Sang Pahlawan.

Jumat, 31 Juli 2020

Pahlawan tanpa tanda jasa


Kalian tentu pernah mendengar tentang pepatah yang berbunyi "guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa", bukan?

Tulisanku kali ini akan menceritakan tentang seorang pahlawan tanpa tanda jasa tersebut. Tentang sebagian kisah hidup beliau, juga beberapa pengalamanku serta teman-temanku yang kami lalui bersama beliau. Tulisan ini juga aku buat sebagai pengingat untukku bahwa pernah ada orang seperti beliau yang pernah hadir di salah satu masa hidupku.

Pss, this may gonna be a long post, so bear with it 😁

Beliau adalah guruku sewaktu aku SMA. Guru favoritku dan guru favorit semua murid yang pernah diajar oleh beliau.

✨✨✨

Beliau adalah seorang pria yang berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya. Setiap hari harus menempuh jarak sekitar 20 KM lebih dari rumah tempat tinggalnya menuju ke sekolah tempat beliau mengajar, berangkat sesubuh mungkin dan naik kendaraan umum, agar bisa sampai di sekolah setepat waktu mungkin. Dan ketika beliau telat sedikit saja, beliau akan sangat meminta maaf kepada murid-murid jam pertama yang beliau ajar.

Beliau sangat pintar dan sangat berkharisma, setidaknya itu yang aku dan teman-teman sebagai murid lihat dan rasakan. Bahkan menurutku, kepintaran beliau bisa membuat beliau mempunyai profesi yang lebih mumpuni dengan pendapatan yang lebih besar dan mungkin jarak tempat kerjanya bisa lebih dekat dengan tempat beliau tinggal. Namun, beliau tetap memilih untuk mengabdi berpuluh tahun di sekolah ini—tempatku bersekolah. Bahkan ketika sekolah ini harus pindah lokasi yang membuat beliau harus menempuh jarak 20 KM setiap hari, beliau tetap setia.

✨✨✨

Beliau fokus mengajar di bidang Geografi dan Kimia, tapi sesungguhnya beliau bisa semua bidang pelajaran! Fisika bisa, Matematika bisa, Bahasa Inggris hingga Bahasa Mandarin juga bisa. Nggak jarang, anak-anak murid yang diajar beliau ingin agar beliau saja yang mengajar semua mata pelajaran, tapi tentunya tidak bisa, masa badan beliau harus dibagi-bagi? πŸ˜‚

Karena beliau fokus di bidang IPA, maka aku yang sekolah di jurusan IPS tidak terlalu sering diajar beliau. Aku hanya menghabiskan 1 tahun pertama diajar oleh beliau dengan mata pelajaran Geografi karena saat itu belum penjurusan.

Kalau beliau datang mengajar, beliau hanya membawa badannya dan sebuah spidol, nggak ada tuh yang namanya bawa buku bacaan. Kenapa? Karena beliau nampaknya sudah hafal betul apa yang ingin disampaikan, bahkan sampai halaman yang dituju-pun juga beliau hafal, walaupun sering diakhir dengan kalimat "kalau tidak salah", tetapi kalimat itu malah membuat beliau terlihat tambah keren 🀣

Beliau mengajar dengan sangat enak karena diajar beliau seperti sedang diceritakan sesuatu dan cara beliau mengajar itu menyenangkan sehingga tidak membuat murid mengantuk, malah membuat murid ingin mendengar lebih banyak lagi akan cerita beliau.

Beliau juga suka masuk mengajar ketika suatu kelas tidak ada guru yang mengajar, dan entah kenapa meskipun jam kosong jadi hilang, tapi murid-murid senang sekali kalau melihat beliau masuk ke kelas yang padahal bukan bidang pelajaran beliau. Sesuka itu para murid dengan beliau, dan seenak itu diajar oleh beliau, sampai 45 menit durasi 1 pelajaran-pun tidak terasa jika diajar oleh beliau.

✨✨✨

Suatu ketika di jam pelajaran kosong. Waktu itu aku kelas 2 SMA dan dalam beberapa bulan akan diadakan tur belajar di Yogyakarta, beliau adalah salah satu dari penanggung jawab untuk seragam jaket yang akan digunakan para murid.

Waktu jam kosong tersebut, teman-teman di kelas sedang menghukum 1 orang teman laki-laki, dia dihukum karena perbuatan dia yang mempermalukan siswi di kelas kami. Alhasil karena kesepakatan siswi tersebut dan teman kelompoknya, meminta si teman laki-laki ini untuk dihukum dengan hal yang memalukan juga tapi hanya dilakukan di dalam kelas saja.

Saat dia sedang melakukan hukuman dengan berkeliling lorong yang ada di dalam ruangan—aku sih tutup mata saat itu karena memalukan, beliau datang ke kelas karena ingin mengukur seragam jaket untuk kami, dan ketika beliau melihat kejadian itu, beliau tidak marah, tidak menyuruh berhenti, malah beliau bilang "lanjutkan", lalu beliau keluar kelas dan menutupi jendela yang ada di pintu kelas agar tidak ada yang melihat. Lalu setelah selesai, beliau masuk kembali dan berlagak seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Kalau tidak salah, sehabis itu, beliau memanggil salah seorang murid dan menanyakan masalah yang terjadi. Di sini murid-murid sangat kagum akan sikap pengertian beliau di awal karena kami merasa beliau membiarkan hal ini terjadi karena beliau tahu bahwa ada masalah pastinya.

✨✨✨

Ini salah satu cerita dari seorang teman. Saat itu kelas 3 SMA dan beliau adalah wali kelas dari kelas temanku ini, murid-murid di kelas tersebut sangat dekat dengan beliau dan merasa beliau seperti seorang bapak bagi mereka karena mereka bisa curhat sampai jalan-jalan bareng dengan beliau.

Saat itu sedang jam istirahat, dan temanku ini yang baru mempelajari soal hal-hal berbau Atheis sedang bercerita sambil sedikit mengompori teman sebangkunya. Saat yang bersamaan, beliau lewat dan mendengar lalu memanggil temanku ini. Temanku berfikir bahwa dia akan dimarahi, alih-alih dimarahi, beliau hanya berkata "nak, dunia ini terlalu sempurna jika hanya sebuah kebetulan".

Kata-kata beliau itu diingat oleh temanku sampai saat ini dan dia tidak jadi Atheis karena mengingat kata-kata tersebut.

✨✨✨

Cerita dari seorang teman lainnya. Ketika temanku ini sedang memilih-milih universitas untuk dia kuliah. Dia curhat ke beliau dan beliau berinisiatif untuk menemani temanku pergi melihat-lihat ke universitas yang diinginkan. Lalu akhirnya, beliau menepati janji dan pergi bersama teman-temanku.

Dan ketika ada orangtua siswa yang meninggal, beliau datang menjenguk dan menenangkan sang siswa.

Beruntung sekali teman-teman yang bisa mempunyai wali kelas seperti beliau karena kasih beliau terhadap murid sangat besar dan nyata, dan banyak hal berkesan lainnya yang beliau lakukan untuk murid-murid kelasnya. Aku iri 😭

✨✨✨

Beliau mempunyai penyakit jantung bawaan dari lahir dan oleh karena itu, beliau memutuskan untuk tidak menikah karena tidak mau kelak merepotkan istrinya akan penyakitnya.

Kami sebagai murid juga tahu akan hal tersebut, meskipun beliau tidak pernah mengkonfirmasi akan kebenarannya, hingga sampai awal tahun ini dimana beliau drop karena kelelahan ketika mengurus urusan sekolah.

Beliau lalu dirawat di rumah sakit, namun ternyata kinerja jantung beliau sudah melemah, hanya sekian persen dan membutuhkan tindak lanjut yaitu operasi.

Bersyukurnya, ada seorang alumni sekolah yang pernah diajar beliau yang terketuk hatinya untuk membantu beliau, padahal saat itu beliau juga sudah tidak ingat kakak ini tapi kakak ini tetap membantu sampai selesai semuanya. Terima kasih kak Della!

Kemudian, kak Della membuka donasi di Kitabisa dan berita mengenai beliau sakit tersebar ke banyak murid yang pernah beliau ajar. Donasi yang dibutuhkan ratusan juta untuk biaya operasi beliau di Penang—karena rumah sakit di sana lebih bagus, jadi diputuskan operasi di Penang—terkumpul dalam waktu yang bisa dibilang singkat. Donasi yang datang dari para murid dan orang-orang baik hati di Kitabisa.

Beliau akhirnya dibawa untuk operasi di Penang. Di sana dokter sudah mengatakan bahwa kemungkinan berhasilnya rendah tapi beliau pasrah akan apapun kehendak Tuhan.

Hari-hari menjelang operasi, beliau isi dengan menuliskan nama-nama donatur dari Kitabisa di sebuah buku tulis kosong yang beliau minta belikan. Setiap hari beliau menulis nama-nama donatur yang sangat banyak itu dan hal ini baru diketahui belakangan.

Hari operasi-pun tiba, beliau berserah dan berpasrah pada kehendak Tuhan. Sesungguhnya, operasi berjalan dengan baik, beliau juga sempat siuman dan setidaknya merasakan mempunyai jantung yang sehat, meskipun beberapa menit kemudian Tuhan berkehendak untuk memanggil beliau ke sisi-Nya.

Dan pada hari itu, banyak murid bersedih dan berduka akan kepergian beliau. Dunia kehilangan 1 orang terbaik yang dimiliki.

Selama beberapa hari di rumah duka, kunjungan murid-murid tiada berhenti. Ini adalah salah satu momen dimana aku melihat bahwa begitu banyak orang yang merasakan kebaikan dan manfaat dari hidup beliau, sehingga saat beliau sudah tidak ada-pun, tempat persemayamannya tidak pernah sepi pengunjung. Karangan bunga yang terjajar-pun sangat banyak, padahal beliau hanya seorang pengajar, tetapi di sini aku melihat kunjungan dan cinta terhadap beliau bahkan lebih banyak dibandingkan ketika ada seorang kaya yang meninggal.

Banyak orang yang menangisi kepergian beliau yang dirasa begitu cepat. Memori berkesan yang pernah dilalui bersama beliau-pun langsung terputar kembali di kepala. Betapa beliau sungguh seorang guru yang sangat berdedikasi tinggi dengan pekerjaannya, dan sikap pengertian terhadap murid-murid yang diajar, membuat beliau begitu dicintai oleh banyak murid yang pernah beliau ajar, bahkan guru-guru juga merasakan kebaikkan dari hidup beliau.

Campur tangan Tuhan juga sangat nyata dalam hidup beliau bahkan sampai saat-saat terakhir hidup beliau. Donasi ratusan juta yang dibutuhkan, dapat terkumpul dalam waktu yang singkat, ini ada campur tangan Tuhan didalamnya.

Dan aku merasa Tuhan membiarkan ini semua terjadi karena Tuhan ingin melihat kesetiaan beliau terhadapNya, dan terbukti, beliau setia dan berpasarah pada kehendakNya. Tidak marah, tidak kesal—setidaknya ini yang terlihat, selalu percaya dan minta dukungan doa dari para murid.

✨✨✨

Dari kisah hidup beliau, aku diingatkan bahwa ketika kita selalu bersikap baik, melakukan segala sesuatu dari hati dan ketika hidup kita bisa memberi manfaat kepada orang lain, maka semuanya itu tidak sia-sia. Campur tangan Tuhan juga akan selalu menyertai hidup kita.

Aku sadar ketika melihat banyak murid yang mengunjungi rumah duka, di situ aku merasa seperti diperlihatkan oleh hasil kerja beliau selama beliau hidup. Dan dengan tidak henti-hentinya kunjungan yang datang, artinya banyak orang mencintai beliau dan merasakan pengalaman berkesan selama bersama beliau.

Bapak pasti sudah bahagia di tempat yang lebih indah ya sekarang 😊
Terima kasih atas jasa-jasamu selama hidup, pak πŸ™πŸ»
Bapak adalah contoh nyata dalam hidup yang patut ditiru banyak orang.



The dreamer.

46 komentar

  1. MasyaAllah.. Pati semua orang punya guru favorit ya. Semoga beliau ditempatkan ditempat yang terbaik disisiNya, aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, pasti semua orang punya guru favoritnya masing-masing 😁
      Amiinn. Terima kasih doanya kak πŸ™πŸ»

      Hapus
  2. Selamat beristirahat Pak,semoga Anda mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Saya tidak mengenal Bapak, tapi dari apa yang saya baca di tulisan ini...tampaknya, Bapak adalah orang yang begitu mencintai apa yang Bapak kerjakan dan melakukannya dengan sepenuh hati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin, terima kasih doanya kak Prima πŸ™πŸ»
      Memang beliau terlihat sangat mencintai dan melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati, bahkan orang lain bisa ikut merasakannya juga 😭

      Hapus
  3. Halo, mbak Lia!
    Pertama kali main ke sini dan disuguhkan tulisan yang bikin mbrebes mili...
    Salut sama si Bapak, mikirnya jauh sekali sampai memutuskan untuk tidak menikah karena tak ingin merepotkan anak-istrinya.
    Orang baik memang biasanya cepat dipanggil, ya mbak... :((

    Oh iya, salam kenal ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo! Salam kenal kak πŸ‘‹πŸ»

      Maaf nggak maksud bikin mberebes mili πŸ˜‚

      Iya, sampai sejauh itu mikirnya padahal kalau mau menikah, pasti banyak juga yg mau sama beliau.
      Aah, tetap terlalu cepat rasanya kak πŸ˜₯

      Hapus
  4. Beliau mungkin sudah pergi ke surga, tapi ilmu dan jasa yang beliau tinggalkan akan selalu terkenang dan mungkin bisa berguna bagi para siswa yang pernah diajarkan. Bukan hanya ilmu pelajaran namun juga ilmu kehidupan πŸ’• thanks for writing about him dear Lia, kakak jadi belajar lagi untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. Such a nice post πŸ˜„

    Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju! ilmu dan jasa yang beliau tinggalkan tidak akan sia-sia πŸ™πŸ»
      Terima kasih udah membaca tulisan ini kak Eno πŸ’•
      Mari kita sama-sama belajar untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik 😊

      Amiin. Terima kasih doanya kak πŸ’•

      Hapus
  5. Terharuuuu huweeee. Semoga Bapak Guru mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiiinnn. Terima kasih doanya kak Justin 😘

      Hapus
  6. Jadi pengen mewek bacanya.😭😭😭😭😭😭😭😭

    Ada pepatah mengatakan: guru ibarat lilin, membakar diri untuk menerangi orang lain. Artinya, guru rela mengorbankan diri agar murid-muridnya memiliki pengetahuan dan sukses sebagai manusia. Tapi, yang bikin prihatin, tak sedikit murid yang suka menentang nasihat gurunya.

    Padahal nasihat guru untuk muridnya diberikan agar si murid sanggup menjalani hidup yang kadang bikin sakit hati ini. Si guru yang lebih tua tentu lebih berpengalaman dalam soal hidup.

    Percaya atau tidak, banyak nasihat dari guru yang berguna ketika si murid sudah dewasa kelak. Bahkan nasihat itu bisa membuat sang mantan murid meraih kesuksesan dalam dunia karir bila mempraktekkannya.

    Dan seorang guru itu adalah orang yang menginspirasi bahwa selalu ada bebatuan di jalan yang menghadang dan bagaimana memanfaatkan batu tersebut menjadi sebuah karya.😊😊

    Jadi teringat lagu Almarhum mas Chrisye yang berjudul lilin kecil, Dan lagu ini pula kenangan saya dengan guru seni musik sewaktu di Stm.😊

    Oh.manakala mentari tua lelah berpijar...Oh.manakala bulan nan genit enggan tersenyum
    Berkerut-kerut tiada berseri.....Tersendat-sendat merayap
    Dalam kegelapan.....Hitam kini hitam nanti
    Gelap kini akankah berganti....Dan kau lilin-lilin kecil
    Sanggupkah kau mengganti......Sanggupkah kau memberi Seberkas cahaya.😒😒😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku jadi ikutan sedih baca komentar kak Satria karena jadi keingat Almarhum dan beberapa guru lain waktuku sekolah dulu 😭

      Ada 1 guruku yang dulu sering nggak didengar oleh murid kalau beliau mengajar, murid-murid malah asik ngobrol sendiri, alhasil beliau jadi hanya mengajar ke beberapa murid di barisan paling depan yang mau mendengarkan beliau. Terus aku jadi sedih kalau ingat beliau 😭

      Betul. Aku-pun suka miris melihat murid-murid yang suka menentang guru, apalagi sampai berani bentak dan main tangan, lalu ketika guru membalas, ortu-pun bergerak padahal niat sang guru baik 😭

      Semoga kedepannya jasa para guru bisa lebih dihargai πŸ˜₯πŸ™πŸ»

      Hapus
  7. huhuhu, ini mah kayak nonton film tahu nggak sih.
    Kenapa ya orang baik itu cepat banget 'pulang'nya?

    Bukan hanya sikapnya saat mengajar, tapi membaca alasannya nggak mau menikah, karena nggak ingin menyusahkan istrinya.
    Iya juga ya.
    Kok saya jadi ingat atasan saya yang nggak pernah menikah sampai beliau meninggal ya? ternyata memang dia punya penyakit bawaan.

    Dan nanti meninggal baru kami tahu alasannya nggak mau menikah.

    Btw, guru seperti ini akan selalu ada di hati siswa-siswanya, selalu menempati tempat di hati banyak orang, sampai kapanpun.

    btw, saya baca tulisan kang Sat jadi pengen nyanyi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya, kenapa orang baik selalu cepat pulang ya, aku juga bingung 😭

      Ternyata ada juga tipe orang seperti guruku ya, betapa baik hatinya boss kakak 😫
      Sedih sekali kalau orang-orang baik seperti ini harus cepat berpulang.
      Tapi beliau-beliau tetap bisa menjadi contoh bagi kita ya, meskipun raganya sudah tidak ada πŸ˜₯

      Mari kita sama-sama karaoke virtual kak Rey πŸ˜†
      Dan kau lilin-lilin kecil~
      Sanggupkah kau memberi~

      Hapus
  8. Innalillahiwainnailaihirojiun semoga Pak Guru mendapat tempat terbaik di sisi-Nya😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiinnnnnn. Terima kasih banyak doanya kak Endah πŸ˜­πŸ™πŸ»

      Hapus
  9. Sedih juga, ternyata pak gurunya tidak selamat biarpun sudah di operasi. Semoga Khusnul khatimah ya mbak.

    Kalo dapat guru yang baik memang jadi berkesan ya apalagi gurunya itu suka ngemong atau mengayomi seperti guru mbak Lia. Dimana jika ada muridnya yang salah tidak langsung memarahi atau menghakimi tapi menasehatinya dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku jadi nyesek pas dengar beritanya 😭
      Amiinnn. Terima kasih doanya kak Agus πŸ™πŸ»

      Betul. Jarang banget ada guru yang bisa mengayomi seperti ini, maka dari itu sesungguhnya menjadi guru iti tanggung jawabnya besar banget ya kak karena mereka juga bertindak seperti orangtua untuk murid di sekolah. Semoga jasa para guru bisa lebih dihargai lagi πŸ˜₯πŸ™πŸ»

      Hapus
    2. Betul sekali, jadi guru tanggung jawabnya besar sekali karena sebagai orang tua kedua setelah orang tua kandung.

      Tapi sayangnya gaji guru di Indonesia masih sedikit bahkan yang guru honorer lebih parah lagi. Gimana mereka mau fokus pada mendidik murid-muridnya jika kebutuhan sehari-hari mereka masih susah.

      Hapus
  10. masya allah, aku merinding kak bacanya. hormatku pada bapak guru semoga mendapat tempat terbaikNya. aamiin
    nggak bisa bayangin perjalanan 20 km ditempuh setiap hari dengan kendaraan umum, luar biasa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiinnn. Terima kasih doanya kak Ella πŸ˜­πŸ™πŸ»

      Aku-pun yang beberapa kali melihat beliau turun dari kendaraan umum, salut banget sama beliau. Dedikasinya besar sekali sampai seperti itu 😭

      Hapus
  11. Hu...Hu... Sedih saya mbk😭😭😭
    Sampai bingung mau ngomong apa. Jadi ingat kata-kata yang saya baca di bukunya pak soekarno. Bahwa orang yang berharga akan terlihat saat hari kepergiannya. Akan banyak orang yang sedih karena merasa kehilangan😭 meskipun di dunia ini ada banyak guru, tapi nggak banyak guru yang seperti itu. Nggak hanya mengajar pelajaran tapi juga memberikan pelajaran hidup. Seorang guru sejati😭😭
    Ya Allah... Sedih saya bacanya. Semoga almarhum pak guru diberikan tempat yang indah di sisi Allah.
    Amin😭😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaa aku bacanya jadi mau nangis mengingat guruku 😭
      Memang benar kata-kata yang ada di buku Pak Soekarno dan hal itu aku rasakan secara nyata ketika melihat kepergian guruku ini 😭
      Amiinnnn. Aku yakin beliau akan mendapat tempat yang indah berkat jasa hidup beliau. Terima kasih atas doanya kak Astria πŸ˜­πŸ™πŸ»πŸ’•

      Hapus
  12. Semoga arwahnya mendapat tempat yang baik bersama-Nya dan ilmu yang pernah diajarkan, bermanfaat bagi semua muridnya dan masyarakat luas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiinnn. Semoga doa kak Agung terwujud πŸ™πŸ»
      Terima kasih atas doanya ya kak πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

      Hapus
  13. Mba Lia, saya terhanyut dalam ceritanya. Dedikasi yang sangat luar biasa dari bapak guru.

    Wow, mengajar dengan jarak 20 km, multi talenta, bahkan beliau bisa menjadi teladan yang baik untuk muridnya. Nggak menghakimi. Jarang ada guru yang seperti ini.

    Doa saya untuk beliau semoga diterima semua amalnya ketika di dunia. Aamiin.

    Terima kasih, Mba Lia, untuk tulisan yang bagus ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget kak, selama aku hidup, hanya beberapa guru yang aku temui yang bisa mengayomi tapi tetap tidak lebih mengayomi dari beliau. Orang seperti beliau sangat langka ya 😭

      Amiiinnn. Terima kasih doanya kak Pipit πŸ™πŸ»

      Terima kasih juga udah membaca tulisanku ini πŸ™πŸ»
      Semoga ada pembelajaran yang bisa diambil dari kisah hidup beliau πŸ™πŸ»

      Hapus
  14. Saya cukup yakin, mayoritas kita pasti punya satu guru, entah di sekolah atau di tempat manapun yang jadi panutan hidup. Bukan cuma karena ia jago ngajar, kita ngerti. Tapi dari prinsip hidup atau pembawaannya. Saya punya beberapa guru yang cukup membekas diingatan saya. Dan itu, yang seharusnya dilakukan oleh semua guru. Tidak hanya sebatas memberi materi, tugas, dan mengisi nilai.

    BalasHapus
  15. haru banget, gak boong 😭. I can feel it. Mengabdi untuk manusia lain di saat kondisi nggak 'mulus' 😭. Semoga hasil pengabdian nya menjadi berkah dan amal baginya.
    Kadang yang indah memang cepat diambil kembali oleh Tuhan 😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huhuhu terima kasih Farah atas doanya! Aminnn πŸ™πŸ»
      Sedih banget pas kehilangan beliau, sesedih itu seperti beliau adalah anggota keluarga kita 😭
      Tapi aku percaya jerih payah beliau tidak akan sia-sia. Aminn πŸ™πŸ»

      Hapus
  16. Ini cerita yang heartwarming sekaligus sedih :(( Orang baik selalu dipanggil cepat sama Tuhan yaa :(( Semoga Pak Guru yang luar biasa baiknya dapat tempat terbaik di sana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku ngetiknya aja sambil pengin nangis kak Eya mengingat beliau 😭
      Aminnn. Terima kasih doanya kak Eya πŸ™πŸ»πŸ’•

      Hapus
  17. Lah menyentuh banget ceritanya. Orang baik mah gitu yah, meninggal ditangisisn orang banyak. Yang layat juga banyak. Terus itu keluarganya apa kabar yah yang ditinggal pergi beliau?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak Riza. Bahkan pelayatnya lebih banyak daripada orang kaya yang meninggal yang pernah aku datangi πŸ˜…
      Berhubung beliau tidak menikah, jadi beliau tidak punya istri maupun anak, sedangkan saudara beliau sudah punya keluarga dan hidup masing-masing, aku-pun kurang tahu kondisi mereka sekarang bagaimana tapi semoga dimana-pun mereka berada, mereka bisa sehat selalu ya kak πŸ˜ŠπŸ™πŸ»

      Hapus
  18. Huhuhuhu aku jadi terharu. Insya Allah pahalanya terus mengalir ya, dengan apa yang diajarkan kepada murid-murid beliau dulu. Alfatihah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiinnnn. Terima kasih ya Fara buat doanya πŸ™πŸ»πŸ’•

      Hapus
  19. Kadang aku suka mikir, kenapa ya orang baik sering dipanggil duluan. Apakah Tuhan sengaja mengambil mereka saat mereka suda menanam begitu banyak kebaikan.. huhu..
    Makasi udah share cerita ini ya Lia. Membuat kita kembali instropeksi, sebaik2nya manusia adalah manusia yg bermanfaat bagu orang lain πŸ’–

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak Thessa, aku juga selalu berpikir seperti itu tapi masih belum tahu jawabannya sih πŸ˜‚ harus tanya sama Tuhan langsung hahaha.
      Sama-sama kak, terima kasih juga udah membaca tulisanku ya kak Thessa πŸ™πŸ»πŸ’•
      Aminnn. Semoga kita bisa selalu menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain dimana-pun kita berada ya kak Thessa πŸ˜ŠπŸ™πŸ»πŸ’•

      Hapus
  20. Sungguh terharu sekali dengan kisah bapak guru ini, semoga sekarang Bapak tenang di Atas sana ya (:

    Orang-orang baik seperti bapak guru Lia ini mengingatkan aku untuk jangan pernah lupa being kind ke semua orang. Orang baik seperti ini suatu hari nanti akan pergi duluan, namun kebaikan hati mereka nggak pernah bisa kita lupakan. Bahkan Lia pun bisa menuliskan kisah bapak guru di sini, sehingga kita semua bisa mengenal sosok bapak guru yang pernah berjasa dalam kehidupan Lia dan teman-teman. Terima kasih udah nulis ini yaa, Lia (:

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Terima kasih atas doanya ci Jane! Terima kasih udah baca tulisanku juga πŸ˜ŠπŸ™πŸ»

      Semoga kisah hidup beliau bisa memberi manfaat juga untuk yang membaca tulisan ini πŸ™πŸ»
      Sedih waktu kehilangan beliau tapi jasa dan kebaikkan hatinya tetap teringat selalu 😭

      Hapus
  21. aku terharu dan berkaca-kaca, aku belum nemu guru yang seperti ini, atau bisa jadi mungkin waktu aku sekolah agak cuek dan nggak semua guru menunjukkan "masalah" yang sedang dialami
    perjuangan beliau ini luar biasa, 20 km ke sekolah, mba lia stay dijakarta kah? bayanganku, pak guru ini rumahnya mungkin di pinggiran jakarta dan demi kecintaannya sama dunia pendidikan, rintangan apapun dihadapi
    terimakasih mba della dan lia dan temen temen yang lain sudah berjuang membantu kesembuhan pak guru nya. semoga amal ibadah diterima di sisi Tuhan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurutku memang guru seperti ini yang langka sih kak, karena selama aku sekolah juga baru nemu 1 guru seperti beliau 😭

      Kebalikkannya kak Ainun. Sekolahku di pinggiran Jakarta Timur dan beliau tinggalnya di Jakarta Utara, jadi dari Utara ke Timur 😭 malah kebalikkan dari orang-orang yang biasa mengadu nasib ya.

      Aminnn. Terima kasih doanya kak Ainun πŸ™πŸ»πŸ˜₯❤️

      Hapus
  22. Terharuuu banget pas baca si bapak menuliskan nama2 para donatur nya :( . Kamu beruntung pernah diajar dengan orang sebaik itu mba :). Guru yg sangat disayangi murid2nya, insyaallah pahalanya ga berhenti mengalir karena ilmu yang diajarkan.

    Aku mencoba inget siapa mungkin guru yg bisa bikin aku sampe teringat trus begitu Krn kebaikannya, ada beberapa. Tp kayaknya ga terlalu berkesan seperti bapak guru yg kamu ceritain ini.

    Semoga tenang di tempat yang baru Pak :) .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku-pun nyess banget kak waktu tahu bahwa bapak setiap hari nulisin nama donatur 😭😭
      Aku merasa sangat beruntung bisa bertemu dan diajar beliau.

      Amiinnnn. Terima kasih buat doanya kak Fanny πŸ˜­πŸ™πŸ»πŸ˜Š

      Hapus
  23. Perdana menjejak di blogmu Lia dan langsung terharu baca cerita tentang almarhum. Salam hormat untuk almarhum gurumu ya. Ya Allah...sampai beliau rela ya tidak ingin berkeluarga karena tidak mau merepotkan jika sakit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak Imel, terima kasih udah berkunjung ke sini ya πŸ™πŸ»

      Mulia sekali kan hatinya? Beliau sungguh sosok yang patut ditiru oleh banyak orang 😭

      Hapus