JanexLia Answered.

Minggu, 15 November 2020



Ibarat nasi goreng yang jika diberi telur disebut dengan Nasi Goreng Spesial, postingan kali ini merupakan telur dari kolaborasi JanexLia πŸ₯³, sehingga menjadikan ini sebagai postingan JanexLia Edisi Spesial πŸ™ˆ. Pada postingan kali ini, aku dan Ci Jane, masing-masing mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan dari kami pribadi seputar buku yang kemudian disatukan dan dijawab oleh aku dan Ci Jane 😁. 


Bisa dibilang, ini kali pertama aku menjawab QnA seperti ini. Seringkali aku tertarik menjawab QnA yang beredar di luar sana, hanya saja ketertarikan itu tidak cukup membuat diriku untuk akhirnya mengambil bagian untuk ikut menjawabnya. Kali ini karena seputar buku, tentu saja aku jadi super duper excited untuk menjawab 😝. 


Bagi teman-teman yang ingin memberikan aku dan Ci Jane pertanyaan seputar buku, boleh banget ditulis di kolom komentar di bawah yang kelak akan kami jawab jika ada JanexLia Answered part 2 🀭.


Inilah JanexLia Answered; Lia Answered :


1. Kalau beli buku, biasanya lihat cover atau sinopsis di belakang buku tersebut? 

A: sebagai manusia pada umumnya, aku melihat covernya dulu, baru sinopsisnya πŸ˜‚. Kecuali jika aku familiar dengan nama sang penulis, maka aku langsung melihat sinopsis bukunya πŸ™ˆ.


2. Adakah judul buku favorit kamu yang diadaptasi ke layar lebar? Do you prefer the movie or the book? Or both? 

A: Ada! The Fault in Our Stars 😍. I love both! Menurutku, film ini adalah satu-satunya film adaptasi yang hampir 100% akurat dengan imajinasiku saat membaca bukunya. Hampir semua adegan di buku diangkat ke dalam film. Aku ingat saat menonton film ini di bioskop pada hari pertama pemutaran film, studio bioskop penuh dengan ciwik-ciwik sampai aku dudukpun terpisah dengan temanku πŸ˜‚, dan sesaat sebelum film di mulai, para ciwik-ciwik yang aku temui di toilet, udah siap sedia tissue karena tahu filmnya akan ada adegan sedih. Pas adegan sedih muncul, hampir 1 studio mewek semua 🀣. Jadi mewek masal.


3. Be honest! Kalau cuma boleh pilih diantara buku fisik dan ebook untuk dibaca seumur hidup, mana yang kamu pilih? (jadi maksudnya seumur hidup kamu cuma boleh baca buku fisik atau ebook, nggak boleh dua-duanya XD)


A: fisik! Nggak akan ada yang ngalahin sensasi membaca fisik. Dari mulai menanti kedatangan sang buku (jika beli online), sampai saat membuka segel dan mencium aroma khas buku yang tak akan tergantikan sampai kapanpun. Bahkan, semakin usang buku, semakin khas baunya 😍. Do you agree with that?



4. Satu judul buku yang akan dibawa ketika harus diisolasi di sebuah pulau kosong (boleh yang udah pernah dibaca atau belum).


A: Semua Ikan di Langit by Ziggy Z. Ini buku terbaru yang menjadi favoritku 😍. Buku ini sebagus ituuuuu πŸ₯Ί.



5. Quote favorit dari sebuah buku yang pernah dibaca. 


A: mengambil dari buku yang baru-baru ini aku baca πŸ˜†.

Beliau menciptakan manusia dengan hati yang besar supaya bisa mencintai banyak, banyak hal, sebagaimana Beliau mencintai banyak, banyak hal. Dan, bahkan tanpa memiliki hati pun, Beliau selalu memberikan kemampuan bagi setiap makhluk untuk mencintai dengan cara mereka sendiri. - Semua Ikan di Langit, Ziggy Z.



6. What's your year-end book wishlist?

 

A: pertanyaan ini cukup menantang ya. Kalau dijabarin, mungkin wishlistku akan sepanjang tissue roll 🀣. Tapi untuk saat ini, buku yang paling aku ingini adalah Parade Hantu Siang Bolong dan Lusifer! Lusifer! Dua buku terbitan penerbit indie yang katanya bagus sekali 😍. Kan eike jadi pengin baca, cyin. Tambahan, aku ingin buku Midnight Sun juga! Rindu sekali dengan Twilight Series 😍. Let me see my Edward for one last time, pweaseee πŸ₯Ί



7. Apakah kamu punya atau pernah baca buku yang penulisnya memiliki inisial sama dengan namamu?


A: sejauh ini belum pernah 😭. Ternyata sulit menemukan penulis dengan inisial nama yang sama denganku. Kalau begitu, apa aku perlu menulis buku agar ada penulis yang mempunyai inisial yang sama denganku? πŸ€ͺ.



8. Sebutkan masing-masing satu penulis favorit kamu dari Indonesia maupun luar negeri!


A: wow, pertanyaan ini sukses membuatku pusing karena aku bingung memilih antara Dee Lestari atau Ziggy Z. atau Clarissa Goenawan πŸ˜‚. Hmhm.. hmhm.. aku akan pilih Dee Lestari untuk penulis favorit lokal deh πŸ™ˆ. Kalau dari luar negeri, tentu Mitch Albom! πŸ’• Sama Haruki Murakami, kalau boleh nambahin.



9. Menurutmu, bagaimana cara untuk mengatasi Reading Slump?


A: mulailah dengan membaca kembali genre buku kesukaanmu atau yang kira-kira akan kamu suka. Kalau aku, waktu itu aku mencoba membaca genre misteri, dan akhirnya buku itu mampu meningkatkan kembali minat bacaku 😍. Buku yang aku baca saat reading slump adalah The Murder on The Orient Express by Agatha Christie.



10. Gimana sih caranya untuk memulai membaca non-fiksi? Kok kayaknya susah + berat sekali untuk memulainya.


A: mulai dari buku yang nggak terlalu tebal, isinya ringan dan banyak ilustrasinya aja seperti buku #88LoveLife series, buku terjemahan dari Korea seperti buku yang ditulis oleh Haenim Sunim, atau buku-buku yang ditulis oleh Oprah. Banyak banget buku-buku seperti ini yang dijual di toko buku, ada yang versi Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Pilih senyamanmu 😊



11. Apa buku terbaik yang pernah kamu baca di dalam tahun ini?


A: this is a very hard question πŸ˜‚ sebab hampir semua buku yang aku baca, pasti akhirnya aku suka. Kalau disuruh pilih salah satu, then it will be Na Willa πŸ’•.



12. Pernah beli buku di toko buku indie? Gimana kesanmu setelah membeli dari toko buku indie?


A: pernah. Membeli di toko buku indie lebih menyenangkan karena beberapa toko sangat menarik dalam pengemasannya, juga beberapa toko memberikan bookmark sebagai bonus setiap membeli sebuah buku. Bonus bookmark ini membuatku selalu nggak sabar ingin membuka paket buku yang aku beli, sebab aku penasaran akan dapat random bookmark apa kali ini 😝.



13. Kamu tim fiksi atau non-fiksi? 


A: untuk sekarang, Fiksiiii! πŸ™ˆ.



14. Apa buku yang pernah kamu baca tapi tidak sampai selesai? Kenapa?


A: Milkman by Anna B. Aku baca buku ini versi Bahasa Inggrisnya. Awalnya aku beli buku ini untuk mengikuti Baca Bareng yang diadakan di forum buku. Namun, ternyata isi bukunya tidak bisa aku nikmati. Penulisan sang pengarang bisa dibilang sulit, kalimat-kalimat yang digunakan adalah kalimat yang panjang, bertingkat-tingkat. Meskipun udah aku paksa untuk baca bagian akhirnya terlebih dahulu dengan niat untuk memunculkan semangat membaca, hasilnya nihil. Aku tetap tidak bisa mengikuti ceritanya πŸ˜“. Mungkin suatu hari nanti, aku akan mencoba kembali membaca buku ini, when I'm ready.



15. Apa buku yang pernah kamu baca sampai berulang-ulang? 


A: The Gratitude Journal by Sara Amijo. Buku ini manissss sekali 😍. Di dominasi oleh ilustrasi yang hangat dan indah, serta selipan kalimat-kalimat singkat tapi mengingatkan aku sebagai pembaca untuk selalu bersyukur atas hal-hal kecil yang jarang terlihat. That's why I love this book, dan seringkali aku baca ulang as a reminder for myself to not take something for granted.


✨✨✨


Asik sekali menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini 😍. Cukup membuat kepala pening dan dilema tingkat tinggi karena banyak buku yang aku suka, tapi hanya beberapa yang boleh aku sebutkan di atas πŸ˜‚. Jangan lupa, bagi teman-teman yang ingin memberikan pertanyaan-pertanyaan, boleh banget ditaruh di kolom komentar di bawah ya! Aku (dan Ci Jane) tentunya akan senang sekali jika bisa menjawabnya di postingan JanexLia Answered berikutnya jika ada πŸ˜†.


Aku penasaran nih, gimana ya dengan jawaban Ci Jane atas pertanyaan-pertanyaan di atas? πŸ€”. Mari kita sama-sama melipir ke postingan jawaban Ci Jane yuk 😝! 


The dreamer.

69 komentar

  1. Soal buku ke film... Aku entah kenapa yaa kayaknya baca The Fault In Our Star versi terjemahannya kurang oke, jadi kayak ada banyak kalimat ga kerasa feels-nya di aku :(( tapi aku tuh suka banget film-nya gila sih parah nonton itu meweknya sampai udah pulang ke rumah ga siih?? Tapi anehnya nih, temen-temen aku pada ga suka filmnya, menurut mereka geje. Jadi pas itu aku jadi kayak merasa ini selera gue rendah apa mereka yang ga punya perasaan sih? Hahahaha

    Ih aku senaaang Lia suka Semua Ikan Di Langit! Bener itu buku baguuuuss banget, aku pas baca kayak disihir gitu lhoo ga bisa lepas. Dan kalau ga salah buku ini tuh jadi pemenang tunggal kaan karena menurut dewan jurinya, tulisan lain ga sebanding sama ini gila sih πŸ‘πŸ‘πŸ‘ aku sampai bertanya-tanya, Ziggy makan apa yaa bisa nulis cerita begini hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku waktu itu juga baca terjemahannya, Kak 🀣. Aku udah lupa oke/nggak oke hasil terjemahannya tapi bukunya membuat aku nangis sesunggukkan 😭. Nah, saat nonton film, karena aku udah tahu ceritanya, jadi aku bisa menahan tangis 🀣. Tapi temanku yang belum baca bukunya bilang kalau filmnya bagus dan dia juga nangis sedikit 🀣. Sepertinya teman-teman Kak Eya bukan tim romance? Wkwk.

      Aku suka! Suka sekaliii! Cerita-ceritanya seperti mengingatkan hubungan kita dengan Tuhan ya 😍. Iya! Kak Eya benar! Hahaha. Dan aku setuju dengan para dewan juri karena memang sebagus itu 😭. Kalau dari 3 buku Ziggy, favoritku Semua Ikan di Langit deh πŸ˜†. Nggak ngerti lagi, Kak Ziggy makan apa ya sampai bisa menelurkan karya yang bagus-bagus seperti ini huhuhu.

      Btw Kak Eya, aku udah beli buku Raden Mandasia 😝. Setelah aku baca nanti, aku akan info ke Kak Eya ya. Terima kasih atas rekomendasinya πŸ₯Ί

      Hapus
    2. Justru dibanding teman-temanku, aku yang paling jarang suka romance hahaha entahlah kenapa mereka bisa ga suka, sementara aku nonton sampai sesenggukan πŸ˜‚πŸ˜‚

      Terakhir denger Semua Ikan Di Langit mau diterjemahkan ke bahasa Inggris, apa udah ya malah sekarang? πŸ€”

      Waaah Lia semoga suka yaa dengan Raden Mandasia, let me know kalau Lia udah baca πŸ˜„

      Hapus
    3. Lha ternyataaaa 🀣 tapi memang filmnya sedih. Sangat plot twist 😭

      Oh ya? Aku belum dengar berita soal versi terjemahannya, Kak. Yang aku tahu bukunya Leila S.Chudori yang ada terjemahan ke Bahasa Inggris 😁. Kak Eya udah selesai baca Laut Bercerita belum? 😝

      Pasti akan aku beri tahu Kak Eya πŸ€—. Terima kasih rekomendasinya, Kak πŸ’•

      Hapus
  2. save dulu ah postingan ini, soalnya jadi punya beberapa judul buku yg jd penasaran pengin dibeli kalo ada uangnya.

    dan khusus untuk pertanyaan pertama, biasanya lebih tertarik cover yg seperti apa? ilustrasi simpel kah atau bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Ady, aku nggak tahu apa Kakak akan suka, tapi mengingat Kak Ady suka buku yang ceritanya pendek-pendek, mungkin Kakak bisa coba baca Na Willa duluan 😁.

      Untuk pertanyaan Kak Ady, enaknya dijawab sekarang atau nanti ya? 😝

      Hapus
    2. Na Willa? catet!

      Lia, kalo soal umur dan masa depan ga ada yg tahu *dgn intonasi sok-sok bijak.
      Jadi kalo bisa sekarang, kenapa harus nanti wahai Lia sang pemimpi?

      hehehe...
      bebas gimana lia aja, tiap hari aku terus cek kolom komen disini takutnya kelewat dan ga kebaca balesannya...

      Hapus
    3. Yes, Na Willa! Buku merah dan hijau, Kak Ady someday harus baca 😁

      Baiklah akan aku jawab sekarang, mumpung masih ada umur untuk menjawab *tetiba jadi melow*

      Aku suka ilustrasi yang lucu. Kadang suka yang simpel tapi lucu. Contohnya buku Parade Hantu Siang Bolong. Menurutku covernya bagus! Kalau cover versi simple tapi menarik, cover buku Na Willa.
      Nah, PR untuk Kak Ady adalah mencari di Google perihal cover buku-buku yang aku sebutkan di atas 🀭
      Oiya, jadi ingin merekomendasikan Parade Hantu Siang Bolong juga untuk Kakak karena itu jenis cerita pendek juga setahuku 😁
      Wah, banyak ya PR Kak Ady. Semoga nggak kesal dikasih banyak PR seperti ini πŸ€ͺ

      Hapus
  3. uhuyyy aku udah meluncur ke mba jane, sekarang ke Lia
    hahaha aku juga begitu Lia, pertama kali yang diliat adalah covernya, kalau unyuk unik, suka penasaran bikin dibuka, tapi jarang banget buku di tokbuk yang udah bukaan plastiknya :D. jadinya cukup baca sinopsisnya aja

    kalau aku lagi ga nemu mood untuk baca, biasanya aku tinggal dulu beberapa hari, kelamaan dan malah ujung ujungnya ga kebuka lagi. biasanya aku butuh waktu yang bener bener longgar buat bisa puasin baca baca buku yang belum sempet kebuka
    apalagi packaging buku sekarang makin kreatip, ada yang model sliding, duhh apaan ya bahasaya. bukunya ditaruh di kotak sliding, jadi kita ngeluarin lagi. Unik menurutku, nemu aja idenya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi terima kasih udah langsung meluncur ke sini, Kak Ainun πŸ™ˆ

      Kalau lihat cover yang lucu dan gemes, mana tahan untuk nggak ngelirik ya, Kak 🀣. Akan tambah senang jika sinopsisnya menarik, kan jadi bisa bawa pulang si buku 😝

      Buku yang ditaruh di kotak sliding, judul bukunya apa, Kak? 😱. Aku kepooo! Belum pernah bertemu yang seperti, jadi ingin lihattt πŸ₯Ί

      Hapus
  4. Liaaa, laper ah jadi pengen makan nasgor spesial pake telur dan sate ayam 🀣

    Sudah kuduga sih jawaban kita bakal bervariasi sekali, secara genre buku yang kita suka agak berbeda selama ini πŸ˜†

    Eh aku malah kebalikan dari kamu lho. Biasanya kalau penulisnya udah kukenal malah kadang nggak kulihat lagi sinopsisnya, bias banget wkwkwk kalau yang karyanya belum pernah kubaca baru deh kutengok sinopsisnya plus baca reviewnya di Goodreads 🀭

    Waah nama Ziggy Z disebut terus di sini huahaha sejak kamu bahas Tanah Lada itu aku mulai cari tahu juga tentang Ziggy. Nanti aku ceki-ceki ahh :D

    Coba baca Crazy Rich, Liii! Kayaknya kamu bakal suka deh. Emang sih agak tebal bukunya, tapi rasanya kamu bakal suka dengan para karakternya 😝

    Soal ebook atau buku fisik, lahh kukira kamu tim ebook wkwkwk *sotoy* ternyata memang buku fisik masih jadi juara yaa. Buatku sendiri buku fisik itu ada sense of belonging-nya gitu lhoo hihi Tosss dulu ah! πŸ˜†

    Wishlist kamu spooky sekali yaa judulnya πŸ˜‚ itu buku horor apa gimana Lii? Atau jangan-jangan komedi yak? Hahahaha

    Btw, makasih sekali lagi yaaa buat episode spesial kali inii ❤️ I had so much fun too! Ayooo kapan-kapan bikin lagii. Kami terima pertanyaan dari manteman sekalian 😝

    Mari semangat menyelesaikan buku-buku menjelang akhir tahun inii ✨

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ci Jane, aku juga jadi lapar 🀣 ngomongin sate, malah jadi keingat sate merah di postingan Kak Fanny yang baru rilis. Menggiurkan 🀀

      Hahaha dugaan Cici berarti benar πŸ€ͺ. Tapi seruuu jadi bisa melihat perspektif yang berbeda dari kita karena genre bacaan yang berbeda.

      Huahaha bias banget ya, Ci 😝. Aku tetap akan baca sinopsisnya karena takut nggak suka isinya sebab kadang walaupun penulisnya kita suka, bisa aja novel terbarunya mengusung genre lain, jadi takut kalau langsung beli 🀣

      Buku-buku Ziggy worth to read semua, Ci! Hanya 4 buku tapi yang 1 adalah buku anak-anak. Dan dari 3 buku lainnya, di Tanah Lada dan Semua Ikan di Langit ini paling aku rekomendasiin untuk dibaca. Mau aku pinjamkan yang Semua Ikan di Langit nggak? Let me know kalau Cici ingin baca ya. Kalau di Tanah Lada, aku bacanya di Gramedia Digital jadi nggak bisa pinjamkan ke Cici πŸ˜‚

      Mau, mau! Nanti aku mau baca Crazy Rich! Langsung ke seri ke2 nanti bacanya 🀣

      Huahaha pilihan sulit sebenarnya, Ci. Tapi sensasi buku fisik hingga sekarang masih belum bisa tergantikan 😍πŸ₯Ί

      Yang Parade Hantu isinya tentang cerita mitos dan upacara-upacara di daerah-daerah Indonesia, ini kisah nyata yang ditulis oleh seorang jurnalis. Kalau Lusifer! Lusifer! Seperti kritik sosial gitu dan katanya bagus. Jadi penasaran 🀣. Cover buku Parade Hantu itu bagus, menarik untuk dibeli, Ci. Wkwk

      Terima kasih Ci Jane karena udah bersedia diajak QnA seperti ini 😝. Aku senang sekaliii πŸ’•
      Ayo! Ayo! Teman-teman, jangan lupa kasih pertanyaan untum kami 😝 #HausPertanyaan

      Mariii! Semoga Cici bisa menamatkan Norwegian Wood-nya 😝 tapi kalau udah nggak bisa, jangan dipaksa ya, Ci. Takut jadi nggak menikmati ceritanya nanti. Sayang waktu Cici πŸ˜‚

      Hapus
  5. Wooww dua orang kutu buku antara Lia & Jane... Meski satu misi tetapi tetap ada perbedaan pendapat atau punya ciri khas sendiri kali yee dalam hal membaca atau memberi kesimpulan tentang buku yang difavoritkan.😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Satria. Betul sekali. Meski satu misi, genre bacaan kami berbeda sehingga punya perspektif yang berbeda juga. Terima kasih atas apresiasinya, Kak 😁

      Hapus
  6. Kece ini, kolaborasi pecinta baca 😁

    Saya kalau beli buku, liat judulnya dulu say, eh sama pengarangnya sih.

    Yang pernah baca bukunya bagus, berikutnya meski judulnya biasa, saya bakal beli lagi 😁

    Setelah liat judul atau pengarang, biasanya saya liat sinopsis, tapi lebih suka kalau ada yang plastiknya bukaan sih, jadi bisa intip daftar isi sekalian liat endingnya 🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Rey πŸ‘‹πŸ»

      Wah, ada yang lain yang lebih beda. Melihat judul buku. Betul sih, kadang aku juga lihat judul, cover dan nama pengarangnya dulu. Sinopsis belakangan 🀣

      Wkwkwk langsung dilihat endingnya lho 🀣. Jadi meningkatkan minat baca kah setelah itu, Kak?

      Hapus
  7. Sama, Liiiiii. Aku juga lebih suka buku fisik daripada ebook. Soalnya lebih nyaman di mata. Ini minusku nambah banyak gara-gara kebanyakan lihat layar hape. Pengen rasanya bebas dari gadget. Tapi kalau bebas dari gadget, artinya gak ngeblog lagi doooooong.😭😭😭

    Kalau buku yang difilmkan, aku masih belum nemu film yang lebih bagus atau setara dari versi bukunya. Lain kali coba baca dan nonton the fault in our star aaaaaah.🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasanya jaman sekarang sulit sekali untuk lepas dari gadget, Kak 😭. Hanya bisa dibatasi aja pemakaiannya. Atau Kak Roem coba pakai kacamata anti radiasi untuk mengurangi radiasi mata. Kalau sampai bebas gadget sepertinya sulit. Nanti kalau Kak Roem nggak ngeblog, aku rindu 😒.

      Cobaaaa baca dan nonton, Kak! Jangan lupa siapin tissue kalau mau baca dan nonton TFIOS 😝 Atau coba baca dan nonton Crazy Rich Asian kalau versi Ci Jane πŸ™ˆ. Film Crazy Rich bagusss juga 😍

      Hapus
  8. dulu sekali sebelum smartphone menjajah dunia, aku orang yang suka baca buku, bahkan buku dari perpustakaan pun ku embat lupa dibalikin hehehe.. tapi semenjak ada smartphone aku jarang baca buku hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Sudibjo, sekarang bisa baca buku lewat smartphone kok πŸ™ˆ
      Bisa lewat Gramedia Digital atau iPusnas. Banyak aplikasi baca buku-buku digital dan legal, barangkali Kakak ingin coba kembali membaca 😁

      Hapus
  9. Sesi wawancara yang apik, kak.
    Kita pembaca jadi makin paham, dua orang atau banyak orang punya kesukaan masing-masing.
    Tak selalu sama.

    Kalau aku tertarik beli buku, yang kulihat dulu memang grafis covernya.
    Karena dari cover sedikit banyak membantu berimajinasi dengan kisah bukunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas apresiasinya, Kak Himawan πŸ₯ΊπŸ™πŸ»

      Yey! Ada teman yang sama-sama melihat cover dulu saat ingin membeli buku hahaha. Jadi aku ada temannya kalau diprotes orang 😝

      Hapus
  10. Mau bertanya juga.. Gimana caranya mba πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung tulis di kolom komentar aja, Kak Dodo 😁

      Hapus
  11. SERUUUU!!! Mau nambahin pertanyaan:
    1. Ada nggak tempat khusus untuk membaca?
    2. Buat nandain buku, lebih suka bookmark atau kertas random?
    3. Kalau lagi baca terus pingin berhenti, berhentinya seketika itu atau nunggu dulu misal nunggu ganti bab atau nunggu halaman sekian dulu?
    4. Waktu baca suka disambi ngemil atau minum nggak? Ada cemilan khusus atau minuman khusus buat nemenin baca?
    5. Baca bukunya sambil dengerin musik, suara TV, atau hening?
    6. Baca di rumah atau di mana pun sesuai situasi dan kondisi?
    7. Baca tanpa suara atau bersuara?
    8. Kalau lagi baca buku, bacanya skip-skip atau berurutan? Maksudnya kalau misal baca fiksi gitu, lihat endingnya dulu apa nggak? Kalau baca nonfiksi juga gitu, apa baca ke bab yang disuka waktu lihat daftar isinya, apa yaudah urut aja bacanya?
    9. Suka nulisin buku nggak? Nandain quote-quote favorit?
    10. Cara menyisihkan waktu untuk membaca?
    Udah sepuluh aja wkwkwkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. KAK ENDAH HUHUHU TERIMA KASIH BANYAK ATAS PERTANYAANNYA!! πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί
      Nanti aku ajak Ci Jane untuk sama-sama menjawab. Ditunggu ya πŸ€ͺ

      Hapus
  12. wah sama , kalau aku mahu beli pasti lihat covernya dulu ya baru sinopsisnya πŸ˜‚ .

    team fiksi juga ni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeaaay! Another team member on the club! πŸ₯³
      Welcome. Welcome 😝

      Hapus
  13. Kenapa ya tiap kali kak Lia bilang ciwik-ciwik pasti aku ngakak 🀣 kedengaran agak sedikit lucu aja.

    Semua jawaban detail sekali kak,
    Oh iya ini ada pertanyaan ke 16.
    Apakah kakak pernah membanggakan sebuah buku lalu menceritakan nya kepada mantan, eh pada teman maksudnya. Bahkan dengan cara terbaik kak Lia agar dia tertarik untuk membaca buku yang kakak rekomended kan. Trus apa buku nya kak. Kepo nih.

    17. Apakah pernah terjadi sesuatu hal yang sama terhadap kisah/cerita pada kehidupan nyata kakak setelah beberapa banyak buku yang kakak baca?
    Makasih kak, PR ya kak 🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHAHAHA terima kasih lho Kak Andy. Aku anggap itu sebagai bentuk apresiasi 😁 Aku ikut senang karena bisa membuat orang lain tertawa dan nggak disengaja 🀣

      Terima kasih atas PR pertanyaan nomor 16 dan 17-nya. Udah dibuat mikir nih jawabannya apa ya, padahal belum tahu akan dijawab kapan 😝
      Ditunggu postingan jawabannya ya, Kak!

      Hapus
    2. Oke kak, di tunggu jawaban nya. ☺

      Hapus
  14. Liiii aku minderan dong sama postingan Lia yang ini, banyak banget ihh buku yang Lia bacaπŸ‘πŸ‘.

    Kayaknya nanti kalau mau beli buku aku harus tanya-tanya Lia deh hehehehe. Then soal pertanyaan buku fisik or ebook, kayaknya banyaaaak banget yang bakal jawab buku fisik. Emang nggak ada duanya kalau buku fisik.

    Terakhir, selain ninggalin komentar, aku juga ninggalin sendal Lia yabg sebelah kanan. Niih aku tarok depan pintu ya, hahahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan minder Kak Sovia πŸ€—. Gimana kalau kita baca bareng sebuah buku? Siapa tahu minat baca Kak Sovia jadi bangkit kembali 😁.

      Boleh banget. Aku akan dengan senang hati merekomendasikan bacaan untuk Kakak πŸ˜‰. Yes! Buku fisik nggak ada duanya. That's why era transformasi buku fisik ke ebook, nggak bisa beralih 100%

      HAHAHHAHA MASIH INGAT AJA! TERIMA KASIH KAK SOVIA! AKHIRNYA AKU NGGAK NYEKER SEBELAH LAGI 🀣🀣

      Hapus
  15. Cuma mau tanya, dari sekian banyaknya buku yang pernah dibaca adakah buku yang bergenre sci-fi kalau ada judulnya apa, pengarangnya siapa, lokal kah atau non lokal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak El, long time no see 😁

      Aku jawab di sini ya mumpung udah kepikiran juga jawabannya apa 🀭
      Pernah baca sci-fi. Supernova Series ini salah satu seri sci-fi yang terkenal di Indonesia. Ditulis oleh Dee Lestari, pengarang lokal dan penyanyi Malaikat Juga Tahu 😊

      Hapus
    2. Mas kal El datang juga, kalo buku fiksi saya sukanya malam satu suro mas yang bahas tentang Suketi aka mbak kukun.😁

      Hapus
    3. Kalau buku fiksi seperti ini, aku udah takut duluan waktu lihat covernya 🀣

      Hapus
  16. Wah seru banget ini, JanexLia!!
    Ntar abis ini mau main ke blognya Mbak Jane!

    Aku tertarik sama pertanyaan, buku yang dijadikan film. Buatku Kim Ji-yeong, Born in 1982 antara film dan buku tidak ada istilah siapa yang menang, malah menurutku melengkapi sekali. Ketika membaca bukunya rasanya frustasi karena detail dan aku pun relate struggle nya menjadi perempuan dalam budaya patriarki, tapi pas nonton filmnya, seperti ada harapan, bahwa sistem ini bisa berubah.

    Dan ngomong-ngomong soal buku fisik atau ebook, yes.. I can say for sure, kalau buku fisik emang masih jadi pilihan utama. Kemarin nyoba pakai kindle dan berakhir dengan agak males-malesan. Emang sensasi buku fisik tiada duanya ya.. kecuali berat buat dibawa ke mana-mana XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas apresiasinya, Kak Pipit πŸ’•
      Jangan lupa main-main ke blog Ci Jane ya πŸ˜‰

      Aku belum pernah baca dan nonton Kim Ji Yeong hingga sekarang πŸ˜“. Banyak sekali yang bilang baik buku dan filmnya bagus, bahkan aku masih ingat saat Kak Pipit membahas tentang Kim Ji Yeong di blog Kakak beberapa saat lalu 😁. Kim Ji Yeong ada di wishlist bacaanku, semoga aku segera ada mood untuk membaca novelnya πŸ™ˆ. Terima kasih atas rekomendasi Kak Pipit πŸ€—

      Hihihi aku masih penasaran pakai Kindle seperti apa πŸ™ˆ tapi for now, memang nggak ada yang mengalahkan sensasi buku fisik ya, Kak 🀣
      Yes. Kecuali karena berat wkwkwk kalau berat mungkin lebih enak bacanya ebook version πŸ™ˆ

      Hapus
  17. Banyak juga yang nanya ya, untung selama ini aku jarang ditanya jadi tidak pusing mikir jawabannya.🀭

    Sepertinya kak Lia suka Dee Lestari ya, sayangnya saya belum pernah baca bukunya satupun karena belum ada yang ngasih. Sebenarnya pengin nyari ebook gratisnya tapi kasihan sama penulisnya.

    Ternyata The Fault in our star adalah buku favorit mbak Lia yang dijadikan film. Sebenarnya pernah dengar tentang film itu, cuma belum pernah nonton.πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau gitu aku yang tanya Kak Agus biar Kak Agus ikut pusing πŸ€ͺ

      Suka sekali 😍 Buku Dee Lestari bagus-bagus ceritanya. Walaupun awalnya bikin kepala pening, tapi seri-seri berikutnya udah mulai enak dibacanya. Kak Agus, baca via iPusnas aja, buku Dee Lestari lumayan lengkap di sana. Bahkan seri Supernova dari 1-6 tersedia lengkap. Jadi tidak perlu susah cari ebook gratis 😁 iPusnas juga legal jadi tak perlu khawatir.

      Kak Agus apakah suka film romance? Kalau suka, mungkin akan cocok. Kalau nggak suka, lebih baik nonton IP Man aja, seru juga 😝

      Hapus
    2. Film romance sebenarnya senang juga tapi yang ada fiksinya kak, contohnya tuh the age of Adaline, sudah pernah nonton belum?

      Hapus
    3. Belum. Aku baru dengar judulnya nih πŸ˜†
      Nanti coba aku cari dulu ya sinopsisnya, Kak Agus 😁. Terima kasih!

      Hapus
  18. Lia mantaaaappp bukunya banyak amatttt yang dibaca hahahaha mostly kakak baru dengar namanya kecuali Ziggy dan Mitch Albom yang memang sering Lia bahas πŸ˜‚

    By the way, kakak sama kayak Lia in some parts, seperti kadang beli buku hanya karena covernya hahahahahaha πŸ™ˆ Terus teruuuus kalau inisial penulis sama kayak Lia nggak ada tapi yang nama penulisnya mirip itu ada kan, yang generasi 90 kalau nggak salah. Seingat kakak namanya similiar with Lia, apa kakak salah ingatan ya? 🀣 Wk.

    As usual, selalu suka dan menantikan colab Lia bersama mba Jane yang temanya setiap bulan beda. You both are cool! Mwah. Ditunggu kejutan Cristmasnya *dapat bocoran dari post mba Jane* 😍 Nggak sabar mau tau apaaaa πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Enooo! Kok rasanya udah lama nggak lihat Kakak ya? #posesip πŸ™ˆ.
      Kaaak, ini belum seberapa. Perlu aku keluarkan semua? *Kok jadi sombong* *padahal buku yang dibaca juga baru sedikit* 🀣🀣

      Cover yang cantik memang sangat menggoda ya, Kak 🀣🀣🀣🀣 gatel banget ingin dibawa pulang kalau lihat buku yang covernya cantik apalagi hardcover πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί. Siapakah penulis yang Kakak maksud? πŸ€” Yang menulis buku "generasi 90-an" atau penulis yang eksis di generasi 90-an nih? Kalau yang eksis di tahun 90an, aku nggak ingat ada yang sama 🀣 kalau yang menulis buku "generasi 90-an" itu namanya nyerempet aja 🀭

      Huaaa terima kasih banyak sekali atas dukungan dari Kak Eno! πŸ€—πŸ’• Aku jadi semakin semangat untuk menulis dan berbagi lewat colab ini πŸ™ˆ.
      Hihihi kejutannya semoga menarik bagi teman-teman 😝. Ditunggu ya, Kak πŸ€—

      Hapus
    2. Mungkin maksud kak Eno Marchella FP πŸ˜…

      Hapus
    3. Iya, sepertinya itu maksud Kak Eno 🀭
      Namanya menyerempet saja itu πŸ™ˆ

      Hapus
  19. Kalau udah denger (atau baca lebih tepatnya XD) Lia ngomongin soal buku, terasa banget gimana cintanya Lia sama buku. Salut deh, masih bisa konsisten baca buku di tengah gempuran gadget, device, dan segala "hiruk-pikuk" dunia maya, juga gempuran informasi yang ada. *kalimatku serius bener, yak? XD*

    Oh iya, kayaknya kalau tidak perlu memikirkan soal eco-friendly dan hidup minimalis, mungkin semua orang bakal lebih memilih buku fisik kali yaaa. Seperti yang Lia bilang, "sensasi"-nya berbeda... :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaa Kak Hicha bisaan aja, jadi malu aku πŸ₯ΊπŸ™ˆ. Huahaha kalimatnya berat, Kak seperti rindu 😝
      Kalau udah baca 1 buku yang disuka, rasanya nagih Kak. Makanya bisa keterusan sampai sekarang. Kak Hicha cobain deh πŸ˜‰

      Yesss! Betul sekali! Nah, that's why ada buku preloved. Jadi, walaupun eco-friendly person tetap bisa mengkonsumsi buku fisik dengan cara membeli buku preloved. Kalau perihal hidup minimalis, bisa aja dengan setelah selesai membaca buku, lalu dijual kembali πŸ™ˆ jadi selalu ada cara jika memang udah terlanjur cinta sama buku fisik 🀣🀣

      Hapus
  20. Dari dulu pengen baca The Fault in Our Stars tapi tiap beli buku selalu lupa menyelipkan ini. Saya senang dengan buku-buku John Green, Paper Town salah satu favorit saya. Mau difilm dan dibuku, sama-sama bikin feeling empty.

    Ohya, kalau ada buku yang tidak pernah selesai saya baca, itu juga buku John GreenGreen yang judulnya An Abundance of Katherines. Bahsanya tetap ringan dan enak, tapi saya kelewat sulit untuk menghapal setiap nama Katherine dibukunya 😩

    BalasHapus
    Balasan
    1. TFIOS ini salah satu buku romance yang bagus untuk dibaca. Aku setuju, buku-buku John Green bagus-bagus. Awal-awal aku terjun ke dunia fiksi, karya John Green adalah buku-buku awal yang aku baca karena bahasanya ringan dan ceritanya bagus.
      Paper Town aku nggak selesai baca bukunya karena udah terlanjur nonton filmnya duluan πŸ˜‚. Setuju sekali! Greget juga sama endingnya. Kalau nggak salah, yang cowok di-friendzone-in, kan ya? πŸ˜…

      Huahahaha baca sinopsisnya aja udah mengandung banyak nama Katherine 🀣 apalagi isinya 🀣 namun, aku belum baca buku ini hinnga sekarang sih πŸ˜‚

      Hapus
  21. Kak Lia, aku seneng baca artikel ini. Walaupuan sedikit merasa minder pas bacanya. Karena kak Lia yang rajin baca buku. Apalagi saat ini aku di fase yang sedang tidak baca buku apapun..huhuhuu

    Idenya sangat meanrik dan semua pertanyaan relate dengan orang-orang yang biasa membaca buku. Buku dan film tentu saja menjadi obrolan tersendiri. Yang penting kalau sudah baca bukunya, ga perlu terlalu berekspektasi tinggi dengan filmnya. Cukup nikmati saja.

    Aku mendapatkan beberapa referensi buku bacaan dari artikel ini. Coba nanti aku cari dulu seperti apa bukunya. Beberapa buku yang aku baca terakhir ini kebanyakan non fiksi. Kayaknya butuh hiburan agar ada semangat untuk membaca lagi..hehehhe

    Oyaa kak lia, aku beberapa kali beli buku di toko buku indie. Aku sangat senang dengan pelayanan mereka. Salah satunya dengan menyelipkan secarik kertas yang berisi tulisan penyemangat untuk terus membaca..hhehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Rivai, terima kasih atas apresiasinya πŸ™πŸ» dan tolong jangan jadi minder huhuhu aku ngepost hal-hal yang berbau buku, justru karena aku ingin meningkatkan minat baca teman-teman. Siapa tahu sehabis baca ini, Kak Rivai bisa kembali mood untuk membaca 😁

      Benar sekali, kalau udah baca buku, jangan berekspetasi tinggi pada filmnya! Plus itu hal yang sulit dilakukan namun harus dibiasakan wkwkwk soalnya aku masih suka greget kalau filmnya nggak sesuai buku padahal udah tahu kalau di film memang harus ada adegan-adegan yang mengalami penyesuaian sesuai kaidah perfilm-an πŸ˜‚ tapi tetap aja greget #plakk

      Beberapa buku yang aku sebutkan di atas mungkin ada yang berat dan ada yang ringan. Yang ringan itu Na Willa. Kakak udah orang kesekian yang aku rekomendasikan untuk membaca Na Willa karena memang sebagus itu πŸ₯Ί

      Nahhh! Itu juga yang aku senangi dari toko buku indie. Mereka selalu terlihat sangat peduli terhadap customer lewat bonus-bonus kecil yang mereka berikan, tapi bernilai besar untuk sang penerima. Mari support toko indie lokal πŸ’ͺ🏻πŸ”₯

      Hapus
  22. Super spesial banget postingan kali ini... Aku rasa telornya double deh #eh

    Aku juga tim buku fisik dan tetap sukaaa pegang buku dan bolak balik halaman tiap lembar. Wuhuaaa ada beberapa judul buku yang belum aku baca dan menarik nihhh.. Cuma aku sedang dalam fase mager membaca nihh.. Sepertinya aku mengalami reading slump. Jadi, buku tersebut terpaksa diem dulu sampai aku beniat untuk buka halaman berikutnya..

    Ditunggu postingan berikutnya yang makin spesial yaaa πŸ˜‰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Telor double, karet 2 ya,Ci πŸ€ͺπŸ€ͺ

      Iya, nggak ada yang mengalahkan sensasi balikin halaman kertas dan aromanya ya 😍.
      Nggak apa, Ci. Take your time~ sekarang Cici mungkin lagi masuk fase drakor 🀭. Nanti juga ada masanya kalau ingin kembali membaca.

      Awww ditungguin!! Terima kasih Ci Devina πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ₯°

      Hapus
  23. Yess dapat referensi buku banyakk... tak coba cari "Ikan di Langit"..
    Saya suka juga buku. Tpi nggk terlalu juga sih. Paling seminggu sekali bacanya pas lagi santai. Heheh

    Referensi buku selama ini hanya berputar di Tere Liye sih.. wkwkwk sama series Anak Kos Dodol.

    Kalau untuk Lia sndiri beli buku selalu dimana?? Toko Buku kah?? Soalnya kan keliling2 cari2 buku punya keseruan tersendiri daripada beli online.. Iyah nggk sih??

    Terus sama,, Pernah nggak terjebak dalam situasi dimana keasyikan baca buku smpe nggk nyadar kalau udh malam?? Hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau Bayu suka buku fiksi, Semua Ikan Di Langit ini baguss! Fiksi tapi spiritual gitu hahahaha. Baca 1 minggu 1x udah termasuk bagus lho! Teruskan πŸ’ͺ🏻

      Berarti udah baca Bumi series? Coba baca Dee Lestari juga, Bayu.

      Aku suka beli di toko offline dan online πŸ™ˆ tapi semenjak pandemi jadi lebih banyak online apalagi kalau di online, diskonnya bisa gila-gilaaan lho. Makin tiris ini dompet karena hampir tiap bulan ada diskon menarik πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Pernah!! Saat baca buku Agatha Christie. Bukunya seruuuuu banget sampai nggak bisa berhenti. Dan saat bukunya udah selesai, tahu-tahu udah malam dan nggak berasa udah selama itu bacanya 🀣🀣🀣

      Eh, jadi jawab pertanyaannya sekarang πŸ˜‚ udah keburu gatel ingin menjawab sih πŸ˜‚

      Hapus
  24. jawaban untuk pertanyaan nomor 7 perlu direalisasikan.. πŸ˜†

    aku ada pertanyaan, misal jika suatu saat kamu menulis buku fiksi, di mana lokasi cerita berada dan kenapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahaha Kak Zam, doakan saja ya 😝😝

      Pertanyaan Kakak menarik banget! Aku mau simpan untuk dijawab nanti ahh πŸ™ˆ
      *Alasan aja karena belum tahu mau jawab apa*

      Hapus
  25. kenapa diawali dengan nasi goreng, sudah sekian minggu aku ingin makan nasgor tapi belum kesampean juga nih,..

    mitch albom dan haruki murakami juga sukaaa, ziggy? kayaknya aku belum familiar deh dengan nama itu, coba ku intip di ipusnas ah, kali aja.

    jujur aja mencium bau buku sebuah keistimewaan tersendiri, tapi untuk yg istimewa kadang perlu yang spesial, jadi skrg kalo mau beli harus yg bisa dijamin kualitas isinya dulu nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maafkan aku, Kak Ghina. Nggak bermaksud membuat Kakak tambah ngiler 🀣🀣🀣🀣 atuh di lap dulu ilernya, nih aku kasih tissue untuk lap 🧻

      Buku-buku Ziggy di iPusnas ngantri banget, Kak Ghina 🀣🀣🀣

      Iya, benar Kak! Aku setuju sekali. Sebelum beli lebih baik lihat review dulu supaya nggak zonk 🀣🀣

      Hapus
  26. Seruuu pertanyaan2 nya :D. Aku jd ikutan mikir apa jawabannya kalo versiku :D. Sama yaaa kita LBH suka buku fisik. Memang g akan ada yg mengalahkan candunya mencium aroma buku baik yg tua ato baru. Bikin ga bisa lepas sampe bener2 selesai.

    Aku baru beli buku bekas, di tanah lada nya ziggy, Li. Belum aku Baca Krn Minggu ini lagi2 baca bukunya Ratih Kumala, Bastian dan jamur ajaib. Ni cerpen dewasa yaa, bukan buku anak2. Lama2 aku cinta juga nih Ama si Ratih ini :p. Buku2nya so far bikin aku tertarik :D.

    Tapi sampe skr buku yg akan aku anggab juara dari semuanya, itu msh tetep dipegang Ama gone with the wind dan sekuelnya Scarlett :p. Ga tau udh berapa kali aku baca nih novel :p. Ga akan prnh bosen.

    Buku utk akhir tahun ini, aku blm bisa mutusin. Kmrn aku baru beli kurleb 50 buku dari toko buku bekas langganan hahahaha. Jd aku blm bisa mutusin mana yg bakal aku baca untuk Minggu trakhir THN ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Fanny! Benar banget, nggak ada deh yang ngalahin sensasi membaca buku fisik 😍

      Aku belum baca bukunya Ratih padahal Gadis Kretek udah ada di TBR List-ku. Menurut Kak Fanny, Gadis Kretek bagus nggak? 😁. Btw, Di Tanah Lada bagus. Semoga Kakak suka sama bukunya 😁

      Waah! Sungguh. Aku baru tahu kalau Gone With The Wind itu dari buku lho 🀣. Aku coba cari ah πŸ™ˆ terima kasih rekomendasinya, Kak Fanny 😘

      Kak Fanny kalau borong buku banyak sekali 😍. Bagaimana dengan penyimpanan di rumah? Aku rasa Kakak punya koleksi ratusan buku di rumah nih πŸ˜†

      Hapus
  27. toss Li aku juga mau baca Parade hantu siang bolong. dari judul dan ilustrasi sampulnya aja sudah menghibur mata *-*

    hmm..sepertinya aku punya pertanyaan untuk Lia dan kak Jane.

    Apakah kalian tipe pembaca yang membaca satu buku sehari penuh atau bisa sampe berhari-hari? dan siapa tokoh fiksi yang bisa membuat kalian kagum? (dilihat dari sifat/ kepribadiannya) :D itu 2 pertanyaanku, bolehkah nanya sampe 2 pertanyaan? hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampulnya gemes banget ya, Kak Reka πŸ˜†. Memang keindahan cover itu sungguh menggoda 🀣

      Terima kasih untuk pertanyaannya ❤️❤️❤️. Boleh banget dong nanya sampai 2, sampai 20 juga boleh kok 😁
      Aku simpan pertanyaannya untuk dijawab segera ya πŸ˜‰

      Hapus
  28. relate banget sama nomor 1 Lia XD

    BalasHapus
  29. Blog yang membahas tentang buku bisa jadi ciri khas blog ini.

    Ah, sama. Saya juga suka buku fisik dan fiksi. Serta See Lestari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi terima kasih Kak Pipit ❤️
      Dee Lestari buku-buku fantasynya keren-keren ya, Kak 😍. Semoga Dee akan segera menelurkan karya baru ya πŸ™ˆ

      Hapus