Enjoy The Rides.

Jumat, 14 Agustus 2020



Picture from Canva.

Setelah mendapat dukungan yang manis dari teman-teman di tulisan "Currently on August", aku jadi mempunyai semangat baru untuk menulis suatu hal yang menyenangkan (Ο‹)/♩ 

Terima kasih atas semangat yang diberikan! Teman-teman di dunia blog ini sungguh berharga untukku. Aku bersyukur bertemu kalian! πŸ’›


✨✨✨

Well, setiap kali mengingat hal yang menyenangkan, Dufan selalu termasuk di dalamnya πŸ™ˆ.

Setiap kali teringat bahwa keesokan hari akan pergi ke Dufan, pasti malam harinya, aku akan sulit tidur karena terlalu excited, sambil mempersiapkan jantung agar kuat untuk naik wahana-wahana ekstrem 🀣. 

Jadi, sebenarnya, nggak bisa tidur tuh karena otaknya muter terus, ngebayangin besok naik Halilintar gimana ya, bisa naik Bianglala nggak ya, pertama datang harus main Kora-kora, masuk Iced Age masih antri nggak ya. Begitu terus sepanjang malam, gimana bisa tidur? πŸ˜‚

Perasaan kalau akan pergi ke Dufan tuh happy banget. Bahkan, ketika menginjakkan kaki di loket tiket, udah nggak sabar banget pengin buru-buru masuk ke dalam. Sampai-sampai kalau ada yang mau ke WC dulu, aku rasanya nggak sabar banget nungguinnya karena pengin buru-buru masuk ke dalam Dufan! πŸ˜…

Dan, ketika masuk area pengecekkan tiket + stampel tangan, huwaaa rasanya makin senang karena makin nggak sabar juga untuk naik sebanyak-banyaknya wahana yang ada. Perasaan excited dan happy ini tetap terus ada, bahkan setelah sekian purnama alias sampai sekarang! πŸ˜†

Aku bahkan pernah terpikir, "gimana ya rasanya kerja di Dufan? Apakah bawaannya akan selalu happy juga seperti aku yang setahun sekali ke Dufan? Rasanya bosan nggak ya, kalau bisa main terus setiap hari?". Dan, aku juga sempat ingin bekerja di Dufan, sampai pernah nyari informasi lowongan untuk bekerja di dalamnya hiahahahaha #plakk. 

Aku bukan tipe pecinta permainan ekstrem, sih. Tapi, aku selalu merasa tertantang untuk naik wahana yang ekstrem-ekstrem. Di dalam hati tuh kayak ada yang dorong "ayo, sekali-kali cobain lah" atau "nggak serem lah, nggak serem". Dan, berakhir dengan aku menaiki wahana ekstrem sambil tutup mata serta teriak "ma..ma..MAAAKKK!" berkali-kali πŸ™ˆ. Tapi, tetap aja nggak kapok, masih tetap naik wahana ekstrem. Soalnya, enak sih, abis teriak-teriak, rasanya segala beban hilang 😍.

Bisa dibilang, aku hampir menaikki semua wahana yang ada di Dufan, kecuali 1 wahana yang bernama Histeria, dan wahana-wahana baru yang dirilis akhir tahun lalu. Hanya wahana itu yang belum aku taklukkan. 

Ngomongin Histeria, melihat wahananya saja, bikin jantung aku seperti lagi diremas-remas, lemesss banget. Padahal, kata teman-temanku, lebih seram naik Tornado dibanding Histeria, tapi dibayanganku tuh Histeria bakal bikin jantung aku ketinggalan di atas 🀣.

Histeria itu tipe permainan dimana kita akan dilontarkan dengan cepat menembus awan, dan diturunkan juga dengan cepat sampai rasanya jantungmu ketinggalan di awan πŸ˜‚. Setidaknya, begitu yang aku lihat dan bayangkan. Waktu nulis ini aja, aku jadi kebayang rasanya naik Histeria, dan jantung aku sekarang rasanya kayak lagi diremes-remes, lemessss πŸ˜‚.

Suatu ketika, aku ada kesempatan untuk pergi ke Universal Studio, rasa excited dan happy ini juga muncul. Malah meluap-luap karena baru pertama kali ke Theme Park di luar Indonesia. 

Kagum. Itulah yang aku rasakan sewaktu berada di sana. Kagum karena konsepnya yang berbeda dari yang pernah aku lihat selama ini. Dan, jenis permainannya yang lebih beragam.

Konsep setiap permainan sangat totalitas tanpa batas. Benar-benar kagum aku dibuatnya, dan kalau diceritakan tentang isi wahana di dalamnya, bisa habis berapa lembar HVS ya? πŸ˜‚

Seperti biasa, rasa tertantang disertai rasa penasaran, membuatku ingin menaikki semua wahana yang ada di Universal Studio

Berhasil? Seingatku berhasil. 

Itu-pun karena aku super nekat, benar-benar menguatkan diri sendiri untuk coba wahana ter-ekstrem di sana tanpa ada pendamping, alias sendirian dengan embel-embel "ayolah cobain aja, sekali seumur hidup nih! Belum tentu bisa ke sini lagi lho!" 

Dan, akhirnya dengan gelap mata, tahu-tahu aku udah duduk di kursi Roller Coaster CYLON yang nggak biasa itu konsepnya πŸ˜‚. Khilaf makkkk!

Kenapa nggak biasa? Karena Roller Coaster yang aku naikki itu, posisi kakinya gelayutan. Jadi, posisi rel berada di atas kepala kita

Serem? BANGET! πŸ₯΄

Bukan karena rel-nya ada di kepala, tapi karena wahananya kencang banget pas turunan, sampai aku nggak kuat pengin teriak sekencang-kencangnya *padahal tadinya udah sok cool, mau diem-diem aja berhubung sebelahku orang asing* 🀣. Tidak lupa tutup mata. Hiahahaha. Lalu, pas permainan selesai, kaki lemess banget, jalan aja terseyok-seyok 🀣.

Kalau ada kesempatan lagi buat coba, akankah aku naik wahana itu lagi? Mungkin iya! *Nggak kapok* tapi, itupun kalau umurnya masih mencukupi πŸ™ˆ.

Ngomongin Theme Park, nggak lengkap rasanya jika tidak menyertakan wahana ter-favorit. Meskipun aku cukup suka main yang ekstrem-ekstrem, tapi sesungguhnya wahana kesukaanku adalah yang unyu-unyu. Seperti, Istana Boneka, Carousell dan Bianglala 🎑
 
Istana Boneka dan Carousell adalah dua hal yang tak boleh dilewatkan saat sedang berada di Theme Park, khususnya Dufan. Istana Boneka adalah tempat berteduh, ngadem, ngeringin baju, dan juga bersantai saat sedang lelah sehabis jalan-jalan memutari Dufan.  Iya, ngeringin baju, kalau habis naik yang basah-basah, bisa masuk ke Istana Boneka untuk ngeringin baju dan rambut. Jangan lupa berdoa supaya sehabis keluar dari sini tidak masuk angin.

Lain hal-nya dengan Carousell atau yang lebih dikenal dengan Komidi Putar. Ini adalah mainan penutup yang harus dinaiki sesaat sebelum meninggalkan Dufan. Kenapa mainnya sesaat sebelum pulang? Karena biasanya pulang dari Dufan itu waktunya cenderung sudah gelap, dan di saat langit sudah gelap ini, Carousell akan mengeluarkan cahaya lampu kelap-kelip cantiknya, yang membuat penampilan Carousell menjadi cantik, sehingga cocok sebagai penutup kenangan di Dufan pada hari itu πŸ₯°.
 
Terakhir, Bianglala. Walaupun ini mainan favorit-ku, tapi sesungguhnya, tidak setiap kali aku menaikki wahana ini saat aku di Dufan. Alasannya adalah wahana ini tidak pernah sepi pengunjung! πŸ˜‚. Apalagi kalau menjelang sore, saat matahari sedang akan terbenam, maka akan lebih banyak lagi yang antre. Tapi, memang menaiki Bianglala saat matahari sedang akan terbenam adalah waktu terbaik. Kita jadi bisa melihat pemandangan matahari terbenam di laut dari ketinggian, sungguh memori yang cantik πŸ₯°.
 
Ngomong-ngomong, sekitar 2 atau 3 tahun lalu, kali terakhir aku ke Dufan, aku berhasil menaikki wahana Bianglala ini setelah sekian lama tidak naik. Sayangnya, kenapa sekarang malah terasa menyeramkan? Apalagi kalau sudah semakin tinggi, angin semakin kencang dan membuat gondola yang aku duduki menjadi goyang-goyang πŸ˜‚.  Memang agak horor sih, tapi aku akan tetap menyukai Bianglala, tapi mungkin yang gondola-nya tertutup ya, bukan yang terbuka seperti di Dufan πŸ˜‚.
 
✨✨✨

Ah, cerita mengenai Theme Park mah nggak akan ada habisnya. Karena aku selalu suka untuk mengulang memoriku di sana, dan akan selalu suka kalau diajak ke sana. 

Dan, setiap kali petugas mengatakan "Enjoy The Rides!" Ketika wahana akan dimulai, Rasanya ingin aku teriakkan "OF COURSE, I WILL!!" 🀭πŸ₯° *Lalu dikasih cincin* #plakk.


Jadi, siapa yang mau ajak aku ke Theme Park? 🀭


Teman-teman, apakah kalian juga suka ke Theme Park? 
Apa wahana favorit-mu? 


The dreamer.

69 komentar

  1. Wah, jadi pengen liburan terus naik roller coaster. Kalau aku cuma pernah naik roller coaster di wisata Bahari Lamongan dan di Atlantik dreamland Salatiga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Barusan aku lihat Wisata Bahari Lamongan di Google, dan ada 1 permainan ekstrem yang namanya "Ranger". Ini horor banget πŸ˜‚
      Kak Siti udah pernah naik belum?

      Hapus
    2. Wah Lia belom pernah ke WBL? ayo ke sana, eh iya ya, saya pernah ke WBL tapi belom pernah ke Dufan hahaha

      Hapus
    3. Belum pernah main ke daerah Jawa aku >.< Mau, mau. Ayo ajak aku ke sana hihihi.

      Hapus
  2. AArrrgghh!!!
    Aku pecinta wahana ekstream!!!!
    Tapi nggak suka rumah hantu. Wkakakaka..
    Aku belum pernah ke Dufan sih Mbak, tapi udah pernah nyobain main di Jatim Park 1, Trans Studio Bandung, sama USS.

    Dari ketiga tempat ini, USS dan Trans Studio aja yang berani aku rekomendasikan. Tapi di tulisannya Mbak Lia udah ada USS kan yah.
    Kenapa mereka?
    Dari segi keamanan dan kenyamanan. Penting banget kan? Keamanan dan kenyamanan di USS top sih, rapet tapi g sakit, Trans Studio juga.
    Kalau Jatim Park 1, oh no.. main wahanan ekstream sambil nahan sakit karena seat belt nya keras.
    Kalau kelebihan lain, USS roller coaster nya banyak!!!! Di Trans Studio cuman 1 doang, itu pun cuman bentar banget.

    Btw, ini asumsiku sendiri ya. Kalau pas main roller coaster kita nggak teriak malah bikin mual dan pusing. Aku pernah nyoba waktu di Jatim Park 1 naik pendulum 360', sengaja main challenge sama adek buat nggak histeris. Eh turun-turun malah pusing dan mau muntah.

    Jadi kangen main ke theme park lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku kalau lihat rumah hantu juga nggak suka tapi tetap masuk 🀣 *ngeyel anaknya*

      Kapan-kapan kalau ke Jakarta, cobain ke Dufan ya kak. Lebih banyak mainan ekstremnya dibanding Trans Studio 🀭
      Emang roller coaster di Trans Studio mah bentar banget, kayaknya sekali main cuma sepersekian detik, nggak sampai 1 menit πŸ˜‚

      Aku setuju kalau faktor keamanan dan kenyamanan saat naik wahana itu penting. Kalau dibandingkan, memang USS faktor keamanan dan kenyamanannya lebih tinggi. Jadi, walaupun wahananya ekstrem, pas naik tuh nggak dag-dig-dug takut jatuh ya 🀣 dan tetap merasa kencang safety belt-nya tapi nggak bikin sakit. USS juga bawa nama, aku rasa di Disneyland-pun tingkat keamanan dan kenyamanannya juga tinggi.

      Eh iya!! Kayaknya aku juga ngerasain hal yang sama deh 🀣
      Padahal naik roller coaster biasa, yang nggak sampai muter-muter 360° jadi nggak sampai teriak, tapi pas turun emang jadi mual sih πŸ˜‚

      Aku-pun rindu 😒 semoga corona bisa segera berakhir jadi kita bisa main-main ke Theme Park lagi πŸ˜­πŸ™πŸ»

      Hapus
  3. Dufan memang ga ada habisnya ya Lia.. hehehe.. Aku tahun lalu akhirnya beli annual pass Dufan, jd setahun masuk Dufan ga bayar lagi. Biasanya ke Dufan cuma sekali setahun, itu jd berkali. 😍😍


    Dulu aku juga naik Bianglala dan komedi putar itu terakhir sebelum pulang kayak Lia bilang. Tp sejak punya anak, kita naik itu malah awal2, soalnya pas awal belum terlalu ngantri. Hehehe.. Btw, Lia udah nyobain yg wahana2 baru di Dunia Kartun ga? Itu ga terlalu serem n ga antri. Walau buat anak2, tetep seru juga..

    Wah seru ya Lia, nyobain di Universal Studio Singapore. Jadi penasaran jugaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Annual pass itu racun sekali ya kak, jadi membuat lebih rajin untuk pergi ke Dufan huahaha. Annual pass-nya masih berlaku sampai sekarang kah kak?

      Biasanya pada ngejar Bianglala dan Komidi putar saat sudah menjelang gelap sih kak, makanya kalau siang lebih sepi antri :p
      Beluummmm! Di Dunia Kartun ada 1 permainan ekstrem juga kan kak, namanya Baling-baling. Waktu kak Thessa terakhir ke sana, apa mainan ini sudah ada?

      Kalau ada kesempatan, harus banget cobain kak USS ini. Pasti kak Thessa akan suka juga :D

      Hapus
  4. Hallo non, kalau di Jerman, tiap kota suka ada yang namanya Kirmes atau fun fair atau pasar malam ya kalau di Indonesia. Diadainnya setiap tahun , plus pawai dan segala macam. Aneka permainannya mirip di Dufan gitu, dari level ecek sampai extreme. Tahun ini ngga diadain sih karena Coronce. Kalau theme park yang memorable sih Disneyland.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti seru ya kak! Aku sering lihat di film-film, pasar malam di luar negeri lebih menggiurkan >.<

      Hapus
  5. Hysteria bukannya sudah lama yah? Soalnya saya sempat naik ini juga pas study tour akhir 2017 lalu.

    Untuk yang takut ketinggian, wahana ini mungkin akan lebih ekstrem dibanding Tornado. Kata teman saya,"pemandangannya indah yah dari atas.". Indah apanya. Diatas, saya sudah nahan pipis, pas diturunin dengan kencang rasanya kayak mau keluar 😬

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Hysteria memang sudah lama tapi aku belum berani naik hahaha. Dufan juga ada wahana baru, yang baru dirilis akhir tahun lalu. Itu-pun belum aku naikki >.<

      Huahahaha maaf, aku jadi ngakak ini bacanya! Rasa-rasanya, aku juga akan sama seperti Rahul kalau naik Hysteria, yang pasti aku akan muless banget sebelum naik karena gugup banget. Tapi, salut sama Rahul karena berani naik Hysteria :D

      Hapus
  6. Sukaaaaa banget dongggg. Terlalu sukanya sampai ditulis di ABOUT PAGE, mana tau ada yang mau ajak ke theme park 🀣 hahahaha. Kakak suka suasana theme park, Lia 😍 entah kenapa rasanya happy kalau di sana. Especially saat memperhatikan orang-orang di sekitar kakak. Kalau kata Disneyland, welcome to magic world, kakak pikir itu benar adanya πŸ˜†

    Akan sangat jaranggggg ada orang ke theme park untuk bersedih-sedihan. Yang ada mereka semua bersuka cita, itu salah satu alasan kakak suka theme park, karena semua orang bahagia dan semua orang punya kesempatan enjoy the rides, be happy, mau dari mana pun asalnya, nggak peduli golongannya, warna kulitnya, agamanya, sukunya, bahasanya, semua bisa bahagia sama-sama 😍

    Eniwei, kakak nggak seberani Lia soal urusan naik rides hahahaahaha. Apalagi yang dibanting dari atas ke bawah ke atas lagi ke bawah lagi, even naik roller coaster saja harus berpikir ribuan kali dear 🀣 dan kalau ditanya fave kakak apa, sama kayak Lia, sukanya ke museum boneka atau yang santai-santai seperti naik Gondola, Bianglala dan sejenisnya hahahahaha. Too bad, di Bali nggak ada theme park πŸ˜† kalau ada, bakal fun kayaknya πŸ™ˆ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehhh, kak Eno habis update About page ya. Habis ini, aku mau melipir ke sana ahh :D Ayo ke Theme Park bareng kak! hihihi.

      Sepakat! Aku-pun merasakan hal yang sama seperti yang kak Eno katakan. Dan, Disneyworld memang Magic World banget kak, setidaknya itu dibayanganku dan dari apa yang selama ini aku tonton di Youtube huahaha.

      Tapi, kak Eno pernah coba naik wahana ekstrem, belum? Atau lihatnya saja udah lemesss? Huahahaha. Sayang di Bali adanya Waterboom aja ya kak, aku nggak terlalu suka ke Waterboom karena aku takut naik perosotannya huahahaha. Paling cuma bisa enjoy di kolam arus sama kolam ombak aja >.<

      Hapus
  7. Baca ini jadi kangen Dufan!! Udah lamaaa banget enggak ke sana aaaa :(( Wahana favoriitku di Dufan tuh ontang-anting yang kayak ayunan itu lhoo, aku kalo ngadem abis main basah-basahan biasanya main itu hahaha.. btw Lia favoritnya Istana Boneka, aku malah takuuut kalo masuk Istana Boneka hahaha entah kenapa hawanya di dalam sana kayak seram aja gituu apalagi kalo liatin boneka-bonekanya yang pandangannya pada kosong (ya iyalah boneka pandangannya kosong) :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Eyaaa, kapan terakhir ke Dufan? Pas udah ada Iced Age atau belum?
      Aku juga suka main wahana itu kak! Tapiiii, entah kenapa, semakin aku berumur, kalau naik wahana itu aku jadi mual deh >.<

      HAHAHA yah kak Eya, kalau boneka-bonekanya bisa kedip-kedip dan melambai-lambai beneran, malah nggak ada yang berani masuk nanti kak. Tapi, aku akui memang horor di sana. Kalau aku disuruh naik perahu masuk Istana Boneka sendirian, aku juga nggak berani! >.<

      Hapus
  8. Berbicara wahana ekstrem. Di kotaku ada wahana yg ekstem, tapi itu wahana air. Jadi aku terkahir ke sana ketika smp, wkwkwk. Serem sih, naik perosotan yg panjangnya smpe belasan meter, meliuk-liuk. Bikin jantung deg degan.

    Di kotaku, namanya Fantasy Island

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh, aku malah lebih takut naik wahana air seperti ini lho. Menurutku, naik perosotan yang meliuk-liuk lebih menyeramkan, apalagi yang modelnya tabung alias tertutup, lebih seram >.<

      Barusan aku lihat di Google, kok Fantasy Island seru ya? Ada kolam busa-nya. Di sini nggak ada >.< huahaha.

      Hapus
  9. Kak Liaaaa aku jd kangen main ke theme park! Dan kebetulan baru September kemarin terakhir main ke Dufan😭 Bayangin aku udh bela2in beli yg annual pass dengan harapan di bulan2 Juli atau Agustus setelah sidang bisa main2 lg ke Dufan dan gak usah bayar, apa daya si coronia ini melanda negeri kita oh teganyaaa😭😭😭. Tau gak kaak, saking kangennya aku main di theme park sampe2 tiga bulan ini aku nontonin video theme park atau video roller coaster yg sudut kameranya dari front row langsung biar seolah olah kita beneran naik itu🀣🀣🀣 Biasanya malem-malem sebelum tidur nontonin video itu dulu sampe timeline yutub aku isinya theme park doang HAHAHAHA. Entah kenapa suasana theme park selalu menyenangkan, mungkin karena semua orang disana happy2 dan akupun mikir theme park jd satu2nya tempat yg bisa melepas aku sejenak dari stress dan segala kesibukan karena bisa teriak2 pas naik wahanaπŸ˜‚.

    Btw wahana favorit aku kalau di Dufan itu Kora Kora (biasanya ini selalu jd wahana yg pertama dinaikin tiap ke DufanπŸ˜‚), Bianglala, Halilintar, Arung jeram sama ice age karena sejukk brrr. Tapi kalo ice age antriannya kepanjangan biasanya ngadem ke Istana Boneka.πŸ˜‚ Selain favorit sama wahananya, sebenernya aku kalau ke dufan selalu suka makan di baso A fung, itu bakso sapi favorit karena kuah dan daging baksonya enak. Satu mangkoknya bener2 bikin kenyang🀀

    Ohiya kak, akupun salah satu di antaranya yg gak pernah berani naik Hysteria, aku bilangnya wahana setan dongπŸ˜†. Kalau lg naik bianglala dan liat hysteria dari kejauhan pun berasa kayak ikut dijatuhin ke bawah dan berasa ilang nyawa sekejap😡😡 orang naik kora kora dan duduk di bagian belakang aja pengen cepet udahannya apalagi ini😰. Dulu paling pernah nyobain hysteria yg di TSB dan segitu pendek aja aku udh kapok gamau naik apalagi di ruang terbuka kayak Dufan😱. Semoga pandemi ini cepet berakhir dh biar aku bisa kesana lg segeraaaa huhu sayang annual passnya kepake cuma sekali😭 *garukgaruktanah*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaaa nyesek ya rasanya. Jadi batal ke Dufan karena ada corona :( Btw, apakah annual pass-nya dikasih kelonggaran dari pihak Dufan? Jadi lebih panjang gitu umurnya karena ada corona ini. Iya nggak?

      HAHAHA AWL!! Duh, aku juga suka seperti ini. Nonton video youtube yang naik roller coaster gitu. Entah kenapa, pas nonton, hawa hepi dan ngerinya juga berasa >.< Jadi, aku setuju kalau Theme Park adalah satu-satunya tempat yang bisa melepas stress dan segala kegundahan yang ada, walaupun habis pulang dari sana, tenggorokan sakit dan badan lemes-lemes tapi hepi banget :D

      Wah, Ice Age itu dinginnya nggak nyantai sih. Lebih dingin dari Istana Boneka kalau menurutku. Langsung berasa puanas banget suhu di luar kalau habis naik Ice Age >.<
      Btw lagi, Bakso A Fung emang seenak itu, Awl :D Aku-pun juga suka. Sayang aja harganya mahal, kalau beli setiap hari bisa boncos dompet huahahaha. Dan, sesungguhnya, apakah kamu sadar, harga makanan di dalam Dufan itu harganya lebih mahal dibanding di emol, sekalipun resto ternama :(

      Lah, Awl, kok kita samaan lagi! WKWKWK. Hysteria memang menyeramkan. Lihatnya aja udah bikin lemes. Aku nggak tahu apakah suatu hari nanti aku akan berani coba naik wahana setan ini atau nggak HAHAHA. Sepertinya, Hysteria di Dufan lebih terasa tinggi dibanding di TSB ya, entah ilusi mata semata atau beneran lebih tinggi.

      Aminnn. Semoga pandemi ini bisa segera berlalu, supaya kita bisa senang-senang lagi ke Theme Park, juga biar Awl nggak merasa rugi karena udah beli Annual Pass >.<

      Hapus
  10. Roller coaster itu wajib banget dinaikin kalo ke theme park, aku selalu naik itu kalo ke Jatim Park 1 Kota Batu dan kalo lagi ke Taman Safari Prigen hahaha, ke Wisata Bahari Lamongan juga naik roller coaster, WBL ini konsepnya kayak Jatim Park cuman dia di deket laut, kalo Jatim Park deket gunung.
    Ada wahana mirip Tornado juga di sana, dan waktu naik itu sumpah aku teriak-teriak ga karuanπŸ˜‚ mas-mas sebelahku juga sama aja ternyata🀣 ya ampuuun emamg theme park ini tempat paling cocok untuk teriak selain di karaoke.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Theme Park di Jatim cantik-cantik banget dong pemandangannya kak >.< Apalagi Jatim Park, pasti hawanya adem ya :D Setahu aku, ada Jatim Park 2 juga kan ya kak? Isi permainannya beda kah?

      Huahaha wahana sejenis Tornado ini sih nggak ada obatnya dah kak. Sakti banget kalau bisa nggak teriak pas naik wahana macam ini >.<

      Hapus
    2. Iya adem sejuk gitu kalau di sana, pemandangannya juga ijo-ijo langsung ke gunung, jatim park sekarang ada 3.
      Jatim park 2 isi wahananya nggak seekstrim jatim park 1, lebih ke wisata alam kayak satwa sama pertanian.
      Jatim park 3 yang jadi unggulannya itu museum dinosaurus, sama museum-museum futurisrik, ada museum musik juga, nggak ada wahan ektrem sih waktu aku terakhir ke sana.
      Bener banget astagaa udah rasanya kaki di kepala, kepala di kaki naik tornado.

      Hapus
    3. Ada museum Dinosaurus? Ih keren banget dah! Bahkan di Jakarta aja nggak ada yang seperti itu. Jatim lebih maju banget, kerennnn <3
      Semoga suatu hari bisa icip ke sana hahaha.

      Hapus
  11. Wahhh aku justru kebalikannya nih, paling nggak bisa diajakin ke Dufan atau ke amusement park manapun (kecuali Disneyland XD) karena aku bakal rugiiii. Wahana yang bisa aku naikkin cuma dua: istana boneka dan komidi putar... eh satu lagi deh, gajah terbang 🀣

    Karena pada dasarnya aku cemen banget main wahana ekstrim. Pernah sekali waktu wisata ke Dufan pas SMP, aku dipaksa main kora-kora. Itu kan cemen yaaa sebenernya untuk yang suka main wahana ekstrim. Tapi aku nangis dan mual banget setelah main itu huhuhu

    Lain cerita kalo di Disneyland, nah itu baru deh happiest place on earth buatku huahaha gak harus naik roller coaster-nya, jalan-jalan liat pemandangannya aja atau ngantri beli merchandise aja udah hepi banget hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyiahahaha ci Jane! Aku jadi ingat permainan Gajah Terbang, isinya lebih banyak orangtua dibanding anak kecilnya, padahal itu mainan untuk anak kecil 🀣 Kalau begitu, ci Jane jarang ke Theme Park dong ya? >.<

      Memang mual ci kalau naik Kora-kora kelamaan. Entah mual karena wahananya, atau mual karena banyak angin masuk ke mulut akibat teriak sambil diayun-ayun (kan angin yang masuk ke mulut jadi lebih banyak kalau diginiin) 🀣

      Disneyland memang Magical World banget sih ci >.< Pemadangannya membuat kita seperti masuk di dunia kartun yang selama ini ditonton ya >.<
      I wish someday bisa ke sana! Yang di Jepang termasuk yang tercantik kan!! Bahagia banget kalau bisa menapakkan kaki di sana :D

      Hapus
  12. helooo kalau ke theme park the last time i went there when i was 12 . for sure its fun , and i really hope i can go there again . Rollercoaster ? my mom would mad if she knows i want to ride it hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. I hope you can go there again soon, after all of this pandemic gone :D
      Well, don't tell your mom if you ride it lol

      Hapus
  13. aku suka theme park juga apalagi kalau isinya seru semua hahaha
    jadi inget dulu waktu pertama kali masuk istana boneka di dufan, senengnya, namanya anak kecil yak,pas kesekian kalinya ke dufan cobain yang udah agak menantang, kayak kora-kora, kora kora masih biasa kayaknya

    nahh waktu ke USS juga nih lia, pokoknya naik rollercoaster yang disana baik itu cylon sama apa satunya lupa, dicobain ga mau rugi, malah temen yang ga mau naik, sumpah itu pengalaman seru dan luar biasa, aku berani juga wkwkwk, dan herannya kalau naik begituan aku jarang teriaknya, malah ketawa kalau temen sebelah yang teriak2.
    yang cylon itu astagaaa, kenangan banget pokoknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Theme Park memang selalu menyenangkan ya kak :D
      Kora-kora itu hitungannya masih biasa tapi banyak juga yang dibuat mual olehnya. Aku juga kalau naik ini suka mual, tapi tetap naik >.< #plakk

      Kak Ainun berani banget! Bisa lho ketawa-ketawa naik roller coaster sejenis Cylon gitu >.< Aku sih tak sanggup, untuk buka mata saja ku tak sanggup huahahaha.
      Kak Ainun juga naik yang versi satunya lagi kah? Human kalau nggak salah namanya.

      Hapus
    2. kalau pas keretanya muter dibalik balik biasanya aku merem, kalau naik beginian anggap badai pasti berlalu hahaha
      iya aku naik human juga waktu itu, jadi dua duanya aku cobain

      waktu dulu ke jatim park sama temen, naik permainan yang diayun keatas kebawah, di dufan ada kayaknya tapi ga tau namanya, temen duduk disebelah jerit jerit sambil misuh misuh, lahh aku ketawain dia jadinya, malah aku kudu ketawa liatin dia. ketawa tapi perut kayak diombang ambing sama mesin

      Hapus
  14. Liaaaaaaa ayooook ke themepark Ama akuuuuuu :D. Aku cintaaaa mati Ama themepark, apapun bentuknyaaaa :D. Makanya stiap traveling, aku slalu cari tau apa di negara itu ada themepark yg bisa aku datangin:D.

    Sebenernya aku lebih suka themepark yg punya banyaaaak wahana extreme. Tapi Seandainya rides di sana hanya biasa pun, kayak rollercoaster Dufan, aku tetep happy :). Krn buatku semua rides di themepark slalu bikin bahagia :D.

    Themepark favoritku, itu FIJI Q dan NAGASHIMA SPALAND di Jepang. Karena di 2 tempat ini, koleksi rollercoaster yang masuk dalam rekor ekstreme dunia , semua kumpul di sini :D. Contohnya ada Dodonpa rollercoaster (bentuk rel kayak huruf U terbalik), Takabisha yang bentuk relnya huruf P, trus ada Steel Dragon terpanjang sedunia Krn relnya 4.2 km hahahahahaha dan tingiiiii, trus ada white cyclon dll, saking banyaknya aku ga inget hhahhhah.

    OMG aku slalu spare waktu sehari penuh kalo datang ke themepark. Krn tau aku ga bakal puas cuma naik sekali :p. Bisa berkali2. Itupun kdg tetep ga bisa semuanya kalo antrian panjang.

    Yg USS, battlestar glactica aku ga rezeki Mulu utk naikin itu. Tiap kali datang selaluuuuuu aja tutup Krn maintenance . Duuuuh kapan aku bisa rasain :D!!

    Hayuuuuklaaah sesekali kita main ke themepark. Aku slalu seneng kalo ada temen yg 1 hobi suka main wahana2 menantang :) . Selama ini temenku naik rollercoaster itu cuma suami. Kalo temen2 g ada yg doyan, Krn takut :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk kak Fanny kita ke Theme Park bareng :D Kak Fanny pasti sudah merasakan berbagai macam Theme Park karena suka travelling, senangnyaaa.

      Bahkan kak Fanny sudah pernah merasakan naik roller coaster horor semacam di Fuji-Q dan Nagashima Spaland?! KEREN!! Aku bahkan nggak tahu akan berani naik roller coaster di Fuji-Q atau nggak, lihatnya aja serem kak pas bagian "turunan"nya, luemesssss kaki huahahaha.
      Kalau dua Theme Park yang di Jepang ini, ramai juga kah pengunjungnya? Sampai antri 30-60 menit gitu nggak sekali naik wahana?

      Huaaaa tak jodoh sekali kak >.< Semoga kedepannya bisa lebih berjodoh ketika mampir ke USS ya. Btw, menurutku, mungkin yang di Fuji-Q lebih seram daripada di USS hahaha.

      Hayuuuu, aku juga selalu senang kalau ada teman yang sehobi denganku. Punya teman yang hobi baca aja, aku senang bangett karena jadi punya teman diskusi. Apalagi kalau ada teman yang suka ke Theme Park juga dan suka naik wahana extreme (walaupun aku suka maju mundur kalau naik), tapi aku senang dan kalau temanku berani, aku pasti ikutan naik *anaknya mudah tertantang*

      Hapus
    2. Naaah itu enaknya kalo LBH milih ke themepark kayak nagashima spaland ato Fuji q Li.krn sepiiiiiiiii. Akukan slalu kesana saat winter yaaa. Bisa dipastikan orang2 males main beginian wktu suhu LG dingin, Krn anginnya di atas lumayan berasa. Hahahahahah.

      Fuji q waktu aku DTG February, agak rame, tp ttp aja cepeeet antrian. Ga nyampe 30 menit. Kalo di Disney ato USJ, ajigileeeeee, 1 wahana bisa 1-2 jam hahahahahaha. Kecuali beli quick pass yaa. Tapi kan mehoong :p

      Yg paling seru nagashima spaland, seriuuuus itu yg antri bisa diitung pake 1 tangan hahahahahah. Ohh aku bahagiaaaaa. Bayangin aja mba, aku sampe sana skitr jam 12 siang. Dan jam 3 sore aku udh selesai naikin wahana2 yg seruuuu, Krn memang sesepi ituuuuu wkwkwkwk... Enaknya LG, ada area khusus rollercoaster anak. Jadi si Kaka yg wktu itu tinggi bdn blm mencukupi utk rides yg ekstreme, dia main di tempat anak bareng sepupuku. Malah ada coaster yg mana dia naik sendiri :D. Ga ada org yg antri hihihihi.

      Itulah kenapa aku LBH suka ke themepark yg bukan fav banyak org, tp rides nya super naikin nyali :D .

      Kalo kamu ke Jepang, aku saranin mnding DTG ke nagashima ato fuji q:D .puaaaasss mainnya

      Hapus
    3. Kak Fanny tipe orang yang antimainstream sekali ya :p main ke Theme Park saat winter, mana naik roller coaster yang tingginya nggak nyantai pula. Apa itu nggak menggigil pas di atas? :p

      Terima kasih rekomendasinya kak Fanny! I wish suatu hari aku bisa cobain ke sana ya >.<
      Rides di dua lokasi yang kak Fanny sebutin ini sih "super amat sangat naikin nyali", lihat fotonya aja lemessss kak HAHAHA

      Hapus
  15. Dah lama nggak ke Dufan. Bukan nggak suka sih, cuma si Yayang itu loh.. Kayak Jane.

    Waktu masih pacaran, pas naik Kora-Kora, dia jerit jerit minta berhenti. Tanganku sampai penuh bekas kuku. Padahal sedang seru-serunya.

    Sudah nikah, punya bayi, sampe SD baru bisa kesana lagi. Tetap saja si Yayang mah tidak bisa naik pemacu adrenalin Bawa si Kribo karena masih kecil, malah muntah. Ujungnya ya begitu deh.. hahahaha

    Pas si kribo udah gede, dia pergi ke Dufan sendiri. Bapaknya nggak diajak. Padahal, seneng tuh main yang kayak gituan.

    Repotnya lagi, si Yayang sejak jadi ibu rumah tangga, selalu bilang, nggak suka ke laut.. ngeri. Diajak ke gunung .. serem... Yang seneng kalo diajak ngemol.

    susehhhhhh...

    Tapi tak apalah, yang penting bisa berdua sama yayang.. #ikutlebaydikitah... wkwkwkw

    Sekarang saya pilih pegang kamera saja deh.. ternyata tidak kalah seru...eh nggak nyambung yah.. Biarlah toh sebentar lagi kabur mau bocan, jadi Lia nggak bisa protes... :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyiahahaha kalau pas pacaran mah, lengan penuh bekas kuku, nggak berasa sakit ya kak, yang penting bisa duaan sama doi #eh. Walaupun sehabis itu nggak pernah main ke Dufan lagi tapi memori dicengkram-nya masih berasa ya :p

      Kalau ke emol sih, apalagi dibelanjain, siapa yang nggak seneng ya, kak Hes? *panggil yayang-nya kak Anton* Apalagi kalau lihat logo "SALE", makin double senengnya ya kak Hes huahaha.

      Ugh, kak Anton selalu meninggalkan jejak-jejak romantis yang membuat kita para pembaca jadi meleleh nih >.<
      Yayang-nya kak Anton sepertinya kenyang dapat jatah diromantisin terus setiap hari, enyaknyaaaa hiahahaha.

      Aku sengaja balasnya pagi hari, saat kak Anton udah bangun, jadi aku bisa protes karena nggak nyambung wkwkwk.

      Hapus
    2. Boro boro sakit mah ya tetep sakit..cuma nggak berani ngomel *takut dipecat..

      Kalo ada tanda SALE.. dia dobel semangatnya, adrenalin saya juga terpacu 4 kali lipet *inget isi dompet

      aahhh..berarti saya bisa bilang ke Yayang, saya pria romantis *selama ini dikomplen dan disebut ga ada romantis romantisnya sama sekali *langsung kabur mau pamer ada yang nyebut romantis

      πŸƒπŸƒπŸ’¨πŸ’¨

      Hapus
    3. Dikira rasa sakitnya hilang berhubung di sebelah ada yayank, kak wkwkwk

      Bapak-bapak ini kompak banget ya, kalau bawa istri ke emol, pasti kompak-an merasa adrenalinnya terpacu tinggi huahahaha.

      Mungkin kah kak Hes udah terlalu sering diromantisin sampai rasanya kak Anton nggak romantis? Wkwk

      Hapus
  16. Wah, aku malah kurang suka ke mainan ekstrem seperti itu, bikin jantung mau copot saja kak Lia.πŸ˜‚

    Enaknya ke Dufan itu memang pagi ya, soalnya kalo siang sedikit pasti ramai dan nanti naik wahananya lama karena sudah penuh. Pernah karena mau naik Roller coaster sudah penuh maka pindah ke kereta gantung saja. Eh kirain aku sepi ternyata juga banyak yang antri. Setelah sejam lebih baru bisa naik.

    Balik lagi ke Dufan, eh ternyata masih pada penuh semua. Kapan naiknya kalo begini.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya Gus.. kalau mau maen ke Dufan, jantungnya dicopot dulu ajah, terus simpen di rumah ga usah dibawa-bawa biar gak jantungan..

      Masa yang kayak gitu aja kudu diajarin sih

      #kabursecepatcepatnya

      Hapus
    2. Nah, udah dibantu dikasih saran dari kak Anton. Lain kali kalau ke Dufan, jangan lupa jantungnya ditinggal dulu ya kak Agus wkwkwk

      #ikutankabur

      Hapus
    3. Terus kalo jantungnya dimasak, gimana gantinya dong pak, masa ganti pakai jantung pisang.πŸ˜‚

      Hapus
  17. wah naik itu pastinay seru dan adrenalinnya tinggi tapi seruu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru banget kak Tira :) Kalau suka wahana ekstrem, pasti nagih hahaha.

      Hapus
  18. Theme park tuh baru ngomonginnya aja udah bikin excited lah... XD

    Kalau di dufan, abis naik wahana extreme macam tornado, kicir-kicir, atau halilintar (terakhir ke sana belum ada histeria), paling seneng "menenangkan diri" di Ontang-anting. Habis teriak-teriak, rasanya zen banget berayun di sana :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget kak Hicha! Ngomongin dan bayanginnya aja udah bikin excited >.<

      Huaaa betul banget. Kalau di Ontang-anting rasanya zen banget sih, dan adem sepoi-sepoi gitu, walaupun habis turun bisa pusing dan mual karena kelamaan diputar-putar wkwkwk.

      Hapus
  19. Kalau theme park yang dekat tempat saya namanya Saloka, mbak. Di pinggiran Semarang dan Salatiga.
    Belum sekeren dufan sih.. Tapi sudah cukup terkenal di sini.
    Nama nama wahananya di Saloka ini juga pakai bahasa Jawa, mbak. Misalnya Paku Bumi, Angon Ingon , atau Kombang Layang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saloka keren banget kak Dew! Pemandangannya bagus banget, dikelilingi gunung dan hamparan sawah, pasti adem deh main di sana ya >.<
      Nama permainannya juga keren menurutku. Mempertahankan unsur nasional dalam setiap wahana, malah kesannya unik :D

      Hapus
  20. Saya mau dong di ajak Lia, etapi cuman temani aja ya, jadi Lia yang naik wahana, saya pepotoan aja, saya mah cuman mau numpang foto di depan wahana aja.
    Kagak mau naik.
    kagak! kagak! kagak! tidaakkk!

    Kapok banget, terakhir saya naik wahana ekstrim itu kayaknya 11 tahun lalu, pas udah hamil ternyata itu, tapi saya belum tahu kalau hamil, saya naik yang perahu oitu loh, namanya KoraKora ya? duhhhh, hampir ngompol, mual, mabok!
    Trus yang bikin saya nggak nyaman itu, badan dihentakan ke besi penyanggah gitu, langsung auto biru-biru deh badan saya.

    Itu kayaknya terakhir saya naik wahana seram.
    Setelahnya bahkan yang semi seram kayak rumah hantu aja udah nggak mau.

    Pengaruh umur juga kali yak, mamak-mamak tuw eh senior nih.
    Saya juga baru sadar loh, entah saya kurang melatih jantung, saya tuh dulu sering notnon film action, nah sekarang nonton film action yang biasa aja, jantung saya degdegan, duuuhh parah dah.

    Pokoknya saya kalau ke theme park itu paling senang ikut si kakak.
    Naik kereta, naik bumper car anak-anak, naik apalagi ya?
    Pokoknya semua mainan anak-anak gitu wakakakakaka.

    Tapi yang paling saya suka adalahhhh... foto-foto ofkors :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahhh, jangan naik lagi kalau gitu kak, selain auto biru-biru, takutnya kali ini malah jadi ngompol beneran wkwkwk #becanda

      Tapi, sepertinya memang semakin bertambah umur, jantung kita semakin cepat deg-degan atau kaget kak. Aku lihat dari mamaku, mamaku juga jadi mudah kaget dibanding sebelum-sebelumnya. Atau mungkin pengaruh dari sering minum kopi? *apa hubungannya

      Hahahaha naik kereta-keretaan juga menyenangkan kak. Kadang udah sebesar ini tapi pengin balik kecil lagi biar bisa main mainan anak, tapi nggak mungkin kan, nanti dimarahin mbak petugasnya. Nah, kalau ada anak kan beda cerita. Jadi ada excuse untuk naik wahana anak-anak deh :p

      Dan, tidak lupa foto-foto ya. Ini sih ritual wajib ibu-ibu :p

      Hapus
  21. Hu..hu.. Dari dulu pengen banget ngebayangin naik roller coaster sambil teriak biar stress ilang. Apakah jantung saya juga bakalan dag-dig dug.. Tapi di sini jauh kalau mau naik roller coaster. Baca ini aja rasanya saya ikutan seneng😁, membayangkan bisa main ke dufan. Sayang lagi pandemi gini, apa dufan ditutup ya mbak?
    Saya pernahnya naik bianglala...
    Sakali puter doang, mana bianglalanya kecil jadi enggak puas...
    Semoga pandemi segera berakhir dan saya bisa merencanakan naik wahana yang ekstrem...😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dufan udah kembali buka kak Tria, tapi sepi karena nggak ada yang berani ke Theme Park dalam suasana seperti ini. Duduknya pun nggak bisa berbarengan, sendiri-sendiri, lebih horor dan kurang seru menurutku >.<

      Aminnn. Semoga pandemi ini bisa segera berakhir dan semoga kak Tria bisa cobain naik roller coaster, segera! Nanti jangan lupa ditulis pengalamannya di blog ya :D

      Hapus
  22. Seumur-umur belum pernah masuk dufan. dari dulu punya keinginan ke Dufan, tapi belum kesampaian sampai sekarang. huh.
    tapi kalau main ke wahana seperti itu paling ngga berani main roller coaster, sudah kapok dulu pas naik di Trans Studio Bandung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Trans Studio sih kencang banget kecepatan roller coasternya kak, di Dufan nggak sekencang itu, lebih lambat tapi lebih tinggi >.<
      Semoga kelak kak Rie bisa ke Dufan ya. Kalau nanti di Dufan, cobain semua mainan yang ada kalau ada kesempatan :D

      Hapus
  23. huwaaaaa ku belum pernah ke dufaaan
    dari kecil pengen lo tapi cuma bisa ke TMII aja
    pas ke JKT kemarin uda rencana si eh tapi malah liat konser JKT48 wkwkw

    aku pengen naik kora kora itu lo
    pengen banget mbak
    sama roller coaster juga si
    di Jatim Park ada tapi engga se wow dufan secara dufan kan paling wow se Indonesia Raya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya sih daripada ke dufan mending liat Jkt48 sih. #kapanmasmaunontonlagi? *ajak saya yah

      Hapus
    2. Jadi... kak Anton selama ini Wota? :p

      Hapus
    3. @kak Ikrom : wah, menurutku malah Jatim Park lebih keren dibanding Dufan. Malah ada yang ke2 dan ke3 juga. Itu kalau disandingi jadi 1 mungkin lebih besar dari Dufan, dan lebih beragam wahananya.
      Sayangnya belum ada Kora-kora ya. Semoga nanti kalau ada Jatim Park 4, ada Kora-koranya jadi nggak usah jauh-jauh ke Jakarta buat coba :D

      Atau, semoga kalau ada kesempatan buat ke Jakarta lagi, nggak ketahan di JKT48 Teater, jadi bisa melipir ke Dufan satu hari huahaha.

      Hapus
    4. Bukan Li.. tapi lihat cewek cantik pan seneng.. normal kan? wkwkwkwkwkw

      #kaburlagi

      Hapus
    5. WKWKWKW maaf aku ngakak ini pagi-pagi, eh siang deh.

      Soalnya terbayangi kak Anton sedang nonton JKT48 Teater di posisi paling depan sambil teriak-teriak dan pegang light stick ciri khas fans JKT48 huahahahhaah

      Hapus
  24. Saya cuma pernah sekali saja pergi ke Dufan untuk menikmati wahana-wahana yang meningkatkan adrenalin itu. Waktu itu masih pacaran sama istri sekarang. Saat menjelang sore, kami memilih untuk naik Histeria. Karena waktu itu bulan puasa, pengunjungnya sepi. Wahana historia cuma kami berdua yang naik.
    Sambil menunggu, saya iseng menggodai pacar. Maksud hati bilang I love you dengan romantis, ternyata saat setelah kalimat, wahana sudah dimulai dan kami terhentak ke atas. Ucapannya jadi lucu, I love youuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu....!!!
    Tapi ada moment, wahananya berhenti beberapa saat di puncak. Saya membuka mata dan saya lihat pemandangan sunset yang cukup indah. Dan saat itu juga saya ulangi lagi bilang I love you kepada pacar dengan nada yang lembut dan lebih romantis, di puncak wahana Historia sambil melihat sunset. Sebelum akhirnya dihempas lagi menuju bumi. Hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaaa merinding bacanya! Merinding karena romantis sekaliii plus lucu pula wkwkwk. Aku bisa bayangin pas kejadiannya berlangsung, itu teriak sambil *mungkin* menahan rasa kaget karena terhentak ke atas yahuahahaha.

      Tapi ditutup dengan kejadian romantis yang sesungguhnya. Huaaa jadi iri nih, pengin diromantisin juga sama pasangan #plakk

      Hapus
  25. Jadi kangen sama dufan wahananya ada aja yang baru, dulu suka beli tiketnya yang sekaligus gitu biar bisa sepuasnya naik macem2 wahana, sekarang naik wahana di pasar malam pun oke, cuman gak dibolehin sama paksu takut wahananya ambrol hehehe btw salam kenal ya mba Lia :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak Iidyanie, salam kenal :D
      Sekarang setahuku udah nggak bisa beli tiket yang nggak terusan, jadi hanya berlaku 1 jenis tiket regular dan tiket express, cuma ada perbedaan harga aja untuk anak kecil-dewasa-lansia.

      Huahahaha jadi sekarang menjadi penikmat pemandangan aja ya kak. Menjadi penikmat pemandangan juga asik, rasa penat dan stress rasanya hilang melihat pemandangan riuh dan bahagia, bahkan di pasar malam sekalipun :DD

      Hapus
  26. Lia, tulisanmu ini mengingatkanku pada masa2 kuliah. Kalo liburan bareng temen2
    hayuk2 kita ke dufan...

    Eh, tapi jujur lia, aku gak brani naek yg gituan "tantangan" aku pobia ketinggian...
    Aku pernah dipaksain naik kora2, alhasil waktu turun mukanya pucat, dingin, kayak
    yang mau pingsan gitu..

    Mulai dari situ, aku kapok sekapok2nya...

    Apalagi yang di potonya lia ini, aduh belom naek ajah jantungnya dah mau copot heheee..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduhh, kalau sampai mau pingsan sih jangan naik lagi kak. Ngerii, takut pingsan pas lagi main πŸ˜‚

      Kalau gitu, misalnya ke Theme Park, kak Ike menikmati wahana yang kalem-kalem aja kak. Istana Boneka juga menyenangkan lho~ 😍

      Hapus
  27. Habis baca tulisan Lia, terus inget inget kapan terakhir ke Dufan....yawlooo 2014 hahahaha! Terus pas di 2014 itu, habis naik kicir kicir dan histeria, kakinya gemereran lemes, kayak mati rasa. Padahal sebelumnya ke sana pas kuliah, bisa naik kicir-kicir sampai 3 kali. Jompo abis. Duh jadi kangen....

    Tapi aku gak pernah main ke theme park selain Dufan, Lia. Meskipun suka, cuman kalau keluar negeri, lebih suka menghabiskan hari di pasar-pasar tradisional atau jalan ke mana gitu. Udah gitu suka mahal mahal banget wkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 6 tahun lalu! Kicir-kicirnya mungkin udah kangen banget sama kak Justin nih, ayo kapan ke Dufan lagi kak 😝

      Kalau aku lihat-lihat di internet, pasar malam di luar negeri malah mainannya juga banyak yang se-ekstrem seperti di Dufan, malahan suasananya lebih menyenangkan menurutku apalagi pas malam, banyak lampu-lampu unyu pasti 😍
      Kalau ke pasar malam di luar negeri, bayar tiketnya per wahana kah kak? πŸ€”

      Hapus