New Fave.

Rabu, 11 November 2020

Sekian tahun aku hidup di muka bumi ini, dari awal lihat kue Putu dan sejenisnya, aku nggak pernah berminat untuk mencobanya. Namun, aku cukup penasaran bagaimana rasa kue ini karena begitu banyak yang jual dan banyak juga pembelinya 😂.

Pernah sewaktu aku SD, waktu itu aku lihat saudaraku beli kue Putu dan teman-teman sejenisnya. Karena si Lia ini anaknya kepo dan perasaan kepo-nya saat itu udah nggak terbendung, jadi aku minta icip sedikit bagian dari salah satu kue yang saudaraku beli. Nggak tahu persisnya jenis kue Putu yang mana, pokoknya saat itu, rasa kuenya nggak cocok untuk lidah si Lia cilik 🤣.

Dari saat itu hingga umurku yang udah sekian puluh tahun ini (20an termasuk puluhan, kan? 🤪), Aku nggak pernah lagi makan kue Putu dan teman-temannya yang biasa dijual di gerobak yang sama. Sering lihat Si Prikitiew makan, tapi nggak pernah tertarik untuk mencoba karena teringat first impression saat kecil. Lia mah gitu anaknya. Kalau udah nggak suka, ya nggak suka. Apalagi kalau kenangan yang ditinggalkan kurang bagus. Sulit untuk mencoba kembali. Jadi, nggak ada tuh istilah balikan sama mantan ketika udah dikecewakan #Eh 🤪.

Si Prikitiew ini suka kesal kalau aku nggak mau coba suatu makanan tertentu. Kadang, akutu kalau lihat makanan yang bentuknya aneh, sulit banget untuk menimbulkan keinginan untuk mencoba 😂. Juga kalau udah pernah coba dan kesan yang ditinggalkan kurang bagus, aku juga jadi malas untuk mencoba kembali. Karena hal ini juga, doi suka paksa aku untuk mencoba suatu makanan. Sampai ditempel-tempelin depan mulutku, dan kalau aku kabur, dia tetap kejar terus, dan kalau udah dapat, disodorin lagi itu makanan ke mulut sambil ditempel-tempelin 😤. Ya kalau udah ditempelin gitu kan, mau nggak mau harus dimakan 😤.

Kejadian pemaksaan ini juga terjadi sekitar 2/3 bulan lalu, saat dia memaksa aku mencoba makan kue Klepon—temennya kue Putu 😤. Aku yang udah menghindar pakai jurus 1000 bayangan, masih dikejar dan dipaksa untuk mencoba kue Klepon. Lantas, Lia yang baik hati ini, mengalah dengan situasi 🥺.

Kejadian kocak nan koplak saat aku coba makan kue Klepon adalah aku gigit itu pinggiran kue, dan yang ada... Muncrat itu semua isi gula merah kemana-mana 🤣🤣🤣. Si Prikitiew lalu bilang "Kan aku udah bilang, makannya langsung semua dimasukin ke mulut, jangan digigit" 😂. Ya.. namanya juga baru mau icip, kan takut nggak suka.. namanya juga baru pertama kali makan kue Klepon 😂.

Anyway, setelah aku berhasil memakan keseluruhan kue Klepon dan berhasil menelan dengan aman sentosa, AKU JADI SUKA BANGET DONG SAMA KUE KLEPON 😭😝. Saking sukanya, sampai beberapa hari kemudian pergi beli lagi. Lalu beberapa hari belakangan ini, aku juga lagi ketagihan beli kue Klepon terus 😭. Huaaa~ Klepon, kenapa kamu enak sekali? Tahu gitu, kan dari dulu aku cobainnya 😝.

Yang membuat aku suka sama kue Klepon adalah teksturnya yang mirip Mochi, kenyal-kenyal gemes dan tingkat manisnya tuh pas, sesuai seleraku, yang nggak terlalu suka makanan yang terlalu manis karena usia yang udah tak lagi muda 🤣. ("Yang"-nya banyak banget ya 😅).

Sekarang, aku udah tahu juga trik makan Klepon yang tepat. Caranya tuh Klepon secara utuh dimasukkan ke dalam mulut, lalu digigit sedikit secara perlahan pada bagian ujungnya pakai gigi sisi kanan sampai gula merah yang lumer di dalamnya tuh keluar. Dengan cara seperti itu, niscaya, kamu tidak akan tersedak oleh gula merah yang tiba-tiba muncrat ke tenggorkan—ya, ini pengalaman pribadi 😂.

Jadi, pemaksaan makan kali ini, berhasil! Karena akhirnya, Lia jadi sayang banget sama Klepon. Sampai-sampai saat aku masukkan setiap butir Klepon ke dalam mulut, rasanya nggak rela untuk melepasnya turun ke lambung 🤣. Klepon is my new fave food for now 💕.



Kleponku Cayank 😘



✨✨✨

Teman-teman, ada cerita menarik soal tragedi mencoba makanan? 😝
Let me know!



The dreamer.

105 komentar

  1. Klepoooon memang enak banget pada masanya haha.. aku dulu seneng banget sama klepon sama putu tapi sekarang udah ngga begitu, sudah berpindah ke lain hati #eh 😂
    aku dari dulu suka banget sama jajanan desa mbak, duh paling seneng kalau ke pasar tradisional dan beli jajan yang dibungkus pakai daun pisang sama parutan kelapa. Masa kecil paling bahagia haha; duh mbak Lia mesti coba, sahabat-sahabat klepon lainnya kaya cenil, gethuk, ketan hitam, lupis, dkk. Yuuummy bangeet 😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Aqma~
      Sekarang Kakak sukanya kue apa? 🙈
      Senang banget kalau ke pasar traditional! Aku juga suka, apalagi pagi-pagi itu kuenya kelihatan masih segar-segar. Aku paling nggak tahan kalau lihat kue lapis surabaya dan lemper sih kalau lihat di pasar 🤣
      Anyway, selain Klepon, aku suka Cenil atau Cendil! Soalnya teksturnya mirip Klepon versi tidak berisi 🙈
      Nah, untuk jenis yang lainnya, aku belum pernah coba. Gethuk rasanya mirip Klepon nggak, Kak?

      Hapus
  2. Hhhaa.. Lia... aku juga sama seperti dirimu. Kalau aku rasa bentuknya atau bahkan wanginya kurang suka, tentu ga mau coba. Aku pernah komen juga di salah satu postingan Mba Eno, kalau aku sampai sekarang ga pernah coba curry. Mau curry Jepang atau India. Ga minat untuk coba walaupun pada bilang itu enak.

    Dulu aku ga suka Sushi karena selain masih ada yang mentah, makan nasi dingin-dingin gitu berasa kurang enak. Akhirnya waktu itu diajakin Si Koko ke Sushi Tei. Dia pilihin menunya yang semuanya mateng, karena tahu aku ga suka yang setengah mateng atau bahkan yang mentah. Dia juga yang racikin sausnya (eh apa sih sebutanny 🤣), bukan pake yang asin namun pake yang manis karena dia tahu aku makan apa aja biasanya selalu ada kecap manis, contohnya mie ayam atau bahkan telor dadar.

    Pas coba pertama kali masukin sushi ke mulut, rasanya ga mau telan karena kurang cocok. Pas berhasil di telan, eh kok enak yaa. Alhasil sejak saat itu sampai sekarang aku suka sushi hhha.. Dengan catatan harus yang matang dan ada saus manis.

    Btw kue putu itu enak lohh Liaa... manis juga karna pake gula jawa. Klepon itu emanggg enaak, sensasi gula jawanya itu bikin ketagihan deh hhhe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaah, aku pikir aku sendiri yang aneh karena malas mencoba makanan yang bentuknya terlihat aneh, ternyata banyak teman-teman yang seperjuangan :p
      Kalau curry memang penampakannya agak sesuatu sekali sih, Ci. Tapi rasanya enak kok hiahaha.

      Kalau gitu, Cici juga suka makan bakso pakai kecap manis, kah? Sebutan untuk saus Sushi, aku juga kurang tahu apa. Aku cuma tahu Wasabi aja >.<
      Dalam hal Sushi, kita punya pengalaman yang mirip-mirip juga, Ci :p Aku juga awalnya nggak mau makan Sushi terutama yang mentah karena membayangkannya aja geli, tapi ternyata pas dipaksa makan (lagi-lagi dipaksa oleh Si Prikitiew) dan berhasil menelan, rasanya not bad. Akhirnya sekarang aku suka makan Sushi, tapi tetap mencari yang matang terlebih dahulu dan makan yang mentah hanya 1/2 pcs aja. Pernah coba pakai saus yang campuran Wasabi sama kecap asin tapi nggak cocok di lidahku, jadi kalau makan sushi hanya pakai bubuk cabai aja >.<

      Kue putu lain selain Klepon belum pernah aku cobain, Ci :'( Teksturnya sama nggak sih kayak Klepon?

      Hapus
  3. Hahaha...adeuuh... si klepon cayank ya namanya...haha

    selalu suka sama tulisannya lia, lucu, suka senyum-senyum sendiri bacanya, haha..

    Nah, akupun selalu suka sama camilan tradisional karena kebetulan aku udah menjauhi hal-hal yg mengandung gluten dan kebetulannya kalo makanan tradisional indonesia itu suka bebas gluten, salahsatunya ya klepon ini, klepon asli biasanya terbuat dari ubi kalo ga salah,
    pokoknya makanan-makanan tradisional is the best!

    btw, lain kali jangan susah nyobain makanan-makanan baru, icip aja dl, biar ga nyesel kalo ternyata suka, ya kan?
    hehehe..

    kira-kira apalagi makanan tradisional yg blm dicoba tp pengen tau rasanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkw iya, Kak Ady, namanya Klepon Cayank soalnya kalau udah dimulut, cayank untuk ditelan :p

      Ah Kak Ady bisaan aja~ Jadi blushing nih aku hahaha.

      Betul, betul, betul. Kalau ingin menjauhi gluten, Cemilan tradisional sih pilihan yang tepat karena seringnya menggunakan bahan-bahan yang lebih alami. Aku baru tahu kalau Klepon dari ubi, Kak! Tapi sepertinya Klepon yang aku beli ini bukan yang asli dari ubi karena nggak berasa ubinya.

      Huahaha iya sih, tapi tetap sulit untuk mau mencoba kalau kelihatannya nggak wajar gitu, Kak >.< Apalagi kalau makanan seafood, kadang penampakannya itu berlendir-lendir kan. Udah kicep duluan sebelum mencoba hahaha.

      Umm.. Kue Putu lainnya belum aku coba. Aku baru coba Klepon dan Cendil aja. Jadi aku cukup tertarik untuk mencoba jenis kue Putu lainnya, yang nama-namanya belum aku tahu kecuali Getuk.

      Hapus
  4. Ehhh aku baru nemu orang yang nggak suka makan klepon lhoo 🙈😜

    Dari keci aku suka banget makan Putu dan Klepon, aku juga baru sadar kalau keduanya ini suka dijual barengan yaa. Soalnya tiap siang menjelang sore gitu depan rumah ada yang jualan Putu sama Klepon. Kalau aku kebetulan lagi di lantai bawah rumah, langsung tercium wangi gula merah dan bunyi khas abang-abang yang jualan Putu hahahaa

    Aku ngebayangin adegan kamu sama Prikitiw dikejer buat nyobain makanan, kok persis kayak aku ngejer Josh kalau dia nolak makanan dia sih? wkwkwk

    Kalau gitu kapan-kapan aku bisa kasih coba kue putu favorit aku nih hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak suka karena waktu awal belum mencoba dan ketika udah mencoba malah jadi suka sekali >.<

      Aku selalu menemukan Klepon dan Putu serta teman-temannya dijual dalam gerobak yang sama, sehingga aku selalu berpikir bahwa Putu adalah nama dari keseluruhan kue yang dijual di gerobak tersebut, tapi kayaknya asumsiku salah huahahaha. Wah~ masih ada yang jualan keliling di rumah Cici? Di daerah rumahku udah nggak ada. Bunyinya itu bunyi suling yang ditiup uap ya? Hahaha.

      Wkwkwk kurang lebih memang adegannya mirip seperti itu :p
      Josh, I feel you!!

      Wah~ Kue Putu favorit Ci Jane yang mana tuuh? >.< Aku mungkin akan suka kalau teksturnya mirip dengan Klepon.

      Hapus
  5. Waaaah Lia kok baru temenan sama klepon nya sekarang sih wkwkwk aku malah suka banget sama klepon. Klepon dan putu bambu adalah 2 jajanan pasar favorit yang pasti aku beli kalo aku liat ahahaha

    Cerita tentang nyobain makanan dulu waktu kecil pernah dibawain ayah dari perjalanan dinas di jakarta itu pizza. Wah waktu kecil mah asing banget ya liat pizza dan kayaknya di kotaku belom ada deh waktu itu dan pertama kali nyoba wah mau muntah hahaha rasanya aneh banget di mulut sama kayak yang Lia rasain. Eh kalo sekarang mah jangan ditanya, kalo ga inget timbangan disodorin pizza mulu mah gak masalah hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, telat banget ya :( Putu bambu itu teksturnya seperti apa, Kak? Mirip sama kue Dadar Gulung, nggak sih? Soalnya kelihatannya mirip.

      Kita sama-sama pernah mengalami tragedi makanan ya, Kak Tika >.<
      Sekarang kalau lihat pizza malah nggak pakai babibu langsung lahap ya wkwkwk. Untung akhirnya bisa bersahabat dengan pizza :p

      Hapus
  6. Waaaaah ini salah satu snack lokal kesukaan kakak, sampai kakak buat post khusus di blog kakak hahahaha. Kebetulan kakak sangat suka makanan yang berbahan dasar gula merah (Jawa), dari mulai Klepon, Putu, Es Loder, Bubur Sumsum, sampai minuman seperti Cendol, Liaaaa 😍

    Tapi kakak tipenya sama kayak Lia, semisal terlihat aneh akan malas mencoba 🤣 However, sometimes kita butuh paksa diri kita memang. Salah satu makanan yang dulu kakak nggak berminat coba terus sekarang jadi suka adalah terong hahaha. Dulu aneh banget lihat terong benyek begitu, tapi sekarang doyan, baik terong crispy maupun balado pasti lahap makannya 😂

    Semoga prikitiuw bisa kenalkan lebih banyak makanan lagi ke Liaaa, yaaa 😜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Eno, aku hampir mau cerita di kolom komentar kalau makanan yang dulu nggak suka jadi ketagihan itu terong juga xD hahaha

      Aku permisi nimbrung yaaa :)

      Hapus
    2. Kak Eno kelihatan sekali suka makanan yang berbumbu gula merah, sampai hafal semua nama makanannya :p

      Huaaa aku tak sendirian! Yes. Pada akhirnya kita harus memaksa diri untuk mencoba dan motoku adalah YOLO. Sayang kalau nggak dicoba walaupun perasaan berat mencoba itu sering datang dan banyak juga makanan yang belum dicoba hingga sekarang karena penampakannya yang aneh HAHAHAH.

      Penampakan terong kalau lagi benyek itu sesuatu sekali sih hahaha. Syukurlah sekarang udah doyan! Aku suka juga terong, apalagi terong balado :p Jadi lapar kriuk kriuk nih ngomongin terong balado >.<

      Aminnn huahahaha. Pahala Si Prikitiew pasti bertambah nih setiap dia mengenalkan makanan ke aku dan aku jadi suka, sebab aku bisa beli makanan itu terus menerus selama beberapa saat huahaha.


      @Kak Jez: ada teman seperjuangan ya, Kak :p sekarang kalau lihat terong balado, mana tahan? :p

      Hapus
  7. ya ampun Lia, sama kue klepon aja seromantis ini ya kamu, dibikin cerita juga 😜. aku juga awalnya ngga suka klepon karena bentuknya kurang menarik hahaha, tapi pas udah coba beuuhh pengen nambah lagiiii!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Farah, kamu bisaan aja >.< Kamu mau aku bikini cerita juga, nggak? :p

      Klepon enyak kaan! Teksturnya aku suka sekali karena mirip mochi, kenyal kenyal gemesss!

      Hapus
  8. Klepoon suka klepon, eh tapi aku makan klepon digigitnya dikit-dikit dong Lii hahaha, baru tahu ternyata aturan makannya di telen semua ya?

    Betewe, ngomongin putu, dulu aku nggak pernah tahu namanya apa, haha. Sampai akhirnya kuliah, roomate aku nawarin mau beli apa, kebetulan malas keluar jadi biasa nitip. Pas aku bilang nitip kue "Puuuuu" sambil niruin suara kue putu kalau lewat di depan kos. Baru dia bilang itu namanya kue putu.

    Tapi dibanding klepon aku lebih suka putu Lii, bohong ding, aku lebih suka kamu, asiik. Hahaha

    *lari sebelum dilempar pakai sendal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. KAK SOVIAAA! HAIII! :D
      Kalau digigit sedikit-sedikit, apa isi gula merahnya nggak muncrat, Kak? Soalnya pertama kali aku coba, kejadiannya seperti itu. Akhirnya aku kalau makan Klepon, langsung caplok semua aja HAHAHA

      HAHAHA KAK SOVIA!! Aku jadi ketawa ini bacanya. Membayangkan Kak Sovia lagi bersusah payah menjelaskan kue Putu seperti apa *malah tertawa di atas penderitaan orang*

      Makasih Kak Sovia <3 Jangan lupa nanti kalau kembali ke sini, bawa sendal aku yang aku lempar ya wkwkwk.

      Hapus
  9. Saya ga suka mkn manis2 karena orangnya sudah manis 😊😊*sandalmelayang*

    Tapi untuk klepon perkecualian...😙😚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk Kak Phebie, selamat! Kakak mendapatkan sandalku yang sebelah kiri *sebelumnya, sandal sebelah kananku udah aku pakai untuk lempar ke Kak Sovia di atas* nyiahaha.

      Betapa bahagianya Klepon jika ia membaca ini sebab ia mendapat tempat spesial di hati Kak Phebie :3

      Hapus
  10. Pertama, usia Mbak Lia yg katanya 20-an. Aku masih penasaran, berapa sih detailnya. Aku masih ingin membuktikan kalo aku lebih muda wkwkwk 😂😂


    Kedua, ...lalu digigit sedikit secara perlahan pada bagian ujungnya pakai gigi sisi kanan sampai gula merah yang lumer di dalamnya tuh keluar...
    Ini detail sekali OMG, hahahha. Udah cocok jd youtuber yg nge-review makakan. Kurangnya, satu, "rasanya kek mau meninggal" hahaha

    Terus, untuk kue putu. Di tempatku jg jarang sih yg jualan. Cuma ada 1 orang, dia adalah tetanggaku. Artinya, belio ga ada saingan sama sekali dalam satu kecamatan. Belio mampu memonopoli, mengatur, dan memainkan harga neraca perdagangan dalam dunia per-putu-an.
    Tinggi banget bahasaku, hahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. WKWKWKW udah, jangan penasaran lagi, Kak Dodo. Aku tetap lebih muda #eh. Nggak deng, memang Kak Dodo nampaknya lebih muda :D

      Udah cocok ya, Kak? Hahaha. Kalau gitu, besok aku buka channel yucub deh :p Jangan lupa like dan subscribe ya!
      Aku nggak berani bilang "rasanya kek mau meninggal", takut euy >.<

      Mantap. Bahasa Kak Dodo mirip seseorang yang aku tahu dan sering lalulalang di TV nih. Sebut saja namanya Vicky P :p
      Btw, aku jadi ingin jualan kue Putu di tempat Kak Dodo. Asik banget saingannya sedikit! Hahaha.

      Hapus
    2. Bukan saingannya sedikit.. Tapi ga ada saingan 😀😀

      Hapus
  11. Coba Lia makan kue putu juga, dibandingkan klepon maka kue putu tidak terlalu banyak gula merahnya, jadi ngga bakal muncrat.🤣

    Kalo aku baik kue klepon ataupun putu suka semua, soalnya rasanya manis dan harganya juga terjangkau menurutku.😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, kalo mas Agus apa yang gak suka, 😁🤭 apalagi harga nya terjangkau. 🤣

      Hapus
    2. Ada mas Andy yang ngga aku suka yaitu menunggu. Soalnya itu bikin bete, apalagi menunggu mantan yang ogah diajak balikan.😂

      Hapus
    3. HAHAHAHAHAHAHAH duh, aku ngakak baca komentar Kak Agus dan Kak Andy.
      Menunggu adalah pekerjaan yang paling tidak menggenakan ya. Kecuali sambil menunggu sambil dikasih uang gitu, kan jadi enak.

      @Kak Agus: aku jadi penasaran dengan kue Putu. Kapan-kapan aku cobain ya. Terima kasih Kak Agus rekomendasinnya :D

      Hapus
  12. kue putu dan kue klepon hampir mirip ya, mirips isinya yaitu gula merah di tempat kami dulu banyak nih yang jual kue putu tapi sekarang menghilang di telan masa,..hehe, seperti halnya mbak yang menghilang dengan jurus seribu bayangan, he-he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, mirip. Tapi untuk teksturnya, aku kurang tahu apakah mirip atau tidak >.<
      Wah, sayang sekali. Mungkin di tempat Kuanyu, masyarakatnya kurang suka makan kue Putu :o
      Kalau gitu, aku yang buka jualan di sana, ah! Wkwkwk

      Hapus
  13. Kamu kok lucu banget sih? XD
    Putu, klepon, getuk, dan kawan-kawannya tuh enak!!
    Eh tapi ada juga yang kadang udah malas aku makan, kayak wajik, jadah, jenang grendul, entah antara muanis kalau g gitu hambar. Akhirnya yang tetap ada di hatiku hanya jamu kunir asem dan lumpia tapi bukan yang isi rebung :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Kak Pipit! Aku memang lucu #Narsis :p
      Wah, nama-nama yang Kak Pipit sebutkan ada beberapa yang asing di telingaku seperti Jadah, Jenang Grendul. Habis ini melipir ke Google untuk lihat fotonya dulu >.<
      Jamu Kunyit Asem kah maksudnya? Kalau iya, Kak Pipit hebat banget bisa tahan minum jamu itu!! Huhuhuhu aku selalu susah payah menelan jamu itu karena nggak cocok sama rasanya :')

      Hapus
  14. Aku juga sama, susah mencoba makanan yang baru atau aneh. Seringkali pas akhirnya mau nyoba, ternyata enak. Merasa rugi bertahun-tahun melewatkan makanan itu. Hehehe
    Kalo klepon karena di daerah asal saya memang terkenal sebagai kota klepon dari kecil sih udah suka :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Uphiet, salam kenal! :D

      Hahaha betul! Rasanya rugi banget baru coba sekarang. Tahu gitu kan, kita coba dari kemarin-marin ya >.<
      Wah, asik banget! Berarti Kak Uphiet udah mencoba segala rasa kue Klepon dong :3 sejauh ini, udah bertemu dengan penjual Klepon terfavorit?

      Hapus
  15. Ambyar di mulut, kemudian membasahi langit-langit mulut. Itulah salah satu kenikmatan makan klepon. hahahhaha

    Di gang rumahku itu isinya orang-orang yang jual jajanan kayak gini mbak. Pengen makan apa? hampir setiap pagi selalu tersedia. Ga usah khawatir..hahaha
    jadi di gang kami sudah terbiasa makan jajanan klepon, onde-onde, molen, putu ayu, dadar gulung, kue lapis, risoles, dkk.. Kalau kami beli banyak sering dikasih bonus sama yang jual...hahhahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cukup akurat ilustrasi dari Kak Rivai wkwkwk. Kita bikin duo review makanan yuk, Kak? :p

      Ih mantap sekaliii! Apa nggak gampang ngiler itu setiap kali melihat jajanan pasar seperti itu? :') wkwkwk

      Hapus
  16. Waah klepon jajanan kesukaanku Li. Bahkan pas pandemi ini, karena ga bisa jajan di mall, akhirnya beralih ke hunting jajanan pasar dan berhasil nemu yg enak dan bisa beli seminggu dua kali sampe suami khawatir aku konsumsi gula berlebih.
    anywayy, Lia udah pernah cobain kue putu ayu sama lupis belum?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Ziza, kok kita samaan?! Kalau udah nemu makanan yang enak, seminggu bisa beli berkali-kali karena nagih >.<
      Beluuummm! Dari kedua makanan itu, menurut Kak Ziza, yang mana yang wajib aku coba terlebih dahulu? :D

      Hapus
    2. Cobain lupis dulu Li, karena makanan yg dibungkus daun pisang gak pernah salah ;D

      Hapus
  17. kue putu yang keliling dengan suara udara seperti yang disuling "fuingggggg", ukurannya yang dijual sekarang makin kecil mungkin kini sebesar kelingking

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada penjual yang betul-betul memakai suling di tempat keluar uapnya lho, Kak hahahaha.

      Nyiahahaha di daerah rumahku, masih lebih besar dari kelingking kok. Mungkin beberapa tahun lagi akan lebih mengecil :')

      Hapus
    2. wkwkwk ga mungkin juga kali segede kelingking..

      kreatif tukang dagangnya sampe pake suling beneran

      Hapus
    3. We will never know, Kak 🤣🤣

      Sungguh kreatif. Aku lihatnya kaget dan setelah lihat itu, aku pikir semua orang yang jualan Putu memang pakai suling di tempat keluar uapnya 🤣 ternyata ada yang nggak.

      Hapus
  18. Ijin ngakak yaaa Lii, karena aku pernah juga merasakan hal yang sama saat dulu nggak suka makanan terus tiba-tiba ketagihaaaan. Btw, kita sama banget kalau ada makanan yang bentuknya aneh pasti ngga ada selera makan hahhahaha

    Selamat ya Li, kamu telah menemukan kecintaanmu!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dipersilakan Kak Jez. Silakan ngakak sampai sakit perut wkwkwk
      Memang penampilan suatu makanan itu faktor utama dalam urusan menggugah selera ya, Kak :')
      Sampai sekarangpun kalau lihat makanan yang bentuknya aneh, aku pasti ngibrit~

      Yay! Terima kasih Kak Jez :D Selamat juga karena akhirnya Kak Jez bisa suka sama terong :p

      Hapus
  19. Kalo saya, lebih ke malas coba makanan baru kalau pake uang sendiri. Apalagi makanan yang dibeli adalah makanan yang pengen dinikmati dan kenyang. Paling mesannya yang aman-aman saja dan murah. Kalau ditraktir, itu beda soal. Ha ha ha.

    Bicara soal klepon, saya baru tau istilah itu. Selama ini saya taunya Onde-Onde. Tapi saat saya search di google, onde-onde yang saya maksud ternyata beda. Bentuknya memang mirip onde-onde, tapi kayaknya dia digoreng. Kalo di sini, onde-onde, maksud saya, klepon itu dipakai untuk acara syukuran. Biasanya syukuran rumah atau motor baru. Jadi tiap ada syukuran, pasti sudah tau akan makan banyak onde-onde, eh klepon

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau dalam hal tersebut, aku juga sependapat sama Rahul. Kalau ditraktir, ya beda cerita HAHAHHA bahkan cenderung ingin coba yang aneh-aneh, mumpung ada yang traktir #plakk

      Kalau di tempatku, Onde-onde itu sebutan untuk yang digoreng dan ditabur wijen di atasnya. Biasanya isi dari Onde-onde ini adalah kacang hijau dan cenderung kopong waktu digigit. Kalau di tempat Rahul, makanan ini disebutnya apa?
      Ohyaaa? Aku baru tahu nih. Ternyata Klepon (Onde-onde) ini memiliki peran istimewa di daerah Rahul tinggal ya :D Senang mendengar cerita seperti ini. Thank you for sharing, Hul :)

      Hapus
  20. Ya ampun Lia, ini putu ya, waktu baru liat gambarnya aku pikir ini klepon. abisnya mirip banget sih, penampakannya sama. Both putu or klepon I like them so much, seenak itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Ursula, fotonya benar foto Klepon :D
      Aku pikir Klepon ini satu familia dengan Putu, jadi aku sebutnya Putu Klepon >.<
      Klepon memang seenak itu yaaa! *.*

      Hapus
  21. Kue kesukaan saya bangat
    Kalau makan klepon memang seperti itu
    Langsung semuanya diuntal bulat-bulat
    Biar tidak muncrat isinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kalau digigit secuil-secuil isi gula merahnya langsung melesat hingga ke bulan deh, Kak wkwkwk. Kapok banget makan dengan cara seperti itu soalnya repot bersihinnya :(

      Hapus
  22. hahahahha, gimana jadi sayang sama klepon toh sekarang, enyakkk
    aku suka klepon juga, malah waktu SMP udah bisa bikin sendiri hehehe, dulu sekolahku ada pelajaran tata boga
    sekarang kalau pengen putu atau klepon tinggal beli aja, dan putu emang jarang ditemuin,, etapi dikotaku ada juga
    kalau klepon ada dimana-mana, di etalase tiap pagi di pinggir jalan di kotaku ternyata ada yang jual

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi sayang dan nagih, Kak Ainun >.< Tiap hari bawaannya ingin beli Klepon terusss! Untung masih ingat kesehatan :')
      KEREN SEKALI KAK AINUN *.* Kalau sekarang diminta membuat Klepon, masih bisa nggak? :D
      Klepon lebih mainstream ya keberadaannya hahaha. Sepertinya karena lebih banyak yang suka dengan tekstur Klepon dibanding familia Klepon lainnya.

      Hapus
    2. kalau sekarang diminta bikin klepon lagi, kudu buka resep lagi hahaha, takarannya udah ga paham. malah mungkin bisa dibilang lupa kali ya, padahal simple banget bikinnya

      Hapus
  23. Bicara soal kue putu, saya suka banget kak, tapi sayang si mamang gerobak yang jual kue putu nya jarang lewat depan rumah saya. Saya suka kue putu karna tekstur nya lembut dan wangi pandan nya terasa banget, tak lupa serpihan hati yang bertaburan di atas nya, eh serpihan kelapa yang sudah di parut maksudnya. 🤭 pokok nya saya kasih rating bintang 5 kalo buat si putu. Saya harap suatu saat kakak suka dengan kue putu nya. Tapi kayak nya kak Lia suka dengan toping lain ketimbang toping kelapa 😁

    Oh iya, klepon yang kakak makan itu teksturnya kenyal kayak mochi ya kak, kakak udah pernah cobain belum klepon yang terbuat dari Ubi sela atau Ubi rambat yang warna ungu ungu itu kak, yang di parut dan isi nya sama juga gula aren, dan tekstur nya lebih berserat dan membuat lebih cepat kenyang. 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Andy mirip Dilan, kalau bicara puitis sekali. Aku bacanya malah meleleh 😂
      Nanti akan aku coba kue Putu pujaan hati Kak Andy ini, ya 😁. Aku suka toping kelapa, kalau toping kepala, aku tidak suka 🤣

      Belum pernah 😭 belum pernah ketemu Klepon yang warnanya ungu 😭. Semoga suatu hari nanti bisa bertemu dengan Klepon ungu ini ya. Sepertinya menarik untuk dicoba 😁. Terima kasih atas rekomendasinya, Kak Andy 🥺

      Hapus
    2. Oke kak Lia sama-sama... Semoga berhasil hunting klepon ungu nya.. 🙏👍👏☺

      Hapus
  24. Yeiiy .. yeeaiiiyy ..
    Gegara setelah muncrat tuh gula jawa ..., *eh sekarang kak Lia ketagihan deh sama yang namanya bola-bola unyu si klepon 😍

    Berbeda dengan kak Lia, salah satu ponakanku,namanya Celyn malah dari kecil suka banget sama makakan2 tradional, kak.

    Nih ya, saat diajak ke mal teeus dibeliin roti dari brand ternama, sudah bisa dipastikan dia akan nolak.
    Tapiiii ... ketika diajak ke pasar lihat jajajan jadul atau disodori jajanan 'kuno' itu seperti klepon, serabi, carabikang ... dia langsung antusias !.
    Minta lagi dan lagi 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeay! Gegara itu juga, aku jadi tahu cara makan Klepon yang benar seperti apa 🙈😝

      Wah, aku harus banyak-banyak berguru dengan Celyn, keponakan Kak Him 🤭. Pintar sekali makannya, berani mencoba jajanan tradisional padahal kadang bentuknya nggak wajar 😂.

      Celyn unik sekaliii 😍. Jarang sekali anak jaman now yang lebih memilih makanan tradisional dibanding makanan modern. Semoga Celyn bisa tumbuh besar dengan tetap mencintai makanan tradisional Indonesia 😍🙏🏻

      Hapus
  25. hahaha, beberapa kali aku kenalin kue klepon ke anakku nih dia malah trauma sama gula merahnya. awal-awal yang dia makan kayaknya si gula ini ga begitu bnyak jadi ga sampe muncrat-muncrat, eh yang terakhir ini cukup bikin dia trauma, karena dia kan gigitnya cuma separoh klepon terus muncrat dan membasahinya tangannya donk itu gulanya, haha.. tapi gara2 itu dia jadi ga berani nyoba klepon lagi. kayaknya perlu terapin tipsnya lia nih, tapi kalo langsung memang harus hati2 yaa, biar ga keselek, hihi

    btw, kalo pukis dan lupis udah pernah nyoba belum li?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Ghina, aku ingin peluk anak Kakak. Ingin bilang bahwa kita senasib 😂
      Saat aku makan Klepon yang muncrat itu, kedua kali saat mencoba kembali cukup membuat aku takut 😂 dan benar aja, gula merahnya langsung muncrat lagi tapi ke dalam tenggorokan jadi membuat keselek 😂. Memang harus trial berkali-kali untuk jadi ahli makan Klepon wkwkwk
      Semoha anak Kak Ghina mau mencoba kembali. Setidaknya, sampai 2x lagi supaya bisa mahir makan Klepon 😂

      Pukis udah pernah tapi kalau Lupis belum pernah 😂. Kelihatannya mirip sama Klepon teksturnya, iya nggak sih, Kak?

      Hapus
  26. wkwkwkwkkw liaaa, kebayang sih pas muncrat gimana ;p.. aku jg prnh kaget pas awal2 makan klepon..

    tapiii yaa, aku tuh agak susah suka ama kue tradisional yg manis Li.. kelpon aku doyan, tp ga semua klepon enak.. di bali aku tau tuh ada klepon yg terkenal bgt dan memang enak.. mamaku kalo bikin jg enaaak. trus bakery monami kleponnya jg enak..

    tp yg dijual ama abang2 gerobak, ga enaaaaaak #cry..... gulanya ga muncrat, lapisan ijo kleponnya ketebalan. kelapanya ga gurih.. kan sebeeel yaaa.

    nah trus kue putu, ini aku ga doyan blass... sampe skr ga nemu putu yg enak, jd aku jujurnya males nyobain kue ini. teksturnya aku jg ga doyan.. intinya kalo manis, aku picky banget sih... beda kalo gurih... itu cendrung doyan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk Klepon ini sukses membuat orang yang makan jadi jantungan ya, Kak Fanny 🤣

      Selama ini malah aku makannya baru hanya yang dijual di abang-abang aja. Kebetulan abang-abang dekat rumahku yang jual ini, rasanya Kleponnya cocok untukku. Btw, aku jadi penasaran dengan rasa Klepon kesukaan Kak Fanny seperti apa 🤭
      Monami tuh nama toko kue ya! Soalnya username Ziggy Z (sang penulis di Tanah Lada) pakai nama Monami, aku pikir itu hanya nama buatan beliau aja. Ternyata ada toko kue bernama Monami 🤣

      Kalau kue Putu, aku belum pernah coba nih, Kak 😂
      Kak Fanny tim gurih ya! Sama dong 😝. Jadi kalau makan bakpao, lebih suka yang isi daging ya?

      Hapus
    2. Iyaaa Monami toko kue yg udah agak lama :D. Kebanyakan yg dijual kue tradisional. Dan dia biasanya pasti nempel Ama optik Melawai. Kayaknya sih 1 grub kali yaaa. Aku suka klepon yg kalo digigit muncrat gulanya, dan beneran cair semua. Ga da yg msh gerendul2. :D. Penjual Deket rumahku kayaknya ga jago bikinnya :p

      Naaah iyaaa, aku suka bakpao yg isi daging pastinya , drpd red Bean :p

      Hapus
  27. klpon itu enak mbak sumpah
    aku dari kecil suka
    ada juga cenil, utri, getas, dan lain ssebagainya
    bisa dicobak itu enak enak
    tapi kalau klepon ini emang istimewa karena sensasi nyes pas gigit lumeran gulanya

    kalau makanan asing akutu pertama kali yang eneg malah hot dog
    engga tau geli aja liatnya ahahah
    makanya aku lebih suka makan burger atau pizza untuk makanan western

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Ikrom, selain Klepon, aku juga suka Cenil karena teksturnya mirip Klepon 🤣. Pokoknya kalau teksturnya mirip Klepon, aku jadi gampang suka dengan makanan itu.
      Utri dan Getas, aku baru pernah dengar namanya 😂
      Bayangin Klepon aja udah membuat ngiler ya, Kak 🤤

      Saampai sekarang belum pernah makan hotdog kah, Kak? Tapi kalau sosis biasa, doyan nggak?

      Hapus
  28. Dari awal lihat gambarnya aku udah nebak ini bakal cerita tentang klepon. Yaolo,, kamu kok baru sekarang makan klepon, selama ini ke mana ajaaa.
    Aku juga suka klepon karena selain rasanya enak, teksturnya juga unik, gurih di luar, lembut di pinggiran, tapi muncrat pas dimasukin. Sukak pokoknya sukak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intuisi Kak Dini tajam sekali 🙈
      Iya nih. Telat banget! Sayang sekali baru coba sekarang padahal enak huhuhu.

      Teksturnya juara banget sih! Sensasi lelehan gula merahnya juga seru ya 🤣. Unik sekali Klepon ini. Juara deh bagi sang penciptanya 👍🏻👍🏻

      Hapus
  29. aku juga punya pengalaman yang sama persis kak, jadi dulu tuh aku gak suka dengan yang namanya jus jambu entah karena bau yang ditinggalkan gak enak apa karena emang rasanya yang aneh akhirnya aku gk pernah minum itu, sampai pada saat aku jalan bareng ama temanku dan di mobil temanku tuh yang ada cuma jus jambu karena perjalanan jauh dan gak ada warung pelan-pelan cobain ternyata gak seaneh itu ditambah pandemic ini katanya harus minum vit.c gitu ramai2lah kami sekantor beli ini ketimbang beli jus jeruk. hahahhaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Icha, jus jambu baunya agak rada-rada ya 😂 tapi lebih enak minum yang udah jadi jus daripada makan buahnya karena klutuk klutuk saat dimakan 🤣
      Jus jambu juara banget untuk vit.c-nya! Untung sekarang udah suka ya, Kak 😆

      Hapus
  30. Waahh makanan Favoritku nih Klepon...Kalau disuruh memilih antara Klepon dan kue Putu pastinya aku pilih klepon..Tapi tetap suka sama kue putu juga..🤣🤣🤣 Maruk yaa..🤣

    Terus sama onde2 yang ada wijennya juga aku suka..😊😊

    Malah sering salah arti lho aku suruh beli kue onde2 eeh istri malah beli onde2 yang ada wijennya...Padahal yang aku maksud Klepon...Haahaaa curhat gw disini..😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu namanya bukan memilih karena Kakak ambil dua-duanya 🤣
      Onde-onde enak juga. Aku suka kulitnya 🤣

      Wkwkwk memang ada yang menyebut Klepon ini sebagai Onde-onde juga, contohnya di daerah Rahul, salah seorang teman blogger.
      Berarti harus diperjelas kalau ingin nitip istri beli 🤣 bilang aja Onde-onde yang ijo 🤣

      Hapus
    2. Nah kaaann bener, ada temennya.
      Buat kami onde-onde itu, semua jajanan yang bentuknya bulat, bukan cuman yang ada wijennya itu 😂

      Hapus
    3. Ah! That's why kenapa namanya Onde-onde 🤣. Terima kasih atas insightnya Kak Rey 😝

      Hapus
    4. wakakakkaa, asal jangan sampai bola bekel dibilang onde-onde yak, wakakak

      Hapus
    5. Wkwkwk langsung sakit gigi nanti kalau makan onde-onde bola bekel 🤣

      Hapus
  31. Ini makanan terlalu seringnya saya di masa kecil, tapi kami namakan onde-onde 😂

    Dan warnanya putih aja sih, gampil pula bikinnya, saking gampilnya, saya juga bisa bikinnya dong.

    Jajanan ini masuk deretan kue wajib kalau ada acara di Buton, kalau di Jawa namanya bancakan kudu pakai apem.
    Nah di Buton namanya haroa kudu ada onde-onde.

    Aps saya ke Surabaya, lama nggak ketemu jajanan ini, sampai suatu hari saya liat tulisan Klepon di jalanan, kepo dong.
    Lalu om saya beli, dan pas saya makan, saya ngakak ga karuan, ini mah onde-onde, kenapa pula jadi namanya klepon hahaha.

    Btw, kalau saya makanan baru, suka-suka aja cobanya, cuman memang agak picky tempat belinya 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hebat sekaliiii Kak Rey 😍. Kalau lagi ngidam dan sulit menemukan penjual Klepon, bisa langsung bikin sendiri dong 😍

      Indonesia ini beragam sekali ya! Aku baru tahu Klepon ini disebut Onde-onde dari Rahul. Kalau di Jakarta, rata-rata bilang Onde-onde untuk yang goreng 😂

      Ah iyaa! Tempat beli makanan apalagi sedang pandemi seperti sekarang, harus lebih hati-hati dan lebih picky. Ngeri-ngeri sedep ya, Kak Rey 😂

      Hapus
    2. benerrr, kalau bisa beli yang ada bungkusnya, di dekat tempat tinggal saya, ada penjual jajanan pasar, yang jualan jajannya dibiarin gitu aja, parno banget rasanya hahaha

      Hapus
    3. Kak Rey, aku juga parno euy sekarang 😓
      Penjual Klepon dekat rumahku, menjajakan makanannya dijejerin dan dikasih plastik penutup. Aku parno tapi suka beli sesekali #plakk

      Hapus
  32. Waduh, Li. Kalau klepon sih aku juga suka. Ini jajan pasar kesukaanku malah 🤭. Biasanya ibuku dulu beli kue putu tuh satu porsi. Isinya ada klepon, getuk, dan putu itu sendiri. Dan yang aku ambil cuma kleponnya aja dong. Soalnya yang paling enak ya si klepon.😍

    Aku punya pengalaman yang gak enak saat mencoba makanan baru, Li. Makanan itu adalah sayur nangka muda. Semua orang di keluargaku suka sama sayur ini. Tapi aku gak suka. Pernah ibuku suap aku pakai sayur nangka muda ini. Dan setelah makan aku muntaber dong, Li. Makanya sampai sekarang aku gak mau makan makanan ini. Bahkan cium aromanya aja udah mual-mual.😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klepon enak sekali ya, Kak Roem 😍🤤. Teksturnya itu lho, juara banget nggak sih? Hahaha. Entah aku terlalu bias atau apa nih sama Klepon 🤣 sebab aku sesuka itu sama Klepon.

      Waduh 😭 kalau gitu, perut Kakak nggak cocok dengan nangka muda 😢. First impression yang meninggalkan kesan tidak enak ya, Kak 😢. Pukpuk Kak Roem 🤗
      Kalau nangka matang gimana? Aman nggak di perut Kakak?

      Hapus
    2. Wakakakakaka, astagaaa Roem, sampai segitunya perutmu menolak si nangka muda hahaha.
      Padahal enak loh :D
      Apalagi nangka matang :D

      Hapus
    3. Kebetulan aku tim nangka muda nih, apalagi kalau di sayur padang 😝
      Kalau nangka matang malah nggak suka karena baunya menyengat. Eh tapi, kok aku suka duren 🤣

      Hapus
  33. Sumpah aku ketawa pas bagian gula merah muncrat ke tenggorokan, pengalaman pribadi xD YA AMPUN LIAAA WKWKWKWKWKWK ada-ada aja kamuuuuu xD
    Aku suka banget sama klepon dan kue putu dari kecil, enak banget pake kelapa-kelapa gitu terus banyakan warnanya ijo kan kayak makin cantik aja gitu pingin makan terus. Btw itu sama deh aku kalo ada makanan enak kayak nggak rela nelen xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. WKWKWKKW aku sampai hampir keselek Kleponnya juga lho saat itu, Kak 🤣. Sampai agak trauma juga untuk beli Klepon, dan ingin Klepon yang nggak ada isinya tapi nggak ada 🤣

      Makin berwarna menarik, semakin menggiurkan ya Kak 🤪
      HAHAHAHAHA IYA KAN KAK! ADUHHH KAK ENDAH AKU JADI SENANG ADA TEMAN HAHAHAHA. Kayaknya kalau kita makan enak bareng, bisa nggak habis-habis makannya dari resto buka sampai tutup 🤣

      Hapus
  34. i also jenis banyak makanan yang aku gak bisa makan . idk why , theres situation where my dad hate the idea of me rejecting food , so he bought the "popia goreng " then he asked me to finish it by my own . then i said i would try if its fried popia goreng not raw . then the next day he keep buying and now he claim to everyone that my fav food (even its not 😂)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lol our dad are almost same! 😂
      My dad will keep buying the same food for 1 week straight when he thought that I like the food that he bought 🤣

      Hapus
  35. Suka sama kedua makanan itu. Suka aja sih tapi nggk sering makan.. Terakhir baru aja semalem beli mamang lewat pedagang kue putu.. karena udh hampir 2 tahun nggk makan.. haha rasanya yah masih enak...

    Kalau klepon, pernah tuh dlu pas almarhum Ibu bikin klepon.. pas baru banget direbus.. saya ceplus masukin ke mulut.. buyar semua itu lidah melodor kena cairan gula merah... hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasa kue putu seperti indomie ya, yang selalu enak sampai kapanpun 🤭

      Wadaw~ cari perkara itu namanya 🤣. Tapi sepertinya makan Klepon sewaktu mssih hangat, sensasinya lebih enak deh, jadi pengin coba 🤤
      Di daerah dekat rumahku, nggak ada yang jual Klepon hangat 😭

      Hapus
  36. Prikitiww Lucu banget sihh nyeritainnya hahah :3 Klepon sama Kue Putu juga jadi favorit makananku waktu kecil. Apalagi kalau kue putu khas banget amang-amang yang jualannya. Yang suara asep keluarnya itu lohhh. Cuman kalau sekarang agak jarang liat lagi huhu. Enak banget anget-anget apalagi gula merahnya sama kelapanya. Jadi pengen kue putu deeh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suara asep yang seperti suling ditiup gitu, kan 🙈 khas mamang-mamang penjual Putu banget 🤣.
      Haruskah dibuka ekspedisi mencari kue Putu di daerah tempat tinggal Kak Ajeng? 🤭

      Hapus
  37. Kalo aku kue putu itu kue kenangan masa kecil sih.
    Karena dulu saat aku kecil, cuma pedagang kue putu doang yang masuk ke kampung kami saat malam. Jadi kenangan banget, apalagi kalo denger suara khasnya itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi nostalgia dong Kak Rudi 🤭
      Suara khas kue Putu di daerah Kakak seperti seruling ditiup nggak?

      Hapus
  38. woow berbeda dengan Lia cilik. Saat kukecil aku ketagihan kue putu yang suka lewat depan rumah dengan gerobak pikul dan bunyi "tuuut" ciri khas kue putu...Tapi sayang sekarang sudah ga ada lagi tuh kue putu. Padahal kue putu buatannya uenaaak banget!! Lain sama kue putu Jakarta yang sudah beberapa kali aku cobaaa hmmmm jadi sediih

    Klepon sendiri juga tentu aku sudah pernah coba dan memang enaak jugaa tapi aku lebih prefer kue putu karena teksturnya lembutt dan ga bikin kaget wkwkwk
    cuma sayang, rasa kue putu di sini tuh ga ada yang kaya kue putu jamanku kecill huhuhu
    eh tapi kue putu rekomendasi ci Jane uenak juga siiih cuma jauh bingit di Bogor T.T

    kalau tragedi mencoba makanan...Hmm apa yaa...🤔🤔🤔 Saking kaga ada tragedinya jadi kaga ingat hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ihhhh aku jadi penasaran dengan kue putu buatan pedagang dekat rumah Ci Frisca itu 🙈 sayangnya udah nggak jualan lagi ya 😢

      Ci, sampai detik ini aku belum cobain kue putu nih jadi nggak tahu bagaimana rasanya 🤣 tapi kalau dilihat teksturnya mirip bolu tapi lebih halus ya. Gula merahnya meleleh gitu, nggak muncrat kayak Klepon ya 🤣
      Mahal di ongkos ya kalau harus ke Bogor dulu 🤣🤣

      Bagus dong!! Ci Frisca bisa makan segala makanan dengan mudah, itu suatu kebanggaan tersendiri 😉😉

      Hapus
    2. Itu enak banget Lia!!! Tiap si mamang lewat, aku suka minta dibeliin sama mama wkwkwk

      Deskripsinya sudah sesuai dengan yang kamu deskripsikan hehe gula merahnya meleleh di mulut... Dimakan pas anget2 baru mateeng! Makanya kalo kue putu yang ga baru mateng, aku kurang suka karena uda dingiiin

      Iyaa mahal diongkos! Bisa 25rb sendiri masa ongkosnyaa! Sebal hahaha

      Eh tapi ga semuanya bisaa. Makan jengkol aku ga bisa karena paiiit. Tapi keripik jengkol aku suka sih. Pernah coba Lia?

      Hapus
    3. Aah, kemarin aku cobain putu yang udah dingin dan benar nggak enak, aku nggak suka karena kering banget rasanya 😫. Next harus cobain yang masih panas nih hahaha

      Aku belum pernah makan jengkol karena takut efeknya, Ci Frisca 🤣🤣
      Kalau kerupuk jengkol ada after effectnya nggak? 🤣🤣 (Re: bau)

      Hapus
    4. Iya beli kue putunya pas abis dikukus sama mamangnya! Lebih enaak yang ituuu. Meski di Jakarta aku ga nemu sih yang gulanya lumer di mulut -_- Pelit ngasih gula merahnya hahaha Jadi meski makannya masih anget, tetep aja ga lumer gula merahnya

      Takut efek baunya?? Hahaha keripik jengkol juga sama Lia, bikin pipis jadi bau jengkol! 😅
      Tapi sehari doang siiih. Asal banyak minum abis makan itu, jadi langsung cepet kebuaang huahahaha

      Hapus
  39. Hihi saya tergoda lihat gambarnya nih mba Lia. Kalo di rumah emak paling doyan bikinin klepon. Nah, penyebutan klepon di rumah kami cukup unik. Mamak biasanya nyebut kue klepon dengan sebutan "Onde-onde"😂

    Gak tau juga itu asal usul kenapa disebut onde-onde, jadi kadang kalo orang nanya itu kue apa lah saya jawab onde-onde. Terbawa khas penyebutan dari rumah sih ya🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kia. Wah, Kia termasuk tim yang nyebut Klepon = Onde-onde ya 🤭 sama seperti beberapa teman di atas. Kalau di tempatku, Onde-onde itu yang goreng jadi bisa ketukar nanti 🤣

      Hapus
  40. tetap makanan kesukaan sejak kecil sampai sekarang pokoknya klepon tiada duanya deh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Devina 😁 setuju sekali! Klepon memang tidak ada duanya 😍

      Hapus
  41. Ya ampun nakkk, anda kemana aja baru pernah makan klepon?? Ini enak tauu. Kue tradisional itu kebanyakan enak-enak. Mana lebih sehat daripada jajan ciki-ciki. Istri gw suka bikin tuh. Soalnya kalo beli mahal. Satu wadah isi 4 biji harganya 5 ribu !! Mai gat mau pingsan aja gueh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Telat banget nih aku karena baru tahu Klepon seenak ini 🤣
      Kak Riza! 5rb isi 4pcs tuh murah 😭😭 di tempatku 10rb isi 3pcs 😭😭😭 aku pikir ini harga yang wajar, ternyata ada yang lebih murah 😭😭😭😭

      Hapus
  42. Kalau saya malah suka banget sama makanan tradisional, Mba. Klepon apalagi. Pernah bikin sendiri tapi terlalu lembek, sampai sekarang belum bisa bikin yg teksturnya pas, hahaha. Maklum, ilmu masak masih cetek banget.

    Kalau saya, kurang suka sama ketoprak. Soalnya saya kurang suka mie putih apalagi dalam porsi besar. Tapi kalau dibikin mie goreng, saya suka, hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tekstur Klepon itu unik ya, Kak Pipit 😋. Ayo coba bikin lagi 😁😁😁

      Huahahaha apapun yang digoreng, jarang ada orang yang nggak suka 🤣

      Hapus