Forever Monday #JanexLiaRC.

Ruth Priscilia Angelina | 320 hal. | Bahasa Indonesia | Gramedia Pustaka Utama


✨ Blurb ✨

Ingga akhirnya mendapatkan hari Senin untuk menjadi pacar Eras, playboy yang punya begitu banyak pacar, satu gadis untuk satu hari. Sampai Ingga bertemu Kale, playboy lainnya yang berparas tampan.

Kale mengubah hidup Ingga, memberikan warna di hari-hari kelam gadis itu, mengajarinya bagaimana bersenang-senang dan bagaimana menyayangi dirinya sendiri. Kale membuat hati Ingga jungkir balik, membuat dunia gadis itu porak-poranda dengan segala kasih sayangnya yang aneh.

Namun itu bukan berarti Ingga telah berpaling dari Eras. Gadis itu tetap mencintai Eras. Bahkan sampai pada saat Kale memintanya secara resmi untuk menjadi pacarnya, Ingga tetap mempertahankan posisinya sebagai pacar hari Senin-nya Eras.

Hari-hari bergulir, di samping kisah cinta yang rumit, fakta demi fakta bermunculan. Fakta bahwa Eras dan Kale dulu adalah sahabat dekat. Dendam lama yang disimpan rapi selama bertahun-tahun belakangan kini menuntut pembalasan. Pembalasan yang akan menghancurkan hidup Ingga dan orang-orang yang disayanginya.


🧚🏻‍♀️ Review 🧚🏻‍♀️

Sebenarnya aku tahu Kak Ruth karena sering lihat namanya sebagai editor buku yang pernah aku baca, jadi begitu tahu Kak Ruth juga menulis novel, hati ini mulai penasaran dengan karya beliau 👀. Dan, setelah membaca karya Kak Ruth yang berjudul Tokyo & Perayaan Kesedihan yang bikin hatiku berasa hampa, apalagi setelah tahu bahwa kenyataan endingnya begitu, aku jadi pengin baca karya Kak Ruth lainnya 🙈. 

Niat awalnya ingin baca RD Light, tapi ternyata udah ditarik dari Gramedia Digital 🥲 sehingga aku memilih Forever Monday untuk bacaan kedua karya Kak Ruth. 

I have no idea kalau ceritanya bakal seperti ini 🥲. Dari awal sampai akhir cerita benar-benar kelam, bahkan harapan untuk happy ending aja kayak nggak bisa kelihatan di sepanjang cerita 😂. Perasaanku setelah membaca Forever Monday tuh nyesek se-nyesek-nyesek-nya 💔 dan efeknya masih berasa sampai sekarang, setelah berjam-jam aku selesai baca bukunya 😂. Setelah dipikir-pikir, pantas aja cover buku ini gelap banget, eh ternyata memang sesuai isinya 🥲.

Kak Ruth tega banget dengan semua karakternya di buku ini 😂. Nggak ada satu-pun yang sepanjang hidupnya selalu bahagia, which is realistis sih karena hidup manusia ada pasang surutnya, tapi kayaknya kehidupan semua karakter di sini selalu lebih banyak kesedihannya 😂.

Di satu sisi, aku kasihan dengan Eras, tokoh utama pria di buku ini, dia haus kasih sayang tapi perlakuannya kepada Ingga, tokoh utama perempuan, benar-benar terlalu kasar 😓. Bikin emosi banget bacanya 😤. Pengin banget ngomong kasar ke Ingga karena terlalu pasrah waktu diperlakukan dengan kasar oleh Eras 🤬. Untungnya, ada tokoh Kale dan Gino yang bisa mengobati kekesalan terhadap kedua tokoh utama. 

Sebagian adegan cerita mungkin too cheesy dan too drama bagi sebagian orang, tapi untukku yang jarang baca buku romance, aku nggak terlalu terganggu dengan adegan-adegan yang ada di novel ini. Kalau ada yang menganggu, paling di beberapa bagian yang salah ketik pada nama karakter yang bikin agak bingung saat baca, tapi nggak banyak kok 😀.

Gaya berceritanya juga enak, cukup mengalir untukku. Cuma sepertinya buku ini hit or miss untuk sebagian orang (kalau dilihat dari review di Goodreads). Untukku, karena buku ini sukses bikin remuk dan nyesek, jadi aku bisa bilang bahwa aku suka dengan buku ini 😆. 

Untuk teman-teman yang ingin baca buku ini, pastikan kalian siap mental ya sebelumnya dan harap diperhatikan trigger warningnya (dead, abuse, suicide, abandonment, cursing). Cukup banyak ya 😂.

Teman-teman ada yang pernah baca buku karya Kak Ruth? Yang judulnya apa? 😁.

8 komentar

  1. Aku baru dengar kak Ruth ya dari Liaa ini.. ahahah.
    Jadi ini buku tentang orang pacaran, narsistik gtu ya Lii? penasaran sih abis baca reviewnya Liaa.. Cuma ya itu cocok nggaknya.. wkwk Soalnya bukan tipe penikmat buku romance. ahaha. Tapi ada dead2nya. Jadi makin penasaran, dendam apa yang terjadi antara si Kale dan Eras. terus kenapa juga orang-orang mau jadi pacar satu hari padahal udah tahu dia playboy 🤔

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi menambah list pengarang lokal baru ya, Bay 😆.
      Wkwk kalau bukan tipe penikmat romance kayaknya nggak cocok, Bay, soalnya buku ini romancenya kental banget sih 😂. Bayanginnya kayak nonton FTV romance aja, Bayu suka nggak? Kalau nggak suka, aku nggak recommend untuk baca buku ini wkwk
      Mending baca buku lain dari Kak Ruth yang judulnya Tokyo & Perayaan Kesedihan. Itu bagus juga, tapi lumayan dark 😂

      Hapus
  2. Aku curiga Kak Ruth ini terinspirasi dari slogan "I Hate Monday" jadi bayangin aja kalau selamanya hari Senin wkwk.

    Kalau baca dari blurb-nya keliatannya temanya mainstream ala-ala metropop dengan playboy tampan etc-nya. Tapi, kalau baca dari review Lia, ternyata 'gelap', ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi tuh, Kak Hicha 🤣. Judulnya bikin penasaran banget sih, kenapa dinamakan Forever Monday sedangkan orang biasanya sebel kalau udah menyambut hari Monday 🤣

      IYAA BENAR SEKALIII!! Plot ceritanya juga ala-ala FTV banget tapi versi dark, Kak 😂 bikin ingin menghela nafas terus saking capek lihat para karakternya. Mungkin kalau ibarat FTV, ini mirip FTV di Indosi** 🤣

      Hapus
  3. Baca review kamu kok aku jadi inget novelnya Orizuka yang Summer Breeze ya hahaha, sama-sama kelam juga ceritanya. Cuman kayaknya lebih kelam Forever Monday ini deh. Btw sebelum aku baca review kamu, Li, kirain ini buku non-fiksi lho yang membahas kesebelan orang dengan hari Senin. xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woaa, aku belum pernah baca buku itu, Kak! Tapi aku ga sangka lho kalau Orizuka ada menulis buku yang dark! Aku pikir bukunya manis-manis hangat semuaaa 🤣.
      Huahahaha aku pun akan berpikir demikian kalau nggak lihat logo Metropop di pojok atas kiri 🤣, judulnya menggiring opini sekali ya 🤣

      Hapus
  4. Hmmmm, aku baca spoiler nya aja, buku jenis buku yg aku suka kalo terlalu dark gini Li 😅. Apalagi yg ending sedih... Aku sangat sangaaat baper kalo baca atau nonton film sedih. Bisa lama ngaruh ke mood. Jadi memang sangat menghindari buku begini. Itu kenapa aku ga masalah baca spoiler. Utk tahu buku atau film atau drama itu bakal aku tonton atau ga. Lebih BGS baca thriller pembunuhan yg super sadis drpd baca yg sedih soalnya 🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk aku ingat banget Kak Fanny nggak suka buku yang endingnya sedih jadi memang aku tidak recommend untuk Kakak baca buku ini karena ini endingnya begitu lah 😂. Kak Fanny kuat baca yang sadis-sadis kan ya? Udah pernah baca "Napas Mayat" belum, Kak?

      Hapus

Words of The Dreamer. Theme by STS.