HOW MANY CLOTHES DO YOU HAVE?

Selasa, 12 Mei 2020




Pernah nggak terlintas dipikiran kita untuk sebuah pakaian seharga 50ribu, berapa harga modal bahan, proses dan gaji karyawan yang dikeluarkan? Kadang aku terpikirkan beberapa hal tersebut ketika sedang melihat-lihat pakaian dengan harga yang murah, "wow harga pakaian ini murah banget! Modalnya berapa ya bisa semurah ini?"

Kebanyakan dari kita hanya terpikirkan akan permukaannya saja, tapi sebenarnya dibalik itu semua terdapat banyak hal yang kurang mendapat perhatian.

Gaji karyawan bahkan limbah yang dihasilkan dari pembuatan pakaian merupakan suatu hal yang sangat berdampak besar bagi kehidupan, namun sering terlupakan bahkan tidak pernah terpikirkan sedikitpun.

Banyak karyawan dari perusahaan pakaian besar ternama yang hidupnya tidak sejahtera karena jam kerja yang berlebihan dan gaji yang sangat kecil.

Limbah-limbah pewarna pakaian yang berbahan dasar kimia juga dibuang secara sembarang di perairan terdekat dari pabrik mereka, yang hasilnya merusak ekosistem perairan di sekitar daerah tersebut.

Belum lagi mengenai limbah-limbah pakaian sisa potong. Sekitar 12-15% adalah limbah sisa potong dari jumlah bahan yang ada. Jadi, misalkan ada 100 meter kain, 12-15 meternya adalah sisa potong yang tidak bisa terpakai atau contoh lainnya adalah sekitar 1 dari 6 baju, yang artinya kita masih bisa membuat sekitar 1 baju lagi dari hasil sisa potong yang ada.

Di satu sisi, ada lagi limbah gas dan jejak karbon akibat tranportasi yang digunakan dari proses pembuatan hingga jual beli pakaian.

Wah, ternyata ada begitu banyak sisi kelam yang terlupakan dalam perjalanan sebuah pakaian, yang bahkan tak pernah terpikirkan sebelumnya oleh diriku, dan sayangnya baru aku sadari baru-baru ini.

Memang, ada yang dinamakan sustainable fashion, eco fashion, ethical fashion yang dalam proses pembuatan pakaian, mereka menggunakan bahan yang berkualitas terbaik, pewarna alami dan karyawannya pun hidup sejahtera karena digaji dengan layak dan jam kerja yang layak. Tapi, jujur saja menurutku, untuk itu semua harganya tidak murah. Harga 1 buah baju bisa di atas 500 ribu rupiah, bahkan ada yang jutaan rupiah.




Oleh karena itu, aku mau mengajak teman-teman semua untuk lebih berkesadaran ketika membeli sebuah pakaian. Kita boleh saja tetap membeli pakaian di toko tempat biasa kita beli, tapi kita harus pastikan bahwa kita benar-benar membutuhkannya dan memakaianya paling tidak sebanyak 30x, juga dirawat secara baik sehingga masa hidup pakaian tersebut jadi lebih panjang. Jika ada pakaian yang sudah tidak kita sukai, bisa kita donasikan ke orang yang lebih membutuhkan, atau bisa juga di jual di toko jual beli barang bekas online. Oh iya, kita juga bisa beli pakaian bekas lewat toko online untuk memperpanjang masa hidup pakaian tersebut, lho.

Jadi, mari kita lebih berkesadaran dalam membeli pakaian. Hal terkecil sekalipun akan berdampak besar bagi lingkungan.


The dreamer.

3 komentar

  1. hari ini aku beresin lemari dan berhasil nyingkirin setengahnya mba :D... sumpek ngeliat lemari yg kayak kepenuhan, akhirnya aku pilah-pilah mana baju yang masih aku suka dan rutin pake, dan mana yang aku ga tertarik samasekali.

    itu susah ternyata yaaa, karena kadang melihat baju A, kok ya sayang mau dibuang, tapi kalo dipikir ga tau juga kapan akan dipake. malah aku nemu beberapa baju yang teryta aku belum pernah pake samasekali, dan ga tau juga kapan akan dipake ;p. sampe bingung sendiri, itu dulu baju aku beli atas dasar apa yaaaa wkwkwkwkw .

    pengennya tetep bisa konsisten utk selalu menjaga jumlah baju agar ga numpuk, dan semisal aku beli 3 baju baru, harus bisa membuang 3 baju yang di lemari supaya ga numpuk tadi. Itung2 bantu ngurangin limbah kain juga, supaya ga asal belanja baju

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, bener banget. Aku juga melalui proses ini sewaktu memilah baju-bajuku. Rasanya sayang mau dibuang, mana baru dipakai beberapa kali pula 😂

      Huahahaha sering aku lihat orang-orang yang sangking banyak bajunya sampai ada baju yang nggak kepakai dan kelupaan. Biasanya sih itu belinya pas impulsif 😂

      Yuk sama-sama belajar kak! Aku juga lagi belajar konsisten buat menjaga jumlah baju, dan belajar buat beli kalau benar-benar butuh aja 😆

      Hapus
  2. setuju! aku pakai baju sampe bener-bener jelek bajunya, tapi masih mikir-mikir untuk beli preloved huhu soalnya aku anaknya ga percayaan sama barang bekas pakai orang T_____T walaupun bajunya bersih ya.

    BalasHapus