Eps.8 : Our Reading Journey.

Photo by Daria Shevtsova from Pexels

Yeehaw! Postingan JanexLia kembali lagi nih~ Nggak terasa ya udah akhir bulan dan 2021 tinggal setengah jalan lagi, guys. Cepat sekali waktu berlalu dan baru sadar, setelah hampir 7 episode JanexLia tayang, tapi kami belum pernah menceritakan perjalanan membaca kami pribadi dari awal wkwk.

Nah, kali ini untuk menebusnya, aku dan Ci Jane akan menceritakan perjalanan membaca kami pribadi yang mungkin akan membuat tulisan ini menjadi sangat panjang wkwk. Jadi, siap-siap amunisi dulu sebelum membaca postingan kali ini ya!

✨🧚🏻‍♀️🀸🏻‍♀️

Ada yang bilang bahwa mempunyai orangtua yang mendukung minat baca pada anak termasuk sebuah keistimewaan. Oleh karena itu, aku bersyukur sekali sebab orangtuaku suka memberikan buku-buku bacaan sewaktu aku kecil πŸ₯°.

Aku ingat ada masa-masa dimana papaku selalu membelikan susu bubuk merk tertentu yang dapat hadiah buku cerita rakyat dan buku cerita tokoh penting dunia di bagian belakang kardusnya. Aku selalu sueneng banget kalau lihat papa pulang bawa kotak susu, sebab itu artinya koleksi cerita rakyatku akan bertambah πŸ€ͺ huahahaha. Terkadang, aku suka dapat buku cerita yang judulnya udah aku miliki dan aku malah jadi bete sama papa gara-gara hal ini WKWK nggak sopan sekali ya Lia ini 🀣. 

Aku inget banget, saat ke-sekian kali aku dapat buku yang judulnya sama, aku sampai wanti-wanti ke papa kayak gini "Papa, nanti kalau beli susu lagi, lihat dulu buku di belakangnya ya, aku tuh maunya yang ini nihhhh *sambil nunjukin gambar buku yang belum dimiliki* ingat ya, soalnya tinggal yang ini aja yang belum dipunya". Apakah cara itu berhasil? Tidak juga, saudara! πŸ˜‚ Karena memang pada akhirnya semua tergantung nasib dan persediaan barang di supermarket wkwk. Anyway, siapa yang pernah mengalami masa-masa seperti ini juga? Wkwk.

Selain itu, aku juga bertumbuh dengan majalah-majalah anak yang mamaku suka belikan, seperti Bobo dan Donal Bebek. Dulu, mama sampai langganan pakai loper koran gitu, jadi 1x seminggu akan ada majalah baru datang. Aku sampai koleksi banyak majalah Bobo saat itu dan Bobo adalah bacaan favoritku saat itu 😍. Lewat majalah Bobo juga, aku jadi kepengin banget punya sahabat pena, tapi nggak pernah kesampaian karena nggak tahu harus nyari dimana WKWK sedih πŸ˜‚. 

Dari bibit-bibit yang ditanamkan oleh orangtuaku sejak kecil, ternyata perlahan-lahan mulai berkembang menjadi pohon yang baik. Dukungan dari saudara sepupu dan tanteku juga merupakan hal istimewa yang aku sangat syukuri saat umurku semakin bertambah. 

Saudara sepupuku ini dulunya suka sekali membaca komik dan koleksi banyak banget komik Doraemon. Setiap kali aku menginap di rumahnya, aku pasti melirik koleksi komik dan buku-buku lainnya yang dimiliki sepupuku ini. Anyway, kenapa ya melihat koleksi buku orang tuh ada kesenangan tersendiri di dalamnya? 🀣. Selain lihat-lihat, aku juga sering numpang baca komik-komik Doraemonnya hiahaha *nggak modal*. 

Sampai suatu hari, sepupuku yang udah semakin besar mengibahkan beberapa koleksi bacaannya yang belum pernah aku baca karena isinya tulisan semua 🀣. Buku-buku yang dihibahkan ini adalah Serial Cerita Cantik. Sebuah serial yang tokoh utamanya adalah perempuan yang diterjemahkan dari Bahasa Jepang, makanya desain sampulnya kayak manga-manga gitu. Isi ceritanya berbeda-beda antara satu buku dan yang lain, namun ada bumbu-bumbu romansa di dalamnya, pas banget untuk aku yang saat itu sedang memasuki masa-masa ABG, masa-masa mulai suka-sukaan sama cowok gitu HAHAHA #plakk. 

Serial Cerita Cantik yang paling aku suka adalah yang berjudul The Last Decision by Aiko Hanai. Ini adalah Cerita Cantik terakhir yang aku baca dan yang paling berkesan karena aku jadi tahu nama pajangan berbentuk kucing yang sering ada di etalase toko tuh disebut "Maneki Neko" juga aku tahu manfaat keberadaan Maneki Neko ya lewat Cerita Cantik ini 🀣. Namun, pada akhirnya, koleksi serial Cerita Cantik ini harus aku donasikan beberapa tahun lalu. Semoga mereka semua menemukan rumah yang lebih baik!

Serial Cerita Cantik. Ada yang pernah baca? 😁. Picture credit by seller at Tokopedia.


Saat masa-masa ABG, hari-hariku juga diisi dengan novel-novel teenlit hasil pinjaman ke teman dan majalah-majalah ABG seperti majalah Gadis, Go Girl dan Kawanku. Biasanya kalau ke toko buku atau minimarket, pasti aku langsung melipir ke sudut majalah untuk lihat-lihat majalah edisi terbaru sambil berpikir DAPAT BONUS APA YA KALI INI HMHM 🀣 *HIDUP BONUS PADA MAJALAH!*. 

Paling senang tuh, momen menjelang pergantian tahun karena biasanya majalah-majalah ABG ini akan mengeluarkan buku agenda tahunan yang keren-keren sebagai bonus majalah. Beneran keren dan bikin ngilerrr lihatnya dong! 🀣. Cuman, ya nggak semua aku beli juga, soalnya 1 agenda aja nggak pernah diisi, hanya disimpan aja karena "sayang" 🀣 #plakk. 

Saat aku dengar berita bahwa majalah Go Girl harus tutup buku, aku sedih banget dong karena teringat masa-masa dimana dulu Go Girl sempat mengisi masa-masa remajaku 😭. Dan padahal, aku suka sekali sama format baru majalah Go Girl semenjak beberapa bulan sebelum mereka tutup buku, namun sayang takdir berkata lain πŸ˜–.

Anyway, dari mulai buku cerita rakyat, majalah Bobo, komik, Cerita Cantik dan majalah remaja, buku-buku yang aku baca terus mengalami evolusi hingga saat ini. Sekarang ini, aku lagi senang membaca novel-novel fiksi dengan genre yang sering berubah tergantung mood sedang ingin baca genre apa 🀣.

Aku pernah bilang di tulisan lamaku yang berjudul "Jendela Dunia", bahwa aku senang sekali membaca buku karena aku merasa seperti diajak travelling ke luar kota bahkan negeri, diajar untuk mempunyai empati lebih terhadap sesama, juga banyak hal-hal baru lainnya yang aku temui dari membaca buku. That's why aku senang sekali membaca buku dan selalu ingin meracuni teman-teman saat aku menemukan buku yang bagus 🀣.

Berbicara mengenai buku, tidak akan terlepas dari tempat jualannya yaitu toko buku. Salah satu toko buku favoritku adalah Gramedia dan baru-baru ini, aku juga suka main ke Kinokuniya jika ingin membeli buku-buku impor πŸ₯°. Toko buku Gramedia mempunyai kontribusi terbesar di hidupku dalam urusan buku karena di Gramedia selain koleksinya lengkap, juga up-to-date dan tokonya ada dimana-mana sehingga mudah dijangkau.

Salah satu toko Gramedia yang paling bikin tercengang adalah Gramedia Matraman yang menjadi pusat dari semua cabang Gramedia. Waktu pertama kali aku ke sana, aku kaget melihat betapa luasnya juga betapa buanyaknya koleksi buku yang tersedia di sana 😍. Rasanya puas dan seneng banget kalau berhasil mengelilingi setiap lantai dan rak buku yang ada di Gramedia Matraman 😍. Rasanya(lagi), aku pengin bermalam di sana supaya bisa lebih puas menjelajahi dari satu buku ke buku lainnya wkwk sayangnya nggak mungkin sih 🀣.

✨🧚🏻‍♀️🀸🏻‍♀️

Wah, beneran panjang banget kan cerita perjalanan membacanya, bahkan sampai ngalur ngidul entah kemana karena tulisan ini diketik sambil menahan ngantuk 🀣, tapi semoga ceritaku ini masih bisa diterima oleh teman-teman ya wkwk. Sampai di sini dulu ya tulisan ini 😁.

Oiya, main-main juga ke postingan Ci Jane tentang Reading Journey-nya! Aku sih penasaran banget pengin baca ceritanya Cici Jane πŸ˜†, kalian juga harus penasaran ya! *Lho, maksa*

Anyway, teman-teman ceritain juga dong secara singkat mengenai Reading Journey kalian di kolom komentar 😁 ditunggu ceritanya, yaw!

59 komentar

  1. Hihi baca reading journey kak Lia seru bangett😍 Udah lah fix mbak Jane dan kak Lia bikin pagiku cerah dengan nostalgiaπŸ˜†

    Betapa merindukannya masa-masa majalah masih banyak diproduksi ya kak, huhu. Dulu baca majalah tuh berasa keren, apalagi kalau ada segmen wawancara dengan para selebriti yg mana wawancara itu nggak ditayangin di TV, berasa eksklusif karena nggak semua orang tau, hahahaha pd banget anaknyaπŸ˜†. Buku-buku hadiah susu juga aku ngalamin! Haha kocak kalau dipikir-pikir. Nggak nyangka, setelah ditelusuri memori di kepala, ternyata masa kecilku tentang bacaan nggak seflat itu. sayang sekarang banyak alasan buat nggak sering baca lagi, wkwkw, gampang ngantuk kak LiπŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Awl, komentarnya manis banget sih! Sini peyuk dulu πŸ€—

      Hahaha eh, iya seriusan lho! Dulu majalah itu terasa ekslusif ya 😍 banyak informasi-informasi yang nggak tayang di TV tapi ada di majalah, jadi pas baca majalah tuh rasanya wow bingit 😍.
      Jadiii, Awl koleksi buku bacaan dari brand susu apa aja? Wkwk. Mungkin Awl harus bacanya yang bergrafis jadi nggak gampang ngantuk 😁.

      Hapus
  2. Liaaa, sebelumnya maafkeun judul postinganku salah yak πŸ˜‚ thank youuu for sharing your reading journey, by the way! ❤️

    Ternyata kita sama-sama menyicip Bobo yaa hauhaha. Mamaku juga langganan sama loper koran biar nggak usah ribet beli sendiri. Terus soal sahabat pena, lupa banget kenapa aku nggak nulis tentang ini ya 🀦🏼‍♀️ dulu tuh aku karena senang baca tabloid kayak Asian Plus, aku dapet sahabat pena dari sana, Lii. Eya tuh salah satu sahabat penaku dulu lho, coba tanya orangnya langsung deh 🀣

    Ah iya GoGirl! Yaampunn masa-masa abege paling bahagia wkwk yang kusuka dari GoGirl selain artikelnya bagus-bagus, bonusnya mereka nggak kaleng-kaleng. Inget nggak pas mereka bonusin perintilan merk surfer kayak Roxy dll? Sumpaa aku berasa anak gaul deh pas pake itu πŸ˜† Apalagi pas bonus agenda, yaampun aku kayak tiap tahun agendanya pasti dari GoGirl deh πŸ˜‚

    Tossss! Kita sama-sama anak Gramedia jugak πŸ˜† tapi memang Gramedia tuh di mana-mana kan ya. Hampir setiap mall pasti ada si toko buku ini deh. Jadi yaa karena aksesnya mudah dan banyak, kita jadi suka ke sana :D

    Duh aku penasaran sama Gramedia Matraman. Must visit banget, ya? πŸ₯Ί

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hadir Janeee πŸ˜‚ Ini tuh semacam nemu mutual yang satu interest di Twitter, tapi kita lewat surat pembaca tabloid yaa πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
    2. Ci Jane, no worries! Maafkan aku juga karena kurang teliti bacanya πŸ˜‚

      OHYAAA YAAMPUN KALIAN KOK KEREN SEKALI 😭 sahabat pena yang masih berhubungan sampai sekarang! Yaampun keren 😭. Kapan-kapan boleh kali ya Ci Jane atau Kak Eya ceritain bagaimana proses bertemunya kalian sampai bisa berhubungan hingga sekarang, kayaknya seru πŸ˜†

      Surfergirl ya, Ci?! Dulu aku kalau lihat brand itu wah banget! Pas lihat produknya jadi bonus majalah juga bikin mupeng, padahal kadang cuma gantungan kunci aja tapi bikin ngiler πŸ˜†. Huahahah Cici langganan bonus agenda ya!! Aku cuma 2 atau 3x aja gitu dapetnya. Nggak bisa keseringan beli soalnya kalau kebanyakan agenda di rumah, dimarahin mama karena ujung-ujungnya ditimbun doang 🀣

      Tosss! Hidup Gramedia! #lhoo. Must visit banget! Kayaknya dari pagi deh Cici kalau mau ke Matraman soalnya luassss! Dan siap-siap kaki pegel 😜

      Hapus
  3. Reading journeyku novel-komik-novel-komik. Begitu terus circle nya kalau bosan di salah satunya, kak Lia πŸ˜‚ Kalau sekarang sudah ada webtoon juga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha aku juga kurang lebih sama, Kak Noa. Paling perbedaannya hanya di genrenya aja ya 😁

      Hapus
  4. Liiii aku pas SD baca cerita cantik tapi lupa judulnya hahahaha. Pinjem tetangga yang udah SMP HAHAHAHAHA. Ceritanya tentang cewek kembar satunya tomboy satunya feminin, sama-sama rambut panjang. Terus mereka berdua ini punya pacar, yang tomboy pacarnya anak basket. Yang feminin pacarnya anak pinter kayak Dekisugi gitu ceritanya hahahahaha. Kamu pernah baca yang pernah aku baca itu nggak?

    Terus yang buku cerita hadiah dari susu itu aku juga pernah lihat kayaknya punya sepupu xD terus dulu juga ada hadiah CD pengetahuan juga nggak sih? xD

    Tuh kan aku jadi makin pingin nulis reading journey kayak gini hahahahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. OEMJI KAK ENDAH MAAFIN AKU NI SOALNYA AKU UDAH NGGAK INGET SAMA CERITA CANTIK YANG AKU BACA 😭😭😭 yang paling aku ingat cuma yang aku sebutin di atas, itu juga karena buku paling terakhir yang aku baca wkwk. MAAFKAN!

      BENER BANGET! Dulu ada CD pengetahuan juga, terus ada CD game komputer juga. Banyak banget bonus yang bagus-bagusnyaa! Kok sekarang udah nggak ada sih hiks sedih 😭

      AYO KAK ENDAH BIKIN! DITUNGGU YA 😘

      Hapus
  5. Eh eh eh, kayaknya aku tau deh susu yang ada hadiah cerita rakyatnya itu wkwkwk mungkin aku dulu pernah minum juga tapi engga sampe koleksi sih hahaha.

    Aku juga beruntung sih Li karena dapet orang tua yang keduanya suka banget baca meskipun bacaannya buku agama sih dan gak aku ikutin hahaha tapi mereka ngizinin aku untuk explore buku. Dan aku dulu juga langganan Bobo! Ya ampun seneng banget tiap jadwal majalah Bobo dateng apalagi kadang suka ada hadiahnya kan hahaha. Btw, aku dulu dapet loh sapen gara-gara Bobo, iseng-iseng kirimin surat ke yang nyari temen gitu dan di bales hahaha kayaknya cuma bertahan 1 tahun sih wkwkwk

    Inget banget dulu kalo setiap ke mall wajib banget mampir ke Gramed, meskipun cuma liat-liat doang karena kalo mau beli harus nabung dulu hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. BETUL KAK TIKA WKWKWKWK Cerita Rakyat gitu terus bentuknya komik berwarna. Bener nggak? Wkwk

      We are so lucky, Kak Tikaaa πŸ₯° Kalau istilah kerennya, kita dapat privillege ya dari orangtua untuk mendukung kegiatan membaca ini πŸ˜†. I feel you! Rasanya tiap Bobo dateng, excited banget sama bonusnya #eh #lho #plakk. Ohyaaa? SENENG BANGET bisa ngerasain punya sahabat pena! πŸ₯Ί aku setiap kali baca soal Sapen cuma bisa bengong+bingung aja ini gimana cara nyarinya, ternyata oh ternyata caranya begitu toh wkwk.

      Bahkan sampai sekarang masih wajib ke Gramed kan kalau pas lagi jalan-jalan ke Mall? πŸ€ͺ soalnya aku seperti itu wkwk.

      Hapus
  6. Susu dancow bukan si Li yg dimaksud.. wkwkwπŸ˜‚πŸ˜‚ soalnya dulu aku juga gitu. Sering minta beliin susu karena hadiah buku dongeng mungilnya. Aslinya mah paling susah kalau disuruh minum susu. Soalnya aku lebih suka susu yang rasa cokelat. Tapi Ibuku tipe ibu yang percaya kalau susu rasa vanilla lebih sehat daripada yg rasa cokelat... jadi nggak pernah diturutin, alhasil agenda minum susu jadi hal yg paling sulit.. hahaha πŸ˜† ehh giliran sekalinya diikutin beli yg rasa cokelat tetep aja dicampur sama yg vanilla πŸ˜‚πŸ™‚

    Lahh ini kenapa malah bahas susu coba.. 🀣🀣🀣 sorry2 OOT ☺

    Hhhmm,,, Soal reading Journeyku, malah kayanya baru melanglang buana buku bacaan yah baru2 ini semenjak diracunin sama temen2 blogger termasuk dirimu Li.. wkwk

    Dulu belinya paling 2 bulan sekali, 3 bulan sekali. Sesempetnya mampir ke toko buku aja πŸ˜…πŸ˜…

    Wah aku penasaran sama Gramed Matraman.. hahaa, tadi di Blognya Mba Jane baru bilang kalau di tempatku nggak ada Gramedianya.. ehh barusan tadi pas di perjalanan pulang kerja ada toko baru yg diatasnya ada plang Gede bertuliskan GRAND OPENING GRAMEDIA 10 JULI 2021.. HAHAHA 🀣🀣🀣excited bangett

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak boleh sebut merk soalnya nggak diendorse, Bayu πŸ€ͺ #becanda. Wkwk kalau Bayu begitu, kalau aku malah minta beliin susu pas nemu bonus yang belum dipunya padahal masih ada stock susu di rumah 🀣. EH IYA LHO! Aku juga merasakan masa-masa minum susu coklat dicampur vanilla 🀣 karena pemikirannya sama kayak ibunya Bayuuu. Bahkan saat ada susu bubuk rasa Strawberry keluar, aku tuh pengiinnnnnn banget beli tapi 1x-pun nggak pernah diizinin soalnya dibilang nggak sehat! 😭😭😭

      WKWKWK nggak apa~ seru bahas per-susu-an gini *kok terdengar aneh ya*

      Asikkk! Berarti racun Ci Jane dan aku berhasil nih karena jadi ada teman blogger yang suka baca buku πŸ˜† habis ini ngeracun apa lagi yaaa.. #lho

      HWAAA IKUTAN SENANG!!! Kira-kira Gramedianya besar nggak, Bay? SEMOGA BESAR! Dekat banget sama rumah Bayu nggak? Ih asik banget! Pulang kerja bisa melipir ke sana dulu gitu πŸ˜†

      Hapus
    2. Ya kan kayanya semua Ibu kaya gitu deh.. mngkin pikirnya macem2 kaya perisa artifisial atau pakai pewarna.. wkwkw. Tapi kan itu susu dari merk yg sama yakk.. πŸ˜…πŸ€£πŸ€£πŸ€£

      Lia juga udah sukses ngeracunin macrame tahu.. πŸ˜…πŸ˜… aku berhasil bikin keychain donk. Model simpel tapi..

      Bentuknya 2 ruko gtu.. di pinggir jalan. Parkir lebar. Tapi berhubung PPKM bukanya diundur dehh. wkwk πŸ˜†πŸ˜…πŸ€£

      Hapus
    3. Wkwkw iya kan!! Padahal yang rasa-rasa lebih enak 🀣 eh tapi aku kalau Dancow suka sih yang vanilla *nggak ada yang nanya*

      Oyaaa? Coba dong lihat πŸ˜† aku malah belum pernah bikin keychain lhoo wkwk. Btw, macrame-ing nagih kan 🀣

      Lumayan dong ukurannya 😍 semoga koleksinya nanti banyak ya πŸ˜†. Sabar ya, Bay. Sementara ini belanja online aja, lagi diskon 20% tuh di Gramedia(dot)com wkwk

      Hapus
    4. Hahahha 🀣. Kalau aku malah nggk suka yg vanilla. Sukanya rasa cokelat plekk.. tapi yaa itu nggk pernah dibeliin. Pas gede ini baru nyetok susu rendah lemak rasa cokelat di kulkas.

      Ntar aku tulis di Blog dehh πŸ˜† sekalian mau pamer punya skill baru. Wkwkwkwk πŸ˜‚. Nagih koo Li . Pengen nyoba buat dompet koin. Tapi pas lihat tutrorialnya hhmm maju mundur. πŸ˜…

      Iya lumayan gede. Tingkat dua malah kayanya.

      Hapus
    5. Kalau saya minumnya air tajin. BUAHAHA! *garing krik-krik.

      Halo Li. Apa Kabar? Ketinggalan banyak ni ya. Hehe. Ntar tak mampir rumah Maya Ci Jane juga.

      Perjalanan yg cukup panjang ya Li. Dan seru lohh bacanya. Kalau saya malah ya so so aja keluarga sama buku. Malah kayanya SMP seringnya motokopi buku paket. *jangan ditiru* ini kasus pembajakan. Hehe

      Pas akhir SMA baru. Tapi ya sama kaya si gendut, Belinya pas lagi mampir aja.
      Kemarin pas isoman. Lumayan ni kegiatan bacanya berkat Gramedia Digital. Ya meskipun nggak sebanyak Lia. Soalnya si Andre kebanyakan ngelamun pas itu. Khawatir kesurupan. πŸ˜„ jadi tak ajak ngePS tiap hari. Wk! Terimakasih Li buat racun bukunya. Kemarin dikirimin buku karya Mas Edot sama Bayu. Ya Allah, bukunya bikin ngakak.

      Hapus
    6. @Bayu: OKE! Tulis di blog ya! Aku tunggu lho postingan serta fotonya wkwk. Kelihatan awalnya kaya ribet, tapi kalau ditonton berkali-kali malah nggak kelihatan ribet lagi kok, Bayu wkwk. Semangat! Apa kita mau praktek bareng? 🀣

      @Toni: Toniii!!! Kok aku malah sedih bacanya πŸ˜­πŸ˜‚
      Kabar baikkk. Toni sendiri apa kabar? Nggak kok, nggak ketinggalan banyak, masih ditungguin nih *eh emangnya kita mau pergi kemana? πŸ€ͺ*

      WKWKWK Tonii, aku juga sama kok #ehhh. Tapi setahuku, buku paket yang di fotocopy itu diperbolehkan sama pemerintah asal untuk kalangan sendiri, bukan untuk diperjualbelikan mengingat itu buku pelajaran wajib dan kadang harganya nggak masuk akal πŸ˜‚
      HAHAHA jadi ngakak bacanya 🀣 untung ada Toni lho jadi bisa mabar sama Andrew saat isoman kemarin.
      Kocak kan bukunya Kak Edot!! 🀣 bagian mana yang paling bikin ngakak, Ton?

      Hapus
  7. Serial cantik!! Omona...Liaa..aku gak pernah baca sih tapi kakakku pengoleksi komik ini. Berkat kakakku juga aku jadi suka baca komik. Cerita awal mula aku suka membaca hampir mirip sama Kak Jane..orang tuaku gak memperkenalkan langsung tapi papa dan kakakku suka baca. Bahkan aku sering melipir buat baca komik di kamar kakakπŸ˜†. Aduh jadi kangen euy.

    Ngomongin soal majalah, aku gak begitu terpapar dengan majalah Bobo dllnya. langsung baca majalah remaja kayak yg Lia baca juga. Terutama cosmo girl, karena seneng baca bagian panel akhir cerita horor wkwkk. Seru banget sih emang nunggu hadiah dari majalah langganan...apalagi Go girl bonusnya lucu-lucu banget ya Lii😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Rekaaa, satu kalipun nggak pernah baca cerita cantik ini? Wkwk kenapaaaa? Asiknyaa kalau punya anggota keluarga yang suka baca, jadi bisa saling sharing-sharing isi cerita gitu πŸ˜†.

      I FEEL YOU KAK REKA! Setiap minggu kayaknya lebih excited nunggu "ada bonus apa yaa kali ini" setiap kali mau lihat majalah 🀣. Kenapa bisa begitu ya, lebih excited sama bonusnya wkwkwk ngakak

      Hapus
  8. Saya bukan kutu buku tapi sejak kecil merasa suka membaca, bahkan kertas bungkus pun kalau masih menarik akan saya baca ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Antyo, suka baca kemasan belakang shampoo dan sabun juga nggak? πŸ˜†

      Hapus
  9. Liaaaa kita samaaaa deh, Krn disupport banget Ama ortu utk suka membaca :). Aku hrs terimakasih ke papa memang Krn numbuhin minat baca sejak kami masih bayi bahkan. Tapi yg aku inget, papa selalu bawa buku bergambar tiap kali bisnis trip ke LN. Krn dulu seringnya ke Amerika, jadi buku yg dibawa kebanyakan dr sana. Aku inget isinya itu ttg Jane dan Peter :). Gambarnya baguuuus, bukunya tebal. Tp Krn aku ga ngerti dulu bahasanya, JD papa yg bacain.

    Aku masih inget tiap bulan kami selalu dpt jatah beli buku. Di Aceh dulu ga ada Gramedia, tp ada toko buku yg buatku udh lengkap bgt, apalagi cerita enid blyton nya. Aku Ama adek slalu pilih2 buku di sana tiap kali jataha bulanan beli buku kluar :p.

    Trus pas ultah, papa ajakinnya ke Medan, ke toko buku Gramedia ATO gunung agung di Medan. Kado dr papa yg paling berkesan ya ini. Kami boleh beli buku apapun juga, terserah berapa banyak, asalkan kuat bawa keranjangnya. Tapi aku dan adekku selalu saling bantu,kami taro keranjangnya di lantai, trus kami dorong supaya bisa bawa banyak buku hahahaha . Tiap ultah itu aku isi keranjang Ama puluhan buku :D. Makanya sampe skr, kado yg paling aku suka, itu hanya buku :).

    Kalo majalah juga langganan sih. Dari bobo zaman SD, trus SMP Ampe SMU Gadis. Majalah lain aku ga terlalu suka. Pas kuliah sampe kerja, aku langganan readers digest .

    Kalo di rumah papa, ada 1 ruangan yg memang dibuat khusus utk perpustakaan. Bukuku banyak di sana. Tp di JKT ini aku juga bikin corner khusus hanya utk buku2ku :D. Tp tetep LBH gede yg di Medan sih. Kalo komik aku suka, tp ttp LBH suka novel :D. Nth kenapa dari dulu Ampe skr aku LBH suka buku novel drpd komik. Dan lebih suka lagi kalo halamannya di atas 400an. Makin tebel, aku makin suka.

    Tiap ke tobuk, aku pasti lgs tertarik Ama buku2 tebel. Krn buatku buku tebel itu pasti detil ceritanya. Pas zaman msh dibeliin buku tiap ultah, caraku mutusin buku mana yg dibaca duluan, dimulai dr yg paing kecil halamannya, dan ditutup Ama buku yg paling tebel :D

    Cara appa itu sih yg mau aku tularin ke anak2ku. Makanya tiap ke tobuk, mereka mau beli buku apapun, aku pasti beliin. Kalo soal buku, silahkanlah pilih dan beli. Trus si Kaka aku targetin utk baca 1 novel 1 bulan. Yg mana isinya dia hrs ceritain ulang ke aku. So far yg dia suka udh pasti enid blyton. Krn buku itu yg paling banyak di koleksiku :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Fanny, aku amaze banget baca cerita Kakak πŸ₯Ί you are so lucky punya papa yang begitu support dalam hal minat baca pada anak 😍. Wah, nggak kebayang bagaimana kalapnya pas belanja buku bulanan atau pas ulangtahun! Dalam pikiranku aja, aku ngerasa excited banget! Bisa belanja buku sepuasnya! Yaampun, benar-benar berkat banget! 😍
      Dan cerita Kak Fanny bikin mataku terbuka sama buku tebel wkwk. Selama ini, nyaliku kalau lihat buku tebel udah ciut duluan Kak 🀣 Tapi kata-kata Kak Fanny membuat mataku terbukaa! IYA YA BUKU TEBEL tuh = Ceritanya detil. Yaampun, aku kok nggak pernah kepikiran ke arah sana sih, malu deh ah πŸ˜‚.

      Saluut sama cara mendidik papanya Kakak dan cara didik Kak Fanny! Aku belajar hal baru dari cerita Kakak 😍 thank you for sharing, Kak! It means a lot πŸ’•

      Hapus
  10. Aku juga waktu pertama kali ke Gramedia Matraman beneran takjub. Mikirnya, "Buseeeettt... Gede amat!" Hahaha... Norak banget ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun tercengang Kak Kimi! Udah kayak mall dah wkwk

      Hapus
  11. Istimewa memang ya Li punya orang tua yg dukung minat baca anaknya. Apalagi kalau mereka juga suka baca Buku. Wahh buku bacaan berasa disuplai tiada henti.

    Ayah dirumah ya suka baca buku juga, baca koran yg paling sering. Kemana2 itu koran selalu di bawa. Sayangnya kegemaran beliau nggak nurun ke anak2nya. Wkwk! Kita cenderung Alergi malah. Haha😁

    Ouh iya. Itu Gramedia Matraman memang gede banget ha. Dan baru tahu saya kalau ternyata itu pusatnya. *kemana aja lu Ndre! Wkwk. No wonder besar. Udah kaya bangunan Mall sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, Ndrew! Benar-benar berkat banget bisa punya orangtua yang mendukung minat baca pada anak πŸ₯°. Penginnya sih sampai sekarang juga disuplai terus buku bacaan tiada henti #plakk #becanda

      Wkwk kok bisa gitu 🀣 tapi mungkin hobi lain dari Om Chan yang menurun ke anak-anaknya, ya?

      Yes, itu pusatnya Gramedia! Biasanya dari dulu kalau Gramedia kecil nggak ada stock buku tertentu, pasti langsung larinya ke sana karena dipercaya lebih lengkap 🀣. Beneran kayak Mall! Dalamnya udah kayak ITC tapi isinya buku semua WKWKWK

      Hapus
  12. Seru banget perjalanan menjadi pembacanya Lia, aku relate sama majalah bobonya hehe, ada bona dan rongrong :D

    Beneran deh, aku selalu amaze sama orang yang hobinya baca buku dan ga luntur hobinya itu, ga kayak aku.... aku dulu pertama menggilai buku dan setuju dengan pernyataan "buku bisa membaca kita traveling" adalah pas baca novel harry potter yang tebel banget tapi kunikmati setiap halamannya.
    JK Rowling emang mantep banget gaya tulisannya, bisa bikin kita berimajinasi, kayak nonton film Harry Potter di dalam kepala. tapi salut jg sama penerjemah dan editornya sih, kan aku bacanya yg bahasa indonesia.

    nah, kan setiap seri buku harry potter tuh ada jeda rilisnya ya, di sela-sela nunggu buku barunya rilis, aku yang masih haus baca buku, mulai deh menjelajah buku-buku lainnya seperti Lord of the ring (ga sukses tamat karena berat bahasa novelnya buatku) dan mulai kenal sama Dewi Lestari.

    Tapi setelah berjalannya waktu, ternyata rasa haus baca buku mulai memudar, tapi masih ada.. mulai cari buku yg ga terlalu berat ampe akhirnya suka sama buku kumpulan cerpen, disitu mulai kenal beberapa penulis Indonesia yang ternyata ajib-ajib jg bikin cerpennya, plot twist-nya suka ga nyangka, hehe...

    dan waktu berjalan lagi, mulai deh tergerus dengan era sosial media instagram dan semuanya, minat baca buku jadi berkurang sampai sekarang jarang banget baca. sedih.

    Tapi beberapa hari ini, aku jadi kangen lagi...pengen hobi baca buku lagi. Tapi sekarang lagi memilih yang digital (ebook) dulu dan temanya yang memang aku lagi butuhin seperti digital marketing atau tentang pengembangan diri.

    Ya lagi belajar, mayan setengah jam sebelum tidur bisa baca tanpa terganggu. semoga bisa jadi kebiasaan lagi karena yang kurasakan, hobi baca itu penting banget, ngaruh banget ke tulisan kita, juga menambah kekayaan kosa kata.

    Kalo rajin baca buku, kita lebih mudah mendapatkan kata yang tepat untuk mendeskripsikan apa yang kita ingin ungkapkan karena otak kita lebih banyak menyimpan kosa kata.

    Halo Lia,
    sehat selalu yaaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Kak Ady, apa kabarnya? :D Semoga sehat selalu juga ya!
      Thank you for sharing your reading journey πŸ™. Kelihatannya Kak Ady juga mengalami evolusi buku bacaan ya, eh lebih tepatnya evolusi genre bacaan deh 🀭

      Walaupun aku belum pernah baca HP, tapi aku percaya apa yang Kak Ady bilang dan rasakan, karena fans HP banyaknyaaa bukan main 😱

      Yeeey! Selamat datang kembali!~ aku turut senang bacanya 😁. Nggak apa banget mau baca ebook/fisik karena yang terpenting isinya kok hahaha. Banyak banget sekarang buku self-improvement yang bagus-bagus. Mungkin Kak Ady cocok baca Atomic Habits atau Power of Habits buat membantu time management Kakak 😁

      Yes, membaca buku banyak manfaatnyaaa, sekaligus bisa kabur dari reality juga kalau lagi baca buku fiksi WKWKWK

      Hapus
    2. Hola Liaa... yes, aku udah punya si atomic habit, akan langsung baca setelah beres buku yg lagi kubaca ini.

      semoga mood baca buku ini jadi kebiasaan yang akan lekat di hidupku, karena baca buku itu manfaatnya banyakkk... semangat untukkuu! Lia juga..

      Hapus
  13. Main ke sini niatnya melepas kangen, eh malah kangen ama Jane juga hahaha.
    Apakabar ya mama Jane?
    Lama banget nggak main ke rumah mayanya, hehehe.

    Btw, suka banget tulisannya Lia, saya jadi punya insight baru yang mungkin sedikit ga nyambung dengan ini, tapi nyambung di pikiran saya *halah, hahaha.

    Membaca cerita ini, saya jadi bisa meraba-raba, mengapa saya yang waktu kecilnya suka banget baca, ya sama lah ama Lia dan lainnya yang sampai sekarang masih suka baca.

    Tapi kok saya sekarang jadi kurang suka baca buku, bahkan novel aja bikin saya ngantuk?
    Hahaha.

    Kalau menurut saya, karena saya sama sekali nggak disupport tentang hobi itu sejak kecil.
    Saya nggak pernah sama sekali dibelikan buku cerita, saya hanya bisa membaca karena dipinjami orang lain, dan di rumah tuh ga ada buku cerita.

    Sementara saya baca, hampir semua teman-teman yang hobi baca sejak kecil sampai sekarang, salah satu persamaannya adalah, semuanya punya buku koleksi bacaan sejak kecil.

    Saya jadi ingin mengubah strategi terhadap si kakak deh, jadi udah hampir setahunan ini saya nggak pernah lagi beliin dia buku, karena saya bayarin dia aplikasi gramedia digital, jadi bacanya online gitu.

    Tapi setelah dipikir-pikir, ternyata kalau baca itu juga harus ada fisiknya kali ya, kalau enggak lama-lama hobi tersebut akan terkikis hal-hal yang ada fisiknya.

    Seperti saya dulu hobi baca, lah sekarang malah hobi nulis curhatan doang wakakakakak.
    Thanks udah berbagi sayangkooohh :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Rey! I miss you πŸ€— Kak Rey sehat, kan? Lama nggak berjumpaa! Habis ini ayuk main ke rumah maya Ci Jane hihihi.

      Kak Rey punya privillege lain menurutku yang nggak kalah keren dari buku, yaitu ilmu tentang kesehatan yang Kakak dapat dari ibu Kakak. Itu keren banget malah! Bisa banyak tahu soal obat-obatan, sedangkan aku yang awam, kalau lihat orang sakit malah panik dan bingung harus ngapain 😭

      Anyway, Kak Rey udah bener banget kasih langganan Gramedia Digital! Dengan begitu udah menumbuhkan minat baca sama Darrell. Kayaknya memang anak zaman sekarang lebih dekat dengan teknologi, jadi cara Kakak udah benar. Sesekali beliin buku fisik juga oke, biar sesekali matanya bisa istirahat dari layar hp hahahaha

      Wkwkwk aku malah belajar banyak dari curhatan Kak Rey lho! Jadiii, jangan pernah berhenti menulis ya, Kak πŸ€—πŸ˜˜

      Hapus
  14. Aku tau nih yang susu dapet buku cerita rakyat. Dancow bukan sih? Aku juga koleksi duluuu, sampe dobel-dobel judul yang sama. Seneng deh baca tulisan ini, jadi nostalgia gimana dulu bisa suka baca, suka komik, suka gambar. Eh jadi inget, dulu majalah-majalah itu juga kalau pergantian tahun, suka punya edisi spesial dan tebel banget kayak kitab. Dan aku masih simpen semua :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk betul, Kak Justin. Ada juga yang seri tokoh dunia dari brand sebelah 🀭. Yaay! Ada juga yang koleksi! Toss dulu πŸ˜†
      WKWKWK IYA BENAR BENAR! Soalnya isinya kayak throwback 1 tahun tuh ada kejadian apa aja + kira-kira highlight tahun berikutnya + ada bonus agenda juga. Huaaaa beneran?! Ada berapa banyak Kak?! 😱

      Hapus
    2. Nyari jawaban di komen adalah jalan ninjaku. Hahhaa.. Td sempet nebak, kayaknya Dancow, tp kurang yakin. Pas baca komen Justin baru lbh yakin. Bukunya tips2 n ada bbrapa pilihan cerita.
      Nostalgia bgd nih baca postingan Lia πŸ˜†πŸ˜† termasuk dg majalah Bobo. Walaupun aku dpt jatahnya beli sebulan sekali, ga tiap minggu. Tp segitu aja udah seneng. Hehehe.. Kalau Donal bebek dulu ga masuk di temaptku, maklum tmptnya jauh dr ibu kota. Baru ngeh pas udah agak gede pas baca punya temen :D
      Makasi buat postingan ini Lia, jd bikin ikut mengenang keseruan pas baca waktu kecil.. ^^

      Hapus
    3. Huahaha Kak Thessa, padahal kalau salah nggak dimarahin kok, paling cuma disuruh muter lari di lapangan 10x πŸ€ͺ
      Yes benar~~ buku dongeng Dancow yang aku maksud, yang tipis-tipis, berwarna dan banyak pilihan cerita hihihi
      Majalah Bobo berkesan banget ya Kak 😭 Sekarang kalau rindu, bisa baca di Gramedia Digital πŸ˜† cuma kalau untuk Donal Bebek sih udah nggak bisa 😭
      Terima kasih juga udah ikutan bernostalgia bareng, Kak Thessa πŸ₯°

      Hapus
  15. Kalo ngga salah dulu memang ada yang kalo beli susu kotak nanti dapat buku cerita rakyat, cuma aku ngga beli susunya.πŸ˜„

    Jadi kangen dengan majalah bobo, waktu kecil sering baca punya tetangga sebelah. Jadi punya tetangga yang langganan majalah bobo gitu, biasanya aku tahu hari apa majalahnya datang lalu aku main ke rumah temanku buat baca.

    Mamanya biasanya cemberut kalo aku datang, mungkin karena cuma mau numpang baca doang.

    Gedean dikit aku mulai beli komik Doraemon, kalo ngga salah dari seri 1 sampai 40, termasuk juga yang seri petualangan. Sampai teman saya heran, udah gede kok bacanya Doraemon bukannya Eny Arrow.πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha betul, Kak Agus. Beli 1 kotak yang ukuran sedang gitu kalau nggak salah, nanti baru dapet hadiahnya.

      Sampai hafal gitu WKWKKW ngakak! Aku jadi curiga itu mamanya teman Kak Agus kayaknya beneran BT karena Kakak cuma mau numpang baca 🀣

      Wahhh, lengkap banget!! 😱 dulu kan komik Doraemon mentoknya di edisi ke-40, keren sampai koleksi semuanya πŸ˜±πŸ‘. WKWKWK nggak boyeh baca Enny Arrow, Kak, terlalu vulgar πŸ€ͺ

      Hapus
  16. sedari kecil, aku memang punya minat baca yang tinggi, bahkan ayahku juga kalo pulang kerja sebulan 2x itu pasti selalu bawain aku majalah donal bebek favoritku kala itu. Bahkan hingga saat ini pun aku masih menyukainya.

    Sayangnya, seiring dengan kemunculan hape, entah knp aku merasa gagal menurunkan minat bacaku ke anakku. Anakku lbh suka bermain dengan hape...
    hiks, sedih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru kalau baca Donal Bebek ya, Kak, suka bikin lupa waktu kalau udah nyemplung ke dalamnya wkwkwk.

      Mungkin bisa coba kasih bacaan lewat hp Kak. Bisa langganan Bobo di Gramedia Digital atau bacaan anak-anak lainnya di aplikasi iPusnas 😁

      Hapus
  17. journeynya Lia sama kayak aku, nggak beda jauh

    kalau ngomongin susu, jadi inget susu sustagen, sempet tau nggak Lia? ada sustagen junior juga
    dulu mungkin bonus ceritanya dari susu brand ini, aku lupa
    majalah dari bobo, donal bebek udah nggak asing lagi buat aku, makanya sampe sekarang seneng baca mungkin karena dari kecil udah kebiasaan berhadapan sama buku buku kayak gitu
    punya impian pengen kerja di perusahaan majalah juga waktu kuliah dulu hahaha

    waktu masih kuliah juga masih suka beli majalah Gadis atau kawanku, bahkan uang jajan rela dibeliin majalah gadis, apalagi kalau ada bonusnya widihhh kayak nggak mau kehabisan gitu
    apalagi dulu majalah gadis, bonusnya bagus-bagus dan bermanfaat gitu
    terus agenda juga, duhh banyak banget koleksi hadiah gadis pokoknya waktu itu

    terus waktu Go girl mutusin off, aku juga sedih, huuuuu kenapa sekarang minat baca buku berkurang, jadi kan perusahaan kayak femina aja yang bagian cita cinta juga tutup edar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ingat ada susu itu, Kak! Eh, emang sekarang udah nggak ada ya? Apa ganti nama ya? Aku kok nggak ngeh 😭
      Kalau bonus buku cerita itu yang aku tahu dari Dancow sama Frisian Flag aja. Brand lain aku kurang tahu πŸ˜‚

      Kak Inun, sama banget! Aku juga sempet punya keinginan untuk kerja di bagian majalah. Sekarang malah pengin kerja di bagian penerbitan supaya bisa baca duluan sebelum diedarkan 🀣
      Setujuu! Dulu tuh bonus majalah selalu yang berfaedah gitu deh. Terakhir yang aku beli, ada bonus sabun cuci muka 🀣
      Huuuu kayaknya kalau majalah memang udah sulit sekali bersaing di masa-masa seperti ini soalnya semua udah serba cepat, sedangkan majalah paling cepat terbitnya seminggu sekali. Sedihhh. Berharap mereka go-digital, tapi mungkin juga sulit 😭

      Hapus
  18. Ya ampun Liaa aku jadi inget Cerita Cantik ituu... Bukunya kecil-kecil dan tipis kan yaa? Aku jaman SMP-SMA juga sering baca ituu, yang aku suka tuh lupa judulnya tapi ceritanya si cowoknya kapten tim sepak bola, terus kakaknya si cewek pacaran sama gurunya, hahahhaa duh lupa judulnya tapi πŸ˜‚πŸ˜‚

    Aku juga ngoleksi agenda dari majalah Go Girl, paling suka banget yang warna abu-abu, pakai ring binder terus gambarnya cewek, sampe sekarang masih ada itu, isinya penuh sama catetan tugas-tugas kuliah karena pas dapet agenda itu pas mau skripsi πŸ˜†

    Nostalgia banget baca tulisan ini Liaa, terutama soal majalah ya ampun betapa beruntungnya yaa kita hidup di jaman majalah masih populer. Sedih banget majalah jadi salah satu yang terlibas sama perkembangan internet 😒

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Kak Eya! Yang tipis dan kecil ukurannya, lebih kecil dari komik πŸ˜†. Huaaa Kak Eya masih ingat salah satu ceritanya! Keren πŸ‘πŸ» itu kan udah lama bangettt wkwk

      Bonus-bonus agenda jaman dulu tuh memorable dan collectable banget ya, Kak 😍. Punyaku udah entah kemana nih πŸ˜‚ tapi aku ingat dulu tuh bentuknya aneka ragam, dari yang pakai ring, hardcover, dll. Lucuk-lucuk 😍

      Hiks hiks iya sedih banget 😭 pas Gogirl pergi tuh paling sedih, Donal Bebek juga bikin sedih 😭 nggak pernah kepikir akan mengalami masa seperti ini, aku pikir mereka akan bertahan selamanya 😭

      Hapus
  19. Gara2 baca post ini jadi keingat lagi dengan susu berbonuskan buku cerita itu. Kayaknya aku pernah 1-2x beli, tapi ga dilanjut ga tau juga karena apa. Hahaha.

    Waktu ABG aku beli majalah remaja pake duit jajan karena jajanku dari SMP udah perbulan. Tapi kalau duitnya abis, ttp aja minta lagi. Wkwkwk.

    Dulu suka ngumpulin poster dan pinup, yang ditempel cuma pinup Chester sama satu pemain bola, udah lupa siapa. Karena udah kebanyakan akhirnya kukasih teman dan dia lebih canggih poster sebanyak itu ditempelin di langit-langit kamarnya semua. Katanya biar pas tidur bisa mandangin. :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bonus cerita rakyat di susu itu kayaknya populer banget sih pada masanya, Kak wkwk. Aku pikir hampir semua anak pada masa itu pasti pernah punya 1 🀭

      Oemjiiii! Teman Kak Hicha niat banget 🀣 nempelin di langit-langit kan susah banget! Wkwk. Masa-masa itu lucu banget kalau diingat-ingat ya 🀣

      Hapus
  20. Beruntung banget ya Li, dari kecil disupport sama orangtua masalah bacaan.. mulai dari dongeng Dancow (kayaknya itu) sampe difasilitasi langganan Bobo, waah damai banget 😁

    Btw, aku juga nyari dongeng dancow tapi susah banget.. kangen sih pengen nostalgia juga. Judul yang paling diinget tuh Kluntung Waluh sama Pangeran Palasara Si Lembut Hati.

    Kalau Serial Cantik itu yang ukurannya lebih kecil dari komik elex ya, tapi bukan komik isinya 😁

    Btw, keren banget toko favoritnya Gramedia Li. Udah pasti bukunya baru2 dan harganya ga ada diskon ya πŸ˜†
    masa kecilku sih dulu ga ada Gramedia, kalo pengen baca komik ya di persewaan buku ga bisa memiliki buat koleksi..

    Sekarang bacaannya Lia bener2 udah tebel2 banget .. Joos πŸ˜†πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk nggak boleh sebut merk, Kak Edot πŸ€ͺπŸ€ͺ #becanda

      Pernah coba cari di marketplace Kak? Kayaknya jarang ada yang koleksi, punyaku aja udah nggak tahu entah kemana πŸ˜‚

      Betul! Kalau serial cantik itu yang ukurannya kecil terus kertasnya kayak kertas komik tapi agak lebih tebal 🀭

      Wkwkwk Kak, sekarang aku mah nyarinya juga yang diskonan kok, nggak melulu beli di Gramedia, sering beli preloved juga 😁
      Di daerah tempat tinggalku nggak ada tempat penyewaan buku, di perpus sekolah juga nggak lengkap koleksinya jadi dulu kalau mau baca buku tuh susah 😭

      Hahahaha nggak juga Kak Edot, kebanyakan baca buku yang halamannya medium, yang tebel-tebel malah bikin nyali ciut duluan sebelum baca 🀣

      Hapus
  21. Sepertinya saya kenal dengan susu yang Lia ceritakan. Iklannya juga ada di TV kan. Sayang saya jarang minum susu, jadi minjam koleksi temana aja, hehe.

    Masa kecil dulu belum ada HP, TV pun salurannya terbatas. Jadi buku adalah bentuk hiburan yang paling menyenangkan bagi saya. Sayangnya perpustakaan SD, dan MTs sewaktu kecil buku ceritanya, kurang banyak. Jadi kurang puas bacanya.

    Waktu kecil, kalo nemu buku baru tu rasanya senang banget. Majalah Bobo, setiap halamannya kudu dibaca. Potongan koran juga mesti dibaca.

    Sayang sekarang, buku telah menemukan saingan beratnya, HP. Meski saya masih suka baca, tapi sekarang malah lebih sering baca di HP, termasuk webnovel yang halamannya ngga bisa dihitung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk aku bahkan lupa kalau ada iklannya di TV, Kak! 🀣

      Sama, Kak Hikss. Perpustakaan di sekolahku juga koleksinya nggak banyak, jadi meskipun suka baca buku, tapi aksesnya susah selain harus beli sendiri hiks.

      Wkwk nggak masalah banget, Kak. Memang udah perkembangan zaman, lama-lama semua serba digital. Akupun nggak menampik kalau sekarang aku lebih banyak baca dalam format digital dibanding fisik 🀭

      Hapus
  22. Baca pengalaman perjalanan membaca Lia dan teman-teman kok keren semuanya. Proses panjang untuk menuju aktivitas baca adalah gaya hidup. Ciiee gaya hidup, yaa karena banyak orang yang merasa kalau membaca adalah sebuah kebutuhan :D

    Aku tumbuh di lingkungan yang membaca belum jadi bagian dalam keseharian. Aku lupa kapan mulai suka baca buku, yang pasti ketika sd aku sdah suka baca tentang sejarah. Walaupun saat itu belajar sejarah sllu tentang tanggal dan tahun sebuah kejadian, hiiks. Pada saat itu juga mulai baca tabloid bola dan koran. Walapn yg dbaca cma bagian olahraganya... Sampai sekarang juga masih suka baca buku tentang sejarah dan budaya.

    Bener-bener suka baca itu pas ketemu teman² di komunitas. Kami terbiasa ngobrolin ttg buku dan saling pinjam. Buku sering muter dipinjam. Pas saat itu juga kepikiran kalau orang yangbsuka baca buku itu terlihat keren. Karena mereka punya banyak pembendaharaan kata-kata...hahahhaa

    Artikel yang menarik Lia :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha bahasanya berat ya, Kak Rivai 🀣

      Kak Rivai keren banget πŸ‘ bacaannya juga berat banget! 😱. Eh, tapi iya ya, aku tuh bingung kenapa zaman sekolah pas pelajaran sejarah lebih dipentingkan tahun dan tanggal kejadian, sedangkan kisah yang terjadi lebih dinomorduakan πŸ˜…. Padahal aku suka juga dengerin cerita sejarah, tapi aku jadi kurang suka pelajaran sejarah karena kerjaannya cuma ngafalin tanggal tahun aja wkwk *jadi curhat*

      That's how I feel saat bertemu teman-teman yang suka baca buku dan juga suka menulis. Rasanya senang banget bisa ketemu teman-teman sehobi 😍

      Hapus
  23. Wuih kurang lebih pengalaman kita sama nih. Bedanya Mamiku yang suka banget membaca jadi suka ngajakin anaknya baca juga. Yang paling kuingat sih, waktu kecil dulu sering didongengin sebelum bobo siang. Aku dan adikku menunggu2 banget deh saat2 itu. Kadang dibacain buku, kadang Mami ngarang sendiri wae hahaha.

    Mulai bisa baca, aku jadi suka baca semuanya. Bahkan kamus milik papiku pun aku baca. Menurutku buku itu menarik banget karena urut abjad dan teratur banget :P

    Aku nggak mengalami buku hadiah susu, kayaknya beda jaman kite ye hahaha, tapi aku juga langganan Bobo dan Kawanku. Trus sempat koleksi serial cantik juga dong waktu SMP. Pas SMA, perpus sekolahku itu gede banget dan banyak bgt novelnya. Itulah saat2 aku membaca banyak novel, gratisan kan hahaha suh serunya mengingat masa2 itu.

    Thank you ya Lia, jadi bernostalgia kita ^0^
    Sekarang sih aku masih mengoleksi buku2 yang bakal aku turunkan ke anak2ku. Biar mereka tau buku kesukaanku gitu hahaha, semoga tercapai ya cita2 muliaku ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaa aku baca cerita Kak Tika jadi merasa hangat πŸ˜† you're so lucky, Kak Tika 😁

      Wkwk tapi Kak Tika tahu nggak waktu dulu ada zamannya susu kotak dapat hadiah buku? Sebab kayaknya umur kita nggak jauh-jauh banget Kak bedanya 🀭
      Beruntungnyaaa perpus sekolah Kak Tika punya segudang koleksi buku bacaan!! 😍 Sayang banget perpus sekolahku dulu minim banget buku bacaan, malah kebanyakan koleksi buku cetak pelajaran 🀣.
      AMIIIN! Semoga bisa tercapai! Aku juga punya cita-cita yang sama, makanya ada beberapa buku bacaan yang aku keep dengan harapan bisa aku turunkan ke anakku kelak wkwkw

      Hapus
  24. Kalau aku waktu kecil paling cuma baca buku "ini Budi, Budi kakak Iwan, Iwan adik Wati" hehe lanjut ke buku Wiro Sableng punya Kakak, dan pas remaja bacaannya Majalah "Aneka Yes!" dan "Koran KerBek" (Keren Beken) pinjam punya sepupu, yang disampulnya selalu ada Indra Bekti, Roy Jordi, bosan lihat tampang mereka 🀣 yg masing2 pakai jam merek G-Shock, kaos merek H&R dan C-59, haha. Tapi dimajalah itu aku cuma baca cerpennya diperankan Ali Zainal dan Louise, cerita tentang keseharian mereka, sampai sekarang mereka masih eksis di TV πŸ˜… dan pas dewasa ini aku cuma baca2 di blog teman2 aja πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk buku Ini Budi tuh kayaknya buku pelajaran Bahasa Indonesia deh, iya bukan sih Kak Jaey?
      Yaampun Kak Jaey ingatannya kuat banget! Masih ingat detil-detilnya dong wkwkw Koran KerBek ini aku baru pertama denger lho. Ini sejenis koran anak remaja gitu yak?

      Hapus
  25. Agak berbeda dengan kak Lia, bisa dikatakan saya tidak terlalu disokong dengan fasilitas seperti itu sejak kecil. Kenal buku itu sejak SD karena sering ke Perpustakaan sekolah yang baru jadi saat itu. Kebetulan, sebelumnya sudah senang baca cerita-cerita komik dua ribuan yang dijual depan sekolah.

    Setelah keranjingan baca buku, hampir tiap minggu saya ke Gramedia. Pulang bawa buku, sampai Mama dan Tante hapal kalo saya abis keluar. Karena ngga terlalu senang saya yang rajin beli buku, pas dapat judul buku Belajar Mencintai Kambing, yang saat itu saya beli, saya abis diketawain. Katanya mau belajar ternak kambing. Ha ha ha.

    Baca cerita kak Lia, bikin saya ingat dengan teman kecil saya. Dulu, tiap main ke rumahnya banyak majalah, buku tentang Dinonasurus, dan pastinya komik. Karena dulu jarang baca komik, yang minjam cuma teman-teman saya yang lain.

    Jadi rindu main ke toko buku. Terakhir, kayaknya tahun lalu. Rindu dengan suasananya, rindu keliling sendiri hunting buku :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bersyukur ada perpustakaan di sekolah ya, Hul :D

      Huahahaha judul buku itu memang kocak banget sih 🀣 pas pertama kali dengar, aku juga mikir ini buku soal ternak kambing atau apa 🀣

      Paling seru kalau punya teman yang punya segudang koleksi buku πŸ˜† Kalau aku, liatin koleksinya aja udah seneng banget wkwk makanya sampai sekarang masih suka nonton video bookshelf tour di Youtube 🀣

      Suasana di toko buku memang ngangenin banget! Semoga Rahul bisa main-main lagi ke toko buku terdekat yaa.

      Hapus

Words of The Dreamer. Theme by STS.