Pulau Reklamasi.

Selasa, 25 Agustus 2020

 Akhirnya.. Oh.. Akhirnya.. 

Bisa pergi keluar dari sarang dan menghirup udara segar.. 

Adalah salah satu hal yang sudah lama aku nantikan.

 

✨✨✨

 

Tanggal merah kemarin, yang jatuh di tanggal 20, akhirnya aku bisa keluar dari sarang dan menikmati udara segar, serta bertemu dengan teman-teman. Disclaimer dulu, semua ini dilakukan tetap dengan protokol kesehatan ya. Pakai masker kemana-mana, sedia antibakteri di tas dan rajin cuci tangan sehabis pegang sesuatu #AkuJugaButuhHiburanTapiTetapJagaKesehatan πŸ˜‚.


Jalan-jalan kami kali ini udah direncanakan dari jauh-jauh hari, bahkan dari awal bulan. Maklum, karena udah pada sibuk semua, jadi ketika ingin kumpul harus direncanakan dari jauh-jauh hari. Untungnya, rencana kali ini  berjalan dengan lancar karena biasanya kalau udah direncanakan dari jauh-jauh hari, lebih sering batal πŸ˜‚.




Pemandangan pinggir Pulau Reklamasi


Kali ini, kami memutuskan untuk melipir sedikit jauh ke daerah ujung Jakarta, yaitu ke Pantai Indah Kapuk alias PIK. Rencana awalnya, kami ingin sepedahan cantik di Pulau Reklamasi atau yang sekarang disebut PIK 2 sambil menikmati sunset. Pada siang harinya, kami mau makan dulu di PIK Avenue. Emang ya, dasar anak Jakarta, mainnya nggak jauh-jauh, ke emol lagi, emol lagi πŸ˜‚. Kadang sampai bingung mau jalan-jalan kemana karena saking minimnya tempat wisata non-emol di Jakarta πŸ˜….

 

The Day, Lunch Time.

Tibalah hari yang dinanti-nanti. Aku dan 9 orang temanku, kami janjian ketemuan di PIK Avenue untuk makan siang bareng di Sushi Go. Saat itu, Sushi Go sedang mengadakan All You Can Eat Sushi, durasi 90 menit dengan harga Rp 150,000,-++. Kita bisa makan sushi sepuasnya. Sushi aja, Sashimi-nya nggak. Btw, promo ini berlangsung sampai tanggal 31 Agustus, masih ada kesempatan buat teman-teman yang ingin coba πŸ€ͺ. 

Beberapa sushi yang aku bisa rekomendasikan karena enak banget, adalah Salmon Go dan Aburi Salmon Cheese. Kedua menu ini, menggunakan salmon setengah matang, jadi buat teman-teman yang nggak suka mentah, masih bisa coba kedua menu ini. Jangan tanya fotonya, udah nggak kepikiran buat foto lagi πŸ€ͺ. Beberapa menu salmon lainnya juga enak, tapi aku nggak tahu namanya apa. Barusan ngecek menu-nya, tapi nggak kelihatan namanya apa karena tulisannya pitik-pitik πŸ˜‚.
 
Aku dan teman-teman tentunya memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya dengan makan sekenyang-kenyangnya. Berhubung makanan ini bahan utamanya adalah nasi, jadi makannya cepat kenyang. Makannya hanya 30 menit, sisanya cengo aja karena kekenyangan dan ngantuk 🀣. Nggak bisa dibilang untung atau rugi kalau makan AYCE, tapi sensasi bisa makan sepuas-puasnya itu selalu bikin hati jadi senang karena bisa makan tanpa batasan. Ya, walaupun aku makannya juga sedikit sih 🀣. Gegayaan aja lu makan AYCE.
 
 


Tumpukan piring hasil makan dari 4 orang. 
Punyaku yang paling kiri. Itu total makan 2 orang. 
Sisanya masing-masing 1 orang/1 tumpukan. 
Teman-temanku hebat-hebat makannya 🀩
 
 

The Day, After Lunch.

Setelah selesai makan, kami hanya jalan-jalan sebentar di emol sambil menunggu sore. Saat itu, kira-kira  jam setengah 5 sore, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Pulau Reklamasi. Perjalanan dari PIK Avenue ke Pulau Reklamasi kira-kira 15 menit. PIK dan Pulau Reklamasi ini dihubungkan dengan jembatan layang yang lumayan panjang. Jembatan ini juga sebagai penanda bahwa kita sedang menyebrang menuju Pulau Reklamasi πŸ₯³.

Beneran keren banget, letak Pulau Reklamasi alias PIK 2 ini adanya di luar pulau Jawa kalau dilihat di Google Maps 🀩. Ya iyalah namanya juga pulau buatan. Setelah turun dari jembatan layang, aku melihat kumpulan ruko-ruko di sebelah kiri-kanan jalan utama, dan jalan utama yang lebarrr banget. 
 
Sebagai Pisces, pikiran imajinatifku mulai bekerja. Saat melihat begitu luasnya jalanan, aku langsung terpikir betapa hebatnya orang-orang yang membuat Pulau Reklamasi ini. Mereka harus uruk-uruk tanah, kemudian ditumpuk dari dasar laut sampai ke permukaan dan membentuk pulau yang luas banget seperti ini. Keren banget kan!😭. Kok bisa aja ya bikin seperti ini. Aku bayanginnya aja udah lelah karena ini pasti pekerjaan yang tidak mudah 😭. So, salut buat mereka yang udah kerja keras membuat pulau ini. 

Kami tentunya langsung menuju ke rental sepedah yang ada. Rental sepedah di Pulau Reklamasi ini adanya di.....turun jembatan layang, ketemu bundaran besar, belok kiri, ambil sisi kiri jalan, jangan naik jembatan lagi, lalu lurus sampai mentok, kemudian belok kiri, nah udah deh parkir aja di sana, rental sepedahnya di ruko sisi kanan jalan. Iya, mohon maaf, nggak tahu alamat persisnya, jadi aku kasih tahu rute jalannya aja ya 🀣 

Harga rentalnya Rp 25,000,-/jam, seperti rental sepedah di Ancol dan TMII. Iya, aku sama teman-teman suka sepedahaan di tempat wisata biar ada kerjaan lain selain muter-muter 🀣. Di Pulau Reklamasi ini, sepedah yang bisa dipinjam hanya yang solo aja, tidak ada jenis sepedah tandem di sini. Juga, karena sore hari, orang-orang yang mau pinjam sepedahnya banyak sekali, jadi pinjamnya juga harus rebutan atau nunggu orang lain yang mau kembalikan yang kemudian langsung kita tandai itu sebagai milik kita. Eh maksudnya, sebagai sepedah yang ingin kita pinjam, bukan beneran jadi "milik" 🀣.
 
Setelah bergulat selama 30 menit, agak lama karena kami mau pinjam 10 sepedah, akhirnya masing-masing dari kami memiliki sepedah yang akan dipinjam dengan berbagai macam bentuk dan warna. Lalu, lanjut lah kami gowes, yang nggak tahu kemana arahnya pokoknya jalan aja daripada bengong dan buang-buang waktu, kami gowes-gowes aja terus, dan ternyata kami menemukan track untuk bersepedah. 
 
Track-nya berada di pinggir pulau, bentuknya seperti mengelilingi pulau dengan jalan yang agak menanjak. Mantul nggak? Mantul banget qaqa! Bagi aku yang udah bertahun-tahun nggak sepedahan, lalu sekalinya sepedahan, dihadapkan dengan track seperti ini, rasanya ingin menangis πŸ˜‚. Mana baru sadar track-nya nggak habis-habis dan cukup panjang setelah udah setengah jalan pula huahaha. Tapi, berhubung jalannya bersama teman-teman, cuacanya mendung, hawanya adem, lokasi pinggir laut dan anginnya kencang sampai membuat sepedahku oleng sepoi-sepoi, dinikmatin aja lah ya, kapan lagi bisa kayak gini kan πŸ€ͺ. 

Setelah udah gowes lama, lama-lama aku berpikir "INI UJUNGNYA DIMANA WOY?!", eh ternyata setelah beberapa belas menit kemudian, tibalah kami di ujung track. Sebenarnya, track-nya masih sangat panjang dan menurut asumsiku, track ini akan benar-benar mengitari setengah pulau, tapi masih belum rampung sempurna, jadi kami tadi hanya gowes setengahnya aja....baru setengah tapi udah lelah, cupu.






Ngomong-ngomong, pada sore itu, lokasi bersepedah ini lumayan ramai, lho. Apalagi, posisi di pinggir lautnya, banyak orang berfoto-foto dan menikmati pemandangan laut. Sepertinya karena tempat ini gratis, jadi banyak orang yang pergi ke sini. Sayangnya, sore itu langit sedang malu-malu melihat kedatanganku, jadi sunset-nya nggak kelihatan πŸ˜… Tapi, kami semua tetap senang karena tujuan utama kami untuk bersepedah cantik bersama-sama udah terpenuhi. 

Setelah tiba di ujung, kami menikmati pemandangan sebentar, foto-foto pemandangan, lalu kembali gowes ke tempat rental sepedah. Untungnya, ada jalan pintas untuk pulang, fiuh~. Dan, ternyata, total durasi pemakaian sepedah kami adalah 50 menit. Wow, amazing! Berarti tadi sekitar 40 menit gowes terus dong ya. Semoga besok pagi, pahaku aman. Doaku dalam hati.


Pemandangan dari track sepedah yang aku lalui. 
Sepanjang jalur disuguhkan pemandangan seperti ini. Cantik, bukan?



Malam harinya, kami menghabiskan waktu dengan bermain board game di salah satu tempat tinggal temanku yang berada di dekat PIK, sambil makan ayam geprek. Baru aja kami main 3 round, tanpa terasa, waktu udah jam 10 malam dan perjalanan menuju ke rumah kami masih jauh. Jadi, kami mengakhiri permainan itu setelah round ke-3 selesai.
 
Dan, begitulah cara aku dan teman-teman melalui hari libur kemarin. Memang ya, kalau udah kumpul sama teman-teman, seharian itu rasanya cepat banget berlalunya 😭. 


Bagaimana hari libur teman-teman?
Kegiatan apa yang kalian lakukan di long weekend kemarin?
Let me know!
 
 
The dreamer.

39 komentar

  1. Berarti long weekend kemarin jalan-jalan sama makan di luar dong Mbak Lia?
    Aseeeekkk!!! Semoga refreshing kali ini mengobati kejenuhan selama di rumah ya..

    Aku g kemana-mana Mbak, stay at home aja, hehehe..
    Emang dasarnya makhluk rumahan, dapat libur 4 hari dinikmatin buat pulang ke rumah (btw aku ngekos padahal masih satu kota tapi jaraknya jauh).
    Pagi sama sore dibuat ikutan kelas dance online, happy happy sekalian nyari keringat. So far, ini salah satu liburan terbaik, karena bisa ikutan kelas dance online.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali. Sangat mengobati rasa bosan selama di rumah aja terus πŸ˜‚

      Asik dong kak bisa pulang ke rumah, jadi bisa melepas rindu sama keluarga ya 😍

      Seru banget kelas dance online! Dance-nya ada genre khusus kayak salsa gitu, atau dance mix untuk olahraga? Hihihi.
      Walaupun di rumah aja, tetap rasanya menyenangkan ya kak Pipit 😍

      Hapus
  2. Seru ya Liaaaa 😍 sambil membayangkan arah ke tempat rental sepedanya, yang kemudian membuat kepala kakak pusing mendadak πŸ˜‚ hahahahaha.

    Eniho, bagaimana keadaan kaki Lia? Cekot-cekot nggak sehari setelahnya? πŸ˜† semoga nggak yah, dan semoga nggak kapok sepedaan πŸ˜„ kakak pribadi waktu libur panjang kemarin ada hari dimana kakak tetap kerja WFH πŸ™ˆ sisanya kakak isi waktu dengan selesaikan urusan produksi buku teman-teman dari mulai check susunan kalimat, cek typo dan lain sebagainya. Which is ternyata memakan waktu sangat lama, ada mungkin 10 jam πŸ˜† habis itu, kakak marathon kejar drama Flower Evil, though ini masih tayang, dan biasanya kakak baru mau tonton saat tamat, tapi drama satu ini buat kakak penasaran akhirnya kakak maraton sampai episode 8 🀣 sedih deh harus tunggu minggu depan πŸ˜‚

    Sekian cerita weekend kakak 😍 ditunggu cerita-cerita seru Lia lainnya dan sehat selalu sayang ~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha maafkan karena membuat kepala kak Eno jadi pusing 🀣. Tapi realitanya, kalau udah di jalanan menuju ke sana, nggak bikin bingung kok kak 🀭
      Untungnya kakiku aman karena malam hari sebelum tidur, langsung oles balsem karena takut besok nggak bisa jalan 🀣

      Huaaa ngedit-ngedit itu dalam 10 jam dalam seharian kah kak Eno? Perjuangannya patut diacungi jempol 😍 terima kasih kak Eno karena udah mau mempublish tulisan teman-teman ❤️πŸ™πŸ» Kak Eno menginspirasi sekali 😍

      Tumben sekali! Sepertinya drama ini menarik, sampai-sampai bikin kak Eno nonton saat masih on-going 🀭 habis ini, langsung lihat-lihat sinopsis drama ini aaah hihihi.

      Terima kasih udah sharing cerita weekend kak Eno! Sehat selalu kak Eno yang baik hati 😍❤️

      Hapus
  3. Inii pulau Reklamasi yang sempat menjadi buah bibir n kontroversi itu kah mbak?

    BalasHapus
  4. Wowwww, sepedahan dengan jarak yang jauh?
    Auto membayangkan betis saya keram semua.

    Saya sering gitu, tapi bukan sepedahan, tapi jalan.
    Muterin mall gede semangat, besok-besok bangun udah nggak bisa jalan, betisnya sakit, memang kudu diolesin balsem dulu ya, biar aliran darahnya tetep lancar, setelah kesendat oleh otot yang kaget dibikin kerja keras gowes :D

    Btw lagi itu pemandangannya kece banget, kayaknya kok nggak bakal kerasa capek juga ya, saking disuguhin pemandangan indah, bau laut pula :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas gowes juga aku sambil mikir, ini besok betis sama paha sakit nggak ya 🀣
      Betul kak Rey. Dioles balsem atau counterpain setelah beraktivitas keras itu amat sangat menolong lho. Barangkali besok-besok kak Rey bisa coba praktikkan 🀭

      Sayangnya, bau lautnya kurang kecium karena aku pakai masker sambil gowesnya 🀣
      Tapi, pemandangannya memang kece banget. Seandainya bisa tinggal di daerah sana, pasti enak banget tiap sore bisa melihat pemandangan se-kece ini. Sayangnya, harga rumahnya nggak nyantai 🀣

      Hapus
  5. Uwah.. Akhirnya tercapai juga bisa liburan di masa pandemi. Saya juga pengen mbak.
    Itu piring sampai bertumpuk-tumpuk luar biasa bangetπŸ˜‚ persiapan sebelum gowes ya, karena ternyata gowesnya jauh banget. Tapi saya juga pengen gowes lho. Udah lama nggak sepedahan. Ngebayangin suasana yang mbak lia tuliskan saya jadi ngebayangin sepadahan di sana😁
    Dan btw... Pulau reklamasi itu udah jadi ya, saya dulu tahu beritanya pas masih dibangun belum selesai. Keren banget sih...😍😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maklum, kalap kak, makanya sampai bertumpuk-tumpuk itu piringnya 🀭
      Kok tahu aja sih persiapan buat gowes huahaha. Bener lho, abis gowes jadi nggak terlalu lapar. Kalau nggak AYCE, mungkin habis gowes jadi lapar banget 🀭

      Hayuu sepedahan kak Tria. Jangan lupa pemanasan dulu, biar nggak kram kakinya 🀭

      Iya, ini baru salah satu pulau yang jadi. Setahu aku, memang pembangunan pulau reklamasi ini hanya baru 1 yang diizinkan CMIIW ya, tapi emang keren kawasan ini. Pantainya juga gratis jadi asik 😍
      Semoga kak Tria kapan-kapan bisa mampir ke sini ya.

      Hapus
  6. Minggu lalu aku juga ke PIK hari sabtu, buat kuliner Li. Persisnya emang setelah jembatan ituuu. Buanyaaak buangeeet makanannyaa dari halal sampai non halal. Pas nyampe langsung bingung, rasanya mau di coba semua πŸ˜‚

    Bener banget tuh kata kamu, biasanya kalau sudah di rencanain dari jauh-jauh hari eh ujung-ujungnya batal. Mending dadakan aja deh karena biasanya malah jadi 🀣

    Next time mau coba keliling pulau reklamasi aahh. Siap-siap aja pulang bisa masuk angin 🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kalau aku pergi ke sana di hari Sabtu juga, mungkin kita bisa ketemu ci 🀭
      Cici makannya di depan ruko-ruko yang banyak lampu-lampu itu ya? Di situ cantik banget sih suasananya dan makanannya juga beragam banget. Kalap pasti kalau ke sana 🀭

      Wkwkwk bener ya ci. Kayaknya ada semacam kutukan kalau rencana dari jauh-jauh hari pasti batal, kalau mendadak malah jadi gitu πŸ˜‚

      Jangan lupa pakai jaket kalau mau keliling pulau 🀭
      Btw, yang pantai pasir putih itu katanya cantik banget tapi aku kemarin nggak bisa ke sana karena harus ada akses khusus 😭
      Siapa tahu nanti cici main ke PIK 2 lagi, mampir-mampir ke pantai pasit putihnya ci, barangkali udah buka πŸ˜‰ jadi bisa putu-putu cantik hahaha.

      Hapus
    2. Iyaa betul, disitu buanyaak makanan kaaan. Bisa kalap lah coba ini itu hhhaa..

      Aku juga pernah dengar pantai pasir putih. Oh gitu jadi harus punya akses khusus gitu kalo kesana?

      Next time mau coba jelajah ah hhha. Kayanya banyak yg uda pada datang ke sanaa

      Hapus
    3. Iya, katanya harus ada akses khusus sih ci. Nanti kalau cici main ke sana dan berhasil masuk, jangan lupa dibikin konten ya 🀭

      Hapus
  7. AKu blm pernah loh ke pulau reklamasi ini. Jadi sebenernya di sana itu udah ada rumah2 untuk tinggal ga sih Li? Soalnya pas aku msh kerja kemarin, ada 1 nasabahku minta alamatnya di ganti yg ada di sistem kami. Diganti dgn alamat rumah yg di pulau reklamasi itu. Aku agak ragu Krn seingetku blm selesai bukan?? Eh ato udh ya sbnrnya :p?

    Aku udh lama bgt ga main sepeda. Trakhir kali main itu pas SMP kls 3 kalo ga salah. Yg pasti pas sekolah. Jd jujurnya aku ga yakin apa keseimbangan ku msh oke ato udh kacau utk gowes2 gitu hahahahaha.

    Aku mah weekend ini sampe 2 Minggu kedepan masih harus isolasi mandiri. Krn hasil swab ku kmrn jelek . Tapi Alhamdulillah ga ada gejala, cuma sedikit pusing, tp kurasa itu Krn aku shock pas baca hasilnya :p.

    Jd serumah ga bisa kluar, cuma fokus naikin imun :D. Baca buku, nulis, nonton drakor,workout ditemani YouTube , main Ama anak2, itu aja kerjaan ku :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepenglihatan aku, udah ada rumah-rumahnya kak. Ada yang udah jadi, ada yang masih dibangun tapi apakah udah ada yang tinggalin atau belum, aku kurang tahu πŸ˜‚
      Kalau pulaunya sendiri, sepertinya baru 1/4 deh yang jadi. Itu masih luassss banget, nggak kelihatan ujungnya πŸ˜‚

      Waw, udah lama banget! Tapi harusnya kalau bisa naik sepedah, meskipun udah lama nggak gowes, tetap bisa dapet feel seimbangnya sih. Nanti kapan-kapan coba test kak πŸ˜‰

      Syukurlah. Aku ikut senang bacanya! Semoga imun tubuh kak Fanny kuat ya, banyak-banyak minum vitamin c dan istirahat ya kak Fanny. Semoga setelah karantina selesai, kak Fanny bisa beraktifitas normal kembali. Aku doakan supaya kak Fanny sehat terussss! Aminnn πŸ™πŸ»

      Hapus
  8. *Hikss nggak diajak.. Nggak jadi komentar aahh.. wkwkwkwkw

    Saya masih pilih mendekam di rumah dan depan laptop saja Lia. Nanti kalau pandemi sudah baru berakhir.. Barulah saya memperpanjang masa mendekam di depan laptop nya *hahahaorangmales..

    Wajar saja Li kalau mengusir kebosanan dan keluar sebentar, asal tetap memperhatikan protokol kesehatan yah...

    Btw, foto-fotonya kalau di komputer ku agak terlalu "terang" dan "silau". Mungkin karena motretnya tengah hari bolong yah.. Bagusnya agak diredupin sedikit Li.. *saran saja yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti kapan-kapan aku ajak ya kak! Harus datang lho kalau diajak #pemaksaan 🀣

      Huahahaha lantas kalau gitu, kapan hari nggak mendekam di depan laptopnya dong kak? 🀣

      Btw, terima kasih untuk info dan sarannya kak! Itu fotonya ada yang aku pakaikan filter, tapi pas ngedit, brightness hp-ku rendah jadi kelihatannya "pas" aja gitu warnanya, ternyata malah keterangan ya πŸ˜‚
      Sekarang, udah lebih enak dilihatnya belum? 🀭
      Aku anaknya selalu menerima kritik dan saran, selama itu membangun dan bisa dikerjakan, aku pasti akan kerjakan. Aku malah mau berterima kasih sekali karena kak Anton udah memberikan saran untukku πŸ™πŸ»

      Hapus
  9. aku juga mulaia bersepeda lagi sejak corona menyerang. Dulu hampir 2-3 kali/minggu. Setelah itu vakum karena corona. sekarang mulai bersepeda lagi dengan menerapkan protokol kesehatan. Seperti bersepeda dengan 2-3 orang dan jaga jarak. Dulu sering bersepeda ramai-ramai dengan komunitas.

    Ternyata pulau reklamasinya sudah banyak yang mengunjungi yaa. Aku kira ditutup karena kebijakan pemprov. Tapi bagus lah jika pulau reklamasi bisa dinikmati oleh semua masyarakat.

    Semoga setelah bersepeda tetap baik-baik saja. kaki dan badan tidak merasa pegal-pegal..heheheh
    Ayo mbak lia, semangat untuk bersepeda lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Rivai termasuk rajin bersepedah ya. Sepertinya kak Rivai tipe pegowes belasan KM nih 🀩

      Setahu-ku, bagian pulau yang udah jadi, boleh dibuka, tapi yang belum jadi, nggak boleh diteruskan pembangunannya. Nah, yang aku datangi ini, bagian yang udah jadi 😁
      Iya, senang juga melihatnya, ternyata banyak masyarakat dari berbagai kalangan yang datang ke sini. Aku pikir karena banyak masalah di masa lalu, pulau ini akan sepi pengunjung tapi ternyata tidak.

      Untungnya badan aman nih kak Rivai 🀭
      Terima kasih ya! Aku juga ingin sepedahan kembali kalau bisa. Kak Rivai juga semangat ber-sepedah ya, sehat selalu πŸ’ͺ🏻

      Hapus
    2. Yaa begitulah, kadang suka cari rute baru. Tujuannya agar tidak bosan dalam bersepeda. Banyak hal baru yang aku temui ketika bersepeda :D

      Hapus
  10. Ohhhh jadi ini toh yang ramai banget muncul di timeline IGku sejak dua minggu yang lalu. Mendadak feed IGku penuh dengan foto-foto orang sepedaan di sini, Liaa. Aku kira ini di belahan mana, ternyata di PIK 😱 tapi waktu kamu ke sana ramai banget nggak, Li? Kata temenku waktu itu rame banget, dia sampai ngeri juga pas ke sana, cuma foto-foto sebentar terus pulang hahaha tapi seru yaaa, di Jakarta ada tempat sepedaan kayak gini, bisa sekalian liat pemandangan laut pulak 😍 Btw, gimana kakimu? Aman kan? XD

    ADUH AKU KANGEN SUSHI GO 😭 Sushi Go Pik Ave itu tempat lunch favorit kami bertigaaa. Sayang banget sejak pandemi kami nggak bisa ke sana, karena Josh nggak bisa masuk mall kan. Padahal kangen banget makan sushi di sana hiks Btw, makan sushi all you can eat kalo piringnya nggak numpuk tinggi mah nggak seru yaa 🀣

    Long weekend kemarin aku rebahan aja, Lii. Suami capek kerja jadi istirahat, Josh juga libur HBL-nya, mamak yaa goleran aja, netflix and chill πŸ™ˆ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata tempat ini ramai ya di IG! Aku malah nggak tahu ci soalnya temanku yang ajak ke sini 🀣 dia cuma bilang Moonella ke pantai pasir putih di sekitar sana, pantainya cantik kata temanku tapi sayangnya nggak sembarang orang bisa masuk 😭
      Pas kemarin aku ke sana, menurutku, ramai ci tapi masih ada spot-spot kosong buat foto-foto dan nyantai. Jadi nggak "penuh" banget. Seru banget ke sini, jalurnya kalau udah jadi semua, pasti lebih asik 😍 sekedar jalan kaki-pun juga enak banget sambil merasakan semilir angin laut hiahahaha, ditambah gratis pula. Kalau ke Ancol kan mesti bayar ya πŸ˜‚

      Wah! Cici Jane suka ke Pik Ave? Jauh juga mainnya 🀭
      Huhuhu semoga pandemi ini bisa segera berlalu supaya cici Jane dan keluarga bisa main-main lagi ke sini ya πŸ™πŸ»
      Bener banget ci! Justru lihat orang-orang di kiri kanan, makannya sampai tinggi-tinggi, seru banget dan termotivasi jadinya 🀣 termotivasi untuk tumpuk lebih tinggi tapi apa daya, nggak kuat huahaha.

      Akhirnya bisa ada waktu buat mami dan papi Josh istirahat santai ya 😍 senang aku bacanya. Semoga liburan kemarin cukup me-recharge energi koko dan cici serta Josh ya 😁

      Hapus
  11. Baca tulisan kak Lia, jadi ingat pertama kali nulis cerita keluar rumah saat pandemi. Penuh disclaimer dan segala macam. Sekarang mah nulis, yah nulis aja. Tidak berniat untuk membuat orang gusar, tapi saya malah takut kita harus cari banyak alasan dan pembenaran hanya untuk keluar rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha maklum, ini kali pertama aku ngepost tentang jalan-jalan di tengah pandemi, jadi lebih baik dislaimer dulu sebelum yang baca pada nethink πŸ˜‚

      Tipe orang yang seperti itu pasti ada. Dari awal pandemi saja, berita-berita banyak menampilkan hal seperti itu. Makin ke sini, malah semakin banyak yang menganggap bahwa pandemi ini hanya dibesar-besarkan saja πŸ˜₯
      Tapi, untuk yang sadar diri, jangan pernah lelah untuk terus mematuhi protokol kesehatan jika memang harus keluar rumah dan benar-benar keluar jika ada perlu. Untuk yang masih belum sadar diri, kita bantu doa saja hahaha.

      Hapus
  12. Liaaa juga mau jalan-jalan di pulau buatan haha. E, tapi zodiac harus tetap di bawa- bawa ya, hahaha. Saya nggak pernah cek ramalan zodiac wkwk, cuman sekedar tahu bahwa saya zodiacnya Virgo, lha kok jadi ngomongin zodiac siih.

    Anginnya beneran kenceng ya Lia?Ngomongin AYCE, memang selalu terdengar menggoda haha, even makannya dikit, tapi tetep aja tergoda haha.

    Semangat Lia and stay healthy!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha kak Soviaaa! Ingin tahu ramalan hari ini? Ketik Reg spasi Zodiak kamu kirim ke.. *lohhh
      Btw, ini efek beberapa hari kemarin lihat postingan koh Alexander Thian soal zodiak, mumpung nyambung jadi aku bawa-bawa aja 🀣

      Kenceng kak, entah kemarin emang lagi kencang atau pada dasarnya memang kencang 🀣

      Setuju! Aku termasuk tim yang selalu tergoda untuk AYCE tapi makannya sedikit πŸ˜₯ nggak apa deh ya, kalau nggak ada orang kayak aku, toko AYCE nanti cepat tutup 🀭

      Doa yang sama untuk kak Sovia ❤️❤️ semangat terus untuk menulisnya ya.

      Hapus
  13. Wah itu pulau buatan di Jakarta ya soalnya ada nama pantai indah kapuk. Kalo ngga salah dari arah Pluit terus ke muara karang ya?

    Enak juga sepedaan keliling pulau, ngga terasa waktu sudah sore ya kak Lia, memang kalo bareng teman kayaknya sehari saja kurang.

    Biarpun ada Corona tapi kita tetap butuh liburan dan hiburan ya, yang penting tetap jaga jarak dan protokol kesehatan apalagi daerah Jakarta yang masih rawan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eee, bener banget. Kak Agus kok tahu! Pernah main-main ke daerah sini kah?

      Betul banget. Rasanya kalau udah sama teman-teman mah nggak mau pulang 🀣

      Pastiiii, memang agak ngeri makanya habis ini aku pun ngendog di rumah lagi 🀭
      Terima kasih ya kak Agus untuk pengingatnya, kak Agus juga jaga kesehatan selalu πŸ˜‰πŸ‘πŸ»

      Hapus
    2. Belum kak, cuma saya cari informasi di google saja ke pantai indah kapuk.πŸ˜‚

      Semoga saja Corona cepat hilang ya, soalnya biar bisa bebas lagi rekreasi nya.πŸ˜„

      Hapus
    3. Eh, aku kira pernah ke sini tapi informasinya akurat banget berarti kak Agus benar-benar niat lihat di Googlenya. Keren πŸ‘πŸ»
      Btw, udah coba lihat dari jarak jauh belum? Pulau Reklamasinya ada nyempil kecil di ujung pulau Jawa, lucu hahaha

      Hapus
  14. Dengan segala kontroversinya di masa lalu, semoga pulau reklamasi tetap memberi manfaat bagi warga dan pemerintah provinsi Jakarta. Apalagi kalau dibuat ruang terbuka hijau yang bisa dipakai secara luas oleh warga masyarakat, pasti menyenangkan. Jakarta sudah tak banyak ruang terbukanya. Bahkan di beberapa titik, langit pun tampak tak luas lagi tertutup oleh puncak gedung-gedung tinggi.

    Saya libur tanggal 20 Agustus kemarin, kemana ya? Cuma berkeliling naik sepeda motor dengan anak dan istri di sekitar tempat tinggal saja sepertinya. Hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat dengan kak Agung. Jakarta udah sangat minim ruang terbuka hijau, tempat wisata yang ramah lingkungan juga sangat amat jarang, jadi sebenarnya dengan adanya pulau reklamasi ini, sangat menolong warga karena bisa jadi alternatif tempat wisata juga.

      Aaah, family time ya! Senang dengarnya 😁 semoga bisa lebih sering family time ya kak 😁

      Hapus
  15. Yeaaaaaaaay jalan-jalan πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

    Aku juga sudah pengen banget jalan-jalan bareng temen, Li. Tapi pada gak ada yang mau jalan. Pada masih takut sama Corona semua. Jadi gak jadi jalan-jalan bareng temen, deh.🀭

    Karena temen gak mau diajak jalan, aku ajak suamiku deh. Dan ternyata samaaaaaaa. Suami juga gak mau jalan-jalan keluar. Takut Corona katanya. Aku sebenarnya juga takut. Tapi ini terlalu lama di rumah aja. Kan bosen kalau di rumah terus.😭😭😭

    Dan disinilah aku, Li. Akhirnya jalan-jalan via google map doang. Daripada gak jalan-jalan sama sekali.πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€£

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaaaa kasihan kak Roem πŸ˜₯ tapi memang lebih baik di rumah sih kak cuma aku dan teman-teman aja yang bandel karena udah lama banget nggak pernah kumpul πŸ˜‚

      Semoga pandemi ini segera berakhir ya. Supaya bisa jalan-jalan beneran dengan tenang, bukan cuma lewat Google maps πŸ˜†πŸ€­

      Hapus
  16. Wah, seruuu mbayanginnya. Kumpul sama teman2 sampai malam. Tapi saya bingung baca tempat rental sepedanya, hahaha.

    Kalau saya cuma di rumah aja, Mba. Nggak ke mana2 karena kondisi yang belum memungkinkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan dibayangkan kak Pipit, aku juga bingung kalau harus ngebayangin huahaha #plakk.

      Kak Pipit lebih baik stay di rumah aja, apalagi kondisinya sedang isiii jadi lebih baik di rumah aja kak >.<

      Btw, sehat-sehat selalu untuk kak Pipit dan keluarga ya!

      Hapus
  17. betul banget lia, kalau udah kumpul sama temen pergi kesana kemari, sehari rasanya kurang, ada aja yang dipengene yang dikerjain bareng bareng gitu
    lumayan ya gowes kurang lebih sejam dengan view laut di pinggiran kota kayak gini, resfreshing banget ini, apalagi ramean sama sohib tercintah, seneng pokoknya isinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget kak! Rasanya 24 jam kurang, penginnya seminggu gitu barengan terus #plakk
      Lumayan kak Ai, untung paha dan betis aman terkendali. Aku mah cuma takut besokannya nggak bisa berdiri aja tapi ternyata aman huahaha.
      Di tempat kak Ai sepertinya lebih banyak tempat berwisata alamnya, pasti asik tuh kalau bisa sepedahn sama teman-teman di sana hihihi.

      Hapus