Blogging and Another Story.

Credit to Pinterest

Beribu alasan untuk meninggalkan blog, tapi selalu ada satu alasan untuk kembali. Setuju nggak? πŸ˜‚

Rasanya dengan dunia blog yang belakangan sedang sepi dan banyaknya platform lain yang lebih menggiurkan, keinginan untuk meninggalkan dunia blog tuh semakin besar nggak sih? πŸ˜…. 

Di awal tahun 2022 ini, ada waktu dimana aku bingung ingin mengisi blog ini dengan konten seperti apa. Ingin 100% mendedikasikan untuk perbukuan niatnya, tapi nggak jadi sih *gubrak.

Salah satu alasanku nggak meninggalkan blog adalah karena aku sayang sama blogku πŸ₯Ί dan karena udah lama lalu-lalang di dunia blog, rasanya nggak bisa melepas begitu saja kehidupan di blog πŸ˜‚. Kehidupan di blog tuh slow living dan zen mode gitu 🀣.

Lalu, alasan nggak jadi mendedikasikan blog ini untuk topik perbukuan saja, itu karena aku yang nggak bisa konsisten dalam menulis ulasan buku atau postingan-postingan yang bertopik gitu πŸ˜… dan karena ada alasan lain juga.

Lucedale.co, kalau ada yang tahu, salah satu bloggers lama yang masih bertahan sampai sekarang. Waktu beberapa saat lalu mampir ke blognya, tulisan-tulisan Kak Clara menginspirasi serta memotivasiku untuk tetap menulis di blog dan nggak perlu khawatir untuk bercerita tentang hal personal (yang udah dikurasi tentunya) πŸ₯Ί. Kalau kata Pak Suami Kak Clara :  "Isn't blogging used to be a little update about regular daily lives? It's not like a magazine… or a media outlet."

Jleb. Reaksi pertamaku sehabis baca kalimat itu πŸ˜‚. Iya ya, benar juga, bukankah blog yang aku tahu selama ini adalah tempat layaknya diary online? Terus kenapa kemarin aku sampai galau banget mikirin apakah konten life update di blogku yang udah pernah tayang tuh too much information kah, apakah tulisan yang selama ini aku tulis udah bermanfaat kah, apa lah, apa lah, ada aja gitu yang dipikirin πŸ˜…. Dan dipikirin doang terus tuh malah jadi bikin nggak nulis apa-apa sampai akhirnya blog terbengkalai πŸ˜‚. Overthinking is killing us.

Anyway, blogwalking itu benar-benar membantu sekali ketika sedang dilematis masalah blog seperti di atas πŸ˜‚. Salah satu teman blogger, kita sebut saja Ci Jane, adalah salah satu orang yang juga memotivasiku untuk menulis kembali. Melihat Ci Jane yang rajin banget update blognya dari zaman dahulu kala sampai sekarang, rasanya seperti diberi tambahan bahan bakar untuk semangatku yang kemarin sempat padam πŸ˜‚. Ci Jane, thank you so much for everything ❤️. So yeah, cobalah berblogwalking kalau sedang galau ingin menulis apa atau sedang butuh bahan bakar semangat menulis πŸ™ˆπŸ€­.

Tulisan inipun terjadi atas bahan bakar dari Ci Jane dan Kak Eya yang beberapa hari kemarin membuat tulisan singkat tentang apa-apa saja yang sedang muncul di kepala mereka saat sedang di depan layar. Dan tulisan inilah yang muncul di otakku saat ini 🀣. Random sekali ya ceritaku hahaha.

Another random story adalah beberapa hari lalu aku akhirnya nonton The Batman! Nggak nyangka kalau filmnya cukup bagus dan aktingnya Robert bagusss. Sejauh ini, fm The Batman adalah verse Batman yang paling aku suka sih ❤️.  

Another another random story, setelah hampir 3 tahun, aku akhirnya bisa makan Fish&Co lagi! 😍. Senangnya karena rasa makanan mereka tetap konsisten untuk rasa dan freshness-nya 😍🀀. Kemarin juga cobain combo salad+soup of the day mereka, keduanya enaaak! Soupnya juara sih 🀀. Rasa soupnya creamy dan cukup gurih, cocok di lidahku, teksturnya kental karena namanya juga soup cream hahaha *garing*

Super another random story (udah kayak revisian skripsi belum? πŸ€ͺ). Hari ini cuaca di Bekasi terik banget sampai rasanya bisa masak telur di aspal deh πŸ˜‚. Saking panasnya, sandal slip-on karet yang biasa aku pakai sampai melengkung dan mengkerut dong karena kelamaan terjemur di luar 🀣. Ngakak banget sih ini kalau dilihat, tapi good pointnya sandal ini jadi pas di kakiku karena sebelumnya ukuran sandal ini kebesaran 🀣. Thank you, Mr.Sun!

Sehabis menulis ini, kayaknya aku ingin makan pecel/urap deh (makin random nih anak). Kebetulan dekat rumahku ada yang jual, bukanya dari sore-malam gitu. Ngebayangin makan sayur-sayuran di pecel/urap udah bikin perutku keroncongan disko 🀣. 

Teman-teman ada cerita apa hari ini? πŸ‘€

49 komentar

  1. Banyak blogger lama yg tetap nulis walaupun nggak tiap hari. Rata-rata nulis karena untuk diri sendiri. Kalau yg krn ikut trend...nggak ada! Betul blog itu zen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasa-rasanya kalau bukan karena alasan menulis untuk diri sendiri, sulit sekali bertahan di dunia blog jaman sekarang ya, Kak Pheb πŸ˜‚
      Blog itu zen bangettt. Cinta banget lah sama suasana di blog hahaha

      Hapus
  2. Habis main ke blognya mba Jane dan Eya, terus main ke sini, berasa satu line gitu tulisannya XD

    Dilema sih ya, Li... kalau tetap mau jadiin blog sebagai online diary, takutnya jadi TMI. Tapi kalau mau posting tulisan-tulisan yg potensi terindex Google-nya lebih gede, pembacanya makin sedikit, seiring dengan berkembangnya all-you-can-get SNS macam IG dan TikTok.

    Tapi, aku setuju banget, sih... blogosphere itu zen mode banget. Kebanyakan isinya detail dan keluar dari hati. Orang-orangnya juga cenderung lebih kalem dan tabayun sebelum asal komen.

    Semoga aja para penyedia platform blogging ga nutup service-nya, ya... Masa harus belajar full stack dev dulu biar bisa curhat. Hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha Kak Hicha nggak mau ikutan juga? Biar kayak estafet gitu tema tulisan ini 😝

      Iyaaaa! Dilema banget! Apa yang Kak Hicha bilang benar bangettt, akhirnya jadi dilematis sendiri dan berujung jadi nggak nulis-nulis πŸ˜‚. Masih agak dilema sih sekarang, tapi dipikir-pikir aku bukan artis jadi harusnya kalau TMI dikit nggak apa lah ya? 🀣

      ((Tabayun)) Huahahahaha setujuuu. Para bloggers kalau komentar biasa dipikirin dulu jadi lingkungan di blog terasa lebih zen dan kalem dibanding SNS lain yang bawaannya pengin cepet-cepet aja πŸ˜‚. Amiiin. Semoga dan jangan sampai berhenti menyediakan service untuk blog 😭. Kalau harus belajar codingan dulu, asdfghjkl kayaknya aku nyerah duluan wkwk

      Hapus
  3. Akuuu setuju sama Kak Lia! Inget zaman2 dulu 2009-an pake Blogger, Tumblr gitu berasa keren banget~ Belum lagi dulu postingannya bener-bener gak berfaedah, segala lirik lagu Doraemon juga masuk🀣

    Iya, kak. Blog bener-bener kayak sebuah realm baru hahaha soalnya tenang aja gitu kalau liat blog-blog orang. Kalau platform lain suka banyak huru hara yg gak perlu hikssss jd aku ngehindarin bangetπŸ₯²

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beuhh, Tumblr itu udah kayak Pinterest jaman sekarang nggak sih? Banyak hal yang terjadi dulu tuh kiblatnya dari Tumblr wkwk tapi meskipun begitu, aku nggak pernah sih lihat orang sampai tubir kalau di Tumblr πŸ˜‚

      Setujuuu! Mungkin karena pengguna medsos lain lebih beragam dan pergerakan informasi lebih cepat jadi huru-hara sering tak terhindarkan ya πŸ₯². Kalau lagi butuh yang kalem-kalem, lingkungan blog memang udah paling top hahahaha

      Hapus
  4. Liiii terima kasih ya buat tulisanmu, sangat mewakili perasaanku belakangan inii. Apalagi semenjak akhir tahun 2021 lalu rasanya dilema banget sama blog sendiri. Padahal mah sebelumnya sempat santai dan slow aja hahahaha.

    Terus aku jadi sadar kalo jadi manusia konsisten itu susahπŸ˜‚, kemarin aku juga punya rencana buat ngisi blog gak cuman review buku aja krn jadi monoton — ada keinginan lain kayak bikin progress baca di blog (cuman emang anaknya males aja) makanya belom terlaksanakan 🀣. Salut sama Kak Jane, Mba Tika, dan teman2 blogger lain, mereka aktif ngisi tulisan di blog padahal sibuk juga di dunia nyataπŸ”₯πŸ‘πŸ»

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Rekaaa, sini berpelukan duluuu πŸ€— semangattt semangattt! Jadi manusia konsisten itu butuh perjuangan besar sekaliii. Akupun salut sama teman-teman yang bisa konsisten menulis apalagi selalu sesuai jadwal. Pengin sekali bisa seperti mereka juga πŸ₯Ί

      Ayo Kak Reka wujudkaaan bikin progress membaca di blog! Kelihatannya itu topik yang menarik 😍 barangkali nanti bisa jadi inspirasi juga untuk teman-teman lainnya termasuk aku πŸ™ˆ

      Hapus
  5. Saya sepakat sama ucapan Kak Clara supaya enggak usah cemas dengan cerita personal di blog. Kan blog-blog kita, jadi sebebasnya aja. Selama kontennya bisa dipertanggungjawabkan dan paham konsekuensinya, ya mending cuek dengan komentar orang. Toh, diri sendiri pasti udah paham batasannya. Terbit ke blog berarti lolos kurasi atau sensor diri.

    Dulu saya awalnya bikin blog juga buat diari atau jurnal online. Haha. Tapi ketika mengevaluasi tulisan lawas yang rasanya kurang difilter atau terlalu jujur, dan beberapa faktor lain dari pihak luar, saya mulai mengurangi porsinya.

    Semakin ke sini pun merambah ke berbagai topik, khususnya belajar menulis fiksi. Apalagi sejak mengenal Borges, yang tulisannya bukannya meyakinkan pembaca, tapi malah suka bikin ragu-ragu. Menurut saya, beliau jago mencampuradukkan fiksi dan realitas, dan saya jadi menirunya.

    Asyik juga ternyata bikin bingung pembaca buat menentukan mana yang fiksi dan mana yang nyata. Namun, keinginan saya sebetulnya biar pembaca fokus aja ke kualitas tulisan tanpa repot mikirin itu fiksi/nonfiksi.

    Kalau ingat zaman ngeblog masih serampangan dan apa aja ditulis, memang malu banget, tapi saya kangen sama sikap berani cenderung bodo amat dari sosok itu, yang akhir-akhir ini saya coba terapkan lagi. Pada masanya pernah dikomentari beberapa orang terkait tulisan kok sedih-sedihan mulu, kenapa enggak cerita yang ceria kayak dulu, ngapain terus-menerus ngeluh soal dunia blog, bahkan tulis-menulis, dst. Akibat terlalu banyak dengar kata orang lama-lama saya pengin berhenti menulis aja. Capek sumpah. Terlalu banyak kekecewaan juga ketika mencoba mengomersialkan tulisan.

    Entah udah berapa kali keinginan pengin berhenti menulis ini muncul. Syukur aja di satu sisi selalu teringat bahwa menulis atau ngeblog sering banget menyelamatkan saya dari situasi pelik. Memang, yang ditulis ada unsur sedihnya, tapi kan setelahnya saya puas atau lega, bahkan bahagia. Ibarat kata, racun-racunnya bisa terbuang. Toh, niatnya juga bukan bermaksud menularkan kesedihan ke pembaca. Setahu saya mereka juga memegang kendali atau punya kehendak bebas. Kalau takut terpicu atau enggak suka kisah sedih, ya tinggal skip aja. Haha. Intinya, sekarang ngeblog bukan lagi jadi beban. Saya udah bisa berdamai dengan drama-drama blogwalking, komentar, trafik, dsb. yang dulu suka bikin resah.

    Saya juga salut sama Ci Jane yang masih bisa membagi waktu di sela-sela sibuk mengurus anak. Membagi kisah sekaligus pengalamannya sebagai ibu lewat blog begitu saya yakin berguna buat orang lain. Kalau dia lagi cerita tentang anaknya, secara enggak langsung juga bikin saya bertanya kepada diri sendiri: apa nanti ketika menikah dan punya anak saya akan berbagi cerita kayak gitu?

    Jadi, ya, terus bercerita aja sesukamu dan tetap bersenang-senang di dunia blog, Li. Saya pun berterima kasih dengan kehadiran konten JanexLia. Walau seringnya cuma jadi penyimak, paling enggak jadi dapat rekomendasi bacaan dan pandangan-pandangan lain terkait buku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk sharing dan supportnya, Kak Yoga πŸ₯Ί. Sesaat ketika Kakak membahas Borges, aku jadi teringat oleh Murakami, tapi kalau beliau mah bukan mencampur fiksi dengan realitas ya? Beliau membangun realitas sendiri hahaha.
      Terkadang terlalu sering mendengar kata-kata orang, bikin jadi tersiksa sendiri :’) kadang hasil overthinking sendiri juga bikin tersiksa heleh-heleh.

      Bersyukur karena akhirnya Kak Yoga tetap memutuskan untuk lanjut menulis. Aku relate sekali dengan menulis adalah bagian dari healing dan aku rasa kebanyakan teman-teman blogger di sini juga menganut nilai menulis adalah healing. Dan aku setuju, bahwa kita semua punya kendali untuk memilah-milih mana yang baik untuk kita. Sedikit banyak perihal blogwalking, pemikiran Kak Yoga meninggalkan pembelajaran mendalam untukku. Itu lho, kalimat Kakak yang tertulis pada bagian atas komentar box blog Kakak, bikin tersadar bangettt hahaha.

      Yes. Aku sangat salut terhadap para teman blogger yang masih rajin menulis di sela-sela kesibukkannya dalam mengurus anak, rumah, dll. Teman-teman hebat banget tetap bisa konsisten menulis selama bertahun-tahun πŸ₯Ί. Jadi motivasi banget dan pengalamannya jadi pembelajaran banget yak buat kita-kita hahaha. Kalau Kak Yoga sering bertanya-tanya seperti itu, demikian juga aku tapi dalam hal lain wkwk. Suka kepikirannya kalau nanti punya anak, apakah anakku akan seperti anak blogger A? Atau blogger B? 🀣

      Terima kasih sekali lagi untuk supportnya, Kak Yoga 😁. Nggak apa, udah menyempatkan diri untuk menyimak konten-konten JanexLia saja, aku udah sangat amat berterima kasih. Kalau sempat dan temanya sesuai, jangan sungkan untuk ikut partisipasi ya.

      Hapus
  6. Halo Liii, curhatannya relate sama banyak teman-teman yang lagi dilemma soal blog 😁😁. Personally, aku belum terlintaa niat sih Lii buat ninggalin blog aku yang random banget itu. Meski updatenya ogah-ogahan.

    Btw thank you sudah berbagi perasaannya disini Lii, aku jadi jadi tau Lia pun mengalami galau soal blog. For the last semangat Lii, ayook terus bercerita walau nggak sering, mana tahu years a head aku bisa nunjukin ke generasi (ponakan or siapapun) kalau mereka bingung soal bacaan, hayuuk main ke blog tante Liaa 😁😁😍.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Soviiiiiii. Terima kasih banyak untuk supportnyaaa *kirim peluk dan cium untuk Kakak*
      Iyessss, aku akan berusaha untuk tetap menulis di blog ini >.< jangan lupa ajak keponakan, anak, cucu Kakak untuk mampir ke sini ya nanti huahahaha.
      Kakak juga jangan pernah ninggalin blog yaa, tulisan serandom apapun, aku tetap baca kooookk πŸ˜†

      Hapus
  7. Entah kapan pula penyakit bosan ngeblog menyinggshi saya. Maklum. Sudah tua. Semoga hal itu tak pernah terjadi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Kak Nur nggak pernah bosan untuk menulis di blog yaaa. Saya rasa umur bukan jadi penghalang untuk tetap terus berkarya πŸ˜„ selama masih diberi kesehatan, semangat menulis untuk Kak Nur πŸ˜ƒ

      Hapus
  8. Itulah Li yang bikin aku betah di blog: super zen~ lambat tapi isinya lengkap, aku lelah dengan banjir informasi yang serba cepat di sosmedπŸ˜ͺ

    Kalau tentang isi blog, aku memang lebih suka share hobi atau traveling. Berhubung pandemi, jadi jarang traveling wkwkwk. Jarang share kegiatan sehari-hari karena...kegiatanku monoton lol. Kalau pingin curhat biasanya diselipin di review buku atau film atau kpopπŸ˜† apa dahπŸ˜‚

    Aku suka lho baca-baca cerita hidup orang di blog, cerita punyamu, Ci Jane, Kak Eya, dkk. Kangen juga sama update rutin Peri Kecil, tapi alasannya udah diceritain di atas hahaha. Take time Li😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Endaaaahhh, peluk dulu sini untuk Kakak πŸ€— kayaknya beberapa saat lalu aku ada baca komentar Kakak di blog Kak Eya perihal sedang deactive Twitter. Penyebabnya karena ini ya? Karena sedang overwhelmed? Aku cuma ingin bilang take your time to rest πŸ€—.

      Huahahaha jadi curhatnya terselubung gitu ya, Kak 😝 ciri khas Kak Endah banget sih kalau hal ini 🀣. Tapi memang belum pernah muncul niat untuk membuat 1 postingan yang isinya curhat murni full, Kak? Wkwk.

      Akupun juga sukaaa baca cerita hidup orang di blog, sukaaa banget malah ☺️. Semoga habis ini aku bisa lebih rajin update ya huahaha wish me luck. Kakak jangan pernah berhenti menulis di blog yaaa. Kalau Kakak berhenti menulis, nanti dimana lagi aku bisa baca cerita Kak Endah yang nan kocak dan menghibur πŸ₯²

      Hapus
  9. Yang namanya disebutkan hadirrrr. Barusan aja bilang sama Endah, aku nggak bakal ke mana-mana kok, di sini ajaaah. Jadi kamu juga jangan ke mana-mana, yaaak *ini kenapa kayak lirik lagu XD*.

    Aslik, kalimat suaminya Clara ngena banget. Iya juga, bukan kah konsep awal blog itu memang diary online? Kenapa kitanya jadi sibuk mikirin konten ya πŸ₯Ί Semua kegiatan kecil sehari-hari bisa banget ditulis di blog. Kalau memang demikian harusnya kita tiap hari bisa ngeblog juga ya, Lii πŸ˜‚ Ayooo bensinnya kan udah penuh lagi, jadi harus semangat yaa nulisnya! Inget, no beban! πŸ₯°

    Ngomongin cuaca panas, di Bogor pun demikian, Lii. Pagi-pagi aja udaranya panas terus gerah banget. Siangnya bisa random ujan abis itu terik lagi. PHP-in jemuranku aja, wkwkwk. Dan ngakak banget sendal kamu pun sampai melengkung gara-gara panas matahari 🀣

    Btw, apa kabar anabul kamu, Liii? Mereka semua masih di rumah kamu nggak, sih? *tetiba keinget*

    BalasHapus
    Balasan
    1. CIII JANEEEE WKWK JADI MALU 😳. Yesss! Aku akan berusaha untuk tidak kemana-mana, di sini saja hiahahaha.

      Kalau dipikir-pikir, iyaa yaa, sebenarnya kita seharusnya bisa ngeblog tiap hari membahas hal-hal kecil sehari-hari seperti yang Kak Eno sering lakuin πŸ₯Ί. Tapi yaa, aku masih belum bisa update setiap hari soalnya merasa hidupku monoton #plakkk. Tamparan sekali ya kalimat suaminya Kak Clara ituuu πŸ˜‚ semoga bisa jadi penyadar dan pengingat untuk kita semuaaa, serta bisa jadi bahan bakar menulis hihihi.

      Beberapa hari ini di Bekasi cuacanyapun masih seperti itu, Ci πŸ˜‚ pagi-siang mendung, sorenya terik, malamnya gerah karena nggak ada angin. Kadang terik banget siangnya sampai bikin sendal melengkung 🀣 dan nggak bisa balik-balik lagi ke ukuran semula 🀣. Besok-besok kalau lagi terik banget, aku jemur deh yang sebelah biar ikut melengkung juga wk

      Huaaa iya ya udah lama nggak bahas anabul πŸ˜‚ sayangnya mereka semua udah nggak di sini, Ci πŸ˜“ terpaksa harus dikasih ke orang lain karena 1-2 hal. Itu sedihnya ampun-ampun, sampai bikin nggak ingin punya peliharaan lagi 😭

      Hapus
  10. Salut kak untuk yang bisa konsisten. Aku mulai ngeblog di tempat sekarang gara-gara pandemi untuk list tontonan yang pernah dilihat dan rasanya enak aja. Keterusan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Good to hear that, Noa! Semoga Noa bisa terus menulis dan berbagi di blog Noa yaaa πŸ€—

      Hapus
  11. Habis baca tulisan kak Sovi, terus kesini, dan baca komentar teman-teman yang lain.. asli sih problema mau stay di blog dengan cerita daily life atau certain topic itu kayaknya dilemma semua blogger, yaa kak. Cuz aku pun merasakan hal yang samaπŸ˜… Padahal draft di blog ku banyaak banget, tapi belum semuanya beres dan nggak tau bakal diupload atau nggak. Bener kata Mbak Hicha, kebanyakan nulis tentang hal personal khawatir, tapi nulis artikel yang berpotensi buat diindex oleh Google juga nggak begitu memuaskan hasilnya, karena nggak semua orang setertarik itu dibandingin baca cerita hal-hal randomπŸ˜‚

    Yang pasti reminder dari suaminya kak Clara itu jleb di aku sih😭 Thank you for writing this, kak Liiii🀩

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awl, thank you for coming :’) padahal aku suka lho baca tulisan-tulisan daily life Awl >.< jadi jangan diendapkan doang itu di draft, nanti berlumut lho hahahaha. Sedikit-sedikit yang Awl rasa udah lulus sensor, diposting boleh lah *ceritanya sedang merayu Awl*

      Hapus
  12. yaampun aku baca ini berasa makjleb juga haha
    mana belakangan juga udah mulai lesu ngeblog. karena rada menguras energi juga dan pengen fokus buat bikin buku aja gituuu. tapi, kangen juga sih ngoceh di blog buang uneg-uneg πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Deaaaa, aku malah melihat Kak Dea sebagai salah satu blogger yang produktif dan konsisten menulis lhooo. Aku nggak sangka kalau Kakak sedang mulai lesu ngeblog belakangan ini 😱.
      Ayo jangan pernah berhenti menulis, Kaaaak. Kalau lelah, mungkin Kakak bisa mampir ke sini dan baca komentar-komentar dari teman-teman di sini untuk menguatkan kembali. Asli, komentar dari teman-teman ini bikin semangatku balik lagiii dan semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman lain yang membaca πŸ₯Ί

      Hapus
  13. Saya dong baru tau Lucedale.co itu, basa Londoh ternyata, wkwkwkwk.
    Tapi beneran sih, blog sebenarnya tempat untuk menyimpan cerita, karena kalau nulis di buku, belum tentu bisa terbaca oleh keturunan kita.

    Atau nggak usah deh buat keturunan ya, kita tulis tahun ini, tahun depan kita baca kembali, rasanya takjub sendiri.

    Saya sering menghabiskan waktu untuk membaca kembali beberapa cerita saya di tahun kemaren hingga kemarennya lagi, kadang saya nggak percaya, kok bisa saya nulis itu, kadang juga saya ngakak, sedih.
    Dan takjub, ternyata banyak hal yang sudah saya lewati dalam hidup ini :D

    Cuman, bagi blogger yang pengen menghasilkan uang kayak saya, jadinya kudu di switch pikirannya, sebentar boleh nulis aja, sebentar nulis dengan keyword hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha kayaknya iyaaa diambil dari bahasa Londoh, Kak Rey 🀣 tapi orangnya mah orang Indonesia, tinggal di Jogja/Surabaya gitu sekarang *OOT

      Kak Rey salah satu panuntan dalam hal menulis blog lhoooo! Rajin banget ngisi blog-blognya gituuuu sampai sekarang πŸ₯Ί. Nggak apa, aku ngerti kalau harus diselang-seling isi blognya kalau bertujuan untuk menghasilkan uang hahaha. Tapi Kak Rey jangan pernah berhenti menulis dan berbagi pengalaman yaaa! πŸ₯Ί

      Hapus
  14. pecel urap memang dabest sih :D

    BalasHapus
  15. Tetap semangat dan rajin ngeblog ya, Lia! Aku akan selalu menanti tulisan2muuu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Kimiiii, terima kasih banyak atas supportnyaaa! You too ya, Kak! Tetap semangat terutama untuk kuliahnyaaa dan tetap rajin ngeblog yaaa 😍. Aku nggak sangka bisa berteman dengan Kak Kimi lhooo. Kali pertama aku lihat postingan blog Kakak tuh waktu lagi cari-cari info tentang kantor pos di Google hahaha. Aku nggak sangka Kak Kimi adalah mutual dari salah satu teman bloggerku dan ternyata ramah bangettt gini πŸ₯Ί

      Hapus
  16. Wow... aku ga nyangka ternyata ga sedikit yang merasakan hal yang sama sepertiku. Padahal asli, pas aku nulis random di blogku soal slow pace nya blogging, aku ga blogwalking dulu dan merasa terinspirasi.

    Aku nulis itu karena memang akhir-akhir ini lagi cape aja ngikut pace-nya sosial media (meskipun tetep diikuti sih, hehe...)

    Well, beda sih ya blogging dan microblogging di sosial media. keduanya bisa sejalan, tapi ya itu, aku ga bisa lepas ninggalin blog juga karena memang blog itu layaknya rumah, kita sering main keluar dan nongkrong di 'kafe' sosial media, tapi ketika udah cape, balik laginya ke rumah (yaitu blog).

    Kuharap temen-temen blog ini seperti Lia dan lainnya juga ga berhenti blogging sih, karena ketika aku lagi di 'rumah' blog, pasti selalu ingat dengan blog-blog yang masih aktif dan jalan-jalan (blogwalking).

    Lia dan lainnya, terima kasih karena selalu ada dan aktif menulis di blog. Baru kali ini aku punya circle temen blog yg kayaknya 'seirama' dan sama-sama ga bisa ninggalin blog.

    lope lope di udaraaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahahaha suwer, aku waktu baca tulisan Kak Ady itu, aku merasa kok bisa nyambung gini pembahasannya 🀣.

      Benar banget kata Kak Ady! Aku juga merasa kalau blog itu bagaikan rumah. Saat lelah melalangbuana ke luar sana, blog selalu jadi tempat yang hangat dan nyaman untuk kembali πŸ₯°

      Amiiin. Semoga kita semua selama masih diberi kesehatan, tetap bisa terus menulis di blog ya, Kakkkkk. Aku juga senang sekali bisa bertemu dengan Kak Ady di dunia blog iniii πŸ₯Ί. Jangan pernah berhenti menulis ya, Kak!!

      Hapus
    2. Iyah, untuk diriku sendiri dan demi Lia. Jadi setiap kali aku ingin berhenti blogging dan menulis, akan kuinget Lia. Biar semangat lagi :D

      Hapus
  17. wahaha.. ternyata sama.. situasi blog lagi sedikit sepi.. yaa bisa maklum, sih.. yang penting semua sehat-sehat semuaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terasa sepi sejak akhir tahun kemarin nggak sih, Kak Zam? Hahaha. Iya, tapi aku juga maklum dan nggak memaksa keadaan sih 🀣 yang penting tetap pada sehat semua, ini yang paling penting. Kak Zam, take care ya!

      Hapus
  18. Samaaa aku juga sering bingung mau ngisi apa gitu di blog. Dan sama ngerasa kalo cerita hal pribadi itu too much information. Akhirnya aku memutuskan menulis sesuatu yang sesuai bidangku, atau pernah aku lakukan, atau dari cerita teman2ku. Btw salam kenal kak, aku lupa apakah pernah ke sini atau belum huhu soalnya yaa nggak aktif2 banget sii :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Muti, salam kenal :D Btw, udah sering ke sini kok hahaha. Terima kasih sudah berbagi yaaa :))

      Hapus
  19. Liaaa, ga perlu bingung mau isi blog dengan konten yg seperti apa, it's yours. Ga ada yg komplain juga kok kalau kamu mau nulis review buku, traveling, cerita sehari2 atau apapun yg kamu suka.

    Dulu aku juga berpikir pengen jadi beauty blogger aja, lama2 capek juga review make up ama skincare mulu, masih banyak hal lain yg bisa aku tulis haha, eh skrg malah udah jarang bgt review makeup, paling mentok skincare.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Metaaaa, asli, waktu baca komentar Kakak ini kemarin, hatiku rasanya haruuuu banget πŸ₯Ί. Kata-kata Kakak ngena banget di aku. Iya yaaa, nggak ada kok yang komplain aku nulis apapun, kenapa aku overthinking banget kemarin yaa 😭. Terima kasih banyak untuk kata-kata penyemangatnya, Kak Metaaa 😭❤️

      Malah sekarang jadi lebih sering diisi dengan jalan-jalan ya 😝. Nggak apaa, aku suka tulisan Kakak dalam topik apapunnn. Seru kalau baca konten jalan-jalan Kakak karena berasa diajak jalan-jalan dan Kak Meta suka eksplor penginapan murmer, jadi cocok banget untuk rekomendasiiii. Semangat untuk tetap terus menulis, Kak Meta 😘

      Hapus
  20. Jgn ninggalin blog dong Li... Ttp aja nulis apapun di blog mu πŸ˜„. Ga peduli itu penting atau tidak, soalnya buatkupun, blog memang tulisan receh yang enak utk dibaca sambil tiduran. Baca yg berat2 di blog aku malah puyengb🀣🀣🀣.

    Blogku sendiri udah kayak cinta mati. Itu yg menghibur banget selama masa pandemi di mana aku ga bisa traveling . Tapi at least masih bisa menulis di blog. Masih bisa BW ke temen2 yg udah mampir. Membantu banget buat refresh..

    Dan balasin komen temen2 yg masuk, itupun sangat menghibur. Kdg ada aja blog yg baru aku kenal, dan isinya ternyata baguus! Walo banyak platform lain buat menulis, ntah kenapa blog ttp yg paling asyik buatku 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Fanny, setuju sekaliii. Meskipun banyak platform menulis lain, blog tetap yang paling mengasyikkan juga buatkuuu. Baca cerita teman-teman tuh seru-seru banget. Kadang kalau sedang jalan-jalan, rasanya kayak diajak jalan-jalan virtual juga hahahaha.

      Terima kasih banyak untuk supportnya, Kak Fanyyy πŸ€— Aku akan berusaha untuk terus menulis meskipun receh sekalipun, semoga tidak dilempari tomat oleh para massa karena tulisanku terlalu receh kelak huahahaha

      Hapus
  21. Suatu sore ada yg tanya ke aku,
    "Kenapa kamu masih rajin nulis blog?"
    "Karena kamu suka baca." :)

    *dilempar sandal sama lia..hahhahah 🀣🀣

    Eh marcelia, kamu tetap nulis sperti biasanya aja deh. Tulis aja apa yang kamu suka dan rasakan. Mau crita ttg buku, daily life, makanan, film, atau apapun itu, tetap tulis aja. Ga perlu terpengaruh dengan sosmed lainnya. Kalau kamu ga nulis di blog, terus aku mesti kemana untuk baca dan tahu keseharianmu...? Huufftt :(

    Suatu sore temanku bertanya ttg kenapa masih ngeblog. Aku cma blang karena suka. Entah visitornya sedikit, komentar sedikit, atau "ga laku" sama sekali yaa aku ga peduli. Aku ngeblog buat kesenanganku, bukan untuk orang lain. Kalau orang lain suka, yaa syukurlah. Kalau ga suka yaa gpp. Ga masalah bagiku.

    Blogku sdah banyak berubah sejak awal mulai ngeblog. Sekarang emang fokus ke tulisan/catatan perjalanan. Kmudian sedikit merambah ke buku. Fokusnya ke buku perjalanan..hehehee

    Oyaa, aku sdah nonton the batman. Bagus dan aku suka. Meskipun masih lebih suka batman the dark knight series 🀣🀣

    Eeh, ditunggu nasi urapnya. Kalau di semarang biasa disebut nasi gudangan. Kalau aku lebih suka dimakan di pagi hari atau siang hari...hihihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Rivay, aku lihat-lihat belakangan ini skill gombalnya sedang meningkat pesat ya. Bagus bagus. Belajar darimana? WKWKWKWK

      Jiakakakak kalau udah dipanggil pakai nama panjang gini berarti udah serius nih omongannya 😭. Siapp pakbosss! Saya akan berusaha untuk tetap menulis di sini dan dalam konten apapunn! *hormat grak* wkwkw. Berasa kayak artis soalnya ada yang ingin tahu keseharianku 🀣 *minta digaplok*

      Benarrr. Soalnya kalau menulis di blog hanya demi traffic, rasa-rasanya blog bukan pilihan yang tepat karena udah ketinggalan jauh banget trafficnya dibanding medsos lain πŸ˜‚.
      Hiahaha aku turut senang karena Kak Rivay mulai merambah ke topik lain jugaa, barangkali nanti bisa merambah ke topik relationship seputar cara bergombal yang baik dan benar, serta tips-tips menggombal πŸ™ˆ

      Kalau gitu kita berada di tim yang berbeda untuk Batman kali ini jiakakaka. Aku lebih prefer The Batman karena nggak terlalu gelap syutingnya dibanding Dark Knight 🀣. Kurang gregetnya karena The Batman kurang kelihatan kaya raya seperti Batman lainnya wkwk.

      Woaaa, nice info! terima kasih gan πŸ‘. Jadi penasaran kenapa disebut nasi gudangan dan isiannya apakah sama seperti urap di sini. Googling dulu habis ini 🀣

      Hapus
  22. Hahaha hampir semua penulis mengalami fase gini ya. Bingung mau blogging apa atau apa yang mau diblogingin. Semacam bingung antara : Yang penting nulis atau Tulis yang penting ? hehehe

    Semangat kakak, nulis random lebih enteng dibaca hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar bangettt πŸ˜‚ setelah membaca komentar teman-teman, baru sadar kalau aku tak sendirian πŸ˜‚.
      Semangat menulis juga, Kak Ardhityaaa!

      Hapus
  23. Halo mbk lia, udah lama banget nggak mampir kesini😁
    Kok sama sih, saya juga lagi galau dan males ngurusin blog, bingung mau nulis kayak gimana. malah udah setahun lebih. Akhir-akhir ini lagi coba untuk bangkit lagi karena saya juga sayang sama blog sayaπŸ˜‚
    Semoga bisa balik konsisten lagi deh..
    Sekarang saya abis mandi dan selama mandi kepikiran buat bikin krupuk pecelπŸ˜… udah beli krupuk sama sambelnya dunk.
    Cuaca disini lagi panas tapi biasanya mendung terus ujan sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, Kak Astria 😁. Lama nggak berjumpa! Apa kabarnyaaa? Pantas udah lama nggak lihat Kakak lalu-lalang di dunia blog πŸ˜‚.
      Semoga sekarang bisa kembali konsisten dengan blognyaa. Semangaat! Ayo bangkit πŸ˜†

      Kerupuk Pecel yang warna kuning itu kah? πŸ‘€ Kakak bisa bikin sendiri? Keren!! Semangattt! Ayo bikin terus share ceritanya di blog πŸ™ˆ
      Jaga kesehatan selalu Kakkk. Cuacanya lagi cepat berubah-ubah gini, takut tubuh jadi gampang sakit πŸ˜‚

      Hapus
  24. Ga tuh, saya ga kepikiran untuk berhenti ngeblog. Meski beberapa bulan kemarin sempat berantakan ritmenya karena harus ngurus komunitas game, saya selalu bilang saya akan kembali.

    Tidak terbayangkan oleh saya untuk meninggalkan blog dan dunianya. Di sini ada passion saya, sedangkan untuk game sekedar memenuhi target dan kemauan bos, bukan jangka panjang.

    Saya memang akan kembali ke blog dan meneruskan rencana yang sempat tertunda.

    Mampir ke sini merupakan salah satu langkah untuk kembali.. :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Kak Anton! Selamat datang kembali di dunia blog :D senang rasanya melihat Kakak kembali setelah sekian lama >.< semoga segala rencana yang ingin diterapkan untuk blog Kakak bisa berjalan dengan lancar! Semangat!

      Hapus

Words of The Dreamer. Theme by STS.