Books That Changed My Life.

Jumat, 28 Agustus 2020


 

Kalau dikatakan aku sangat suka membaca buku, lalu apakah ada buku-buku yang mampu mengubah hidupku hingga seperti sekarang? 
Tentu aja ada dong! 
 
Dan, sepertinya semua orang yang gemar membaca buku pasti mempunyai satu atau dua buku yang menurutnya sangat berdampak hingga mengubah hidupnya seperti hidup yang sekarang ini.


Walaupun disebut sebagai "Buku yang Mengubah Hidup" bukan berarti buku tersebut harus termasuk dalam genre motivasi ya. Menurutku, semua genre buku mempunyai keunikkan masing-masing dan mempunyai kekuatan untuk mampu mengubah hidup seseorang, contohnya buku komik. Hayo, siapa yang masih suka baca buku komik? Aku! Aku! πŸ™‹.
 
Buku komik walaupun lebih banyak gambar dibanding tulisan tapi sekuat itu sampai adegan-adegan yang ada, bisa ditiru oleh anak-anak yang membaca. Jadi, buku-buku yang mampu mengubah hidup nggak hanya buku motivasi aja tapi semua jenis buku mempunyai peluang untuk bisa mengubah hidup sang pembaca πŸ˜‰.
 
Jadi, buku apa aja yang mengubah hidupku? Nggak banyak kok, cuma 2 buku aja yang kebetulan berada dari 2 jenis yang berbeda yaitu dari fiksi dan non-fiksi. Kebetulan aja nih, bukan sengaja dicari-cari supaya berbeda jenis kok πŸ€ͺ.






Fiksi, The Perks of Being A Wallflower

Kalau ada yang baca tulisanku beberapa bulan lalu yang berjudul Jendela Dunia, di situ aku pernah bilang bahwa buku novel berbahasa Inggris pertama yang aku baca adalah buku The Perks of Being A Wallflower. Yap, buku ini adalah buku novel berbahasa Inggris dengan genre Young Adult pertama yang aku baca dan yang memberi perubahan untuk hidupku 😊.
 
Bukannya setelah aku baca ini, lalu aku semakin menjadi Wallflower ya (kalau ini mah dari awal udah begini), tapi melalui membaca buku ini, aku jadi sadar akan banyak hal. 
 
Pertama, ternyata baca novel berbahasa Inggris itu menyenangkan, pengertiannya lebih ngena ke kita karena menggunakan bahasa asli.  
 
Kedua, ternyata novel berbahasa Inggris tidak sulit untuk dimengerti seperti yang dibayangkan, walaupun memang balik lagi ke genre dan gaya bahasa penulis ya. 
 
Ketiga, membaca lewat e-book ternyata oke juga (ini moment pertamaku membaca lewat e-book, lho).  
 
Keempat, aku jadi ingin baca lebih banyak buku berbahasa Inggris lainnya. 
 
Kelima, baru tahu kalau buku berbahasa Inggris itu mahal πŸ€ͺ habislah uang jajan Baim kalau beli buku bahasa Inggris terus.


Kenapa aku sebut buku ini sebagai buku yang mengubah hidupku? Jawabannya ada di point nomor empat. Ayo coba scroll lagi ke atas untuk tahu jawabannya *ngeselin* πŸ€ͺ.
 
Intinya, buku ini adalah awal, pengubah, pembuka jalur hidupku yang baru. Hidup dimana membaca buku menjadi kegemaranku dan dompet tipis menjadi temanku akibat keseringan beli buku 🀣.
 
 
 

Non Fiksi, The Life Changing Magic of Tidying Up

Kalau buku yang kedua ini mah, judulnya aja udah "Life Changing", jadi kalau habis baca buku ini dan masih nggak ngerasain perubahan sih, cepat-cepat bertaubat guys πŸ€ͺ.
 
Buku dari Marie Kondo ini adalah buku yang super hits, viral, dan mampu mengubah hidup banyak orang termasuk diriku, yang sampai-sampai, banyak sekali Youtuber yang merekomendasikan untuk membaca buku ini. Dan, memang benar, buku ini magic sekali. Habis baca buku ini, aku jadi bisa membengkokkan sendok πŸ€ͺ.  
 
Yee, itu magic yang berbeda.. Malih..
 
Magic yang aku rasakan setelah membaca buku ini adalah magic yang mengetuk pintu hatiku untuk berkata..
"OKE, INI LEMARI BAJU KENAPA PENUH AMAT?! HARUS BERES-BERES SEKARANG NIH!" 
"INI LAGI LEMARI BONEKA KENAPA ISINYA BONEKA SEMUA DAH?! PUSING DAH LIHATNYA!" 
"INI TAS, SEPATU, KOSMETIK KENAPA BANYAK AMAT TAPI NGGAK KEPAKAI SEMUA? BUAT APA DISIMPAN MALIH!"

Ya.. Kurang lebih seperti itu pergolakkan batin yang aku rasakan setelah membaca buku ini 🀣. Aku jadi ingin beres-beres, bersih-bersih, susun-susun, memilah-milah semua barang-barang yang aku miliki karena rasanya kok sumpek ya, padahal sebelum baca buku ini, ya nggak pernah kepikir sumpek gitu. Ini Marie Kondo pakai magic apaan ya? Kuat banget sih efeknya πŸ˜‚.
 
Pada akhirnya, aku beneran melakukan kegiatan beres-beres yang pertama dimulai dari baju, kemudian ke pernak-pernik milikku yang lain. Banyak sekali aku temukan baju-baju dan pernak-pernik yang aku simpan tapi nggak pernah terpakai dalam jangka waktu yang lama atau bahkan belum terpakai sama sekali sebelumnya. Di situ saya menyesal.. πŸ˜”.
 
Oh iya, aku juga jadi belajar melipat baju dan menata barang ala Marie Kondo lho. Gaya Marie Kondo dalam melipat dan menyusun baju itu berbeda dan sangat bermanfaat untuk penyimpanan dalam ruang yang kecil supaya baju tetap tersusun rapih dan terlihat semua dengan jelas, jadi waktu mengambil baju tidak usah tarik-tarik baju karena biasanya disusun secara bertumpuk.
 
Buku The Life Changing Magic of Tidying Up ini adalah buku yang membuka jalanku untuk mempelajari hidup minimalis dan sederhana yang masih aku terapkan hingga saat ini. 



Nah, itu dia dua buku yang mengubah hidupku. Memang kegiatan membaca buku itu tidak pernah sia-sia, selalu aja ada manfaat yang diberikan dari setiap buku yang ada. Jadi, bersyukurlah kalau kita sekarang mempunyai hobi atau gemar membaca buku 😁.
 
 
Apa buku yang mengubah hidup teman-teman?
Let me know! 
 
 
The dreamer.

50 komentar

  1. Asikkk ada postingan baru lagi πŸ˜†

    Huaaa Perks of Being Wallflower itu juga novel YA terfavoritku ❤️ aku jarang sekali suka dengan genre YA, tapi khusus ini entah kenapa ceritanya sangat heartwarming. I love Charlie so muchhh. Btw, aku juga baca ini pertama kali lewat ebook hihi

    Sampai hari ini aku belum baca bukunya Tante Marie hahahaha cuma pernah nonton video-videonya termasuk serial Netflixnya di mana dia bantu banyak rumah orang jadi lebih rapii. Metode ngelipet baju ala Marie Kondo juga aku terapkan, khususnya baju-baju Josh yang masih mungil-mungil, biar nggak makan tempat πŸ™ˆ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga nggak bosan lihat postinganku ya ci 🀣

      Aku juga merasakan hal yang sama~ walaupun aku udah nggak terlalu ingat isi bukunya karena udah bertahun-tahun lamanya tapi kesan yang ditinggalkan buku itu masih terasa sekali hingga sekarang 😍 recommended sekali buku ini ya ci, tulisannya mudah dimengerti dan bisa cepat selesai bacanya karena ngalir terus alurnya 🀭

      Series itu juga aku pernah nonton terus habis itu jadi mupeng lihat rumah orang-orangnya bisa bersih dan rapih banget πŸ€ͺ. Kurang lebih, efek dari bukunya juga sama seperti seriesnya ci 🀭
      Terasa banget ya ci faedah dari melipat baju ala tante Marie, jadi hemat tempat penyimpanan banget apalagi biasanya baju anak-anak biarpun mungil tapi banyak kan 🀭 tante Marie kepikiran aja ya buat melipat baju seperti ini, heran akutu 🀣

      Hapus
  2. Kalau soal buku yang berhasil mengubah hidup, saya punya buku "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata. Buku itu berhasil membuat masa kecil saya menjadi bersyukur walaupun belajar di bangunan yang hampir roboh. Kalau yang nonfiksi ada buku kamus peribahasa dan KBBI yang saya beli di bazar buku keliling zaman dulu. Dari sanalah saya mulai mencoba menyukai ilmu tulisan dan sastra indah bahasa Indobesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak Nandar πŸ‘‹πŸ» aku belum pernah baca buku Laskar Pelangi tapi pernah nonton filmnya, yang menurutku juga sangat keren dan membuat sedih juga πŸ˜₯
      Jadi, kalau dibilang buku Laskar Pelangi mampu mengubah hidup kakak menjadi lebih bersyukur, aku pun sepakat karena itu juga yang aku rasakan setelah mengingat kembali isi filmnya πŸ˜₯
      Btw, kak Nandar keren banget! Aku nggak nyangka ternyata ada yang merasa hidupnya berubah karena sebuah kamus. Antimainstream sekali 🀩 sastra Indonesia memang indah sekali kalau dipelajari lebih dalam. Apa kak Nandar akhirnya memperdalam pengetahuan akan sastra Indonesia sampai sekarang?

      Hapus
  3. Aaah The Perks Of Being A Wallflower itu salah satu ultimate favorite akuu.. Bukan buku bahasa Inggris pertama yang kubaca, tapi buku berbahasa Inggris yang paling cepet aku baca haha.. Ceritanya sendiri juga bagus banget siih dan aku suka di mana penceritaannya kayak Charlie nulis surat ke kita :)

    "Habis baca buku bisa bengkokin sendok" Mon maap Liaa baca bukunya Marie Kondo apa Deddy Corbuzier? Wkwkwkwk

    Dan aku setujuuu buku yang bisa mengubah hidup orang bukan cuma buku motivasi, bahkan komik pun sangat bisa mengubah hidup orang. Pembaca komik garis keras di siniii πŸ™‹ hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau dibilang sebagai buku bahasa Inggris yang cepat banget dibacanya, bener banget karena aku juga ngerasain hal yang sama, kak Eya 🀣. Alurnya ngalir terus sih ya, jadi bisa cepat selesai ketika dibaca.

      Maaf, istilah magicnya ketuker wkwkwk *krik krik*

      Yeaaay! Toss dulu sesama penyuka komik! Walaupun sekarang komik yang paling aku ikuti cuma Hi Miiko 🀭
      Kak Eya kalau komik kayaknya lebih update banget deh πŸ˜†

      Hapus
  4. Baru bisa bengkokin sendok ajah udah sombong neeh..Coba bengkokin Monas baru lah saya kagum..#ambilpenggorenganbuatperisai

    Tapi..

    Sebagai pecinta buku, saya pikir disitu juga butuh sedikit percaya diri dengan jalan yang dipilih. Kalau tidak malah bisa jadi plin plan.

    Baca buku yang satu, misalkan "It's Okay untuk tidak percaya diri", terus buku lainnya bilang "Percaya diri itu wajib hukumnya" . Dua duanya ditulis dengan bagus dan menginspirasi.Hati kita tergerak..

    Lalu, bagaimana coba.. mana yang harus dipilih..? Kalau dipilij dua-duanya, ya setiap hari bisa berubah ubah hidup kita... eh gapapa juga sih kalau mau..

    #KaburbenerantakutdigetokLia..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau aku bisa bengkokin Monas, aku udah nggak sempat balas komentar kakak lagi soalnya aku udah sibuk magic tour keliling dunia wkwk πŸ€ͺ

      Eh.. iya juga sih.. tumben kak Anton benar *padahal biasanya juga benar sih* 🀭

      Solusinya, jangan baca buku seperti itu dalam waktu yang berdekatan supaya nggak konflik batin 🀣

      Hapus
  5. Aku penasaran sama buku Marie Kondo ituuu. Pengen nyari dan beli. Karena menarik banget untuk coba terapin seperti buat lipat baju. Minimal kalo buka lemari dan rapih kan seneng liatnya hhha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Recommended ci, apalagi ci Devina lagi suka beres-beres kan 🀭
      Btw, aku baca buku ini versi ebook karena harganya murah banget saat itu jadi gatel buat beli 🀣 kalau cici nggak masalah baca ebook, mungkin bisa cek di Playbook πŸ˜‰

      Hapus
    2. Aku masih senang baca yg hardcopy Li πŸ˜‚
      Aku sekarang lagi baca buku Fumio Sasaki nih. Baru datang beberapa hari lalu. Lagi coba untuk selesaikan segeraaaa.

      Seruuu jugaa loh baca buku itu. Ada definisi minimalis itu sendiri seperti apa.

      Hapus
    3. Huaaaa masih hangat sekali bukunya itu 😍.
      Aku pernah intip-intip di iPusnas, isinya oke juga tuh ci. Enjoy the book! Semoga banyak manfaat yang bisa diambil dari buku itu ya ci 🀩

      Hapus
  6. Bahhhh Lia bawa-bawa komik, kakak jadi tergerak hahahahaha. Sebetulnya ada banyak buku yang sangat berkesan untuk kakak. Berhubung kakak pecinta biografi, jadi buku Steve Jobs dan Oprah Winfrey adalah salah dua buku yang kakak suka. Sekarang lagi selesaikan buku Becoming - Michelle Obama which is really gewd bukunya 🀣

    Kalau Lia suka buku sejenis Marie Kondo, nanti kakak kirimkan buku penulis Jepang lainnya yang juga terkenal karena konsep hidup minimalisnya ya. Siapa tau Lia suka sebab buku ini lebih membahas ke minimalis sebagai prinsip hidup, kan ceritanya Lia sudah bersih-bersih ruangan, mungkin next bisa coba bersih-bersih perasaan dan pikiran 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah buku tersebut, bukunya Fumio Sasaki? *sotoy* XD

      Hapus
    2. Eh, kak Hicha udah mengutarakan pertanyaanku juga 🀭

      Kak Eno, buku Becoming beneran bagus banget? Akutu penasaran sekali sama buku ini karena banyak yang rekomendasiin juga 😭
      Btw, kalau buku Fumio, aku pernah lirik sedikit isinya di iPusnas tapi belum baca menyeluruh. Kak Eno jangan repot-repot kirimi aku huhuhu. Nanti aku baca di iPusnas aja 😁. Terima kasih banyak atas niat baik kak Eno 😍

      Hapus
    3. Wahahahaha iya betul bukunya Fumio, kakak suka sama bukunya Fumio ini dan sudah kakak orderkan untuk Lia jadi jangan ditolak kasian nanti abang kurirnya bingung hahahaha :))

      Buku Becoming bagus bangettt, kalau Lia suka baca biografi pasti akan hanyut baca kisahnya Michelle. Tapi memang bukunya tebal parah, mana yang kakak punya bukan Ebook pula. Nggak heran kalau banyak merekomendasikan. Isinya berkualitas, Lia :D

      Hapus
  7. The Perks of Being A Wallflower saya malah taunya ini film yang dimainkan beberapa aktor kelas A macam Emma Watson, Ezra Miller, dan Paul Rudd.

    Kalo bicara buku yang mengubah hidup, mungkin buku pertama yang saya baca, Marmut Merah Jambu. Dari yang tadinya manusia aja, jadi manusia yang suka baca dan mulai nulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, iya itu filmnya. Aku pernah nonton juga filmnya karena ada Emma Watsonnya 🀭

      Eee, ada penggemar bang Radit di sini hahaha. Bukunya bang Radit isinya menghibur banget, nggak heran kalau sampai bisa menginspirasi untuk jadi mulai menulis 😁
      Semoga Rahul bisa semangat selalu untuk menulis 😁

      Hapus
  8. Sebenarnya mau bahasa indonesia atau english, enak atau ga bacanya itu tergantung gaya bahasa penulisnya. Trus setuju sama Lia, kadang baca buku dlm bahasa aslinya malah lebih enak dibanding terjemahannya 😁

    Buku yg mengubah hidupku itu sebuah buku motivasi judulnya The Secret. Bacanya udah lamaaaa banget belasan tahun yg lalu. Itu bukunya mengajarkan buat kita berpositif thinking. Sampai sekarang aku masih coba selalu menerapkan dlm hidup 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sama kak Thessa! Bahasa Indonesia-pun ada yang kesannya berat karena gaya bahasa penulis yang berat ya πŸ˜‚

      Wah, bahkan setelah sekian lama selesai membaca, dampaknya masih terasa ya kak, keren dong bukunya 🀩 aku cari tahu aahhh. Terima kasih kak Thessa atas sharingnya πŸ’•

      Hapus
  9. SETUJU SAMA BUKUNYA MARIE KONDO!!! Aku pun seumur-umur bingung caranya beberes yang ampuh kaya gimana biar nggak berantakan lagi, udah self proclaimed juga sebagai orang yang berantakan karena desperate gabisa beres-beres, begitu selesai baca buku Marie Kondo dan praktek...LANGSUNG JADI ORANG RAPI!!! Terharu banget rasanya sama diri sendiri😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. HUAAAAA KAK ENDAH JUGA MERASAKAN MAGICNYA YA! Keren banget dong bisa berubah jadi orang yang rapih setelah baca buku ini! Berarti efek magicnya mantul banget buat kak Endah 🀩
      Keren! Semoga kerapihan ini bisa bertahan terus ya kak πŸ˜†πŸ˜‰

      Hapus
  10. Kalo buku yg 'mengubah hidup' menurutku adalah novelnya Kang Abik dengan judul Ayat Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih, mbak. Di novel itu diceritakan bahwa si tokoh utama berusaha keras dalam penghidupan mereka, telah berbisnis sejak mmasih jadi mahasiswa, dan menjadi mahasiswa yg aktif dan berprestasi..

    Aku mencoba meneladani sedikit dari cerita tokoh itu. So, aku jd membuat bisnis jg ketika masih mahasiswa kemarin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kedua film ini ternyata adaptasi novel ya. Aku malah baru tahuπŸ˜‚

      Btw, hebat lho bisa nerapin ke dunia nyata 🀩 berhasil kah bisnisnya itu? Hihihi

      Hapus
    2. Iya, mbak. Film2 itu diadaptasi dari novel.. Namun, agak sedikit kecewa krn filmnya agak melenceng jauh πŸ˜…

      Kalo bisnisnya, skrng lagi Stop dulu. Pertama krn aku udah lulus kuliah, kedua krn pandemi corona. Bisnis hancur lebur hahahaa.
      Bisnisku berhubungan dgn kebutuhan adek2 di kampus πŸ˜€

      Hapus
    3. Film adaptasi memang seringkali begitu, kadang bikin gemes ya tapi katanya memang harus ada penyesuaian dari buku ke film karena film punya kaedah-kaedahnya tersendiri sehingga seringkali alur di film bisa melenceng jauh πŸ˜… yang tetap aja membuat para pembaca buku gemas hahaha.

      Semoga corona ini cepat berlalu ya, supaya bisnisnya bisa jalan kembali. Amin!

      Hapus
    4. Aamiin. Terimakasih banyak atas doanya, mbak :)

      Hapus
  11. weeeew, sepakattt. aku pun punya beberapa buku yg bisa 'mengubah pola pikirku' serius deh, the power of baca buku emang luar biasa banget. tp aku masih blm bisa menikmati baca buku dengan bahasa asing, wkwkw
    dasar akunya aja yang lemah kosa kata :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa itu bukunya? Bisikin dong kak Ella πŸ˜†
      Memang the power of baca buku itu nggak main-main, sungguh besar manfaatnya 😍.
      Nggak apa, kak Ella. Mungkin kakak bisa coba baca dari yang simple-simple dulu seperti novel genre Young Adult yang biasanya bahasanya lebih ke sehari-hari gitu. Nanti lama-lama baru naik level ke genre lain πŸ˜‰

      Hapus
  12. Dulu aku suka bangeeeet baca buku. Sekarang sih, lebih seneng baca artikel atau postingan blog orang aja XD

    Sebenarnya bingung juga kalau ditanya tentang buku yang mengubah hidup. Tapi kalau buku yang berkesan, mungkin jawabannya tetralogi Anak-anak Mamak karya Tere-liye untuk yang berbahasa Indonesia, karena mengajarkan banyak hal tentang keluarga, pendidikan, alam, dan kerja keras.

    Kalau yang berbahasa Inggris, series Crazy Rich Asian, karena alasan yang sama dengan mba Lia :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting masih lebih senang baca dibanding bergosip ya kak 🀭

      Kak Hicha, aku belum pernah baca buku Tere Liye nih. Norak ya? πŸ˜‚. Tapi bukunya sepertinya bagus-bagus ya, mungkin next akan aku coba baca 😁

      Eeee, Crazy Rich Asian filmnya aku suka sekaliii. Kak Hicha udah nonton filmnya? Itu isi buku sama alur filmnya, mirip nggak sih? πŸ€”

      Hapus
    2. Aku malah belum nonton filmnya dong... :))
      Tapi emang tertarik bacanya setelah filmnya keluar. Bahasa yg dipake sederhana, alurnya seru, cuma karakternya banyak aja, jadi kadang mesti balik ke halaman sebelumnya karena ada momen “... eh ini tadi siapa, ya?” Hahaha

      Hapus
  13. Nggak tahu kenapa aku belum tertarik sama minimalis lifestyle Lia, mungkin karena aku nggak merasa ribet sama barang-barangku yang nggak banyak juga, engga tahu nanti.

    Soal buku yang ngerubah pola pikir, buku pertama yang ubah aku itu buku Tere Liye yang judulnya Rembulan Tenggelam Diwajahmu. Disana aku belajar banyak hal, salah satunya bahwa kita manusia mempunyai rasa sakit masing-masing. Kita nggak boleh kegeeran dengan merasa kita manusia paling menderita di bumi. Emang related banget sih sama keadaan aku saat itu yang suka kegeeran.

    Dan satu lagi bahwa kita harus bisa menerima takdir, mau kita percaya atau tidak dia akan tetap terjadi. Jist like guru Lia bilang, bahwa dunia ini terlalu indah untuk sebuah kebetulan, so pasti ada sebab akibat dari apa yang kita alami dalam hidup. Itu sih buku yang paling berkesan, sekarang aku juga lagi baca buku bahasa inggris Lia, perlahan-lahan mau coba baca buku bahasa Inggris lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak Sovia πŸ‘‹πŸ» sebenarnya kunci hidup minimalis kan bersyukur dengan apa yang dipunya, aku rasa kak Sovia udah cukup bersyukur, buktinya nggak ngerasa ribet sama barang-barang yang kakak punya 😁

      Udah 2 orang yang merekomendasikan buku Tere Liye termasuk kak Sovia. Aku jadi semakin tertarik untuk intip-intip bukunya 🀭.
      Wow, inti ceritanya ngena sekali karena aku juga sering ngerasa gitu dulu πŸ˜‚ *jadi curhat*

      Eeee, kok kak Sovia masih ingat aja sama ucapan guruku! Berarti kak Sovia udah baca blogku dari bulan lalu donggg huaaaaa terharuuuu 😭 terima kasih kak. Untung akhirnya kak Sovia memutuskan berkomentar di blogku, kalau tidak, aku nggak akan kenal kak Sovia saat ini 😭

      Btw, semangat kak Sovia untuk mencoba baca buku bahasa Inggris! Hati-hati nagih nanti πŸ€ͺ

      Hapus
  14. Baca sambil melipir ke bawah meja, minder Baim ya Alloh! hahahaha.

    Saya suka baca, tapi belom pernah baca buku bahasa Inggris, palingan baca terjemahan yang bahasanya kacau itu, tapi kebanyakan sih buku yang saya baca sekarang buku motivasi maupun pengembangan diri.

    Meskipun baru 1 bab udah ngorok hahahaha.
    Tapi anehnya kalau baca postingan orang saya nggak ngantuk, malah kadang mewek, senyum, beragam deh kesan saya.

    Kayaknya blog ini udah meng candu saya (bahasa apaan ya meng candu itu) hahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiii kak Rey jangan minder atuhh πŸ˜‚.

      Menurutku, ada beberapa penerbit buku yang buku terjemahannya bagus-bagus kak. Salah satunya tentunya buku terjemahan terbitan Gramedia. Itu mulus banget terjemahannya 😁.

      Huahaha baca postingan orang itu ada daya tariknya tersendiri ya kak, apalagi kalau ada tubir-tubir alias ribut-ribut, bisa berjam-jam itu scrolling dan klik sana sini saking serunya πŸ€ͺ.

      Hapus
  15. Waduh keren banget sih mbak baca buku bahasa inggris. Saya pernah tapi emang dikhususkan untuk belajar bahasa inggris jadinya pasti mudahπŸ˜‚
    Kalau saya udah lama nggak baca buku. Tapi masih inget ada satu buku yang bikin saya pengen merubah hidup. Kalau nggak salah judulnya langit dan bumi sahabat kami. Ceritanya tentang kehidupan di zaman penjajahan, di desa gitu dan mereka memanfaatkan alam untuk hidup. Bacanya bikin hati adem banget...saya jadi pengen belajar tentang alam. Tapi itu udah zaman SMP dulu, sekarang udah enggak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Tria, kalau udah bisa ngerti buku seperti itu berarti dasarnya udah ada, hanya tinggal diasah lebih tajam lagi biar setajam silet 😝.

      Wah, bukunya cukup menarik kalau dibayangkan 😍. Jadi, apa kak Astria sehabis baca itu, jadi benar-benar mencoba belajar tentang alamnya? 😁

      Hapus
  16. kalau buku bahasa inggris full, kayaknya belum ada yang aku baca, tapi kalau baca majalah inggris full dan blog yang full inggris sering hahaha
    mungkin kalau buku versi inggris aku bakalan menghabiskan waktu lumayan banyak untuk sampe tamatnya, kalau majalah inggris nggak terlalu tebel jadi masih oke

    betull aku juga berpikir buku apapun yang dibaca, palingan ada efek ke pembacanya, hikmahnya, dan jadi mikir "oohh ini gini ya, oo aku kalau bertindak gitu kayaknya bagus juga", jadi di otak ini sudah ada gambaran hal hal positif yang mungkin bisa membuat diri jadi lebih baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak Ainun πŸ‘‹πŸ» kakak lebih suka baca majalah atau blog ya. Kalau blog bahasa Inggris, blog siapa yang kakak suka baca?

      Betul, karena itu aku percaya, buku komik sekali-pun pasti ada hikmah yang bisa diambil dibalik ceritanya 😁. Makanya nggak ada yang sia-sia dari membaca buku hahaha

      Hapus
  17. Memang baca buku bahasa Ingris tanpa diterjemahkan itu asik, sebaliknya kl udah diterjemahkan jadi lier alias rumit bacanya. Apalagi sang peterjemahnya yg kurang pengalaman. Yang ada bisa amsiong :)

    Aku paling suka baca buku Chicken Soup for the soul. Novel Sidney Seldon.
    Ada juga beberapa buku tentang pengembangan diri.

    Kalo ada sempat mau cari buku yg lia infokan di atas ah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk benar banget kak. Kadang suka sedih kalau baca buku yang terjemahannya kurang rapih, jadi greget sendiri 🀣.

      Ngomongin Chicken Soup, aku jadi teringat oleh seorang temanku yang sangat gemar membaca buku itu, sampai saat istirahat sekolah, dia menghabiskan waktunya dengan baca buku itu. Terus aku jadi kepo isi bukunya apa dan aku sempat intip-intip sedikit, tapi aku malah kurang tertarik dengan buku seperti ini πŸ˜‚ #plakk.

      Siappp. Semoga kak Ike bisa suka dan merasakan manfaat dari buku-buku di atas πŸ˜†

      Hapus
  18. Buku English pertamaku, The Subtle Art Of Not Giving A F**k. Baca ini belum selesai sampai sekarang, tapi selama membacanya aku paham gimana rasanya waktu kamu bilang beda feel nya pas baca dengan bahasa asli. Lebih ngena! Tapi ini effort bener sih, soalnya lumayan banyak kata yang aku g paham sekalian nyari gimana pengucapannya.

    Kalau buku lain yang mengubah mindsetku, Sapiens. Buku ini mindblowing sekaleee!! Aku melihat banyak hal dari perspektifnya Yuval Noah Harari. Sebenernya inti dari buku ini adalah evolusi manusia, tapi yang aku dapat dari buku ini lebih ke bagaimana manusia semakin lama semakin serakah dan mulai mengambil hak makhluk lain. I know, aku tidak melebeli semua manusia, tapi mayoritas dari spesies kita tidak peduli dengan kelestarian alam.

    Dan yang terakhir adalah buku saku yang diterbitkan Tempo edisi Kartini. Bukunya ringan dan menyenangkan, memberikan informasi tentang R.A Kartini yang selama ini g aku tahu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak Pipit! Nggak salah deh memilih buku ini sebagai buku bacaan berbahasa Inggris pertama kakak, walaupun butuh effort lebih untuk baca tapi buku ini tuh relate banget sama kehidupan sehari-hari dan mampu juga untuk mengubah mindset kita huahaha. Dan, buku ini akan lebih nyaman dibaca dalam bahasa Inggris karena banyak jokes terselip di dalamnya. Kalau Jokes diterjemahkan tuh lucunya hilang gitu lho wkwkwk.

      Kak, aku malah baca Sapiens nggak selesai karena ngantuk banget bacanya padahal banyak yang bilang bagus #plakk. Tapi, ada beberapa bab yang sempat aku baca tuntas dan salah satunya bagian yang tentang alam-alam gitu seingatku. Iya, sangat amat disayangkan atas tindakan oknum-oknum yang seperti itu ya :(

      Buku saku Tempo ini sepertinya menarik :D
      Kalau dilihat-lihat, buku bacaan kak Pipit sepertinya berat-berat tapi kak Pipit suka. Keren banget!

      Hapus
  19. Aku mau cari ah the perks of being a wallflower :D. Penasaran. Kalo bukunya Marie kondo aku memang blm baca, tp point2 pentingnya pernah dibahas Ama temen blogger , jd kira2 aku bisa ngerti maksudnya. Daaan walopun aku pengeeeeen banget bisa ngikutin apa yg dia tulis Li, tp kenyataannya susah :(. Apalagi di rumah ada 2 krucils yg mainannya masih segambreng, blm lagi bapaknya punya hobi ngumpulin barang. Pusiiing mamak di rumah -_- .. Tapi aku pribadi, mulai ngelakuin prinsip Marie kondo walopun hanya utk barang2 ku aja. Misalnya, kalo beli 3 baju, artinya ada 3 baju di leamri yg hrs aku buang. Biar ga numpuk

    Naaah, kalo buku yg bangeeeet mempengaruhi hidupku banget, ga lain dan ga bukan bukunya Trinity , the naked traveler.

    OMG, dia idolaakuuuuuu , byangettttt . Dan kenapa aku jd rutin traveling, jatuh cinta setengah matiiiik Ama traveling, ya setelah baca bukunya mba Trin. Aku bela2in coba rollercoaster extreme , bungy jumping di Macau, dan g max reverse bungy di Singapura, itu Krn pgn ngikutin mba Trin. Jadi apapun yg dia coba, aku hrs coba juga. :D...

    Negara2 yg dia pernah datangin, juga aku masukin dlm bucketlist supaya aku bisa liat lgs tempat2 yg dia tulis di buku :).

    Itu sih buku yg bener2 mengubah hidupku banget. Kalo ga baca buku mba Trin, aku mungkin blm jatuh cinta sampe kayak gini dgn traveling :).



    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat mencari kak Fanny! Semoga kakak juga bisa suka dengan buku The Perks of Being Wallflowernya :p
      Wah, kalau situasi rumah seperti itu, butuh perjuangan lebih kalau ingin menerapkan prinsip Marie Kondo ini ya kak tapi yang penting barang-barang kak Fanny terlebih dahulu. Aku yakin lama-lama keluarga kak Fanny akan ikutan juga seperti itu hihihi.

      Huaaa ternyata kak Fanny penggemar kak Trin yaa! Jujur, aku belum pernah baca bukunya tapi aku pernah baca tulisannya di blog dan gaya menulisnya emang enak banget sih untuk dibaca. Dan ternyata kak Trin ini yang menjadi sumber inspirasi kak Fanny menyukai dunia traveling ya. Wahhh, keren banget lah! Untung bisa bertemu dengan buku kak Trin sehingga kak Fanny bisa jatuh cinta dengan traveling dan aku bisa dapat banyak insight baru mengenai traveling dari kak Fanny hihihi.
      Semangat terus dalam menulis kak Fanny! Btw, kak Fanny udah bebas dari masa karantina kah? Is everything okay now?

      Hapus
  20. Sampe sekarang saya belom pernah namatin buku (novel) berbahasa inggris. Paling mentok baca buku serial anak-anak gitu yang kancil dkk wkwkwk

    Bacanya di perpus pula, terus sambil lihatin gambar biar ngerti maksud kalimatnya T_T

    Kok yo gini amat progres bahasa inggrisku wkwk. Terlepas dari itu semua, memang setiap kita pasti punya buku yang bisa menggerakkan hati, mengubah hidup, mengubah kebiasaan lama yang sudah baik menjadi lebih baik. Asyikk positif thinking banget deh saya mbak :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Reskia jika ingin belajar bahasa Inggris biasanya lebih mudah kalau dengar lagu plus hafalin liriknya, nanti lama-lama ketika kosakata udah agak banyak, pasti bisa ngerti kalau baca buku novel yang genre anak-anak dan Young Adult gitu 😁

      Betul sekaliii. Tumben ya lagi positif thinking? 😝 *Becanda*
      Tapi benar, orang-orang yang gemar membaca buku pasti punya buku favoritnya masing-masing yang menjadi titik balik dalam hidupnya 🀭
      Semoga Reskia juga bisa menemukan buku yang seperti ini ya πŸ’ͺ🏻

      Hapus
  21. 22nya belum pernah aku baca, makasih yaa sudah merekomendasikan buku-buku ini, sudah masuk wishliast aku nihh
    sekarang ini aku lagi baca buku 'Goodbye, things' yang cara hidup minimalis ala orang Jepang, Lia udah pernah baca?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama Andin! Semoga kamu juga bisa suka dan menemukan manfaat dari buku-buku ini ya :)

      Udah pernah intip-intip tapi belum baca secara keseluruhan. Gimana setelah baca beberapa bab? Jadi ingin hidup minimalis nggak? Hahaha.

      Hapus