Na Willa dan Rok Biru.


Fase baru kehidupan Na Willa dimulai! Yey! 🙌🏻

Na Willa dan Rok Biru menceritakan tentang hari-hari Na Willa yang mulai memasuki jenjang SMP. Iya! SMP! Aah~ Na Willa kita yang mungil itu kini sudah beranjak remaja 🥺.  Kalau di buku-buku awal kita melihat bagaimana kepolosan dan kegemesan seorang Na Willa, pada seri kali ini, Na Willa memang masih terlihat polosnya, tetapi, kehidupan membuatnya mengenal hal-hal baru yang jauh lebih beragam dari dunia kanak-kanaknya 😍. 


Cerita diawali dengan Na Willa yang sedang membereskan buku-buku dan seragam lamanya. Semua masuk kotak katanya. Lalu, cerita bergulir ke hari-hari Na Willa duduk di bangku kelas 1 SMP hingga kelas 3. 

Na Willa mulai belajar aljabar dan tidak menyukainya (aljabar memang memusingkan! 🤣😭). Na Willa pun mulai mengenal penyanyi-penyanyi keren yang membuatnya ngefans sampai memborong kasetnya satu per satu. Lalu, Na Willa juga memasuki fase mulai menempel-nempel poster yang didapatkan dari bonus majalah pada dinding kamarnya. Wow! Meskipun latar kehidupan Na Willa sekitar tahun 1970-an, tapi aku masih bisa relate dengan fase hidup yang dialaminya 😆. Bukankah kita semua pernah menempel poster bonus majalah di kamar kita? Atau paling tidak, kita punya salah satu teman yang melakukan hal itu? Hayo ngaku! 🤣. 

Pada seri ini kita juga diperkenalkan dengan teman-teman baru Na Willa semasa sekolah. Ada Juni, Sam, Mulyati, Darius, dan Tony. Sahabat Na Willa di masa SMP ini adalah Juni, yang sangat menyukai Koes Plus sampai tiap minggu menuliskan surat untuk mereka, tapi sayangnya tidak pernah mendapatkan balasan 😭. Na Willa juga mengalami momen dimana sampai harus berbohong kepada Pak dan Mak karena dia menghabiskan malam dengan marathon membaca buku sampai lupa tidur 😂. Memang kalau sudah ketemu buku yang seru tuh susah banget buat lepas ya! 😂.


Di buku ini, kita akan melihat Na Willa yang mulai memasuki masa pubertas dimana perubahan fisik dan emosional mulai terlihat. Na Willa bisa tiba-tiba kesal sama Mak karena banyak tanya, padahal Mak tidak bermaksud buat kesal. Seketika langsung teringat ke momen-momen aku di masa SMP yang juga seperti Na Willa. Entah kenapa ada hari dimana malas ditanya-tanya, tapi nggak tahu juga kenapa malasnya 🤣. Ternyata ini fase umum yang dialami remaja puber ya 🤣. 

Na Willa juga melalui fase diejek iseng oleh temannya soal cinta-cintaan sampai dia kesal sendiri 😂. Dan diam-diam sepertinya 2 orang teman lelaki Na Willa ada menyimpan perasaan suka kepadanya (setidaknya ini asumsiku) 🤣🙊. Duh, momen-momen seperti ini lucu banget kalau diingat-ingat ya! 🤣. Siapa yang dulu rela ngasih pinjam koleksi buku atau kaset favoritnya ke orang yang disuka? Angkat tangan! 🤣. 

Na Willa juga melalui fase deg-deg-an menunggu hasil ujian kelulusan sekolah. Duh, ingat banget momen-momen ini rasanya nervous banget menunggu hasil pengumuman. Perasaan takut nggak lulus dan rasa takut malu tinggal kelas yang dialami Na Willa, aku bisa relate banget 🤣. Tidur rasanya nggak nyenyak banget di malam sebelum pengumuman kelulusan. Rasanya ingin percepat malam dan langsung cepat-cepat saja ke sekolah agar bisa cepat tahu apakah lulus atau tidak 😂. 

Setiap bab dari Na Willa dan Rok Biru ini seolah membawa kita yang sudah dewasa kembali pada momen-momen sewaktu kita seumuran Na Willa. Memori yang mungkin sudah mulai pudar dari ingatan kita, tiba-tiba muncul kembali ketika membaca bab demi bab pada buku ini. Ditulis dengan kosakata yang ringan serta kalimat yang mudah dipahami, membuat buku ini cocok dibaca segala kalangan usia dan cocok sekali untuk dibaca dalam sekali duduk atau untuk mengisi sore hari yang kosong ketika sedang akhir pekan 🌸. 

Sedari awal, aku sudah sangat suka dengan kehangatan kisah Na Willa. Rasanya senang sekali ketika menutup seri kali ini dengan perasaan hangat itu lagi. Perasaan hangat dan nostalgia yang sangat menyenangkan. Rasanya seperti diajak naik mesin waktu ke masa lampau untuk melihat hari-hari Na Willa sambil mengingat momen-momen yang dialami diri sendiri di masa-masa itu 😆. Bu Reda sekali lagi berhasil membuatku semakin menyukai seri Na Willa. Aduh, bagaimana kalau seri Na Willa berakhir?! Pasti akan menjadi hari patah hati sedunia 😭💔. 


Di setiap buku-buku terbitan POST Press, bukan cuma isi bukunya yang aku nantikan, tapi juga bagian kolom "Surat dari Penerbit" ini. Cerita di balik layar serta kesan dari Maesy dan Teddy selaku editor dan penerbit selalu sukses meninggalkan kesan mendalam pada setiap menutup buku yang diterbitkannya. Apalagi pada buku Na Willa, rasanya betul-betul cocok sekali menaruh Surat dari Penerbit ini di akhir perjalanan Na Willa 🥹. Pokoknya, jangan pernah melewatkan kolom yang satu ini! 

Adakah yang sudah membaca Na Willa dan Rok Biru? 😆. 

Posting Komentar

Words of The Dreamer. Theme by STS.
My Melody Is Cute