The One That I Really Want.

Jumat, 25 September 2020

Photo by Eternal Happiness from Pexels


Lia is back! Woohoo! Terhitung udah 5 hari sejak tulisan terakhirku di blog ini, juga kemarin-kemarin, aku sempat pasif sekali di dunia blog 😭 alasannya adalah beberapa waktu kemarin, aku menghabiskan waktuku membaca sebuah buku dan buku yang aku baca itu lumayan menguras konsentrasi jadi setelah baca buku itu, aku malah jadi suntuk dan nggak ada minat untuk melihat bacaan lain, bahkan sekedar membalas komentar aja rasanya berat πŸ˜‚. Suntuk banget, otak rasanya lelah sekali, mungkin karena aku membaca buku itu terlalu lama πŸ˜‚. Kalian pernah ngerasa kayak gini, nggak?

Tetapi, setelah selesai membaca buku itu, pelan-pelan, semangatku kembali. Aku mulai lagi kegiatan berkunjung ke blog teman-teman untuk ngerusuh dan mulai ada keinginan untuk menulis kembali. Jadilah, aku di sini, hadir kembali di hadapan para pemirsa yang pasti udah rindu tulisanku πŸ€ͺ *PD-nya kelewat batas*.

✨✨✨

Minggu lalu, aku pernah bilang kalau aku sedang menggalaukan e-book reader, apakah aku harus membelinya atau tidak. Galaunya udah sampai 3 minggu, guys, sampai ada saat-saat dimana aku bangun tidur dan hormon impulsif aku tinggi banget yang menyebabkan aku hampir aja tekan tombol "bayar" di toko online yang jual e-book reader yang aku incar, tapi untung aja kesadaranku segera pulih 🀣 aku mengurungkan niat untuk menekan tombol "bayar" dan kembali uring-uringan memikirkan apakah harus beli atau tidak 🀣.

Kejadian menggalaukan suatu barang ini, pernah juga aku rasakan beberapa tahun lalu. Saat itu, aku masih kelas 3 SMA, dimana saat itu aku melihat temanku membawa sebuah kamera yang bisa langsung cetak foto ke sekolah. Ya! Kamera Instax! Astaga, saat itu juga, aku langsung ngiler ingin memiliki Instax juga 😭. Namun, pas mengetahui harganya yang saat itu seharga 800rb, membuatku harus menelan bulat-bulat keinginan untuk memilikinya karena nggak mungkin minta beliin ke orangtua dan dengan uang jajanku saat itu, aku nggak tahu harus nggak jajan berapa tahun untuk bisa memilikinya πŸ˜‚. Alhasil, aku cuma bisa mupeng aja setiap kali lihat Instax 🀀 sambil tak terasa, rasa ingin memilikinya terus terpupuk. Aku pernah juga mencari-cari informasi berapa harga Instax second dan harganya ada di angka 500-600rb, dan aku masih belum ada duit tabungan sebanyak itu untuk beli 🀣. Lagi-lagi, keinginanku harus aku telan bulat-bulat dan tertinggal di alam bawah sadar.

Tertinggalnya keinginan untuk memiliki Instax di alam bawah sadarku itu, selalu muncul saat aku melihat ada orang yang menggunakan Instax πŸ˜‚. Kenapa aku begitu ingin memilikinya? Karena aku sangat takjub dengan sistem pengoperasiannya yang sederhana, tapi bisa langsung mencetak foto saat itu juga. Kamera yang unik! Pikirku.Sensasi saat menunggu foto sampai bisa terlihat dengan sempurna juga suatu sensasi yang menyenangkan  bagiku. Maka dari itu, aku langsung jatuh cinta saat melihatnya pertama kali dan ingin memilikinya 😍. Aku sadar, ini bukan kebutuhan, hanya keinginan belaka. Makanya, aku nggak langsung membeli atau sampai minta dibeliin ke orangtua πŸ˜‚

Bertahun-tahun lamanya, rasa ingin memiliki itu ternyata masih terus ada. Kira-kira sekitar 5 tahun lamanya sampai pada titik dimana aku jadi sering berucap "aku ingin punya Instax, ya Tuhan. Satuuuu aja satuuu, setidaknya aku pernah punya sebuah Instax di hidupku inii, tapi aku nggak cukup rela untuk mengeluarkan uang tabungan untuk membelinya. Gimana ya Tuhan? 😭". Begitu doaku dalam hati selama beberapa lama πŸ˜‚. Dan, apakah doaku dijawab Tuhan?

Jawabannya adalah.. eng.. ing.. eng..

Tidak langsung dijawab tapi, ya! Mungkin Tuhan udah lelah dengar aku berucap terus seperti itu 🀣.

Akhirnya, di ulangtahunku yang ke... Berapa ya.. Aku lupa.. kira-kira tahun ke-6 setelah kali pertama aku lihat Instax, sampai akhirnya Instax itu datang ke dekapanku 😭. Instax spesial Gudetama yang baru rilis saat itu, diberikan sebagai hadiah ulangtahunku oleh *uhuk ehem prikitiew ulalala* 😝. Si *uhuk ehem prikitiw ulalala* ini tahu banget kalau aku ingin memiliki Instax sejak lama. Sampai-sampai, dia pun nggak sabar untuk memberikannya padaku sesaat setelah barang itu tiba di rumahnya. Akhirnya, dia memberikan hadiah Instax ini seminggu sebelum ulangtahunku dong 🀣 karena nggak sabar ingin lihat reaksiku saat melihat hadiah pemberiannya 🀭.

Jadi, begini rasanya memiliki sebuah barang yang udah diingini bertahun-tahun, ya Tuhan. Asli, senang bukan main! Karena saat itu, aku juga lagi suka banget sama Gudetama, rasanya seperti terkena durian runtuh 2x!! 😭😭. Sampai aku nggak percaya beneran udah memilikinya padahal benda itu udah di tanganku tapi, rasanya seperti mimpi! Kaget, haru, senang, sedih.. begitu tahu bahwa harga refill kamera Instax ternyata nggak murah 🀣 Wkwk.

Kamera itu aku sayang-sayang bangettt, sampai masih aku bungkus bubble wrap kemanapun aku ajak pergi 🀭 bahkan sampai saat ini. Dan, karena masih aku bungkus dengan bubble wrap, aku pernah kena cegat saat di bandara. Barang-barangku dicek dan kamera Instax-ku dikeluarkan dari dalam tas oleh petugas bandara. Lalu, dicek sana-sini dan petugas bandara menuliskan sesuatu di bukunya tentang kameraku. Aku udah takut banget kamera itu diambil karena dikira barang baru atau selundupan(?) Tapi, untungnya nggak terjadi apa-apa πŸ˜‚.

Sampai saat ini, aku masih teringat akan momen dan perasaan dimana aku pada akhirnya bisa memiliki kamera Instax ini 🀩 dan sampai saat ini, perasaan bahagia karena memilikinya masih ada dan selalu muncul saat aku melihat kameraku πŸ₯Ί. Meskipun udah banyak seri-seri terbaru dari Instax, tapi aku tetap lebih suka kamera yang aku miliki ini yang masih standar karena memang ini yang aku ingini dari sejak lama dan sensasi menunggu bagaimana hasil jepretan kita dan menunggu foto sampai terlihat sempurna itu yang membuat memiliki kamera ini begitu berbeda dan berkesan 😍. 

✨✨✨

Pada akhirnya, setelah 3 minggu uring-uringan, aku memutuskan untuk tidak membeli ebook reader sekarang karena device yang beredar di pasar Indonesia sekarang ini, belum ada yang memenuhi kebutuhanku. Mungkin nanti, kalau udah ada yang sesuai dengan kebutuhan dan kantong, aku akan pertimbangkan kembali 🀭. Terima kasih untuk Kak Eno πŸ˜πŸ™πŸ» yang nggak henti-hentinya mengingatkanku untuk mempertimbangkan kembali apakah memiliki ebook reader adalah sebuah keinginan atau kebutuhan.


Bagaimana dengan teman-teman? Apakah teman-teman punya cerita serupa? Ada nggak barang yang sangat kalian ingin miliki tapi butuh bertahun-tahun sampai bisa memilikinya? Atau bahkan, belum kesampaian sampai sekarang?
Let me know!


The dreamer.

80 komentar

  1. Paling penasaran sama bagian siapa itu "uhuk ehem prikitiew (?)* hahaha

    Kalo ngomongin apa yang aku inginkan, dari dulu pengen banget punya perpustakaan sendiri. Gak harus bentuk ruangan, tapi sudut baca pun aku pengen banget. Lengkap dengan meja belajar yang dilengkapi dengan notebook2 koleksi sama alat coloring. Ya ampun ini impian banget sampe isi explore instagramku itu hahaha.

    Semoga aja deh beberapa tahun ke depan ini bisa terkabulkan sesuai yang aku pengen :"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf kakak ikutan nimbrung disini. Impian kakaaak ituu jadi impiaaan aku jugaaa. Yaaa ampuunn pengen banget aku tuh macem punya space utk hal yg aku sukai huhuhu...

      Hapus
    2. @Kak Tika: hiahaha nanti si *uhuk ehem prikitiew ulala* akan muncul di blog kok, jadi stay tune terus ya, Kak 😝

      Huaaa pasti seru banget kalau bisa punya sudut seperti itu 😍 ditambah dengan meja belajar yang penuh art stuff, semakin seru dan indah 😍 semoga impian Kak Tika bisa terwujud tepat pada waktunya ya! Jangan berhenti bermimpi 😘

      Hapus
  2. Baca buku terlalu lama sih pernah banget ngalamin, mungkin sangking asyik jalan ceritanya, jadi enggan menyudahi, haha..
    Masalah yg sama yg dihadapi kebanyakan perempuan adalah kebimbangan saat belanja online yak, hihi..
    Uwuw.. baik bener si uhuk ehem prikitiew ulalala :D

    Aku sih pengen Xiaomi Mi 10 Youth Doraemon Limited Edition, harganya memang nggak terlalu mihil, tapi tetep aja uang jajan belum mencukupi (sambil nabung2 dari job-job nulis juga, hihi), dan karena masih banyak kebutuhan lain yg lebih penting sih, akhirnya nunda dulu nafsu beli henpon nya, huhu :D

    Murah rezeqi untuk kita ya kak, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, Kak. Aku juga enggan menyudahi, tapi ternyata malah jadi suntuk πŸ˜‚
      Sangat bimbang karena kebanyakan itu hanya keinginan semata ditambah lagi kalau lihat toko online, banyak banget barang yang lucu-lucu, jadilah makin pengin, tapi nggak butuh 🀣

      Aku langsung cek ke Google dong tentang Xiaomi Doraemon ini dan gemas sekali 😍 pantas Kak Kiki suka, apalagi kakak suka warna biru hihihi. Semoga bisa segera terkumpul dananya agar bisa segera memiliki si henpon Doraemon ini ya, Kak πŸ˜πŸ™πŸ»

      Hapus
  3. Yes first comment! Hahahaha. Aku jugaak setelah update post terakhir dan lagi menyelesaikan sebuah tv series jadi nggak nafsu untuk update blog dulu. Hiks seperti ada beban tapi gimanaa aku nggak mau multitasking :””(

    Anyway, ebook reader yang Lia mau itu kindle kah? Karena sekarang tiap baca ebook aku pakai ipad mini. Sebetulnya punya suami, tapi itu juga karena iseng beli ipad mini gen 2 di c*rous*ll yang dijual oleh pemilik sebelumnya dengan harga super murah. Mungkin kalau Lia butuh sekali bisa dipertimbangkan hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Ayu, aku harus bilang maaf karena ternyata Kak Ayu urutan nomor 3 πŸ˜‚. Maaf anda kurang beruntung, tapi jangan sedih, besok dicoba lagi ya 😝.
      Istirahat dulu kalau begitu, Kak. Aku juga kemarin-marin ambil waktu untuk istirahat karena suntuk banget. It's okay untuk beristirahat sejenak dari dunia maya 😁

      Iya, Kindle, betul sekali Kak Ayu πŸ™ˆ. Terima kasih atas rekomendasinyaaa! 😍 Aku sebenarnya ingin ebook reader karena embel-embel fitur e-ink yang katanya membuat ebook reader tersebut jadi mirip dengan kertas buku fisik, makanya penasaran 🀭 tapi kalau dipikir-pikir memang tablet lebih worth it sih harganya 🀣

      Hapus
  4. Kalau barang mungkin ga ada yg sampe bertahun-tahun ga kesampean. Biasanya kalo ga dapet yaudah aku cari alternatif semampu ku. Jadi minimal tetep terpenuhi apa yg aku butuhkan.

    Mungkin saat ini yg blom kesampean adalah punya rumah dg satu ruangam khusus beralas ala kayu-kayu gitu kemudian terdiri dr sofa empuk, meja buat menulis, dan rak buku di dinding sampe atas. Seperti Kak Tika, ingin aku tuh punya perpus pribadi.

    Sama aku ingin punya kamar mandi yg ada space buat naroh tanaman kecil dan lantainya di kasih batu-batu. Kaya kamar mandi ala hotel-hotel rustic ato di Bali. Ya ampuunn semoga bisa kesampean deehh, amin ya Tuhan πŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamin.. ikutan bantu doa, semoga doa Devina terkabul

      Hapus
    2. Kreatif sekali Ci Devina 🀩 hihihi. Mencari alternatif lain untuk barang yang diinginkan tuh lumayan sulit menurutku, butuh skill tinggi hiahaha.

      Huaaa~ aku membayangkan kamar dan kamar mandi impian cici aja udah ngiler 🀀 desain yang cici inginkan itu sama seperti jenis desain yang aku suka 🀭 wah, aku bisa ngiler-ngiler ini kalau lihat Ci Devina nanti berhasil menggapai impiannya hahaha.
      Aku doakan supaya bisa terwujud impiannya ya, Ci! Aminnnn πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

      Hapus
    3. Amin...

      Makasihh Mas Anton dan Lia 😊

      Hapus
  5. Akhirnya nggak kebeli/ You rock liaaa.

    Aku 3 bulan yang lalu masih suka kayak gitu. Buka barang di shopee, terus mikir2 perlu nggak, sayang kalo ga beli, pengen beli tapi jg ga urgent2 amat. Lalu akhirnya aku tekan tombol check out, eh lalu aku batalkan lagi pembelian tersebut. Ya ampun sungguh labilnya.

    Keren banget kalo bisa bertahan melawan nafsu belanja itu. Sungguh, sekarang aku pun jadi bangga karena udah nggak beli baju2 lagi yg biasany sangat menggoda imanku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiahaha terima kasih ya, Kak Ghina. Ini mah nggak beli karena barangnya lumayan aja harganya, kalau cuma 200rb juga nggak akan mikir sepanjang ini πŸ˜‚

      Wkwk hal itu juga terjadi padaku baru-baru ini saat ingin membeli buku 🀣. Hormon labil memang benar-benar deh, ahh 🀣

      Kak! Rasanya keren ya kalau bisa membatalkan keinginan untuk belanja! Biasanya orang-orang mah malah senang kalau bisa belanja, lho kita malah senang karena bisa batal 🀣 syukurlah~ berarti iman kita udah lebih kuat menghadapi cobaan ini Wkwkwk

      Hapus
  6. Kalo sekarang malah yang lagi ingin diinginkan adalah punya rumah, hihi. capek jg pindah2 mulu. Ini sih big dream yaaa. yaaa semoga dream comes true sooner. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah terkabul Ghin.. hahaha saya juga pernah jadi kontraktor sebelum akhirnya rumah terbeli dan tahu banget rasanya...

      Malah saya setelah beli rumah sering termenung di depan rumah.. Nggak percaya bisa kebeli..

      Semangat Ghin

      Hapus
    2. Kak Ghina, impiannya udah dibantu doa oleh Kak Anton. Juga dibantu doa olehku. Semoga bisa segera terwujud! Aminnnn πŸ™πŸ»

      Hapus
    3. Maaap numpang komen hihi Mba Ghina, mimpiku pun samaaaa. Semoga suatu hari nanti kita bisa punya our dream house ya πŸ€—❤️ selagi menanti mari kita sama-sama semangat bekerja keras hahahaha

      Hapus
  7. ebook reader ini maksudnya kayak kindle gitu ya?
    gue beberapa kali kefikiran buat beli, tapi masih nunda-nunda. biasanya, kalo liat barang yang ingin dibeli, tunggu aja dulu sampe 10-14 hari, kisaran dua minggu lah ya. kalo setelah itu masih kefikiran buat beli, yang biasanya gue lakuin sih, nyari-nyari alasan buat tetep enggak beli. ya ga punya duit, masa saya ngepet.

    ditunggu nih hasil foto-foto dari instax-nya
    ehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Kindle dan sejenisnya hahaha. Penginnya yang merk Xiaomi karena sesuai dengan kebutuhan, tapi belum rilis secara global πŸ˜‚
      HAHAHAH duh, ngakak. Kak Fauzi ini humoris sekali ya! Pasti banyak cewek-cewek yang naksir deh 🀭

      Waduh, foto-foto instaxku kebanyakan foto biasa, tidak ada yang spesial 🀣

      Hapus
  8. Banyak sih yang diinginkan tapi belum tercapai

    1. Ferrari
    2. Rumah seluas kebun raya bogor

    hahahaha #digetok Lia..

    Btw, dulu saya pingin punya rumah dan baru setelah 4 tahun ngontrak, kebeli rumah itu. Itupun ga sengaja, tapi akhirnya kebeli.

    Habis beli rumah, saya suka nongkrong di teras rumah sambil ngeliatin dan berpikir "Eh, gue sudah punya rumah yah". Tahulah rasa senangnya kalau impiang terwujud mah..

    Sekecil apapun itu pasti kalau terpenuhi mendatangkan kebahagiaan tak terkira..

    Jadi ngerti kenapa Lia senang menerima kado Instax dari "seseorang" itu.. pasti senang banget.

    Cuma kalau saya sih daripada Instax, saya menginginkan kamera full frame.. apakah Lia berminat untuk ngasih, yang merek Fuji A7 saja juga gpp.. saya pasti bahagia banget deh..

    Hahahah #kabur..:-P

    BalasHapus
    Balasan
    1. *getok dengkul Kak Anton karena kalau getok kepala tidak sopan* πŸ™ˆ

      Kak, kalau punya rumah seluas Kebun Raya Bogor, apa nggak capek jalannya? Terus kalau baru masuk pintu depan dan kebelet pipis, apa nggak keburu pipis di jalan sebelum sampai ke kamar mandi? Saking luasnya 🀣 Wkwk.

      Huaaaaa πŸ₯Ί aku bacanya terharu lho, Kak. Rasa-rasanya, nanti kalau aku bisa punya rumah sendiri, akan mengalami kejadian yang sama juga seperti Kak Anton. Ngelihatin rumah sendiri sambil nggak percaya udah memiliki πŸ€£πŸ™ˆ

      Betul sekali, Kak!! Sekecil apapun mimpi itu, rasanya senangggg sekali saat terwujud dan setiap kali melihat mimpi yang udah terwujud itu, rasanya selaluuu senang 😍

      Mohon maaf, mengenai Fuji A7, sepertinya Kak Anton salah lapak. Silakan bergeser ke lapak sebelah karena aku tak ada uwang~ WKWKWKWK

      Hapus
    2. Ya nggak lah.. kan nanti saya pakai mobil listrik terus di tiap tikungan ada kamar mandi, jadi kalau kebelet bisa ke kamar mandi terdekat...Kalau perlu disiapkan kolam kayak di kebun raya, jadi kalau kebelet juga bisa di kolam..#waakakakaka

      Tapi itu bener banget Lia, ada perasaan tidak percaya kalau semua itu bisa terjadi. Jadi, ketika terealisasi malah jadi seperti orang linglung.

      Yup... betul sekali bahagia banget kalau mimpi terealisasi itu.. widihh rasanya luar biasa..

      Yawda kalau bukan Sony A7, ya Canon 800D juga gapapa kok.. :-P

      Hapus
    3. Benar juga, kalau bisa punya rumah seluas Kebun Raya Bogor mah, mau ngapain aja udah bebas ya, Kak 🀣

      Hahaha untung tidak jadi linglung beneran!

      Maaf, kalimat terakhir dari komentar Kak Anton, kena sensor. Nggak layak tampil katanya πŸ€ͺ

      Hapus
  9. Itu siapa sih uhuk ehem prikitiuw, bisikin kakak donggg hahahaha :)) by the way, Lia dicegat petugas bandara karena disangka beli barang dari luar sebab masih ada bubble wrap-nya. Kalau harga barangnya over than 250 USD (aturan sekarang 500 USD) bisa kena pajak, untung harga Instax masih 50 USD-an hehehehe.

    Kakak pribadi tipikal yang berpikir lama sebelum beli barang, jadi jarang impulsif langsung beli meski termasuk rajin masuk-masukkan wishlist ke keranjang tanpa dibayar hahahaha ~ bicara soal Instax, itu salah satu barang yang kakak ingin punya juga dulunya, tapi setelah pikir panjang, kakak ended up beli printer Fujifilm X2 saja biar bisa print foto dari hape ala-ala Instax :)) harganya memang bisa 3x lipat tapi ternyata worth it dan masih digunakan sampai sekarang.

    Menurut kakak, cara Lia sudah sangat dewasa dalam menyikapi keinginan dan kebutuhan. Nanti, kalau one day Lia betul-betul butuh Kindle baru beli yah. Atau seperti yang kakak bilang, beli tablet (Samsung / Ipad) biar bisa buka aplikasi Ispusnas hehehe. Semangat, Lia sayang. Maybe after 5 years, Lia akan dapat apa yang Lia inginkan seperti Instax sebelumnya :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiahahaha uhuk ehem prikitiew ulala ini pastinya orang dan laki-laki, Kak 😝 segitu aja dulu clue-nya ya 🀣 nanti akan aku kasih clue-clue lainnya #GayaBener.
      Oiyaaaa! Sekarang aku tahu kenapa aku kena cegat di bandara. Benar juga apa yang Kak Eno bilang! Waah~ untung aja kamera Instax harganya nggak sampai USD 250/500. Bisa kena pajak aku padahal barang yang dibawa dari rumah 🀣 kapok ah, besok-besok lepas dulu bubble wrapnya kalau mau pergi naik pesawat hiahaha. Terima kasih atas pengingatnya, Kak Eno 😍

      Kak Eno kok bisa sih tidak impulsif? Bagaimana caranya? πŸ€” Kok kuat untuk menahan keinginan ketika ingin membeli suatu barang? πŸ˜‚
      Ahaaa! Aku tahu printer ala Instax itu! Hahaha. Setelah aku punya Instax, dia baru muncul 🀣. Awet juga umurnya ya, Kak! Ada harga, ada kualitas sih hahaha.

      Thank you so much untuk nasihat-nasihat dari Kak Eno 😍 karena Kak Eno yang menyadarkan aku hiahahaha. Sepertinya kalau harus menunggu 5 tahun lagi, aku nggak tahu akan kuat atau nggak 🀣 tapi selama belum ada produk yang sesuai dengan kebutuhanku, aku pasti tidak akan beli. Terima kasih ya Kak Eno cantik 😍

      Hapus
  10. Banyak sih sebenernya barang yang mau aku beli, tapi belum jadi2 aku beli dan berujung di keranjang shopee. Selain harganya yang lumayan, aku belum butuh2 banget.

    Tapi jadi beraat banget kalo misalkan lihat keranjang shopee dan isinya barang itu lagi, kayak mau ngelepas tapi gamau dia hilang dari situ jugaaaπŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Kak Ibel πŸ‘‹πŸ» sebelumnya, terima kasih udah mampir ke sini yaaa πŸ€—

      I feel you, Kak! Aku pernah di masa-masa seperti itu dan akhirnya aku putuskan selama beberapa hari nggak buka app belanja tsb. Lalu ketika beberapa hari berselang, saat aku buka app itu kembali, niat belanjaku udah hilang πŸ˜‚ jadi batal deh aku beli hahaha. Mungkin Kak Ibel bisa coba praktikkan cara ini 🀭

      Hapus
  11. kamera semacam itu juga aku pingin banget pas SD dulu mbak
    itu seangkatan sama tamagochi dan engga kebeli juga sampai sekarang hahaha
    tapi aku bisa merasakan gimana senengnya mbak lia pas dapat kamera itu
    apalagi dapat hadiah dari ehem hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yang seangkatan sama Tamagochi sepertinya model yang lebih pendahulu ya, Kak hahaha. Btw, sampai saat ini aku belum pernah punya Tamagochi huhu jadi pengin #salfok

      Sekarang kamera hp udah canggih-canggih, Kak. Rasanya udah cukup banget pakai kamera hp kemana-mana hahaha. Jadi, apa impian Kak Ikrom yang belum terwujud sampai sekarang? Semoga bisa segera terwujud ya, Kak πŸ˜πŸ™πŸ»

      Hapus
  12. Saya pernah ada masa pengen juga punya Instax atau paling tidak kamera analog lah. Tapi saya tau, biaya roll film gak murah, jadi mending foto pake hape saja. Kalau mau efeknya jadi ala-ala analog juga gampang, sekarang banyak appsnya.

    Ohya, sampai sekarang saya masih pengen beli Tab dan belum kesampaian. Saya pengen punya Tab karena laptop terlalu ribet dan hape terlalu kecil. Selain untuk kebutuhan hiburan, saya pengen hape tok' cuma jadi alat komunikasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, aku juga sempat ingin punya kamera analog apalagi beberapa tahun lalu, sempat hits kamera disposable itu lho. Sempat ingin beli, tapi setelah menimbang sana-sini jadi mengurungkan niat πŸ˜‚
      Nah, iyaaa, sekarang mah udah banyak app canggih ya. Kalau mau foto bernuansa analog tinggal pakai filter aja hahaha.

      Saranku kalau ingin beli Tab, beli yang merk Samsung atau iPad sekalian Rahul karena kualitasnya lebih bagus. Namun, balik lagi ke kondisi dompet Rahul ya. Btw, Tab Samsung A8 2019 harganya 1.7jt, mungkin bisa jadi bahan pertimbangan untuk Rahul. Semoga impian untuk bisa memiliki Tab, bisa segera terwujud ya! Aminnnn πŸ™πŸ»

      Hapus
  13. Sebelumnya mau cie cie dulu karena profil baru, haha. Aku mikirnya jangan-jangan ini yang bikinin si "uhuk ehem prekitiew ulala" πŸ˜‚πŸ˜‚

    Duh baca ini keinginan aku jadi berubah Liii hahaha, tadinya aku mau punya banyak duit buat beli buku sama semua pena-pena kece dan tetek bengek buat journaling dan lettering (sekarang lagi nabung, haha). Tapii gara-gara baca ini aku jadi pengen punya uhuk ehem prikitiew ulala juga, tapi karena belum butuh yaudah pena alat-alat journaling dan lettering aja dulu. Karena seperti yang Lia bilang di atas prioritaskan dulu kebutuhan dari pada keinginan, hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaiii, Kak Sovia perhatiin aja πŸ™ˆ lucu nggak, Kak? Lucu kan! Kayak aku 😝. Bukan, kalau uhuk ehem prikitiew ulala-ku yang bikin, yang ada malah gambar stickman πŸ˜‚

      WKWKWK kak! Terima kasih udah bikin aku ngakak malam-malam ya 🀣
      Maaf, apakah beli pena-pena unyu itu termasuk kebutuhan atau keinginan belaka? πŸ€ͺ

      Hapus
  14. Aaah Lia senangnya yaaa dapet kado barang yang diidam-idamkan dari *uhuk prikitiw ulala* πŸ˜‚πŸ˜‚

    Aku pernah waktu pengin banget banget punya Macbook Pro, nabungnya ada kali sejak pertama kerja. Dan tiap seminggu sekali ke iBox buat 'nengokin' sampai Mas-masnya hapal sama aku kayaknya karena suatu hari pas mau nengok tiba-tiba dia ngasih tau, kalo Macbook Pro lagi promo huhuhu syukurlah udah 3 tahun ini bersama si laptop kesayangan dan kusayang-sayang banget pastinya 😭

    Kalo sekarang apa yaah, belum ada lagi yang nandingin waktu pengin banget Macbook Pro sih ahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaah Kak Eya, jadi malu aku πŸ™ˆ

      Huaaaa Kak Eya, benar-benar udah ngiler banget ya itu sampai tiap minggu nengokin bahkan sampai mas-mas pegawainya hapal πŸ™ˆ bersyukur sekali, mas-masnya baik hati sampai dikasih tahu saat ada promo 😍. Pasti senang banget saat berhasil bawa pulang si Macbook Pro ini ya! Aku bisa kebayang betapa bahagianya saat itu 😍
      Lantas, apakah Kak Eya lanjut WA-an dengan mas-mas iBox-nya? πŸ€ͺ

      Hapus
  15. Kok ku ngakak yaa mbak baca *uhuk ehem prikitiew ulalala* wkwkwkkw

    Semoga Mbak lia langgeng sama *uhuk ehem prikitiew ulalala*-nya hahahahaaa

    Kalo ngomongin barang yang dipengen, aku dulu waktu awal2 kuliah kepengen punya motor sendiri. Kenapa? Sebab jarak kampus ke rumah cukup jauh, waktu tempuh yg dibutuhkan sangat lama. Kalo naik bus dari kampus ke rumah, baru mau berangkat kalo penumpang penuh. Kadang, setengah jam nungguin bus penuh. Waktu perjalanan sampe rumah satu setengah jam. Total dua jam kwkwk.
    Dikali dua, sebab itu kan pulang pergi. Jadi 4 jam. Bayangin, 4 jam aku di jalan tiap hari. Lama sekali, bukan. Wkwkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asik, pahalaku nambah karena udah membuat orang ngakak πŸ€ͺ
      Aminn. Terima kasih ya, Kak Dodo! Semoga Kak Dodo juga bisa segera menemukan tambatan hatinya, ahay πŸ™ˆ

      Wah, kalau gitu caranya sih, bisa tua di jalan dong πŸ˜‚ lelah banget nggak sih 4 jam PP setiap hari? πŸ˜‚
      Lantas, apakah akhirnya Kak Dodo berhasil memiliki motor?

      Hapus
    2. Bener, tua di jalan banget semasa kuliah haha. Ga cuma aku sih, rata-rata lebiih dari 50% mahasiswa di kampusku melakukan hal itu. Pada tua di jalan semua. Terkadang, yang paling menyesakkan adalah udah jauh-jauh sampe kampus, eh Dosennya ga masuk. Kesel dong, wqwqk. Aku sering digituin.

      Akhirnya keinginan punya motor bener kesampean di semester 7, cukup bermanfaat apalagi kalo lagi bimbingan, hehehe

      Hapus
    3. I feel you, Kak Dodo~
      Paling menyebalkan memang part itu. Udah jauh-jauh ke kampus, bangun pagi-pagi, eh sampai di kampus, dosennya nggak masuk 😀 jeritan hati para mahasiswa banget nih. Wkwk.

      Syukurlah akhirnya bisa punya! Apalagi pas masa-masa bimbingan kan bakal sering banget bolak-balik kampus ya, Kak. Syukur banget akhirnya bisa punya motor di waktu yang tepat. Aku turut senang bacanya ☺️

      Hapus
  16. senengnya impiannya terwujud ya, ikut seneng,
    ngomong ngomong soal instax, dulu aku pengen juga, tapi nggak keturutan sampe sekarang. kadang susah memilih kalau udah dihadapkan sama kebutuhan atau keinginan.
    apalagi kalau dapet barang incaran dari someone special, uhuk uhuk

    barang yang aku pengene sampe sekarang belum keturutan adalah kameran mirrorles, rasanya aku kok sayang beli dengan harga segitu tapi pengennn hahahaha, bingung dah. Kadang kalau ikut lomba lomba, berharap duitnya bisa buat beli beginian hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi terima kasih ya, Kak Ai πŸ’•

      Semakin dewasa, semakin sulit memilih saat dihadapkan dengan pilihan akan kebutuhan atau keinginan karena banyak sekali yang dipikirin sebelum memutuskan untuk membeli ya πŸ˜‚

      Semoga bisa segera terwujud impiannya Kak Ai ya! πŸ™πŸ»
      Menurutku, Kak Ainun kan suka foto-foto jadi kalau punya kamera pasti akan kepakai jadi jika memang budgetnya ada, boleh lah dibawa pulang sebiji 🀭

      Hapus
    2. hehehe aminnn, betul sekali itu Lia
      yang penting beli yang agak canggihan dikit dari kamera sekarang, ga perlu beli lensa nya juga, kecuali emang budgetnya over over :D

      Hapus
  17. Liiii, kayaknya ada yang baru ya dari layout blog kamu? Apa perasaanku doang? πŸ˜‚

    Btw, sebelumnya welcome back dulu ah hahahaha meski hanya lima hari, rasanya lama lho. Biasa reading list aku suka rame dengan update-an tulisan Lia 🀭

    Selamaaaat yaaa atas keputusan bijak nan dewasanya hahaha πŸ˜† karena aku pun pernah merasakan dilema yang sama antara kebutuhan dan keinginan. Meski akhirnya keinginan tidak kesampaian, salah satu sisi bangga dengan diri sendiri yang bisa membedakan needs vs wants hihi

    Kalo impianku sekarang seperti yang aku bilang di komennya Mba Ghina 😊 mungkin ini masa penantian yang harus kutunggu lama, tapi yaa biar Tuhan yang berkehendak saja ❤️

    Kalau hal lain yang lagi diinginkan selain itu, lagi pengen beli kulkas nih, Lii wkwkwk wishlist emak-emak banget kann πŸ™ˆ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Layoutnya tidak ada yang berubah, hanya foto profilenya aja yang berubah, Ci πŸ™ˆ

      Hihihi terima kasih, Ci! Kangen juga 5 hari nggak menulis dan kurang aktif BW πŸ˜‚

      Awww! Benar banget, Ci! Aku sekarang merasa bangga sama diri sendiri karena berhasil mengalahkan "keinginan"ku dan tahu betul apa yang aku butuhkan. Semacam berhasil naik 1 tingkat anak tangga senangnya πŸ˜†

      Semoga impian cici untuk punya rumah sendiri bisa terwujud tepat pada waktunya ya πŸ˜πŸ™πŸ» dan semoga bisa segera kebeli juga itu kulkasnya huahaha. Kulkas itu tentu sebuah kebutuhan karena bisa stock air dingin adalah salah satu surga dunia 🀣

      Hapus
  18. Wow... kalau menyimpan keinginan sampe bertahun-tahun gitu, pasti bukannya seneng lagi pas dapetnya ya mba... udah sueneeeeeng buangeeeet!! :))

    Kalau sampe beberapa lama begitu, batas antara keinginan dan kebutuhan jadi nge-blur gitu ga sih, mba? inginnya ingin banget banget sampe ga tenang kalau ga dapat. Padahal ketenangan itu adalah salah satu kebutuhan. Jadi ingin doang atau memang butuh, nih?

    Eaaa, evil smirk godain mba Lia buat beli e-book reader :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Kak Hicha! Sueeeeeneeeeenggg buangeeet bukannnn maaaainnnnn 🀣 begitu rasanya pas nerima kado instax itu 🀣

      Huahaha aku malah dibuat galau sama pernyataan kakak! Ada benarnya juga sih 🀣 jadi.. harusnya mah dibeli aja dari kapan tahu ya biar hati tenang huahaha.

      Jadi.. aku beli aja nih e-book readernya?! *Kepancing*

      Hapus
  19. Akhirnya ad titik terang sedikit ttg 'uhuk uhuk ehem prikitiew ulala" itu di balasan komen lia ke mba Eno...
    Ternyata 'orang n laki2' 😊

    Mengenai hal yang diingini, dulu mah rumah. Setelah 2 thn baru bisa punya rmh sendiri. Puji Tuhan...

    Somoga apa yg skrg sedang lia pengin dpt terwujut juga😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHAHAHA setidaknya jadi tidak terlalu penasaran lagi ya mengenai uhuk ehem prikitiew ulala-ku, Kak 🀣

      Huaaa puji Tuhan! Impian Kak Ike termasuk cepat dijawab oleh Tuhan. Selamat ya kak! πŸ₯³
      Semoga impian-impian lainnya bisa terkabul di waktu yang tepat. Aminnn~

      Hapus
  20. Kebeneran banget aku lg tergoda buat beli kerudung yg hari ini baru aja restock, kak Liaaaaaa, huahaha. Masalahnya udh pingin model kerudung ini dari lama tapi gak pernah beli, toh gak butuh jg. Dan sekarang muncul lagi, tapi aku belum butuh juga buat beli baru. Toh gak akan dipake kemana-mana juga, jadi yaa tahan aja deh:') Soalnya pengalaman beberapa minggu yg lalu aku tiba2 beli kemeja cuma karena greget penasaran pengen punya. Kemeja ini juga udh dari setaun yg lalu pengen karena modelnya lucu dan simple, perpaduan olive sama broken white, makanya pas bulan kemarin restock langsung beli dan sedikit menyesal karena ya ternyata cuma hawa nafsu belaka😭😭

    Untuk saat ini sih lg ngidam macbook pro, karena aku belum pernah punya bener2 laptop yg baru dan dibeli sama diri sendiri. Ditambah laptop yg skrg tuh berat, jadi agak rempong kalau mau dibawa kemana-mana. Makanya laptop yg bagus dan tipiiiiis itu impian banget dehπŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi, setelah 3 hari berlalu, apakah Awl masih kepikiran dengan kerudung tersebut? Atau malah udah dibungkus bawa pulang? πŸ€ͺ
      Memang ya kalau lihat baju yang warnanya bikin naksir itu, sulit banget untuk menahan godaan buat nggak beli πŸ˜‚. Akhirnya kemeja Awl tidak dipakai sama sekali kah?

      Wahhh~ semoga impian mempunyai Macbook pro bisa segera terwujud ya, Awl 😍
      Produk Apple memang nggak main-main sih, harganya juga nggak main-main 🀣

      Hapus
    2. Gladly udah gak kepikiran kak, hahaha, emang harus nunggu seminggu lebih dulu kayaknya buat yakin kita butuh barang itu atau nggak🀣 dan keingetan juga sih sama kemeja aku yg baru itu, karena dari sejak beli sampe sekarang belum pernah dipakeπŸ˜… *iyalah org gak kemana mana pula wkwkwkw*

      AAMIIN semoga kesampean yaa kak Li!huhu🀧😫

      Hapus
    3. Berarti Awl nggak butuh barang itu, hanya ingin dan lapar mata aja πŸ™ˆ keputusan yang tepat kalau begitu! Kan lumayan uangnya jadi buat nambah-nambah beli Macbook pro πŸ™ˆ
      Hiahahaha duh, aku jadi inget lipstick yang baru aku beli beberapa bulan lalu, belum pernah aku pakai karena buat apa pakai lipstick sedangkan ketutup masker terus kalau mau ke luar πŸ˜“

      AMINNNNNN~ Semoga doanya bisa segera dijabah Tuhan πŸ™πŸ»

      Hapus
  21. Saya sejak beberapa bulan lalu, berharap banget bisa punya gimbal untuk pegangan kamera atau ponsel yang ada stabilizernya, supaya saat merekam video tidak jadi goyang-goyang mengikuti gerak langkah. Apalagi yang saya rekam adalah anak saya yang umurnya 3 tahun, jadi saat dia direkam, dia lari kesana-kemari.

    Pernah suatu hari tabungan saya sudah cukup untuk membelinya, tapi karena ada kebutuhan lain yang mendesak juga saat itu, saya tidak jadi beli. Sampai sekarang juga masih belum terbeli gimbalnya. Tapi tidak apa-apalah, yang penting kebutuhan kami yang lain, yang lebih penting bisa terbeli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaa~ Kak Agung, semoga kelak bisa kebeli ya gimbalnya. Aku rasa Kak Agung termasuk yang butuh mempunyai gimbal jadi seandainya ada kesempatan untuk memiliki, Kak Agung pasti bisa menggunakannya secara maksimal. Oleh karena itu, menurutku nggak apa untuk memilikinya, Kak. Semoga bisa segera kesampaian untuk beli ya!

      Hapus
  22. kalau lagi kepengen bgt sesuatu tu emang rasanya harus segera direalisasikan.. tapi kadang malah setelah beli malah ada ada nyesel2nya, ahaha, tapi tergantung sih..

    sampai seumur sekarang, barang yg paling aku impikan yg akhirnya terwujud adalah Playstation One waktu baru masuk SMP dulu.. Waktu itu lagi booming bgt kan PS (duh ketahuan tuanya nih wkwk),, selalu iri kalau main ke rumah temen yg punya PS.. Eh, akhirnya dibeliin bokap, plus cd2 gamenya bejibun,, rasanya seperti ketiban durian runtuh,,, seneng bgt dan sampai skrg blm ada momen beli sesuatu yg rasa senangnya ngelebihin itu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, betul banget, Kak! Kadang kalau udah inginnnn banget, pas kebeli malah nyesel karena belinya impulsif 🀣 makanya kalau mau beli yang agak pricey, aku pasti akan galau berhari-hari 🀣

      Wkwk Kak Bara nampaknya nggak berbeda jauh umurnya dari aku, kok 🀭
      Pasti senang banget dapat kejutan dari ayah seperti itu! Aku kebayang sih senangnya seperti apa, pastinya sueeeneng bangett kan! Sampai ingin dibawa tidur nggak PS-nya? πŸ€ͺ

      Hapus
  23. Jadi penasaran dengan *uhuk ehem prikitiw ulalala* yang belikan kamera instax spesial gudetama buat kak Lia, pasti orang spesial yang suka makan martabak spesial makanya belikan barangnya juga yang spesial.🀭

    Kalo memang kak Lia pengin gadget ebook reader dan ada duitnya beli saja kak, buat hobi membaca mah tidak apa-apa, ada tuh orang yang hobi burung ia beli burung harganya seratus juta lebih, bayangkan ratusan juta hanya untuk satu burung, edan. Belum lagi tuh ada orang beli jam tangan harganya 150 juta, padahal waktunya sama saja dengan jam yang harganya 15 ribu ya, jadi kalo mau beli ebook reader dan ada duitnya udah beli saja. (Ceritanya ngipas-ngipasin biar beli dan boros.😁)

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHAHAHA KAK AGUS BISAAN AJA! Sayangnya, si "dia" tidak suka martabak spesial. Sukanya martabak coklat aja, nggak seru ya πŸ˜‚

      Kak Agus, racun banget nih komentarnya! Aku tuh bacanya sambil manggut-manggut "iya ya.. bener juga ya.." terus jadi kepikiran pengin beli kan burung kan.. eh beli e-reader maksudnya! Wkwk.

      Hapus
  24. Huaa senengnya dibeliin *uhuk ehem... *
    Tapi bener juga kak, aku kalau mau beli sesuatu itu selalu mempertimbangkan *ini benar-benar kebutuhan atau cuma keinginan belaka*
    Tapi aku jadi inget jaman SMA itu pengen banget punya HP baru, jaman Nokia masih jadi rajanya HP. Karena nggak mau minta ortu, nekat menahan nggak pernah jajan buat nabung beli HP. Akhirnya mungkin karena orang tua kasihan, ditambahin juga uang beli Hpnya.wkwkw

    Sekarang lagi pengen beli Lapttop baru, karena udah mulai rusak dan ngga bisa Dibawa ke mana-mana. Tapi balik lagi harus memprioritaskan kebutuhan.

    Semoga keinginan dan kebutuhan kak lia bisa terwujud, ya ❤️❤️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaampun, aku salut ih sama Kak Rie 😍 benar-benar segitu niatnya sampai nggak jajan! Berapa tahun nggak jajan tuh kak sampai bisa kebeli? Wkwk.

      Aminnn! Semoga Kak Rie juga bisa segera kebeli laptop barunya ya 😍

      Hapus
  25. kalo aku, salah satu cara untuk tahu bahwa itu keinginan atau kebutuhan adalah, jika tidak ada barang itu, sama sekali tidak bisa bekerja atau melakukan aktivitas, baru lah bisa disebut keinginan dan pembeliannya bisa ditunda..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, iya! Terima kasih atas insightnya, Kak Zam 🀩

      Hapus
  26. Ahay..dikasih si prikitiew uhukπŸ˜‚ pasti mlah jadi spesial banget ya.
    Saya dulu pernah merasa kayak gitu mbk, apalagi saya tuh kalau pengen sesuatu pengen cepet-cepet keturutan.
    Sampai suatu hari yang cerah saya kepikiran pengen punya laptop. Tapi nggak ada uang. Tiap kali lihat tv atau film dimana pemerannya pegang laptop saya pasti langsung mupeng, berdoa persis kayak mbk lia gituπŸ˜‚ demi mewujudkan hal tersebut saya nabung selama 3 tahunan. Dan alhamdulilah terwujud. Senengnya bukan main pas bisa pegang benda yang bertahun-tahun diinginkan. Tiap banhun tidur, mau tidur yang terbayang di kepala adalah si lapiπŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi makin aku sayang-sayang itu kameranya, Kak Tria 🀭
      Waaahh~ selamat ya Kak Tria! Akhirnya impiannya bisa terwujud. Aku turut senang dengarnya 😍 dan aku bisa merasakan juga perasaan senang kakak saat berhasil membawa pulang laptop tersebut. Pasti bahagia bukan main, apalagi dari hasil kerja keras sendiri. Mantap banget lah Kak Tria ini! Panutan 😍

      Hapus
  27. WKWKWKWKW, ada uhuk ehem uhuk prikitiew-nya segalaaa ~XD

    Kalau aku sih, buanyaaaaaaak sebenarnya barang-barang yang ku inginkan sedari lama tapi belum keturutan sampai sekarang, ahahaha. Saking lamanya nggak keturutan, aku sering lupa ~XD Soalnya sekarang sudah sering mempertimbangkan pada diri sendiri, apakah barang yang ku beli merupakan kebutuhan, atau hanya sekadar kalap mata saja ~XD

    Btw selamat sudah mendapatkan barang yang diinginkan, Kak Liaaa <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari pernyataan Andhira, aku bisa ambil kesimpulan bahwa keinginan Andhira sebanyak bintang di langit dan pasir di laut yang saking banyaknya sampai lupa pengin apaan aja 🀣 *becanda ya*

      Terima kasih, Andhira! Semoga apa yang menjadi impian kamu bisa segera terwujud ya 😍

      Hapus
  28. Si uhuk prikitiew ulalala🀣🀣🀣 akhirnya doanya kejawab lewat cara yang lain. Aku pernah pingin sesuatu bertahun-tahun dari kecil dan baru kesampaian pas udah kerja: traveling ke banyak tempat dan punya koleksi buku bacaanπŸ˜‚ terus kalau pas udah kerja dan keinginan itu terwujud tiga tahun kemudian adalah...nonton konser idol korea wkwk. Kalau dipikir-pikir kayaknya ada banyak tapi susah ditulis jadi kalimat🀣 impulsif buying juga sering tapi untungnya akhir-akhir ini bisa direm.
    Untuk yang kelelahan baca itu aku sekarang lagi ngalamin, pas awal karantina dulu aku geber baca banyaaak banget buku dan nonton banyaaak banget film, terus kayaknya bensin aku abis kali ya jadi sekarang kayak eneg mau nonton film banyak atau baca banyak, padahal nih yang namanya antrean bacaan udah numpuk😭 tercapai sih satu per satu tapi ya gitu pacenya melambat dari sebelumnya, jauh melambat🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Doanya terjawab dengan cara yang spesial, Kak 🀭

      Wah! Aku turut senang bacanya! Sejauh ini, banyak ya impian-impian Kak Endah yang udah terwujud. Keren 🀩 semoga impian-impian lainnya bisa terwujud juga ya, Kak! Aminnn πŸ™πŸ»

      Lhoo, iya! Itu yang kemarin aku rasakan, Kak 😭 mungkin aku kebanyakan baca buku jadi eneg dan jenuh. Hiks. Nanti kalau Kak Endah udah nemu buku yang seru banget, pasti pace-nya akan balik lagi seperti dulu! Hahaha. So, good luck, Kak πŸ˜‰

      Hapus
  29. Wah 5 hr ga blogging pasti kangen ya Liaa.. Aku seminggu ini lg banyak bgd deadline, ga sempet blogging n BW, pdhal kangen baca postingan temen2 blogger yg lain 😁

    Yaampun instax, aku juga suka, tp entah knapa suka buat pajangan aja. Waktu itu dpt doorprize, mana instax aku warnanya toska kaya warna favorit aku😍 Buat pergi2 jarang aku bawa krna mnrt aku kurang praktis πŸ˜…

    Hal yg dipengenin, aku sempet pengeen bgd ngekeksi Harry Potter illustrated. Tp mnrt aku itu harganya kemahalan buat sebuah buku, tp ttp pengen πŸ˜† Aku ngumpulin pelan2, baru beli pas diskon. Akhirnya stlah hampir 4th ngumpulin, skrng udah lengkap 4 buku. Ada yg dihadiahin suami, sisanya aku beli pas diskon semua.. Sama kaya Lia, pas udah dpt itu seneeeng bgd, sampe skrng aku suka berdiri lamaa di depan rak buku cuma buat mandangin itu 🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Thessa! Pantas lama nggak kelihatan, ternyata lagi sibuk banget ya 😣 tetap jaga kesehatan ya, Kak! BW-nya nanti aja kalau udah lenggang~ hihihi.

      Wah, Kak Thessa hoki banget! Akutu kalau doorprize nggak pernah deh yang namanya menang #curcol

      Mantepp banget! Perjuangan yang cukup panjang untuk bisa memilikinya ya Kak 🀩 luar biasa πŸ‘πŸ»
      Wkwk rasanya masih seperti mimpi saat lihat ia berada di rak ya sekarang 🀣 bahagia tak terhingga~

      Hapus
    2. Iyaa, klo dipikir2 hoki bgd memang yaa, aku jg ga ngira 🀣
      Oiya, kmren mau komenin foto Lia tp kelewat, Lia fotonya baru ya? Baguuuss.. Vibe nya berasa beda, cute πŸ’–πŸ’–

      Hapus
    3. Hoki banget, Kak! Aku sendiri, even itu doorprize cuma hadiah payung aja, belum pernah menang 🀣

      Hihihi iya, baru ganti foto profile nih aku πŸ™ˆ
      Terima kasih Kak Thessa! Aku kan memang cute *hoek* πŸ€ͺ

      Hapus
  30. mbak lia, coba tolong jelaskan siapa itu "Si uhuk ehem prikitiw ulalala"...?hahhaaa
    baru sekitar 2 minggu yang lalu aku ngobrol tentang instax sama temanku. Minta pendapatnya karena aku tertarik untuk membelinya. Pemakaiannya yang unik, dan hasil langsung cetak jadi pertimbangannku. setelah ngobrol panjang, akhirnya tidak beli juga...hahhahaa.
    Sama seperti mbak lia, rasanya aku belum terlalu membutuhkannya. Masih ada kamera yang biasa aku pakai..hehhee

    Jika ada barang yang ingin aku beli, biasanya aku lihatin dulu beberapa hari sambil berpikir apakah aku butuh atau cuma ingin. Kalau cuma ingin biasanya akan ditunda entah sampai kapan :D :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiahahaha seorang laki-laki pastinya, Kak Rivai 🀭 konon katanya, lebih suka martabak coklat daripada spesial 🀣

      Memang konsep kamera Instax ini bikin orang jadi tergiur untuk memilikinya ya, Kak πŸ˜‚ apalagi Instax jaman sekarang tuh ya udah lebih canggih-canggih, bisa di-edit dulu fotonya sebelum dicetak *lho, kok jadi kompor*.
      Tapi kalau Kak Rivai belum ngerasa butuh, uangnya disimpan dulu aja untuk keperluan lain yang lebih harus diprioritaskan. Kalau memang berjodoh dengan si Instax, kelak ada aja cara untuk dipersatukan 🀭 *gaya banget aku*

      Aku juga begitu, tapi kadang suka nggak tahan sampai uring-uringan dan kepikiran terus kayak si E-reader ini 🀦🏻‍♀️ Wkwk

      Hapus
  31. Liaaa, untung saya lagi rempong ajarin si adik toilet Training, jadi udah semingguan lebih saya nggak enak badan, lemes banget, migren.
    Jadi nggak bisa fokus BW, tapi pas malam ini BW ke sini, kubahagia karena ada beberapa postingan baru hahahah.

    Btw, jadi kebayang banget bahagianya mendapatkan barang yang diidam-idamkan selama bertahun-tahun secara dikasih hadiah pulak.

    Kalau saya pernah punya barang idaman, tapi belom pernah dapat hadiah barang idaman.
    Kalau barang idaman tuh, biasanya saya berdoa siang malam, pokoknya mau barang itu, Alhamdulillah selalunya tercapai.

    Tapi entah kenapa ya, setelah tercapai rasanya, biasa aja hahahahaha.
    Misal, kayak tahun lalu saya pengen banget ganti laptop, sampai akhirnya kaptop lama saya udah nggak bisa kepake sama sekali, mau nggak mau saya akhirnya beli lagi deh.
    Dan tercapai sudah kan?
    Nah setelah tercapai, rasanya? B aja,hahaha.
    Apalagi setelah tahu laptopnya lelet, duh yeee hahaha.

    Banyak juga, kayak pengen banget ganti HP, setelah menabung lama, akhirnya kebeli, dan setelah kebeli? ya B aja astagaaahhh hahahaha.

    Lama-lama saya digetok Tuhan ini, semacam nggak bersyukur.
    Tapi bersyukur sih tetep, cuman maksudnya nggak ada rasa semacam euforia yang gimana-gimana. ya B aja.
    Paling bilang Alhamdulillah, bilang makasih ama Tuhan setiap sholat.

    Nah yang lucu juga saya pengen banget punya kamera kan, dan kayaknya udah deal mau beli punya temen, yang B aja sih, meski barangnya belum di tangan saya, hayo tebak gimana perasaan saya.
    B aja tuh hahahahahahah.
    Padahal ya, punya kamera itu udah dari jaman jebot banget, selalu nggak bisa kebeli.
    Ckckckck.

    Semoga nanti saya bisa dapat barang impian dari hadiah orang kali ya, biar saya bisa merasakan euforia yang luar biasa.

    Saya ingat ding, waktu belum nikah, saya punya teman kos yang akrab banget.
    Waktu saya ultah, dia kasih saya helm, dia tahu aja saya pengen banget ganti helm, saking helm saya udah ga karuan.
    Astagaaaa itu rasanya luar biasa bahagianya.
    Saking bahagianya, sampai sekarang masih saya pake dong, udah belasan tahun ahahaha, dan udah nggak karuan bentuknya, saya tetep perbaiki dan make.

    Memang kalau kita punya barang impian dan dikasih, kayaknya memang lebih terasa mengena ya, meski nilainya nggak seberapa, tapi rasanya tuh luwar biasaaahhh :D

    Andaiiiii... ada yang mau kasih saya hadiah mobil *plak plak , makin halu wakakakakakakakakak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaaa gimana dengan kondisi Kak Rey sekarang? Apakah udah lebih fit? Ternyata toilet trainning anak, begitu menguras tenaga dan mental ya 😒 semoga bisa segera berhasil Si Adik untuk beradaptasi hidup tanpa popok πŸ™πŸ»

      Lho, Kak Rey kok lucu banget sih πŸ™ˆ padahal akhirnya bisa memiliki barang-barang yang diinginkan dan cenderung besar biayanya, tapi kenapa perasaannya B aja pas dapetin πŸ˜‚. Eh, tapi kalau dipikir-pikir, aku juga kayak gitu sih. Apa mungkin karena keinginannya itu adalah bagian dari kebutuhan? Makanya ngerasa B aja pas udah miliki.

      Beda cerita tentang helm yang dikasih oleh teman kakak. Ada unsur surprisenya juga jadi euforianya besar(?) Duh, sok tahu sekali Lia ini 🀣
      Tapi benar sih, kalau apa yang kita ingini terus diberi oleh orang lain, rasa senangnya lebih double apalagi kalau surprise πŸ™ˆ

      Aku bantu doanya aja ya, Kak. Siapa tahu pas lagi gosok Ale-ale, kakak menang undiannya πŸ™ˆ

      Hapus
  32. Pas msh kerja, perasaan impulsif utk lgs beli barang , walopun tau itu cuma keinginan doang dan bukan kebutuhan, sering banget. Yg ptg punya dulu, prinsip pas msh kerja :D.

    Tapi setelah resign, aku ga segila itu lagi sih :D. Krn ga enak juga kalo hrs mempertanggungjawabkan ke suami laporan keuangan, ini utk beli apaan hahahhaha.

    Jd aku udh LBH bisa menahan diri. Kdg2 BRG yg aku mau taro dulu di keranjang. Sampe berbulan2 kdg diliat, apa bnran msh mau beli. Biasanya udh ga :p. Biasanya yg susah itu buku. Apalagi kalo si toko buku bekas langganan udh menggelar lapaknya, aku lgs skip dulu, takut tergodaaaa hahahhaahha. Selalu buatin dlm hati, seleseiin duluuuu paket buku yg kmrn , baru beli lagiiii :D. Ntr kalo udh tamat semua, baru deh borong lagi hihihi.. sampe skr aku susah nahan kalo ttg buku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Fanny! Itu prinsip yang aku pakai sekarang saat melihat buku murah dong 🀣 yang penting punya dulu, bacanya kapan juga nggak tahu 🀣

      Sama banget! Aku juga ngalamin masa-masa dimana susah banget nahan godaan untuk beli buku baru. Hiks. Padahal yang belum dibaca juga masih banyak, tapi tiap lihat buku diskonan dan nggak diskonanpun rasanya ingin dibeli aja 🀣 Jadi, kita senasib seperjuangan nih, Kak 🀣

      Hapus
  33. Cie Liaaa. Doanya terjawab sudah yaaa dengan dikasih sama *uku ehem prikitiw ulala*
    Dapat yang gudetama pulak!! Unyu banget ituuu... Aku sendiri pun sempat tergiur dengan kamera polaroid itu. Apalagi sempat ada budle dengan mirrorless jugaa. Tapi setelah dipikir-pikir, aku ga begitu butuh polaroid soalnya aku lebih suka simpan dalam bentuk digital hehe

    Kalau barang yang aku inginkan dan galaukan sih sampai bertahun-tahun kayanya sih ga ada. Soalnya kebanyakan aku tuh impulsif! HAHAHA... Ga baik ini memang. Contohnya kamera mirrorless yang aku beli itu berujung ngendog di laci lemari karena sudah jarang aku pakaaii. Huhuhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi jadi malu aku >.< Ci Frisca apakah juga suka sama gudetama?
      Wah~ emang pas lagi bundle itu racun banget, tapi untung Ci Frisca bisa melewati masa-masa pencobaan itu ya wkwkw.

      Apakah Ci Frisca berzodiak Aquarius? Wkwkw. Karena Aquarius adalah zodiak paling impulsif dari 11 lainnya 🀣

      Hapus