My Minimalist Book Collection.

Rabu, 10 Juni 2020




Sewaktu kecil, aku suka sekali membaca buku-buku komik dan buku cerita bergambar lainnya, lalu seiring berjalannya waktu, buku-buku yang aku baca-pun naik tingkat. 

Dari mulai baca cerpen romantis ala-ala anak menjelang remaja—prince charming idola semua gadis remaja, sampai baca novel romantis unyu-unyu ala percintaan anak SMA—yang cowoknya nakal tapi romantis kayak Dilan gitu, hingga belakangan ini, kesukaanku adalah membaca buku-buku seputar pengembangan diri dan novel misteri. Maklum, udah makin tua, baca novel romantis ala anak SMA malah jadi ngerasa cheesy tapi gemesin sih—lho?!

Buku-buku yang aku miliki dulu, jika dikumpulkan semua, bisa memenuhi 3-4 dus air mineral. Ini termasuk banyak atau sedikit ya? Hahaha.

Dulu, buku-buku yang aku beli, baik dari uang jajanku atau dibeliin orangtua, pasti aku rawat sebaik mungkin. Aku bungkus buku-buku tersebut pakai sampul plastik sebelum dibaca dan pas lagi dibaca, baliknya harus super hati-hati biar halamannya nggak lecek, kalau keringetan, harus buru-buru lap tangannya biar kertasnya nggak jadi berombak. Ah! Bagi kalian para pecinta buku pasti mengerti maksudku!
Dan sampai sekarang pun, hal-hal di atas masih aku lakukan kecuali membungkus dengan sampul plastik, kalau sekarang sih udah mager buat lakuinnya! Huahaha.

Setelah aku mengenal gaya hidup minimalis, aku jadi teringat dengan koleksi buku-ku yang menumpuk. Aku memang suka membaca buku tapi aku tersadar bahwa hampir semua buku yang aku miliki, tidak pernah aku baca untuk ke2x-nya alias cuma aku baca 1x selama keberadaanya di lemariku.

Aku menyayangkan sekali tindakanku ini karena memang aku jarang sekali membaca sebuah buku sampai berulang-ulang, kecuali kalau buku itu benar-benar aku suka. Kalau seperti novel, aku pasti hanya baca 1x dan akhirnya novel itu jadi tumpukan buku yang memenuhi lemariku.

Selain itu, aku juga berpikir, kelak nanti jika aku punya rumah sendiri—aku sekarang masih tinggal bersama orang tua, aku nggak mungkin bawa semua koleksi bukuku yang nggak pernah akan aku baca kembali itu. Buat apa memenuhi tempat dengan sesuatu yang tidak akan aku gunakan kembali? Sayang banget pikirku. Sayang bukunya, sayang tempatnya.

Oleh karena itu, aku memutuskan untuk mendonasikan sebagian besar buku-buku ke Donasi Barang dan sisanya aku jual di Carousell. Lumayan banget sih, setidaknya buku-buku itu bisa lebih bermanfaat bagi orang lain dibandingkan hanya berdiam diri di lemariku, menunggu dibaca tapi nggak pernah aku baca lagi. Maafkan aku ya buku-bukuku!

Nah, sekarang ini, buku-buku koleksiku yang tersisa hanya tinggal 13 buku, seperti yang ada di foto. Aku hanya menyisakan buku-buku yang benar-benar dan dapat aku pastikan, akan aku baca kembali di kemudian hari. Udah bisa dibilang minimalist belum? Hahaha.

Buku-buku favourite aku saat ini, yang udah aku baca berkali-kali adalah :
1. Journal of Gratitude by Sarah Ameyo.
2. Mengejar Ujung Pelangi by Lucia Priandarini.
3. Hidup Apa Adanya by Kim Suhyun.
4. Bukannya Malas, Cuma Lagi Mager Aja by Dancing Snail.

Semua adalah kategori buku pengembangan diri, dan dari semuanya, yang paling favourite adalah Journal of Gratitude dan Mengejar Ujung Pelangi. Kedua buku ini, recommended banget!

Ngomong-ngomong, dari 13 buku di atas, 4 buku udah masuk ke Carousell juga sih, menunggu untuk diadopsi oleh orang lain. Apakah kamu salah satunya? Coba cek di Carousell aku ya! @lookingfornewhome. Ups! Jadi promosi colongan deh! Hahaha.

Well, buku-buku yang tersisa sekarang, adalah sesuai yang di foto di atas. Mungkin lebih tepat kalau aku bilang "koleksi minimalis buku fisikku", karena sesungguhnya masih ada beberapa buku non-fisik yang aku miliki. Tapi menurutku, buku sejenis e-book tidak terlalu makan tempat penyimpanan, jadi masih lebih nyaman dibanding buku fisik, walaupun kenikmatan dalam membaca buku fisik tak bisa tergantikan sih! Hahaha.

Kalau kalian, berapa jumlah buku koleksimu? Tulis jawabannya di kolom komentar ya!


The dreamer.

18 komentar

  1. Hi Lia! :D

    Wah sama dong, beberapa waktu lalu aku juga mendadak beresin koleksi buku-bukuku yang ada di gudang. Ternyata banyak banget buku yang nggak kubaca ulang lagi selama dua tahun belakangan ini. Akhirnya kuputuskan untuk di-preloved melalui Instagram, terus senang banget karena banyak teman yang antusias ngeborong 😆 selain mengurangi tumpukan buku, jadi bisa bermanfaat juga untuk orang lain hihi

    Aku belum sepenuhnya minimalis dalam hal buku nih, kayaknya masih ada beberapa yang ingin kujual lagi biar sama kayak kamu, menyisakan yang benar-benar bernilai buatku. Btw, judul-judul buku rekomendasimu kok kayaknya menarik banget. Thank youuu ya! Bakal aku cek segera!

    Oh ya, baru dengar aku tentang Donasi Barang. Thanks for the info! (:

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Ci Jane! Terima kasih udah mampir ke blog aku! Seneng lihat Ci Jane di sini, semoga berkenan baca post-post aku 🙏

      Rasanya senang banget ya kalau barang preloved kita ada yg adopsi 😆

      Cici pernah coba jual di Carousell? Kalau belum, coba jual di sana ci. Laris kalau buku-buku preloved gitu.

      Semangat ci declutternya! Semoga buku-buku yang aku rekomendasiin cocok ya. Kasih tahu aku kalau nanti cici udah baca 😁

      Sama-sama! Sebenarnya kalau Donasi Barang itu bisa pick-up barang-barang bekas kita kalau lebih dari 3 dus air mineral tapi karena cici domisilinya agak jauh, aku nggak tahu mereka bisa pick-up atau nggak. Tapi mereka juga bisa terima kalau kirim langsung ke tempat mereka, bisa cek di IG Donasi Barang buat nomor WA-nya ci. Semoga bermanfaat! 😁💞

      Hapus
  2. Sisa buku saya sudah nggak banyak mba, karena sudah saya donasikan dan berikan pada sepupu sepupu dan para keponakan 😂 saya pun sekarang lebih fokus menyimpan ebook karena nggak makan tempat, nggak ada debu, dan pastinya bisa dibaca di mana-mana (entah saat tunggu pesawat atau sedang nggak di Indonesia) 😁

    By the way saya masih ada beberapa buku lagi, oke juga untuk coba jual di Carousell siapa tau ada yang berminat 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. E-book memang jadi solusi terbaik untuk masalah penyimpanan dan ke-praktisan ya kak 😂
      Anyway, kakak suka baca buku genre apa?

      Wah, Carousell sih salah satu apps yang tepat kak. Banyak yang suka jual dan beli buku bekas di sana, jadi pasti bisa laku. Cuss dicoba 😆

      Hapus
  3. aku sampe punya ruangan khusus yang isinya hanya buku dari atas sampe bawah dinding mba :D.. sejak kecil, papaku ngajarin aku dan adek2 untuk suka dengan buku.. tiap kali papa balik dari LN, pasti yg dibawa buku cerita anak bergambar yg dari isinya aja udh bikin anak kecil kayak aku dulu lgs minta dibacain.. makanya papa cepet ngajarin aku baca, dan begitu bisa yg pertama kali aku lahap ya buku2 yg pernah beliau bawa dulu. sampe2 novel pertama yg aku baca aku msh simpen, Lima sekawan yang judulnya harta karun rockwell, ini yg karangan org perancis yaa, bukan yg versi enid blyton. sampe2 tiap ultah, cuma ada 1 kado yg selalu aku tunggu2 dari papa. tiap ultah kami dibawa ke gramedia, dan boleh beli buku sebanyak apapun itu asal kuat bawa keranjangnya ;p. hanya saat ultah yaaa.

    dan dari semua pemberian mantan2ku, hanya buku yg tetep aku simpen.. kalo bukan buku, udh pasti aku buang lgs pas putus hahahhahaha.

    sekarang anak2ku nih yg aku mau tularin untuk suka buku juga... untungnya mereka suka, tp blm suka baca sendiri kayak aku... masih lbh seneng dibacain ;p. yo wislaaah, yg ptg mereka bisa suka membaca dulu :).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo! Wah, salut banget sama papa-nya karena udah dari kecil menanamkan rasa cinta terhadap buku ke anak-anaknya! Membaca buku tidak pernah ada sisi negatifnya, jadi selama masih bisa baca, baca lah sebanyak-banyaknya hahaha.

      Kalau lihat ruangan khusus buku-mu, aku pasti akan takjub! Nggak kebayang gimana banyaknya! Pengen nongkrong di rumahmu rasanya buat baca buku huahahaha.

      Hapus
  4. Halo salam kenal. Menarik banget baca tulisan ini bahwa menemukan orang yang sama-sama suka membaca hhhe. Koleksi aku terbilang banyak (lebih dari seratusan novel hhhe). Pernah punya niat untuk di preloved lewat IG, tapi menurut papa sayang karena ada kenangan bahwa aku pernah membacanya. Alhasil semua buku-buku itu masih tersimpan di rumah orang tua (kebetulan aku udah menikah). Next time kalau punya tempat yang lebih luas, aku mau buat rak khusus untuk menyimpan semua bukuku.

    Oiya, aku merasakan hal yang sama dengan kamu. Awal-awal semangat untuk menyampul buku dengan sampul plastik. Makin kesini jadi aga mager dan dibiarkan saja bukunya begitu hhaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Ci Devina! Terima kasih udah mampir ke blogku ya, salam kenal 😊

      Aku suka membaca tapi kadang moodnya suka naik turun. Suatu saat bisa suka banget, suatu saat bisa malas banget baca 😂

      Wah, 100 novel lebih itu banyak banget! Nggak kebayang tapi kayaknya seru kalau lihat langsung, ngulik-ngulik judul yang ada 😆
      Next time kalau udah punya rak khusus, fotoin ya ci, aku mau banget lihat 😆

      Tapi tetep balik lembarannya dengan hati-hati kan? Biar nggak lecek *point utama dalam membaca buku* huahahaha.

      Hapus
    2. Betul banget, balik tiap lembar harus hati hati hhha.. Paling ga suka kalo liat ada yang kelipet atau lecek huhu

      Hapus
  5. Salam kenal kak Lia. Aku Setuju banget sama donasi buku. Soalnya aku juga ada beberapa buku yag akhirnya numpuk doang sampe kertasnya coklat. Sedih liatnya. Padahal kalo didonasiin ke Rumah Baca gitu banyak yang bakal baca. Akhirnya sekarang jadi lebih prefer e-book aja atau pinjem buku di perpustakaan kalo mata lagi sakit gara2 kebanyakan gadget :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, salam kenal kak Shohi 😊
      Betul. Menurutku, kalau memang nggak ada niat untuk dibaca lagi, lebih baik disumbangkan aja supaya bisa lebih bermanfaat buat orang lain hihihi.
      Biasa pinjam di perpustakaan mana nih?

      Hapus
    2. Perpustakaan sekolah / kampus. Kalau ebook biasanya ipusnas :D

      Hapus
  6. aku baru tau carousell, bedanya sama shoppe/tokopedia apa kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bedanya, di Carousell itu orang-orang lebih cenderung jual/beli barang bekas, dan kita nggak bisa transaksi pembayaran di app-nya. Hanya bisa chat aja, jadi balik lagi ke sistem kepercayaan gitu sih 😅

      Hapus
  7. wah...kalau buku koleksikua banyak banget hahaha, but not that many sih. palingan komik hai miiko dari vol. 1 sampai terbaru, buku-buku nonfiksi tentang traveling, buku dorippu itu juga aku punya HAHAHAHAHA, terus sama buku-buku sejarah. ini udah aku sortir pake metode mari kondo, jadi bener-bener buku yang emang sparks joy aja yang ada, lainnya udah gak ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ih pecinta Miiko juga ya kak! senangnya ketemu teman yang suka Miiko juga >.<

      Hapus
  8. Semoga buku-buku yang sudah mendarat di Carousel segera mendapat tuan baru dan bermanfaat bagi si tuan barunya ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminnn hihihi. Sisa beberapa buku lagi nih kak Prima, semoga bisa segera menemukan tuan baru bagi buku-buku yang tersisa ini 😆

      Hapus