Begin.


Buku Begin bercerita tentang karakter utama yang disebut "Gue" (selanjutnya disebut G) yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang sudah lama dibangun dengan kekasihnya pada masa itu. Meski perpisahan ini adalah keputusan kedua belah pihak, rasa sedih dan patah hati tentu tidak bisa dihindarkan. Meski demikian, G mencoba untuk bangkit melalui hari-harinya dimana G tetap harus bekerja meski kondisi hati sedang tak karuan 😭. 

Kebetulan dalam urusan pekerjaannya kali ini mengharuskan G untuk pergi ke Hongkong yang merupakan salah satu tempat yang banyak menyimpan kenangan manis antara G dan mantan kekasihnya. Di tengah banyaknya sudut di kota Hongkong yang membawa kenangan masa lalu, G tetap berusaha untuk melalui hari-harinya di Hongkong sambil refleksi diri dan berproses untuk mengenal dirinya lebih mendalam ✨ 

Patah hati itu nggak enak banget ya 😭

Aku masih ingat momen-momen ngalamin patah hati. Makan nggak nafsu, ngapa-ngapain nggak nafsu, cuma ingin tiduran aja seharian sambil mengurung diri menggunakan selimut supaya nggak kelihatan kalau lagi nangis-nangis kecil 🤣. 

Begitupun dengan Si G di momen-momen awal ketika mengalami patah hati. Kebayang banget rasa sedih, merana dan nggak nafsu untuk ngapa-ngapainnya 😭. Rasa sedih dari momen patah hati ini terasa sekali menembus lembaran kertas fisik sampai ke hati pembaca 💔, tapi, jangan khawatir! Karena pada bab-bab berikutnya, kita akan diajak untuk melihat G yang mulai mendapatkan pengalaman-pengalaman baru di tengah kesedihannya 🥺. 

Aku suka sekali dengan setiap momen yang diceritakan pada buku Begin ini. Dari mulai saat G bertemu seseorang di kedai Dim Sum, saat si G bertemu dengan seseorang lainnya di toko buku yang ternyata pemilik LP Cafe Bar sampai momen G berlibur kembali ke Hongkong bersama temannya yang baru saja mengalami perceraian 🥲.

Jujur, momen G bertemu dengan stranger di kedai Dim Sum bikin aku salah fokus 🤣. Aku malah jadi berpikir bahwa solo traveling ternyata tidak se-menyeramkan itu dan malah ketika kita membuka diri untuk lebih welcome dengan orang asing, kita mungkin bisa mendapatkan hal baru yang menyenangkan dan tak pernah terbayangkan sebelumnya 🙈. 

Lalu, siapa sangka?! Momen pertemuan dengan stranger lainnya di toko buku ternyata mendatangkan memori yang tak terlupakan 🙊. Duhh, sudah seperti adegan di buku-buku romance gitu 🤣

Tapi kalau harus memilih, aku paling suka dengan momen saat G berlibur bersama temannya di Hongkong karena pada momen ini ada banyak hal-hal dari percakapan mereka yang bikin aku ikutan merenung dan berpikir ulang terutama tentang sulitnya mempertahankan sebuah hubungan 😭.

Salah satu ucapan teman G yang bikin ngena banget adalah 
"To be honest, I don't know why I still defend him, though he hurt me badly and the wound still lingers to this day. Maybe deep down, I'm afraid people will think I'm stupid for choosing to love him, and that my decision to marry him was a mistake." - halaman 240. 

Seringkali aku mendengar cerita orang-orang yang masih terkesan membela pasangannya padahal sudah disakiti berkali-kali. Kalimat di atas bikin aku mikir bahwa mungkin sesungguhnya bukan karena ingin membela pasangannya tsb, tapi mungkin deep down inside, orang-orang takut dicap "bodoh" oleh orang lain dan takut menyadari fakta bahwa pilihan yang diambil adalah sebuah kesalahan 😭. Dan, setelah dipikir-pikir hal ini berlaku dalam banyak hal~ seringkali kita mungkin takut dicap buruk oleh orang lain dan takut mengakui bahwa pilihan kita adalah sebuah kesalahan 😭. 

"I think we need to get used to admitting. Admitting that we can make mistakes in our decisions, which I think, that's okay. Admitting our mistakes, and then learning from it can help us make a better decision. That way, we won't limit ourselves and give ourselves room to grow as individuals."

Kalimat berikutnya pada halaman yang sama bikin aku tersadar bahwa it's okay to admit kalau kita bisa membuat kesalahan dan itu bukalah sesuatu yang buruk, malahan dari sana kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik lagi ✨  

Di balik semua cerita yang kesannya lebih banyak sedih dan patah hati ini, ternyata my beloved author mempersiapkan sesuatu yang manis menjelang akhir buku 😋. Dijamin bikin mesem-mesem dan gemes sendiri pas baca part ini 🤣. Boleh minta diperbanyak nggak sih momen-momen gemes seperti ini? 🤣 

Anyway, nggak terasa ini sudah buku ke-9 karya my beloved author yang aku baca dan sejauh ini karya-karyanya selalu memuaskan!! ❤️ Semakin banyak membaca karya my beloved author, semakin aku menyukai karakter G dengan segala pemikirannya dan self awarenessnya yang begitu dalam 🥺. Aku juga nggak pernah sama sekali merasa bosan ketika membaca buku-buku beliau, malahan aku sayang-sayang biar nggak cepat habis isi bukunya 😭. Nggak cuma itu, buku-buku beliau selalu punya tema menarik serta selalu memberi banyakkkk insight yang menarik ❤️. 

Overall, buku Begin ini cocok sekali buat teman-teman yang ingin mengenal gaya kepenulisan my beloved author, buat yang sedang mengalami patah hati, dan buat teman-teman yang sedang punya keinginan untuk menyusun ulang kehidupan (sejujurnya, buku ini cocok untuk siapa saja karena sebagus itu isi bukunya 😭 🌸). 

1 komentar

  1. ketemu stranger saat jalan aku beberapa kali ngalamin... tapi memang ga pernah bener2 solo traveling yaaa. krn aku sendiri ga suka solo traveling... ntahlah Li, aku nih tipe yg kalau jalan ya hrs ada temennya.. hrs ada temen ngobrol yg aku kenal dan merasa klik... kalaupun nanti ketemu stranger, setidaknya aku ga harus sendirian ngobrol dengan dia, krn biasanya aku blm klik saat itu :D

    bener sih, kadang kita merasa malu mengakui kesalahan... malu krn udah milih dia sebagai pasangan hidup, padahal orangtua udh wanti2 dia ga bagus untuk kita.. aku pernah ngalamin soalnya.. Tapi at least, di saat aku akhirnya sadar, thank god keluarga masi mau menerima tanpa ada judgement apapun.. Ga ada kata2 "Udah dibilaaaaaang" , "Rasain kan" dan perkataan nyakitin lainnya.

    dan itu yg mau aku tekanin juga ke anak2, kalau nanti mereka salah ambil jalan, mereka boleh kembali kapanpun ke kami, tanpa perlu takut kami (orangtuanya) judge

    BalasHapus

Words of The Dreamer. Theme by STS.
My Melody Is Cute