Summer Reading List 2020.

Jumat, 10 Juli 2020


Awal tahun ini, aku kembali membuat Reading Challenge untuk diriku. Goals yang aku tentukan tidak banyak, hanya 12 buku yang artinya paling tidak di dalam 1 bulan harus membaca 1 buku.

Well, kondisi PSBB kemarin membuat Reading Challenge aku jadi terpenuhi hanya dalam waktu 5 bulan (人*´∀`)。*゚+  *nggak tahu harus senang atau tidak.

And Inspired from Kak Ruth, aku ingin membuat list buku apa saja yang sudah aku baca selama tahun 2020 ini. Apa saja buku yang telah aku baca sejauh ini? 



Here they are!


Non Fiction Books (Self-Help)


Am I There Yet? ⭐⭐⭐
Aku enjoy baca buku ini tapi nggak banyak hal yang bisa dipetik dari buku ini, karena isi buku ini adalah sebagian dari kisah hidup sang penulis.


Kamu Terlalu Banyak Bercanda ⭐⭐⭐
I prefer the part one from this series which is "Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini". Buku kedua ini biasa aja, bahkan kurang berkesan menurutku sampai isinya aja aku udah nggak terlalu ingat ( ̄ヘ ̄;)


The Four Agreements ⭐⭐⭐⭐⭐
Bintang lima buat buku yang sudah membuka pikiranku menjadi lebih luas lagi!
Walaupun ditulis dalam Bahasa Inggris, tapi buku ini mudah dimengerti dan tidak bertele-tele. Nggak heran kalau banyak orang yang merekomendasikan untuk membaca buku ini.


Tak Mungkin Membuat Semua Orang Senang ⭐⭐⭐⭐⭐
Pas baca buku ini, cuma bisa manggut-manggut aja karena isinya relate banget sama diriku. Terjemahannya juga enak dibaca.


Segala-galanya Ambyar ⭐⭐⭐
Ini versi terjemahan dari buku yang berjudul "Everything is F*cked" karya Mark Manson.
Karena aku suka sama buku pertamanya, aku pikir aku akan suka juga dengan buku ini. Turns out, it's a no for me. Bukunya nggak sebagus dan nggak berkesan seperti buku pertamanya. At least for me ಥ_ಥ


I Decided to Live As Myself ⭐⭐⭐⭐⭐
Oke, jadi tahu kan kenapa buku ini laris manis? Karena Jungkook BTS kedapatan membaca buku ini (。ノω\。)
Tapi, memang bukunya bagus. Banyak poin-poin yang bisa diambil dan dilakukan. Terjemahannya oke lah. Ada ilustrasinya jadi nggak bosan pas baca buku ini.


How to Win Friends and Influence People in The Digital Age ⭐⭐⭐⭐⭐
Sungguh. Ini buku rekomendasi sejuta umat tapi memang buku ini bermanfaat sekaliii.
Well, aku saranin bacanya versi terjemahan aja biar lebih mudah diserap, soalnya buku ini seperti buku pelajaran, nggak bisa tuh yang namanya dibaca seharian langsung habis, yang ada malah mabok ಥ‿ಥ
Jujur, aku beli buku ini dari tahun lalu tapi baru selesai baca di awal tahun ini •́ ‿ ,•̀
Segitu lamanya karena menurut aku bacaan ini agak berat tapi bermanfaat banget dan bisa diterapin di kehidupan sehari-hari.


Bukannya Malas, Cuma Lagi Mager Aja ⭐⭐⭐⭐⭐
Another Korean Self-help Book! Jujur, buku ini terjemahannya lebih ciamik dibanding buku "I Decided to Live As Myself" walaupun penerbitnya sama. Ilustrasinya lebih berwarna dan tulisannya lebih ringan, tapi tetap berbobot. Anyway, buku ini ditulis oleh ilustrator buku "I Want to Die but Want to Eat Tteopokki" yang hits itu lho.


Mengejar Ujung Pelangi ⭐⭐⭐⭐⭐
Buku kesukaanku!! Udah aku baca berkali-kali karena tulisannya ringan dan relate banget sama aku. Aku pun merasa banyak banget tertampar melalui tulisan yang ada di buku ini •́ ‿ ,•̀


The Path Made Clear ⭐⭐⭐⭐⭐
Buku ini ditulis oleh salah satu pembawa acara kondang di U.S, bisa tebak siapa? Yang jelas beliau adalah seorang perempuan yang punya pengaruh besar dalam dunia pertelevisian karena acaranya hits abies.
Buku ini berisikan penggalan-penggalan percakapan beliau dengan para bintang tamu dalam acaranya. Buku yang cukup unik karena menampilkan banyak perspektif yang berbeda namun memiliki topik yang sama. Worth to read 😍



Wow, ini baru non-fiction books aja tapi ternyata udah panjang aja postnya (。ノω\。)
Dan ternyata di awal tahun ini, aku udah baca 10 buku dalam kategori self-help!! Kaget juga pas dibikin list seperti ini.
Tapi apakah hidupku mempunyai banyak perubahan? Jawabannya adalah sedikit!! Eh lumayan deh hahaha. Ya setidaknya ada perubahan dan penambahan pengetahuan ya (^∇^)ノ




Fiction Books


Rainbirds ⭐⭐⭐⭐⭐
My first fiction book after YEARS!
Dan aku senang banget karena setelah baca buku ini, aku jadi semangat untuk membaca fiksi lainnya. Buku ini merupakan fiksi yang bagus banget menurutku. Ide ceritanya lain daripada novel-novel lain yang pernah aku baca, dan emosi setiap tokohnya berasa banget. Nah, buku kedua dari pengarang yang sama, sudah rilis bahkan udah ada versi terjemahannya! Aku jadi galau mau beli yang versi asli atau terjemahan ಥ╭╮ಥ 

Anyway, pengarang buku ini adalah orang Indonesia yang debut di luar negeri, makanya buku karangannya ditulis dalam Bahasa Inggris.


Murder on The Orient Express ⭐⭐⭐⭐⭐
My first detective genre kind of book! 
Nggak nyesel bacanya karena tulisannya bagus, detil, bikin pembaca jadi mikir. Jadi ingin baca buku karya Agatha Christie lainnya. 

Tetapiii, sayang sekali, filmnya nggak sebagus novelnya *perkara biasa dalam hal film adaptasi*


Handle With Care ⭐⭐⭐⭐
Ingin baca sesuatu yang bikin hati remuk? Ini bacaan yang tepat! 
Di setiap bab diceritakan dari sudut pandang berbeda dari setiap tokoh yang ada, jadi emosinya lebih dapat lagi. Bikin remuk berkeping-keping pas baca ಥ_ಥ


Norwegian Wood ⭐⭐⭐⭐⭐
Nggak perlu dikomentari apa-apa, kalian udah tahu kan kalau novel ini hits banget? Alur cerita, penokohan, emosi, semuanya dapat banget.


Kafka on The Shore ⭐⭐⭐⭐⭐
Another Haruki Murakami's book, that I found interesting enough. Ide ceritanya unik, nggak mudah ketebak, susah dimengerti tapi cukup menyenangkan untuk dibaca.


Every Day ⭐⭐⭐
Ide cerita dari buku ini cukup menarik tapi jalan ceritanya biasa saja menurutku.






Nah, dari judul-judul buku di atas, adakah yang sudah pernah kalian baca sebelumnya?

Atau ada yang masuk to-read list kalian?
Let me know!



The dreamer.

39 komentar

  1. Astagaaa udah banyak banget buku yang kamu bacaa. Ini buku fisik semua yaa, Lia?

    Aku tertarik dengan semua judul buku non fiksinya nih,soalnya judulnya lucu-lucu 😆 kayaknya sekarang buku korea populer mulai diterjemahkan ke Indonesia gara-gara dibaca idol ya hihi aku baca yang I want to die but i want to eat tteokppoki itu juga karena Namjoon 🙈

    Abis ini cuss ah borong ke Gramedia 😝

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak sadar udah baca sebanyak ini ci 🙈
      Karena WFH dan pinjam di Bacadihalaman, jadi makin cepet lagi bacanya huahaha.

      Ada beberapa yang ebook kalau fictionnya, aku baca di iPusnas.
      Nah, kalau yang non-fiction itu fisik semua 😂


      Oh ya, beberapa non-fiction kemarin aku lihat tersedia di Gramedia Digital. Di sana bisa membership sebulan 45rb terus bisa akses buku-buku yang ditentukan, banyak buku-buku non-fiction yang oke juga lho ci. Boleh tuh ditengok kalau cici tertarik ebook 🙊

      Betul! Itu ada 3 buku non-fiction yang aku baca, terjemahan dari Korea. Selain karena dibaca idol 🙈, tulisannya juga ringan tapi ngena jadi mungkin bisa relate sama semua orang ya.
      Racun memang ya kalau idol sudah baca suatu buku, rasanya kepo banget itu buku apaan sih isinya 🤣

      Huahahaha selain Gramed, nongkrongin BBW di Tokped juga ci, bulan depan ada lagi *eh racunn* 🤣

      Hapus
    2. BBW udah dua kali di Tokped puji Tuhan aku (belum) tergoda wkwkwk *nggak tau bulan depan 😆*

      Aku langsung cek ke Gramedia Digital, yang 45rb itu ternyata nggak banyak judul Liaa, harus yg premium 89rb baru bisa baca fiksi dan nonfiksi populer, ada Going Offline juga aku lihat sampai Atomic Habit!

      Btw thank youu yaa infonya 🤗 mungkin harus beneran mulai baca ebook nih kalau nggak absen baca teross hahaha 😅

      Hapus
    3. Huaaaa aku malah tergoda sama BBW kemarin dan beli 2 buku 🙈
      Mari kita lihat BBW bulan depan, semoga nggak teracunin sih aku hahaha

      Ah! Ternyata harus yang 90rb ya, tapi menurutku tetap worth it walaupun berujung hanya baca 1 buku. Iya nggak sih? 😆
      Mungkin ini saatnya! Cici mungkin bisa coba baca yang di iPusnas dulu, kalau ngerasa nyaman baru coba yang berbayar.

      Hapus
  2. Salam kenal mba Lia :D

    Buku-bukunya menarik sekali. Terutama yang non-fiksi. Dari dulu pengen baca The Four Agreements karena banyak banget direkomendasiin sama orang-orang. Tapi belum ada versi terjemahannya T.T

    I Decided to Live as Myself dan Bukannya Malas, Cuma Lagi Mager Aja fix masuk wishlistku >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Kak Siti 😊

      Memang bagus kak! Bahasa Inggrisnya ringan kok, dan mudah dimengerti jadi nggak usah khawatir kalau baca buku ini dalam bahasa aslinya 😊
      Boleh coba dicek, sepertinya pdfnya bertebaran di online hahaha.

      Huaaaa! Semoga sukaa! Pss, belinya di bukabukudotcom aja, di sana suka diskon 20% dari harga normal jadi lumayan banget!

      Hapus
  3. Norwegian wood😍, saya pengen banget baca buku ini, nonton filmnya juga. Tapi karena harganya di online shop juga agak mahal, jadinya saya tunda karena mau beli buku lain yang lebih murah. Saya cari filmnya nggak ketemu. Sedih banget....
    Padahal kalau baca reviewnya keren....
    Ya sudahlah, baca buku yang ada dulu. Dari pertama nyampe belum kelar bacanya😂

    Kayaknya mbk Lia suka baca buku yang inspiratif ya. Saya suka baca bukunya mark manson juga yang "sebuah seni untuk bersikap bodo amat" itu. Kemarin mau beli yang "segalanya ambyar" tapi nggak jadi😁. Malah setelah mbk lia bilang nggak terlalu menarik. Mungkin nggak bakal beli juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Astriaaa! Mau baca Norwegian Wood versi inggris atau terjemahan? Kalau terjemahan, di Gramedia ada dan lebih murah pastinya ketimbang asli. Atau kalau nggak masalah sama buku bekas, di Carousell bisa dicari.
      Tapi aku saranin baca bukunya dulu aja sebelum nonton filmnya 🙈

      Iya sukaa! Soalnya ngerasa lebih berfaedah tapi ternyata fiksi juga ada faedahnya kok 🤭
      Jujur, aku kurang rekomendasiin buku ke2nya Mark Manson tapi kalau mau kepo, coba lihat free samplenya dulu aja di Google Playbook hahaha.

      Hapus
  4. OMG banyaknya hahahahaha 🙈

    Ada beberapa buku yang sudah pernah kakak baca dan ada yang belum nih, Lia 😂 lately kakak pribadi sedang banyak baca buku finansial, business dan sejenisnya. Serta buku-buku cerita berbahasa Korea buat tambahan kosakata 😅 terus buku apa lagi yah, sampai lupa hahahahahaha 🤣

    Kakak kemarin ada kirim 2 buku tapi entah itu termasuk jenis buku yang Lia suka baca apa nggak. Tapi kakak suka buka tersebut, sebab ringan 😂 hope you like it, dear Lia 😍 ditunggu rekomendasi-rekomendasi serta review bukunya. Dan semangat terus dalam membaca, no worries, mungkin ada banyak perubahan yang terjadi di hidup Lia cuma Lia nggak menyadarinya. Seenggaknya, melalui tulisan-tulisan di blog ini, Lia sudah memberi banyak manfaat untuk pembaca 😁💕

    BalasHapus
    Balasan
    1. Upsss, ketahuan deh aku kebanyakan waktu luangnya sampai bisa baca buku segini banyak 🙈

      Wow, bacaan kak Eno berat sekaliii bagiku hahaha. Tapi kalau ada niat baca, pasti nggak terasa berat ya 🤭
      Tuh, kak Eno diam-diam juga udah baca banyak buku nih! Sepertinya rumah kak Eno banyak rak bukunya hihihi.

      Awww, thank you so much kak Eno ❤️
      Aku harap aku bisa enjoy juga bacanya! Jadi penasaran nih sama judul bukunya 🙈

      Amiiin!! Semoga memang benar banyak perubahan tapi nggak terasa aja huahahah. Thank you for reading this post dear kak Eno yang so lovely! 😍✨

      Hapus
  5. Oh damn, akuw teratjoeni bikin ginian juga liii, tapi campur komik #jyaaah tepok jidatz

    Untuk nonfiction ku lalui dulu aja ya, sebab aku kurang interest dengan non fiksi

    Tapi kalau fiksi, aku termasuknya malah baru kemaren nonton murder in the orient express #lah telat banget aku baru nonton sekarang

    Bukunya uda punya juga sih, daaaaaaaaaaan akutuh termasuk pengoleksi bukunya agatha christie karena kadang tergoda dengan paketan yang isinya ada berapa biji di gramed atau toko buku offline, nah aku ada banyak nih series agatha christienya....ntar deh kalau ada waktu lowong bakal kuulas jugaaaaaak hihihi

    Klo dari list yang dikau sebutkan di atas, aku kok tertarik ama norwegian dan kafka uda pasti lah ya, tapi yang lainnya kok sepertinya handle with care mengaduk2 perasaan juga 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeayyy ayo buat juga versi kak Mbul! Ditunggu yaw, masukin komik juga rapopo. Hai Miiko masuk nggak nih kak? 😆

      Wahh, masih fresh banget dong ingatannya akan Murder on The Orient Express! Bagusan bukunya nggak sih kak? 😂
      Oemjiii ternyata kak mbull koleksi buku-bukunya Agatha Christie!! Aku tunggu ulasannya, dan kasih tahu ya mana yang paling kakak suka. Siapa tahu ada di iPusnas jadi bisa aku baca 🤭

      Handle with care boleh tuh kak dibaca. Ada ebooknya di iPusnas dan versi terjemahan, siapa tahu kak mbul mau baca karena aku pun bacanya di iPusnas. Lumayan tebel kak, 600 halaman ebook dan cukup mengaduk-aduk perasaan 😂

      Hapus
  6. aaww.. keren ih mbak Lia. Aku bayangin pasti punya perpus mini yang super keceh, hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha tidaaak! Jangan dibayangkan seperti itu. Koleksi bukuku mah sedikit, ada tuh fotonya di post blog kebawah sedikit 🙈
      Kebanyakan abis baca 1x terus aku jual, atau aku baca versi ebook gitu jadi koleksi buku fisiknya mah nggak seberapa 😂

      Hapus
  7. Wahhh banyaknyaaaaa
    Jadi malu sama diri sendiri yang juga sudah berjanji untuk membaca 1 buku per bulan, tapi blm kesampean 🤫🤫🤫

    Kayaknya selama wfh kmrn lebih banyak eksplor ke film dan masak memasak wkwkwk dasar aku gak konsisten!

    Buku2 korea emg mulai banyak ya pilihannya. Aku blm baca semua yg km sebutin, lalu aku jd pingin masukkan ke list aku jg hehe gpp yaaa

    Salam kenal! Semangat terus membacanya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau gitu kita kebalikan kak! 🙈
      It's okay, kita menambah pengetahuan baru melalui cara yang berbeda wkwkw

      Boleh, dengan senang hati! Silahkan dimasukan dan jangan lupa dibaca kalau lagi niat baca 🤭

      Salam kenal! Semangat terus dalam melakukan apa yang sedang kakak minati yaaa! 💕

      Hapus
  8. Waaah aku jadi tertarik untuk baca How to Win Friends, kayaknya aku udah pernah punya e-book-nya tapi belum tertarik untuk baca. Kalo kamu ngerasa buku terjemahan lebih nyaman, kalo aku kebalikannya, haha -- buat aku malah lebih susah untuk memahami buku terjemahan. Kayaknya karena aku dulu kuliahnya Sastra Inggris jadi kepala suka lebih kritis aja kalo ngeliat terjemahan yang kurang ngena atau nggak pas. Jadi suka prefer versi bahasa aslinya aja. But thank you for the self-help recommendation 😙

    Asik jadi nambah temen yang sama-sama suka Norwegian sama Kafka-nya Murakami! 🤗 Btw kamu udah baca IQ84 belum? Atau kalo belum, tertarik untuk bacakah? Aku kok penasaran pengin baca, tapi kok lihat tebal bukunya mata udah pegel duluan ya rasanya 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. It's a good book kak! Dan bisa banget dipraktekkan dalam dunia kerja kakak sehari-hari nih, cocok.
      Boleh dibaca kalau udah terkumpulkan niat bacanya 🙈

      Hahahaha aku tahu nih rasanya! Bahkan aku yang awam aja, kalau baca buku terjemahan kadang suka kesel kalau terjemahannya aneh terus jadi mikir ini aslinya apa sih tulisannya, apalagi kakak yang mendalami 🤣
      Tapi, I must say, buku terjemahan yang dikeluarkan oleh penerbit Gramedia, itu semua terjemahannya bagus punya. Jadi, aku langsung bisa ngerasa kalau suatu buku terjemahan mempunyai hasil yang bagus begitu lihat logo penerbitnya, agak bias ya 😅

      Anyway, kalau buku non-fiksi, aku lebih suka baca terjemahan karena lebih cepet masuk ke otak kak 🤣
      Kalau harus baca versi Inggris tuh kayak otaknya bekerja 2x lebih keras jadi cepat panas, maklum pentiumnya masih cupu huahahaha!
      Nah, kalau untuk fiksi, aku lebih suka versi Inggris tapi tentu saja harganya kadang kurang bersahabat 🤣

      Yeaaay! High five! 🙌
      Aku pingin baca tapi sama kayak kak Ruth, lihat betapa tebalnya buku itu jadi mengurungkan niat untuk saat ini HAHAHA.
      Tapi versi terjemahan dibagi dalam 3 buku lho kak, lebih enak kayak gini jadi nggak kelihatan banyak sekaligus, tapi aku tetap ingin bacanya yang Inggris kalau bisa!
      Di sisi lain, aku cenderung lebih ingin baca The Wind-Up Bird Chronicle karena ini ratingnya paling tinggi di Goodreads. Apa kak Ruth udah pernah baca? Dan kak Ruth biasanya baca ebook via apa aja?

      Hapus
    2. Wah iya sih kalau penerbitnya Gramedia emang kualitas terjemahannya bagus. But still, kalau untuk buku berbahasa Inggris, apapun bukunya aku selalu prefer versi bahasa aslinya, hehe 😁 Tapi setuju, kalau buku versi Inggris harganya seringkali kurang bersahabat gara-gara impor. That's why aku sekarang sering beli e-book karena biasanya versi digital lebih murah 😃

      The Wind-Up Bird Chronicle aku belum pernah baca sih, tapi waktu kuliah dulu senior aku pernah baca dan katanya bagus, sampai berulang kali dia rekomen ke orang-orang. Sepertinya emang bagus Li! Aku sejujurnya belum baca Murakami lagi semenjak kuliah gara-gara lagi suka baca yang ringan-ringan, hehe. But one day I will.

      Kalo e-book, aku biasanya baca dan beli via Google Play Books! Ini platform baca digital pertamaku gara-gara dulu sempet punya tablet Android, dan sampai sekarang masih pakai Play Books ini. Bisa di-install di gadget mana aja dan purchase e-book juga lebih mudah. Aku pernah beralih ke Apple Books gara-gara pengin pake aplikasi yang udah built-in di gadgetku yang sekarang aja, tapi kurang suka sama fitur dan experience-nya. Akhirnya kembali lagi ke Play Books.

      Hapus
    3. Aku jadi makin pengin baca The Wind-Up Bird Chronicle deh 😆
      Btw, enjoy your time while reading, kak ✨

      Aku juga pakai Play books! Aku kira kak Ruth pakai app Kindle di hp 😆
      Karena aku belum pernah coba app berbayar lainnya, sejauh ini aku setuju kalau Play Books paling nyaman digunakan soalnya ada fitur translate per-kata yang bikin makin mudah pas baca buku bahasa lain 😍

      Hapus
  9. Melipir ahhh di balik pintu, jadi minder saya hahahaha.
    Tapi tengkiu reviewnya, saya jadi teracuni mau baca How to Win Friends and Influence People in The Digital Age.

    Saya sekarang suka baca-baca buku kayak gini, yang ada 'how' nya gitu.
    Meskipun mungkin bacanya sebulan baru selesai :D

    Btw suer, rajin banget sih Lia bacanya.
    Saya jadi kayak digetok palanya nih, soalnya ada buku yang dibela-belain dikirimin ama teman-teman, tapi belum saya habisin bacanya, ckckckckc.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha jangan minder dong kak 🙈
      Sama-sama! Itu bukunya bagus dan berguna banget kak. Sebulan itu cepat! Aku baca buku itu aja berbulan-bulan 🤣

      Ayo, semangat bacanya kak! Mungkin Kak Rey waktu luangnya nggak baca sih kayak aku, mungkin bisa disempet-sempetin kayak baca min.10 lembar per hari gitu biar bisa habis buku-bukunya 🙈

      Hapus
  10. listnya belum pernah aku baca semua hahaha
    kalau ke gramedia suka bingung liat buku yang bagus-bagus, semua bagus bagus pokoknya, malah ujungnya nggak kebeli
    rekor tercepat aku baca buku yang lumayan tebel adalah sehari, ini hebat banget. karena seharian itu nggak ngapa-ngapain jadi free baca sepuasnya sampe malem

    BalasHapus
    Balasan
    1. racun banget memang kalau ke Gramedia, tapi seringkali juga berakhir dengan numpang baca doang sih #parah

      wah keren kak! enak nih kalau ada waktu buat kayak gini, jadi nggak penasaran dibawa tidur ceritanya karena bersambung huahaha

      Hapus
  11. waduh sudah alma aku gak banyak baca buku, lihat ini jadi minder orang sdh abnayk buku, lah aku kemaan saja. inilah mata tua yang gak bisa diajak kompromi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak! Jangan sedihhh, mungkin bisa beralih ke audibook? Atau ke ebook? Kalau pengin baca. Di ebook kan bisa diperbesar tulisannya jadi bisa sangat membantu untuk kakak 😁

      Hapus
  12. Halo, kak. Salam kenal ya. Banyak juga nih buku-buku yang sudah kakak baca di tahun 2020. Aku malah baru baca tiga buku aja tahun ini. Satu novel fiksi dan dua buku non fiksi. Soalnya aku terlalu fokus nonton drama Korea jadi lupa baca buku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai halo! Salam kenal ya 😊
      Drakor memang racun sekali, kalau udah nonton 1 eps rasanya pengin nonton eps selanjutnya lagi, dan terus begitu sampai udah berapa seri terlewat 😂
      3 buku udah lumayan banyak lho! Buku apa saja yang udah kakak baca?

      Hapus
  13. pengen baca i want topokie. ceritanya tentang gejala depresi ya? mirip dengan bukunya reason i stay alive dong? maka dari itu, pikir2 lagi. baca nggak ya. haha. keren kak. teruslah membaca kak. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak Mirna! Aku belum pernah baca buku Reason I Stay Alive sih jadi nggak bisa bantu, maafkan 😭
      Tapi setahuku buku I want to Die ini buku self-help ringan yang ada ilustrasi ringannya gitu.
      Semangat juga kak Mirna! Aku lihat kakak juga senang baca buku ya ✨

      Hapus
    2. Senang senang senang sekali. Soalnya saya bercita-cita ingin menerbitkan buku & punya banyak pembaca blog. Selain hobi juga sebagai referensi kak. 😊

      Hapus
  14. Bbrp liatnya ntr aku mau cari versi ebook nya mba :D. Target membacaku thn ini 54 buku. So far sih on track, apalagi sejak resign,waktuku banyak banget luang. Jd selalu nyempetin baca buku 3 jam sehari.

    Tp memang aku LBH suka baca buku2 sastra atopun fiksi. Non fiksi yg kayak self help ato yg banyakin mikir gitu aku kurang sih :D.

    LBH milih biography kalo bacaan non fiksi. Ato sejarah yg banyak kisah2 darknya. Kayak cerita sejarah pembantaian di Kamboja zaman polpot, ato pas PKI dulu, naah yg begitu2 aku sukaa tuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow, keren banget kak Fany bisa baca buku 3 jam sehari! target baca bukunya juga banyak banget! aku jadi termotivasi untuk semakin banyak juga 🤣

      waaah, bacaannya juga keren! aku juga suka sih kak kalau baca sejarah perang-perang gitu tapi agak makan waktu lama buat bacanya dibanding baca buku fiksi *iyalahhh

      kalau fiksi, kak Fany sukanya genre apa?

      Hapus
    2. Kalo fiksi aku selaluuuu suka genre misteri, detektif, yg begitu2 :D. Pengarang misteri fav ku kalo lokal: S Mata GD dengan serial duo Kosasih dan gozalinya. Lengkap koleksiku hahahah.

      Tapi kalo yg luar negri, aku sukanya: Sidney Sheldon, Sandra brown, Lisa Jackson. Tapi khusus tulisan mereka yg misteri yaaa. Kalo yg romancenya aku kurang.

      Tp ntah kenapa buku favoritku sepanjang masa, yg udh aku baca berulang2 dan ga akan bosen, itu malah ga berbau misteri samasekali :p . Gone with wind dan sekuelnya Scarlett. Itu klasik abadi sih :D. Aku sampe beli yg hard cover biar awet. Dan jd buku kesayanganku di antara banyak koleksi lain.

      Hapus
    3. Sandra Brown ternyata menulis genre misteri juga ya kak, aku baru tahu nih. Selama ini tahunya genre romancenya aja 😆
      Nanti aku cek ah penulis-penulis kesukaan kak Fanny. Terima kasih ya kak ❤️

      Aku belum pernah baca buku klasik nih, mungkin suatu saat aku harus coba baca 😆
      Gone with the wind versi movienya aja abadi banget, masih banyak yang suka hingga sekarang 😆

      Hapus
  15. buku segala-galanya ambyar baru rencana aku baca bulan depan hahahah, am i there yet udah selesai, cuma itu aja kesamaan bacaan kita T_____T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kak Endah cocok dengan bacaannya ya 😍

      Hihihi masih ada yang sama berarti harus toss dulu kita kak Endah 🤣

      Btw, gimana menurut kak Endah dengan buku Am I There Yet? Bagus nggak? 😁

      Hapus
  16. Liaaa keren banget usah baca sebanyak ini 😍😍 Aku progres baca masih kaya liliput nih. Padahal banyak bgd buku yg pengen aku beresin baca. Hehehe..
    Btw, jd segala2 ambyar ga sebagus buku pertama ya? Untung aku belum keburu beli 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedikit banyak aku berterima kasih karena pandemi ini kak, karena kebanyakan di rumah jadi bisa banyak buku 😆
      Kak Thessa sibuk menulis yaaa 🙈
      Sekarang aku juga jadi slow bacanya padahal juga banyak buku yang mau aku baca 😭

      Menurutku, iya kak, nggak sebagus buku yang pertama, nggak se-relate itu dengan kehidupanku soalnya dibanding buku pertamanya 😂 tapi siapa tahu kak Thessa suka atau cocok sama bukunya. Mungkin bisa intip-intip free sample-nya dulu di Play Book kalau mau beli kak 🤭

      Hapus