New Habit.

Jumat, 11 September 2020




Aku pernah mendengar bahwa kita memerlukan waktu 21 hari untuk bisa membentuk sebuah kebiasaan baru. Ada yang pernah dengar pernyataan ini? πŸ€”

✨✨✨

Selama ini, sebelum pandemi, aku jarang sekali membaca buku, bisa beberapa bulan sekali baru membaca sebuah atau dua buah buku πŸ˜‚.

Sedikit banyak, aku berterima kasih dengan adanya WFH yang berlangsung dari bulan Maret kemarin karena dengan adanya WFH, kebiasaan membaca setiap hari, mulai terbentuk πŸ˜†.

Pada awalnya, aku hanya mulai membaca 1 buku. Lalu, setelah buku itu habis, rasanya aku ingin membaca buku-buku lainnya. Aku mulai membaca lagi, lagi dan lagi. Satu buku habis, langsung lanjut buku yang lain atau kadang jeda 1-2 hari sebelum lanjut ke buku yang lain πŸ˜†.

4 bulan berlalu. Sekarang, kegiatan membaca buku udah menjadi bagian dari rutinitas harianku. Saat sedang senggang, aku akan membaca beberapa halaman buku. Saat berpergian, aku akan membawa buku yang sedang aku baca supaya bisa aku baca saat sedang senggang. Dan, tanpa terasa, kebiasaan baru-pun terbentuk 🀩.

Aku bersyukur karena kebiasaan baru ini adalah hal yang aku sukai. Katanya, jika kita melakukan sesuatu yang kita sukai, maka tidak akan ada beban dalam menjalaninya. Hal ini yang aku rasakan ketika melalui hari-hariku belakangan ini πŸ™ˆ. Tidak ada beban sama sekali dalam rutinitas membacaku. Bebannya hanya 1, buku yang harus dibaca masih banyak tapi tangan udah gatel ingin membeli buku baru lagi #plakk πŸ€ͺ.

Tuhan juga seperti mendukung kebiasaan baruku ini dengan cara mengirimkan orang-orang baik hati yang senang memberikan aku buku-buku untuk dibaca. Thank you kak Enoci Jane and someone out there! Karena telah mendukung hobiku ini πŸ₯°❤️. Berkat kalian, aku jadi punya banyak pilihan buku fisik yang akan dibaca 😍.

Aku juga bersyukur karena sekarang, mengakses e-book legal juga sangat mudah. Bisa lewat iPusnas, Gramedia Digital, Google Playstore dan Kindle. Banyak sekali deal-deal menarik yang ada di platform-platform tersebut, yang meskipun berbayar, aku merasa dana yang dikeluarkan sungguh layak dan sesuai dengan apa yang didapat πŸ₯°.

Anyway, aku sedang galau soal Kindle e-book reader. Ingin beli tapi masih maju mundur πŸ˜‚. Adakah di antara teman-teman yang menggunakan e-book reader? Gimana kesan pemakaiannya?

✨✨✨

Ngomongin kebiasaan baru, apakah kebiasaan baru-ku ini terbentuk hanya dalam waktu 21 hari? Aku nggak yakin. Namun, yang pasti, semakin lama dan sering kita melakukan sebuah kegiatan, pada akhirnya, kegiatan tersebut akan menjadi bagian dari rutinitas harian kita. Yaiyalah Li.. anak kecil juga tahu keleusss 🀣


So, apakah teman-teman mempunyai kebiasaan yang baru terbentuk akhir-akhir ini?
Atau
Kalian sedang mengupayakan sebuah kebiasaan baru?
Let me know!



The dreamer.


59 komentar

  1. Saya punya kebiasaan baru yang terbentuk mb. Tapi perlahan udah berkurang.

    Semenjak lulus kuliah, ditambah pandemi, saya jadi tidur lagi sehabis shalat shubuh. Wkkwkw.

    Kalo sebelumnya kan (ketika masih kuliah), habis shalat shubuh langsung mandi, sarapan, siap2 berangkat ke kampus pagi-pagi.

    Kalo sekarang, ga lagi. Jadi tidur aja lah. Toh ga ada yang mau dilakukan. Wkwkwk
    Tapi, ini jangan ditiru yaa bagi teman2 yang membaca, kegiatan ini tidak baik. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk kebiasaan baru yang tidak baik ya. Tapi memang tidur itu asik sih #ditoyor

      Mungkin sekarang bisa diubah menjadi sehabis shalat lalu jalan kaki muterin area perumahan? Jadi membentuk kebiasaan baik kan 😁

      Hapus
    2. saran yang menariq. Nanti dicoba, mbak. Walopun godaan dari kasur jauh lebih gede, hahahaa

      Hapus
    3. Wkwk aku nggak mengelak kalau kekuatan kasur khususnya di pagi hari memang sangat dahsyat 🀣

      Semoga bisa membangun kebiasaan yang lebih baik ya kak DodoπŸ’ͺ🏻

      Hapus
  2. 21 hari yah.. masa sih (soalnya nggak pernah ngitung)

    Tidak salah banget bahwa kalau melakukan sesuatu yang kita sukai, biasanya jadi tidak ada beban dan kita bisa menikmatinya.

    Kalau sekarang saya sudah beralih dari buku ke blog. Hahahaha.. selain pendek-pendek, juga lebih personal karena ternyata menarik menyelami pemikiran orang-orang di luar sana.

    Kebetulan juga saya punya prinsip pengetahuan itu bisa didapat darimana saja, jadi lebih menikmati cara seperti ini.

    Padahal, si Kribo sekarang koleksi bukunya tambah banyak dan dia mulai menyukai buku sejarah.. Pengen sih tetep baca, cuma berat di mata neh.. wakakakaka

    Kalau e-book.. heemm... saya masih lebih suka bau buku cetakan.. maklum jadul pisan dah. Ada nuansa yang beda dibandingkan e-book..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha aku juga nggak hitungin kak, tahu-tahu udah berjalan berbulan-bulan aja πŸ˜‚

      Menurutku juga sama. Pengetahuan bisa didapat darimana saja. Aku juga dapat banyak pengetahuan baru dari blog karena aku nggak update di medsos, jadi blog merupakan salah satu sumber berita meskipun tidak secepat medsos.

      Keren banget! Baca sejarah itu, butuh tenaga ekstra soalnya lebih cepat ngantuk kalau baca buku sejarah (kalau akuπŸ€ͺ).

      Memang beda kak. Setuju! That's why peralihan masa dari buku fisik ke ebook tidak drastis seperti kaset ke cd karena masih banyak penggemar buku fisik dibanding ebook πŸ™ˆ

      Hapus
  3. iyes, aku sering banget denger kalau kebiasaan akan terbentuk dengan sendirinya jika dilakukan secara terus meneerus selama 21 hari, hihi
    selama pandemi ini aku nggak membentuk kebaisaan baru yg khusus sih mbak, hihi. tapi tiap sebelum terus selalu nulis wishlist apa saja yg mesti ku selesaikan esok hari, soalnya pelupa banget. ternyata secara nggak sadar dengan membuat list begitu bikin produktif banget uy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eee, ada yang pernah dengar juga tentang pernyataan ini 🀭

      Membuat to-do-list memang membantu sekali untuk membuat kita lebih produktif 🀩.
      Ini kebiasaan yang bagus kak Ella. Semoga kebiasaan baik seperti ini, bisa terus dilakukan ya 😁

      Hapus
  4. Langsung berpikir kebiasaan baru apa yang kakak dapat semenjak pandemi corona :)) rasanya cuma tidur lebih banyak hahahaahaha.

    Eh tapi blogging masuk kebiasaan nggak, Lia? Sebab sebelum pandemi tuh kakak jarang blogging hehehe. Baru saat pandemi jadi lebih rajin mungkin karena waktu luang lebih banyak :D entah nanti kalau pandemi hilang akan tetap rajin atau kembali ke semula jadi blogging mood-moodan hahaha.

    Ngomong-ngomong kakak pakai Kindle, menurut kakak sangat enak dan nyaman digunakan. Tapi saran kakak, better beli Kindle saat Lia sudah yakin mau beralih dari buku fisik ke e-book (kecuali e-booknya nggak dijual baru beli buku fisik). Sebab kalau Lia masih suka baca buku fisik, nanti kawatirnya si Kindle hanya digunakan sebentar. Sayang jadi tambah-tambah barang nggak terpakai di rumah :3 so makesure, it's needed or not ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahaha tidur lebih banyak juga termasuk kebiasaan itu 😝

      Blogging juga sebuah kebiasaan, menurutku. Aku juga jadi rajin ngeblog setelah adanya pandemi ini πŸ˜†.
      Semoga nanti ketika pandemi berakhir, kak Eno tetap bisa rajin ngeblog ya πŸ₯°.

      Kak Eno, pakai Kindle tipe apa? Dan udah berapa tahun pemakaian? Is it still good?

      Aku sangat penasaran dengan kenyamanan yang diberikan Kindle karena orang-orang selalu bilang pakai Kindle jadi nyaman sekali untuk membaca ebook, seperti yang kak Eno bilang πŸ˜‚.

      Nah, itu yang menjadi kegalau-anku, selain harga, aku belum sepenuhnya bisa beralih ke e-book 😭.
      Terima kasih udah meningatkan aku ya, kak Eno πŸ₯°. Berasa lagi curhat sama kakak sendiri hihihi

      Hapus
    2. Ha ha ha, kebiasaan tidur siang jadi mulai saya terapkan juga. Efeknya jadi lebih enak pas bangun pagi.

      Soal ebook reader, saya tidak masalah dengan ini, tapi kalau mau baca saya lebih prefer baca buku fisik saja. Pake ini sesekali kalo lagi di luar rumah mungkin lebih berguna

      Hapus
    3. Rasanya tubuh lebih fresh ya kalau bisa tidur siang meskipun hanya 10 menit aja. Menyesal sekali dulu waktu kecil malah susah kalau disuruh tidur siang πŸ˜‚

      Nah, that's why, karena harga ebook reader tidak bisa dibilang murah jadi pertimbanganku untuk membelinya, butuh waktu sangat lama πŸ˜‚

      Hapus
  5. Pernah dengar pas obrolan Deddy dan Pandji. Saat itu Pandji nanya,"dengan badan saya sekarang, berapa hari yang dibutuhkan untuk menurunkan dalam berat sekian"

    Deddy bilang,"21 hari," Kemudian dijelaskan bahwa 21 hari atau 3 minggu adalah waktu yang diperlukan untuk menbentuk rutinitas. Memang badan belum sesuai yang diinginkan saat hari ke 21, tapi ketika mau berhenti sudah merasa ada yang beda karena sudah merasa itu bagian dari rutinitas"

    Ngomong-ngomong soal baca, belakangan ini jadi ingat, belanja semester lalu belum dibaca semua. Desember tinggal beberapa bagian bulan lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat dengan kata Deddy 😁
      Memang itu yang terasa jika melakukan sesuatu kegiatan secara rutin selama 21 hari, tapi jika belum sampai 21 hari udah bolong, rasanya sulit untuk membangun kembali πŸ˜‚

      Sisa berapa buku Rahul? 😁

      Hapus
    2. Dari belanjaan kemarin, baru baca dua πŸ˜‚

      Hapus
    3. Wihh, semangat menyelesaikan sisanya 🀭

      Hapus
  6. Kebiasaan baruku, eh menghidupkan kebiasaan lama deng, jawabannya yang tak lain dan tak bukan adalah ngedance!
    Eh tapi kalau boleh milih lagi pinginnya baca sama nonton film dokumenter gitu sih, cuman kumat-kumatan aku tuh, kalau lagi sreg ya ayok, kalau nggak, mending goyangin badan aja. Hohoho..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Glad to hear that kak Pipit πŸ₯°
      Membangun kebiasaan lama untuk menjadi kebiasaan kembali itu nggak mudah tapi kalau udah dijalani dan jadi rutinitas pasti menyenangkan 🀭

      Pelan-pelan aja kak, memang awalnya harus diniat-kan sih karena awal mula membangun kebiasaan itu yang sulit πŸ˜‚

      Semangat kak Pipit untuk rutinitas nge-dancenya! Biar makin lihai goyangnya 🀭

      Hapus
  7. Sering denger sih pernyataan seperti pembukaan diatas.

    Ngomongin kebiasaan baru, beberapa hari belakangan habis subuhan aku selalu minum teh hangat atau susu habis itu ngedance nggak jelas atau zumba-an sampai jam 6 hahah. Nggak ada kerjaan emang,jingkrak-jingkrak pagi buta. Tapi habis itu enak Lia, habis mandi jadi seger. Soalnya aku malas mandi pagi, jadi aku siasati dengan keringatan, jadi mau nggak mau harus mandi, haha.

    Nggak tahu deh, hal ini bisa bertahan sampai berapa lama,mudah2an jadi kebiasaan baru. Biar mau mandi pagi walau nggak kemana-mana πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha rajin banget kak Sovia, subuh-subuh udah jingkrak-jingkrak aja! Keren ihhh. Aku mah masih sulit untuk bangun subuh-subuh πŸ˜‚

      Mandi pagi-pagi memang bikin badan jadi seger banget kak! Tapi aku juga suka malas 🀣
      Sekali-kali, mungkin harus coba cara kak Sovia biar jadi mandi pagi huahaha.

      Aminn. Semoga bisa jadi rutinitas ya kak, hanya butuh 21 hari kok πŸ˜†

      Hapus
  8. Kalo yang aku dengar sih kebiasaan baru biasanya terbentuk kalo sudah 40 hari, bukan 21 hari. Tapi entahlah mana yang benar soalnya ngga pernah ngitung.

    Bagus tuh membaca buku, karena bisa dapat wawasan dan juga tambah ilmu, apalagi jika buku yang dibacanya bagus, jadi pengin ngikutin saran dari buku yang dibaca.

    Saya tidak pakai Kindle ebook reader bahkan baru tahu namanya. Itu makanan apa cemilan kak Lia? πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya? Aku malah dengar soal 40 hari membentuk kebiasaan nih, kak Agus 🀭
      Tapi menurutku, semakin lama pasti semakin terbentuk kebiasaan itu hahaha.

      Betul. Kak Agus suka baca buku nggak nih? 🀭

      Kindle itu dengar-dengar sih nama makanan yang dijual di Indomaret kak. Kalau nggak salah, nama lengkapnya Kindle Joy 🀣

      Hapus
  9. Waah Liaa aku juga lagi mempertimbangkan buat beli Kindle atau Kobo haha karena kalo nambah buku fisik terus pusing nyimpennya di mana 😭

    Soal kebiasaan yaa.. Aku sejak pandemi jadi lebih rajin cuci tangan dan keramas setiap hari hahaha.. Sama jadi rajin masak, karena sebelumnya males banget berkegiatan di dapur :))

    Aku agak setuju sih dengan pendapat kebiasaan itu bisa dibentuk dalam waktu 3 mingguan. Karena kalo baru beberapa hari aja kayaknya belum bisa yaa jadi kebiasaan ahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaa ada yang senasib! Kak Eya, nanti kalau jadi beli, kasih tahu aku dong 🀭 sementara ini, lebih tertarik Kindle atau Kobo?
      Aku sendiri galau bangett, bisa tahun depan kali kalau jadi beli sekalian nabung πŸ˜‚

      Wihhh, jadi rajin masak! Keren 😍. Asik deh kak kalau udah pintar masak, jadi makin gampang nanti makannya. Nggak usah pusing makan apa, tinggal otak-atik di dapur, langsung jadi makanan 🀭

      Betul. Kalau cuma beberapa hari tuh nggak akan jadi kebiasaan deh kak πŸ˜‚

      Hapus
  10. Aku juga pernah dengar tuh istilah kebiasaan baru akan muncul setelah 21 hari dilakukan terus menerus. Masuk akal sih karena kan kita jadi terbiasa ya melakukan hal yang sama berulang-ulang, pasti ada yang beda kalo ga kita lakuin.

    Ngomongin kebiasaan baru, apakah masak bisa disebut kebiasaan baru? Dulu sebelum pandemi itu anti banget rasanya masak karena mikir lebih gampang beli sendiri atau online aja biar ga repot dan capek. Tapi, sekarang tiap hari bawa bekel ke kantor dan masak jam 5 pagi! Udah kayak alarm sendiri jam segitu pasti langsung buat masak ke dapur hahaha. Sepertinya ini bisa lah ya termasuk ke kebiasaan baru hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Kita melakukannya berulang-ulang dan berminggu-minggu makanya bisa jadi kebiasaan deh 🀭

      Iya dong, masak itu masuk hitungan 🀭
      Keren keren jadi rajin masak 🀩 niat banget kak Tika, subuh-subuh siapin bekal sendiri. Kalau udah bisa jadi alarm sendiri, itu bisa dibilang kebiasaan 😁
      Masak sendiri lebih bagus sih kak, terutama untuk kesehatan dan dompet huahaha

      Hapus
  11. Yeaaay good to hear, Lia! Aku juga kalo nggak di rumah aja, rasanya juga bakal jarang baca buku lagi deh *ngaku* 😝

    Jawabanku kurang lebih sama dengan Mba Eno, lebih sering tidur siang dan blogging! Padahal awalnya ragu bisa blogging lebih sering, karena semua rutinitas dijalankan di rumah. Tapi tanpa sadar malah jadi lebih aktif, bahkan sering blogwalking juga. Mungkin karena nggak dibawa beban kali yaa, jadinya hepi-hepi aja hihi

    Btw, sama dong. Kendala baca buku fisik itu pasti gatelan pengen beli baru terus, padahal yang di rumah belum dibaca semua πŸ™ˆ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyiahaha sama dong ci! *Kok malah senang sii*

      Aku juga turut senang mendengarnya, ci! Jadi bisa lebih rajin blogging dan BW ya sekarang ini. Lumayan nambah banyak teman baru ya 🀭
      Aku juga karena pandemi, jadi lebih rajin blogging dan BW ci hihihi.

      Aahh, iya kan!! Kenapa ya rasanya gatel banget mau beli buku terus padahal yang belum dibaca juga numpuk 😭 bingung tapi senang sih huahaha

      Hapus
  12. Setelah diingat-ingat ..., apa ya kebiasaan baruku di 21 hari ini, ternyata aku baru ngeh kalau kebiasaanku tiap pagi sekarang dapat giliran nyapu depan dan belakang halaman rumah, hahhaah .. jadi jongos alias pembentong di rumah sendiri ngga apa-apa πŸ˜„.
    Tung itung lagi olahraga πŸ’ͺ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha untung di rumah sendiri ya kak, jadi ikhlas gitu ngerjainnya 😝
      Lumayan juga buat olahraga kan. Semangat ya kak nyapunya πŸ˜†

      Hapus
  13. AKu pernah dengar juga pernyataan seperti itu mba. Dan sudah mencoba sendiri dulu. Sekitar 21 hari atau sampai sebulan gitu (kayaknya gak putus) nerapin suatu hal baru di hidupku. Dan "hal itu" melekat jadi kebiasaan sampai sekarang. Sekarang mau coba lagi. Masalahnya ada beberapa hal (lebih dari satu) yang pengennya segera jadi kebiasaan. Efektif gak ya? Atau baiknya fokus satu per satu aja? Hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bisa langsung diterapin semua, bagus dong kak? Hahaha. Seiring berjalannya waktu, nanti yang nggak cocok akan gugur sendiri kok 😁
      Efektif atau nggak, tergantung aktivitas sama durasinya sih menurutku. Asal time management kakak oke, pasti bisa sih dilakukan semua bersamaan 😁

      Hapus
  14. baca bukuku engga mengalami perkembangan signifikan mbak tetap aja si huhu
    seneng kalau ada cerita bisa dapat habit baca buku gini
    aku malah sekarang liat pejen terus especially Miss Universe ya allah
    dan bener banget di 21 pertama habit ini mulai kebentuk

    bangun dan mau tidur auto buka YT liat pejen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eee, kak Ikrom tidak suka membaca kah? Atau waktunya yang nggak ada?

      Huahahaha kak Ikrom suka banget sama hal-hal tentang Miss Universe ya! Unik sekali, aku baru pertama nemu yang kayak gini 🀭

      Hapus
  15. Aku pernah dengar kalo mau jadi kebiasan harus di lakukan terus menerus. Cuma ga ngeh kalo 21 hari.

    Beberapa hari ini aku lagi ikut #tanoswalkingchallenge yang dr Kak Renov dan Kak Eka (Artjoka). Baru lima hari tapi nagih. Jadi beres tantangan pun aku kayanya mau lanjutin olahraga jalan kaki. Apalagi pas wfh, jadi ada waktu pagi2 buat lakuin.

    Sama mulai rutin lagi untuk yoga nih. Kebiasaan kerja depan laptop dan duduk dalam waktu lama, kadang punggung suka pegel pegel. Karena mulai yoga lagi jadi aga berkurang pegel pegel nya.

    Semangat untuk kebiasan baru lia baca buku. Btw buku supernova udah kelar semua? πŸ˜‹

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahhh, keren-keren! Semoga aktivitas jalan dan yoga-nya bisa jadi rutinitas yang baik ya ci 😍. Selama dijalani dengan sukacita pasti nggak terasa hahaha.

      Terima kasih ci Dev 😘. Aaa belum. Sisa buku ke 5 dan 6 tapi lagi baca buku yang lain dulu nih πŸ˜‚. Aroma Karsa juga masih nongkrong di lemari, belum disentuh πŸ˜–

      Hapus
  16. Kesibukan baru atau hobi dan keinginan baru pula, Untuk saat ini saya tidak ada. Yang ada malah Kesibukan2kan yang menerpa setiap hari sampai nggak ada waktu untuk menulis & membaca.😭😭😭😭

    Naah kalau istilah 21 hari baru akan ada perubahan sebenarnya secara teori iya, Tetapi kembali ke orangnya masing2. Kalau yang tulalit bisa sampai 101 hari malah.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Kalau punya keinginan membaca atau menulis selama pademi Intinya niat dan kemauan juga sih jadi sesuatu jka sudah dibiasakan secara kontinyu tentunya akan jadi hobi atau kebiasaan baru yang positif terlebih menulis dan membaca. Karena dengan membaca atau menulis secara umum bisa banyak manfaat yang didapat saat membaca karena banyak yang positif, Saat membaca. Kemampuan berbahasa dan motorik secara intens akan meningkat. Serta dapat mengurangi stress ketika perasaan kita sedang down. Berbagai pengetahuan dari buku juga banyak sehingga kamu dapat mendapatkan banyak kosakata dan juga dapat berpikir analitis ataupun kritis sesuai dengan genre buku yang kamu baca.😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Satria! Apa kabar? Sepertinya lagi amat sangat sibuk ya karena udah lama nggak lihat tulisan kakak πŸ˜‚. Hebat euyy, masih bisa sibuk di masa-masa seperti ini. Suatu hal yang patut disyukuri 😁

      Huahaha 101 hari kayak cerita negeri dongeng dong πŸ€ͺ

      Betul. Memang semuanya harus didasari oleh niat, kemauan, motivasi dari diri sendiri untuk membuat sebuah kegiatan menjadi kebiasaan.
      Manfaat membaca dan menulis juga banyak, seperti yang kak Satria tulis 😁

      Walaupun sibuk, tetap jaga kesehatan ya kak Satria. Semangat! πŸ’ͺ🏻

      Hapus
  17. Wah keren bisa menambah kebiasaa baru dg membaca lebih banyak buku gt Lia 😍
    Aku pake kindle, udah lamaaa kayaknya udah 4 tahunan. Duluu pas awal beli kepake banget karena di hp akses ebook maaih terbatas plus hp dulu ga ada reading mode yg bikin mata nyaman buat baca lama2.
    Sejak ada ipusnas, google book, dll, aku akhirnya lbh banyak baca ebook di hp. Kindle sekali2 doank jd nya. Huhu. Keuntungan kindle menurutku itu baterenya super awet, jd misal mau perjalanan jauh, kan sayang batere hp cepet habis klo baca di hp, bawa buku mungkin jg ga cukup satu dan makan tempat, jadi aku biasanya baca di kindle. Selain itu, baca lama2 di kindle super nyaman, bahkan dibanding hp yg reading mode sekalipun. Oiya, aku pernah nulis tentang kindle di blog, walau tulisannya udah agak lama,mungkin bs nambah masukan buat Lia 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Thessa, terima kasih untuk masukannya tentang Kindle ini. Sukses bikin aku tambah galau sih 🀭
      Tapi karena harganya yang lumayan, aku benar-benar harus mikir berkali-kali apakah akan beli atau nggak πŸ˜‚

      Hapus
  18. Kebiasaan yang sedang saya berusaha bangun adalah olah raga teratur....karena pandemi jadi lebih suka olah raga di rumah...harusnya giat yoga, tapi malah jatuh mendengkur di mat gimana ini coba XDXD....

    Saya punya e-reader, Kindle. Ya masih membiasakan diri, sih. Tapi so far suka banget dengan kepraktisan dan keringkasan yang ditawarkan. Karena saya memang sedang bersih-bersih buku fisik dan beralih ke e-reader.

    Dibanding lihat di hape matanya juga nggak sakit...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidur ini sepertinya adalah kebiasaan baru yang banyak orang alami saat-saat ini 🀭

      Kak Phebie pakai Kindle series apa? Ternyata banyak juga teman-teman bloggers yang pakai Kindle. Aku jadi penasaran pengin lihat aslinya bagaimana πŸ˜†

      Hapus
  19. terbentuknya kebiasaan baru dalam waktu 21 hari, kayaknya aku baru denger dari post ini lia. Duh aku kemana aja ya bacanya hahaha
    sejak wfh sebenernya memang ada cukup waktu untuk melakukan hal hal yang disuka, karena waktuku tersita sama kerjaan kantor juga, jadinya cuman sempet BW-an aja. kalau baca buku kudu yang agak slow waktunya
    nah biasanya pas traveling kadang aku bawa buku juga, buat mengisi waktu di jalan, masih mending ini
    btw aku belum coba ipusnas, aku kok penasaran juga ya, padahal mbak jane juga sering cerita soal ipusnas ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting sekarang udah tahu ya kak Ainun 😝

      Kak Ainun walaupun WFH tetap sibuk ya atau malah tambah sibuk? Jangan lupa tetap jaga kesehatan ya kak πŸ€—.
      Nggak apa, masih ada sesekali membaca itu udah termasuk okay lho~
      Ayooo cobain kak tapi hati-hati ketagihan ya 😝

      Hapus
  20. Kalau udah hobi gitu ya mbak.. Belum selesai baca aja udah pengen buku yang lain. Itu yang saya rasain karena akhir-akhir ini nontonin film.film ini belum ditonton udah pengen cari film yang lain😁

    Baca tulisan ini saya jadi pengen baca buku saya yang terbengkalai, sayang banget udah beli belum dibaca...😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk toss dulu kak karena merasakan hal yang sama 🀣
      Btw, kak Tria sih rajin banget nonton filmnya. Setiap hari nonton berapa film?

      Nggak apa, kak. Emang kadang butuh jeda dari kegiatan membaca biar otaknya kosong dan siap diisi kembali nanti 😝
      Kelihatannya juga kak Tria udah punya hobi baru yaitu nonton film hihihi. Enjoy your new hobby kak!

      Hapus
  21. 21 hari ini kebiasaan baru apa y? Bingung soalnya rutinitas pulang kantor udh capek, bersih2 badan n tedur...

    Jadi apa y? Oh iya akhir2 ini lagi suka BW. Asyik jg dpt temans dumay. Bs bc2 blognya tanpa rs terbeban.

    Gak tahu bs bertahan ampe kapan ni...😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Ike nggak WFH ya?

      Btw, BW dan blogging termasuk kebiasaan kok 🀭
      Semoga bisa awet ya hihihi

      Hapus
  22. rekor saya paling seminggu makanya gak pernah bisa jadi kebiasaan baru kecuali ada dorongan semisal teman yang sesama idealis, alhasil selalu gagal memulai hal baru ckcck

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa kegiatan yang kak Inia sedang ingin jadikan rutinitas? Bisa coba cari teman-teman bloggers yang mungkin berkecimpung di dalamnya supaya bisa dapat dorongan.
      Kalau ingin mulai baca buku, aku siap menemani dan meracuni wkwk

      Hapus
  23. Kebiasaan baruku adalah...ngegame di salah satu aplikasi belanja online🀣🀣🀣 lagi bosen nonton film dan baca buku, seringnya sekarang nonton Youtube sama ngobrol sama saudara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya aku tahu nih aplikasi mana yang kak Endah maksud 🀣 antara yang depanny S atau T 🀭

      Quality time dengan saudara jelas lebih berarti dari segalanya kak~

      Semoga kak Endah bisa selalu menikmati momen kebersamaan dengan saudara kakak ya πŸ€— jangan lupa minumnya teh botol sosro 🀣

      Hapus
  24. aku pakai aplikasi Kindle. sempat mempertimbangkan beli perangkat Kindle, yang memang secara umum lebih nyaman di mata, namun karena aku bukan pembaca buku rutin, dan lebih sering baca lewat layar ponsel, aku akhirnya memutuskan untuk tidak beli. untuk di Indonesia, aku ngga tau semudah apa aksesnya, karena setauku Amazon Book belum secara resmi bisa digunakan di Indonesia (biasanya pake akun LN). perangkatnya pun bisa didapat di Tokopedia, dan menurutku makin ke sini, makin banyak fitur aneh-aneh di Kindle. untuk yang pengen cuma baca buku saja, beli yang generasi lama atau lawas juga ngga masalah. plus harganya lebih murah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak Zam! Terima kasih banyak atas sharingnya πŸ™πŸ»
      Kalau aplikasi Kindle sendiri bisa dipakai di Indonesia. Aku pakai alamat lokal juga tetap bisa beli dan akses nih untungnya 🀭
      Justru aku incarnya Kindle yang fiturnya paling klasik karena aku pengin fungsinya aja sebagai ereader tapi masih pikir-pikir dulu sih untuk beli/nggaknya 🀣

      Hapus
  25. Tengkiuuuu Lia, hal yang mau saya jadikan habbit adalah manajemen waktu, ini yang paling mendesak sebenarnya.

    Saya pengen bisa tidur dengan cukup, 5 jam aja deh setiap malam, tapi memang untuk itu, saya butuh 1 atau 2 hari penuh menyelaraskan semuanya.

    Doain saya bisa juga punya habbit baru ya Lia, 21 hari ya, makanya saya jadi nggak bisa mengubah habbit menulis setiap hari, saking udah berbulan-bulan lakukan hal itu hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminnn. Semoga kak Rey bisa segera menyesuaikan waktu yang dibutuhkan untuk tidur cukup ya πŸ™πŸ»

      Iya, pantas aja kalau kak Rey jadi bisa rutin menulis, udah 7 bulan lebih menulis terus tiap hari 🀭

      Hapus
  26. Kalo membaca buatku bukan kebiasaan baru. Krn ini udah ditanamin dari kecil Ama papa :D. Makan sambil baca, ke toilet bawa buku, mau tidur Baca lagi hahahahha.. cumaaaa pas aku udh kerja hobi ini jujur terganggu. Kalo tdnya aku bisa melahap buku setebel Harry Potter 7 hanya dalam 3-4 hari, pas kerja boro2 . Bisa 2 bulan wkwkwkwkkw. Ya Krn fokusny udh ke kerjaan :D.

    Tapi Krn skr aku resign, aku kembali ke kebiasaan lamaaaa Li ;). Di jadwal things to do harian yg aku bikin, itu slalu ada kegiatan membaca 3 jam perhari . Untuk novel minimal hrs 3 bab. Soalnya skr aku mau bikin jdwal review buku stiap HR Minggu di IG dan FB, makanya buku harus selesai dibaca minimal 1 Minggu 1 buku. Target biar aku ga bosen di rumah lah :p

    Tapi kebiasaan baru yg terbentuk pas masa pandemi, itu workout sih :D. Aku jadi rutin ngelakuin workout nth itu utk mengecilkan perut, paha, lengan ato sekedar 10 menit plank, dan Krn udh kebiasaan , malah jd ga enak kalo ga dilakuin :D. Biasa aku malam sblm tidur dan mandi malam. Jd pas tidur bis nyenyak :D. Awal2 sempet ga sanggub, apalagi plank. Semenit bagai seabad. Lama2 otot jadi terbisa :D. Dan tau ga Li, makin sakit otot2 ku neglakuin workout, dan makin berkeringat, itu rasanya makin puaas bangetttt.. ngebayangin para lemak2 itu akan segera menghilang hhaahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau dalam urusan membaca, kak Fanny mah udah kelas berat punya nih :p
      Harpot itu kan tebal banget, salut banget sama kak Fanny karena bisa selesaikan dalam waktu 3-4hari aja. Itu nggak tidur kak? :p

      Wah, asik-asik! Selain menghalau kebosanan, jadi mengembalikan kebiasaan lama juga ya kak hihihi. Nanti aku mau lihat-lihat FB kak Fanny, siapa tahu nemu buku yang cocok untuk bacaanku :D

      Aku setuju soal workout. Biarpun awalnya sakit-sakit tetapi kalau tiap hari dijalani lalu bolong 1 hari, rasanya malah ada yang kurang ya :D
      Semangat terus dalam mempertahankan kebiasaan baiknya, kak Fanny. Selesai pandemi, badan kak Fanny udah makin ciamik pasti xD

      Hapus
  27. Yeay, selamat atas kebiasaan barunya, Kak Liaaa!

    Kalau aku sendiri apa ya kebiasaan baruku selama pandemi? *mikir* *mikir kelamaan* *Ditoyor*

    ~~XD

    WOIYA! NULIS ~XD sama seperti Kak Eno, aku jadi sering ngeblog dan nulis, muahahaha. Walau sempat ada jeda selama satu bulan gegara laptop rusak :')) sekarang jadi lebih sering nulis pagi hari setelah subuh gitu, soalnya ide lebih banyak keluar dan buat ngebiasain diri untuk nggak tidur lagi setelah salat subuh, huehehehe.

    Terus apalagi ya, kayaknya lebih sering sepedahan dan olahraga gitu sih. Biar nggak banyak rebahan doang dan nggak menggenduuuutttt ~XD

    BalasHapus