4 Books We Read in September.

Rabu, 30 September 2020

Photo by Taryn Elliott from Pexels


Aloha~ Si peri kecil nan imut kembali lagi untuk berbagi rekomendasi buku bacaan serta meracuni kalian sehingga reading wishlist kalian semakin banyak huahaha. Tunggu.. Siapa itu peri kecil nan imut? Siapa lagi kalau bukan.. AKU 🙋 *langsung pada close tab habis baca ini*


Aroma Karsa by Dee Lestari


Sebelumnya, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada Ci Devina karena telah merekomendasikan buku ini. Aku sangat amat tidak menyesal bergadang 2 malam untuk baca buku ini karena buku ini seru pakai banget! Meskipun jumlah halaman pada buku ini bikin megap-megap pas tahu sebab berisikan 700 halaman, tapi nyatanya buku ini page turner banget, dan aku jamin, kalian nggak akan bisa berhenti untuk baca 😂.

Aroma Karsa menceritakan tentang ekspedisi mencari bunga Puspa Karsa yang berada di Gunung Lawu, di sebuah desa yang kasat mata, yang hanya bisa didatangi oleh orang-orang terpilih dari desa tersebut. Dikisahkan dua anak muda bernama Tanaya Suma dan Jati Wesi yang mempunyai keahlian khusus yaitu peka dengan aroma-aroma, yang ikut terjun ke dalam ekspedisi mencari Puspa Karsa yang diketuai oleh Raras Prayagung, ibu angkat dari Tanaya Suma.

Pembentukan karakter Jati Wesi dari awal cerita dibuat sangat menarik dan tidak bertele-tele. Penambahan misteri-misteri kecil di balik jati diri Jati Wesi dan Tanaya Suma di bab-bab awal, membuat hati semakin dibuat penasaran dan bertanya-tanya "Jadi.. mereka ini kenapa?!". Untungnya meskipun penasaran, aku masih tetap bisa tidur kok 😜.

Buku ini menarik karena konsep cerita yang diangkat berbeda. Dengan mengangkatkan keahlian mencium aroma serta dibubuhkan dengan banyak nama unsur-unsur dari sebuah aroma, Dee membuatku kagum atas hasil riset beliau dan jadi penasaran ingin ikut membaui aroma-aroma yang disebutkan di buku ini. Hahaha. Tapi, sayangnya, kelas meracik parfum yang diikuti Dee Lestari itu mahal banget, buk! 😂.
 
Aku akan merekomendasikan buku Aroma Karsa ini ke siapa-pun karena begitu sukanya aku dengan buku ini! Dan, meskipun ini buku fiksi, tapi banyak sekali pengetahuan yang ada di dalamnya serta ada moral cerita yang bisa kita petik di dalamnya. Silahkan melipir ke Toko Mizan di website kalau ingin beli, karena sayangnya, buku ini tidak ada gratisannya di iPusnas 😎.


Recehan Bahasa by Ivan Lanin


Siapa di sini yang aktif atau pernah aktif di Twitter dan mengikuti akun Twitter Ivan Lanin atau Uda Ivan? Kalau iya, kalian pasti nggak asing lagi mendengar nama Ivan Lanin. Beliau adalah seorang aktivis yang mengganjurkan penggunaan bahasa Indonesia baku dan menyampaikan dengan cara yang asik banget.

Begitu aku lihat Uda Ivan membuat buku Recehan Bahasa ini, aku langsung tertarik untuk membacanya karena aku ingin agar kemampuan berbahasa baku-ku naik tingkat. Aku merasa, meskipun bahasa Indonesia adalah bahasa ibuku, tapi bukan berarti bahwa aku tidak perlu meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesiaku, kan. Lalu, sewaktu aku lihat ada promo cashback *namanya juga cewek* untuk pembelian buku di Google Playbook, langsung lah aku melipir untuk membeli buku Recehan Bahasa ini~ Hihihi. Jajan buku mulu si Lia ini #plakk.

Recehan Bahasa berisikan tentang pengetahuan-pengetahuan dasar dari kata baku yang sering salah penyebutan, berisikan padanan-padanan bahasa Indonesia untuk kata dan istilah-istilah asing, serta informasi-informasi lain mengenai bahasa Indonesia baku yang dikemas secara ringkas, sehingga mudah dimengerti, dan berilustrasi, sehingga menyenangkan ketika dibaca. Coba ya, buku pelajaran bahasa Indonesia sewaktu sekolah dibuat semenyenangkan buku Recehan Bahasa ini, aku pasti akan lebih jatuh cinta dengan bahasa Indonesia daripada oppa Korea 🙈. Wkwk.

Salah satu bagian dari buku Recehan Bahasa ini, menerangkan cara penggunaan "Namun" dan "Tetapi/Tapi" yang sering salah penempatan, yang membuatku langsung menertawai diri sendiri karena sering melakukan kesalahan ini! 😂. Nah, buat teman-teman yang ingin bertaubat dari jalan yang salah  belajar recehan-recehan bahasa Indonesia, cocok banget untuk membaca dari buku ini. Halamannya cuma sedikit, sekitar 150 halaman. Nggak berasa banget bacanya karena dikemas dengan menarik. Kalau penasaran, bisa lihat sampel gratis dari beberapa halaman awal buku ini di Google Playbook  😉. Selamat belajar bahasa Indonesia! 

✨✨✨

Nah, sekian dulu rekomendasi buku dari si peri kecil nan imut ini 🧚. Udah, 2 buku aja, yah, sebab 2 buku lainnya bisa kalian cek di postingan teman seperjuanganku yang biasa aku panggil dengan nama Ci Jane alias Jane Reggievia alias Jane From The Blog 😁. Lho? Kenapa begitu? Coba cari tahu aja jawabannya di postingan Ci Jane biar suprise 😜. Nanti kalau udah tahu, baru balik lagi ke sini untuk berkomentar *ngeselin*. Aku tunggu kehadiran kalian di blog Ci Jane, ya! Selamat menambah reading wishlist kalian 😜.


The dreamer.

49 komentar

  1. Yaaaay postingan perdana sudah tayang! 😆 *first comment nggak ya aku? lol*

    Padahal baru ajaa kemarin aku ke Gramedia World dan lihat buku Recehan Bahasa ini. Udah pengen beli tapi ragu 🙈 aku sendiri juga suka ngikutin Uda Ivan waktu masih main Twitter. Sampai sekarang kalau bingung nulis "kapanpun" pun-nya dipisah apa disambung aja ngecek akunnya beliau dulu untuk cari kebenaran wkwkwk

    Setuju dengan pendapatmu Lii, belajar Bahasa Indonesia makin menyenangkan rasanya lewat akunnya beliau. Meski yang diajarkan bahasa baku, tapi penyampaiannya nggak baku-baku amat hihi Btw, kalau halamannya nggak setebal itu, kayaknya aku juga ngecek di Playstore aja deh 😁

    Terus, aku masih takjub kamu bisa menyelesaikan Aroma Karsa hanya dalam dua malam! ðŸ˜ą tapi aku surprise dengan isi novelnya, ternyata tentang bau-bauan parfum toh hahahaha aku memang nggak pernah cari sinopsisnya sih, pikiranku novel ini tentang fantasi kayak Supernova gitu hahahaha

    Btw, thank youuu Lia udah share rekomendasi bacaannya bulan ini! ❤ Semoga memberikan tambahan referensi bagi teman-teman yang pingin baca juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yay! Congrats karena cici first comment di post ini :p

      Huahaha aku akui, aku juga suka lupa penempatan "-pun", "-nya" yang benar seperti apa dan suka nengok ke akun beliau untuk cari tahu. Belajar Bahasa Indonesia kalau sama Uda Ivan benar-benar asik ya, Ci >.<
      Coba cek ke Playbook, di sana harga jualnya juga lebih murah daripada buku fisik hihihi.

      Buku Aroma Karsa terlalu membuat penasaran sampai nggak sabar untuk segera melihat endingnya seperti apa wkwkw, makanya aku sampai bergadang biar cepat selesai #plakk. Aroma Karsa ini berbeda dari Supernova, meskipun sama-sama genrenya fantasy tapi nggak terlalu ilmiah seperti Supernova yang kadang membuat bingung huahaha.

      Amin~ Terima kasih juga karena udah berkunjung ke sini, Ci Jane :D

      Hapus
  2. Oh ini kolaborasi sama mbak Jane ya, makanya disuruh baca 2 buku nya disana. Salut mbak karena masih jarang blogger yang mau kolab sama blogger lain.

    Dari dua buku itu aku lebih tertarik Aroma Karsa karya Dee Lia. Soalnya sepertinya ada aroma mistisnya begitu, cari bunga yang ada di desa kasat mata, pastinya jadi petualangan yang mendebarkan. Ada aroma aromanya juga ya, kayak bikin parfum aja.😀

    Sayangnya cuma tertarik saja, kalo beli bukunya sepertinya belum minat karena...😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi iyaa, ini kolaborasi dengan Mba Jane. Terima kasih ya udah membaca tulisan ini, juga udah berkunjung ke blog Mba Jane. Aku lihat komentar Kak Agus di sana :D

      Seru ceritanya, Kak! Apalagi saat bertualang di desa mistisnya, udah kayak di film horor-horor gitu. Nggak apa, siapa tahu suatu hari nanti Kak Agus bisa memiliki buku ini, setidaknya udah sedikit tahu mengenai isi buku ini xD

      Hapus
  3. Waaah semangat kali mbaknya baca buku sampe begadang dua malam. Aku pernah juga baca buku sampe begadang, ga terasa selesainya hampir jam 1 dini hari, dimulai dari jam 1 siang. Total jadi 12 jam dong, wkwkwk..

    Buku itu adalah Novel Ayat-Ayat Cinta. Tebalnya sekira 500 halaman. Eh, tapi ga 12 jam full ya aku bacanya. Ada istirahatnya. Untuk makan, shalat, dan mandi. Hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap banget! Kak Dodo lebih semangat itu euy, langsung dibabat habis seharian dengan halaman setebal itu wkwkw
      Dan sepertinya novel Ayat-Ayat Cinta ini kemudian menjadi novel kesukaan Kak Dodo ya hihihi.

      Hapus
  4. Wah Aroma Karsa banyak banget yang nge-rekomendasiin. Sampe sekarang belom masuk TBR sih. Tapi, kalo Lia bahkan rela 2 hari namatin buku setebel 700 halaman ini kayaknya sih seru banget ya. Bakalan langsung masuk TBR nih, keracun sama Lia hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak banget Kak Tika. Saking banyaknya, aku jadi penasaran isinya seperti apa karena saat itu udah punya tapi belum dibaca dan turns out memang seru ceritanya hahaha.
      Semoga Kak Tika juga bisa membaca buku ini suatu hari nanti ya :)

      Hapus
  5. Liaaa, itu aroma karsa njelimet ga sih? Aku tuh pernah baca buku Dee, yg Supernova, dan jujur ga aku seleseiin. Ga mudeng dia nulis apaaa -_- hiks... 1-1 nya buku dia yg aku bisa nikmatin baru Madre. Itu jg Krn dia DTG ke kantor suami, dan ngadain acara, trus bagi2 buku Madre wkwkwkwkw. Udh lama sih itu.

    Pgn baca lagi buku yg lain, tp takut serumit si Supernova.

    Kalian collabs buku yaa :). Belum ke tempat Jane. Ntr aku baca juga kesana :D. So far sept ini aku msh on track seminggu 1 buku. Pokoknya hrs nulis review di medsos lah, biar jd kebiasaan nulis sih sbnrnya. Krn kalo bacanya udh rutin dari dulu. Giliran nulis masih suka kagok. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga baca buku Dee yang perahu kertas mandeg di tengah. Apa aku yang ga cocok, atau momennya aja ga pas pas baca waktu itu..

      Hapus
    2. @Kak Fanny: Aroma Karsa beda banget kak, nggak jelimet kayak Supernova, lebih enak dibacanya karena nggak ada istilah-istilah ilmiah selain nama-nama unsur parfum aja. Boleh dicoba baca kalau Kak Fanny tertarik :D

      Iya, post ini collabs dengan Ci Jane hihihi. So, terima kasih karena Kak Fanny udah baca post ini dan udah berkunjung ke tempat Ci Jane juga :)
      Semangat terus untuk keep on tracknya, Kak! Biar bisa ingat dengan isi bukunya juga kalau ditulis hihihi.

      @Kak Thessa: Aku belum pernah baca Perahu Kertas nih jadi belum tahu apakah isinya sulit atau tidak, tapi sejauh ini, seri Supernova lebih jelimet sih >.<

      Hapus
    3. Hahahaha oke siiip Lia, aku bakal cari bukunya kalo memang ga sejelimet si Supernova. Yg itu nyerah bgt soalnyaaa. Sampe aku mikir, ini testimoni orang2 buanyaaak dan pada bilang bgs, kenapa aku bisa ga mudeng. Segitu parah apa pemahamanku yaa :(

      Mba @thessa, jd penasaran juga ama perahu kertas hahahaha. Mumet juga toh mba. Duuuuh jd maju mundur kalo ada yg bilang gitu hihihihi

      Hapus
    4. qiqiqiqiqiqiqi, kirain saya aja yang sedikit migrain kalau baca tulisan Dee ini.
      Kalau saya jujur lebih suka baca cerita, yang ada percakapannya, yang ada alurnya.
      Meski sekarang lebih suka koleksi buku motivasi atau quote gitu.

      bentar, kayaknya saya udah pernah komen gini deh di blog ini hahahaha

      Hapus
    5. Hahaha kalau seri Supernova memang menjelimet Kak, tapi sebenarnya percakapan dan alurnya juga banyak jadi buku-buku Dee biasanya page turner sih 🙈

      Eh, Kak Rey ingat ðŸĪ­ iya, Kak Rey pernah bilang kalau sedang suka buku-buku motivasi hihihi

      Hapus
  6. Sudah beberapa kali lihat bloggers bahas buku Ivan Lanin, terus sekarang Lia bahas lebih detil, well, kakak jadi tertarik untuk baca 😂 hehehehehe. Mana tau ilmu kakak bisa bertambah secara kalau persoalan bahasa itu kakak paling lemah. Nggak jago dan nggak punya pemahaman atau kosakata banyak. Sudah begitu masih campur aduk pula 🙈

    Thank you cantiiiik rekomendasinya. By the way lancar untuk proyek Lia bersama mba Jane. Semoga bisa konsisten dan sukses ke depannya 😍 nggak sabar baca rekomendasi buku-buku lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurutku, pemahaman dan kosakata Bahasa Indonesia Kak Eno malah lebih bagus daripada aku >.< Aku suka saat membaca tulisan dan komentar Kak Eno yang walaupun memakai banyak kata baku tapi enak dibaca dan kalimatnya nggak jelimet :D Aku malah ingin belajar untuk bisa menulis seperti Kak Eno hihihi.
      Tapi, boleh banget baca buku Recehan Bahasa ini untuk menambah ilmu hihihi.

      Aminn!! Terima kasih karena udah membaca tulisan ini dan atas dukungannya, Kak Eno <3 Semangat belajar Bahasa Indonesianya :D

      Hapus
  7. Liaa, seruuu bangeet collabnyaa 😍 Bulan depan bakal ada lagi kan? Ku kan menanti rekomendasi2 buku berikutnyaa..
    Buku Ivan Lanin kok kayaknya seruu yaa.. Mana aku ngakunya doank yg suka nulis, tapi ilmu bahasanya minim. Hehehe.. Mau nyari ah bukunya. Makasi ya rekomendasinya Lia 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Collab sama mbak Thessa saja, kan sama sama penggemar buku.😀

      Hapus
    2. @Kak Thessa: Kasih spoiler nggak yaa :p Bulan Oktober ini akan ada lagi kok, ditunggu ya, Kak ^.~
      Seru dan menyenangkan karena banyak ilustrasi-ilustrasi dan beberapa jokes jadi nggak bosan bacanya. Sama-sama Kak! Semoga Kak Thessa juga bisa suka dengan buku-buku rekomendasiku :)

      @Kak Agus: Benar juga! Terima kasih atas masukkannya, Kak! Nanti aku pikir-pikir dulu collab seperti apa yang cocok jika dengan Kak Thessa :p

      Hapus
    3. Heheheh Mas Agus bisa aja 😁 Tanpa collabs2 pun, aku saling berkunjung di BW aja udah seneng kok. Hehehehe..
      Asiik bulan ini ntr ada lg yaa brarti 😁

      Hapus
    4. Awww, Kak Thessa 🙈 terima kasih!!

      Adaaaa. Ditunggu ya ðŸĪ­

      Hapus
  8. Hahaha halooo peri kecil nan imut wkwkwk... Asik banget ini baca JanexLia dapet rekomendasi buku dari dua blogger sekaligus :D

    Aku belum baca Aroma Karsa aaaagh katanya fansnya Dee gimana sih :(

    Aku selalu suka karyanya Dee tuh karena risetnya dia benar-benar detail siih, dia bisa berbulan-bulan riset dulu sebelum mulai nulis, salut banget! Dan btw banyak yang bilang Karya Karsa tuh salah satu karya terbaiknya Dee, kalo menurut Lia sendiri gimana?

    Oya setelah aku baca-baca review bukunya Lia, kayaknya genre kesukaan kita cukup-cukup setipe yaa? Aku mau coba rekomendasiin novel Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi, Lia udah pernah baca belum yaa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah setelah menulis "peri kecil nan imut" membuat Kak Eya menjadi eneg dan mual berlebih? HAHAHA. Terima kasih ya Kak Eya karena udah membaca tulisan kami :D

      Betul. Risetnya itu lho nggak main-main. Apalagi setelah aku tahu bahwa untuk riset buku Aroma Karsa ini, Dee datang ke TPA Bantar Gebang dan juga ikut kelas racik parfum yang harganya sampai puluhan juta. So, dia beneran seniat itu untuk menghasilkan karya yang baik. Aku belum baca semua buku Dee, tinggal Perahu Kertas dan Rectoverso sih. Nah, kalau dari buku-buku Dee yang udah aku baca, aku personally sampai saat ini lebih suka Aroma Karsa sih >.<
      Ayo Kak Eya coba baca Aroma Karsa juga :p

      Ohyaaa? Wah, nggak disangka ternyata genre kesukaan kita setipe! >.< Belum pernaahhh! Aku langsung cari bukunya dong dan cukup tertarik untuk baca. Terima kasih atas rekomendasinya Kak Eya <3 Aku jadi mau beli soalnya nggak ada versi ebooknya sih wkwkw. Kak Eya udah baca kah? Gimana kesannya?

      Hapus
    2. Hahaha langsung sakit perut nih Lia abis nulis *kabur*

      Sudah doong, itu salah satu ultimate buku favorit aku sih.. Cara penceritaannya bagus banget, bikin ga bisa berhenti balik halaman. Ceritanya fiksi kolosal tapi kita bisa banget bayangin dunianya kayak apa.

      Oh iya yaa dia belum ada versi di gramedia digital, soalnya dia dari penerbit indie gitu sih.. Kalo Lia jadi beli semoga ga kecewa yaa 😁

      Hapus
    3. Nggak usah kabur Kak Eya, aku udah biasa kok diginiin ðŸ˜Ē *kok jadi sedih* WKWKWK

      Isi bukunya lebih banyak narasi atau campur dengan percakapan, Kak? Aku udah masukin ke keranjang di Tokped sih ðŸĪŠ tinggal nunggu ovo points agak banyakan agar beli bukunya nggak terlalu mahal jatuhnya ðŸĪĢ

      Aminnn. Semoga aku bisa suka juga dengan buku rekomendasi dari Kak Eya. Terima kasih ya Kak 😍

      Hapus
  9. Saya mengikuti perjalanan Aroma Karsa mulai dari mba Dee melakukan riset di TPST. Tapi sampai saat ini belum juga punya dan baca. Kalo ada rejeki, belanja buku berikutnya harus ada nyempil ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, Rahul keren. Aku malah nggak ikutin dan tahunya pas belakangan sih saat Dee bedah buku hahaha.
      Amin. Semoga Rahul bisa memiliki buku ini ya, segera :D

      Hapus
  10. Penasaran sama kelas meracik parfumnya Dee....Ohya kalau suka fiksi berbau parfum ada lagi judulnya Parfume..cuma rada gore..

    Ivan Lanin wah mbak orang kedua yg merekomendasikan buku ini.

    Jadi penasaran..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahaha sayangnya aku nggak tahu lebih detil mengenai kelas yang Dee ikuti, aku cuma tahu harganya aja karena Dee pernah sebutkan >.<

      Kak Phebie, terima kasih atas rekomendasinya! Tapi sejujurnya, aku belum berani baca buku yang gore-gore karena imajinasiku terlalu berlebihan, suka bikin eneg dan jadi nggak bisa makan kalau baca/lihat yang gore-gore WKWKWKW.

      Ayo coba dibaca, Kak! Atau sekedar lihat free samplenya dulu aja di Playbook, kalau suka baru beli :)

      Hapus
  11. Aroma Karsa The Best laah... aku juga menghabiskan hanya dua malam untuk membaca Aroma Karsa sewaktu terbit di tahun 2018. Aku bener-bener kagum sama Dee yang bisa segitu detailnya melakukan riset seperti itu tentang indera penciuman. Menuliskannya dalam buku yang super bagus.

    selain itu aku suka part sewaktu ekspedisi ke Gunung lawu, ketemu Banaspati, sama keluarga Anung dan Ambrik. Terus legenda Mahesa Guning. Sampai aku pernah cari-cari sejarahnya juga.

    Di awal kisah aku kira si Jati Wesi itu beneran anaknya Anung dan Ambrik yang saudaraan dengan Tananya Suma. Ternyata tebakanku salah semua. Plotnya emang keren.

    oiya, setelah baca Aroma Karsa, coba deh baca Di Balik Tirai Aroma Karsanya, Mba. Di Buku itu detail diceritakan proses penulisan Aroma Karsa, Riset dan referensi-referensi yang dibaca Dee..

    untuk yang Recehan bahasa belum baca, sih kak. Tapi sering tahu dari sosmednya Uda Ivan Lanin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Rie! Toss dulu! Sama-sama sampai bergadang untuk baca buku ini huahahah tapi memang seru kan Kak dan memang detil risetnya menurutku terutama dalam menyebutkan unsur-unsur parfum.

      Wait, aku belum pernah cari sejarahnya. Aku pikir bagian ini fiksi, jadi aku nggak kepikiran untuk cari sejarah aslinya. Duh, aku jadi kepo! Ingin cari tahu ah sehabis ini >.<

      Awalnya aku juga berpikir seperti itu, tapi ternyata salah semua perkiraanku! Wkwk. Keren ya twistnya~

      Oh iya, aku berniat juga untuk baca buku itu. Kak Rie udah pernah baca Di Balik Tirai Aroma Karsa?

      Hapus
  12. Ehem....duo ARMY collab nih, hihihi.

    Kayaknya Lia demen banget ya sama bukunya Mba Dee? *Dari jauh sayup-sayup terdengar Lia shoutout, YA DEMENLAH KALAU NGGAK NGAPAIN GUE BELIIII.

    OH oke. Hehehe komenan macam apa ini? Sebenarnya aku lagi-lagi aku nggak tahu bukunya Li hahaha, makanya cari cara ngeles dulu, karena ngeles adalah jalan ninjaku.

    Ngomongin September, kok aku sedih ya September berlalu, mungkin karena bulan lahir, makanya aku nggak terima karena udah tua 😂😂. Bulan ini aku banyak baca novel juga, bulan ini itu nano-nano Lii, banyak banget hal-hal yang terjadi and idk why, God udah Oktober aja ya? Aku kebiasaan kayaknya komen nggak nyambung. Lastly, thank you Liii untuk rekomendasi bukunya, oh ya, Aroma Karsa berhasil masuk wishlist.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uhukk.. Uhukk.. Jadi malu >.< Jadi, Kak Sovia kapan nih masuk genk ARMY juga? #lho

      HAHAHHA Kak! NGGAK! AKU NGGAK SUKA! INI JUGA NGGAK BELI! HANYA PINDAHIN UANGKU AJA KE TOKO BUKU LALU AKU DAPAT BUKU *nggak jelas*

      Kak Sovia pintar banget emang ngelesnya dah :p Yang pinter kayak gini, nggak ada yang mau bawa pulang nih? :p

      Tunggu. Aku lupa apakah aku udah ucapin selamat ulangtahun untuk kaka atau belum >.< Jadi, aku ucapin ulang ya! SELAMAT ULANG TAHUN KAK SOVIA SAYANG <3 Teman seperecehanku~ Sehat dan cantik selalu <3
      Widihhh. Kak Sovia udah baca buku apa aja? Boleh tuh dishare kalau berkenan :)
      Aku bahkan balas komentar ini di bulan Oktober while kakak menulis di bulan September. Cepat sekali ya~ bentar lagi tahun baru aja :(
      Wkwkw it's okay! Aku terima komentar Kak Sovia apa adanya hihihi. Yay! Semoga Kakak bisa baca buku ini someday :D

      Hapus
  13. recehan bahasa itu penting banget lo dibaca mbak
    ya, rasnaya tersentil banget kalau ternyata banyak kesalahan yang kita perbuatan dalam menulis
    terutama ya seperti ulasan mbak lia, penggunaan tapi dan namun
    belum yang lain ya hehe

    aku bulan ini masih ngabisin buku sejarah sama traveling si
    soalnya lagi ga bisa traveling jauh jadi pelampiasannya ke buku hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahaha itulah responku saat membaca buku Recehan Bahasa, Kak. Tersentil dengan sangat karena masih suka salah-salah dalam menulis hal-hal seperti itu apalagi kalau imbuhan dll >.<

      Mantap banget! Buku sejarah tentang apa, Kak? Aku pernah mencoba baca buku sejarah tapi ngantuk tapi suka bacanya #plakk

      Hapus
  14. Semenyenangkan lihat ringkasan isi dari buku yang sudah mbak lia read sebelumnya.😁 jadi penasaran sama buku recehan bahasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Kak Andy :)
      Ayo coba dibaca dulu aja sampel gratisnya di Playbook~ Hihihi

      Hapus
  15. Aroma Karsa emang seseru itu, gak paham lagii wkwkwk
    Saking terbawa suasananya kayaknya aku nggak sampai seminggu utk menghabiskan buku ini.

    Coba besok mungkin mbak Lia coba baca2 bukunya Leila S. Chudori sejauh ini aku suka sama buku-buku dari Leila S. Chudori, mungkin mbak Lia juga bakal suka :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYA KAN! *nggak nyantai* terbawa suasana banget sampai nggak sabar untuk segera melihat ending cerita kan >.<

      Aku pernah baca Laut Bercerita dan aku suka :D Next, ingin baca "Pulang" tapi belum tahu kapan hahaha. Kalau Intan udah pernah baca buku apa aja karya Leila S. Chudori?

      Hapus
  16. Lia trims udah kasih referensi buku untuk dibaca. Jadi pengin baca, belajar 'Recehan bahasa by Ivan Lanin ah, biar bahasa Indonesia makin baik. Ternyata bahasa Indonesia itu nggak gampang. Terutama cara penenpatan kata2 sampung de el el yang sering salah dalam menulis :D

    Mengenai buku Aroma Karsa by Dee Lestari, aku baru baca setengah, nanti mau diterusin lagi. Mantaff :)

    Moga Lia sering kasih referensi buku yg bagus2 lagi. Ditunggu.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget, ternyata Bahasa Indonesia itu nggak gampang. Bahkan, meskipun bahasa itu adalah bahasa ibu kita, ternyata kalau ditulis, masih suka banyak salah penempatan imbuhan dsb. Buku Recehan Bahasa ini cocok untuk belajar hal-hal seperti itu. Semoga Kak Ike bisa enjoy juga membaca buku Recehan Bahasanya :D

      Wah, Kak Ike sedang baca Aroma Karsa? So far, bagaimana kesan Kak Ike akan buku tersebut? Happy reading ya, Kak!

      Aminn~ terima kasih atas dukungannya ya, Kak Ike >.<

      Hapus
  17. dan aku sudah tau jawabannya, yaitu collab JanexLia, ciayoooo
    nah aku tau bapak ivan lanin dengan buku recehan bahasa ini gara gara twitter juga, dan waktu itu oohh ada bukunya ya ternyata hehehe
    kalau aku les sama pak ivan lanin, malu banget, tata bahasa aku nggak bagusssss, banyak salahnya malah nanti wkwkwk

    buku mbak dee ini, kok aku penasaran, tapi lia bilang ada misteri dikit, duhh kan aku takut jadinya hahaha, karena kalau aku baca, pasti dengan berimajinasi begini begitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi terima kasih ya Kak Ainun! :D

      Iya, kayaknya buku ini baru rilis deh CMIIW. Hahaha aku juga akan malu! Karena akan banyak salah terutama saat penempatan imbuhan dan dalam menyusun kalimat. Ternyata Bahasa Indonesia sesusah itu kalau ingin diperdalam >.<

      Misterinya bukan yang horor Kak, hanya hal-hal yang butuh dipecahkan aja kayak seri detektif gitu, jadi nggak perlu takut karena nggak ada adegan potong-memotong sadis wkwk

      Hapus
  18. Aroma karsa memang si tebal yang tak bisa membuat kita berpaling sebelum tamat. Ceritanya agak ada unsur mistis tapi tidak terkesan cheap macam cerita horror ala pocong. Dari satu halaman ke halaman lain semakin menarik alur ceritanya.
    Sehabis baca novel itu, saya sepertinya jadi terpengaruh membaui aroma pepohonan dan bunga di sekitaran rumah.. Hehe..kok jadi Jati wannabe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Dewi, I couldn't agree more :D Nggak ada kesan cheap sama sekali malah menurut aku lebih ke "wah!"
      Huahaha terus gimana bau aroma pepohonan dan bunga sekitaran rumah? Aku juga ikut penasaran dengan aroma-aroma sekitarku yang selama ini nggak kepikir ada baunya >.<

      Hapus
  19. Sudah terendus nih bau-bau collab nya. Soalnya di daftar bacaku judul punya Lia ama Mbak Jane sama sih. Dan pakai 'we' pula, bukan 'I'. Tapi gakpapa, karena aku fans berat Lia dan Mbak Jane, aku bakal baca keduanya. 😆

    Btw Lia bilang Aroma karsa gak ada di ipusnas, aku langsung lemes. Duh, harus relain duit tabungan melayang nih 😂. Tapi serius, penasaran banget aku sama buku ini. Kapan-kapan lah mampir ke Gramedia sambil jalan-jalan ðŸĪ­

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bau collab itu seperti apa baunya, Kak Roem? Wangi nggak? :p
      Terima kasih ya Kak udah mampir ke sini dan ke blog Mba Jane! Luv Kak Roem <3

      Iya! Sayangnya nggak ada. Aku juga langsung sedih pas tahu nggak ada di iPusnas karena jadi harus beli wkwkwk. Tapi sayangnya, di Gramedia nggak ada juga Kak :( harus beli online di Mizan store atau di toko buku online lain >.<

      Hapus
  20. Finally Lia udah baca dan menyelesaikannyaa. Kece banget kamu cuma butuh dua hari. Aku waktu itu lebih dari dua hari cuma emang nagih banget buat baca tiap halamannya. Ga nyesel deh beli mahal dan bukunya tebel banget. Karya-karya Dee emang keren semuaaa..

    Wah.. wah... ini kolaborasi kamu dan Ci Jane yaa? KEREN... ga nyangka kalian membuat kolaborasi seperti ini. Siap-siap semakin banyak buku yang bisa aku baca, padahal sekarang aja masih ada lima novel yang nganggur belum kesentuh huhuhu...

    Ditunggu rekomendasi buku lainnyaaa 😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih karena udah merekomendasikan buku ini ya, Ci Devina <3 aku nggak nyesel untuk beli dan baca buku ini karena memang ceritanya bagus dan karya Dee patut diapresiasi :D

      Iyaaa, Cici juga main-main ya ke blog Ci Jane untuk lihat rekomendasi buku bacaan dari Ci Jane hihihi. Terima kasih juga udah membaca tulisanku ini ^u^
      Semangat Ci! 5 buku mah pasti cepat selesai jika dibaca oleh Cici :p

      Hapus