Diet.

Sabtu, 12 September 2020



Orang-orang yang tahu aku di dunia nyata pasti akan kaget kalau dengar aku bilang "aku lagi diet" karena badanku ini udah badan model banget πŸ€ͺ buat apa gitu pakai acara diet-diet segala.

Tapi, kali ini, aku bukan mau bicara soal diet makanan kok. Ini diet lain yang tentunya bisa aku lakukan tanpa membuat orang kaget saat mendengarnya 🀣.

Diet skincare.

Iya, diet skincare. Emang makanan doang yang bisa di-dietin? πŸ€ͺ.

Dari awal pertama aku kenal skincare, aku termasuk orang yang suka membeli produk-produk yang lucu kemasannya atau lagi terkenal atau lagi banyak yang mengulas pada saat itu. Kebanyakan sih karena termakan omongan orang, lalu jadi pengin mencoba dan kalau harganya masuk di kantong, akan aku beli tanpa tahu kondisi kulitku yang sebenarnya. Pokoknya yang penting bisa memutihkan aja πŸ˜‚. Terobsesi menjadi putih karena kemakan omongan orang pfft.

Beli toner, beli serum, beli essence, beli sleeping mask, segala jenis skincare dibeli dan dicobai satu per satu. Dan, selama proses mencoba satu per satu itu, aku selalu menganggap kulitku tipe kulit kering. Lalu beberapa tahun kemudian, aku merasa kulitku berminyak. Jadi, produk yang aku beli berubah-ubah. Nggak pernah ada yang namanya repurchase produk yang sama di kamusku πŸ˜…. Setiap ada produk lama yang habis, maka saat akan membeli produk pengganti, biasanya aku akan mencari produk lain yang fungsinya sejenis. Cobai sana sini, kebiasaan anak muda #plakk πŸ˜–.

Sampai suatu hari, aku diingatkan oleh seorang teman yang aku temui di grup kecantikan. Dia bilang "gonta-ganti produk skincare itu tidak baik. Beruntung jika sampai saat ini, kondisi kulitmu masih baik-baik aja. Kalau kulitmu nggak kuat, bisa jerawatan dan rusak lho". 

Wow, saya langsung merasa ditampar saudara-saudara 😭.

Benar juga ya. Untung aja kulitku masih aman-aman aja sampai saat itu. Aku terlalu keras terhadap kulitku, tidak mengerti apa sesungguhnya yang dia butuhkan. Di saat itu, aku langsung sadar dan taubat πŸ˜‚.

Perlahan-lahan, aku bertekad untuk mulai menghabiskan produk-produk yang ada. Lalu, aku mulai mempelajari kondisi kulit mukaku sebenarnya seperti apa. Ternyata tipe kulitku itu normal di bagian U-zone dan kombinasi-dehidrasi di bagian T-zone. Jadi, yang selama ini aku pikir bahwa T-zone aku tuh kering, ternyata dia dehidrasi. Kasihan kulitku 😭

Setelah aku menghabiskan produk-produk skincare-ku, aku mulai mencari produk yang benar-benar aku butuhkan dan aku putuskan untuk tidak memakai banyak step skincare seperti ala-ala orang Korea yang sampai berlayer-layer itu. Aku ingin diet skincare!

Aku tahu, kulitku ini hanya butuh dibersihkan, diberi pelembab dan diproteksi. Jadi, aku memutuskan untuk hanya menggunakan basic skincare step & product.

Sekarang, yang aku lakukan untuk kulitku adalah mencuci muka dengan sabun cuci muka, terkadang double cleansing dengan toner, lalu pakai pelembab saat malam atau sunscreen saat siang. Jadi, jika dulu dibutuhkan beberapa produk perawatan, saat ini aku hanya butuh 3 produk aja untuk sehari-hari. Dan, akhirnya, aku juga menemukan pelembab yang cocok untuk kulit dan seleraku, yeay! πŸ₯³ Psst, it's Pyunkangyul Moisture Cream πŸ™ˆ

Hasil dari meminimalisir produk skincare ini membuat kulit mukaku ternyata lebih bersahabat. Tidak dehidrasi lagi, tidak kelebihan minyak, pokoknya jadi seperti kulit normal aja, berminyak saat memang udah saatnya 😍. 

Aku percaya ini semua terjadi karena diet skincare yang aku lakukan. Melalui hal ini, aku jadi sadar akan apa yang menjadi kebutuhan kulitku dan bisa menemukan produk yang tepat bagi kondisi kulitku dan sesuai dengan seleraku πŸ₯°. 

Ternyata, kulit wajah kita nggak butuh produk yang banyak dan pemakaian yang berlapis-lapis, ia hanya butuh produk yang tepat untuk merawatnya.


Sudahkah kalian menemukan produk yang tepat untuk kulitmu saat ini? 😊


The dreamer.

48 komentar

  1. Hahahahaha..sesuatu yang berlebihan tidak akan pernah baik.

    Rupanya banyak wanita jadi korban indoktrinasi "cantik" versi iklan yah...bahwa cantik itu harus putih, mulus, dan seterusnya.

    Tumben keluar tulisannya agak cepet.😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, aku salah satunya yang jadi korban iklan dan internet marketer kak >.<

      Iya dong. Kan mau mengikuti jejak kak Anton :p

      Hapus
  2. Wah kita sama nih Lia wkwkwk suka banget nyoba nyobain skincare padahal muka juga cuma ada 1, tapi yang dibeli banyak hahaha. Aku sampai sekarang juga tiap habis ganti tiap habis ganti lagi yang lain. Belom nemuin nih yang cocok apaan :(

    Tapi aku juga udah enggak kayak skincare ala Korea yang ada 10 step hahaha sekarang yang penting pake pelembab dan sunscreen yang paling penting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lho kak, padahal muka cuma 1 tapi senang banget beli produk ini itu dan nggak jarang udah keburu kadarluarsa duluan sebelum habis :(
      Semoga perjalanan menemukan produk yang cocok bagi kulit kak Tika bisa segera menemukan pelabuhannya ya :D

      Aku juga nggak sampai sebanyak itu sih tapi produknya suka aneh-aneh aja, bukan yang utama yang dimiliki >.<

      Hapus
  3. Kulit orang tropis itu bagus-bagus dan sehat sebetulnya, cuma kebanyakan nggak tau cara merawatnya. Ini kata teman Korea kakak :)) hahahaha. Kalau orang Korea sendiri kenapa pakai sampai berlapis lapis itu karena mereka negara 4 musim, butuh extra care dari sananya.

    Kakak pribadi dari dulu sampai sekarang pakai skincare-nya termasuk sederhana dan jarang gonta ganti, Lia. Stepnya juga yang basic saja. Dan so far kulit muka nggak pernah bermasalah. Jadi menurut kakak memang kita sebaiknya nggak 100% ikuti kata orang especially yang mengarah ke diri kita. Karena pastinya setiap orang punya kebutuhan berbeda. Hehehe. Cuma satu sih yang selalu kakak ingat dari teman kakak itu, pesan dia, just makesure untuk melembabkan dan pakai sunscreen :D

    By the way dengan diet skincare, seenggaknya Lia nggak perlu sering sering belanja :)) semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oiya,benar juga sih kak, kok aku nggak pernah kepikiran hal ini sebelumnya ya >.<
      Selain itu, orang Korea itu tahu cara yang tepat untuk merawat kulitnya jadi kulitnya cantik bersih gitu :3

      Setuju dengan kak Eno :) Aku sekarang juga udah berhenti pakai skincare yang aneh-aneh dan kembali ke basic aja. Fokus utama di melembabkan dan proteksi aja. Sisanya kan sebenarnya tambahan ya, cuma dulu terlalu sering terpapar informasi ini itu jadi banyak pakai produk-produk yang sebenarnya bukan utama. Terima kasih sarannya kak Eno <3

      Wkwk benar banget! Aku tahun ini cuma beli pelembab doang 1x sama sunscreen, nggak pernah beli yang aneh-aneh lagi jadi lebih hemat :p

      Hapus
  4. Aku dulu tuh penganut 10 steps skincare tapi semenjak hamil tiba - tiba kulit jadi banyak fungus acne yang kalau salah pakai produk jadi beruntusan banyak dan aku tipikal yang jerawat 1 aja langsung stress. Lebay ya, tapi itu karena kulitku tadinya jenis kulit badak yang normal - normal aja.

    Terus sekarang pake minimalist skincare, bahkan semenjak Liah Yoo bikin video tentang manusia nggak butuh skincare berlapis - lapis, jadi bersyukur sudah minimalis duluan hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, dengar-dengar kalau lagi hamil memang kadang produk yang tadinya kita cocok, malah jadi nggak cocok karena perubahan hormon >.<
      Eee, sama kak. Aku juga tipikal yang jerawat 1 langsung panik padahal mah apa juga yang dipanikin ya #plakk

      Aku juga pernah nonton video itu dan video Liah Yoo juga yang membuat aku makin mantap beralih ke yang simple dan yang utama aja. Toh, dia aja yang kulitnya bagus gitu, perawatannya singkat dan praktis bangettt.

      Hapus
  5. Aku pas lihat judul udah mikir kayaknya Lia ga bakalan ngomongin diet badan wkwk πŸ˜›

    Aku pernah struggling nyari sabun muka yang ga bikin mukaku makin kering.. Susaaah banget tiap 2-3 bulan ganti :(( tapi sekarang udah nemuuu dan udah ga pernah ganti-ganti lagi πŸ˜†

    Aku ga pernah nyobain 10 steps skincare ala korea btw soalnya udah pusing duluan hahaha! Tapi suka banget beli-beli sheetmask hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Eya kok bisaan aja sih nebaknya 😝

      Perjuangan saat mencari yang cocok itu benar-benar nggak mudah ya kak πŸ˜‚
      Kadang nemu yang cocok untuk kulit tapi harganya selangit atau susah didapatkan. Kadang yang harganya sesuai dengan kantong tapi kulit malah nggak cocok pfftt
      Tapi syukur banget kalau akhirnya sekarang udah menemukan yang cocok! πŸ™ˆ
      Bisikin dong kak nama produknya apa wkwk

      Eee, sama sih! Aku juga paling 5 step. Masih termasuk banyak nggak? 🀣
      Sheetmask kalau dipakai pas dingin-dingin tuh brrr uenak banget kan, kak Eya!! 😍

      Hapus
  6. Film-film atau drama ala korea sungguh membuat wanita jadi gimana gitu
    Jadi ingin menirunya
    Emang sih, jadi wanita itu sungguh repot, harus selalu tampil cantik dan mempesona

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahkan iklan-iklan di TV juga banyak mempengaruhi dalam pemilihan produk, kak.
      Untung sekarang tagline iklan udah berubah, kalau dulu cantik itu putih, sekarang tagline jadi cantik itu bersih dan cerah πŸ™ˆ

      Ngomong-ngomong, terima kasih udah mampir ke sini kak πŸ™πŸ»

      Hapus
  7. Sampai hari ini produk skincare aku irit banget. Cuma pelembab sama sunscreen dan face wash πŸ˜‚ maskeran kadang-kadang soalnya aku sukaaa buat sambil boboan. Baru akhir-akhir ini beli toner sama eye cream soalnya menjelang 30 rasanya harus lebih merawat kulit wajah ihiyy

    Aku pun sebenarnya pengen nyobain produk ini itu, tapi salah satu sisi sadar diri kalo kulitku cukup normal dan nggak perlu dimacem-macemin. Jadinya pake basic treatment aja, soalnya kalo udah skincare-an kudu rajin nggak sih. Kalo nggak kayaknya sama aja deh nggak ada perubahan πŸ˜‚ *pengalaman pribadi hahahaha*

    Btw, dengan diet bebelian skincare dompet lebih aman ya, Lii (apakah ada rencana diet belanja buku juga? wkwkwwk). Semoga produk yang sekarang cocok terusss yaa πŸ˜‰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Irit bangett! Irit produk dan irit uang 🀣. Ah iya, katanya kalau udah menjelang umur 30 sih lebih baik pakai eye cream untuk mencegah penuaan 😁

      Wkwk enak banget ci! Udah sedari dini sadar diri jadi nggak melalui step mencoba ini itu. Aku sadarnya telat, setelah sekian tahun berlalu dan udah habis banyak uang baru sadar πŸ˜‚. Dan, betul kata ci Jane, pakai skincare itu harus rajin telaten biar hasilnya kelihatan. Kalau cuma habisin 1 botol produk doang, kayaknya kurang 🀣

      WKWKWK bener banget ci. Dompet jadi lebih aman dibanding dulu 🀣
      Wadaw, kalau diet buku kayaknya nggak bisa sih ci kalau untuk sekarang ini, tangan udah gatel banget kalau lihat buku murah 😭
      Aminnn. Semoga produk yang cici pakai sekarang juga cocok terus ya sampai kedepannya! πŸ€—

      Hapus
  8. Halo Lia,

    Aku sebenarnya ada niatan untuk coba-coba skincare, tapi selalu stuck di = tidak punya uang, dan malas adaptasi (I know it sounds aneh wkwk). Dan males menerima kenyataan kalau beli-beli banyak-banyak ntar nggak cocok. Jadi ujung-ujungnya juga cuma pakai basic skincare yang bisa beli di drugstore (males beli online, karena lama dan takut ditipu).

    So far, yang benar-benar cocok itu baru sabun muka (Garnier Pure Active Sensitive Anti-Acne Cleansing Gel), sunblock (emina yg warnanya ada putih-oren) dan masker wajah (Himalaya Neem Mask sama Crushlicious yang green tea). Kalau moisturizer bebas asalkan utk kulit berminyak+berjerawat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malas adaptasi tidak terdengar aneh kok xD
      Ada keuntungannya juga nggak suka coba-coba skincare, budget jadi lebih terkontrol hihihi.
      Btw, aku juga lebih suka beli di toko langsung kalau memang harganya nggak jauh beda dari yang online soalnya suka malas nunggu. Sekarang kan banyak toko official di online, jadi harusnya lebih trusted, so nggak usah khawatir :D

      Tosss dulu! Aku juga pakai produk sunscreen yang sama. Udah botol ke2 saat ini 🀭.
      Ternyata produk drugstore juga oke-oke ya. Kadang suka dianggap remeh karena harganya yang murah padahal kinerjanya nggak kalah bagus sama produk mahal kan :D

      Hapus
  9. Aku termasuk yang ga paham dunia skincare Li. Termasuk anak yang cuek banget buat merawat muka, alhasil biasanya tahu info-info produk kece ya dari adikku. Aku pun cuci muka pake produk alami, keluaran dari Miels. Sabun Coconella namanya, ada kandungan serehnya. Enak deeh wanginya bikin tenang dan juga bisa mengurangi minyak di mukaku. Iyaa.. mukaku termasuk tipe yang berminyak. Sejak pake produk ini, agak berkurang loh. Abis itu cuma pake aloe vera keluaran The Saem. Kalo pergi baru deh pake BB Cream.

    Udah tok itu aja, nah sejak wfh mulai deh beli sheet mask dan baru aja beli produk keluaran Miels juga untuk di pake pagi dan malam. Ini sih belum coba jadi belum tau khasiatnyaaa..

    Semoga diet skincare nya tetap bisa membuat kulitmu tidak bermasalah yaaa Li 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cici percaya nggak kalau aku pernah coba coconella? 🀭. Pernah coba 2 botol tapi nggak nerusin lagi πŸ˜‚. Aku pakai sabun ini untuk muka sama badan, enak sih ci, badan jadi nggak digigitin nyamuk lho 🀭
      Dan setuju sama cici, muka juga jadi enak. Aku turut senang dengarnya kalau produk ini cocok di cici 😁

      Mantappp. Produk skincare cici lebih simple sekali πŸ˜†
      Produk keluaran Miels apa yang cici beli? Scrubnya kah?

      Aminnnn! Terima kasih doanya ci. Semoga ci Devina juga kulit mukanya selalu cantik dan glowing hihihi

      Hapus
    2. Waahhh... Kok ga diterusin lagi? Iyaa bener bikin ga digigitin nyamuk hhha..

      Dulu pake scrub nya juga. Empat varian scrub nya mereka aku cobain semua. Cocok yg coklat sama charcoal. Sayangnya sekarang uda discontinue.

      Sekarang lagi pake argan oil mereka untuk atasi rontok rambut. Pake body butter nya juga sama nih yg terbaru oil utk pagi dan malam.

      Baru sadar semua produk yg kupake dari miels semua untuk rambut sampai kaki 🀣

      Amin.. semogaa menemukan produk yg cocok juga buatmu πŸ™

      Hapus
    3. Karena aku boros pakainya jadi cepat habis uang 🀣
      Wah, sekarang Miels udah stop produksi scrub? Atau cuma yang flavor coklat dan charcoal aja yang stop, ci?

      Produk Miels sekarang udah banyak sekali 😱. Aku pas terakhir lihat masih baru ada scrub sama coconella aja, sekarang udah lebih banyak lagi yaa!! 😱

      Huahaha apakah ini endorse terselubung? πŸ€ͺ Tapi selama cocok sih nggak apa ci, produknya juga termasuk natural dan terjangkau kan hihihi.

      Amin!! Terima kasih ci Devina πŸ€—

      Hapus
  10. jeng jeng jengggg... hehehe
    kalau aku ditanya sudahkan aku menemukan produk yang tepat untuk kulitku? jawabannya belum. belum untuk perawatan di bagian tertentu
    sama kayak aku nih, waktu itu lagi rame ramenya reviewer dan youtuber yang bahas produk skin care, beli dong akhirnya, untuk produk yang dijual ada kemasan kecilnya, aku beli yang kecil dulu, kayak merk some by me yang snail trucica, dicoba di wajah, kok bagian pipi muncul bruntusan kecil. besoknya off sementara, lusanya dicoba lagi. kalau dirasa nggak cocok, gak diterusin, padahal masih sisa banyak

    kalau untuk skincare yang lain, paling banyak dan paling sering merk TBS. Kalaupun mau beli merk lain dengan fungsi yang sama, nunggu yang lama abis dulu, tapi seringnya gagal mulu, karena harganya lebih mencekik. tapi pengen, nahh hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa segera menemukan produk yang cocok untuk kulit kak Ainun ya :D

      Nah, sedikit banyak terbantu banget sama kehadiran dari trial size ya kak. Benar-benar terasa sekali manfaatnya soalnya kan sayang kalau langsung beli full size tapi nggak cocok, mending coba trial size dulu ya πŸ˜‚. Mungkin terlalu oily jadi memancing bruntusan di kulit kak Ainun?

      Huahaha TBS juga lumayan mencekik harganya buatku kak 🀣

      Hapus
  11. Kunjungan perdana ke blog ini. Terkadang iklan menuntut penampilan seseorang harus sempurna. Termasuk skincare ini yang sifatnya cocok cocokkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih udah berkunjung ke sini, kak Vicky :)

      Betul sekali. Padahal kalau di iklan kan udah melalui proses editing sana sini ya. Sayangnya, hal ini yang sering terlupakan πŸ˜‚

      Hapus
  12. Hu..hu.. Saya belom menemukan produk yang tepat mbak😞. jadi selama berbulan-bulan cuma pakai bedak tabur aja. Udah kadung parno, dulu coba produk tertentu dan enggak cocok, langsung break out. Untung kulitnya mbk Lia strong ya. Gonta ganti skincare enggak apa-apa, dan udah ketemu produk yang cocok juga.
    Saya sekarang mau berhenti pakai skincare dulu, mungkin sampai akhir tahun😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pakai bedak tabur aja udah cukup buat kak Tria, aku rasa nggak perlu beli produk aneh-aneh lagi 🀭. Eh kecuali pelembab. Kalau bisa, produk yang 1 ini harus dimiliki. Coba Emina mungkin kak yang lebih kalem karena ditujukan untuk kulit remaja, siapa tahu lebih cocok untuk kak Tria 😁

      Iya, untung kulitku strong tapi aku malah menganggap itu keuntungan jadi bisa coba-coba skincare padahal nggak bagus untuk kulitku kan 😭

      Jadi baru mau mulai lagi di tahun depan ya? Kalau gitu nabung dari sekarang biar nanti bisa beli produk yang bagusan 🀭

      Hapus
  13. Aku termasuk fanatik dgn satu prodak aja. Klo udah cocok mah gak bakalan pindah kelain hati😊

    Penggemar produk dlm neg. Menyesuaikan dg kulit Indo, n jenis kulit...

    Klo diet skincare brati Lia bs hemmm at 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tipe pelanggan setia nih kak Ike 🀭
      Kalau semua pelanggan seperti ini, produsen pasti senang hati hiahahaha.

      Jadi hemat banget kakkk dan benar-benar memaksimalkan produk yang ada gitu, jadi nggak mubazir πŸ˜‚

      Hapus
  14. aku sadar terlalu keras pada kulitku
    di saat itu aku taubat

    hahahahah aku ngakak pas bagian ini mbak
    ini juga pernah si sama aku karena kemakan sales di sebuah mall di surabaya jadi beli banyak banget skincare

    eh akhirnya kulitku bentol bentol hahahah
    ampun deh emang kadang skincare itu harus trial error si
    cuma ya kadang pas error bikin pening

    sekarang cuma pakai krim malam yg lain pakai mostirising aja pas mandi
    aku gaberani aneh aneh lagi huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asikkk! Bisa buat kak Ikrom tertawa, jadi ikut senang aku bacanya 🀣

      Eh, ada korban sales juga di sini huahaha. Sayang banget akhirnya produknya nggak cocok πŸ˜‚

      Betul. Memang harus trial and error tapi pas error itu sedih sama stress soalnya bisa jadi jerawat sana sini atau bentol-bentol dan sembuhinnya nggak sebentar πŸ˜…

      Jadi, udah cocok dengan produk yang sekarang dipakai, kak? Hihihi

      Hapus
  15. Aku juga suka coba Macam-macam produk. Hihi. Padahal ada produk yang sudah cocok tapi penasaran sama produk yang lain. Ini nyoba toner baru eh tahunya bikin jerawatan. Heu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua gara-gara rasa penasaran ya! 😀 Wkwk
      Sama lapar mata juga apalagi kalau lihat kemasannya yang lucu ya kak *dasar wanita*

      Waduhh, sayang sekali nggak cocok 😭. Kalau udah gini, terus biasanya kakak kemana-kan produknya?

      Hapus
  16. Aku juga cuma pake tiga produk: facial wash, pelembab (siang sama malam beda, jadi ini masuk empat produk apa tetep tiga wkwk), sama sunscreen. Aku pernah coba pake toner eh malah kering, jadi yaudah selama nggak rewel kulitku aku nggak akan coba produk baru soalnya gampang jerawatan juga huhu sedih. Jerawat cukup hormonal saja, jerawat karena gonta ganti produk skincare is a big no no. Pernah pake produk klinik gitu malah ga cocok akhirnya jerawatan dan sampai sekarang bekasnya belum ilang dong udah setahun lebih :) struggle sekali aku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. HMHM kayaknya 3 sih kak wkwkwk kan sama-sama pelembab hanya bedanya siang-malam aja.

      Kalau kulit kak Endah udah baik-baik aja, rasanya nggak perlu pakai produk aneh-aneh lagi ya. Sekarang kebanyakan juga udah back to basic skincare sih 🀭
      Wah, itu dia yang aku takutkan kalau pakai produk dari klinik :(
      Mungkin kak Endah bisa coba scrub atau pakai bio-oil/sejenisnya yang bisa bantu menyamarkan bekas luka supaya bekas jerawatnya bisa lebih cepat hilang.

      Hapus
  17. Gonta ganti skincare emang ga bagus sih mbak. Kayak aku yg dulu beberapa kali ganti sabun muka. Yang ada malah muncul jerawat ga jelas. Akhirnya ga ganti2 lagi. Kasihan kulit juga kalau sering ganti-ganti.

    Semoga skincare yang dipakai sekarang cocok dengan kulit mbak lia. Sehingga ga perlu ganti-ganti lagi.
    Lagian diet skincare juga bisa menghemat pengeluaran untu beli skincare :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali :( bahkan produk seperti sabun muka aja kalau keseringan gonta-ganti bisa menimbulkan jerawat ya :(

      Aminn. Kalimat terakhirnya sih benar banget. Udah kerasa nih hematnya 🀣

      Hapus
  18. aku bisa paham sih bahwa mencari skin care yang cocok itu ngga mudah, karena istri sedang mencari skin care yang cocok, karena kulit asianya ternyata ngga cocok sama skin care atau kosmetik eropa. sementara beli skin care atau kosmetik asia, ngga mudah (dan mahal). untungnya sudah nemu toko online yang jual produk dari korea, walau tetap saja, warnanya menurut agak terlalu putih karena cocoknya buat orang korea yang putih, namun cocok dengan kulit istri (yang ternyata ngga cocok dengan skin care atau kosmetik eropa).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, perjuangan yang nggak mudah nih menemukan produk yang cocok untuk kulit Asia di negara Eropa 😱. Untungnya udah ketemu produk yang cocok ya tapi memang shade yang nggak cocok itu juga jadi problem karena kalau produk korea rata-rata shade warnanya nggak cocok sama kulit orang Indonesia πŸ˜‚
      Semoga istri kak Zam bisa segera menemukan produk yang cocok untuk kulitnya ya πŸ™πŸ»

      Hapus
  19. Waduh kirain diet makanan, kan saya mau niru, meski satu hari doang hahahah

    Btw saya juga pakai Pyunkang ya namanya, tapi yang cuci mukanya apa ya namanya itu, lupa, yang kemasannya warna putih :D

    Sebenarnya asal sesuai jenis kulit, rajin merawat kulit dengan skin care itu bagus, biarpun berlebihan, karena itu kayak investasi, yang bakal terlihat saat usia 30 tahunan.

    Banyak orang yang baru ngeh skinkeran dengan rutin setelah usia 30an (saya termasuk, hahaha), alhasil? pori-pori udah gede, sempat ada flek hitam, cuman kayaknya agak memudar setelah saya rajin skinkeran, dan yang paling parah tuh kulit di sekitar mata, saking dulu skinkeran asal aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahaha kalau aku diet makanan yang ada malah dimarahin sama orangtua, kak πŸ˜‚

      Eh, pyungkangyul juga ada sabun cuci mukanya ya? Aku baru tahu kak πŸ™ˆ

      Aku pernah dengar kata-kata yang kak Rey bilang bahwa skincare itu investasi. Aku setuju karena memang penggunaan skincare sendiri butuh waktu lama untuk melihat hasilnya kan πŸ˜‚

      Nah, kalau udah seperti itu, proses mengembalikan seperti semula agak sulit ya kak apalagi kalau pori-pori membesar, sulit untuk mengecilkan kembali 😭

      Hapus
  20. Perjalanan skincare kita hampir sama!
    Tapi obsesiku adalah wajah bersih dan tidak berjerawat, soalnya kulitku ini berminyak dan acne prone pada waktu itu. Aku udah bergelut sama kondisi ini selama 10 tahun lebih, yang pake produk lokal, bahan natural, sampai ke dokter kulit. Dan yang paling tokcer emang korean skincare, ini udah 3 tahun jalan.
    Pas awal-awal aku pun maruk pingin nyobain semuanya, tapi lama-lama aku sadar kalau ini pun g baik buat kulit. Jadi step by step gitu, selama beberapa waktu aku pakai banyak produk, aku abisin dulu terus pas mau beli mempertimbangkan apakah produk tersebut berguna di aku.
    Sejauh ini yang wajib aku pakai adalah facial wash, micellar water, toner, dan sunscreen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss dulu kak Pipit πŸ™ˆ
      Akhirnya udah menemukan produk yang cocok ya kak! Rasanya seperti menemukan uang di saku celana nggak? Wkwk.

      Iya, betul sekali. Cobain produk ini itu memang nggak baik untuk kulit, untung segera sadar ya kak πŸ˜‚
      Btw, kak Pipit nggak pakai pelembab? Belum menemukan yang tepat, kah?

      Hapus
  21. Aku penasaran loh Ama para beauty bloggers yg mereview macem2 produk skincare. Seriuuuus yaaa kulit mereka setahan banting itu??? Envy kalo iyaaa :D.

    Karena kulitku sangaaaat sensitif Li . Dari dulu aku terbiasa pakai 1 merk mulai dari facial wash, moisturizer, serum dll. Krn menurutku LBH efektif kan. Tapi setelah resign, nth kenapa aku ngerasa mulai ga cocok lagi dgn skincare Jepang yg sblmnya udh 2 thn aku pake. Dari situ aku ganti2 produk lagi, dan yg skr LBH minimalis dan ga 1 merk. Rata2 produk Korsel sih. Kalo tdnya aku berlapis2 layer, skr jadi 3 layer udah cukup. Dan kulit sehat juga, walopun aku ksh tambahan suplemen vitamin kulit yg dikonsumsi ya. Untuk perlindungan dr dalam sih.

    Aku sadar aja, usiaku udh 38, jd ga mungkin ga dibantu dengan suplemen dan hanya andelin skincare. Tapi biar gimana, itu kita kok yg tau kondisi tubuh kita seperti apa. Kalo memang merasa skincare cukup, suplemen ga prlulah. Aku cuma merasa ga cukup :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha aku nggak yakin kulit mereka setahan banting itu tapi memang salut sama para beauty bloggers itu karena berani coba produk ini itu yang kadang jarak pergantian antar produknya sangat cepat πŸ˜‚

      Rata-rata perempuan jaman sekarang lebih cocok dengan produk Korea ya kak. Mungkin karena Korea benar-benar telaten dalam membuat produk skincarenya jadi jatuhnya aman bagi banyak kulit perempuan Asia. Suplemen dari dalam juga penting sih menurutku biar makin terjaga elastisitas dan kelembaban kulit 🀭

      Hapus
  22. Dulu aku sempat kena ‘racun’ korean skincare tuh Lia, jadi produk yg dipakai banyak banget. Hasilnya not bad, tapi asli bikin bete karena gak beres beres hahaha. Yg emulsion lag, yang essence lah, yang hydrating toner, hydrating apa ini itu. Kesal juga lama-lama.

    Akhirnya aku simplify jadi yang kayak biasa saja dan sekarang, karena sudah vegetarian, aku pakai yang vegan friendly. Itu gak banyak memang, tapi gegara gak banyak pula jadinya gak bikin hedon hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahaha I feel you kak~ rasanya kok nggak kelar-kelar karena step pemakaiannya banyak banget walaupun memang hasilnya oke sih πŸ™ˆ

      Sekarang semenjak simplify, dompet kak Justin jadi lebih aman dong 🀭
      Btw kalau boleh tahu, produk vegan friendly yang kakak pakai dari brand apa?

      Hapus
  23. Hueeeee, dulu aku juga sempat kena racun sama orang-orang gegara review sana-sini yang bagus. Tapi sekarang udah stop teracuni karena sadar diri kalau kebutuhannya makin banyak, nggak butuh skincare doang, muahaha. Jadi sekarang kalau udah cocok ya pakai itu terus. Fokusku sekarang sih gimana wajah bisa cerahan, nggak jerawatan dan bekas jerawat bisa hilang ~XD

    Btw Pyunkangyul tuh sebagus itu yha? Aku lihat banyak orang kok sepertinya cocok pakai ituuuu :''))) *Nah loh, aku teracuni Kak Liaaa ~XD*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untung sekarang udah sadar dan taubat ya, Dhir. Jadi selain muka selamat, dompet juga selamat wkwk

      Aku sih cocok pakai Pyunkangyul, Dhir πŸ™ˆ
      Hayooo~ apakah dirimu butuh atau hanya lapar mata nih? :P

      Hapus