalnya udah mulai risih rambut panjang huhuhu.

    Kayaknya menarik ini info potong rambut mandiri. Bakal ngecek kalau udah merasa pingin potong rambut lagi eheheheeee. Makasih banyak buat infonya ya Mbaaak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya juga ngeri-ngeri sedepp tapi udah gerah dan lagi iseng jadi aku coba aja, terus ketagihan :D
      Awal mula, coba potong sedikit-dikit dulu, jangan langsung banyak hahaha.

      Kecantol karena aroma salon yang unik mungkin? Huahaha. Aroma di salon itu unik banget soalnya.
      Bener, segala jenis treatment di salon itu sebenernya masih okay kalau cuma dilakukan 1x dalam frekuensi yang sedikit, yang bahaya itu kalau udah coba 1x terus ketagihan. Creambath salah satu yang bikin nagih karena rambut abis itu jadi wangiii dan rasanya pengen cium-ciumin rambut terus huahahaha.

      Sama-sama. Semoga membantu dan semoga berani potong sendiri :D

      Hapus
  10. Dulu pas kerja saya rutin ke salon untuk facial dan sesekali potong rambut. Samaan, saya juga kaget pas tahu blow dan gunting harganya dipisah. Kayaknya pas saya tinggal di Semarang nggak deh.

    Untungnya ibu saya bisa potong rambut dan beliau juga perias pengantin. Jadi tiap pulang ke Semarang, saya minta potong rambut. Mayan ngirit kalau gini, hehe.

    Btw, hebat ih, Mba Lia bisa potong rambut sendiri.😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti ciwik-ciwik disarankan untuk tinggal di Semarang, karena lumayan bisa hemat biaya ngeblow wkwkw

      Ih asik bangeet kak! So lucky you are! Ngirit banget itu, bahkan kalau ada acara, nggak butuh MUA karena ibu sendiri bisa ya. Keren!!

      Huahahah terima kasih kak. Potongnya juga model itu-itu aja tapi tiap potong rambut, hasilnya beda #lho

      Hapus
  11. Maaf saya malah ga pernah ke salon. Jadi ga bisa komentar apa-apa nih.

    Saya tahunya cuma tahu tukang cukur asgar (asli garut) saja.

    :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak, mainnya jauhan dikit, ke Semarang, ke Bali..
      Biar tahu tukang cukur dari daerah lainnya. Siapa tahu model potongannya beda WKWKW

      Hapus
    2. jangan sampai deh pak Anton ikutan ke salon buat meni pedi hahahahaha

      Hapus
  12. Saya dulu juga kalau ke salon mau poting mesti yang model shaggy karena itu yang paling cocok. Setelah saya pakai hijab saya nggak ke salon lagi rambut saya potong sendiri bukan modwl shaggy lagi tapi model rata aja sebahu biar praktis.
    Aku mau coba lihat tutorial potong rambut sendiri ala kak Lia the dreamer :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, ternyata ada fans shaggy style! Wkwkw
      Coba ditengok videonya, btw itu video bukan aku yang bikin ya 😆

      Hapus
  13. Dulu saya ke salon itu cuma buat 2 hal: nganterin mama potong rambut atau sy perlu MUA buat acara kelulusan sekolah. Selain itu, saya selalu potong rambut sama mama karena mama sy ex-pegawai salon era 80an hihihi.

    Terus pas mau Nikah, mama sy gemes liat muka sy jerawatan. Lalu dipaksalah sy untuk facial ke salon langganan nya. Salon nya salon rumahan gitu... Abis facial besoknya muka sy malah makin parah sampe harus ke Spkk. Kapok lah sy ke salon hahah...

    Sekarang kalo mau potong rambut mending minta tolong mama atau potong sendiri sekalian, bodo amat deh rambut jadi kaya rambut Dora juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awww, you are so lucky kak punya mama yang bisa potong rambut dan bisa potong sendiri juga. Huahahaha style rambut Dora bagus juga kok 🤣

      Nahhh itu dia! Aku suka denger cerita-cerita soal facial di salon tuh hasilnya gini deh. Tapi abis dari Spkk bisa sembuh total?

      Hapus
  14. Kalau aku paling sering ke salon pas masih SD, Mbak Lia. Soalnya aku demen banget potong pendek kyk anak laki-laki. Saban rambut udah nambah panjang 1 cm aja aku udah minta ke salon buat potong pendek lagi. Hehehe.

    Tapi setelah udah dewasa jadi makin jarang potong rambut. Karena aku tuh selalu gak puas dengan hasil potongan salon. Entah kenapa kapster-kapster yang pernah aku datangi tuh selalu seenaknya aja potong rambutku mentang-mentang aku berhijab. Mungkin menurut mereka toh aku kemana-mana pake hijab, rambut gak kelihatan. Jadi mereka asal-asalan tuh motong rambutnya. Padahal kan aku juga pengen kelihatan cantik di depan suamiku, mbak. Apakah aku gak boleh punya potongan rambut bagus supaya bisa kelihatan cantik di depan suamiiiiii..😭😭😭 Kyknya aku sudah harus mulai belajar potong rambut sendiri deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantul sekali Kak Roem!! Jarang banget nih anak cewek demen rambut cepak, yang ada malah diledekin tomboy 😂

      Yaampun, Padahal udah langganan tapi malah jadi seenaknya motong rambutnya, kan jadi malas ke sana lagi ya 😭
      Yang tabah ya Kak Roem!!

      Coba belajar potong sendiri, siapa tahu hasilnya lebih memuaskan dan suami jadi makin klepek-klepek lihatnya 😍
      Tapi jangan langsung dicepak ya, dikit-dikit dulu potongnya huahaha

      Hapus
    2. Setelah baca ini aku langsung menuju ke video pendukungnya dong, Lia. Dan kelihatannya sih gak susah-susah amat. Patut dicoba banget nih. Kalau awal-awal agak fail kyk nya gakpapa, soalnya belajar sendiri dan gak keluar uang juga. Daripada kalau ke salon, yang mahal aja belum tentu sesuai keinginan, apalagi yang murah.😆

      Hapus
    3. Mudah kak, beneran deh. Tinggal nanti disesuaikan aja panjang pendeknya gitu. Dan cara potongnya kan pengulangan aja jadi nggak ribet dan nggak butuh gunting yang aneh-aneh, hanya butuh gunting rambut biasa. Silahkan dipraktekkan kalau udah siap mental wkwkw

      Hapus
  15. Wakakkaka, sama beud li, aku juga ngerasa kalau kapsternya pria yang agak kemayu (sepengalaman aku selama ini ya) kok potongannya lebih oke, lebih ngerti maunya rambutku digimanain gitu ostilahnya

    Eh sama lagi loh kalau ditanya2 ini rambutnya mau dikasih vitamin ini ga kak, mau dicuci dulu ga kak, mau diblow ga kak, diponi ga kak bla bla bla, aku cuma bisa bilang iya iya iya, baiknya gimana menurut ngana....saking kadang susah ngomong di depan kasternya ahhahahah...

    pengennya cepet beres aja, tapi estimasiin dulu, kalau kelihatannya salonnya okay yaaaa minimal duid di dompet harus ada beberapa lembar warna merah sih, tapi klo salonnya ala kadar ya lembar birupun pede pede aja aku mah hihihi

    Eh tapi pernah kejadian, susah banget mau ngomongin contoh rambut yang aku pengen tuh kayak apa, uda kutunjukin hasil searching di internet, eeee kapsternya ga mudeng, yawes jadinya makin tembem aja ni pipi dengan rambut yang menyerupai tokoh sadness di kartun inside out ahhahahhahahah, padahal mauku potongan bob cem polwan itu loh li wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener ya kak!! Berarti kata-kata mutiara itu bener adanya soalnya banyak yang bilang gitu juga sih soal kapster kemayu hahaha.

      Nahh, itu suka bikin greget ya kak. Mending kalau dia bilang nggak bisa aja dari awal, kadang kapster suka iya-iya aja pas ditunjukin model hasil searching tapi hasilnya malah bikin ingin menangis 😂

      Wkwkw btw aku mau ngakak kak! Maaf!! Aku pernah gagal potong bob juga, hasilnya parah banget deh sampai stress ingin rambut cepat panjang aja 😭

      Hapus
  16. kirainnnn anak zaman now semua pada suka nyalon, ternyata ada juga yang enggak.
    Saya sejak kecil sampai setua ini, ke salon ya buat potong rambut doang.
    Tapi sejak saya berjilbab, jadi jarang ke salon buat potong rambut.

    Palingan setahun atau 2 tahun sekali.

    Tapi sejak jadi mamak, seingat saya terakhir ke salon itu pas tahun 2012 atau 2013 ya?

    Setelah itu kayaknya 3 tahun sekali atau 2 tahun sekali potong rambut, di potongin suami langsung gunting sekali gitu :D

    Ya kalau berjilbab, mau bikin model apa juga nggak bakal keliatan sih, makanya, saya potongnya ya ngasal juga nggak apa-apa :D

    Btw dulu saya kalau ke salon, cuman tau 1 model yaitu model bob, ya ampun itu model saya banget sejak orok.

    Yang saya kesalin adalah, sampai saya besar kan selalu minta bikinin poni, para orang salon tuh bikinnya poni kepanjangan, biasanya saya potong lagi di rumah, karena saya suka model poni Dora hahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enak dong kak kalau suaminya bisa motongin hihihi

      Aku juga lebih nyaman potong sendiri kak, walaupun enak juga sih kalau creambath di salon, dipijitin 🤣

      Kak Rey kok antimainstream sekaliii!! Orang-orang pada nggak demen poni rata lho tapi kak Rey malah demen 🤣

      Hapus
  17. Duluuu sebelum nikah aku rutin ke salon. Krn dulu rambut di smoothing, jd mau ga mau tiap bulan wajib perawatan :D.kalo ga pengen rusak.

    Tp setelah nikah, bisa dibilang ga prnh lagi hahahaha. Krn ngerasa sayang ma duitnya. Mending utk jalan2 drpd nyalon doang :p.

    Mungkin Krn udah beda prioritas ya mba. Kalo sblm nikahkan, yg dipikir cm diri sendiri. Gimana ttp jaga penampilan. Udah nikah, jaga penampilan ttp masih, tp yg bisa dikerjain sendiri, aku LBH seneng sendiri. Apalagi asistenku yg skr bisa motongin rambut. Toh aku ga neko2 kalo motong.cm motong biasa doang. Orang yg bukan tukang salon pasti bisa, asal cara ngeguntingnya ga tremor hahahahah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah iya! Kalau smoothing itu harus rajin perawatan sih kak.

      Betul, beda prioritas juga pengaruh ya kak. Sepertinya kalau udah nikah, makin malas sih kalau buat ke salon selain nggak ada waktu juga 😂
      Huahahah kalau tremor nanti potongannya kayak abis digigit tikus lagi 😆

      Hapus
  18. sekarang ke salon kalo lagi butuh buat potong rambut, seringnya begitu.
    creambath udah hampir nggak pernah.
    kayaknya aktivitas salon paling "parah" waktu kuliah, creambath uwuuh gayah banget dah wkwkwk, trus potong rambut ke salon yang ternama dan wow harganyaaa hahahaha
    trus nyoba lagi ke salon satunya dan ternama juga, dari hair mask dan perawatan rambut yang lain dan harganya juga wow, jadi kebayang aja sekarang, gilak ya dulu uang jajan kuliah dihabisin buat beginian, padahal anak kost, makanya sekarang udah bisa cari duit sendiri ke salon kalau perlu aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. wawww mantap sekali!! setidaknya udah pernah cobain ke salon mahal kak!! worth it nggak sih ke salon mahal gitu? diriku suka bertanya-tanya soal hal ini 😂

      Hapus
  19. sampo kuda itu apa T__________T aku selalu ke salon dan bawa foto model rambut, kalau lagi ga bawa cuma bilang "dirapiin aja mbak, pokoknya pendek segini" gitu, pernah waktu SMA aku ditawarin pakai spray? aku jawab iya, EH KAGET AKUTU ternyata spraynya yang bisa bikin rambut kaku, udah sih itu aja pengalaman ke salon yang berkesan (???)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada kak shampoo yang gambarnya kuda itu di labelnya wkwkw, aku lupa merknya apa tapi biasa pada sebutnya shampoo kuda.
      huahahah kenapa rambutnya ditawarin pakai spray? memang lagi dipotong model apa itu?

      Hapus