January Books Recap 2023 Edition.

Credit pict by Red Nguyen.


*bersihin sarang laba-laba dari blog*
*ada laba-laba jatuh ke kaki*
*kemudian Lia kabur (lagi)...* 
#plakk
(pembukaan macam apa ini)

Holaaa! Holaaa! Semuanya! Wel..wel..wel.. Welcome back to my blog! Fiuh~ setelah sebulan kemarin nggak nulis apa-apa, aku kembali!! πŸ₯³. Kali ini berkeinginan untuk menuliskan rekapan yang nantinya akan berisi judul-judul buku yang udah selesai aku baca tiap bulannya. Nah, untuk beberapa judul yang paling berkesan akan aku sertakan sedikit ulasan atau kesannya. Semoga bisa rutin, tapi kalau nantinya ada bolong-bolong, mohon dimaafkan ya πŸ˜‚. 


BOOKS

Di Januari 2023 ini, mood bacaku agak naik-turun. Sempat memasuki fase awal reading slump dimana mood baca nyaris hilang dan buku-buku yang aku baca rasanya hambar (emangnya sayur?). Untungnya, aku bisa segera melewati fase tersebut sebelum jatuh terlalu dalam 🀣. Pada akhirnya, aku berhasil menyelesaikan 12 buku di bulan Januari. Apa saja judul-judul yang aku baca? 

Here they are : 
Things Left Behind (non-fiksi), 
A Mosque in The Jungle (kumcer), 
24 Jam Bersama Gaspar (fiksi), 
Nona Penyimpan Rahasia (kumcer), 
Sound: A Comic Anthology (graphic novel), 
Pengukur Bobot Dosa (kumcer), 
The Gravelord With Ribbon (manga), 
A Love Like This (fiksi), 
Bad at Adulting, Good at Feminism (graphic novel), 
Blessed The Daughter Raised By A Voice in Her Head (puisi), 
Pintu Terlarang (fiksi), 
The Boy,The Mole,The Fox and The Horse (buku ilustrasi) (ini aku re-read).

Bacaanku bulan Januari lumayan campur-campur. Ada baca non-fiksi, fiksi, romance, manga, graphic novel sampai kumpulan cerpen. Dari judul-judul di atas, ada 3 buku yang cukup berkesan bagiku~

  • Things Left Behind


Siapa yang tahu atau pernah nonton drakor Move To Heaven? Nah, konon katanya, drama tersebut terinspirasi dari buku Things Left Behind ini. Buku ini mungkin lebih cocok kalau masuk dalam kategori memoir. Yes! Ini buku non-fiksi yang ditulis berdasarkan pengalaman nyata yang dialami oleh penulis. Penulis buku ini berprofesi menawarkan jasa untuk membersihkan barang-barang peninggalan dari orang yang telah meninggal. Tentunya orang yang meninggal tidak selalu dalam keadaan yang enak. Kadang penulis harus membersihkan TKP pembunuhan atau rumah tempat korban bunuh diri. Benar-benar profesi yang berat dan traumatis 😭. Jujur, aku nggak kepikiran kalau ada profesi seperti ini di dunia, makanya setelah tahu, aku benar-benar salut dengan dedikasi mereka yang mau untuk bekerja dalam bidang seperti ini. 

Lewat buku ini, kita akan diajak untuk melihat bagaimana proses mereka membersihkan barang-barang peninggalan dan siapa sangka lewat barang-barang peninggalan, kita juga bisa tahu bagaimana orang tsb bisa meninggal serta sedikit kisah hidupnya yang rata-rata membuat sedihπŸ˜₯. Sebuah buku yang bikin mata terbuka, introspeksi diri, haru, kagum sampai geleng-geleng kepala. Salah satu buku yang aku rekomendasiin banget untuk dibaca, paling tidak 1x seumur hidup.

Bisa dibaca di: Gramedia Digital atau beli buku fisik di Gramedia.

  • A Mosque in The Jungle

Salah satu keinginanku di tahun 2023 adalah lebih mengeksplor bacaan-bacaan yang ditulis oleh penulis Asia seperti Singapur, Malaysia, Vietnam, dll. Kebetulan, salah seorang mutual di Twitter yang sedang membaca buku A Mosque in The Jungle menggambarkan isi bukunya dengan sangat menarik sampai membuatku ingin segera membacanya. Dan betul saja, isi bukunya benar-benar semenarik itu! 😍

Buku ini berisikan kumpulan cerita-cerita horor yang ditulis oleh Othman Work, seorang yang tinggal di Singapur. Cerita-cerita yang ditulis meninggalkan kesan yang "dekat" denganku, mungkin karena daerah tempat tinggal kita dekat jadi vibes cerita horornya seperti mirip-mirip? Selain itu, vibes horor dan menegangkannya juga dapat banget! Cerita The Anklets yang menurutku paling wow, paling horor, paling menegangkan sampai bikin merinding dan kaget🀣.

Ada juga cerita yang bikin aku merasa familiar yaitu yang berjudul A Mosque in The Jungle. Tipikal cerita yang sering banget didengar dari orang-orang yang sering naik gunung. Tipikal cerita yang diceritakan dari mulut ke mulut~. Recommended untuk teman-teman yang suka cerita horor dan ingin mencoba cerita horor karya penulis Asia. (Buku ini ditulis dalam Bahasa Inggris).

Bisa dibaca di: aplikasi Scribd.

  • Nona Penyimpan Rahasia

Kumcer yang 1 ini menyelamatkanku sebelum aku terjatuh ke fase reading slump πŸ˜‚. Yes! Kumcer ini ditulis dengan gaya bahasa yang ringan sehingga saat otak lelahpun, kita masih bisa mengerti cerita-cerita yang disampaikan. Kebanyakan isi kumcernya mengangkat topik wanita dan anak, yang mana menurutku masih jarang ditemukan di kumcer-kumcer lain. Salah satu cerita yang aku suka yang judulnya sama dengan judul buku ini yaitu Nona Penyimpan Rahasia, ceritanya misterius, tapi endingnya jleb πŸ˜₯. Entah kenapa kalau baca buku yang endingnya jleb tuh bikin terngiang-ngiang banget sampai waktu yang lama wk. Anyway, cerita-cerita lainnya juga nggak kalah bagus dan topik yang diangkat juga menarik! Coba deh baca buku ini kalau memang lagi cari kumcer yang ringan, tapi bermakna.

Bisa dibaca di: buku fisik beli di toko Mojok atau Post Santa di Tokopedia.


Nah, itu dia 3 buku yang cukup berkesan untukku di bulan Januari dan ini buku-buku lainnya yang aku baca di bulan Januari~

Dari buku-buku di atas yang teman-teman pernah baca? Atau tertarik untuk baca? Apa buku yang berkesan bagi teman-teman di bulan Januari? Let me know ya!~

46 komentar

  1. Fotonya bagus Lii itu maksudnya tumpukan buku dihias biar seolah2 jadi Xmas tree gitu?

    Di antara list di atas baru baca buku Pintu Terlarang aja. Itu udh cukup la kan. Dan ceritanya bagus (walau agak serem) eh dan ada filmnya juga kan y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes, Kak Vina hahaha. Kreatif banget yaa orang-orang tuh, aku iriii 🀣

      Betul sekali! Jujur aku baru tahu ada filmnya, itu juga karena lihat ada cover buku yang diangkat dari poster filmnya 🀣. Kak Vina udah nonton filmnya?

      Hapus
  2. Lii, aku seneng deh baca rekapan buku bacaan kayak gini :D

    Banyak bangettt judul yang udah kamu baca dalam sebulan! Aku lagi fase baca buku non fiksi nih, tapi sekarang bacanya slow banget, karena tahun ini nggak pasang target harus baca berapa banyak buku, hihi.

    Things Left Behind itu udah narik perhatianku lama, tapi maju mundur karena kayaknya kok gloomy. Hebat banget beneran deh ada pekerjaan seperti itu, nggak mudah kan pasti πŸ₯Ί

    Btw, kamu masih sering baca ebook apa fisik, Lii?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih udah mampir dan baca tulisan ini, Ci Jane tersayang 😘. Aku juga suka baca book wrap-up orang-orang lhooo! Jadi, kapan Cici bikin juga? 😜

      Nggak apa banget! Aku juga bacanya slow mode dan nggak pasang target tinggi, tapi nggak sadar tahu-tahu dapat sejumlah itu saat akhir bulan πŸ˜‚. Btw, Cici sedang baca buku apa? Lagi suka genre non-fiksi apa?

      Things Left Behind ini agak gloomy, Ci πŸ˜‚ tapi sangat insightful lhoo! Benar-benar sudut pandang baru dan bikin nyess bacanya apalagi ini diangkat dari kisah nyata. Bikin kita jadi belajar untuk lebih care ke sesama. Kalau nanti Cici baca buku ini, let me know your opinion about this book ya, Ci.

      Kayaknya 2 bulan ini lagi banyak baca fisik karena mau habisin tbr fisik, Ci 🀣. Cici sendiri bagaimana?

      Hapus
  3. Wooo keren Li bisa baca 12 buku dalam 1 bulan! πŸ‘ Januari kemarin aku malah cuma bisa berhasil nyelesain 2 buku πŸ˜”

    Belom satu pun aku baca dari buku-buku yang Lia sebutin diatas. Tapi buku Things Left Behind kayaknya menarik banget. Aku juga baru tau ada profesi gitu, selama ini tau sih ada orang yang emang pro buat bersihin rumah2 gitu tapi bukan rumah yang ditinggal "pergi" sama orangnya. Bahasanya gimana Li? berat gak atau terlalu kaku gitu? Aku belom pernah baca memoir soalnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Tika, terima kasih! Aku jadi maluπŸ˜‚. 2 buku juga nggak masalah!! Salah satunya yang Paylater or sooner bukan?

      Things Left Behind menarik banget!! Kak Tika udah pernah nonton drakornya yang Move to Heaven belum? Aku juga baru tahu ada profesi seperti itu dari buku ini, benar-benar insightful banget bukunya πŸ˜­πŸ‘πŸ». Bahasanya ringan sekali! Kayak baca essay-essay terjemahan Korea gitu, Kak. Dan ini short chapter jadi buatku nggak bikin bosan bacanya karena selesai beberapa halaman langsung disuguhkan kisah baru yang berbeda.

      Hapus
  4. Liaaa, gimana bagi waktunya bisa baca buku sebanyak itu dalam 1 bulan *angkat topi*
    Btw, aplikasi Scribd itu berbayar ga sih, Li?

    Btw lagi, ini ada dorama ongoing judulnya Starry Night. Premis utamanya sih tentang obgyn dan pemuda bisu 10 tahun lebih muda dari dia yg saling jatuh cinta. Tapi yang bikin aku inget sama Move to Heaven (dan buku Things Left Behind di postingan ini), karena si pemuda ini juga pekerjaannya sebagai staf yang membereskan rumah dan barang-barang peninggalan orang yang sudah meninggal dunia. Terus, yg cukup bikin heartwarming (menurutku), saat dia dan temannya sesama staf 'ngobrol' (pake bahasa isyarat wk) tentang almarhum/almarhumah berdasarkan barang-barang mereka, yang intinya belum tentu juga yang meninggal sendirian itu menjalani hidup yang berat dan kesepian. (Kalau dilihat dari barang-barangnya) bisa jadi mereka live the life to the fullest dan meninggal tanpa penyesalan walau sendirian. Pas scene itu, aku langsung kayak, wah, ini POV lain dari Move to Heaven, nih... (karena belum baca bukunya hhe). Duh, pengen banget ngerekomendasiin dorama ini. Sayangnya belum ada di OTT global dan ga yakin juga bakal masuk. :(((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Hichaaa, hiburanku cuma baca buku jadi bisa baca sejumlah itu πŸ˜‚. Aku jarang banget nonton kecuali ada film/series bagus wkwk.
      Yes! Scribd itu metodenya langganan bulanan, Kak. Mirip Gramedia Digital tapi di Scribd nggak cuma ada ebook, audiobook juga ada.

      Kakk, kok menarik sih doramanyaaa! Ini sisi lain dari Move to Heaven banget soalnya kalau Move to Heaven kebanyakan menonjolkan sisi kesedihannya, kalau Starry Night kayaknya lebih menonjolkan sisi heartwarmingnya ya. Duh, semoga ditayangkan global! Kalau nanti Kak Hicha dapat info soal dorama ini ditayangkan global, kasih tahu aku yaa.

      Hapus
    2. Nimbruung~ kabarnyaa Starry Night akan masuk ke Viki πŸ˜†

      Hapus
    3. Huaaa!! Excited sangat!! πŸ₯Ί. Kak Eyaaa please let me know kalau udah masuk di Viki yaa! Karena aku nggak terlalu update dorama di sana, takut kelewatan πŸ˜‚

      Hapus
  5. Belum ada yg kubaca buku2 di atas Li. Gila sih tahun ini kayaknya bakal jadi tahun termalesku baca buku 🀣🀣. Udh Feb, dan buku yg aku baca belum tamat2 dari awal Januari. Padahal halamannya cuma 600an. Yg mana kalo pas THN lalu itu sih standard buku yg aku baca biasanya

    Tapi memang THN ini fokusku ga ke buku sih. Jadi jujur ga ngoyo banget bacanya.

    Bacaanku lebih banyak ke blog sih Li. Jadi walopun aku spare 3 jam buat baca, tapi itu kebanyakan baca blog orang πŸ˜„.THN depan aja aku fokus ke buku lagi πŸ˜…

    Menarik sih buku2 di atas. Apa aku banyakin baca kumcer kali Yaa biar cepet selesainya 🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lagi mode slow reader ya, Kak Fanny 🀣. Tapi nggak apa banget! Kalau aku, karena hiburanku lebih ke arah baca buku jadi aku lumayan sering baca dibanding nonton. Kak Fanny sedang baca buku apaa? Tahun ini lebih fokus travelling ya, Kak? Balas dendam karena pandemi kemarin? 🀣

      Kebalikan dariku, aku malah lagi jarang BW karena lebih sering baca buku dan Twiiter jadi udah keburu capek duluan mau BW . Semoga bulan ini bisa rajin BW lagi kayak Kakak 🀭
      Bisa banget baca kumcer biar bisa cepat selesainya 🀣 atau baca yang 200-300 hal aja, Kak, lumayan banget bantu kurangin TBR wkwk

      Hapus
    2. Iya nih, ntr kalo buku yg skr udh selesai, aku mau ke buku2 tipis aja dulu. Biar ngurangin tumpukan. Yg skr lagi baca The kitchen God's wife, dari penulis Amy Tan. Agak lambat sih alurnya, makanya ngaruh ke mood bacaku hahahahah

      Hapus
  6. AKU PENGEN BACA The Boy,The Mole,The Fox and The Horse KAK!
    and anyway, buku pohon kesemek baru kubeli, hehehe... dan siap kubaca minggu ini!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo baca, Kak Ady! 🀭. Baca digital di Scribd aja kalau mau, Kak wkwk
      Huaaaa cepat sekali langsung dibeli dong 🀣. Ditunggu review dari Kak Ady ya!

      Hapus
  7. Halo kakak welcome back, ati2 di gigit laba2 entar jadi spider girl wkwk

    Diantara buku diatas yg paling bikin penasaran mungkin yg kisah nyata itu, yg berprofesi membersihkan TKP pembunuhan, ga kebayang gimana rasanya tapi dia bisa sekuat itu melawan rasa takut dan malah dia bikin buku, tentunya pas menulis buku itu dia sambil mengingat2 dan iihhh gimana klo tiba2 ada hantu muncul dan hantu itu masuk ke buku dan mencolek pembacanya 🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, Kak Jaey! Terima kasih udah mampir dan terima kasih untuk peringatannya. Syukurnya saat ini aku masih aman, belum jadi spider girl 🀣

      Iya kan yaaa! Pasti dia kalau lagi menulis juga keinget kisah-kisahnyaaa, makanya traumatis banget kerja dengan profesi seperti ini. Salut banget sama mereka πŸ˜­πŸ‘πŸ». Jiakakakak kalau ada hantunya jadi buku terkutuk dong, Kak 🀣

      Hapus
  8. Yuhuu Kak Lia keren banget, sebulan habis 12 judulπŸ‘.

    Udah dari lama tertarik sama "Things Left Behind", cuman ketunda mulu karena beli judul yang lainπŸ˜‚. Menengok review Kak Lia yang ngebuat semakin penasaran, buru-buru ngumpulin cicis buat beli fisiknya.

    Btw yang "A Mosque in The Jungle" apakah ada bagian cerita Jumping Candy (alias Pocong)? Jarang ngelirik hantu ASEAN, mentok di Malay atau ThaiπŸ˜†.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Juna! Terima kasih udah mampir ya πŸ˜†

      Ayo ayo coba bacaaa! Atau kalau mau yang lebih murmer dan mudah diakses, bisa baca di Gramedia Digital atau Ruang Buku Kominfo (aplikasi).

      Oiyaaa! Seingatku nggak ada, perasaanku cuma ada hantu perempuan aja πŸ˜‚. Jadi penasaran kalau di negara ASEAN lain jenis hantunya apa saja πŸ˜‚

      Hapus
  9. Wah..lia akhirnya balik lagi..udh lama ngintip..koq masih blom ada yg baruπŸ˜‚..omong"kayaknya serem ada profesi beres"rumah orang meninggal yg ga wajar,tapi balik lagi .kalo inget profesi juru rias mayat..pan sama juga seremnya...tapi sama"mulia,saya kebanyakan baca blog temen"LiaπŸ˜πŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, Kak Hen! Huhuhu maaf ya udah sering ngintip tapi nggak ada postingan baru terus 😭. Semoga postingan baru ini mengobati kerinduan Kakak *halah*
      Oiya, benar juga ada profesi merias mayat, sama juga seramnya menurutku. Keduanya sama-sama profesi yang butuh nyali dan tekad besar untuk bisa bertahan. Salut sekali dengan mereka-mereka πŸ‘πŸ»
      Kakak rajin BW sekaliiii πŸ˜†. Aku jadi malu karena belakangan ini jarang BW πŸ˜‚

      Hapus
  10. Sungguh luar biasa. 12 buku dalam satu bulan. Kalau aku sih ga bakal bisa..hahhahaa
    Bisa menyelesaikan 2 buku saja udah luar biasa. Tapi minimal 1 buku lah. Sekarang bingung mau baca buku yang mana dulu. genrenya beda-beda..wkwk

    Kalau naik gunung aku biasanya bilang ada indomaret di atas. Biar semangat jalannya. Walaupun itu tidak pernah ada sama sekali. Paling ya warung milik warga lokal. Bahkan ada pecel yang dijual di atas ketinggian 3000mdpl. Warung pecel tertinggi di jawa :D

    gimana rasanya baca manga? Manga seperti apa yang dibaca?
    aku biasa baca manga dan pernah maraton sampai ratusan episode..wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Rivai, 1 atau 2 buku juga sebuah pencapaian lhooo! Sekarang lagi ada genre apa di TBR? Sampai bingung begitu pilihnya hahaha

      Wkwk ternyata Indomaret bisa ya dijadiin reward setelah perjalanan panjang 🀣, tapi kalau dipikir-pikir emang Indomaret semacam angin surga banget sih kalau semisal ada di puncak gunung 🀣. Serius ada warung pecel lele di atas gunung?! Mantap sekali penjualnya!! Daebak kalau pakai bahasanya Kak Eno πŸ˜­πŸ‘πŸ»

      Aku cukup sering baca manga, apalagi kalau lagi habis baca yang berat-berat dan butuh penyegaran otak, langsung deh larinya ke manga, jadi rasanya cukup menghibur hahaha. Kalau manga, aku agak random sih bacanya. SpyxFamily atau Miiko aku suka, manga yang manis-manis atau manga horor seperti dari komikus Junji Ito juga aku baca. Kalau Kak Rivai suka manga yang seperti apa?
      Mantap ratusan episode 😭. Jangan bilang manga yang dimaksud adalah One Piece? Wkwk

      Hapus
    2. Kalau di atas meja ada buku madilog dan dari penjara ke penjara nya tan malaka, ada buku traveling (kelana dan interval), kmudian ada chicken soup. Tpi kpikiran baca anak segala bangsa-nya pram..belun menentukan mau baca yg mana..wkwkwk

      Bukan pecel lele. Tapi pecel sayuran+sambel kacang. Namanya pecel mbok yem di gunung lawu. Legend banget pecelnya

      Aku bacanya online. Obr piece ga ngikuti karena sdah ketinggalan banyak chapter. Terakhir baca radiation house. Blum kelar sih karena nunggu yg translate bahasa indonesia. Kmudian baca blue lock yg sudah sampai 200 episode..nah ini yg aku baca dalam bbrapa hari 🀣🀣

      Hapus
  11. Wahhh dapat racun baru nih: Things Left Behind dan A Mosque in the Jungle. Racun dorama juga dapet: Starry Night. xD Thank you Li!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo dimasukan ke keranjang dulu biar nggak lupa, Kak Endah 😜

      Hapus
  12. Liaaaa kamu ngelibas Buku 12 biji dalam sebulannn... wakakakak Gilsss Keren Banget. Ini mah jumlah buku yang aku baca dalam setahunn πŸ˜„... Angkat jempol lah ini mah.. 4 sama yang di kaki.. Ehh 8 deh sama jempolnya Brian 🀣

    Anddd terimakasihh Liaa buat Racunnya..
    THR fix sih belanja banyakk.. Jiaakhh πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bayu bisaan ajaa πŸ˜‚πŸ˜‚. Sekalian sama jempolnya Moza biar tambah banyak, Bay πŸ€ͺ *kok jadi maruk*
      Wkwk siap-siap akan aku racuni lagi ke depamnya 🀣

      Hapus
  13. Aku penasaran sama pendapat Lia tentang 24 Jam Bersama Gaspar karena itu salah satu favoritku hahahaha btw aku penasaran sama A Mosque in The Jungle jugaa, kayaknya belum pernah baca buku dari penulis Singapore 😜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Eyaa, aku agak mixed feeling sama Gaspar wkwk di satu sisi humornya lucu, tapi di pertengahan aku bosan kayaknya karena aku expect ini cerita detektif 🀣 terus greget sama ending si kotak hitamnya. Kezel πŸ™ƒπŸ˜Œ. Sepanjang baca, aku bayangin Gasparnya tuh si Reza Rahardian seperti yang di trailer filmnya dan kayaknya cocok banget sih Reza wkwk.

      Ayo baca di Scribd, Kak! 😝

      Hapus
  14. Aku penasaran sama The Gravelord With Ribbon dan The Boy,The Mole,The Fox and The Horse. Kedua buku ini ada di Scribd ya Li?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau The Gravelord ini adanya versi fisik, beli di Gramed ada, Kak Woro hihihi. Kalau The Boy ada di Scribd :D

      Hapus
  15. Uhuy banget Lia baru bulan Januari tapi udah baca 12 buku wkwkwk..

    Anyway ternyata Lia udh baca pintu terlarang juga! Gimana menurutmu Liii?? Ini ada filmnya juga loh, cuma aku belum nonton sihπŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mood membacanya lagi woooshhh menanjak gunung banget, Kak Reka 🀣. Semoga bisa bertahan terus moodnya demi membabat TBR fisik WKWK

      Yesss!! Aku baca Pintu Terlarang karena baca review dari Kak Reka wkwk. Ini endingnya cukup plot twist 🀣. Aku juga belum nonton filmnya, tapi aku kurang tertarik, Kak wkwk. Kak Reka udah nonton series Katarsis?

      Hapus
    2. Pintu terlarang ini bagus lhooo menurutku ya thriller yg ngebongkar juga masalah KDRT thdp anak...isu nya menarik Lii.

      Nah belum nonton nih, Lia ada rencana nonton kah?

      Hapus
    3. Setujuu! Isu yang diangkat menarik dan pengemasannya juga bagus sih, Kak. Kakak udah baca karya lainnya dari sang penulis?

      Nggak, kayaknya aku nggak akan nonton filmnya πŸ˜‚. Kakak Reka sendiri gimana?

      Hapus
  16. Luar biasa banyaknya itu buku², bisa berbuku-buku, seperti ruas² bambu yang tak terhitung jumlahnya .... #niat

    BalasHapus
  17. Ehem… (sambil benerin dasi)
    Dua kaya untuk Mbk Lia.

    Keren Sekali (gebrak meja sampe tangannya sakit)

    Membiasakan untuk membaca buku adalah salah satu target saya di tahun 2023. Saya sudah beli “This is The End”.

    Tapi setelah selesai baca bukunya sampai habis kok gak ada apa-apa pada diri saya, gak ada rasa penasarab untuk baca buku yang lain.

    Jujur saya kaget mbknya bisa baca buku sampe sebanyak itu (menurut saya banyak).

    Okelah, saya juga gak mau kalah.
    Saya mau mulai baca lagi. Mungkin buku-buku yang sudah direview di atas bisa jadi salah satu target baca saya selanjutnya.

    Terima kasih atas informasi bermanfaaatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah mampir, Kak Nuhid :D

      Mungkin harus dicoba baca buku lain, barangkali nanti ketemu genre yang bikin Kakak jadi tertarik untuk baca buku lainnya hahaha. Semangat!

      Hapus
  18. Baca ini saya jadi pengen melipir ke dinding sudut ruangan, wakakakaka.
    Luwar biasa dirimu say, 12 buku dalam sebulan, mana bukunya bukan kaleng-kaleng pulak!
    Saya bisa sih baca 12 buku sebulan, asal komik donald bebek wakakakakak.
    Dirimu emang kereeeeennnn Lia!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Rey, jangan melipir dong, di sini ajaaa 🀣.
      Sayangnya Donald Bebek udah nggak ada di sini, sedih 😭. Btw, itu 12 buku juga ada yang komik kok, Kak wkwk

      Hapus
  19. Keren banget Mbak Lia bisa sempat baca banyak buku. Di bulan Januari, aku menyelesaikan satu buku yang dah dimulai dari November ga kelar2 wkwkkwk. Buku tentang pernikahan #ehhh


    Oh ya bukan Januari sih, lebih tepatnya awal Februari selesaikan buku ini. Mahkota Pengantin, judulnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiaaa hiaaa ada pengantin baru nih nongol di kolom komentar 🀣. Pas banget dimulainya saat sedang PDKT yaaa wkwk semoga bulan ini selesai membaca!

      Hapus
  20. omaigoddd ini mah listnya udah termasuk banyak hahaha, buku baru aku yang dibeli beberapa bulan lalu masih plastikan wkwkwk
    sepertinya buku nona penyimpan rahasia ini bagus juga ya, satu buku ada banyak cerita gitu.
    terus things left behind juga menarik

    aku kalau udah di meja "kerja" di rumah, cuman membatin aja "kapan nih buku dibuka, dibaca", tapi malah ga dibuka-buka. Yampun entah kenapa akhir akhir ini kayak terdistraksi sama yang nggak penting penting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo pelan-pelan dicicil baca buku yang ditumpukkannya, Kak Inun :p
      Nona Penyimpan Rahasia sama Things Left Behind buagusss, Kak! Recommended deh hahaha

      Hapus

Words of The Dreamer. Theme by STS.