Reply 2000.


Photo by Lisa from Pexels

Judul tulisan ini udah mirip judul drakor belum? Wkwk. Judulnya sengaja dibuat seperti itu karena sebentar lagi, man-teman akan aku ajak untuk melihat kembali momen-momen saat aku masih duduk di bangku sekolah 🀭. So, please take a seat and put on your safety belt 🀭.

✨🧚🏻‍♀️🀸🏻‍♀️

Saat berusaha mengingat kembali masa-masa aku sekolah, entah kenapa memori yang pertama muncul adalah memori yang buruk-buruk πŸ˜‚, sedangkan untuk memori yang baik harus dipikirkan lebih dalam sampai akhirnya ketemu πŸ˜‚. Kenapa kita lebih mudah mengingat hal yang buruk dibanding yang baik? Atau cuma aku aja yang begini? 🀣. Tapi karena peri Lia adalah peri yang adil, jadi aku akan membagikan cerita yang suka juga duka biar imbang 🀭.


TK

Jangan heran kalau aku masih ingat akan kejadian ini πŸ˜‚, aku sendiri juga heran, kenapa kejadian saat aku masih kecil piyik gini masih terekam dengan sangat jelas di otakku. Mungkin karena ini kejadian yang tidak menyenangkan pertama yang terjadi di hidupku 🀧.

Saat aku TK, ada 1 anak laki-laki di kelas yang super nakal, nggak bisa diam dan selalu isengin anak-anak cewek sampai semua anak malas main sama dia 🀧. Sampai suatu kali, anak ini isengin salah satu teman perempuanku sampai temanku nangis. Aku yang melihat kejadian itu, nggak tinggal diam dan aku langsung bilang ke anak laki-laki ini dengan nada biasa, nggak pakai marah, aku masih ingat betul, aku bilang "kamu jangan gitu dong" udah gitu aja bilangnya.

Lalu, anak laki-laki ini ngadu ke mamanya saat pulang sekolah, entah dia ngadu apa, yang jelas saat itu aku lagi nunggu dijemput sambil main perosotan. Tiba-tiba saat aku turun dari perosotan, mamanya anak laki-laki ini langsung tarik aku ke tempat agak sepi lalu bilang "kamu apain anak saya?!" Sambil marah-marah dan pukul aku pakai dompetnya, yang lesletingnya menggores ke sisi mataku. Untungnya nggak sampai kena ke bola mata 🀧. Habis beliau memukulku, beliau mengancam untuk nggak bilang siapa-siapa, jadi aku hanya diam sampai di rumah.

Kata mamaku, di hari itu kepulanganku dari sekolah, aku kelihatannya murung, nggak seceria biasanya, dan saat mamaku tanya aku kenapa, aku bilang "Ma, kata mama kalau orang berbuat salah harus minta maaf kan? Kok aku udah minta maaf sama mamanya si ** (nama anak laki-laki itu) tapi aku nggak dimaafin?" Terus mamaku tanya aku diapain dan aku ceritakan kisahnya, akhirnya mamaku marah-marah ke pihak sekolah sampai telefon juga ke rumah anak itu untuk bicara sama mamanya, tapi mamanya ternyata takut, bahkan saat keesokan hari papa mamaku datang ke sekolah untuk meminta tanggung jawab pihak sekolah karena kejadian ini masih di sekolah, mamanya anak ini nggak datang dan nggak pernah lagi datang untuk jemput anaknya πŸ˜‚. Kata mamaku, beliau pasti ngerasa bersalah, while menurutku, beliau pasti takut ketemu mama karena mama kalau marah seram banget 🀣.

Aku bukan ingin berbagi kesedihan dengan teman-teman semua, tapi aku ingin lewat kisahku untuk kita nggak bermain hakim sendiri, apalagi orangtua lawan anak kecil, yang mana hasilnya nggak imbang dan bahkan duduk perkaranyapun beliau hanya dengar dari satu sisi. Anak kecil kalau berantem, pasti 5 menit kemudian bisa akur kembali, sedangkan kalau kamu menyakiti anak kecil, bahkan 20 tahun kemudianpun rasanya masih membekas di memori dan hati. Yep, segitu dalamnya luka yang tertanam, jadi seandainya suatu hari nanti teman-teman mengalami kejadian serupa, lebih baik minta pihak sekolah yang membantu menasehati, bukan dengan main hakim sendiri. Okaii? 😁


SD

Aku nggak berniat cerita yang sedih-sedih terus, tapi memori waktuku SD yang paling aku ingat ya kejadian ini πŸ˜‚.

Aku ingat banget saat kelas 3 SD, ada 1 anak laki-laki yang jadi murid baru di kelasku, sebut saja namanya Surya πŸ˜‚. Saat hari pertama Surya masuk di kelas, ternyata semua anak cewek di kelas pada kompakan suka sama Surya 🀣, tak terkecuali aku πŸ€ͺ. Entah kenapa semua kayak janjian untuk suka sama Surya, padahal stok laki-laki lain di kelas masih banyak, tapi memang si Surya yang paling menarik sih saat itu πŸ™ˆ.

Tahun berganti tahun, kelas kami nggak pernah dirombak, jadi aku, Surya dan teman-teman lain selalu sekelas. Namun, teman-teman cewek yang suka sama Surya lama-lama berkurang. Satu per satu mulai suka sama laki-laki yang lain, tapi aku masih tetap suka sama Surya sampai kelas 6 SD 🀣. Entah pada akhirnya dia tahu aku suka sama dia atau tidak, tapi sampai masa kelulusan, aku nggak pernah ungkapin perasaan aku dan mengagumi dia dari jauh aja 🀭.

Aku ingat salah satu kejadian dimana Surya ingin nunjukin sesuatu ke aku terus dia genggam pergelangan tanganku dan suruh aku ikutin dia πŸ˜‚. WALAHH!! Siapa coba yang nggak berbunga-bunga kalau dapat perlakuan seperti ini? 🀣 Dan siapa pula yang nggak kepedean dan mikir kalau dia juga suka aku? πŸ€ͺ.

Sayangnya, pas kelas 6 itu semua teka-teki ini akhirnya terbongkar. Surya nembak teman aku, gaes! Bahkan teman yang nggak aku sangka-sangka karena anak ini pendiam banget, tapi ternyata Surya sukanya sama anak ini πŸ˜‚. Wadidaw~ potek hati Barbie pas dengar 🀧.

Pas aku tahu kejadian itu, bisa dibilang ini momen patah hati pertamaku dan aku masih ingat betul rasanya πŸ˜‚. Aku pulang sekolah sambil jalan kaki dengan langkah yang rasanya berattttt banget, bahkan sampai nggak nafsu makan seharian πŸ˜‚, iya segitunya 🀣. Bahkan rasa patah hati ini nggak pernah terulang lagi saat aku besar, benar-benar saat itu adalah momen patah hati pertama dan terbesar yang pernah aku rasakan πŸ˜‚πŸ€§. Selang beberapa hari kemudian, aku udah merasa lebih baik dan bisa menerima kenyataan hahaha. Pada akhirnya, hubungan mereka nggak bertahan lama. Namanya juga cinta monyet sih πŸ˜‚, tapi emang kalau monyet patah hati sampai sebegininya nggak sih? 🀣.


SMP

Baru dua momen tapi udah panjang banget πŸ˜‚. Semoga nggak bosan bacanya ya, gaes 🀣.

Momen saat SMP, nggak banyak yang aku ingat sih, tapi aku ingat saat SMP ini adalah momen-momen 4l4yku dan momen punya koleksi kakak dan adik angkat segudang 🀭. Aku cukup beruntung karena bisa masuk dalam kategori anak yang punya kakak dan adik angkat segudang πŸ˜† karena pada akhirnya, aku bisa mencomblangin teman-teman seangkatanku dengan adik-adik angkatku 🀣.

Salah satu momen di SMP yang paling aku ingat, saat aku menemukan sebuah surat di kantong depan tasku. Masalahnya, aku nggak tahu surat itu siapa yang masukkin dan udah berapa hari ada di dalam tasku karena aku udah lama nggak buka bagian depan itu 🀣, yang pasti aku rasa udah basi banget deh wkwkwk.

Isi suratnya aku udah nggak terlalu ingat persis, tapi yang jelas isi suratnya kayak ditulis oleh cowok dan dia minta ketemuan sepulang sekolah di depan gerbang πŸ˜‚. Tapi, pas baca itu, aku malah jadi takut sendiri πŸ˜‚ dan meskipun aku nggak tahu itu surat udah dari kapan ada di tasku, aku selalu menghindar untuk berlama-lama di depan gerbang sekolah karena takut 🀣. Bahkan sampai detik ini, aku masih nggak tahu tuh itu surat dari siapa πŸ˜‚, anggaplah si Peri ini punya secret admire deh 🀭.


SMA

Masa-masa SMA, banyak sekali yang masih membekas di kepalaku πŸ˜‚, tapi berhubung aku nggak bisa tulis semua, aku akan sebut salah satu highlight dari momen SMA-ku yaitu saat aku jadian sama Si Prikitiew 🀭 kikikiwww~

Cerita awalnya sendiri, udah pernah aku ceritain di tulisan The Beginning dan kelanjutan ceritanya masih belum tahu akan dirilis kapan, padahal udah sering ditodong kelanjutannya 🀣.

Momen aku akhirnya jadian sama Si Prikitiew di bulan-bulan terakhir menuju kelulusan, bisa dianggap sebagai highlight dari kisah SMA-ku dan juga kisah SMA teman-teman sekelasku karena mereka sampai menobatkan aku dan Prikitiew jadi hot couple of the year dong πŸ˜‚ hedehh, mana foto dan video paparazi kami dipasang besar-besar di layar proyektor saat acara perpisahan yang dihadiri para guru dan seluruh siswa SMA 🀧, malu banget ekee cyin 🀣.


✨🧚🏻‍♀️🀸🏻‍♀️

Yap, begitulah memori masa-masa sekolahku yang paling meninggalkan kesan mendalam 🀭. Anyway, aku nggak pernah ada dendam dengan mama temanku yang memukulku saat aku TK kok~ so, don't worry 😁. Semua ini aku ceritakan untuk sekedar berbagi aja.

Terima kasih untuk Rahul yang telah mengajukan tema ini sebagai tema hari ke-4 dari One Day One Post Challenge. Rahul sukses bikin aku berpikir keras untuk mengingat masa-masa sekolahku 🀭.


Kalau teman-teman, apa momen sekolah yang paling kalian ingat?
Ada yang masih ingat momen saat TK?

34 komentar

  1. Memori buruk itu muncul apa karena ada satu kondisi yang tidak terselesai kan yaa??

    Dijaman TK apa aku aja yang punya memori celana robek karena main perosotan yang terbuat dari semen 😁🀣

    Waah. Punya secret admirer seru kali yaa, dulu malah aku yang ngirim surat ke orang lain, dan kalo di inget2 malu banget.. karena "why i did that",.

    Pasti cerita sama prikitiw hot dan sweet banget makanya dinobatkan jadi hot couple gituu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Umm mungkin demikian, atau mungkin karena momen buruk tsb merupakan pengalaman pertama yang didapat jadi teringat terus? Nggak tahu juga sih, aku sotoy aja 🀣

      Kayaknya momen celana robek banyak dialami sama anak TK lainnya juga 🀭. Perosotan dari semen itu tricky banget untuk dinaikkin πŸ˜‚ kadang ada yang seret banget, kadang ada yang licin banget sampai bikin susah ngerem wkwk

      Huahaha Kak Taraaa, I feel you! Tiap kali habis melakukan sesuatu yang dianggap bikin malu, pasti mikirnya begitu deh 🀣

      Nggak se-hot dan se-sweet itu kok 🀣 mungkin karena yang mendukung kami pacaran itu banyak, jadi pas akhirnya bisa jadian, cukup menggemparkan πŸ˜‚

      Hapus
  2. Kakak setuju Li, memory buruk, meski sudah puluhan tahun bisa membekas, apalagi kalau dihadapkan dengan orang yang jauh lebih tua dari kita πŸ˜‚ Lha, kakak pernah kena marah nenek waktu TK saja, masih keingat sampai sekarang. Padahal kena marahnya biasa, tapi since then, kakak menganggap nenek kakak satu itu galak πŸ˜† Wk.

    Ngomong-ngomong, yang bagian SD, epic bangaaaats ahuahahahaa. Si Surya justru suka teman cewek lain yang mana nggak pernah ketauan suka dia atau nggak? 😁 Nggak kebayang Lia sampai lemah letih lesu dan nggak nafsu makan seharian gara-gara si Surya 🀣 Aduh terus kakak jadi ikutan berpikir, kira-kira monyet kalau patah hati bagaimana πŸ€ͺ

    And yes, sebagai pembaca bucin, nggak sabar menunggu kelanjutan cerita Lia dengan si Prikitiuw πŸ™ˆ Apalagi pada part foto dan video dipasang di layar proyektor. Ner benerrrr deh, kelakuan teman-teman Lia pada ajaib hahahaha. Lia tau nggak bakal dipasang? πŸ˜‚

    Thank you Li sudah berbagi cerita, sukses membuat kakak senyam-senyum bacanya 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kan, kenapa bisa begitu ya, Kak πŸ˜‚ terus anak kecil kalau kena marah, biasanya auto mikir orang yang marahin kita itu galak 🀣 soalnya aku juga pernah berpikir seperti itu wkwk.

      IYAAA! Temen cewekku ini malah nggak pernah ketahuan suka sama Surya karena dia anaknya pendiem, eh malah jadian 🀧. Lesu banget pokoknya, Kak. Nggak nafsu ngapa-ngapain, penginnya berdiam diri aja di kamar pas patah hati 🀣. Coba kita cari jadwal interview para monyet di Safari untuk mengetahui jawabannya 🀣

      Tahuuu tapi tahunya pas detik-detik terakhir dan temanku nggak mau cut bagian itu 😀 sedangkan filenya hanya ada di dia πŸ˜… jadi akhirnya tetap ditayangkan, dan sepanjang part aku dan Prikitiew, aku cuma bisa tutup muka aja saking malunya 🀣. Kelanjutan ceritanyaa, ditunggu ya 😜

      Thank you telah membaca tulisanku, Kak Eno πŸ₯° cerita Kakak juga sakseis membuatku ngikik 😜

      Hapus
  3. Woah! Emang yang ngebekas untuk diinget-inget itu yang kalau ga seneng banget, ya sedih banget mbak peri.. Udah lumrah terjadi di kalangan manusia, ntah kalangan peri.

    inget waktu SMP, ketika orang banyak adik kakak angkat, aku ga punya satupun dong w kwkwkwkkwk.. terus juga paling inget tu waktu SMP suka banget koleksi poto cewe, ntah cewe siapa, terus dikasih tau ke temen cowok lain..

    bangga gitu, punya poto cewe cantik :))
    padahal kenal aja kaga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di kalangan peri juga sama begitu, Kak Andie πŸ˜‚ yang "paling" itu yang justru bikin teringat banget ya.

      WKWKWK ngakak 🀣 kelakukan anak lelaki puber memang ya! Berasa keren banget punya koleksi putu banyak ya 🀣

      Hapus
  4. We want moreeee we want moreee! *soal cerita kelanjutan kisah cinta dengan Prikitiew* πŸ˜†

    Tapi aku beneran penasaran, Lii. Soalnya kalau dari sudut pandangku, banyak teman-teman SMA dulu yang nggak mau berhubungan serius dengan siapa pun karena hampir semuanya ingin fokus kuliah. Highschool sweetheart di SMA ku yang benar-benar menikah dan berkeluarga sampai hari ini hanya 2 pasang setahuku deh. Makanya aku kepo donggg kamu sama Prikitiww gimana bisa tetap romantis selama ituu sampai bisa ngurus keluarga kucing bareng hari ini 🀭 but eniweii, semoga kamu dan Prikitiew langgeng yaaa kayak dua pasangan di SMAkuu *AMINNNN*

    Hiksss aku jadi sedih memori kamu pas TK malah hal yang kurang menyenangkan ya Lii :( tapi kamu kecil-kecil udah berani menegakkan keadilan yaa, good job! XD

    Memori aku pas TK juga kurang bagus sihh. Guru TK ku dulu tuh galak banget kayak mama tiri. Jadi dulu aku kalau makan lamaaaa banget. Jadi tiap sesi makan bekal nggak pernah habis. Ehh diomeli sama si guru galak ini dan aku dihukum nggal boleh pulang sebelum bekalku abis. Mamaku pas jemput ke sekolah liat aku di kelas sendirian nangis sambil makan bekal jadi kasihan tapi dalam hati ingin ketawa juga πŸ™„

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi ditunggu kelanjutan ceritanya ya, Ci Jane 😝

      Cici, di sekolahku malah banyak yang highschool sweetheart lho, malah banyak yang sampai udah menikah juga sekarang 🀣. Ketahuan deh sekolah yang muridnya beneran belajar sama yang nggak 🀣
      Amiiiin!! Terima kasih banyak atas doanya, Ci 😘

      Huhuhu iyaaa, yang aku ingat malah bagian yang tidak menyenangkannyaa πŸ˜‚ tapi aku juga salut sama diri sendiri, kok berani kayak gitu, kalau sekarang malah takut 🀣

      🀣🀣 aku kalau jadi maminya Ci Jane juga akan dilema, antara kasihan tapi pengin ketawa juga lihat Cici yang makan sambil nangis 🀣. Pukpuk, pasti momen itu berat sekali untuk Ci Jane pada masa itu 😫 untungnya sekarang tetap doyan makan ya, Ci 😁 takutnya kalau ada kejadian buruk gitu, malah jadi trauma.

      Hapus
  5. "while menurutku, beliau pasti takut ketemu mama karena mama kalau marah seram banget 🀣"
    ngakak part ini jadi inget diri sendiri kalau menilai mama. wkkwkw...

    aduh ntar anak-anak menilai aku gimana ya, ha ha ha...

    terlalu banyak memori sampai bingung mau cerita yang mana, hihihi...

    ah so sweet, kalian pasti couple menggemaskan yang bikin seantero sekolah ngiri, wkwkwk....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahah semoga anak-anak Kak Pipit menilai Kakak sebagai malaikat ya 😁

      Ditulis di blog aja salah satu ceritanya, lumayan kan buat konten, Kak 🀣

      Hapus
  6. Kejadian mbak Lia di TK itu kok serem juga ya, ada orang tua yang sampai marahin anak kecil karena aduan anaknya. Mbak Lia pasti jadi trauma banget ya sampai sekarang masih ingat saja.

    Kalo aku pas SD pernah berantem tapi ngga ingat kelas berapa. Berantem pukul pukulan sampai tangannya dia kena hidungku dan mimisan. Iya hidungku sampai berdarah.

    Aku lalu pulang ke rumah dan ngadu bapakku. Tahu apa yang bapakku lakukan, boro boro ke sekolah minta pertanggungjawaban pihak sekolah atau orang tua nya anak itu, aku malah disabet pake bambu di kaki sama pantat sampai merah, katanya karena aku nakal, bukannya belajar.πŸ˜‚

    Tapi selain momen itu sepertinya ngga ada momen lain yang spesial sih, apalagi sampai suka sama cewek, mungkin belum kepikiran, sukanya ya main kelereng atau layang layang.πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin di alam bawah sadarku, ada sedikit rasa takut akan kejadian itu jadi keingat terus πŸ˜‚

      Wadaw, kok bisa berantem sampai pukul-pukulan gitu, Kak Agus? πŸ˜‚
      Pukpuk Kak Agus. Tapi habis dipukul bapak, besokannya udah nggak berani berantem lagi dong?

      Huahahah Kak Agus kayaknya mahir banget nih main layangan 🀭. Aku penasaran lho ingin bisa berhasil main layangan, soalnya nggak pernah berhasil πŸ˜‚

      Hapus
  7. Ngomongin hal buruk, pas kak Eya kasih mimpi aneh juga begitu. Malah saya lebih gampang ingat yang mimpi buruk ketimbang mimpi yang baik. Lucu juga tuh.

    Cerita pertama dibuka dengan agak gloomy. Ngga kebayang kak Lia pas dipukul terus kena dompet yang resleting besi itu. Sama guru SD-ku juga pernah dinasehati untuk masalah di sekolah jangan buru-buru di bawah ke rumah. Karena orangtua ngga benar-benar tau duduk perkaranya.

    Saya ngga gitu suka dengan istilah cinta monyet sebenarnya. Meski definisinya, cinta monyet itu cinta anak-anak yang tidak bahas hal serius. Tapi bagi kami saat itu, ngobrol hal yang kami senang itu adalah keseriusan yang paling nyata. Ha ha ha. Kenapa sakit sekali, mungkin karena kak Lia mendamnya bertahun-tahun. Jadi macam dikasih harapan selama itu, tapi dipatahinnya cuma sehari. Pas kak Lia pulang dengan langkah berat, lagu Berhenti Berharap milik Sheila On 7 mengalun kayak di film-film. Ha ha ha.

    Cerita SMA kak Lia yang itu memang salah satu cerita epik sih. Apalagi pas dibacain di radio itu. Saya masih ingat betul. Ha ha ha. Alasan saya kasih tema ini biar bisa nostalgia bareng, pengen liat ada hal seru apa dari perjalanan sekolah teman-teman. Seperti yang saya harapkan, semuanya seru dan menarik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang buruk-buruk memang lebih membekas dalam ya, Hul πŸ˜‚

      Betulll. Pesan itu yang ingin aku utarakan lewat ceritaku. Kelak kalau kita jadi orangtua, semoga kita bisa menjadi orangtua yang bijaksana yaa 😁

      HAHAHAH iya juga sih 🀣 meski sekarang dibilang cinta monyet, pada masa itu terjadi, rasanya itu kesenangan dan keseriusan paling nyata. Deg-degannya bisa sampai berhari-hari 🀣. Wkwkw iya sepertinya karena udah dipendam bertahun-tahun dan sempat berpikir bahwa dia juga suka sama aku, jadi sakitnya bangettt pas tahu kenyataan tsb πŸ˜‚. Udah kayak adegan di MV dong? 🀣

      Wkwkwk jadi malu aku 🀣. Terima kasih Rahul udah memberikan tema ini, benar-benar bikin nostalgia dan seru banget baca cerita teman-teman lainnya 🀩

      Hapus
  8. Aku kezel sama tmn mama kamu waktu TK itu Lia, kok bisa2nya dia langsung main tangan sama nak kecil gitu, anak perempuan pula. Harusnya dia nasehatin dulu anaknya itu, kayaknya anaknya itu ngadunya ditambah2in bumbu deh.

    Jadi reminder banget buat aku sbg orang tua, kalau anakku ngadu sesuatu, aku ga mau telan mentah2, aku ga mau kalau ternyata anakku yg salah tp aku nyalahin orang lain. Mendidik anak yg ga bener juga kan, nanti dia kebiasaan kaya gitu.

    Terimakasih udah berbagi cerita ya Lia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya memang ngadunya berlebihan, Kak πŸ˜‚ Mamaku cerita sih soal anak itu ngadunya apa, tapi aku lupa wkwkwk

      Yesss! Semoga Kak Meta bisa menjadi orangtua yang bijaksana yaa πŸ€—, biasanya memang orangtua gampang tersulut kalau dengar anaknya disakiti, tapi lebih baik berusaha mendengar dari dua sisi atau minta bantuan guru kalau kejadiannya di sekolah.

      Hapus
  9. Bener banget Li kalau anak kecil bertengkar itu bisa bentaran banget, tapi kalo yang dewasa ikuran tengkar hhhhh bisa sampe tahunan itu masih gontok-gontokan. Iya nggak adil banget emang orang dewasa lawan anak kecil, nggak wise juga sih. Untung mata kamu nggak kenapa-kenapa T_____T aku ngeri baca yang mata kamu kena resleting dompet mamanya teman kamu T_____T

    Momen TK yang masih aku ingat adalah...ada temanku yang nelen duri ikan bandeng sampai gurunya bingung gimana nolongnya, ada temenku lagi yang *maao ye* eek di kelas sampe ibunya yang harus bersihin dan ngepel, terus aku pernah tuh jam makan siang malah lari ke ayunan bukannya cuci tangan. xD sama gurunya cuma dilihatin, aku udah pingin banget mainan ayunan soalnya selalu kalah sama temen laih, eh salah timing xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahkan sampai sekarang, mamaku kalau cerita kejadian itu masih berapi-api lho, Kak Endah 🀣 Terbukti sekali pernyataan itu ya wkwk. Nahhh, untungnya nggak sampai kena kornea mata, kan ngeri banget 😫 makanya mamaku marah banget pas tahu soalnya bahaya banget kalau daerah mata 😫

      Huaaa kok ibunya teman Kak Endah sampai turun tangan? Itu ibunya kok bisa tahu? Nungguin di sekolah ya? Ibunya teman Kak Endah bertanggung jawab bangettt huhuhu aku malah terharu bacanya 😭.
      Lagi terharu gini, terus pas baca cerita Kak Endah yang salah timing malah bikin ngakak dong 🀣. Astagaa ngakak banget 🀣 segitu penginnya main ayunan sampai ngebut lari kelua kelas ya wkwkwk

      Hapus
  10. Hmm masa TK ya, mau cerita tapi aib banget ceritau ini HAHAHAHAHA
    Kapan-kapan alo udah siap mental au cerita di blogu hihihi

    BalasHapus
  11. Haha seru juga ya ceritanya. Biasanya sih momen yang peling di ingat dan paling menyenangkan itu ada di masa SMA.

    Semasa TK kayaknya gak ada momen yang menarik untuk diceritakan, karena aku TK cuma bentaran doang. Aku merasa pelajaran di TK udah bisa semua, seperti membaca dan menulis. Jadi aku merasa bosan. Hehe bukannya sombong ya πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk aku jadi ngakak bacanya 🀣. Berarti Kak Dede langsung lompat kelas ke SD gitu kah? Makanya TK hanya sebentar saja?

      Hapus
  12. Memori waktu TK tuh ngenes banget Li... nyebelin banget. Kalau aku bisa ketemu ibu-ibu itu juga pasti aku marah-marah. Pake dompet pula dan abis itu ngancem. Jelas kan dia tahu kalau dia salah... untungnya Mama Lia juga sigap ya, punya ortu yang nge-backup tuh keberuntungan banget hikz :((

    Aku menemukan dua pola sama dengan kehidupanku di bagian SD dan SMP. Waktu SD, entah kenapa cowok yang disukai cewek-cewek sekelas memang selalu sama. Kayak semuanya harus ikut trend termasuk naksir cowok WKWKWK. Kalau SMP, sudah jelas yaa! SMP tuh waktunya kita ber alay ria sampai sekarang suka nggak mau diinget...

    Seneng banget nggak sih Liii, dari SMA sampai sekarang masih bisa mengaitkan kenangan-kenangan dengan si Prikitiew :" Yok yok ditunggu kelanjutannya ya, ku menunggu kelanjutan kisah high school sweetheart-nya~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau dijadiin FTV, pas adegan ngancemnya pasti bikin ibu-ibu yang nonton jadi gemez πŸ˜‚. Pada akhirnya, sang ibu tahu kalau beliau salah, that's why beliau nggak berani menampakkan muka lagi di sekolah semenjak kejadian itu πŸ˜‚. Betul sekaliii, aku juga merasa beruntung punya orangtua yang mau ngeback-up seperti iniii 😭

      Wkwkwk iya ya, kayaknya kalau ketinggalan trend tuh merasanya akan dikucilkan sama seisi kelas padahal mah cuma imajinasi semata πŸ˜‚. Kak Mega, I can relate 🀣 Aku juga suka malu kalau ingat dan cerita masa-masa SMP karena aku alay bingits pada masa itu wkwk

      Wkwkwk ditunggu kelanjutannya ya, Kak Mega 😝

      Hapus
  13. Pas baca judulnya, beneran aku mikir ini ada seri Reply baru lagi ya?
    Eh ternyata ceritanya Lia. Kok masih inget aja dengan detail cerita-cerita masa sekolah gitu sih. Apalagi yang jaman TK. Mungkin karena masih membekas sampe sekarang yaa.
    Btw, semoga langgeng ya dengan Prikitiew.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha judulnya clickbait banget ya, Kak Dini 🀣 Maaf yaaa 🀣
      Beberapa yang berkesan masih membekas sekali di memori. Kak Dini juga pasti ada cerita-cerita menarik pas di sekolah yang masih membekas 🀭
      Amiiinnn aminnn. Terima kasih banyak atas doanya, Kak 😘

      Hapus
  14. Liaa ya ampun kok tega banget mamanya temen kamu sampai mukul anak kecil sampai luka di deket mata. Makanya tuh dia pasti ngerasa ketakutan karena mama kamu mau minta pertanggungjawaban 😀😀

    Eeeh bener doong mau cerita kamu sama Prikitiew lebih banyak lagiii wkwkwk we want more we want more *demo* gemes abisnya kalian dari SMA tapi masih maniiis banget sampe punya keluarga kucing bareng-bareng. Aku doain Lia sama Prikitiew langgeng terus yaaa πŸ’–

    Btw Li, bener-bener ga penasaran sama siapa yang ngasih surat? Dia kebingungan kali nungguin kamu abis nyelipin surat, eeh kamunya clueless πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emaknya temanku mungkin emosi banget saat itu, mungkin dia khilaf mukul terus baru sadar pas udah sampai rumah πŸ˜‚

      Wkwkw jadi makin banyak yang nungguin kelanjutan ceritanya, aku jadi malu 🀣. Terima kasih udah mau menunggu, Kak Eya πŸ˜†. Amin aminn aminnn untuk doanya 😘

      Kak Eya, saat itu aku penasaran banget sama siapa yang kirim πŸ˜‚ di satu sisi, aku takut juga cuma dikerjain jadi nggak berani bilang ke teman-teman πŸ˜‚. Kalau dipikir-pikir, seandainya itu beneran dikirim oleh orang, kasihan ya dia nungguin depan gerbang di hari itu dan aku nya nggak dateng πŸ˜‚. Kalau aku tahu orangnya, aku ingin minta maaf deh πŸ˜‚

      Hapus
  15. Eleeuuh si ibuk maen tangan aja! Padahal baru dengar dari satu sisi doang. Mentang-mentang belain anaknya, malah main tangan ke anak lain πŸ˜•

    Untung kamu cerita Lia ke mamamu dan mamamu pun peka juga sama kondisimu saat itu. Soalnya kebanyakan victim itu mendem sendiri terus jadi trauma deh. ckckck

    Ecieeee Lia... Uda naksir cowo dari kelas 3 SD? hihihi Aku tergolong yang lambat suka sama cowonya. Baru naksir-naksiran di SMP. Dan kayanya ga ngerasain patah hati yang sebegitunya karena uda suka dari lama. Hehehe Tapi itu pasti jadi gontai bener ya pas tau dia naksirnya sama temen lain huhuhu Uda geer sampe ditarik tangannya segala juga kan kek di pilm2. Eh taunya bukan ke Lia naksirnya >.<

    Cieee hot couple of the year. Sweet banget sih kamu Lia ama prikitiw hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah benar tuh, Ciii. Untung saat itu, aku tetap berani bilang ke mamaku, kalau dipendem sendiri, aku nggak tahu gimana nasibku kelak πŸ˜‚

      Wkwk Ci Frisca bilang begitu, aku jadi malu 🀣 saat itu cuma suka-sukaan aja, nggak ngarep jadi pacar karena belum ngerti juga sih. Cuma kalau dibanding dengan Cici, kayaknya aku terlalu cepat suka-sukaannya 🀣. Beneran lemes banget karena salahku ke-pede-an sendiri, makanya ngerasain patah hati banget saat itu 🀣

      Wkwk Ciii, aku jadi malooo πŸ™ˆ

      Hapus
  16. Wajar itu mamamu marah. Kalo sampe anakku digituin juga, aku bawa jalur hukum juga mungkin ibu2 yg udh mukul anakku -_- .beraninya kok anak kecil . Emosi ih bacanya...

    Masa2 sekolah buatku yg paling nyenengin juga Li. Lebih drpd kuliah :).

    Yg di Aceh nyenengin, yg 6 bulan di Medan pun juga sama. Aku sempet pindah ke Medan 6 bulan sebelum tamat SMU soalnya. Krn wktu itu hrs eksodus gara2 pemberontakan GAM makin serem. Yg aku inget pas di Medan, aku Deket Ama cowo, beda kls, cuma tinggal jadian doang. Tapi mudian aku ngelakuin something yg ternyata bikin dia ga confident utk nembak. Aku beli parfum Estee Lauder, dan pas dia nemenin aku beli itu, besoknya lgs ksh surat, yg bilang dia suka Ama aku, ada planning mau nembak tp blm nemu timing pas, tapiiiiiii setelah kemarin nemenin aku beli parfum dengan hrg segitu, dia putusin utk mundur, Krn merasa tidak sanggub dr segi keuangan huaaaaaaa, aku nangis Li wkwkwkwkkwk...

    Gara2 itu aku sempet benci Ama parfum Estee Lauder yg udh dari SMP aku pake hahahahahah . Aku tuh sempet bilang, aku ga masalah duit dia dikit, toh kan kami msh sekolah. Wajarlaaah. Ntr juga kalo udh kerja, udh mandiri. Tapi dia ttp mundur. Dan gara2 itu, aku nekad terima temen baik dia, jd pacarku walopun sbnrnya aku ga ada rasa sedikitpun. Cm mau pelampiasan aja :(. Dan aku tau caraku ga bener. Yg pasti itu cowo cm seminggu trus aku tinggalin :(.

    Itu berkesan sih. Tapi lucunya, skr aku dan si cowo minder, malah temenan, kami udh sama2 nikah. Hahahahaha tp malah berteman baik :). Tiap aku ke Medan aku kontak dia, gitu juga pas dia ke JKT, kami ketemuan Ama suamiku juga.

    Kalo ttg Estee Lauder, aku udh ga benci lagi :p. Begitu perasaanku ke dia udh balik normal, ya sudah, jd suka lagi Ama si Estee Lauder kesayangan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mamaku juga marah banget saat itu, Kak πŸ˜‚ sampai keesokan harinya, mamaku datengin sekolahan gitu saking keselnya πŸ˜‚

      Wadaw, cerita Kak Fanny kok nyesek bangettt 😭. Pasti Kak Fanny nangis karena aku bacanya aja nyesek sendiri 😭. Apalagi ditambah dengan Kakak tahu fakta dia mau nembak tapi nggak jadi, itu lho yang bikin nyesek 😭

      Lucunya sekarang malah jadi teman baik yaaa wkwkwk. Nggak ngerasa awkward apa, Kak? 🀣.

      Pada akhirnya, sulit yang namanya pisah sama parfum favorit sepanjang masa ya 🀣

      Hapus
  17. Hai Lia dah lama ga main dan judul reply 2000 yg paling menarik perhatian Krn emang mirip judul drakor hehehe..


    Dari yg saya baca yg paling membekas pas TK itu jg. Ga nyangka ada mama bocah2 yg gampang ke pengaruh sama omongan anak sendiri tanpa diselidiki benar terlebih dahulu.
    Sebagai ibu dari anak yg usia segitu, saya paham benar, anak2 masih sulit membedakan mana yg imajinasi, mana yg kenyataan (bukan berarti bohong ) Jd kita yg dewasa yg harus bijak.

    Puk2 Lia..
    Semoga Jd bahan pembelajaran yg baca ya.. sebagai orang tua ga boleh main hakim sendiri. Untung mama papa Lia jg cepat tanggap dan mau koordinasi dgn sekolah.

    BalasHapus
  18. komenku ngga ada, berarti belum komen waktu itu hahaha
    yang odop Rahul kemarin nggak semua keburu buat dibacain, sampe lupa ada post ini
    yampunnn ingatan waktu TK masih ingat dan pas yang diingat kok ya pas momen sedih itu, tapi kayaknya anak umur 5 ataun 6 taun pas sekolah ada beberapa memori yang bisa diingat, aku juga masih inget beberapa momen waktu TK

    kalau kenangan "jelek" yang ibu ibu tadi, kayaknya memang susah buat dilupain, soalnya membekas banget gitu

    waduhh ceritanya waktu SD udah mengalami cinta bertepuk sebelah tangan ya Li
    ehmmm aku kayaknya enggak, lah wong nggak ditembak hahahaha

    BalasHapus

Words of The Dreamer. Theme by STS.