This little fairy will have her own little fairy soon!
Ini semua dimulai waktu aku sadar sudah telat beberapa hari semenjak siklus mens terakhir. Awalnya masih kepikiran "ah, mungkin memang lagi telat aja, kan kadang suka kelewat beberapa hari", jadi nggak terlalu dipikirin, malah masih bisa becanda sama Husbu dengan bilang "perutku ada isi hamburger nih" dan ternyata oh ternyata... π€£
Sehari sebelum ulang tahun Husbu, akhirnya aku memutuskan untuk membeli test pack di online shop karena pikirku kalau memang hamil, berarti ini akan menjadi surprise hadiah ulang tahun Husbu π. Order test pack sambil deg-deg-an karena takut ketahuan Husbu dan takut juga gimana kalau beneran hamil, tapi gimana juga kalau ternyata nggak hamil π. Pokoknya, mixed feeling banget!
Malam sebelum test, aku pun nggak bisa tidur dengan pulas. Rasanya ingin cepat-cepat pagi biar bisa segera test (karena test pack harus dari pipis pertama saat pagi hari agar hasilnya lebih maksimal). Bahkan sampai kebawa mimpi dan di mimpi itu hasilnya positif π cuma aku nggak mau berekspetasi tinggi karena takut sedih banget misal hasilnya nggak sesuai harapan. Apalagi, tiba-tiba di malam itu, pinggang dan pahaku rasanya nyeri banget seperti mau mens, jadi aku berpikir kayaknya mau mens deh, jangan berekspetasi apa-apa π.
Saat itu sekitar jam 3 atau 4 subuh, akhirnya aku bangun dan memutuskan untuk test. Diam-diam aku ke kamar mandi supaya Husbu nggak kebangun π€£. Duh, rasanya nervous bangettttt!! Jantung debar-debar, otak ngeblank, dan tangan nggak berhenti gemetar waktu memegang alat test π. Aku masih ingat momen waktu menggunakan alat test. Ngelihat alatnya yang pelan-pelan mulai basah, kondisi jantungpun semakin berdebar-debar, lalu mulai muncul 1 garis dan kemudian... Muncul garis merah berikutnya dengan terang benderang... Lalu, mataku langsung terbuka lebar, tanganku makin gemetar, jantungku makin berdebar-debar alias shock banget! π€£. Masih nggak percaya karena barangkali alatnya salah, jadi aku pakai semua alat test yang udah aku beli satu per satu dan semuanya menunjukan 2 garis merah terang benderang yang artinya aku positif π✨.
Dengan badan yang masih nggak karuan setelah habis melihat hasilnya, aku mencoba tidur kembali, niatnya sih mau kasih tahu Husbu sewaktu pagi aja, tapi ternyata aku nggak bisa tidur lagi dan berakhir dengan bangunin Husbu yang sedang tidur lelap π€£. Gimana reaksi Husbu waktu dikasih lihat hasil yang positif? Dia dengan kondisi yang setengah sadar bilang "jadi ya?" sambil ketawa kecil dan aku cuma bisa manggut-manggut π€£.
Setelah melihat hasil test pack yang positif, kami berdua berusaha tidur kembali, tapi ternyata Husbu-pun nggak bisa tidur lagi HAHA. Dia lalu bertanya "jadi kita harus gimana?" aku bilang coba besok kita cek ke Puskesmas karena setahuku kalau mau lahiran pakai BPJS, kita harus ada riwayat kontrol di Puskesmas minimal 3x. Jadi, paginya kita coba cek ke Puskesmas.
Begitu kami cek di Puskesmas, sayangnya, di sana kami nggak mendapatkan hasil yang diinginkan. Nggak ada cek USG saat itu, cuma dikasih tablet tambah darah dan disuruh balik lagi minggu depan untuk jadwal USG. Kata bidannya, kalau dicek sekarang pun belum ada apa-apanya karena berdasarkan perhitungan baru 5 minggu, jadi lebih baik nunggu minggu depan aja π. Akhirnya, kami pulang dan perasaanku bingung. Niatnya ingin memastikan apakah hasil testnya betul, tapi jawaban yang kami dapatkan tidak sesuai harapan π. Aku pun berusaha sabar menunggu jadwal USG di minggu depannya~ jadi, selama semingguan aku harap-harap cemas tiap harinya π
Tibalah seminggu kemudian, aku yang udah nggak sabar buat memastikan semua ini sedangkan jadwal USG Puskesmas masih 2 hari lagi, memutuskan untuk pergi USG mandiri ke klinik Obgyn terdekat dan ternyata keputusanku nggak salah! π.
The First Heartbeat πππ
Di pemeriksaan USG pertama, kami langsung bisa melihat ada janin kecil di dalam kantong hamil dan kami juga diperdengarkan suara dari detak jantungnya π. Seketika bikin mata berkaca-kaca waktu mendengarnya π₯Ί. It's real!!! Setelah seminggu harap-harap cemas, ternyata betulan ada lil baby di dalam perut kecil ini π₯Ί. Rasanya nggak nyangka bangetttt, rasanya seperti mimpiiii, aku pun kayak ngeblank aja gitu sampai selesai bayaran di kasir pun masih kayak kosong. Barulah begitu tiba di parkiran, aku nangis bercucuran air mata seolah baru sadar kembali π€£. Rasanya nggak nyangka dan bahagia waktu mengingat kembali bunyi detak jantungnya pertama kali π₯Ίπ.
Setelah dari klinik, kami langsung pergi ke rumah mom-in-laws berhubung rumah mom yang dekat dengan klinik. Aku masih ingat reaksi mom begitu dikasih lihat hasil USG~ mom pertama bingung kertas apa ini hitam-hitam, lalu begitu sadar, mom langsung peluk aku sambil lompat lompat kecil dan nangis haru π₯Ίπ, hueee, pokoknya malam itu penuh dengan tangisan haru dan kebahagiaan π₯Ί. Mom nggak pernah minta kami untuk cepat-cepat punya anak, tapi ternyata mom jadi orang yang paling emosional di hari itu π₯Ί.
Lalu, gimana kelanjutan USG di Puskesmas? Kami tetap datang 2 hari kemudian agar tahu bagaimana sih kalau USG di Puskesmas. Ternyata betul keputusan kami untuk USG mandiri di klinik Obgyn karena hasil USG di Puskesmas kurang memuaskan π₯² .Berhubung rencanaku ingin lahiran normal, sedangkan kalau lahiran normal dengan BPJS tidak bisa di rumah sakit, kami melanjutkan kontrol bulanan secara mandiri di klinik Obgyn saja π«£.
Selama trimester 1 aku merasakan gejala mual-mual selama 5 minggu π. Syukur banget nggak sampai muntah, tapi lumayan bikin susah makan karena mual. Lalu, ada kecenderungan ingin makan yang asem-asem atau asem-pedas~
Awalnya sebelum test pack, aku tuh ngerasa sakit asam lambung yang mana nggak pernah aku alami sebelumnya π, tapi di situ aku belum tahu kalau hamil jadi aku ngerasa asam lambungku tinggi aja gitu HAHAHA. Aku merasa agak aneh sih karena bawaannya mual terus selama beberapa hari, barulah aku sadar setelah test pack bahwa ini adalah morning sickness π€£. Pada trimester ke-2 rasanya kayak balik ke momen sebelum hamil. Makan apa aja enak, badan rasanya segar bugar, beda banget sama masa-masa di trimester 1 π.
Anyway, orang hamil tuh lucu yaaa, Waktu masih trimester ke-1, selalu ngelihatin perut dan bertanya ke Husbu apakah bumpsnya udah kelihatan kah~ lalu, sering buka apps tracker buat lihat baby sekarang sudah sebesar apa, tapi begitu masuk trimester ke-3, pertanyaannya berubah menjadi "perut aku besar banget ga sih!! kok kayak besar banget?" π€£ *menangislah Husbu di Bawah shower*
Menjelang hari-hari terakhir sebelum menjadi orang tua, rasanya mixed feeling sekaliii. Di satu sisi, aku nggak sabar ingin main-main sama lil baby, tapi di satu sisi juga aku takut, takut gimana pas lahiran nanti, takut nggak bisa menjadi orang tua yang baik, takut nggak bisa menjadi partner yang baik, pokoknya kalau dipikirin tuh ada aja rasa takutnya. Di masa-masa sekarang ini cuma bisa menguatkan diri dengan percaya kalau Tuhan sudah mempercayakan seorang anak ke dalam hidup kita, Tuhan pasti akan selalu menyertai, menuntun dan melindungi kita selalu.
Semoga apapun yang sedang kita alami saat ini, kita bisa selalu hidup di dalam lindungan-Nya ya π©·


Posting Komentar