Yoiko Ramen.

Jalan-jalan ke Blok M kali ini karena ingin mampir lihat-lihat ke Mbloc, salah satu tempat nongkrong yang di dalamnya banyak tenant makanan dan minuman. Aku tuh jaranggg banget main ke daerah Jakarta Selatan dan bisa dibilang ini kali kedua aku ke Blok M 🀣 *norak*.

Suasana di Mbloc masih sepi sebab kami tiba sekitar jam 11 siang. Di sini ada banyak area terbuka yang cocok untuk kumpul-kumpul dengan teman 🀩. Bahkan tadi ada yang foto prewed di salah satu spot Mbloc πŸ™ˆ, temanku hampir aja jadi photobomb di foto mereka πŸ€ͺ.

Setelah kami melihat-lihat area Mbloc, kami memutuskan untuk makan siang di tempat lain karena temanku ingin makan ramen πŸ™ˆ. Melipir lah kami ke Yoiko Ramen yang letaknya nggak jauh dari Mbloc. Btw, kami ke daerah Blok M naik kereta dan disambung dengan MRT, lalu kami jalan kaki untuk berpindah-pindah dari 1 titik ke titik lain, biar sehat, kuat dan tetap langsing πŸ€ͺ. Durasi perjalanan dari Bekasi ke Blok M sekitar 1 jam saja πŸ˜†.

Yoiko Ramen terletak di lantai 4 sebuah gedung (atau ruko? πŸ€”) bertingkat. Di area depan gedungnya nggak ada palang penanda yang jelas untuk Yoiko Ramen ini, jadi kalau bingung, bisa tanya ke orang sekitar sana, mereka pasti tahu soalnya aku juga tanya orang 🀣. Patokannya, Yoiko Ramen ini segedung dengan J.Steak.

Salah satu ruang makan di Yoiko Ramen.

Yoiko Ramen terdiri dari beberapa ruang makan. Kami memilih untuk makan di ruangan dekat pintu keluar lift.

Di sini tersedia berbagai jenis menu makanan Jepang dari mulai ramen, donburi, sushi, sashimi, takoyaki dan appetizer serta toping-toping ramen. Untuk ramennya ada menu yang halal dan non-halal, semua ditulis dengan jelas di buku menu jadi nggak perlu khawatir 😁.

Pesanan kami kali ini adalah Tonkotsu Ramen Non-halal ukuran Small (bukan diet 🀣), Chicken Karage, Takoyaki dan Ice Green Tea (bisa refill lho! *Info penting* πŸ€ͺ).


Itadakimashu!~

Ramen disajikan dengan potongan daging serta rumput laut. Untuk toping telur dijual terpisah. Tonkotsu ramen ini berkuah susu. Untuk porsi, meskipun ukuran Small tapi cukup mengenyangkan untukku πŸ˜‚. Kalau teman-teman lebih kuat makan, aku sarankan untuk pesan ukuran Mediumnya, dijamin nggak nyesel 😝.


Kuahnya menggiurkan sekaliii 🀀

Kenapa dijamin nggak nyesel? Karena semuanya enakkk!! Tekstur mienya nggak terlalu keriting, nggak terlalu lurus. Tingkat kekenyalan dan ketebalannya juga pas, sesuai seleraku πŸ˜πŸ‘πŸ». Dan untuk rasa kuahnya, JUARA BANGET SIH! Alias ENAKKKK YUM YUM!~. Asin, gurih, creamy dan bikin tenggorokan jadi hangat karena mengandung jahe di dalamnya. Namun, tenang aja, rasa jahenya nggak terlalu strong yang sampai pedes gitu kok, pokoknya kuah Tonkotsunya aku sukaaa banget! Super nagih 🀣. Anyway, kayaknya kalau ramen yang chefnya asli Jepang seringnya pakai jahe di kuahnya. Kalian ngerasa nggak sih? πŸ€”.


Takoyaki favoritku!! Isinya 5pcs, tapi udah keburu dimakan 🀣

Takoyakinya juga enakk banget! 😍. Aku belum pernah makan takoyaki seenak ini sih. Teksturnya aku suka bangettt! Garing luarnya dan dalamnya nggak benyek. Potongan guritanya agak kecil sih, tapi nggak amis. Ada sedikit potongan acar jahe diselipkan di dalam takoyaki, mungkin biar nggak amis ya. Juara lahh!! Aku suka banget sama takoyakinya πŸ₯Ί❤️. Untuk karagenya, aku dapat yang agak gosong jadi kurang terasa bumbunya πŸ˜….

Untuk 2 porsi ramen small, 2 gelas Ice Green Tea, 1 porsi Takoyaki dan Chicken Karage, totalnya sekitar Rp 250,000,- (termasuk tax + service). Menurut kalian gimana? Masih okai nggak harganya?



Yoiko Ramen.

Jasmin, Jl. Mahakam No.11B, RT.1/RW.6, Kramat Pela, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130

19 komentar

  1. Ramen berkuah susu?? Kok menarikkk, kayak soto betawi aja pake susu, wkwkwk. Aku sekeluarga pencinta ramen non halal, Liii. Tapi ini porsinya mini banget ya, buat si koko mah nggak cukup, bisa-bisa dia makan 3-4 mangkok baru puas 🀣🀣🀣

    Aku barusan gugel kayaknya si Yoiko Ramen ini cabangnya belum banyak, yaa. Jauh banget soalnya harus nyambangin Blok M πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mirip soto betawi konsepnya ya, Ci 🀣 tapi ini rasanya nggak kayak kuah soto kok 🀣. Kalau buat Ko Andre mungkin makan 2 mangkok yang medium biar cukup πŸ™ˆ.
      Kayaknya baru ada 2 atau 3 cabang di Jakarta, Ci πŸ˜…. Lumayan PR ya kalau harus ke Blok M dulu πŸ˜‚. Mampirnya nanti aja kalau ada keperluan di daerah sini, baru deh cuss makan siang atau makan malam di Yoiko πŸ™ˆ

      Hapus
  2. Kayaknya akhir2 ini postingan blognya mulai bahas tempat jalan2 ya.. bagus sih, buat yang tinggal jauh dari kota gede bisa nambah wawasan dan ngiler juga πŸ˜„
    Tolong lebih sering lagi nulis2 kaya gini ya Li πŸ˜„

    Kalau dilihat dari nominal harganya, ramennya nggak mungkin nggak enak sih , pasti enak πŸ˜„
    Nah, kalau okai nggak okenya itu kembali ke UMR netizen masing2 πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk sekarang balas dendam karena 2 tahun kemarin kebanyakan ngendog di rumah, Kak 🀣. Ahsiaaap!!~ semoga bisa sering menulis seperti ini πŸ™ˆ terima kasih atas dukungannya, Kak!!

      Hmhm bener juga!! Sesuai UMR masing-masing ya 🀣 kembali lagi pada kemampuan masing-masing 🀣

      Hapus
  3. Kalau dari bekasi menuju blok M dan skitarnya emang agak ribet sih li. Mesti ganti transportasi. Cukup merepotkan sih, tapi sangat menyenangkan. Sekalian jalan-jalan dan lihat suasana lainnya..wkwkwk

    Ramen kuah susu...? Jadi ingat dulu pernah makan indomie pakai kuah susu dan ternyata enak..hahahaha
    Green tea-nya rata-rata emang free refill deh. Ga takut makan banyak, krena bisa mnum banyak juga kalau gini...wkwkwk

    Lihat ramennya jadi pengen makan yang non-halal, eeh bercanda sih..hahahaha
    Kalau harga mah relatif, tergantung daya beli masyarakat di kota tersebut. Skarang bnyak ramen dg harga terjangkau di kota-kota lainnya.

    Nah gini, bahas ttg kuliner dan perjalanan...hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, agak ribet, tapi karena namanya jalan-jalan jadi aku udah harus siap dengan segala kerepotannya 🀣. Sekarang udah ada MRT sudah sangat amat membantu banget, Kak~ tinggal jalan dikit-dikit aja dari stasiun.

      Eh iyaaa!! Aku kalau nggak salah pernah coba juga indomie kuah susu + keju juga 🀣, itu enakkk juga!! Tapi semakin merasa bersalah kalau makan indomienya dengan cara seperti itu WKWK

      Wk Kak Rivai, nggak boleh yaa!! 🀣. Kakak makan yang halal aja, ada kok πŸ™ˆ.
      Benar sih~ semua kembali lagi ke daya beli masyarakat ya. Kalau di mall-mall Jakarta, rata-rata harga ramen segitu sih 😭

      Biar blog isinya nggak curhatan mulu, Kak, walaupun ada terselip curhatan juga sih di dalam cerita perjalanan 🀣 terima kasih banyak atas dukungannya!! πŸ˜­πŸ™

      Hapus
  4. Jadi Blok M dan Mbloc itu berdekatan? Udah lama enggak keluyuran ke daerah sana sejak pandemi.

    Sebatas tahu dari anime/film soal pakai jahe buat kuahnya. Belum pernah jajal ramen di Jakarta yang kokinya dari Jepang. Selama ini yang saya makan enggak terasa jahenya. Mungkin itu ramen yang biasa-biasa aja. XD

    Buat saya yang anak JakBar sih harganya kurang oke, Li. Soalnya itu ramen porsi kecil. Kalau totalnya cuma 150k baru oke. :p Tapi mempertimbangkan lokasinya yang di JakSel, saya paham kenapa harganya bisa sampai segitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbloc itu secara teknis udah masuk wilayah Blok M, Kak πŸ™ˆ Mbloc itu dekat sama Blok M Plaza sih, turun dari stasiun MRT ASEAN, jalan sedikit langsung kelihatan Mbloc di sisi kiri jalan~ Kak Yoga dulu anak Blok M ya? Aku malah baru kedua kali jalan-jalan ke daerah sini nih, jadi norak banget huahahaha.

      Oalahhh, berarti benar yaa, kalau ramen asli Jepang biasanya mengandung jahe di kuahnya πŸ˜‚. Kalau ramen yang di mall, aku belum nemu yang pakai jahe sih. Tapi 2x makan ramen di Blok M, semuanya ada rasa jahe. Kapan-kapan cobain biar tahu rasanya, Kak πŸ™ˆ

      Wkwk akupun berharap harganya segitu 🀣. Aku pikir di Jakbar, daya belinya juga cukup tinggi, Kak(?) Tapi aku belum pernah ke Jakbar sih kayaknya πŸ€”

      Hapus
  5. Ga ke citayam fashion week juga kah Li next nya 🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah bubar, padahal aku belum sempat manggung di sana 😩πŸ€ͺ

      Hapus
  6. Lia dari Bekasi naik KRL turun di Sudirman trs sambung MRT dari Dukuh Atas BNI atau bukan? Aku pengen bgt ajak anakku naik MRT, dia blm pernah soalnya hihi, kebetulan pak suami jg pengen ke Mbloc, jadi pas banget kan hihihi.

    Ramennya menggoda banget, duh masuk list juga nih hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekaliiii, 100 untuk Kak Metaa! Nanti turun di Stasiun MRT ASEAN, terus jalan sedikit aja ke Mblocnya. Posisi ada di sisi kiri jalan ya, Kak~~ nanti tanya sama petugas di stasiun MRT aja kalau ke Mbloc enaknya keluar lewat pintu mana, soalnya banyak pintu keluar dari stasiunnya πŸ˜‚

      Cuss cobain!! Kalau nanti Kakak jadi coba, kasih tahu aku yaa menurut Kakak bagaimana rasanya πŸ™ˆ

      Hapus
  7. Selain baca postingan, aku juga nyimak satu-satu komentar teman-teman dan tertarik ke tiga hal:
    1. Nyoba indomie kuah susu kayak mas Vay
    2. Setuju dengan mas Edot untuk banyakin postingan kayak gini Li, hahaha
    3. Pertanyaan yang sama kayak mas Jaey, nggak ke Citayam Fashion Week? πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadiii, udah kesampaian cobain Indomie kuah susu belum, Kak Endah? πŸ€ͺ
      Huaaaa terima kasih atas dukungannya!! Akan aku usahakan untuk membuat lebih banyak postingan jalan-jalan dan eksplor lebih banyak sisi Jakarta πŸ™ˆ
      WKWK aku belum sempat foto di zebracrossnya, eeeh udah bubar aja Fashion Weeknya πŸ˜‚. Waktu itu sempat lewat sebenarnya, tapi banyak euyy yang mau foto di sana 🀣

      Hapus
  8. Aku paling sukaaa ramen kuah susu begitu Li. Krn memang guriiiiih bangetπŸ˜„πŸ˜„.

    Tapi memang yaaa, kalo chef Jepang itu , ga sukanya semua makanan rata2 mereka masukin jahe. Trutama ke jepang waktu itu, banyak makanan yg aku lepeh, Krn pake jahe di dalamnya. Sementara aku ga suka. Kalo jahenya digiling aluuuus, aku ga .adalah. tapi kalo dicincang kasar, atau dibikin acar, Duuuh ga ketelen. Takoyaki apalagi. Aku sampe nyobain takoyaki paling terkenal di Osaka, tapi berakhir dengan kasih ke Raka. Gila jahenya 🀣🀣🀣🀣.

    Jadi mungkin kuliner yg ini aku ga bisa makan juga kalo mereka ada nyelipin jahe πŸ˜‚πŸ˜….

    Soal harga mah memang kisaran segitu, dan masih normal banget. Inceranku kalo ke blok m itu pengen coba FUTAGO YA. Gila antriannya 🀣🀣🀣🀣. Aku blm dapat Mulu mau makan di sana Krn tiap DTG, waiting list 2 jam, saking enaknya mereka bilang. JD ga pernah sepi. Penasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gurih banget, Kak Fanny!! Nyeruput kuahnya bikin nggak bisa berhenti 🀣

      Oalahh, ternyata memang asli Jepang tuh pakai jahe ya di dalamnyaa πŸ˜‚. Kalau yang di kuah ramen sih jahenya nggak kelihatan, Kak, kayaknya udah halus gitu jadi cuma sensasinya aja. Kalau yang di Takoyaki, kelihatan banget ada acar jahe merah-merahnya 🀣. Aku juga kurang suka sih kalau jahe yang terlalu strong gitu, tapi yang di kuah ramen dan takoyaki Yaiko masih dalam tahap toleransiku. Kak Fanny berarti nggak suka wedang ya? Aku nggak suka wedang, tapi kuah ramen Yoiko aku masih bisa makan wkwk

      OIYA FUTAGO! Aku juga mau coba ini, tapi kok kemarin waktu ke Blok M malah lupa mau makan ini 😭. Dia sih rame banget ya Kak!! Waiting list 2 jam?! Astagaaa 😭 kalau gitu jangan ke sana pas lagi lapar-laparnyaa, nanti jadi kesal 🀣

      Hapus
    2. Ehemmm mau pamer yg pernah makan di Futago…. ☺️☺️ *kaboooorrrr

      Hapus
    3. @Bayu : Bayuuu!! Bikin ngiler aja nih!! Wkwk. Coba ceritakan waktu ke Futago makan apaaa, biar nanti kami langsung pesan menu yang direkomendasikan Bayu aja 🀣

      Hapus
  9. ramen kuah creamy, ehmmm kayaknya aku belum pernah coba. Kok lupa ya hahahha. Dulu pernah makan di kedai makanan jepang di Jember dan chefnya emang jago banget masakin masakan jepang kayak ramen. Tapi udah lama bangett makannya, makanya amnesia ini hahaha

    aku penasaran sama kawasan Mbloc, kayaknya semua sudutnya cakep buat difoto gitu ya

    BalasHapus

Words of The Dreamer. Theme by STS.