2020 Reading Journey.

Senin, 28 Desember 2020

Terinspirasi dari tulisan Kak Tika dan Kak Reka mengenai Reading Journey mereka di tahun 2020, aku jadi ingin ikut menulis tentang perjalanan membacaku di tahun ini. Tahun ini adalah tahun pencapaian terbesarku dalam membaca 😭 dan ini semua karena adanya pandemi corona πŸ˜‚. Jadi, masih ada sisi baik yang bisa diambil dari terjadinya pandemi ini πŸ˜‚. Dasar orang Indonesia, selalu aja merasa "beruntung". Wkwk.


✨🧚‍♀️πŸ„


Bacaan Di Tahun 2020 




Seperti yang aku bilang di atas, tahun ini merupakan pencapaian terbesar dalam membaca bagiku, sebab target awalku yang hanya 12 buku/tahun bisa terlampaui dalam waktu kurang dari 6 bulan. Bahkan, hingga hari ini, total buku yang telah aku baca sepanjang tahun ini berjumlah 72 buku πŸ₯³. Benar-benar pemecah rekor karena sebelumnya, aku nggak pernah menyentuh buku sebanyak ini dalam waktu 1 tahun 😭. 


Pada tahun ini, genre bacaanku lebih beragam dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika, beberapa tahun belakangan, aku lebih suka membaca genre self-help yang penuh dengan ilustrasi, pada tahun 2020 ini, genre bacaanku didominasi oleh Fantasy, Contemporary dan Historical

 

Wait, gimana ceritanya aku bisa bilang genre Historical bukan genre favoritku, tapi ternyata genre ini masuk dalam top 3 genre bacaanku tahun ini? Sejujurnya, aku juga kaget sih 🀣. Mungkin memang benar kata orang yang bilang bahwa dari benci bisa jatuh cinta 🀣. Mungkin di alam bawah sadarku, aku menyukai genre ini, tapi otakku berkata tidak. Dasar manusia! Wkwk.


Untuk buku bacaan dengan halaman paling sedikit yang aku baca di tahun ini adalah I Lost Something (16 halaman) dan yang tertebal adalah Supernova: Intelegensi Embun Pagi (724 halaman). Kalau aku bisa selesai membaca Midnight Sun (yes, the Twilight Series) pada tahun ini, mungkin buku ini yang akan menjadi buku tertebal, sebab jumlah halamannya untuk versi terjemahan adalah 1013 halaman 🀣 *kelojotan lihat jumlah halamannya*. Untuk rating yang rata-rata aku berikan adalah 5 bintang dan yang terkecil adalah 3 bintang. Ini karena bukunya memang bagus-bagus atau Lia yang terlalu murah hati dalam memberikan rating? 🀣



Fisik = Digital

Pada tahun ini, rasanya jumlah buku yang aku baca baik dalam bentuk fisik maupun digital kurang lebih sama. Buku fisik dan digital berjalan beriringan bagiku πŸ˜†. Meskipun memang kesan dalam membaca buku fisik tidak bisa tergantikan, namun aku nggak menampik bahwa membaca buku digital sangat membantu sekali dalam banyak hal. Somehow, lewat buku digital, aku bisa membaca lebih cepat karena bisa membaca dimana saja. Bisa lebih menghemat pengeluaran karena banyak sistem pinjam atau langganan per bulan, serta lebih menghemat tempat penyimpanan. So, baik fisik atau digital, keduanya memiliki keunggulan masing-masing yang membuat mereka bisa berjalan beriringan πŸ€—. Special thanks to Gramedia Digital, iPusnas dan iJak. Aplikasi membaca digital yang gratis dan berbayar yang telah turut ambil bagian dalam pencapain membacaku di tahun ini πŸ₯°. Terima kasih! 


🧚‍♀️


Buku Terfavorit & Buku Tidak Selesai Dibaca Tahun 2020

Untuk buku terfavorit pada tahun ini, sepertinya teman-teman semua udah tahu jawabannya 😝 karena seringkali aku menyebutkan judul buku-buku tersebut. Wkwk. Oke, aku sebutkan salah satunya saja ya, karena sisanya akan disebutkan di postingan JanexLia nanti, ups, spoiler 😝.

 

Buku terfavorit tahun 2020 ala Lia adalah Semua Ikan Di Langit πŸ₯³. Karena aku yakin akan kembali membaca buku ini di masa yang akan datang, jadi tentu saja buku ini bisa disebut buku terfavoritku 😍. 

 

Buku  yang tidak selesai dibaca di tahun 2020 adalah Milkman. Buku ini adalah buku yang aku beli secara impulsif karena ingin mengikuti Buddy Reads Challenge, namun ternyata gaya penulisan dan alur ceritanya sangat..sangat..nggak bisa masuk di aku 😭. Aku udah coba membaca langsung bagian akhir cerita dengan harapan bisa memunculkan percikan semangat untuk membaca, tapi hasilnya nihil. Aku udah coba membaca kembali dari awal dan mendengarkan audiobooknya, tapi hasilnya juga nihil. Aku nggak sanggup karena motivasi membaca buku ini juga nggak ada, selain sayang karena udah beli πŸ˜‚. Itu juga nggak bisa meningkatkan semangat bacaku terhadap buku ini. Mungkin suatu hari nanti aku akan mencoba membaca buku ini kembali.

πŸ„


Target Membaca di Tahun 2021

Ah, akhirnya tiba pada bagian ini πŸ˜‚. Sebagai seseorang yang jarang atau bahkan nggak pernah menulis resolusi tahunan dalam hidup, sungguh bingung rasanya ketika harus menentukan target membaca untuk tahun yang baru πŸ˜‚. Well, harapanku di tahun 2021, mirip seperti Kak Reka, aku ingin bisa lebih mengeksplor buku bergenre biografi, eksplor lebih banyak penulis, dan mungkin bisa lebih cinta terhadap genre historical 🀣. Untuk target jumlah buku yang harus dibaca di tahun depan, aku nggak muluk-muluk, targetnya 24 buku dulu, alias minimal 2 buku/bulan.


✨🧚‍♀️πŸ„


Begitulah perjalanan membacaku di tahun ini. Bersyukur sekali di tahun ini, aku bisa mengeksplor lebih banyak genre bacaan dan lebih banyak penulis dibanding tahun 2019 πŸ₯Ί. Semoga di tahun depan, target membacaku bisa terpenuhi.


Bagaimana dengan perjalanan membacamu 

di tahun 2020 ini, teman-teman?

Let me know!

 

The dreamer.

🧚‍♀️🧚‍♀️🧚‍♀️

66 komentar

  1. Akhirnya ditulis juga ya sama Lia πŸ˜†
    Luar biasa banget Li, bisa baca buku 72 padahal target cuma 12 πŸ‘ Emang hikmah pandemi paling besar itu jadi banyak waktu luang ya, jadi hobby terbengkalai bisa terlaksana lagi salah satunya baca.

    Lia yang bilangnya gak suka historical eh malah masuk top 3 πŸ˜† mungkin emang udah jodoh Li sama genre itu jadi dideketin terus deh hahaha

    Semoga tahun 2021 semangat Lia membaca gak berkurang yaaa, kalo bisa lebih lagi dan pastinya semoga target di 2021 bisa tercapai! πŸ˜‡

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akhirnya ya, Kak Tika 🀣. Udah gatel ingin menulis hal ini dari kemarin-kemarin tapi ditahan sampai menjelang akhir bulan agar nggak terlalu banyak perubahan 🀭

      Akupun juga nggak nyangka bisa baca sebanyak ini, Kak 😭. Sungguh pencapaian yang luar biasa. Pandemi membawa banyak orang kembali menjelajahi dunia lewat buku dan imajinasi 🀣.

      Wkwkwk iya kan!! Kayaknya aku memang jodoh sama genre ini makanya dideketin terus dengan diberi buku-buku menarik 🀣. Ada juga beberapa buku yang memang asal aja aku baca, ternyata sewaktu dicek termasuk dalam genre history. Sungguh plot twist 🀣. Tapi tetap no.1 genre fantasy dong seperti Kak Tika. Toss dulu πŸ™Œ

      Aminnn. Kalau bisa lebih lagi, harapanku juga demikian hahaha. Semoga tahun 2021 juga Kakak bisa lebih semangat lagi membacanya dan bisa eksplor lebih banyak buku ya. Fighting! πŸ’ͺ🏻

      Hapus
  2. Liaaa, 72 buku? 😍😍😍 aku kagum ngd Lia bs baca sebanyak ituu. Aku ga nyampe segitu, banyak buku illustrasi nya lg.. hehehhe..

    Tp pandemi ini memang bikin aku bs lbh banyak. Termasuk sejak langganan GD. πŸ˜†πŸ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kelihatan banget kalau aku kebanyakan waktu luang sampai bisa baca cukup banyak buku wkwkwk. Kalau udah jadi mommy, bisa baca buku aja udah suatu hal yang luar biasa mengingat waktu me time yang sangat singkat. Aku malah kagum dengan Kak Thessa dan teman-teman blogger lain yang udah menjadi ibu tapi tetap menyempatkan diri untuk membaca 😍 You are amazing!

      Langganan GD memang penolong sekali ya, Kak 🀣. Aku juga jadi bisa baca banyak buku lewat GD dan banyak buku-buku baru juga yang dirilis di GD. Sungguh semakin merasa bersyukur karena Gramedia membuat app semacam ini 😭
      Semoga di tahun depan, kita tetap semangat untuk membaca ya, Kak!

      Hapus
  3. Habis main ke Mba Tika, Reka sekarang ke Lia hauhahaha

    Beneran deh Lii, aku masih takjub kamu bisa menyelesaikan total 72 buku dalam setahun! That was insane yet so cool! 😱 kalau baca dari pengalaman kamu sendiri, baca buku digital sangat membantu dalam proses menyelesaikan target membaca yaa. E-book memang praktis banget sih. Bisa dibaca di mana pun dan kapan pun dengan satu gadget. And thanks to you too, kemarin pas lagi mogok baca aku jadi kenalan dengan iPusnas dan sukses baca beberapa buku di sana XD

    Dan untuk judul yang nggak selesai versi aku di tahun ini, jelas itu adalah Norwegian Wood wkwkwk bener-bener deh tuh buku hanya duduk manis di dalam rak sampai detik ini πŸ˜†

    Jangan kasih kendor untuk 2021, Lii! Tetap semangat and thank youuu sudah berbagi ceritamu! Congratsss for your reading achievement πŸ™Œ✨

    BalasHapus
    Balasan
    1. Habis main ke blog kami, Cici Jane nggak berminat untuk menulis topik yang sama, nih? 😝

      Me too! Aku sendiri bahkan masih kaget dengan pencapaian yang diriku sendiri capai di tahun ini 🀣. Sungguh luar biasa *kok jadi muji diri sendiri*
      Betul sekali~ Ebook benar-benar membantu banget dalam mencapai target membaca karena jadi nggak usah membawa buku tebal-tebal. Benar-benar penolong sekali dengan adanya ebook ini 😭
      Yaaayyy! I'm glad to hear that 🀩. Senang sekali jika ada teman yang bisa merasakan manfaat dari apa yang aku share πŸ˜†. Aku juga merasa tertolong sekali dengan adanya iPusnas, Ci. Terima kasih Pak Jokowi πŸ€—

      Wkwkwk sementara ini jadi pajangan dulu ya Norwegian Wood-nya 🀭. Nggak apa, Ciii. Siapa tahu tahun depan atau beberapa tahun lagi, Cici ternyata dapat mood untuk melanjutkan membaca buku tsb. Memang kalau tidak ada motivasi dan mood tidak mendukung, rasanya 1 halaman aja beraatttt sekali πŸ˜‚

      Thank you so much, Cici Jane! 😘. Semoga tahun depan, Cici Jane juga bisa tetap semangat membaca dan dapat mengeksplor banyak buku bacaan menarik 😘

      Hapus
  4. Duh sedih di 2020 sementara kakak bisa sampe segitu banyak buku, aku malah cuma 7 buku yg benar2 selesai di baca dalam kurun waktu 12 bulan ini, sisanya hanya sekadar dipinjam di ipusnas dan ga dibaca. Semoga tahun depan lebih baik lagi.

    Ngomong2 ttg novel Semua Ikan di Langit, ini favoritku tahun lalu atau 2018 yaa. Ceritanya keren bgt, sampe ketagihan baca buku2nya kak Ziggy

    BalasHapus
    Balasan
    1. 7 buku udah luar biasa lho, Kak Nisa :D Kadang untuk menyelesaikan 1 buku saja, bisa memakan waktu yang lama jika tidak mengingat bahwa tumpukan buku ada banyak πŸ˜‚
      Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi ya! Semangat! πŸ’ͺ🏻

      Huaaaaa, toss dulu dong, Kak! πŸ™Œ Buku-buku Ziggy Z. memang menarik-menarik sekaliii. Dari 3 buku yang aku baca, Semua Ikan Di Langit yang paling aku suka. Di Tanah Lada nomor ke.2 karena unikkk sekali diksi yang digunakan hahaha. Siapa penulis lokal lainnya yang Kak Nisa suka?

      Hapus
  5. Maygad, 72 buku, BANYAK BANGETTTT Liiii 😍 Daebak hahahahah, kakak kayaknya tahun ini hanya baca 10an buku deh, sebulan rata-rata cuma 1 itupun ada yang sampai 1,5 bulan baru kelar πŸ˜‚ Salut sama Lia, keinginan membacanya sangat kuat. Mungkin tahun depan, target 24 buku bisa kelar di 3 bulan pertama jangan-jangan 😁 Wk.

    Genre Historical itu seperti cerita sejarah tapi dari kisah nyata, kah? πŸ˜† Kayaknya kakak jarang baca genre ini, jadi nggak ingat πŸ˜‚ Hehehehehe. Dan nggak sabar menunggu review buku biografi versi Lia ditahun mendatang, sebab kakak pecinta biografi, dan siap dikasih racun oleh Lia hahahahaha. Jadi ingat, kakak baru PO buku Biografi Barack Obama, tapi versi Inggris, belum ada yang Indonesia kayaknya πŸ˜† Nggak sabar menunggu sampai di rumah 😍 Terima kasih Lia untuk review dan racun buku-bukunya πŸ₯³πŸŽ‰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Eno, 10 buku juga hebat lhoooo! 😍 Mengingat kesibukan Kak Eno, aku malah kagum dengan Kakak karena masih sempat membaca, mana genre bacaannya berat-berat pula 😍
      Hahahaha amiinn! Semoga bisa terwujud 🀣

      Genre historical itu biasanya mengambil latar belakang sejarah nyata, tapi kisah yang diangkat kadang fiksi atau based on true story tapi beberapa bagian ada yang diganti/diringkas, Kak Enoo.
      Huahahaha aku malah menanti racun genre biografi dari Kakak nih 😝. Kak Eno, please let me know setelah Kakak selesai membaca buku Om Barack Obama πŸ™ˆ kasih tahu aku bagaimana isi buku tsb menurut Kakak 🀭 aku penasaran sebab harganya fantastis sekali 🀣.
      Terima kasih banyak Kak Eno karena selalu hadir dan membaca setiap tulisanku πŸ₯Ί It means a lot πŸ’ž

      Hapus
  6. GILA 72 BUKU OMG!!! *salim*

    Kita sama lho tahun ini nargetin 12 buku wkwk, dan targetku juga terlampaui untuk pertama kalinya dalam hidup hahahaha. Tapi jumlahnya nggak sebanyak kamu sih Li. Nanti ada jumlahnya aku tulis di postingan yang udah aku set schedule dari tanggal berapa ya kemarin, bakalan publish tanggal 31 nanti kalau nggak ada halangan. xD

    Semoga target 2021-nya Lia tercapai, kalau aku tetep aja target baca 2021 adalah 12 buku wkwkwk. Nggak berani nambah. >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. *salim balik*

      Cheers and congrats untuk Kak Endah πŸ₯³πŸ’ƒπŸ». Senang banget rasanya bisa mencapai target yang kita pasang, ya, Kak πŸ˜†

      Aku tunggu postingan dari Kak Endah! Nggak sabar menanti tanggal 31 πŸ™ˆ

      Amiiiin!! Semoga target Kak Endah di tahun 2021 bisa tercapai, bahkan melebihi goal tersebut! πŸ™πŸ»πŸ˜š

      Hapus
  7. tahun ini aku berhasil membaca 50 buku dengan target 12 buku. senang banget juga aku dengan prestasi membacaku tahun ini. hihi. Kalau untuk genre bukunya kayaknya aku tahun ini lebih banyak baca buku non fiksi ketimbang fiksi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Apri, congrats ya! πŸ₯³πŸ₯³ 50 buku dan didominasi oleh non-fiksi itu luar biasa sekali lhoooo! Keren banget 😍
      Non-fiksi yang Kak Apri baca, didominasi oleh topik apa nih?

      Hapus
  8. Lia layak menjadi panutan, bahkan menjadi Duta Baca Indonesia bersama-sama dengan Najwa Shihab.

    Kalau buku kertas, tidak ada satu pun yang tuntas saya baca tahun ini. Sementara buku digital, sama saja sih, NIHIL. Jadi intinya, kebiasaan saya dalam hal membaca buku sudah sangat menurun. Semoga tahun depan saya bisa mulai membaca buku.

    Sejauh ini saya cuma membaca artikel berita, blog, atau tulisan-tulisan pendek lainnya terutama yang berkaitan dengan sejarah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika disandingkan dengan Najwa Shihab, tentu aku belum bisa, Kak Agung 🀣. Apalah aku~ sekelas Maudy Ayunda aja belum sampai 🀣

      Kak Agung, membaca berita, blog, dan tulisan pendek lainnya juga udah termasuk "membaca" dan itu udah bagusss banget. Membaca nggak harus dari buku fisik/digital. Zaman sekarang membaca blog juga udah bisa dikatakan "membaca" 😁. Semoga tahun depan bisa terwujud harapan dari Kak Agung 😁. Jangan lupa share ya progressnya, Kak 🀭

      Hapus
  9. Uwooowww keren banget mba Lia bisa sampe 72 buku
    keren sekali ini mah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha Dodo bisaan aja~
      Kalau aku keren, dapat pempek dong? 🀣

      Hapus
    2. Wowkwowk...
      Oke mana alamatnya, kirim ke sini...
      Tapi, mb lia kudu kirim sejumlah uang dahulu alias aku jualan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  10. Woaaah 72 buku?! Wii aku jadi terinspirasi untuk membaca lebih banyak buku di tahun 2021. Tahun ini aku baru membaca 2,5 buku haha, yang setengah lagi mau aku selesaikan dalam hari-hari terakhir di tahun 2020.. biar jadi 3 buku gitu hahaha.

    Walaupun aku baru baca 3 buku, aku sudah seneng banget karena aku bisa menghayati dan menyukai buku-buku yang aku baca (cieilaah 😝), dicompare dari aku tahun lalu, perkembangannya meningkat hahaha

    Setelah baca artikel mbak Lia ini, aku jadi bersemangat untuk menambah waktu membacaku, hmm mungkin 2 bulan 1 buku kali ya haha (ngga mau muluk-muluk haha). Terima kasih mbak Lia motivasinya πŸ’–

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaay! Ayo semangat Kak Aqma πŸ’ͺ🏻 semoga tahun depan bisa membaca lebih banyak buku, ya 😚
      Ayo semangat agar 2 hari lagi bisa tercapai genap 3 buku 😚πŸ’ͺ🏻

      I'm glad to hear that 😍. Kak Aqma benar-benar memanfaatkan 3 buku tsb dengan maksimal. Keren!

      Amiin~ semoga bisa terwujud targetnya, Kak πŸ’ž. Berarti total di akhir tahun minimal 6 buku, ya! Akhir tahun depan, aku cek kembali nih progressnya 😝

      Hapus
  11. Keren sekali kak Lia Bisa dapat 72 buku πŸ˜„ Tahun ini, saya cuma dapat berapa yah? Intinya ngga sampe 20 sepertinya. Tahun depan, mau pelan-pelan baca lagi. Minimal 1-2 buku lah sebulan.

    Kabar baiknya, interest saya rupanya pindah ke series. Tahun ini, bisa nonton puluhan series yang sangat bervariasi. Tahun depan saya malah mau explore series Jepang dan Mandarin. Mudah-mudahan ketemu waktunya.

    Kalo soal buku yang tidak selesai, kayaknya semua orang akan pernah mengalami fase itu minimal satu buku seumur hidup. Entah karena gaya penceritaannya, pembahasaannya, atau memang ngga masuk aja di kita. Solusinya yah diberi jarak saja dulu, cari buku lain yang mungkin bisa nambah referen. Kalo sudah sampai difase itu, seharusnya sudah bisa lagi dicoba untuk baca.

    Beberapa kali kena racun Semua Ikan di Langit. Fiks. Tahun depan mesti baca πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat Rahul! Semoga targetnya di tahun depan bisa tercapai πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻 berarti 12-24 yang harus dibaca hingga akhir tahun, ya πŸ˜‰

      Glad to hear that! Rahul jadi bisa menemukan interest baru di bidang lain hahaha. Semoga bisa eksplor lebih banyak cerita di tahun depan 😁. Untuk drama mandarin, mungkin bisa mulai dari Meteor Garden 🀣

      Iya, ya. Aku sempat sedih karena nggak kuat menyelesaikan buku tsb. Ada perasaan yang mengganjal akan hal itu 😭 namun, aku sadar bahwa sekarang mungkin bukan waktunya. Suatu saat, aku pasti ada fase dimana aku bisa coba kembali membaca dan mungkin bisa menyelesaikannha. Terima kasih atas tipsnya, Hul πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

      Hahahaha Semua Ikan Di Langit layak untuk dibaca 😁. Jika Rahul pernah baca Le Petite Prince yang terken itu, vibesnya kurang lebih sama 😁

      Hapus
  12. Salut!!! 72 buku, kamu sehari bisa bis berapa buku li? Apa setiap minggu Lia baca buku? Kayaknya buku “semua ikan di langit” sering Lia mentioned di blog yaa, jadi penasaran, kayak buku Ziggy yang JSP gak li? Soalnya aku pernah denger novel semua ikan di langit ada unsur surealisny? Apa aku salah baca ya πŸ˜…

    Dan Selamat Liaaaaa, semoga buku-buku yg dibaca tahun ini bisa memberi manfaat jangka panjang untuk lia ya. Ehe sama ya kita 😁 aku agak susah nih baca buku diluar zona nyaman, semoga tahun depan bisa tercapai buat baca buku bertema biografi, semangat kita!! πŸ‘πŸ»

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena buku yang aku baca rata-rata di atas 200 hal, jadi makan waktu 2-3 hari kalau niat, Kak Reka 🀣. Beberapa bulan belakangan ini, iya. Setiap minggu pasti ada baca 1 buku karena seperti udah kebiasaan, kalau beberapa hari nggak baca buku seperti ada yang kosong πŸ˜‚.
      Beda vibenya, Kak Reka~ kalau Semua Ikan di Langit mirip dengan Le Petite Prince hahaha. Isinya lebih ke mood reflective, emotional. Tipe-tipe yang bikin berpikir "iya juga yaaa!" Gitu 🀣. Benar ada unsur surealisnya karena sudut pandangnya dari sebuah bus. Uni banget, kan? Huahahaha

      Amiiinnnn πŸ™πŸ» semoga buku-buku yang Kakak baca di tahun ini juga memberi manfaat yang banyak dan jangka panjang untuk Kaka πŸ™πŸ».
      Semoga target kita untuk bisa membaca buku biografi di tahun depan bisa tercapai!! Coba dimulai dari buku Becoming-Michelle Obama aja, Kak. Banyak yang bilang bagusss πŸ™ˆ

      Hapus
  13. Liaaa keren banget bisa baca 72 buku πŸ‘πŸ‘πŸ‘ Aku tahun ini nyampe siih 50an buku tapi 95% komik jadinya pendek-pendek dan cepat bacanya ahahaa...

    Hayooo Lia, yang katanya ga terlalu suka Historical tapi banyak bacaannya His-fic malah πŸ˜‚ Kadang gitu yaaa kita mikirnya ga terlalu favorit tapi setelah dirunut lho kok banyak juga πŸ˜‚πŸ˜‚

    Btw kalau mau eksplor biografi mungkin bisa dimulai dari tokoh-tokoh yang Lia suka dulu, biar enak kenalannya. Mungkin sejenis kayak kalau nonton dokumenter tokoh, bakal lebih enak mulainya kalau dari tokoh yang kita favoritkan 😊

    Semoga target baca tahun 2021 tercapai yaa Liaaa... 😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waw!! Kak Eya bacanya banyak sekaliii 😍. Itu komik-komiknya Kakak owned sendiri atau baca di web manga?

      Yes! Thank you so much for the tips, Kak Eya 😚
      Aku rencana mau mulai baca buku Becoming Michelle Obama karena banyak yang bilang bagus 🀭
      Kak Eya ada rekomendasi buku biografi, kah?

      Amiiinnn. Semoga di tahun 2021, Kak Eya bisa tetap memiliki semangat membaca yang tinggi, ya πŸ˜‰πŸ™πŸ»

      Hapus
  14. Target 12 yang tercapai 72 hebat sudah berkali-kali libat melampaui target dan tahun ini masih tersisa beberapa hari lagi mungkin satu buku lagi diselesaikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Her, amiiin. Sepertinya bisa sih selesai 1 buku lagi πŸ™ˆ.

      Hapus
  15. Ih mantaps bener mbak Lia 72 buku. Semangat yang patut ditiru. Saya masih penyesuaian dan sangat lambat karena beralih ke e-book dan mencoba untuk membaca kembali buku teks berbahasa asing...tetap bukan alasan yah hahaha.

    Yang jelas 2020 ini nyaris tidak ada cerita fiksi lagi yg saya baca karena kebutuhan fiksi sudah saya alihkan ke layar (banyak film dari novel terjemahan πŸ˜‚). Memang niatannya begitu untuk hemat budget dan waktu wkwk πŸ˜‚ #tidakusahdicontoh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha Kak Phebie, it's okay. Take your time πŸ˜‰
      Beradaptasi memang proses yang memakan waktu. Waktu awal kemarin saat aku kembali membaca buku, aku juga mengalami proses adaptasi kembali dan makan waktu lama πŸ˜‚. Kak Phebie pasti bisa melaluinya! Semangat πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻

      Huahahaha kok Kak Phebie cemerlang sekali idenya? 🀣. Aku malah baru kembali ke fiksi di tahun ini, Kak 🀣 aku lebih sreg membaca daripada menontin film adaptasi untuk saat ini, Kak, jadi Kak Phebie nggak usah khawatir aku mencontoh Kakak 😝

      Hapus
  16. 72 buku, banyak banget itu, Liaaaaaa πŸ˜†. Kalau aku tahun ini cuma baca 10 buku doang kira-kira, Li. Hehehe πŸ™ˆ. Jadi targetku tahun 2021 gak muluk-muluk lah. 10 buku aja cukup. Takut gak bisa mencapai target kalau lebih dari itu.🀭

    Ngomong-ngomong aku jadi kepo banget sama Semua Ikan di Langit gara-gara sering banget kamu sebut, Li. Kayaknya tahun depan aku juga bakal pengen baca itu, deh. Mumpung ada gratis di Ipusnas.πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Roem, 10 buku itu bagus bangettt! Semoga di tahun depan bisa tercapai kembali target membaca 10 bukunya, bahkan kalau bisa lebih πŸ˜‰πŸ˜š

      Huahahaha sebab bukunya bagus, Kak Roem! Apa ya, bikin merefleksikan diri gitu lho~
      Nah, iya tuh. Mumpung ada di iPusnas, boleh lah ditengok sedikit 😝
      Antri dulu aja dari sekarang, Kak Roem. Kayaknya buku ini lumayan banyak peminatnya deh, jadi banyak juga yang antri 🀣

      Hapus
    2. Eh iya juga ya, Li. Lumayan banyak yang antri πŸ™ˆ.

      Ngomong-ngomong aku udah sebulan ini antri dua buku di Ipusnas juga gak dapat-dapat. Beginilah nasib baca buku kalau pinjam ya.πŸ˜‚

      Hapus
  17. Waahh lusr biasa Lia sanggup membaca 72 buku..😳😳 Memang kalau kita srek dan nyaman membaca buku sebanyak mungkin asal waktunya cukup tidak masalah juga sih.😊😊

    Dulu aku pernah membaca novel sehari satu novel. Itu rutin, Sampai novel itu tidak terbit lagi.😊😊 dan cari novel lain..Tapi itu dulu.🀣🀣🀣 Sekarang sudah jarang malah baca buku lagi.πŸ˜πŸ˜†

    Semoga tahun 2021 nanti Lia bisa membaca buku sampai 100 buku atau lebih mungkin. Ok sukses selalu buat Lia deh semoga dengan membaca bisa punya wawasan luas tentang buku dan jadi penulis handal Dan menerbitkan buku seperti mbak Thessa.πŸ˜ŠπŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget, Kak Satria
      ~
      Tapi sekarang aku malah sedang struggle perihal managemen waktu antara membaca dan ngeblog 😭

      Wawww~ novel apa itu? Terbitnya per hari gitu modelnya, Kak?

      Aminnnn aminnn aminnn πŸ™πŸ» terima kasih banyak atas doanya, Kak!! Kalau bisa menjadi penulis handal sih, mantap sekali dah 🀣
      Semoga Kak Satria tahun depan semakin semangat dalam menulis, ya 😁

      Hapus
  18. Genre bacaannya gak beda jauh nih, selain biografi saya suka baca sejarah. Entah kenapa saya malah kuliah jurusan fisika ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha Bang Day kok jurusan kuliahnya jauh sekali? 🀣
      Buku biografi siapa yang paling terfavorit?

      Hapus
  19. Smg resolusi 2021nya terwujud ya mb. Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin. Terima kasih banyak atas doanya πŸ™πŸ»
      Semoga resolusi tahun 2021 milik Bang Day juga bisa terwujud, ya!

      Hapus
  20. wah hebat mbak
    aku baru 30an heheh
    soalnya kan kemarin perpus kota sama perpus provinsu lockdown
    kubiasa pinjam buku fisik soalnya huhu

    tapi seneng tahun 2020 ini dapat buku yg dulu aku ga nemu pas nyari mbak
    semoga harapan dan targetnya bisa terealisasi ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Ikrom, 30 buku luar biasaaa 🀩🀩🀩
      Rajin sekali Kak Ikrom suka meminjam buku fisik di perpustakaan! Aku jadi kagum 🀩. Dari 30an buku yang Kakak baca di tahun ini, didominasi oleh genre apa, Kak?

      Glad to hear that! Mungkin Kak Ikrom juga bisa akses di iPusnas, siapa tahu buku-buku yang Kakak ingin baca tersedia di sana 😁
      Amiiinn. Doa yang sama juga untuk Kak Ikrom ya πŸ˜πŸ™πŸ»

      Hapus
  21. Sungguh luar biasa, semangat membacanya mantap jiwa
    Saya kini mulai menurun, ya mungkin faktur umur atau mungkin faktor kebutuhan.
    Buku kesenangan saya adalah buku novel, sejarah dan agama. Dirak buku bertumpuk, bahkan ada yang belum sempat terbaca. Ya faktor sibuk mencari kebutuhan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak masalah, Kak. Memang interest manusia sering berganti, mungkin nanti Kakak bisa kembali bersemangat dalam membaca buku 😁
      Untuk novel, biasanya genre apa yang Kakak Djangkaru suka baca?

      Hapus
  22. TUJUH PULUH DUAAA??!!! TUJUH PULUH DUAAAA???
    (aku lagi lebay)

    itu artinya rata-rata tiap bulan namatin 6 buku. wow. just wow!
    salut banget.. terlepas karena corona ataupun tidak, aku salut sama orang yg suka banget baca *angkat topi buat lia*

    72 buku itu campur-campur antara buku fisik sama buku digital kan ya?
    btw, di rumahnya udah punya berapa buku fisik, lia? udah punya library sendiri di rumah?

    btw, buku terfavorit sepanjang masanya apa?dan kenapa?


    Jangan tanya aku habis berapa buku di tahun ini ya soalnya kyknya ga lebih dari 5 buku dan itupun tipis-tipis dan kebanyakan adalah kumpulan cerpen.

    Aku sebetulnya sangat suka baca buku (karena pengen jadi penulis) tp akhir-akhir ini lagi susah cari waktunya :(

    Tahun 2021 targetku cuma 2 buku deh, yg satu berjudul aroma karsa, satu lagi.. kyknya pengen beli biografinya Steve Jobs atau mungkin salah satu bukunya Seth Godin (lagi penasaran sama dunia branding dan marketing), biasa lia.. biar aku bisa menghasilkan cuan dan bisa beli rumah impian :D

    Liaa... doakan aku semoga bisa memenuhi target 2-3 buku dalam setahun *jangan ngetawain yaaaa*

    ps: fotoin dong tumpukan bukunya lia di rumah, aku selalu suka sama tumpukan buku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Ady, habis salah makan apa ituuu? πŸ€ͺ

      Perkiraan Kakak kurang lebih benar πŸ™ˆ. Awww, Kak Ady! Jangan angkat topi atuh. Angin belakangan ini sedang kencang, nanti topi Kakak malah terbang 🀣

      Iya, 72 buku itu campuran antara buku fisik dan digital. Mungkin perbandingannya 50:50. Karena aku nggak mencatat perihal hal ini, jadi aku hanya kira-kira aja segitu perbandingannya πŸ˜‚

      Perihal buku fisik yang ada di rumah, koleksiku tidak terlalu banyak, Kak~ mungkin sekitar 20-30 buku aja. Karena tempat penyimpanannya terbatas, jadi beberapa buku yang udah aku selesai baca dan kemungkinan tidak akan aku baca kembali, aku langsung jual 😬.

      Buku favorit sepanjang masa.. judulnya Journal of Gratitude by Sarah Amijo. Dari awal nemu buku ini, aku udah suka sekaliii karena mataku dimanjakan dengan ilustrasinya yang lucu-lucu dan isinya menginspirasi, meskipun hanya 1 kalimat pendek per halaman, tapi isinya seperti pengingat bagi kita untuk mensyukuri hal-hal kecil yang sering kita abaikan atau terima begitu saja. Aku masih suka re-read buku ini hingga sekarang πŸ™ˆ

      Kak Ady, berapapun jumlah buku yang berhasil diselesaikan di tahun ini, aku ingin ucapkan congrats untuk Kakak πŸ₯³. Mau buku tebal/tipis, novel/cerpen/komik, semua itu tetap disebut "membaca" kok, Kak 😁 jadi Kak Ady harus percaya diri dengan buku bacaan Kakak. Kak Ady, suka cerpennya yang heartwarming atau random? 😁

      Aseeekkk! Tim cuan-cuan bertambah membernya 1 nih 😝
      Amiiinnnn!! Aku doakan semoga bisa terbaca semuanya, bukan hanya 2 melainkan 3 atau bahkan lebih πŸ™ˆ. Semangat semangat! Kak Ady pasti bisaaa! Pelan-pelan aja, Kak. 1 hari baca 5 halaman juga nggak masalah wkwkwk
      Ihhh, aku nggak akan ketawain πŸ˜‚. Aku nggak masalah dengan angkanya~ yang terpenting niat dan usahanya 🀭

      Psss: Kak, aku juga suka melihat tumpukan buku lho!! Rasanya kayak... Ah sulit digambarkan 🀣. Nanti kapan-kapan aku fotoin ya, Kak~ harus ngumpulin niat agar fotonya nggak asal-asalan nih wkwkwk biar sekalian jadi konten di blog #ehh

      Hapus
  23. Tuh kan semuanya pada terpukau sama angkanya..
    Saya juga ikutaan ahh..

    APAAAA??? TUJUH PULUH DUA...? TUJUH PULUH DITAMBAH DUA?? Ya ampun Li banyak banget.. wkkwkwkwkwk

    Saya penasaran sama koleksi rak bukumu Li.. menggunung kali yah...? 😁
    Saya jadi terinspirasi buat bikin ini juga.. tapi bukan buku karena angkanya nggk sefantastis itu.. πŸ˜† kayanya bakal tak judulin "2020 Watching Journey".. hahahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk Bayu kenapa kamu ikutan histeris juga? Habis makan apa ini Bayu? 🀣

      Belum sampai menggunung karena tempat penyimpanannya nggak ada πŸ˜‚. Jadi koleksi bukuku hanya sekitar 20-30 buku aja saat ini. Mungkin nanti kalau punya rumah sendiri, koleksi bukuku akan lebih banyak #ngarep

      Ayo buat tulisan itu, Bay. Menarik! Aku pasti akan baca 😁

      Hapus
  24. Wah sudah lama ga update my year in books di akun goodreads, mungkin terakhir 2017. Jd termotivasi lagi setelah baca postingan ini..


    Semoga di tahun 2021 segala harapan dan doa bisa terwujud dan pandemi lekas berlalu yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Annisa, salam kenal 😁
      Ayo diupdate lagi akun Goodreadsnya sebelum makin penuh dengan sarang laba-laba huahahaha.

      Amiiin. Semoga tahun 2021 menjadi tahun yang lebih baik untuk kita semua ya, Kak πŸ™πŸ»

      Hapus
  25. Buseeet..!!!72 buku di tahun ini. Banyak bangeet...hahahaha πŸ˜‚πŸ˜‚
    Tiap minggu menyelesaikan 1-2 buku. Ngebut banget. Apa kabarnya aku kalau kayak hini. Hanya menyelesaikan beberapa buku aja..ahahaha πŸ˜‚πŸ˜‚
    Kalau tahun ini, buku yang berkesan yg aku baca itu aroma karsa. Sebulan stlah membacanya masih terngiang-ngiang. Apalagi kalau pas ada aroma. Hidung langsung berkerja dengan sendirinya 🀣🀣


    Oyaa mbak kia, sudah baca buku seriesnya agustinus wibowo...?
    Beberapa temanku, termasuk aku, menjadikan buku ini acuan untuk penulisan catatan perjalanan...coba baca aja πŸ˜…


    BalasHapus
    Balasan
    1. Pembalasan dendam di tahun ini, Kak Rivai 🀣
      Bisa menyelesaikan beberapa buku juga bagus lho, Kak! Siapa tahu tahun depan jadi bisa belasan puluhan buku yang Kak Rivai selesai baca 😁

      Huahahaha I feel you! Aku juga begitu sesaat setelah selesai membaca Aroma Karsa 🀣 hidung berasa jadi lebih sensitif dan sok ingin membaui apa aja 🀣

      Belummm, Kak. Tapi aku sering dengar nama penulis itu 😁
      Judul buku apa dari Agustinus Wibowo yang paling Kak Rivai rekomendasikan untukku?

      Hapus
    2. Pembalasan dendamnya produktif sekali 🀣🀣

      Semuanya bagus kok. Kayaknya cocok juga untuk mbak lia. Di bukunya juga banyak bercerita ttg budaya/kebiasaan yang dia temui di negara tersebut.

      Bukunya:
      Selimut debu (ttg afganistan)
      Garis batas (ttg asia tengah)
      Titik nol
      Jalan panjang untuk pulang (yang terbaru, aku belum baca) 🀣

      Hapus
    3. Ini kelihatannya aja produktif, padahal beberapa judul buku ada yang tipis banget halamannya, di bawah 50 halaman, Kak Rivai 🀣

      Aku langsung cek judul-judul buku karya Agustinus dan kebetulan 3 judul buku teratas yang Kakak sebutkan, semua ada di iPusnas 😁. Sekarang udah masuk ke list buku yang akan aku baca hahaha. Terima kasih atas rekomendasinya, Kak! Sepertinya buku perjalanan yang menarik. Aku belum pernah membaca buku seperti ini πŸ˜‚
      Ayo Kak Rivai baca duluan buku terbarunya, nanti kalau recommended juga, let me know 🀭

      Hapus
  26. Lia, kak ike jadi terkagum-kagum atas pencapaian Lia membaca buku. 72 buku itu emejing bangetttt Lia...

    Sejujurnya, aku cuma capai 3 buah buku dlm tahun ini. Dulu bisa lebih, sewaktu gramednya masih rameh2 koleksi bukunya, n masih banyak wkt...

    Aku paling suka ke gramed yg arah ke senen itu utk liat buku2 baru. Begitu ada yg baru langsung gak pake lama bungkus😊

    Sekarang aga susah, terbentur wkt, hiks...

    Aku paling suka buku fisik

    Semoga tahun depan paling gak ada 10 buku yg terbaca. Semoga...

    M'Xmas, n mt memasuki thn baru 2021
    Moga apa yg di cita2kan Lia terkabul. Terlebih, Lia sll dikasih kesehatan, kekuatan dari Tuhan. Amin.
    JBU y LiaπŸ’•

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Ike. Apa kabar, Kak? 😊

      Please, don't be. Aku nanti jadi kepedean nih 😝

      3 buah buku udah luar biasa sekali, Kak Ike! Semoga target membaca tahun 2021 ini bisa tercapai, ya. Amiin πŸ™πŸ»

      Maksud Kak Ike, Gramedia Matraman, bukan? Kalau iya, di sana asik banget sih untuk lihat-lihat buku sebab koleksinya buanyak banget. Seharian di sana sepertinya nggak cukup 🀣
      Kak Ike nggak coba lihat-lihat katalog dan belanja via online? Sebab Gramedia udah ada toko official di Shopee dan Tokopedia, serta punya website official sendiri. Jadi, Kak Ike nggak perlu repot-repot lagi jalan ke toko buku 😁.

      Selamat Natal dan Tahun Baru 2021, Kak Ike πŸ₯³πŸ₯°
      Amiiin. Semoga Kak Ike dan keluarga diberi kesehatan selalu dan apa yang diharapkan di tahun ini bisa tercapai. Damai dan sukacita Natal selalu menyertai Kakak sekeluarga. God bless you, too! πŸ˜˜πŸŽ„πŸŽ…πŸ»

      Hapus
  27. Banyak banget bukunya yang dibaca Lia, keren ih.
    Sejujurnya, blog Lia ama Mama Thessa ya, sama siapa lagi ya, ada satu tuh tapi lupa, hahaha.
    Selalu bikin saya jadi semangat pengen baca buku, setiap kali main ke sini, cuman ya lagi-lagi tinggal angan, saking kagak ada waktu yang benar-benar bisa dipake baca hiks.

    Setahunan ini, kayaknya saya cuman baca 1 buku yang diselesaikan saat itu juga, lainnya separuh-separuh, tris berhenti, pas mulai lagi, udah kayak nggak konek dengan part sebelumnya hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayooo, blog siapa itu satu lagi? 😜. Kak Tika Insani, bukan? Hahaha.
      Nggak apa atuh, Kak Rey. Membaca kan medianya nggak hanya buku, Kak Rey udah termasuk sering membaca, lho. Membaca blog salah satunya 😁

      Huahahha I feel you, Kak! Kadang kalau nggak selesai satu buku dan ada jeda panjang sebelum memulai kembali, rasanya udah nggak konek dengan part sebelumnya dan harus membangun momen kembali dengan buku tsb πŸ˜‚ Jadi, PR banget, tapi kadang waktu atau mood nggak memungkinkan untuk segera menyelesaikan buku tsb πŸ˜‚. Kak Rey, tetap semangat, ya! Selamat tahun baru, Kakak πŸ₯³

      Hapus
  28. Hebaaaaaat bisa 72 jadinyaaa :D.

    Dan aku malah pgn baca buku si milkman itu, separah apa sampe Lia ga bisa selesaikan baca :D. Eh tapi akupun prnh kok Nemu buku yg susaaaaaaah banget utk dibaca Li. Udh coba pelan2, baca spoiler, baca bab trakhir, teteeeep aja ga masuk :p. Dan kalo udh begitu akupun ga akan maksa utk namatin. Kita baca buku kan utk ngilangin stress dan Krn hobi. Ya kaliii malah makin stress hahahahaha.

    Aku rasanya THN 2021 ini bakal ttp sama 54 buku aja, jd per Minggu 1 buku :D. Supaya ttp bisa aku review di IG juga.

    Syukur2 kalo bisa nambah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Fanny diam-diam juga udah baca banyak buku nih, yaaaa! 🀭

      Milkman itu sulit dan agak bosan untukku, Kak. Padahal menurut review pada bilang bagus. Mungkin aku yang nggak terbiasa baca buku kritik sosial yang terselubung seperti Milkman πŸ˜‚
      Wahhh, aku jadi penasaran judul buku apa yang Kak Fanny nggak selesaikan?
      Nah, aku awalnya malah galau, Kak. Antara sayang karena udah beli e-booknya tapi kalau dilanjut baca juga nggak suka sama sekali πŸ˜‚ akhirnya aku putuskan tinggalkan dan kapok beli buku secara impulsif wkwkwk

      Semangat Kak Fanny! Target awalnya aja udah buanyak bangetttt 😍. Kak Fanny pasti bisaaa 😘

      Hapus
  29. Lia, standing applaouse deh buat kamu, bener2 keren setahun baca 72 buku, merinding aku baca pencapaianmu ini, semoga thn ini bisa lebih rajin lagi ya bacanya hehehe

    Btw buat aku yg super duper males baca, thn ini juga pencapaian terbesarku dlm hal baca membaca loh, aku kelar baca 3 buku parenting dan aku rasa aku bener2 udh keluar dr zona nyaman buat ngelarin baca 3 buku itu hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaa Kak Meta sampai standing applause dong, jadi malu aku πŸ˜‚πŸ™ˆ. Aku dapat golden ticket dong? 😝 *Dikira lagi audisi idol kali*

      Wawww Kak Meta keren 🀩 congrats atas pencapain terbesarnya, Kak! Apalagi bisa keluar dari zona nyaman juga, mantep! Kak Meta lebih keren 🀩. Semoga tahun ini kita bisa sama-sama mencapai pencapaian terbesar lagi 🀭 cemungudh!

      Hapus
  30. Wow... 72 buku.
    Luar biasa banget Kak Lia.
    Aku tahun ini hanya selesai 6 buku doang. ☹️
    1 buku kumpulan soal dan 5 buku sejarah.

    Semoga tahun 2021 ini bisa lebih meningkat lagi.
    Semoga target Kak Lia juga tercapai ya. Aamiin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wawwww, bacaan Kak Rudi berat banget euyy! Itu buku sejarah non-fiksi, kah? Keren banget 🀩

      Amiiin! Semoga tahun ini bisa membaca lebih banyak lagi ya, Kak! πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻

      Hapus
  31. pencapaian yang luar biasa kali, kak bisa baca 72 buku dalam setahun. wow amazing!
    Aku setahun 12 buku juga gak sampai kayaknya. Iri banget rasanya. Gak kebayang gimana hausnya Kak Lia ini saat melihat buku. Wajib untuk dicontoh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Dede, 12 buku juga keren lho! Itu udah termasuk banyak mengingat waktu senggang Kakak pasti lebih sedikit, tapi masih bisa membaca sebanyak itu. Keren 🀩
      Semoga tahun ini bisa lebih dahsyat lagi! πŸ’ͺ🏻

      Hapus