Eps.2 : Book Swap.

Jumat, 30 Oktober 2020



Heyho! Peri kecil nan imut kembali lagi di sini 😝. Bagaimana dengan liburan panjang teman-teman? Menyenangkan kah? Kegiatan apa yang kalian lakukan saat liburan ini? 

 

Anyway, pada bulan Oktober ini, aku mengadakan book swap dengan Ci Jane. Dan, entah disengaja atau tidak, 2 buah buku yang Ci Jane kirimkan untukku, meskipun dari 2 jenis yang berbeda, 1 fiksi dan 1 non-fiksi, keduanya memiliki tema buku yang sama yaitu seputar cinta, keluarga, pertemanan dan hidup. Kedua buku ini sama-sama membuat hatiku hangat saat membacanya 😍. Lantas, buku apa aja yang Ci Jane kirimkan untukku kali ini? Let's unboxing! 😆

 

 

Dimsum Terakhir by Clara Ng


Waktu pertama lihat sampul dari buku ini, kesannya gemas sekaliii 😍. Warna sampulnya bikin gemasss. Nama penulisnya juga aku sering dengar dan kebetulan, aku belum pernah sama sekali membaca karya dari Clara Ng. Jadi, ini pengalaman pertamaku membaca novel karyanya dan aku tidak menyesal membacanya, sebab buku ini memang layak untuk dibaca.

 

Buku ini bertema tentang keluarga, sisterhood dan cinta. Kalau mendengar buku yang bertema tentang keluarga, langsung terbayang akan isi cerita yang hangat, iya tidak? 😁. Itulah yang aku rasakan saat membaca buku ini. Buku ini menceritakan tentang 1 keluarga yang memiliki 4 orang anak kembar yang semuanya perempuan. Namun, mereka semua memiliki sifat yang berbeda dan karena udah dewasa, mereka hidup sendiri-sendiri dan baru berkumpul kembali saat Sang Ayah jatuh sakit.


Konflik dimulai ketika mereka harus hidup bersama kembali. Adaptasi akan hal ini ternyata tidak mudah, meskipun mereka semua bersaudara. Saling menyesuaikan kembali akan sifat, akan kebiasaan dan kesibukkan satu sama lain ternyata sulit. Mungkin memang ini yang akan dirasakan kelak ketika kita yang udah hidup berpisah dari keluarga, kemudian harus menyatu kembali 😅. Pelan-pelan, satu per satu masalah bisa dihadapi dan ditemukan jalan keluarnya. Merekapun mulai saling membantu satu sama lain, mencari solusi ketika ada masalah, saling menyemangati dan yang paling keren saat mereka bisa saling menerima kelebihan dan kekurang masing-masing saudara. Terutama saat mereka bisa menerima diri Rosi, salah satu saudara kembar, yang ternyata merasa dirinya terlahir pada tubuh yang salah dan lebih nyaman menjadi seorang laki-laki. Saudara-saudara yang lain begitu mendukung keputusan Rosi, bahkan Sang Ayahpun demikian. Pada bagian ini, aku dibuat berkaca-kaca karena terharu sekali akan dukungan yang diberikan oleh pihak keluarga kepada Rosi ðŸĨš. 


Masalah-masalah lain yang datang menimpa atas masing-masing anggota keluarga dan cara mereka saling menguatkan satu sama lain, membuatku semakin sadar bahwa tidak ada orang lain yang mampu mendukung, menguatkan, mengerti, menerima apa adanya dan mencintai kita seperti yang dilakukan oleh keluarga ðŸĨš. A heartwarming story yang cocok dibaca saat sore sambil minum teh/kopi dan menikmati pemandangan matahari terbenam 😍. Ugh! Hangatnyaaa 😍.



What I Wish I Had Known & Other Lessons You Learned in Your 20s by Marcella Purnama


Little did Ci Jane know, bahwa aku sesungguhnya pernah ingin membeli buku ini saat pertama kali buku ini rilis di toko buku, hanya saja saat itu aku mengurungkan niat dan memilih buku lain ðŸĪĢ. So, saat melihat buku ini, aku langsung teringat kembali akan masa-masa itu dan merasa senang karena akhirnya aku bisa kesampaian membaca buku ini 😁, meskipun sekarang aku merasa agak terlambat membacanya karena isi buku ini sepertinya lebih cocok untuk teman-teman yang sedang kuliah dan akan memasuki dunia kerja, yang pastinya akan lebih termotivasi saat membaca buku ini. Walaupun demikian, aku bisa merasakan begitu relate dan ada beberapa kutipan yang bisa aku ambil dari cerita yang ditulis.


Buku ini adalah buku non-fiksi yang semua isinya adalah kisah hidup dari Marcella Purnama. Kata Ci Jane, Marcella ini adalah seorang blogger yang merupakan favorit Ci Jane 😆. Sebuah kesempatan yang menyenangkan untuk bisa membaca sebuah karya dari penulis favorit dari orang yang aku bucinkan 😆.  


Isi dari buku ini bercerita tentang masa-masa Marcella ketika mulai memilih jurusan perkuliahan, kuliah di luar negeri, mulai magang dan bekerja, sampai akhirnya memutuskan untuk mengambil S2. Marcella membagikan pengalaman hidup serta hal-hal lain yang mampu memotivasi, menyadarkan juga mengingatkan para pembaca akan proses kehidupan dan betapa berharganya memiliki keluarga yang (hampir) selalu mendukung atas segala keputusan yang diambil. Marcella juga memotivasi untuk selalu mau belajar, berusaha, berani bertindak jika benar dan berani mengambil segala kesempatan yang ada 😁. 

 

Ketika membaca bagian ke-1 dari buku ini, Marcella menunjukan bahwa ketika kita udah menentukan pilihan, kita harus terus berjuang agar berhasil. Ketika awal dia kuliah di Australia, dia menemukan kesulitan dalam bahasa, yang kemudian memotivasinya untuk terus belajar lewat membaca dan percakapan. Hasil dari usahanya tidak sia-sia, akhirnya diapun bisa menjadi content writer yang menulis dalam Bahasa Inggris saat magang dan bekerja.


Bagian ke-2 dari buku ini berisikan tentang pengalaman-pengalamannya akan dunia kerja, yang sangat relate dan mungkin akan dialami saat kita memasuki sebuah perusahaan. Kerjaan yang setumpuk, jarak tempat kerja yang jauh, macet, atasan yang menyebalkan, semua dicurahkan pada bagian ini dan tentunya dilihat dari sisi lain, yang lebih positif.  Salah satunya, Marcella menyadari bahwa atasan yang menyebalkan, ternyata membawa pengaruh positif untuk tumbuh kembangnya saat ini. 

 

Bagian ke-3 berisikan tentang pengalamannya kembali belajar dan mengambil S2 di luar negeri. Penyesuaian-penyesuaian harus dia lakukan kembali, hidup yang mulai berubah ke sisi "adult life" yang sesungguhnya membuat masalah-masalah baru datang. Namun, tentu saja dia membuktikan pada para pembaca bahwa dia bukan orang yang mudah menyerah akan situasi yang dihadapi. 


Aku ingin membagikan beberapa kalimat yang ditulis dalam buku ini, yang aku sukai dan juga Ci Jane highlight.

Don't be afraid to embrace new things - hal 120.

 

If we stop wanting complicated things, our lives would be much happier, because we are content - hal 137.

 

The problem with our generation is that we see our reality as being very bad, and we see other people's reality as being very good - hal 181.

 

Nah, untuk teman-teman yang sedang berada di umur 20an, apalagi yang baru memasuki dunia kuliah dan kerja, buku ini cocok sekali untuk kalian baca sebab banyak sekali ilmu tentang hidup yang bisa kalian petik dan terapkan dalam kehidupan 😁.


✨✨✨

 

Buku-buku pilihan Ci Jane sangat menarik dan berkesan untukku 😍. Aku sekali lagi diingatkan untuk mensyukuri kehidupan, bersyukur atas apa yang aku dapatkan hingga saat ini, bersyukur atas keluarga yang baik dan kembali dimotivasi untuk menjalani hidup lebih baik. Semoga buku-buku ini juga bisa menjadi rekomendasi bacaan untuk teman-teman yang membaca tulisan ini.


Anyway, untuk teman-teman yang penasaran dengan 2 buku apa yang aku berikan pada Ci Jane, silakan cek langsung ke postingan ini


Teman-teman, 

ada yang udah pernah baca salah satu dari 2 buku di atas?

Let me know!

 

The dreamer.

42 komentar

  1. Tertarik baca yang Dimsum Terakhir karena udah lama banget kayaknya gak baca buku bertema keluarga gitu, meskipun ada cinta2annya. Tapi kayaknya bagus nih. Langsung masuk TBR deh hahaha

    Dan buku yang ke-2 kayaknya harus aku baca juga deh, meskipun kata Lia ini bagus untuk yang baru kerja atau kuliah tapi kayaknya aku sendiri butuh deh. Sedang mencari buku motivasi tentang dunia kerja supaya gak terasa hambar aja nih kerja yang stagnan banget kegiatannya sehari-hari hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Tika! Unsur cinta-cintaannya sedikit sekali, lebih kencang unsur keluarganya. Hahaha. Ceritanya hangat sekali 💕 Kak Tika bisa coba baca di iPusnas atau Gramdig. Di Gramdig ada versi yang lebih bagus dengan cover yang sama seperti di fotoku. Semoga nanti bisa kesampaian untuk baca ya 😁

      Kalau membaca buku yang ke-2, aku rasa malah jadi membuat Kak Tika ingin pindah tempat kerja ðŸĪĢ

      Hapus
  2. Akhirnya JanexLia episode kedua naik tayaaang! 🎉🎉 Entah kenapa postingan terjadwal seperti ini menaikkan excitement aku di pagi hari lho, Lii 😆

    First of all, glad to hear that you enjoy all the books! Sungguh aku nggak berencana untuk meminjamkam dua buku dengan tema yang sama, murni kebetulan XD kamu nggak bilang aku pun nggak ngeh kalau ini temanya mirip-mirip hihi

    Dimsum Terakhir itu aku pertama kali baca pas SMA, Lii. Terus tahun ini Gramedia nerbitin novel Metropopnya Clara Ng dengan cover baru yang lebih kece, aku juga naksir makanya langsung beli 😆 Ceritanya sendiri seru banget, yaaa. Meski mereka bersaudara (kembar pulak!) tapi setelah pisah bertahun-tahun saat berkumpul tetap aja pada suka berantem hahaha dan setujuuu! Mendekati ending plotnya sangat mengharukan hiks ): novel ini mengingatkan aku untuk sayang sama orangtua kita selagi mereka ada dan sehat. Jangan tunggu sampai sakit baru deh semuanya berkumpul ðŸ˜Ĩ

    Untuk bukunya Marcella, jujur aku beli juga karena bucin blognya dia wkwkwk karena dulu waktu kuliah aku suka sekali baca blognya Marcella. Tulisannya bagus-bagus dan sangat meaningful. Makanya begitu tahu dia nerbitin buku, tanpa mikir panjang langsung beli. Eh, ternyata kamu juga sempat ingin beli yaa? Pas banget dong jadinya XD

    Btw, setelah baca postingan kamu ini ternyata ulasan kita mirip-mirip, buku yang kita baca memang pas dibaca untuk mereka yang usianya masih dia awal 20an wkwkw tapi yang namanya buku bagus, usia mah nggak jadi masalah yaa 😁

    Terima kasih Liaaa atas review dua buku ini! <3 Sampai jumpa di episode ketiga yaaa ðŸĪ—ðŸĨ°

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akhirnya ya Ci! Congrats untuk kita berdua ðŸĨģ. Aku juga jadi excited sekaliii 😆. Bangun tidur langsung melipir ke blog Cici karena ingin lihat review Cici ðŸĪ­

      Huahaha berarti kebetulan yang pas banget! Karena temanya mirip-mirip dan keduanya sama bagusnya 😍.

      Cover yang baru ini memang gemesin banget! Warnanya itu menarik hati sekali dibanding dengan cover lamanya 😂. Aku sempat lihat versi cover lamanya di Gramedia Digital dan iPusnas.

      Huhuhu benar-benar semakin akhir semakin sedih, padahal aku udah expect bakalan sedih tapi ternyata pas baca, tetap aja menitikkan air mata ðŸ˜Ē. Buku ini jadi reminder banget buat aku, langsung semakin tambah sayang dengan keluarga 😆

      Huahaha kalau udah bucin mah gitu ya, Ci. Lihat karyanya langsung ingin dimiliki ðŸĪĢ. Aku juga sering begitu~ kalau udah bucin sama orang, suka ingin miliki hasil karyanya 😆.

      Wkwkw kok kita sehati ya Ci ðŸĪĢ padahal nggak janjian, tapi bisa mirip-mirip ulasannya ðŸĪĢ. Dan, betul sekali, namanya buku bagus, tidak masalah mau dibaca usia berapapun karena ada aja pelajaran yang bisa dipetik baik sebagai hal baru atau reminder.

      Terima kasih juga Ci Jane karena udah mengajak book swap dan mengirimkan 2 buku yang berkesan untukku 😍💕

      Hapus
  3. Aku suka dengan karya-karyanya Clara Ng. Aku suka cara Clara bercerita, dan ceritanya yang tidak biasa. Banyak pesan tentang gender, pilihan hidup, dan hubungan dalam keluarga.

    Aku baca post-mu ini berasa kaya diingetin, Lint kamu udah lama nggak baca buku lho. Wkwkwkwk. Sepertinya habis ini mau nengok lemari buku, trus cari-cari salah satu novel Clara Ng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Dini 👋ðŸŧ
      Aku sepakat dengan ucapan Kakak~ cara Clara menulis cerita itu mengalir, enak dibacanya 😁

      Hayooo, Kak Dini udah berapa lama nggak baca buku? ðŸĪŠ. Yuk baca Kak!! 😆

      Hapus
  4. Wah aku udah lama pengin baca Dimsum Terakhir tapi belum jadi *semua buku aja lo bilang begini Eya* wkwkwk

    Buku kedua sampulnya bagus banget yaaa, aku lagi suka ilustrasi yang seperti ini style gambarnya. Tapi kalo untuk yang di atas 20 apalagi udah lewat kepala 2 bacanya cuma kayak merasa relate aja yaa atau mungkin ada pikiran "kenapa pas aku umur segitu ga ada buku begini" Ahahaa..

    Makasih yaa rekomendasinyaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Eya, belum ada artikel terbaru nya. Hehe maklum kak, saya itu tukang cek dan ricek soal artikel baru, kecuali emang sibuk dan gak sempat buka laptop. Hehe

      Hapus
    2. Wkwkwk Kak Eya! Berarti Kak Eya TBR sebenarnya banyak nih ya, dan bagus-bagus pula ðŸĪ­. Kak Eya mungkin bisa baca di iPusnas kalau mau hihihi

      Samaaan dong, Kak! Aku juga design ilustrasi yang seperti ini, gemas ðŸĪĢ. Apalagi kalau diwarnai, makin lucu ya hahaha.
      Pas aku baca, reaksinya seperti itu sih ðŸĪĢ merasa relate tapi tetap ada hal yang bisa diangkut ke otak ðŸĪ­
      Sama-sama Kak Eya! Terima kasih udah mampir untuk membaca 😁

      Psst, Kak Eya dicariin sama salah satu fans Kakak nih 😉

      Hapus
    3. Andy: astagaa aku ditagih 🙈🙈 tungguin aja Andy hehehehehe

      Lia: banyak banget Liaa sampe bingung kadang mau mulai yang mana duluan wkwkwk oiyaa aku mau nyobain iPusnas belum jadiii... Okee Liaa aku akan secepatnya mencoba iPusnas, makasih sarannya Liaaaa 💕

      Hapus
  5. Marcella yang sangat tegar, pemberani atas semua yang dihadapinya,selalu mencari solusi ketika ada masalah, women be strong, hehe. Bener gak tu bahasa Inggris kuh. 😁

    Suatu kehidupan dalam keadaan yang begitu menguji mental sekali ya kak. Hebat. Sangat menjadi motivasi diri banget tentang kehidupan nya.

    Ntar buku nya saya rekomendasikan sama sepupu saya yang masih kuliah, soalnya ini cocok banget buat yang masih kuliah. Thanks kak Lia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha benar atau salah, yang penting udah berusaha menulis dalam Bahasa Inggris 😉

      Pilihan yang tepat sekali! Aku rasa buku ini cocok banget untuk sepupu Kak Andy yang masih kuliah 😁
      Supaya kelak, dia nggak kaget akan dunia kerja dll hihihi. Sama-sama Kak Andy, terima kasih udah membaca tulisanku 😁

      Hapus
  6. Saya baru ngeh konsep JanexLia ini. Ternyata, semacam tukar kado begitu yah? Ih keren.

    Dari dua buku itu, mungkin saya akan prefer baca buku yang kedua dulu. Kebetulan topiknya masih relate, jadi mesti didahulukan.

    Pengen kolaborasi juga seperti ini, tapi saya mulai jarang baca. Ide juga belum ada yang benar-benar menarik. Kemarin ada teman blogger bikin semacam peminjaman buku di tempatnya kuliah. Itu keren menurut saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk konsep di tulisan ke-2 ini, benar seperti itu 😁

      Untuk Rahul sepertinya buku ke-2 ini cocok sekali sebagai gambaran akan masa depan saat di dunia kerja dan perihal adult life lainnya 😁

      Bagaimana kalau Rahul mulai saja adakan kolaborasi? Siapa tahu dengan memulai kolaborasi, Rahul jadi lebih semangat membaca 😁.
      Teman blogger yang dimaksud, kalau nggak salah penulis blog "Diary Refleksiku" ya? Aku juga salut sama tindaknnya. Bahkan rela meminjamkan secara cuma-cuma, mulia sekali apa yang dikerjakannya ðŸĨš

      Hapus
    2. Ha ha ha, sepertinta menarik. Saya mau cari ide yang lain, dan teman yang senang dengan pembahasan dan sefrekuensi.

      Iya, Robby. Sekarang malah ngga ngeblog lagi, sibuk dengan dunia kampus kayaknya

      Hapus
    3. Yes! Mungkin Rahul bisa mulai collab pembahasan film or hal-hal yang Rahul suka bahas di blog 😁
      Semoga bisa terwujud untuk collab ya 😉

      Hapus
  7. Belum pernah baca keduanya, bahkan untuk beberapa lama blm menamatkan satupun buku, duh...

    tp memang itulah, salah satu yg menyenangkan dari membaca buku adalah selalu dapat kutipan-kutipan atau quotes yg menginspirasi, yg membuat optimis, yg menyemangati, dan hari ini dapet beberapa kutipan dari blog post mu ini.
    Terimakasih, Lia!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Ady! Kakak kalau baca buku, sukanya genre apa? Fiksi atau non-fiksi?

      Betul sekali~ kalau baca buku non-fiksi, biasanya lebih banyak kutipan-kutipan menarik yang menginspirasi hihihi.
      Terima kasih Kak Ady udah membaca tulisanku ini 😁

      Hapus
    2. terakhir kali aku addicted baca adalah novel Harry Potter (udah lama ya?) entah kenapa baca itu novel, seru banget ngebayanginnya. nah dari situ mulai baca-baca buku lainnya, berharap dapat memberikan pengalaman yg sama serunya seperti baca Harry potter... tapi, aku menemukan bahwa gaya tulisan setiap penulis itu beda-beda, dan ga ada yg sebagus JK Rowling dalam menggugah imajinasi yg terasa hidup.
      Tapi dalam perjalannya, nemu beberapa buku lainnya yg menghibur seperti semua bukunya raditya dika, terus antalogi rasa-nya ika natassa, dan anehnya, jatuh cinta sama tutur bahasa sastra dari dewi lestari yang filosofi kopi.
      nah sejak filosofi kopi yg bentuknya kumpulan cerpen, dari situ hanya nyari buku yg kumpulan cerpen karena kayaknya lebih mudah kunikmati dari bentuk novel yg panjang yg bisa sebulan baru tamat.

      sekarang? lagi menurun banget sih kegiatan baca bukunya, tapi lagi penasaran sama kumpulan cerpen haruki murakami, katanya bagus..tp entah deh

      EH KENAPA PANJANG GINI?haha

      Pokoknya, aku jg pernah menjadi book lovers yg tiap bulan harus beli buku baru. tapi sekarang...hmm...tapi kayaknya harus mulai lagi nih, buku murakami bisa jadi awal yg baik, hehe

      Hapus
    3. Wah~ kalau Harpot sih udah lama sekaliii. Kalau begitu, Kak Ady suka sejenis fantasi gitu ya? Coba baca buku penulis Rick Riordan deh. Itu lho, pengarang Percy Jackson. Tulisannya bagus dan karyanya banyak juga 😁

      Karya Kak Dee Lestari, aku juga suka sekaliii. Coba baca Madre dan Rectoverso. Itu juga sejenis cerpen karya Dee Lestari. Madre bagusss 😁. Atau bahkan mungkin Kakak malah udah pernah baca ðŸĪ­.
      Banyak sekali kumpulan cerpen sejenis itu, Kak! Terutama yang dijual di toko buku indie. Covernya juga lucu-lucu gitu #DasarCewek

      Wah, Haruki punya kumpulan cerpen juga? Aku malah baru tahu ðŸĪĢ. Terima kasih atas insightnya, Kak! Judulnya apa ya kumpulan cerpennya ini?

      Biasanya kalau lagi kena reading slump, untuk memulainya kembali bisa dari genre yang kita sukai. Coba Kakak baca bukunya Haruki yang Kakak sebutkan itu ðŸĪ­

      Anyway, terima kasih udah sharing di sini! Aku senang sekali bacanya ðŸĪĐ. Jadi dapat insight baru dan lebih mengenal Kak Ady ðŸĪ­
      Semoga Kak Ady bisa bersemangat kembali untuk baca buku ya 😉

      Hapus
  8. ...Nah, untuk teman-teman yang sedang berada di umur 20an, apalagi yang baru memasuki dunia kuliah dan kerja,....

    Sepertinya aku banget nih, hiihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau gitu harusnya di tulisanku, aku tulis "colek Kak Dodo" gitu ya ðŸĪŠ biar nengok dan ikutan membaca bukunya hihihi

      Hapus
  9. Liaaaa, finally season 2 tayang ugha. Sudah menanti-nanti nih kakak hahahaa congrats ya 😍

    Eniho, kakak paling penasaran sama buku pertama yang Dimsum terakhir, tapi kenapa judulnya Dimsum yah? Apakah mereka suka makan Dimsum seperti kakak? *eh* hahahaha 😂

    Kakak penasaran sama buku pertama sebab dari sinopsis yang Lia bagikan, rasanya akan ada banyak ilmu yang bisa kakak dapat. Apalagi persoalan sibling sesama perempuan 😆 hehe.

    Kalau untuk buku yang ke dua, mungkin karena usia kakak sudah terlalu tuak, jadi nggak begitu masuk as target market penulisnya. However sepertinya akan seru apabila bisa bring back memories ke masa lalu, especially the struggles 😂

    Ditunggu season 3 JaneXLia yaaaah ðŸĨģ💕

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaaa Kak Eno, thank you for your support 😍 aku jadi terharu sampai dinanti oleh Kak Eno ðŸĨš

      Hahaha tepat sekali! Mereka suka makan Dimsum seperti Kak Eno ðŸĪŠ tapi kenapa diberi judul demikian, jawabannya ada di bukunya ðŸĪŠ. Karena Kakak udah penasaran dan terlihat tertarik dengan buku ini, jadi aku buat tambah penasaran aja dengan tidak memberitahu alasan dibalik penamaan judulnya ðŸĪŠ biar Kak Eno langsung baca #ngeselin

      Untuk buku yang ke-2, target marketnya lebih ke anak usia awal 20 sih Kak. Kalau yang udah lewat masa itu, cuma bisa ngerasa relate dan bring back memories + rasa penyesalan kenapa dulu nggak begini ðŸĪĢ

      Huaaaa terima kasih Kak Eno! Ditunggu yaw 😉ðŸĨ°

      Hapus
    2. Iyaaa alasan kenapa judulnya ada Dimsum ada di buku, Mba Enoo. Silakan dibaca biar makin penasaran ðŸĪ­ðŸ˜ sepertinya sih genre novel ini cocok buat Mba Eno hihi

      Hapus
    3. Kak Eno, bahkan yang empunya buku udah merekomendasikan untuk Kakak ðŸĪ­. Hayuu dibaca ðŸĪĢ

      Hapus
  10. Wuaa buku Dinsum Terakhir ini muncul lagii 😍 Entah kenapa akhir2 ini sering muncul di timeline aku Lia, kan ku jd makin penasaran. Apalagi abis baca review Lia. Pas bgd lg di Ipusnas juga ada..

    Kalau buku What I Wish I Had Known & Other Lessons You Learned in Your 20s, buat aku yg udah 30s masih cocok ga ya Lia? 😅 Karena kebetulan juga lg galau buat S2 atau ga.. hehehe.

    Ditunggu postingan Janexlia bulan depan yaaa 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Thessa 👋ðŸŧ
      Ohyaaa? Kok bisa kebetulan banget banyak pembahasan mengenai buku Dimsum Terakhir ini ðŸĪĢ. Iya, ada di iPusnas, Kak Thessa bisa coba baca di sana kalau berminat, hanya agak disayangkan tulisannya kurang bagus, agak berbayang 😭

      Cocok Kak Thessa 😁 lebih ke unsur menguatkan gitu mungkin untuk Kakak 😁. Kak Thessa ingin S2? Wahh~ semoga bisa terwujud 😁. Aku juga ingin S2 tapi karena mesti thesis, aku jadi nggak mau ðŸĪĢ

      Terima kasih atas dukungannya, Kak! Ditunggu ya 😘

      Hapus
  11. Buku-buku yang cukup menarik, jadi penasaran juga buat bacanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas apresiasinya, Kak Rudi ðŸĪ­

      Hapus
  12. Mba Jane, Liaa duo ARMY yang kereeen. Hidup kolaborasi, hehehe. Sebelumnya aku udah main tempat mba Jane dan baca buku yang Lia rekomendasiin buat mba Jane untuk dibaca.

    By the way anyway busway, pengen baca ceritanya perjalanannya Marcella, kayaknya cocok buat aku yang juga lagi berjuang buat mencari cara buat S2 hahaha.

    Nice post Lii, nice kayak orangnya ❤❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Sovia nggak mau ikutan collab nih? ðŸĪ­.

      Kak Soviaa, sepertinya kalau tujuannya untuk itu, agak kurang pas baca buku ini sebab isinya lebih ke inspirasi dan reminder ðŸĪ”. Nggak ada info lebih untuk cara-cara menempuh S2 karena fokusnya ke pembelajaran hidupnya 😂. Tapi, kalau Kak Sovia butuh yang memotivasi gitu, buku ini cocok 😁

      Hihihi Kakak bisaan aja! Terima kasih udah meninggalkan komentar di blogku ya 😁 aku rindu Kak Sovia 😭

      Hapus
  13. Aku belum pernah baca dua-duanya, tapi quote dari buku non-fiksi itu bagus dan ngena banget. Jadi diingatkan sekali lagi untuk terus bersyukur dan keep going no matter what happen. Makasih Lia sudah nulis tiga quotenya <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kutipannya cukup menohok ya, Kak Endah ðŸĪĢ.
      Yes! Kak Endah harus tetap bersyukur dan semangat selalu 😆
      Terima kasih juga Kak Endah karena udah berkunjung 😁

      Hapus
  14. Selalu menggugah banget minat baca kalau mampir ke postingan Lia yang membahas buku, abis dari sini, lalu ke blognya mama Thessa, udah deh klop langsung hahaha.

    Clara NG itu saya liat di mana ya, barusan juga saya baca tentang review bukunya, tapi bukan yang judulnya ini sih.

    btw diriku penasaran banget nih ama bukunya Marcella Purnama, secara saya paling suka baca buku basic true story hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha glad to hear that, Kak Rey! Aku senang kalau bisa menggugah minat baca orang-orang, apalagi kalau bisa sampai membuat orang-orang jadi suka membaca kembali :D

      Mungkin di blog Kak Thessa? Sebab beberapa waktu sebelum aku upload ini, Kak Thessa ada membahas buku anak-anak karya Clara Ng. Hahaha.

      Hayuu baca Kak Rey! Bagus sih bukunya tapi aku nggak tahu akan bisa relate untuk Kak Rey atau tidak >.<

      Hapus
  15. oh dimsum terakhir itu ceritanya tentang keluarga tohh. kayaknya bagus ya aku udah lama gak baca yang heartwarming gini hehe. masukin list dulu deh, semakin numpuk listku di akhir tahun ini ><

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trueee! Heartwarming sekali buku ini, Kak Reka 😍
      Huaahhaa senasib dong kita 🙈 aku juga TBR semakin menumpuk, udah dibacain aja kayak nggak habis-habis ðŸĪĢ
      Semoga TBR kita tahun ini bisa kita selesaikan ya Kak Reka 🙈

      Hapus
  16. Clara NG sekarang jd penulis fav ku jugaaaaa :D. Tapi blm baca yg dimsum trakhir, ntr aku download dr ipusnas. Kemarin Nemu, tp blm baca, Krn Minggu lalu aku nyeleseiin Gerhana Kembar nya Clara NG juga.

    Itu juga baguuuus Li, ttg lesbian. Berani alurnya. Tp ga norak . Saluuuut Ama clara ng yg pilihan temanya ga biasa gitu.

    Ga sabar pgn baca juga yg dimsum trakhir.

    Skr ini aku LG baca Gadis Kretek karangan Ratih Kumala. Menarik juga, tp aku blm tamat. Ntr untuk bahan review di IG & fb hari Minggu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beberapa hari lalu, aku lihat buku Gerhana Kembar itu. Sepertinya ini karya baru dari Clara Ng ya, Kak? Aku jadi penasaran sama isinya karena Kak Fanny bilang bagus 🙈
      Coba ya aku cari di Gramedia Digital ada atau nggak.

      Eee, aku juga mau baca Gadis Kretek lho Kak! Tapi masih pending karena aku lagi baca Pachinko sekarang. Kak Fanny udah pernah baca Pachinko? 😁

      Hapus
  17. belum pernah baca Li, tapi aku baca reviewnya aja udah bisa ngerasain kalau 2 buku beneran bagus, apalagi cerita marcella yang based on true story nya dia, aku suka yang begini-beginian

    clara ng sudah nggak asing di telinga, cuman kayaknya aku belum pernah baca bukunya, mungkin waktu itu pernah pinjem temen tapi nggak kelar bacanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, buku Marsella ini based on true story dan cocok untuk reminder bagi yang udah hidup di dunia kerja :D

      Hahaha aku juga sering dengar Clara Ng dan baru pertama kali baca bukunya waktu Ci Jane pinjamkan >.<
      Ayo Kak Ainun baca juga buku-buku Clara, ada yang 2 gerhana katanya bagus :D

      Hapus