What is Wrong?

Minggu, 26 Juli 2020



Seminggu ini ada 2x kejadian yang mencengangkan terjadi di depan mataku. Hmhm, apakah terlalu berlebihan ya untuk disebut mencengangkan? Tapi memang benar tercengang gitu pas lihat kejadian tersebut berlangsung щ(゜ロ゜щ)

Kejadian pertama. Lokasi di kebun kosong dekat BKT (Banjir Kanal Timur), ada bapak-bapak yang lewat sambil naik motor dan bawa buntelan hitam, lalu melempar buntelan tersebut ke kebun kosong itu, lalu jalan aja terus tanpa rasa bersalah. 

Reaksiku pas lihat kejadian itu 
(ノ`Д´)ノ彡┻━┻

Kenapa orang kalau lihat kebun kosong langsung latah sih pengin buang sampah aja gitu bawaannya 😅

Kejadian kedua. Lokasi masih di BKT. Ibu-ibu yang tinggal di dekat lokasi, bawa buntelan hitam, lalu melempar buntelan tersebut hingga melambung setinggi mungkin melewati pohon pisang dengan harapan bisa langsung terjun masuk ke kanal yang airnya sedang mengalir cantik.

Reaksiku pas lihat kejadian itu (┛✧Д✧))┛彡┻━┻ *lebih geram*

Benar-benar geram banget! Ceileh geram lho bahasanya. Memang sih kejadian seperti ini bukan suatu hal yang asing lagi, tapi kali ini udah ke-trigger banget buat cerita soal hal ini. 

Sedikit informasi, air yang mengalir di BKT ini berlabuh di laut daerah Tj.Priok, jadi jangan heran kalau laut sekitaran sana terdapat banyak buntelan hitam yang tersangkut di pintu air dan bau udaranya semakin tidak karuan.

Nggak cuma buntelan hitam, ada juga yang merah, putih, bahkan ada sofa dan spring bed yang nyangkut di pintu air. 

Iya, spring bed! Alamak, bingung banget kenapa buang spring bed ke air ya. 

Mungkin sang pemilik kasihan sama ikan-ikan di laut yang tidurnya tidak beralaskan kasur, jadi karena tingginya empati yang dimiliki, makanya dia menghanyutkan spring bed miliknya ke air dengan harapan kelak para ikan bisa tidur dengan nyaman. Yay! ಠ_ಠ 

maaf sarkas soalnya udah nggak tahan lagi 🤣

Pernah ada satu kejadian, saat itu aku sedang berada di sebuah warung di pinggir jalan raya, setelah selesai beristirahat di sana, aku membereskan tissue bekas pakai yang aku gunakan dan mencari-cari tempat sampah di dekatku karena aku mau buang sampah tissue tersebut.

Lalu, sang ibu penjaga warung yang sadar kalau aku lagi celingak-celinguk mencari tempat sampah, dengan baik hati berkata "buang di situ aja dek!" Sambil menunjuk ke sampingku yang ternyata ada kotak besar yang setara dengan trotoar dan terbuka, aku pikir ini tempat sampah tapi pas aku lihat itu adalah

GORONG-GORONG! Ya! saluran air!

Dengan airnya yang masih mengalir dan agak hitam itu.

Yakali buk, masa saya buang ke sana. Dalam hati aku berkomentar demikian.

Reaksiku kaget dan mengurungkan niat, lalu ibu penjaga warung yang melihat reaksi kagetku, dengan semangat dan baik hati bilang "nggak apa dek! Buang di situ aja!".

Terus apakah aku mengikuti kata-kata ibu tersebut? Maaf meskipun harus durhaka, aku lebih baik nggak buang tissue bekasku ke sana. 

Aku geleng-geleng kepala dan bilang "tidak usah bu, terima kasih" tidak lupa pakai smiley senyum 😊
lalu pergi dan akhirnya aku taruh tissue tersebut di motor, dan aku buang di tempat sampah setibanya di rumah.


Benar-benar setiap mengingat kejadian ini, aku cuma bisa kaget, bingung dan ngerasa lucu.

Kaget karena disuruh buang sampah di gorong-gorong.

Bingung karena gorong-gorong = tempat sampah.

Lucu karena disuruh buang sampah di gorong-gorong yang dikira fungsinya sama seperti tempat sampah.


Meskipun hanya segumpal tissue bekas, aku benar-benar nggak tega banget kalau harus buang ke selokan. Mau itu airnya ngalir atau tidak, benar-benar rasa bersalah itu muncul seandainya aku buang sampah ke selokan karena sedari kecil aku udah diajari untuk buang sampah pada tempatnya, dan aku rasa semua umat manusia juga mendapatkan pengetahuan yang sama akan hal ini.

Lalu, kenapa orang-orang bisa tega membuang sampah sampai sebuntel kantong plastik, bahkan sofa dan spring bed ke air atau kebun kosong? Apa tidak ada rasa bersalah di hatinya?

Padahal, di dekat kebun kosong tersebut, seandainya si bapak mau maju sedikit saja, di sana ada TPS, lho. Padahal, di dekat rumah ibu yang tinggal di pinggir BKT, kalau mau mundur sedikit, di sana ada TPS juga, lho 😅

Karena TPS ini adanya di tengah-tengah lokasi si bapak dan ibu yang membuang sampah tidak pada tempatnya ini.

Jadi teringat satu kejadian lucu lagi. Di satu kebun kosong di pinggir BKT (iya, BKT lagi, kok demen amat ya buang sampah di pinggiran BKT), banyak bertumpuk-tumpuk buntelan hitam, merah, putih, bening, pampers bayi, dll. Padahal di lokasi tersebut sudah dituliskan "DILARANG BUANG SAMPAH DI SINI" dengan huruf super besar sampai papan tempat tulisan itu berdiri penuh. Tapi, makin lama, sampahnya malah semakin banyak sampai pada akhirnya ada tulisan tambahan di papan itu "YANG BUANG SAMPAH DI SINI DISUMPAHIN KENA PENYAKIT MEMATIKAN". Lalu, apakah ngaruh? Sedikit.

Mengingat dan melihat kejadian seperti ini, membuat aku jadi bertanya-tanya.
Apa yang salah? Dimana letak kesalahannya?
Apakah mereka yang berlaku seperti itu, benar-benar tidak tahu dampaknya?
Apakah edukasi yang diberikan kurang luas? Sehingga tidak menjangkau semua masyarakat?
Apakah orang-orang tersebut memang bodo amat dengan lingkungan meskipun udah tahu dampaknya?

Sangat bingung dan nggak tahu harus berbuat apa juga. Aku cuma bisa mengingatkan aja untuk teman-teman yang membaca tulisanku ini,

Yuk! Jangan buang sampah sembarangan! Buanglah pada tempat sampah yang sudah disediakan. Bukan di air atau kebun kosong tapi di tempat sampah yang sebenarnya, yang memang fungsinya menampung sampah.

By the way, mau berterima kasih juga sama bapak-bapak atau ibu-ibu yang berprofesi sebagai pengangkut sampah rumahan atau yang berkutat dengan sampah. Terima kasih atas jasamu yang sudah mau membantu mengurus sampah. Upahmu besar pak/bu 🙏🏻


Menurut teman-teman,
Apa sih yang salah atas perilaku membuang sampah tidak pada tempatnya ini?


Ceileh, nulis panjang nih ceritanya. Berapa kata ya ini? 
*Efek habis baca post kak Anton.


The dreamer.

Edited by me.

39 komentar

  1. Bikin kesel ya kalo ada orang yang suka buang sampah sembarangan gitu. Nggak cuma di kebun kosong, kadang di bawah pohon di tempat sepi juga orang-orang pada buang sampah sembarangan. Kalo orang-orang kekgini rasanya bakal lama nyadarnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oiya! Di bawah pohon juga sering 🤦🏻‍♀️
      Kenapa ya dengan orang-orang itu.. aku pun bingung apa yang ada dipikiran mereka 😫

      Hapus
  2. Kesadaran warga kita sepertinya belum bagus ya mba. Asal rumahnya bersih tapi rumah besarnya atau lingkungannya menjadi tercemar, mereka tak peduli. Semoga kita tidak seperti mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya iya kak, bisa dibilang kesadarannya kurang. Asalkan akibatnya tidak menimpa mereka, sepertinya mereka kurang peduli. Sangat disayangkan 😭
      Semoga berkurang pemikiran yang seperti ini ya. Hiks.

      Hapus
  3. ya begitulah kesadaran masarakat kita masih kurang bahkan yg berpendidikan sekalipun. maahsiswa lewat depan rumahku, buang sampah masuk ke halamana rumahku, mahasiswa loh,

    BalasHapus
    Balasan
    1. 🤦🏻‍♀️ bahkan yang berpendidikan pun seperti itu. Jadi yang salah dimana ya kak? Budaya?😂

      Hapus
  4. Seperti yang sudah-sudah, nulis atau mengimbau lewat internet ngga akan banyak ngaruh. Karena yang baca mayoritas sudah tau lebih awal. Kalo mau nyentuh lapisan masyarakat tersebut yah harus ngomong langsung aja. Kasih edukasi yang baik. Saya mungkin bukan orang yang baik, bukan orang yang tepat. Tapi masih banyak orang yang saya liat di luar sana yang punya jiwa-jiwa pahlawan. Keren.

    Untuk sarkasnya, saran saya ngga usah dikasih disclaimer lagi sih kak Lia. Sikat aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih buat saran dan masukannya ya Rahul 🙏🏻
      Saya pun juga bukan orang yang baik yang bisa mengedukasi orang-orang tsb secara langsung karena butuh keberanian lebih buat bisa mengedukasi secara langsung 😂
      Jadi saya hanya bisa mengutarakan lewat blogpost aja.

      Hapus
  5. Suka sebel juga sama orang-orang yang suka buang sampah sembarangan. Bahkan di desa juga gitu lho mbk. Saya juga heran, mereka sebenarnya bisa baca tulisan "dilarang buang sampah di sini" atau enggak sih. Apa nggak sedih dan jijik lihat sampah mau ngalahin gunung everest...
    Mungkin karena ini juga udah jadi kebiasaan sejak dulu. Kesalahan yang dilakukan berjamaah itu dianggap bukan dosa. Tapi ya anggapan manusia aja. Ckckck...
    Esmosi aku tuh....

    BalasHapus
    Balasan
    1. "kesalahan yang dilakukan berjamaah itu dianggap bukan dosa", wow kalimat ini menyadarkan aku! Kalau dipikir-pikir benar juga, mungkin karena ada yang duluan buang di sana, makanya ada aja yang ikutan buang di sana dengan dalih "orang sudah ada yang buang duluan, berarti nggak apa" 🤦🏻‍♀️
      Jadi emosi juga aku 😂

      Hapus
  6. Memang kesadaran soal sampah itu kayaknya masih cetek banget di negara kita, apalagi buat orang-orang yang tinggal di bantaran kali😖😖 Aku juga selalu gak ngerti kalau liat tingkah kayak gitu mba, padahal aku sendiri gak berani buang sampah sembarangan. Bahkan plastik bekas sedotan yang kecil aja selalu aku masukin saku atau tas kalau di sekitarku gak ada tempat sampahnya, lah ini sampah rumah tangga main plung syungg aja😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awl, seandainya banyak orang seperti Awl, bahkan sampah sedotan tipis kecil aja segitu diperhatikannya, pasti nggak ada lagi sampah-sampah yang menumpuk yang bukan pada tempatnya, indah sekali kan lihat kota yang bersih 🥺

      Iya, kebanyakan yang tinggal di bantaran sungai suka plunggg syungg aja itu sampah, malah kadang langsung dari tempat sampahnya dibuang ke sungai, nggak pakai buntelan plastik lagi jadi berserakan sepanjang air mengalir 🤦🏻‍♀️

      Hapus
    2. Abisnya gak tega aku mba kalau main buang aja, pernah sekali kayak gak peduli "ah kecil ini", udahannya tuh merasa bersalah banget kepikiran terus😖 Terus kalau buang sampah ke tempat yg udh terpisah organik sama non-organik juga suka nemu aja sampah2 yg gak beraturan, organik masuk non-organik, terus sebaliknya. Padahal plang petunjuk nya udh cukup gede🤦🏻‍♀️
      Sadis banget sih mbaa kalau yg main buang langsung tercecer gitu yaampun😭 Pemerintah kota juga aku denger udh sering menghimbau tp susah ya sepertinya kalau lagi2 kesadaran itu yg gak ada:(

      Hapus
  7. Kalau sudah berbicara mengenai sampah memang kadang buat kesal, Lia ~ even sudah ada papan penanda dilarang buang sampah, tetap saja banyak sampah bertebaran di area hahahaha. Lucunya lagi, banyak papan penanda di larang buang sampah justru penuh sampah di bagian bawahnya :))) itu pada nggak bisa baca apa bagaimana, yah.

    Nanti kalau sudah banjir, lagi-lagi salahkan pemerintah. Padahal kita sendiri bisa berpikir kalau buang sampah, apalagi yang sebesar kasurrrr, pasti cepat atau lambat akan membuat saluran air terhambat :< hehehe. Well, semoga saja ke depannya semakin banyak sarana TPA yang dibangun oleh pemerintah karena to be honest TPA juga nggak banyak compare to jumlah masyarakat yang banyak. Perbandingannya itu nggak balance ~ jadi doanya semoga semakin banyak TPA dibangun dan semakin banyak orang yang sadar untuk buang sampah pada tempatnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya kak! Suka heran gitu lihatnya, kok dibawah papan penanda dibuang, malah pada buang sampah di situ. Ini niatnya apa ya? Mau ngajak ribut si penulis dilarang? 😂

      Betul. Nanti kalau udah banjir, salahkan pemerintah. Memang lebih mudah menyalahkan orang lain padahal diri sendiri penyebabnya 🤦🏻‍♀️

      Amiin. Semoga TPA bisa semakin banyak dan bisa ditemukan sistem pengolahan sampah yang bagus juga, jadi sampah di TPA bisa pelan-pelan dikurangi dan masyarakat juga lebih berkesadaran ya kak 🙏🏻

      Terima kasih sharingnya kak Eno 😘

      Hapus
  8. Masalah buang sampah sembarangan bagi banyak orang adalah sesuatu yang sangat sepele. Namun, sesungguhnya hal itu sangatlah mengganggu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengganggu banget tapi nggak tahu juga solusinya dimana 😂
      Karena nggak tahu juga salahnya dimana. Apakah edukasinya yang kurang? Atau kesadarannya yang kurang? 😂

      Hapus
  9. Berpikir ke depan Li.. Tulisan ini mungkin tidak akan bisa merubah orang yang sudah tua, seperti si ibu dan yang lain, tetapi mungkin bisa merubah beberapa anak SD saat ini untuk sadar tentang kebersihan dan kelestarian lingkungan.

    Mereka yang di masa depan akan berperan menentukan nasib negeri ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah iya! benar kak Anton. terima kasih buat semangat dan pencerahannya! T.T
      semoga ada adik-adik generasi baru membaca tulisan ini dan bisa berperan mengubah negeri ini menjadi lebih baik. Amiin.

      Hapus
  10. ya ampun apa ga sadar apa perilakunya mereka bisa bikin banjir terus, udahlah langganan banjir malah tetep aja buang sampah sembarangan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. gemes kan kak Endah :(
      aku juga bingung kenapa mereka seperti itu, nanti kalau udah banjir, salahinnya orang lain dan tidak berkaca pada diri sendiri :(

      Hapus
  11. Sudah terbiasa soalnya li, melihat orang-orang sekitar juga terkesan masa bodo dan buang sampah begitu saja. Padahal jelas-jelas sudah ada tempat sampah yang di sediakan. Lain halnya kalau di luar negeri. Aku rasa orang Indonesia yang di luar negeri akan "Sungkan" untuk buang sampah sembarangan. Karena disana emang orang-orang terbiasa buang sampah pada tempatnya. Meskipun jauh, mereka akan kaya kamu, simpan dulu sampahnya sampai ketemu tempat sampah baru di buang.

    Butuh contoh konkret bahwa sebetulnya kalau mau ya bisa saja kita semua sadar untuk bertanggung jawab juga akan kebersihan daerah sekitar. Sesederhana di sekitar rumah saja. Rumah orangtua aku depannya kali yang langsung ngarah ke sungai ciliwung. Padahal depan gang rumah ada tempat untuk buang sampah, nanti ada petugas sampah yang bakal ambil setiap pagi. Tapi tetangga-tetangga ku pada buang tetap di kali. Karena lebih dekat, ya di depan rumah mereka persis kok.

    Tapi sekarang lebih mending Li, orang mulai berkurang buang sampah di kali. Karena sudah dibersihkan, efek sering banjir di daerah ciliwung. Daerah rumah aku sih tidak pernah banjir, tapi sampah-sampahnya kan pada numpuk ke ciliwung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar ci, orang yang ke luar negeri pasti akan menjadi "Sungkan" karena melihat sekelilingnya juga demikian. mungkin kalau sekitaran kita di Indonesia ini juga berperilaku sungkan, lama-lama kebiasaan buang sampah sembarangan ini akan terminimalisir.

      alamak. gemes banget lihat yang model kayak gitu :( tapi bersyukur kalau udah pada sadar akan dampaknya. semoga makin banyak masyarakat yang sadar ya ci!

      Hapus
  12. Aku juga pernah pas lagi di jalan, ada motor bawa plastik item gede. Trus tau2 sambil jalan dia lempar itu sampah dipinggir jalan, deker kali. Me like 'what the he**' Bawaanya pengen marah2, tp jdnya cuma bs ngomel2 di mobil. 😅

    Apa yg salah? Yg salah kurangnya kesadaran mereka. Bisa juga karena sistem pengaturan sampah yg blm bener d negara kita. Kayak misal di Jepang, setau aku mereka kalau mau buang sampah besar (kasur, furniture, dll) itu harus bayar kan..
    Sedangkan di sini, seenaknya ke kali ya. Syediiihh 😢

    BalasHapus
    Balasan
    1. WKWKWKW sama kak, aku pas lihat seperti itu juga jadi ngomel-ngomel sendiri aja karena nggak bisa apa-apa. Kalau ditegur, biasanya sang pelaku malah lebih galak :(

      kalau di sini diterapin sistem berbayar kalau mau buang sampah besar sih, orang-orang pasti nggak mau kak. kecuali mereka malah dibayar, pasti ramai-ramai buang sampah besar ke tempatnya. WKWK.
      tapi memang aku lihat-lihat, salahnya di kesadaran dan sistem pengaturan sampah yang belum memadai, alhasil sampah terlalu menggunung di TPA :(

      Semoga segera ada jalan keluarnya untuk masalah ini ya kak :(

      Hapus
  13. Hai salam kenal!
    Aku juga sebel banget kalo lihat perilaku orang yang buang sampah nggak di tempat sampah. Di saat banyak orang sudah mulai memilah sampah, bahkan mengolah sampah, masih banyak juga yang cuek buang sampah di sungai, di gorong-gorong, di jalan. Aaarrrgh

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi Kak Dini, salam kenal! terima kasih udah mampir ke sini ya :D

      betul :( mungkin edukasi yang disampaikan kurang luas ya kak? eh tapi beberapa orang pasti udah tahu juga sama dampak dari buang sampah sembarangan tapi tetap aja cuek, argh :(

      Hapus
  14. aku juga gemesss mbak kalo liat sendiri orang dengan santainya buang buntelan kresek ke sungai, pagi pagi berangkat kantor,motor di depan jalan pelan, ealah ternyata dia menepi buat melempar si kresek ke sungai besar tadi, padahal 50 meter dari jembatan ini ada TPA di pinggi jalan, yang mana kalo pagi lewat bau dari TPA ini semerbak di jalan.
    kalau aku ngomongin ke orang lain yang nggak kenal, nanti dikira sotoy
    kalo ke temen deket yang biasa, udah biasa negur negur beginian, ngomongnya juga bisa santai

    BalasHapus
    Balasan
    1. ALAMAKKK! emosi aku bacanya kak :( padahal jalan sedikit aja udah ada TPA, kenapa nggak buang ke TPA aja deh, nggak mau menuh-menuhin TPA jadi buangnya di sungai? aahhh gemes banget bacanya :(
      iya, bingung ya kak jadi harus bersikap seperti apa, kalau ngomong ke orang yang nggak dikenal, yang ada malah dia lebih galak kan. hiks.

      Hapus
  15. Takirain tadi intronya agak horror li, yaitu :

    Beberapa kali aku terkejut pas ngeliat orang nglempar buntelan kresek ke arah itu..masa dalam benakku tadinya tuh buntelan apa berisi potongan tubuh hasil mutilasi...mengingat judulnya agak agak bikin tercengang, yaitu what is wrong heheheh

    Taunya sampah...
    Eh sampah juga bisa semengerikan itu sih kalau tida dimanaje dengan baik sehingga mencemari segala ekosistem yang ada #sad but true

    BalasHapus
    Balasan
    1. huahahaha harusnya aku bikin intronya seperti itu ya, biar lebih menegangkan :p
      ide kak Nita boleh juga diterapkan di post lainnya nanti huahaha.

      siapa tahu buntelan yang aku lihat dibuang orang itu beneran isinya potongan tubuh hasil mutilasi? aku selalu kebayang kayak gitu sih, makanya mereka buang sembarangan kan. WKWK.

      iya, kasihan ikan-ikan di sungai dan laut yang menjadi korban. seketika langsung keingat Nemo dan Dorry lagi renang-renang terus mati keracunan air sampah :(

      Hapus
  16. Gw paling gemes kalo liat orang buang sampah sembarangan. Pengen gw buang sekalian orang-orangnya !

    Bar.. bar..

    Wkwkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. bar-bar banget kak! ini sih gemas berujung penjara namanya wkwkwk.

      Hapus
  17. Aku cuma bisa ambil kesimpulan, mereka ini ga diajar sedari keciiiil, Ama ortuny mba. Sayangnya, makin besar otaknya makin ga dipake juga. Jadilah begini, buang sampah ga tau di mana -_- . Giliran banjir, ngamuk2 ma pemerintah . Padahal salah dia juga buang sampah apapun di sungai . Pgn aku pitess rasanya orang begitu.

    Tiap kali aku sdg traveling ke negara2 lain, aku tuh suka sedih. Kenapa mereka bisa sebersiiih itu. Apa kita harus kayak singapur, yg dikit2 main denda ?? Jepang aku tau mereka jd super disiplin Krn jaran sejak kecil. Makanya aku bilang ini semua hrs diawali Ama ortunya yg ngajarin si anak.

    Paling miris lagi, kita kalah telak Ama KORUT, yg negaranya aja kena embargo, miskin, tapi bisa bersiiiih byaaangettttt itu gimana coba?? Aku sampe Amazed luar biasa ga ada nemuin sampah selama di sana. Masa sih kita hrs jd negara komunis dulu supaya bisa gitu.

    Akupun kalo sdg megang sampah dan ga nemu tongsampah, itu bakal aku msukin tas dulu, dan sampe rumah baru aku buang. Krn aku mau indonesia suatu saat bisa sebersih negara2 lain :( . Anak2 aku ajarin untuk keep dulu sampah mereka di kantong baju ato tas semisal ga nemuin trash bin. Dan aku keras soal itu. Bisa aku hukum kalo sampe ketahuan mereka buang sembarangan.

    Cara lain, cthnya pas sdg traveling ke Jepang dulu, aku slalu tunjukin ke anakku, gimana anak2 Jepang sangat disiplin soal sampah. Aku tunjukin cthnya langsung, aku ksh liat hasilnya , negara mereka yg super bersih. Enak diliat, sampe sungai biasa ada bebek yg berenang, selokan aja ada ikan koi. Sungai kita mah ada ikannya lgs mati mungkin Krn keracunan sampah :( .

    Pelan2 aku yakin bisa. Tp hrs dimulai dari kita dulu. Ajarin ke anak2, supaya mereka bisa disiplin sejak kecil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waktu aku lihat postingan kak Fanny soal Korut, aku juga kaget karena ternyata Korut sebersih itu ya. Nggak pernah punya gambaran soal Korut jadi pas pertama kali lihat fotonya, jadi takjub akan kebersihannya 😳

      Btw, aku kagum sama cara kak Fanny dalam mendidik anak 😍
      Memang ya anak-anak harus dikasih lihat bukti nyata sebagai contoh karena dengan begitu mereka lebih cepat nangkepnya ya. Pertahankan cara didik seperti ini kak! Kelak anak-anak kak Fanny pasti akan menjadi anak-anak yang luar biasa 😍

      Hapus
  18. SILAHKAN BUANG SAMPAH DI SINI.
    AKAN TETAPI, KALAU BESOK MUNTAH DARAH ADA PAKUNYA, JANGAN CARI SAYA YA, KARENA SAYA SUDAH MATI JUGA!

    Ada nggak ya yang nulis kayak gitu? hahahaha

    Itu sama dengan di sini dan di mana-mana sebenarnya, bahkan paksu juga gitu, bikin sebal dan bikin selalu berantem gara-gara itu.

    Kalau saya sih bukan sekadar sok mau jaga lingkungan kayak kata si paksu, tapi ada anak dong!
    Saya susah payah ajarin anak buang sampah dengan benar, lah kok bapakeh seenaknya buang sampah, lalu anaknya protes, itu papi boleh buang sampah sembarangan. kan ngehek hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha belum ada kak! Horror bacanya dah 🤣

      Waduh, mungkin anak-anak kak Rey harus dikasih nonton video dokumenter tentang sampah? Jadi kalau anak-anak udah ngerti, mereka bisa bantu kak Rey untuk protes ke papanya kalau papanya buang sampah sembarangan 🤣

      Hapus
  19. Saya juga sebel banget saat melihat orang seenaknya buang sampah di jalan. Mungkin kesadaran dan kurang tegasnya aturan dari pemerintah. Padahal kalau orang Indonesia lagi jalan2 di luar, mereka bisa taat aturan, lho.

    Ahahahaha, saya juga geli kalau ada tulisan yang agak menakutkan soal buang sampah. Tapi kok ya masih ada orang yang berani buang sampah di situ meski udah disumpahin.

    Semoga ke depannya makin banyak orang yang sadar buang sampah di tempatnya, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, menurutku, sedikit banyak ada campur tangan pemerintah juga atas terbentuknya masyarakat yang seperti sekarang ini sih kak.

      Gemes ya 😂 rasanya pengin dipasang cctv aja biar bisa tahu siapa yang buang sembarangan terus diteror biar kapok 🤣
      Soalnya disumpahin aja ternyata nggak mempan, kurang memberi efek jera gitu.

      Amiinnm. Semoga semakin banyak manusia yang sadar diri ya kak 🙏🏻

      Hapus