Life Taught Me.

Rabu, 25 November 2020

Pict Credit


Ada 1 hal yang ingin aku syukuri karena aku tahu sedini mungkin, yaitu menabung dan berinvestasi. Sedari kecil, kita selalu diingatkan oleh orangtua untuk menabung dan sering mendengar pepatah "Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit". 

 

✨🧚🏻‍♀️✨

 

Saat pertama kali akhirnya bisa mendapatkan pendapatan sendiri, you know how it feels, tentunya perasaanku adalah senang sekali karena akhirnya bisa menghasilkan uang sendiri 😍. Rasanya ingin beli ini itu yang nggak bisa dibeli saat masih belum berpenghasilan, juga mengeluarkan uang jadi lebih mudah karena udah memakai uang sendiri. Wkwk. Sindrom OKB namanya 🤣. Walaupun tetap ada uang yang ditabung, tetapi pengeluaran mengalir deras bagaikan air terjun 🤦‍♀️.  Rasanya, ada saja barang yang ingin dibeli, makanan enak yang ingin dicoba, serta tempat hangout baru yang instagramable banget dan harus kudu wajib didatangi. Begitulah yang aku rasakan saat awal-awal bisa mendapatkan pendapatan sendiri yang sampai saat ini, kadang perasaan itu masih suka muncul sekelibat-sekelibat *dikata hantu kali* 🤣.

 

Tahun lalu, tepatnya 2019 awal. Aku bersyukur sekali menemukan salah satu kanal Youtube yang membahas tentang cara pengelolaan keuangan beserta cara menabung, budgeting dan investasi yang sesuai khusunya untuk kaum milenial. Wah, aku nggak tahu gimana nasibku sekarang sih kalau tidak menemukan dan menonton video dari Prita Ghozie di Youtube pada saat itu. Sejujurnya, aku sendiri bukan tipe orang yang boros, hanya saja sering keluar uang dalam hal kecil-kecil—kayaknya, tanpa disadari dan saat dihitung kembali, aku bingung kemana uangnya pergi 😂 (hayo, siapa yang merasa relate dengan hal ini?).


Mulailah aku menonton video-video yang ada di kanal Youtube Prita Ghozie, dengan motivasi ingin memperbaiki sistem pengelolaan uangku. Setelah menonton beberapa episode, Prita Ghozie hampir selalu merekomendasikan untuk memulai berinvestasi di Reksadana. Hah? Apa itu Reksadana? Aku yang nggak kenal sama sekali dengan produk-produk keuangan, mulai mencari tahu sana-sini, lewat video-video lain yang ada di Youtube dan membaca penjelasan di beberapa blog. Hingga akhirnya aku lumayan mengerti dan terjun langsung untuk mencoba menabung di Reksadana.


Oiya, sebenarnya menabung dan berinvestasi itu ada perbedaannya. Kalau menabung itu, dana yang kita sisihkan, tidak berkembang. Jadi kalau menabung Rp 1,000.- per hari selama 30 hari, maka hasil yang akan kita dapatkan hanya Rp 30,000.-. Berbeda dengan investasi, dimana uang yang kita sisihkan ke instrumen investasi bisa berkembang. Jadi, kalau berinvestasi Rp 1,000.- per hari selama 30 hari, maka hasil yang akan kita dapatkan bisa Rp 32,000.- atau lebih, tergantung presentase bunga yang sedang berjalan. That's why lebih dianjurkan untuk berinvestasi agar dana yang kita miliki bisa terus berkembang.

 

Untuk instrumen investasi sendiri, nggak hanya di Reksadana kok. Ada juga deposito dan tabungan berjangka. Tinggal dipilih, mana yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing 😁. Kalau aku, memilih Reksadana karena as simple as kita bisa berinvestasi dari minimal terkecil yaitu Rp 100,000.- dan bisa ditarik kapan saja, tanpa kena pajak bunga. Sangat menarik, bukan? 😜.

 

Hingga saat ini, ketika aku melihat kembali dana yang aku investasikan di Reksadana, aku melihat perkembangan yang menyenangkan dan membuatku bersyukur karena bisa mengetahui adanya Reksadana ini sedini mungkin. Meskipun nggak dini-dini banget sih 🤣.  Sebelum terjun ke Reksadana, aku juga pernah mencoba produk tabungan berjangka dan deposito, dan untuk saat ini, Reksadana adalah produk yang paling cocok untukku pribadi 😊.


Reksadana ini terdiri dari beberapa jenis. Ada Reksadana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Saham dan Campuran. Untuk jenis yang low risk - low return, ada Pasar Uang. Untuk jenis yang high risk - high return, ada Saham. Oh tentu saja, aku tahu sekali bahwa orang-orang akan cenderung melihat Reksadana Saham karena hasil yang menggiurkan. Siapa yang nggak tergiur kalau melihat return besar yang akan didapatkan setelah investasi beberapa tahun? 🤣.


Tapi, kita harus lihat kembali, apa tujuan kita berinvestasi dan berapa lama waktu yang kita inginkan untuk berinvestasi?  Untuk Reksadana Saham sendiri, adalah investasi jangka panjang yang hasilnya baru akan terasa saat 5-10 tahun mendatang. Kalau kalian baru berumur di awal 20 tahun dan ingin berinvestasi untuk dana menikah sekitar 6 tahun mendatang, cocok sekali untuk pakai Reksadana Saham. Untuk Reksadana Pasar Uang sendiri, cocoknya untuk periode investasi 1-3 tahun. Dan untuk Reksadana Pendapatan Tetap, untuk periode 3-5 tahun. Kembali lagi ke apa tujuan investasi kita dan perkiraan kapan kita membutuhkan dana tersebut? Oiya, ada baiknya jika berinvestasi itu sama seperti menabung. Menyisihkan dana setiap bulannya untuk dimasukkan ke produk investasi kita. Anyway, investasi Reksdana ini bisa dilakukan lewat aplikasi hp, lho. Aku memakai aplikasi BAREKSA dari awal memulai berinvestasi hingga saat ini. Sejauh ini, aplikasinya aman dan terpercaya. Selain BAREKSA, aplikasi lain yang pernah aku coba adalah Bibit. Bibit juga aplikasi yang bagus. Tinggal disesuaikan saja, mana yang lebih sesuai dalam hal User Experience.


Selain investasi dan menabung, untuk memperbaiki pengelolaan keuanganku, sekarang aku juga menerapkan pencatatan uang masuk dan keluar. Baiknya juga menerapkan pembagian pos-pos keuangan dan menyisihkan uang untuk dana darurat 😁, tapi dalam hal ini, belum rutin aku jalankan 😂.

 

Mantap sekali pembahasan seorang Lia hari ini 🤣. Wkwk. Udah seperti pakar keuangan dah 🤣🤣. Minggu lalu, aku udah meracuni seorang temanku untuk mulai berinvestasi di Reksadana dan racunku berhasil! Nah, gimana dengan kalian? Ada ketertarikan untuk mulai berinvetasi di Reksadana? 😜.

 

Aku bersyukur sekali, diumurku yang sekarang ini, aku telah belajar untuk mengelola keuanganku menjadi lebih baik dan juga untuk menabung serta berinvestasi bagi beberapa tahun yang akan datang. Menurutku, ini adalah suatu kebiasaan yang sangat baik yang harus dipertahankan hingga kedepannya. So, aku juga ingin mengajak teman-teman, khususnya kaum milenial untuk kita sedini mungkin memulai kebiasaan baik terutama dalam hal menabung dan berinvestasi. Yes, aku sebut hal ini sebagai kebiasaan karena memang kita harus membiasakan diri untuk menabung sedini mungkin 😉. Percayalah, kalian tidak akan pernah menyesal dan kalian akan sangat-sangat merasakan manfaat dari menabung dan berinvestasi di masa yang akan datang. Satu hal yang perlu diingat saat ingin berinvestasi adalah high risk - high return dan low risk - low return. Jika memang ingin dapat hasil yang besar, mental yang besar juga lebih dibutuhkan karena investasi yang hasilnya besar, cenderung tidak stabil. Jadi, jangan ditengok tiap hari agar kepala tidak stress melihat kurva yang naik turun seperti roller coaster 🤣🤣.

 

✨🧚🏻‍♀️✨

 

SURPRISE SURPRISE!! Postingan kali ini adalah salah satu kolaborasiku bersama para blogger kondang papan atas yaitu Kak Eno dari Creameno dan Kak Anton dari Maniak Menulis 🤩🥰. Suatu kebanggaan dan kebahagiaan bisa berkolaborasi dengan para Kakak-kakak nan baik hati dan tidak sombong ini 😭. Thanks a lot untuk kebersediaan dan antusias Kakak-kakak untuk bergabung dalam kolaborasi kali ini 💐. 


Kolaborasi kali ini bertemakan Life Taught Me So Far yang ditulis berdasarkan pengalaman hidup masing-masing dari kami. Aku harap lewat tulisanku dan Kakak-kakak, teman-teman sebagai pembaca, bisa mendapatkan pembelajaran yang lebih besar dari pengalaman hidup yang dibagikan, terutama yang dibagikan oleh Kak Eno tentang The Right Person dan Kak Anton tentang Masa Depan, sehingga kita udah bisa mengambil ancang-ancang sedini mungkin agar kelak ketika kita mencapai usia-usia yang lebih dewasa, kita udah siap sedia untuk menempuh lika-liku kehidupan 😁😉.

 

 

Teman-teman, ada yang udah mulai menabung dan berinvestasi?

Produk investasi apa yang kalian gunakan?

Let me know!

 

 

Lia The Dreamer.

🧚🏻‍♀️🧚🏻‍♀️🧚🏻‍♀️

69 komentar

  1. Waah sama Lia, aku juga sejak berpenghasilan langsung nabung sekian persen dari penghasilan tiap bulan dan rutin, kadang uangnya aku masukkan juga ke deposito supaya gak khilaf diambil2 hahaha

    Reksadana aku juga pake Lia, bahkan ayahku yang ngajak bikin karena awalnya aku ga paham hehehe. Sayangnya aku ga rutin sih... awalnya udah bertekad berapa ratus ribu sebulan dimasukkan ke reksadana tapi aku malah sering lupa hahaha jadi yaaa segitu-gitu aja deh duitnya di reksadana

    Tapi, sebenernya aku malah agak menyesal sih, kenapa baru memulai nabung pas baru kerja, kenapa baru coba reksadana pas kerja. Kalau mulai dari kuliah mungkin tabungan kan udah lumayan ya... karena waktu kuliah gak ada pikiran sama sekali untuk menabung hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salut sama Ayah Kak Tika karena udah ngajakin pakai Reksadana sedini mungkin 👍🏻👍🏻
      Sayangnya Reksadana nggak ada fitur autodebet ya. Kalau ada, jadi lebih mudah kalau ingin menabung rutin ya, Kak 😂
      Tapi apapun instrumen yang Kakak pakai, baik deposito atau Reksadana, dua-duanya sama oke-nya yang penting rutin.

      Betul!! Aku juga menyayangkan kenapa nggak dari saat kuliah aja tahunya 🤣. Waktu kuliah kepikiran nabung juga cuma buat jalan-jalan hari esok #plakk wkwkwk
      Kalau begitu kelak kalau punya anak, mari kita ajarkan anak kita menabung sedini mungkin yuk, Kak Tika 😁

      Hapus
  2. Kamu pake Bareksa? Aku pake Bibit Lia.
    Kita sama, memulai di tahun 2019. Awalnya aku mau langsung terjun ke saham, gara-gara temanku. Tapi setelah mendengarkan podcast, nonton video youtube tentang investasi dsb, aku akhirnya paham bahwa memilih instrumen investasi itu disesuaikan juga dengan karakteristik masing-masing. Better know yourself first, setelah aku mempelajarinya, aku masih tipe yang konservatif, jadi udah bisa ditebak instrumen macam ala yang aku ambil.

    Oh btw ngomongin dana darurat, better you collect them first kalau tidak punya tanggungan cicilan. Dari beberapa financial planner yang aku ikuti mereka semua menekankan untuk menyiapkan dulu proteksi diri sebelum melangkah ke investasi 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku pakai Bareksa, Kak. Pernah nyobain pakai Bibit tapi karena udah terbiasa dengan user experience di Bareksa jadi nyantolnya di sana 😂

      Yes! Better know yourself first dan better to learn kira-kira dana yang dibutuhkan untuk kapan, baru bisa lebih paham jenis investasi mana yang cocok. Jangan cepat tergiur melihat saham yang returnnya besar wkwkwk

      Awww! Thank you masukannya, Kak Pipit 🤗🤗
      Sebenarnya ada dana darurat tapi belum mencapai budget yang diharuskan karena nggak rutin disisihkan 😂. Thank you masukannya, Kak 🤗🤗

      Hapus
  3. Aku jadi teringat review Mba Eno juga tentang aplikasi Bibit Reksadana. Waktu itu aku nggak terlalu tertarik, jadi sekedar jadi pengetahuan aja. Eh entah kenapa pas baca tulisanmu ini, mendadak hati tergerak untuk investasi reksadana juga deh 😝

    Selama ini aku ngerasa juga gitu, Lii. Duit sih puji Tuhan ada, mau makan atau beli ini itu selalu cukup. Tapi ya gitu deh kok perasaan jumlah tabungan rekening segitu-segitu aja yak, stuck angkanya 😅 Kebetulan aku juga nggak kerja kan, penghasilan paling dikit-dikit dari hasil les-lesan. Masa iyaa mau tergantung sama suami terus, amit-amit ada apa-apa kan gimana 😔

    Kebetulan pas baca ini ada si doi di sebelah, terus dia nyeletuk, "Tuh, kamu cobain aja reksadana. Daripada duit gak jelas ke mana." Jadi aku langsung download deh aplikasinya wkwkwk

    Thanks Lii udah share ini. Menurutku penting sih memang nabung atau berinvestasi sejak usia muda, mumpung nggak ada tanggungan, semua gaji bisa diatur sendiri. Good job, Liaaa ✨

    Btw, ternyata produktif sekali yaaa Anda melakukan kolaborasi ke sana ke mari wkwkwwk juarak nih tema kolaborasinya 🥳 apakah ke depannya ada terus? Siapa tau Mas Anton mau dibikin panas lagi kepalanya *kabur dulu sebelum di-notice* 🙈🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah ini efek dari "racun Lia"? 😝 Aku senang akhirnya ada yang teracuni lagi untuk memulai reksadana!! Hahahaha. Asli, Cici nggak akan menyesal deh masukin uang di reksadana.

      Nah, itu dia. Kalau hanya menabung, uangnya jadi stuck aja nggak berkembang. Kalau diinvestasiin kan bisa berkembang walaupun butuh waktu beberapa tahun baru berasa. That's why lebih baik dimulai sedini mungkin. Cici mungkin bisa siapin uang kuliah Josh dari sekarang di investasi saham/pendapatan tetap 😁.

      Si Koko baca aja nih 😝. Tapi pas banget, kan Ci Jane jadi langsung cobain wkwkwk

      Yes! Benar banget, Ci! Mumpung masih single, harus belajar mengelola keuangan dengan baik dulu nih sebelum nanti terjun ke dunia keluarga, mengelola keuangannya pasti lebih extreme 😂. Thank you Cici Jane for sharing! Semoga Cici menemukan manfaat yang sama dari reksadana ❤️

      Huahahaha thank you Cici 😝. Kalau kolaborasi Charlie's Angel ini baru ini aja, belum ada rencana kedepannya tapi nggak menutup kemungkinan kalau akan ada lagi. Semoga Kak Anton mau dibikin panas lagi kepalanya 🤪🤪🤪

      Hapus
    2. @Jane : tenang untuk kedua kalinya saya sudah siapkan es balok, jadi begitu kepala overheat, tinggal taruh saja es balok itu di kepala.. pasti dingin..

      @Lia : siapa takut... Thank u Li sudah diajak kolaborasi, senang bisa bergabung dan ada pelajaran yang nanti saya akan bagikan dari kolaborasi ini.. :-P Tidak semudah yang diduga ternyata

      Hapus
    3. Huahaha terima kasih banyak, Kak! Tak sabar aku menantikan tulisan Kakak. Ditunggu lhow 😉

      Hapus
  4. asiiiikkk aku dari kemarena udah lirik-lirik REKSADA lho,ya karena aku belum ada pendapatan pribadi, yaa lirik aja dulu. hahaha.

    Liaaaaaa thank you sudah berbagi, nanti aku email-email dikit nggak papa lah kan Li, buat nanya-nanya hehe. Thank you banget informasinya, sungguh kolaborasi yang spektakuler ya, hahahaha. huaaa so proud of my beloved fellow blogger (didini harusnya ada love love nya yang banyak tapi berhubung ini di laptop takut nanti jadi tanda tanya, hehehe).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Sovia, kalau ada uang jajan pun boleh lho dimasukin ke sana. 100rb aja per berapa bulan sekali juga nggak apa :D

      Boleh banget! Email aku ya kalau ingin tanya-tanya. Sebisa mungkin akan aku bantu kalau aku mengerti 😁. Thank you udah baca tulisanku dan tulisan Kakak-kakak lainnya, dear Kak Sovia my lovely! 😍😘. Kalau nggak kena capcay, nggak akan jadi tauge kok emotnya, Kak WKWKKWK

      Hapus
  5. Mantap jiwa deh mbak Lia...bikin collabs.

    Ayo bikin review mba tentang instrumen2 investasi modern...sbg cth review ttg bareksa dan bibit...atau tentang profil investor..😀😀

    Sukses buat mbak Lia mbak Eno dan mas Anton

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Phebie, terima kasih lho atas ide tulisannya 😍. Nanti aku buat review tentang Bareksa ya hahaha.

      Terima kasih udah membaca tulisan kami, Kak 🤗

      Hapus
  6. Aku juga pake reksadana tapi ikut produknya Manulife. Awalnya gara-gara dapat job di sana dan payment berupa tabungan reksadana, jadi ya udah dilanjutin lagi. Urusan dana darurat malah aku nggak konsisten buat nambahin nih. Emang harus komitmen dan konsisten yak.
    Terima kasih untuk remindernya Lia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oiya, Manulife juga ada produknya tuh :D
      Nah kalau di Manulife, Kakak autodebet sistemnya? Atau seperti apa?

      Aku juga sama! Belum konsisten menambahkan dana darurat padahal penting >.<
      Mari kita sama-sama memulai konsistensi mengurus dana darurat ini, Kak Dini. Semangat! 🙌

      Hapus
  7. iya betul Lia! Kalau main reksadana gitu jangan tengok tiap hhari hahaha
    ntar sakit kepala pas lagi meraah 😅😅
    Kecuali memang sudah benar-benar belajar terkait hal ini. Bisa tu tau kapan saatnya beli dan kapan saatnya jual. Lebih mantap lagi ituuu
    cuma buat pemula memang ada baiknya rutin aja udah nabung tiap bulan hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha benar banget, Ci!! Karena dari awal memang niatnya investasi, jadi nggak perlu sampai ditengok tiap hari. Berbeda kalau niatnya mau cari untung cepat yang harus ditengok tiap menit itu, tapi pusing kepala kalau seperti itu 😂 Aku belum sanggup 😂

      Hapus
  8. Jujur saja, aku sebenarnya sangat ingin berinvestasi di reksadana. Keuntungannya cukup menggiurkan. Namun, karena sepengetahuanku, sistemnya saat ini masih belum sesuai syari, jd belum berani ikut.
    Semoga ke depan, sistemnya diperbaiki agar semua orang bisa ikut tanpa ada rasa was-was.
    Semoga Pak Jokowi dan Kyai Makruf Amin membaca komentar ini, dan mendengar keresahan rakyatnya hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminnn. Semoga ada orang yang melirik sehingga kedepannya bisa tercipta investasi yang sesuai syari ya, Do :D
      Terima kasih masukannya!

      Hapus
  9. yups bener banget, padahal saya bukan orang yang suka merokok, walo di irit iritpun, tetep aja uang kepakai kemana ga ketauan habisnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, that's why harus dicatat agar tahu keluarnya kemana itu uang kecil-kecil, Kak Sudibjo hahahaha

      Hapus
  10. Kalo Reksadana aku udh mulai sejak pertamakali kerja di bank Li:). Dari sana diajarin Ama temen2 RM, gimana caranya grow our fund. Sebelum kerja aku cuma tau nabung, dan ternyata itu ga nguntungin Krn aku lupa ada yg namanya inflasi :p. Sejak kenal Reksadana aku banyak invest uang di sana.

    Tp kalo skr ini, aku ga cuma main di sana. Tapi juga invest danaku di Peer to peer lending, juga saham. Kalo saham aku pake aplikasi IPOT dari INDOPREMIER dan Mirae sekuritas.

    Eh cara lain selain itu , aku juga rutin beli Logam mulia , itu udh sejak 2014. Setidaknya ini penyelamat aset sih :p. Krn emas ga kenal inflasi. Skr wktnya beli, Krn sedang turun :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Fanny, aku pernah nonton video soal Peer to peer lending tapi belum terlalu paham jadi aku lari ke reksadana >.<
      Aaahhh, Kak Fanny! Terima kasih banyak atas informasinya 😍 selama ini aku ingin mulai invest ke saham tapi aku bingung pakai aplikasi apa yang terpercaya, akhirnya dapat rekomendasi dari Kakak! Huaaaa thank you! Kalau aku kelak ingin tanya-tanya soal saham ke Kakak, boleh nggak?

      Oiya, emas juga boleh sebagai instrumen investasi tuh :p Kemarin sempat melonjak cukup tinggi jadi heboh dan tergiur untuk jual emas wkwkwk tapi kalau emas, termasuk investasi jangka panjang kan, Kak?

      Hapus
  11. Aku udah coba deposito sama saham sih, Li. Tapi yang saham gak bertahan lama soalnya bingung mau beli saham yang mana. Takut harganya tiba-tiba anjlok. Akhirnya bertahan sama deposito aja yang paling gampang. Hehehe.

    Nah, Reksadana ini sebenarnya aku udah pernah dengar dari lama, Li. Tapi aku bingung, reksadana itu apa? Terus ada reksadana saham juga, itu apa sama dengan saham 🤔?? Serius, aku pengen banget coba reksadana juga. Tapi aku pengennya beneran tau seluk beluknya dulu sebelum nyebur beneran. Daripada gak berumur panjang kyk nasibku main saham.😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Roem, I feel you! Aku juga nggak terlalu mengerti saham makanya belum berani untuk terjun. Yang pasti kalau ngomongin saham, saham untuk bank BCA pasti paling aman huahahaha.

      Iya, ada reksadana saham juga Kak wkwkwk. Bedanya kalau reksadana saham, istilahnya tuh kita kasih uang kita ke Manager Investasi, nanti mereka yang kelola ke beberapa saham, jadi lebih nggak pusing 🤣 Setahuku demikian.
      Kak Roem, lebih suka belajar lewat tulisan atau video? Coba deh tengok kanal Youtube Prita Ghozie di Youtube atau IGnya. Youtubenya ZapfinanceTV namanya. Agak scroll ke bawah-bawah, nanti ada video-video penjelasan tentang reksadana dll. Cukup jelas dan mudah dimengerti menurutku 😁 Happy learning! 😉. Atau kalau mau tanya-tanya aku via email, aku welcome dengan sangat hihihi

      Hapus
  12. Kolaborasi yang sangat mantap. Pertama aku baca punya Mba Eno. Eh ternyata ini kolaborasi bareng kamu dan Mas Anton juga. Jadi melipir ke masing2 tulisan deeh 😁

    Aku.. akuu.. merasa OKB karena punya penghasilan sendiri 🙈 setuju banget kadang bisa ada pengeluaran kecil2 tapi kalo di total yaa jadi banyak jugaaa.

    Aku pun mau mempelajari lebih lanjut mengenai pengelolaan keuangan. Sama seperti kamu, pernah mencoba untuk membuat pencatatan bahkan sampai beli buku jurnal keuangan. Cuma lama2 aku males nulis2nya. Alhasil kadang ga terkontrol pengeluaran. Cuma memang tiap bulan dari gaji pasti ada yg aku sisihin utk nabung.

    Aku blom ada investasi apapun. Kebetulan Koko kerja di Bank jadi dia yg lebih paham tentang investasi, khususnya saham dan reksadana.

    Dulu aku punya tabungan berjangka. Karena sudah sampai batas tenggat tahunnya dan selesai, akhirnya aku ga lanjutin lagi dan uangnya aku masukin ke tabungan. Sekarang belom mulai investasi apapun sih.

    Maybe mulai dari nonton youtube seperti kamu tentang pengelolaan keuangan. Baru pertimbangin lagi untuk lakuin investasi. Apalagi dimasa seperti ini perlu aware tentang menabung dan berinvestasi.

    Makasih atas sharingnya yaa Lia 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you Ci Devina udah membaca tulisan-tulisan kami, semoga sukaaa ya 🥺

      Huahaha sindrom OKB sepertinya banyak dirasakan oleh orang-orang baru bekerja 😜.

      Ci, akupun kalau menulis memang agak malas dan kadang kelupaan karena buku tsb nggak dibawa kemana-mana, jadi aku beralih ke aplikasi hp seperti Money Manager. Setiap ada pengeluaran, aku catat ke aplikasi tersebut. Awalnya berat karena malas, tapi lama-lama jadi terbiasa juga dan lebih praktis dibanding harus ditulis di buku 😁

      Asik banget~ bisa langsung tanya-tanya ke Koko kalau begitu, Ci. Apalagi soal saham, itu butuh pengertian lebih menurutku tentang saham mana yang bagus dll. Aku rasa Koko lebih tahu perihal saham yang bagus 😁

      Yuk mari memulai investasi dari sekarang, Ci. Tak akan menyesal kok, cius miayam 🤣.

      Sama-sama Ci Devina. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari sharingku kali ini ❤

      Hapus
  13. betull aku setuju belajar apapun itu nggak ada kata terlambat, termasuk mempelajari soal investasi dan teman-temannya
    aku belajar ilmu finance kayak gini juga nggak sulapan, dulu aku nemu buku financial chicklit kalau ga salah, astagahhh bukunya bagus banget, bahasanya mudah dimengerti. dibahas juga produk produk investasi dan aku auto cari tau lebih lanjut sendiri soal reksadana. apapun bentuk investasinya tinggal disesuaikan dengan tujuan masing masing personal

    sekarang ini palingan aku yang rutin masih pake Bibit dan Stockbit untuk saham, tapi yang saham ini masih belajar belajar juga, masih belum diapa-apain.
    semoga dengan rajinnya kita menabung atau invest dari dini, bisa bikin kita hepi di masa masa nanti ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku sepakat sekali dengan Kak Ainun. Memang awalnya harus ada niat dan kemauan dari diri sendiri untuk explore, maka apapun rintangan pasti bisa dihadapi 🤭. Lucu banget buku financial chicklit~ hahaha.

      Kalau di Stockbit, Kak Ainun udah pernah coba tarik dana belum? Oke nggak user experiencenya? Aku ingin coba saham tapi nggak tahu aplikasi yang oke apa aja 😂
      Aminn! Semoga doa Kak Ainun terkabul 🤞

      Hapus
  14. lupaa dah, habis baca ini kebetulan belum bukak post mba eno dan pak anton, auto meluncur hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat meluncur~~ hati-hati nggak bisa berhenti nanti, Kak Inun 🤣

      Hapus
  15. waaah.. makasih lia untuk tulisan yang mencerahkannya,
    akupun jadi mulai berfikir kesana, biar cepet kebeli rumah dan ga nyicil tapi kesssss.. hehe

    tapi kalo soal reksadana dll, aku perlu untuk belajarr lagi biar makin paham dengan cara mainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Kak Ady 😁
      Yes. Bisa mulai cari tahu dari nonton video-video di Youtube. Coba nonton di kanal ZapfinanceTV, Kak :D

      Hapus
  16. paling gangeri kalau soal investasi aku lia 😭😭😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya aku juga demikian, Farah. Rasanya pusing kalau baca soal investasi 😂
      Tapi saat ada kemauan ingin belajar, tiba-tiba rasanya nggak sesulit itu untuk dimengerti kok 😁
      Selamat mencoba~

      Hapus
  17. Pernah ikut bareksa tapi via bukalapak.. tapi semenjak ada bibit. Skrang di bibit..

    Life taught me.. especially tahun 2020 karena tahun ini pukulan banget buat saya.

    Investasi penting, dana darurat penting, sama satu lagi Asuransi sama pentingnya.
    Yah mngkin yg bekerja di perusahaan, asuransi sudah disediakan oleh pihak perusahaan.

    Tapi jangan lupa ada orang2 tercinta di sekitar kita. Sekedar cerita. Bapak saya sudah pensiun. Bodohnya saya, terlalu fokus sama kerjaan dan nggk mikir status bapak saat itu.
    Saat bapak jatuh sakit dan butuh perawatan ekstra, beban kami tanggung sendiri. Seandainya saat itu, begitu bapak saya pensiun dan kami langsung gerak cepat untuk pendaftaran asuransi selanjutnya. Mungkin keadaannya nggk akan sesulit ini.

    Jadi, asuransi penting kalau kita belum punya asuransi. Asuransi kesehatan penting banget mengingat kita nggak akan tau apa yang akan terjadi di kemudian hari sebgai bentuk perlindungan kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bibit user experiencenya ketje sih, cocok banget untuk anak muda ya hahaha.

      Yes! Asuransi. Banyak banget yang kelupaan akan hal ini, padahal nggak kalah penting. Sekarang kalau asuransi kesehatan kan bisa pakai BPJS yang harganya iurannya murmer, setidaknya setiap keluarga lebih baik punya BPJS. Aku sendiri juga udah merasakan kedahsyatan dari BPJS meskipun banyak berita buruk di luar sana, nggak mematahkan pandangan positifu terhadap BPJS dan segala manfaatnya~

      Terima kasih banyak atas sharingnya, Bayu 🙏🏻🙏🏻 semoga teman-teman yang membaca, bisa jadi lebih aware dengan pentingnya asuransi kesehatan ya.

      Sekarang kondisi bapak Bayu gimana? Dan sekarang udah daftar asuransi kah?

      Hapus
    2. Iyah Lia,, UInya bagus dan jelas... Bareksa juga jelas sih.. :)

      Iyah BPJS harus banget punya. Dan yah mereka ada ngabntu banyak keluarga banget apalagi Iuran preminya paling murmer se Indonesia.

      He's doing better now Lia. :) terimakasih

      Hapus
    3. Yes. Sama-sama jelas cuma tinggal disesuaikan aja mana yang lebih nyaman hahaha. Aku pilih Bareksa karena udah nyaman duluan 🙈

      Benar~ sangat setuju. BPJS itu manfaatnya terasa sekali, sayang sekali kalau sampai tidak dimanfaatkan fasilitas yang ada.

      Glad to hear that! Sehat-sehat selalu untuk Ayah Bayu ya 😊

      Hapus
  18. Baca tulisan Lia jadi inget waktu masih SD, Hemat Pangkal Kaya... hahahaha Menabung itu wajib kata guru..

    Dan, memang benar sekali. Apalagi di zaman sekarang. Mau tidak mau memang pelajaran kecil itu harus terus diingat. Okehlah mungkin kita tidak akan menjadi "kaya" seperti Jack Ma, tetapi setidaknya kita akan punya dana cadangan.

    Apalagi setiap tahun kebutuhan pasti membengkak, terutama kalau sudah punya anak.

    Istriku sih ingin coba reksadana, cuma akunya terlalu konvensional juga. Saya lebih suka menabung cara biasa hahahahaha... simpen dikit-dikit di kolong kasur.. wakakaka..

    Tulisan yang bagus Lia..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hemat Pangkal Kaya. Ini kata-kata yang hampir selalu muncul di buku pelajaran PPKN, Kak Anton 🤣

      Betul sekali~ apalagi nanti kalau udah punya anak. Weleh-weleh, bayangin pengeluaran yang akan dikeluarkan kelak udah bikin pusing. Makanya jangan dipikirin deh tapi dijalani sambil menabung 🤣

      KAK, BAGI ALAMAT RUMAH!! Mau tak bersihin kolong kasur Kak Anton wkwkkkwkwkkw

      Terima kasih banyak atas apresiasinya, Kak🙏🏻 It means a lot 🙏🏻

      Hapus
  19. Tulisan yang sangat membuka pikiran Liaa.. Aku terus terang belum sempat (atau lebih tepatnya belum menyisihkan waktu) buat cari tahu dan belajar2 soal investasi gini. Biasanya cuma nyisihin gaji buat tabungan di awal aja dan itupun kadang kapake kalau jajannya lagi banyak ahahaa..

    Mungkin udah waktunya yaa belajar-belajar dan cari tahu lebih banyak soal investasi, reksadana dll ini... Apalagi baca komennya Pipit kalau untuk hal-hal ginian juga kita harus tahu tentang kita sendiri dulu baru bisa memutuskan cocoknya yang mana. Aku cukup paham deposito sih, karena kayaknya itu paling mudah dipahami? Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh pantes ini ada cahaya silau-silau muncul, aku pikir darimana, ternyata pikiran Kak Eya lagi terbuka~ #KRIUKGARING 🤣🤣🤣🤣🤣

      Nah, itu~ kalau uangnya tidak diselamatkan ke investasi atau deposito atau sejenisnya, bisa lebih cepat habis karena rasanya masih ada uang pegangan untuk shopping wkwk. Kalau langsung dipindahkan, kan rasanya nggak ada uang 🤣

      Yes. Kak Eya bisa banget mulai dari sekarang, nggak ada kata terlambat yang penting konsisten 😁. Deposito dan tahapan berjangka paling mudah dipahami hahaha. Sebenarnya sistem reksadana juga mirip-mirip deposito kok, Kak. Bedanya mungkin karena pilihan yang tersedia lebih banyak jadi kayak pusing dan harus ditaruh ke yang mana. Tapi kalau udah lumayan ngerti, udah bisa langsung terjun kok 😁🤭 Anyway, emailku selalu terbuka jika Kak Eya ingin berdiskusi atau tanya-tanya soal reksadana. Kalau aku mengerti, pasti akan aku bantu 😉

      Hapus
  20. Setelah baca artikel kak Lia kok sepertinya aku kepingin investasi di Reksadana juga. waduh, kena racun kak Lia nih.😂

    Sepertinya aku sudah harus mulai menabung untuk masa depan nih. Memang menabung di bank itu kalo kecil jumlahnya misalnya 2 juta itu tidak akan ada bunganya, sebenarnya ada tapi nilainya kalah sama biaya administrasi.

    Pernah aku nabung dua juta terus tidak nabung lagi selama tiga tahun. Eh pas mau diambil uangnya tinggal 1,7 juta, yang 300k hilang kemana itu.😂

    Oh ini artikel kolaborasi antara mbak Eno, kak Lia dan pak Anton ya.😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yay! Aku senang kalau ada yang teracuni lagi mengenai reksadana 🤭. Ayo dicoba pelajari dulu, Kak Agus. Nggak nyesel deh kalau investasi ke reksadana hahaha.

      Wkwkwk benar banget. Biaya adm bank saja paling murah 15ribu, Kak 😂 misalnya menabung 2 juta di bank, bunganya paling berapa ratus perak, menutupi biaya adm bank saja tidak 🤣.

      WKWKWK itu ditarik semua untuk biaya adm bank pasti. Kok banyak juga ya kalau dipikir-pikir 🤣 Aku juga baru engeh! Rasanya ingin tarik aja uang dari bank-nya deh 🤣🤣🤣🤣

      Betul sekali~ jangan lupa berkunjung ke blog Kak Anton dan Kak Eno juga ya, Kak Agus 😁 terima kasih udah membaca tulisanku 😁

      Hapus
  21. Aku udah dari jaman masih sekolah udah diajarin nabung saama ibuku, udah dibukain rekening sendiri biar rajin nabungnya. Nah sejak kerja & jauh dr orang tua aku makin bisa kelola uangku, Puji Tuhan sebelum merit udah punya rumah. Skrg aku sm suami udh mulai nabung emas di pegadaian wlpn blm rutin hahahah, tp kami inves dgn pelihara kambing juga di kampung wkwkwk, ini kampungan banget sih Li, tp seneng aja kalau pas mudik bisa lihat kambing peliharaan hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Glad to hear that, Kak Ursula 🙌. Puji Tuhan banget! Bisa punya rumah sebelum married adalah impian sekaliii 😆
      Ah iya! Investasi dengan pelihara kambing atau hewan ternak lainnya juga berasa sekali efeknya~ emas juga demikian! Malahan kalau hewan ternak, bisa dibilang lebih cepat untungnya ya, sekitar 2 tahun mungkin udah bisa untung? Hahaha. Thank you for sharing, Kak 🤗✨

      Hapus
  22. Pengen sih kak berinvestasi tapi masih takut-takut, mungkin pikiran belum matang untuk itu, kemaren juga sempat download aplikasi bibit dan begitu kurang memahami jadi belum sempat menggunakan nya.

    Mungkin nanti saya coba untuk yang kakak rekomendasi aplikasi Bareksa nya. Thanks kak Lia. ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba pelajari dulu investasi apa yang cocok untuk Kak Andy, setelah itu baru oprek-oprek aplikasi reksadananya hahaha

      Boleh dicoba. Silakan~ Semoga Kak Andy bisa menemukan yang cocok untuk Kakak 😁. Silakan melipir juga ke Youtubenya ZapFinanceTv untuk mempelajari perihal reksadana xixixixi

      Hapus
  23. berat juga ya Li pembahasannya 🤣

    btw, aku pun baru merasa pentingnya mengelola dana semenjak pandemi ini hehe
    padahal udah kerja beberapa tahun tapi 'bocor'mulu haha

    ohya, aku juga sempet tertarik banget buat investasi reksadana dan saham tapii karena di agamaku (islam) itu riskan riba jadinya aku urung dan beralih ke emas batangan aja hehe

    semangaattt nulisnyaaaa. sangat bermanfaat nih ❣️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga nggak nyangka kalau pembahasannya jadi berat gini, Kak Dea 🤣

      Pandemi ini memang membawa banyak pembelajaran baru ya! Coba mulai dicatat pengeluarannya agar ketahuan bocornya dimana, Kak 🤣

      Oh iyaaa, memang investasi seperti ini belum memenuhi syari ya. Semoga bisa segera ada produk reksadana yang sesuai syari ya, Kak 😊. Btw, emas juga bagus! Apalagi untuk jangka panjang, berasa sekali deh hasilnya hahaha

      Terima kasih udah mampir ke sini, Kak Dea 🥰

      Hapus
  24. Sudah baca tulisan kak Eno. Perspektifnya lebih ke pasangan. Kalo kak Lia, lebih ke keuangan. Tinggal baca punya mas Anton nih biar lengkap 😅

    Saya juha bari tahun ini dapat insight tentang keuangan. Padahal kalau mau dibilang, saya anaknya cukup rajin nabung atau menyisihkan uang. Bukan tipe yang habis sedikit-sedikit, tapi kalau keluar bisa langsung habis. Untuk borong buku, misalnya 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang udah baca punya Kak Anton belum, Hul? 🤭. Semoga suka dengan semua tulisan yang ada yaaa.

      Nah nah, itu yang harus dikontrol sebab takut kebablasan 😂. Tapi memang kalau borong buku itu sulit dicegah karena rasanya ingin memiliki semua yang bagus-bagus 🤣. Next, mungkin beli bukunya bisa dibudgetin biar nggak kelepasan hahaha

      Hapus
    2. Iya, saya sudah baca kemarin. Trilogi yang bagus dan menarik kak Lia.

      Kayaknya memang harus irit dulu. Jadi belanja buku semester akhir 2020 ini ditiadakan dulu. Ha ha ha. Buku lama juga masih banyak yang belum kebaca

      Hapus
    3. Terima kasih banyak atas apresiasinya, Rahul 🙏🏻

      Hahahaha baiklah, jadi hemat uang juga kalau begitu 🤭

      Hapus
  25. kalau boleh tahu, umurnya kak Lia sekarang berapa? (salah sendiri bahas umur)..hahhahahaha
    Sudah lebih dari 1 tahun ini mulai mengalihkan investasi ke pasar modal. Investasi ke saham perusahaan yang punya kualitas bagus. Belum berani main di saham gorengan (takut kolestrol)...hhahahha

    Kemarin pas pandemi harga saham pada anjlok semua. saham yang aku punya pun juga ikutan rugi. Tapi sebetulnya waktu tsb adalah waktu yang tepat untuk beli saham. Kalau sekarang harga saham dan pasar modal sudah mulai membaik. Mungkin pasar modal dan perekonomian di indonesia mulai optimis dengan kondisi yang ada.

    Jujur pasar modal atau saham mestinya dikenalkan ketika masa SMA. sehingga banyak anak muda mulai sadar untuk investasi di pasar modal sejak SMA atau kuliah. Khan secara tidak langsung bisa membantu perekonomian negara. Potensi pasar modal masih sangat tinggi. Apalagi kalau sudah punya ilmunya dan modal yang banyak. keuntungan yang didapat bisa semakin besar.

    Salam cuan kak Lia....hahhahahha

    akhirnya sudah baca ketiga tulisan kakak-kakak semua..tulisan yang sangat menarik..hahhahhaha...selamat buat kalian bertiga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wadaw~ dipancing lagi sama Kak Rivai nih 🤣🤣 pokoknya antara 20-30 tahun. Kalau mau tahu, aku pernah kasih tahu cluenya sih di salah satu postingan 😝

      Wkwkwk kebanyakan makan gorengan memang bisa kolestrol jadi hati-hati ya 🤣 anyway, aku tuh sering banget dengar soal saham gorengan tapi nggak ngerti persisnya gimana. Kak Rivai main sahamnya pakai aplikasi apa? Atau via apa?

      Benar banget. Waktu awal pandemi tuh anjlok banget nget. Aku ingin coba beli tapi takut karena nggak tahu kapan akan balik lagi harganya jadi aku urungkan niat 😂. Ternyata selang beberapa bulan aja udah naik lagi ya. Semoga bisa kembali baik untuk saham-saham yang ada 😁

      Nah, nah. Benar banget! Seandainya waktu SMA udah diajarkan, pasti lebih banyak lagi anak muda yang suka berinvestasi. Sayangnya hal seperti ini malah diajarkannya saat kuliah, itu juga kalau kuliah di bidang ekonomi yang akan dapat pelajarannya. Di luar itu, harus cari tahu sendiri. Sangat disayangkan ya 😅

      Salam cuan cuan cuan, Kak Rivai wkwkwk. Bagi-bagi tips seputar cara menentukan produk saham yang bagus dong, Kak 🤭

      Yay! Terima kasih udah membaca semua tulisan kami 🙏🏻🙏🏻 semoga ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan-tulisan ini ya, Kak 😁

      Hapus
    2. aku nabung saham pake aplikasi indopremier ka. Registrasinya mudah dan biaya daftarnya juga sangat murah.
      saham gorengan itu saham prusahaan yang fundamental atau laporan keuangan perusahaannya ga bagus. Biasanya harga sahamnya bisa naik dengan cepat, tapi bisa turun dengan cepat juga.

      Kalau mau ke saham, sarannya sih mending investasi ke saham-saham perusahaan yang masuk dalam Bluechips. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki laporan keuangan atau fundamental yang bagus. Untuk daftar perusahaan, bisa cari di IDX atau googling aja kak Lia :D

      Hapus
    3. Baik~ akan aku coba cek Indopremier dan perusahaan-perusahaan Bluechips 😁. Terima kasih banyak atas insightnya, Kak Rivai 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻

      Hapus
    4. Masuk, Ci Frisca. Ada problem kah kolom komentarku?

      Hapus
  26. Hola Lia, finally bisa komen di sini, maaf kakak ketinggalan 😂

    Sebetulnya dari awal baca draft sudah suka dan gatal mau komentar, Wk. Kakak salut sama Lia, diusia yang terbilang muda sudah mulai fokus menyusun masa depan especially soal keuangan yang sayangnya sering kali dilupakan oleh banyak orang. Semacam, mumpung ada uang, mari habiskan 😆

    Thank God, sekarang informasi bisa didapat dengan mudah, nggak sesulit dulu, bahkan untuk bisa beli saham, atau reksadana dan lainnya bisa mulai dari recehan. Compare to dulu yang harus jutaan bahkan minimal 10 jeti, lumayan ugha kan 🤣

    Mungkin next time Lia bisa buat review jelas soal Bareksa sebagai aplikasi yang Lia gunakan, keuntungannya, dan bagaimana penggunaannya agar teman-teman yang tertarik bisa langsung coba join setelah baca tulisan Lia. Mumpung masih hangat bahasannya, hahahahahahaha 😂

    Ohya kakak sekarang lebih banyak lari ke saham, kalau reksadana hanya 10% saja dari pemasukan. Untuk saham kakak pakai Indopremier, semisal Lia one day ingin coba saham, bisa coba aplikasi di atas. Mirae Sekuritas juga bagus, dua-duanya sudah bisa online sekarang 😁

    Semangat terus ya Lia, salam cuan banyaaak! 😍💕

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ola Kak Eno 😘 it's okay! Kakak pasti kemarin-marin sedang sibuk jadi aku maklum kalau Kak Eno baru kelihatan batang hidungnya sekarang 🙈

      Aww. Thank you so much, Kak! 🥺. Padahal aku merasa udah termasuk telat, harusnya dari awal pertama bisa berpenghasilan sendiri tuh udah tahu soal hal ini, tapi balik lagi, nggak ada kata terlambat untuk menabung ya 🤭

      Ah iya! Ide yang sangat bagus 🤩. Terima kasih banyak untuk idenya, Kak Eno!!

      Kemarin aku sempat cek aplikasi Indopremier karena disarankan oleh Kak Fanny dan Kak Rivai sebelumnya. Nanti aku coba cek mirae sekuritas juga deh buat lihat mana yang lebih sesuai 🤭

      Semangat terus untuk Kak Eno! Salam cuan 100x 😝

      Hapus
    2. Emang Eno gelap banget gitu..kok cuma keliatan batang hidungnya 🤔🤔

      Hapus
    3. Bukan~ Kak Eno hidungnya mancung jadi yang kelihatan batang hidungnya dulu 🤣

      Hapus
  27. investasi memang sebaiknya menggunakan "uang nganggur".. dari pada nganggur, uangnya disuruh kerja.. 😌

    tidak semua orang punya kelonggaran berinvestasi. dan jangan mendahulukan investasi kalo keuangannya mepet.. 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyiahahah Kak Zam, benar banget! Masalahnya banyak yang berkebalikannya alias doi nganggur tapi uangnya disuruh kerja 😂
      Nggak apa sih kalau dia kaya raya 7 turunan.

      Hapus
  28. Sejauh ini baru coba tabungan emas sih, tapi pengen cobain reksadana juga.
    Soalnya investasi itu emang penting, daripada uangnya dipake buat beli cemilan mulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Reksadana oke, Kak Rudi hihihi
      Uang untuk beli cemilannya bisa untuk nabung reksadana aatau emas, lumayan tuh 🤭

      Hapus
  29. Baru baca punya Eno dong, belum baca punya bapak Anton :D

    Btw, entah ya, kayaknya memang saya udah ditakdirkan untuk lola banget masalah investasi ini.
    Saya dong pernah ikutan event berantai yang isinya semacam training buat pengenalan reksadana, dan entah mengapa saya belom ngerti juga *plak!

    Tapi karena itu ya saya jadi ikutan, biar kata cuman ngendon aja, kagak saya liat-liat, dikata nabung di bank kali ama si Rey, hahahaha.

    kalau ngomongin menabung, saya sedih.
    Saking nggak terbiasa nabung, i mean, kagak ernah dikasih uang waktu kecil, jadinya setelah dewasa dikasih pegang uang, ijo langsung pengen ini itu :D

    BalasHapus