How To Stop Overthinking.

Senin, 20 Juli 2020






I used to be a really moody and too sensitive person, sehingga mudah untuk mood swing.
Dan setelah aku banyak belajar tentang pengembangan diri, aku mengetahui bahwa akar dari permasalahan ini—pada diriku adalah overthinking, berpikir secara berlebihan.


Tahun 2019 adalah tahun yang mengubah hidupku, terutama dalam hal pola pikir dan gaya hidup. Lucky me! Karena tanpa sengaja, aku melihat video-video di YouTube yang membahas seputar Self Growth dan sejenisnya. Saat itu, aku menemukan satu kanal yang fokus membahas mengenai hal ini, dan kanal itu bernama Lavendaire. Siapa nih yang suka juga dengan Lavendaire? πŸ˜„

Dari Aileen, sosok dibalik Lavendaire, aku belajar banyak hal baru mengenai cara mengeksplorasi diri sendiri, belajar mencintai diri dan mengontrol emosi, yang pada akhirnya menjadikan diriku seperti sekarang ini, seorang Lia yang tidak moody lagi. Yeay! πŸ™ŒπŸ’₯



How to Stop Overthinking?


Inilah beberapa cara yang aku praktikkan dalam kehidupan sehari-hari untuk berhenti overthinking :


1. Cari kegiatan yang menyibukkan diri. 
Biasanya overthinking ini datang di saat sedang berdiam diri, maka dari itu, aku berusaha agar menyibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Di saat otak dan badan kita sibuk bekerja, maka kesempatan untuk overthinking itu sangat kecil.

Bisa dengan menulis, membaca buku, blogwalking, ketiga hal itu adalah hal favourite yang aku lakukan belakangan ini untuk mengisi waktu luangku.


2. Makan.
Percaya nggak kalau makanan adalah obat hati yang terbaik? Aku sendiri percaya karena ketika pikiranku sedang kalut yang kemudian membuat mood-ku menjadi tidak baik, maka makan berat atau ngemil bisa menjadi penyembuh. Mau itu sepotek coklat, sesendok es krim, seteguk es teh manis (eh, kok manis-manis semua), seporsi nasi ayam kalasan, makanan bisa menjadi penyembuh dengan reaksi yang cepat.

Tetapi, tetap harus diingat untuk kontrol porsi makan dan jaga kesehatan. Bukan artinya kalau makanan adalah obat yang terbaik, maka ketika mood sedang tidak bagus, langsung kalap makan. No, no. Tetap harus makan dan memilih makanan dengan berkesadaran ya!


3. Berusaha rileks dan mengakui perasaan yang ada.
Seringnya ketika overthinking datang, maka mood menjadi tidak bagus dan rasanya pengin marah-marah aja, padahal orang yang dimarahi belum tentu salah.

Maka dari itu, ketika overthinking datang menyerang, berusaha untuk rileks terlebih dahulu, setidaknya mencoba berhitung 1-10 sambil inhale, exhale. Lalu, akui bahwa kita sedang overthinking, dan mencari akar overthinking ini dari mana, kenapa bisa jadi berpikir berlebihan sampai sejauh ini, jadi dengan seperti ini kita jadi sadar bahwa kita sedang tidak dalam kondisi baik dan bisa mencari solusi untuk mengobatinya, bukan malah ditutupi.

Kalau sudah mengakui bahwa kita sedang overthinking, kita bisa mengobati dengan cara-cara di poin nomor 1 dan 2 di atas (membaca, menulis, makan) dan cara pada poin nomor 4 di bawah (curhat ke orang lain).


4. Mencari teman yang bersedia untuk dicurhati.
Kalau hal ini sih opsional. Kadang kalau sedang overthinking, rasanya pengin diceritakan ke teman atau pasangan, tapi terkadang hanya pengin untuk disimpan sendiri saja.

Nah, kalau lagi pengin bercerita ke teman, pastikan terlebih dahulu kalau teman tersebut siap dan bersedia untuk dicurhati karena mendengarkan keluh kesah orang lain itu juga menguras tenaga lho, lebih tepatnya emosi. Jadi, kalau teman yang kita mau curhati sedang dalam kondisi tidak baik juga, yang ada malah menambah beban emosionalnya.


Nah, beberapa cara di atas adalah cara yang aku praktikkan untuk berhenti overthinking. Well, menurutku, sesekali untuk overthinking itu nggak apa, selagi dalam batas wajar dan apa yang kita pikirkan itu jelas adanya. Tetapi, kalau sampai terlalu berlebihan, memikirkan hal yang nggak jelas dan membawa mood menjadi tidak baik sampai semua orang jadi kena marah, lebih baik dicari solusi untuk berhenti overthinking pada saat itu.


Gimana cara kalian untuk berhenti overthinking?
Let me know!




The dreamer.

39 komentar

  1. Kalau aku selain ngelakuin hal yg di atas, ngga lain dan nggak bukan ya nyanyi😁 Biasanya nyanyi lagu2 yg ceria, atau karaokean bisa bikin kita bener2 napak di real life alias pikiran gak kemana-mana. Tapi yg paling penting sih itu menyadari bahwa kita lagi overthinking dan cari akarnya dimana, sama kayak apa yg mba Lia tulis di atas:')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, bisa dicoba nih caranya Awl yaitu menyanyi! Sepertinya nyanyi bisa jadi sarana yang bagus buat melepas perasaan yang mengikat, nggak perlu di karaoke, nyanyi sendiri walaupun cempreng juga nggak apa ya 🀣
      Asal jangan kenceng-kenceng, kasian nanti tetangga jadi muntah berjamaah karena dengar suara kita huahahaha.

      Hapus
  2. Aku banget nih salah satu subscribernya Lavendaire dari 3 tahun yang lalu, terus jd bnyk jg skrg yutuber luar yg punya konten kek gitu.

    Kalo caraku biar ga overethinking beberapa hal diatas kulakuin juga, aku jg biasnaya bikin mindmapping yg kutulis di buku coret2an ataupun curhatan receh di jurnal.

    it works banget. Semoga kita dimampukan utk jadi manusia yang nggak merugi akan waktu yaa, Li.

    Keep it up. cheers

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kak Ghina subs senior Lavendaire nih πŸ˜†
      Walaupun banyak yang buat konten seperti Aileen, aku tetap lebih suka dia karena pembawaannya dan pelafalan bahasanya lebih enak didengar 😁

      Menulis di jurnal itu benar-benar ngebantu banget sih kak, setuju sekaliii.

      Amiin. Semoga kita dimampukan ya kak Ghina! Cheers πŸ™ŒπŸ»✨

      Hapus
  3. Overthinking ini memang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit, dari mulai sakit psikis juga sakit badan contohnya pusing kepala ehehehehe ~ dan memang betul, salah satu cara paling mujarab adalah dengan menyibukkan diri kita jadi kita nggak punya waktu lagi untuk overthinking karena semua waktu kita sudah digunakan untuk hal-hal positif yang lain :D

    Kakak pribadi pernah melewati masa-masa overthinking dalam skala berat tapi itu ketika awal-awal usia 20 tahunan. Dan waktu itu yang kakak lakukan adalah fokus pada apa-apa saja yang bisa dilakukan ~ instead of memikirkan hal-hal di luar kapasitas kakak dan di luar apa yang bisa kakak lakukan. Pelan-pelan, even sometimes sampai sekarang terkadang masih ada sekali dua kali overthinking, tapi nggak sampai separah dulu waktu masih mencari jati diri hihihi. Yang dilakukan nowadays palingan berusahau untuk stay true to myself. Jadi setiap kali kelepasan overthinking, langsung coba untuk relaks, menonton Netflix, makan seperti yang Lia bilang, dan tidur hahahaha. After that, everything seems fine :P

    Semoga kita dijauhkan dari overthinking ya, dear <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena overthinking bisa jadi psikosomatis ya kak! (Eh benar nggak ya tulisannya seperti ini hihihi)

      Kak Eno, terima kasih untuk sharingnya! Aku senang dapat insight seperti ini. Bisa jadi pengingat buat diriku kelak kalau kelepasan overthinking untuk stay true to ourself dan untuk hanya memikirkan hal-hal yang hanya dalam kapasitas kita aja. Noted banget nih!

      Amiin! Terima kasih kak Eno πŸ€—πŸ˜˜πŸ’•

      Hapus
  4. Saya hampir sama juga sih mbk, cari kegiatan seperti nonton film atau baca buku. Trus kadang juga makan, tapi sayangnya saya kalau makan nggak kekontrol, suka khilafπŸ˜‚
    Curhat ke temen juga jarang, takut mereka nggak paham beneran. Jadi walau sakit dipendem sendiri. (Ngenes)
    Atau cari vidio motivasi di youtube.
    Btw, saya jadi penasaran sama lavendaire, itu pake bahasa apa? Kalau pakai bahasanya bang leonardo dicaprio saya pasti nggak paham dong. ..
    Langsung cek sendiri aja nanti😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyiahaha jangan keseringan khilaf, segeralah bertaubat kak Astria sebelum terlambat (perut membuncit) 🀣

      Kalau lagi mendem sendiri, mungkin bisa disalurkan dengan nyanyi seperti kata Awl di atas, siapa tahu jadi lebih lega 😁

      Sayangnya, Lavendaire itu pakai bahasanya bang Leonardo, kak. Hiks. Tapi sepertinya di beberapa video, ada deh yang ada subtitlenya. Monggo dicek 🀭

      Hapus
  5. Nambahin boleh nggak?

    1. Bobo.. biar cache pikiran dibuang dan saat bangun pikiran bisa bersih lagi

    2. Bantu orang lain , biasanya kalau kita sibuk mikirin orang lain jadi ga sibuk mikirin diri sendiri (seperti yang biasa saya lakukan dengan kegiatan RT)

    3. Menulis, jadi sebagian pikiran bisa dituangkan dalam tulisan dan kepala tidak kepenuhan..

    Kalau makan, tidak saya sarankan, selain menghabiskan uang belanja lebih cepat juga bikin masalah baru nantinya, obesitas dan nambah pikiran "Gimana cara diet".. :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nambahin mah boleh banget kak! Asal nggak minta bayaran aja habis nambahin 🀣

      Terima kasih penambahannya ya kak Anton! Terutama poin nomor 2 yang bahkan sering terlupakan karena terlalu fokus sama masalah sendiri πŸ˜…

      Wkwk benar juga sih! Makanya jangan kalap biar nggak kebablasan 🀣

      Hapus
  6. Siapa nih yang suka juga dengan Lavendaire? --> akuuuu! *ngacung*

    Overthinking (dan baperan!) itu aku banget deh, dan sejujurnya nggak bangga melabeli diri sendiri seperti ini ): biasanya suka begini untuk hal-hal yang bersangkutan dengan anak. Pada dasarnya emang suka kuatiran, ditambah sejak jadi ibu aku semakin menjadi. Bersyukur punya suami dan seorang sahabat yang bisa selalu aku andalkan ketika aku mulai 'kumat'. Kebetulan suami dan sahabat ini sama-sama punya pikiran logis, jadi mereka sangat membantu aku untuk menganalisis perasaan/pikiran yang sebenernya belum tentu benar. Makanya aku setujuu yang kamu bilang, Lia. Harus dicari 'akarnya' dulu, yaa. Responku sering kecepatan dan berlebihan, akibatnya ya cari masalah sendiri πŸ˜‚

    Sampai hari ini aku masih belajar sih mengatasi problema ini. Tiap kali ada masalah, aku mencoba tarik napas dalam-dalam, terus dituang ke jurnal, terus buang keringet alias olahraga wkwkwk kadang-kadang manjur lhoo, pikiran jadi lebih jernih 🀣

    Btw, udah lama nggak cek channel-nya Aileen lagi, ternyata dia lagi ada project personal growth ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeay! Ketemu lagi sama subs Aileen di blog, toss! πŸ™ŒπŸ»

      Beruntung sekali kalau udah mempunyai pasangan dan sahabat yang bisa berpikiran logis, ci! Jadi lebih enak untuk bertukar pikiran, bahkan biasanya yang terlalu logis bisa mematahkan pemikiran kita yang sedang baper, ini good side-nya hihihi. Apalagi beban mental dan pikiran sebagai seorang ibu tuh berat banget, bayanginnya aja aku udah kewalahan, nggak tahu gimana nanti kalau melaluinya. That's why dukungan dari pasangan sangat berarti ya πŸ₯Ί

      Aku-pun sampai saat ini masih belajar, jadi semangat ya ci! Kita saling support nih 🀭

      Betul ci. Last challenge dari dia diadakan di app chatting called "Vibely", challengenya reading and journaling selama 10 hari tapi yang ini udah selesai. Dia sering adain challenge di Vibely sih, mungkin cici bisa join kalau berminat. Aku juga ada di komunitas ini walaupun nggak terlalu aktif sih πŸ˜†

      Hapus
  7. Overthinking ini memang gak nyaman banget. Bikin sedih, merasa kecewa, terus bisa bikin sakit kepala. Aku setuju poin 1 dan 3 karena kebetulan aku mencoba dua cara tersebut. Selain itu aku suka bikin coretan di notes hape. Aku tulis semua yang dirasain. Selanjutnya aku pengen buat satu halaman khusus di buku/journal aku. Halaman semacam Brain Dump gitu kak. Biar lega dari overthinking tsb. Oh ya, aku pernah beberapa kali lihat channel Lavendaire. Lumayan suka sama konsep Before Me / After Me. Atau semacam itu. Aku gak terlalu ingat. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo kak Rizki! πŸ’•

      Sedih dan sakit kepala itu, aku rasain banget padahal mikirin sesuatu yang nggak jelas 😫

      Menulis di journal sih oke banget, banyak yang ngerasain enaknya setelah menulis di journal. Semoga kak Rizki bisa merasakannya juga ya! πŸ€—

      Oh iya, konsep itu benar! Bagus memang konsep itu untuk menentukan goal kita terhadap diri seperti apa kedepannya hihihi.

      Hapus
    2. Mujarap bener sih menyibukkan diri saat kita overthinking. Kalo resepku mesti negelakuin kegiatan yang berkeringan, aktifitas fisik apa aja deh, misal bersih-bersih atau olahraga. Bawaannya jadi feeling good sih usai terapi keringatan. Hehehe πŸ˜…

      Hapus
    3. Wah, setuju! Apalagi abis itu langsung mandi, refresh abiesss hahaha.
      Terima kasih buat sharingnya ya!

      Hapus
  8. Saya pernah itu over thinking atau memikirkan sesuatu secara berlebihan. Kadang memang bikin stres. Misalnya mikir besok makan apa ya kalo jualan masih seperti ini saja.

    Cari kegiatan yang menyibukkan diri memang bisa membuat pikiran seperti itu bisa hilang. Kalo makan sepertinya sih ngga, itu kalo aku sih.

    Sepertinya memang harus rileks ya. Soalnya dengan rileks pikiran jadi santai dan tidak tegang atau spaneng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Agus, semoga kedepannya nggak sering kuatir lagi ya. Sesaat boleh tapi jangan keseringan. Semangatt menjalani hidup πŸ’ͺ🏻

      Hapus
    2. Ok, makasih sudah kasih semangat.πŸ˜„

      Hapus
  9. Huaaa kesel banget tau kak kalo udah overthinking. Manalagi kebiasaan overthinkingku datang kalo pas udah mau tidur malam gitu lagi, bingun ngatasinya kadang malah sampe susah tidur, yang tadinya udah siap-siap tidur jam 11, baru bisa tidur jam 12 grgr overthinking yampun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Alifah! Wah, kalau kayak gitu sih emang nggak enak banget ya πŸ˜‚
      Coba deh kalau lagi kayak gitu, lakuin stretching kecil-kecilan di kasur, biasanya kalau abis sedikit ngos-ngosan jadi bisa tidur dan lupa sama overthinkingnya 😁

      Hapus
  10. Musim gini kayanya jd pd overthingking yaa sampe susah tiduurr, kl aku cara ngatasinnya nonton drakor, trus tau2 udah pagi anak harus belajar online lg jdlah zombiiik >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahaha marathon drakor emang salah satu cara yang bagus tapi kalau nonton terus sampai lupa tidur sih jadi nggak bagus kak 🀣
      Semoga nggak keseringan supaya nggak beneran jadi zombie 🀣

      Hapus
  11. terimakasihh artikelnyaa, membantu banget buatku yang sering overthinking akhir-akhir inii, oiyaa aku juga sempet direkomendasiin sama temenku, ada sedikit tips buat yang overthinking pake prinsip 5/5. maksudnya renungkan apa yang kita pikirkan ini berpengaruh untuk 5 tahun ke depan atau nggak, kalau nggak cukup luangkan waktu 5 menit untuk memikirkan hal tersebut, hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, sama-sama Andin! Terima kasih karena udah membaca ya. Terima kasih juga buat tipsnya! Boleh banget nih dicoba kalau lagi kumat πŸ˜†

      Hapus
  12. Sepotek cokelat mah kurang Lia, kurang banget!
    Saya mah kalau makan cokelat 5 bungkus hahaha.

    Etapi kalau lagi over thinking? kadang malah enggak makan sih, sibuk mikir malah.
    Biasanya saya menyanyi, atau mengaji, itu bekerja banget di saya biar mengurangi over thinking :D

    Dan memang bagi saya yang sejak kecil tumbuh dalam kata awas, over thinking itu udah jadi pendamping saya tiap hari deh kayaknya hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahahaha kak Rey apa itu tenggorokan nggak serek abis makan coklat segitu banyak?

      Sepertinya nyanyi bisa jadi solusi yg baik ya kak. Beberapa teman di atas juga saranin nyanyi. Nah, untuk mengaji ini, baru kak Rey yg nyaranin hihihi
      Boleh dicoba nih kalau lagi penat, dicoba buat baca Kitab Sucinya masing-masing, sepertinya oke juga.

      Hapus
    2. Cobain saaayy, adeeemmm banget.
      Membaca buku ciptaan manusia aja loh sering bikin kita merasa lebih baik, lebih tercerahkan, apalagi membaca kata Tuhan?

      Saya sudah beberapa kali berhubungan dengan psikolog, tapi balik lagi, curhat ke Tuhan itu is da best, termasuk membaca kataNya :)

      Masalah cokelat, kayaknya udah biasa kali ya, palingan jadi jerawatan saking kebanyakan lemak yang masuk hahahahahaa

      Hapus
  13. Ehm..istilah jaman sekarang tuh banyak ya lia, ada toxic positivity, ada over thinking, ntar apa lagi ya, hihi...macem-macem ternyata ya kalau ngikutin ilmu tentang kayak gini, masuknya ke psikologikah?

    Aku biasanya sih familiernya ya antonimnya positif thinking yaitu negatif thingking, agak beti alias beda-beda tipis lah ya sama overthinking, soalnya sama-sama bikin orang yang mengalami sakit kepala, tertekan karena mikir yang nggak-nggak, mikir terlalu dalam (padahal yang dipikirin belom tentu seperti yang disangkakan ahaha).

    Dulu jaman masih usia 20-an overthinkingku lumayan paraaaaaa..h..tapi seiring sejalan, karena mungkin usia juga udah bertambah, ya akhirnya secara naluriah bisa aja sih mengeliminasi hal-hal apa yang sekiranya perlu dipikirkan lebih dalam dan yang ga. Sebab kalau apa-apa diambil hati mah yang ada cepat tua. Nah jadi aku lebih memilih untuk jadi orang yang ga terlalu spanengan (kalau kata mas agus mah begitu ya istilahnya). Apa yang ada di depan mata tinggal jalani seikhlas mungkin...ya perkara ada hambatan atau problema itu mah biasa, asalkan kita tau celah untuk mengatasinya ya insyaAlloh dimudahkan jalannya. Seperti kata mba jane saat ini paling aku suka overthinkingnya tentang anak...tapi kembali lagi, akan memilih jadi orang seperti apa aku ke depannya, tentu aku ingin menjadi pribadi menyenangkan di mata anakku dong, jadi aku akan semaksimal mungkin berupaya jadi pribadi yang cheerful dan nentremin ati while raising my kids huehehe

    Paling kalau lagi stress atau kurang piknik, hal yang paling ampuh itu di aku ya keluar menghirup udara segar. Yakin deh yang sebelomnya ndekem aja di dalem rumah, apalagi kalau casenya selalu menyendiri jarang ngobrol dengan orang lain, biasanya akan gampang terdistraksi waktu ngeliat issue apa di dunia maya. Jadi dengan sejenak liat dunia luar, pikiran yang sebelumnya uplek aja di satu hal, bakal kebuka dengan sendirian, dan menyadari eh kemaren itu gw mikirin apa sih, kayaknya ga whort it banget hahahah....begitu deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Istilah psikologis jaman sekarang memang banyak kak dan aneh-aneh 🀣
      Padahal dulu dipandang biasa aja, lalu sekarang karena banyak mental illness jadi makin berkembang pula istilah yang ada hahaha.


      Awww kak mbul, terima kasih banyak sharingnya ya πŸ’•
      Semoga kak mbul bisa menjadi ibu yang terbaik untuk kedua anak kak mbul πŸ™

      Hirup udara segar sih benar banget! Ini bisa langsung bikin fresh hihihi. Terima kasih ya kak buat sarannya!

      Hapus
  14. pas banget kak, aku juga overthinking orangnya. stress sendiri. nggak ketemu sama si objek yg menurut ku ngeselin aja, masih bisa stress. padahal aku buang buang waktu banget mikirin orang lain kak. mending happy aja, bawa bersyukur dan bahagia, cari kegiatan positif yang selain bikin sibuk juga bisa mengimprove diri.
    sebenarnya, blog adalah salah satu obat ku ketika badmood. dan bersama blog juga tuhan dan keluarga aku melewati hal hal buruk dari org lain maupun dari diriku sendiri. bersama blog juga aku menemukan orang orang yg satu pemahaman dan bisa saling motivasi seperti ini ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Farah! Semoga bisa lebih berkurang ya overthinking-mu. Kalau kata kak Eno, fokus aja sama dirimu dan stay true to yourself, pasti kamu akan bisa melewati masa-masa ini. Semangat! πŸ’ͺ🏻

      Hapus
  15. Hueeeee, overthinking adalah nama tengahku ~XD *dikeplak*

    Btw dulu masih sering banget overthinking, tapi sekarang gatau kenapa malah otaknya kebanyakan woles dan malah jarang kepikiran yang aneh-aneh muahahahah (ya kecuali pas PMS, sih ~XD)

    Kalau aku sendiri biasanya mengatasi overthinking dengan:

    1. Tidur.
    Udah, ini paling mujarab banget buat aku hahaha. pernah aku tidur di bawah jam 9 malam gegara overthinking. Tapi besokannya udah lupa gitu aja ~XD

    2. Rileks dan berusaha menerima.
    Ini juga baru kupelajari setahun terakhir untuk menerima segala emosi dan kondisi yang hadir di diri sendiri. Aku nerima kalau sedang overthinking, berusaha nggak ngehindar. Bobok itu aja juga sebagai opsi ketika proses penerimaan dan rileks pada diri ini sudah kulakukan terlebih dahulu hahaha

    3. Mensugesti diri sendiri, "Everything will be okay!"
    Ini kuucap saat merileks-kan diri sih, semacam mantra gitu :D

    Kayaknya yang kuingat sementara masih itu dulu, hahaha.
    Terima kasih sudah menuliskan ini, Mbak Liaaa <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, sini tak keplak dulu kepala-mu 🀭

      Kalau pas PMS itu sih hampir semua wanita mengalaminya ya, ini fase overthinking nggak jelas biasanya, emang bawaan hormon 🀣 *menyalahkan hormon

      Awww, terima kasih buat sharingnya Andhira!! It means a lot 😍
      Semoga kita nggak sering-sering overthinking ya πŸ˜‚

      Hapus
  16. huaha.. makasih Mbak Sharingnya. Overthingking ini masalah paling rumit ya, kayaknya hampir semua orang pernah ngalami. Sudah nerapin semua yang di atas sih, tapi yaa... gitu masih sering Overthingking.

    Biasanya kalau Overthingking saya selalu ambil buku catatan, nulis semua yang ada di kepala yang menyebabkan overthinking itu. hehehe
    lumayan jadi lebih lega, plong semacam bebannya terangkat. hue..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama kak. mungkin bisa juga dengan nyanyi selain menulis. soalnya beberapa teman-teman di atas bilang kalau sedang overthinking, mereka suka nyanyi biar lebih lega. mungkin boleh dicoba :D

      Hapus
  17. Aku langsung buka channel-nya Lavendaire dong, Li. Dan emang kontennya bagus-bagus karena mengandung self growth dan positivity. Setiap kali lagi down atau butuh motivasi aku pasti buka-buka channel-nya lagi nih. Hehehe🀭

    Eh iya, kalau masalah overthinking, caraku mengatasinya mirip-mirip sama yang Lia bilang. Tapi yang paling manjur itu dengan curhat sama pasangan. Entah kenapa setiap kali curhat sama pasangan, aku jadi lebih optimis dan overthinking ku pun terhempas hilang. Apakah karena aku bucin? EntahlahπŸ˜‚. Atau bisa jadi suamiku punya bakat jadi motivator.🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagus kan kak Roem konten-kontennya Lavendaire hihihi. semoga bisa membantu kak Roem juga ya!

      huahaha bisa jadi karena kak Roem bucin dan paksu punya bakat jadi motivator 🀭
      enak kak kalau punya pasangan yang bisa mendengarkan dan memotivasi gini, jadi ada tempat curhat yang nyaman kan hihihi. semoga kak Roem langgeng terus sama paksu ya! 😍

      Hapus
  18. kalau aku lebih seringnya cari kesibukan, memang bener mbak, kalau pas kita diem kadang tiba tiba pikiran yang mengganggu itu bakalan seliweran di kepala, ehh ujung ujungnya ngelamun dan malah dipikiri lagi
    mengalihkan ke hal hal lain kayak blogwalking atau bikin kreasi apaan.
    dan berusaha untuk berpikir positif menghadapi masalah yang muncul dan coba cari cara penyelesaiannya juga, karena overthingking yg aku alami seringnya ya dari masalah masalah hadir di dunia pekerjaan hehe

    BalasHapus