The Pets.

Kamis, 05 November 2020

Bisa dibilang bahwa aku dan keluargaku termasuk orang-orang yang menyukai binatang, kecuali kecoak, kelabang dan serangga-serangga lainnya ๐Ÿ˜‚.
  

Dulu waktu mama masih belum menikah dengan papaku, mama memelihara anjing di rumahnya dan kata mama, anjingnya begitu penurut dan suka nungguin mama di ujung gang jika udah jam-nya mama pulang kerja. How sweet it is ๐Ÿ˜, tapi anjingnya mati sebelum mama menikah. Sesudah mama menikah, di rumah kami nggak bisa memelihara hewan yang besar-besar seperti anjing karena pekarangan kami kecil, jadi papa dan mama selalu bilang kasihan anjingnya nanti nggak leluasa kalau mau lari-lari.

Karena itu, kesukaan kami pada binatang, disalurkan dengan memelihara binatang lain yaitu 3 buaya darat. Wkwk. ๐Ÿคช Keluarga sendiri kok dibilang buaya #plakk.

Waktu aku kecil, aku ingat papaku pernah memelihara seekor burung yang aku nggak tahu jenisnya, tapi selalu dipajang-pajang di teras depan rumah. Eh, nggak lama, burungnya hilang sama sangkar-sangkarnya ๐Ÿ˜‚. Semenjak itu, papa nggak pernah pelihara burung lagi, tapi beralih jadi memelihara ikan.

Waktu memelihara ikan ini, rumah sang ikan sangat tidak proper ๐Ÿ˜‚. Hanya ditaruh di baskom lalu ditambah gelembung oksigen, syukurnya umur si ikan kecil berwaran oranye itu bisa agak lama, berbulan-bulan gitu, dan kalau malam saat lampu udah mati, ia suka loncat-loncat ala lumba-lumba ๐Ÿคฃ. Kenapa kok aku bisa tahu? Soalnya, kedengaran sekali suara plung..plung.. dari arah baskomnya ๐Ÿ˜‚.

Beberapa kali punya ikan mas, sampai suatu hari papa beli ikan lele kecil di pasar dan ditaruh di baskom lain. Aku ingat, saat aku ingin pergi ke sekolah, itu ikan masih hidup, masih bergerak-gerak. Lalu, saat aku pulang sekolah, baskomnya udah menghilang. Pas aku tanya ke orang rumah, ternyata ikan lelenya udah mati karena ditusuk-tusuk sama adikku yang masih kecil pakai garpu ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ nggak tahu bener atau cuma bercanda, yang jelas dari mulai saat itu, aku selalu berpikir bahwa itu kejadian yang benar ๐Ÿ˜‚.

Setelah lama tidak memelihara hewan apapun, akhirnya di satu masa, tibalah seekor anak kucing yang sering mampir ke teras rumahku dan lama-lama sering tidur di situ sampai dia besar. Namanya Simba. Karena warnanya oranye dan laki-laki. Mukanya bersih, matanya besar warna kuning dan Simba adalah kucing yang kalem sekali ๐Ÿ˜. Kalau ada kucing lain yang rebut makanannya, dia cuma diam aja. Simba tinggal lama di teras rumah kami sampai suatu hari ada anak kucing lain yang datang berwarna hitam putih. Namanya Apin. Saat Apin besar, Simba mengalah dan pergi dari rumah kami. Nggak tahu kemana, tapi aku nggak pernah lihat Simba lagi sehabis kepergiannya ๐Ÿ˜ญ.

Siklus yang sama terulang kembali saat Apin besar dan ada kucing lain datang. Kalau aku perhatikan, semua yang datang ini kucing laki-laki, mungkin karena 1 wilayah cuma boleh 1 kucing, jadi ada sistem mengalah gitu ๐Ÿ˜‚. Kucing setelah Apin namanya Si Bayi. Karena badannya besar, tapi suaranya kayak bayi kucing jadi aku kasih nama Si Bayi yang masih hidup sampai sekarang. Kucing-kucing liar yang tinggal di rumahku ini pintar-pintar, sebab hanya muncul saat jam makan, lalu buang air di rumah tetangga. Wkwk. Pintar banget ๐Ÿคฃ.

Semua kucing-kucing itu, aku yang beri nama dan pekerjaanku sebagai pemberi nama kucing juga berlaku saat di rumah Si Prikitiew tiba-tiba didatangi kucing yang baru lahiran ๐Ÿคฃ. Semua bayi-bayinya aku beri nama satu per satu dari mulai Betty, Gembul, Flaky, terus 2 lainnya aku lupa karena udah hilang lebih dulu. Dari 5 ekor bayi kucing mungil itu, hanya tersisa Betty, si kucing betina hitam loreng yang sekarang udah dewasa. Kucing yang super duper kalem, nggak pernah rusuh, nggak pernah aneh-aneh, keluar rumah cuma untuk buang air, sisanya di rumah terus. Saking dipelihara secara tidak langsung dari kecil, waktu Betty dipaksa kawin sama kucing jantan liar, kami yang lihat nggak tega dong sampai kami bantu pisahin dan lindungi Betty ๐Ÿ˜‚ karena memang Bettynya kelihatan nggak suka. Tapi akhirnya Betty hamil oleh si pejantan itu dan lahirlah 3 bayi kucing berikutnya. Secara nggak langsung, rumah Si Prikitiew jadi kerajaan kucing deh ๐Ÿคฃ.

Bayi kucing Betty lahir di bulan Mei kemarin. Totalnya 3 dan aku lagi yang memberi nama ๐Ÿคฃ. Yang 1 belum sempat diberi nama dan udah hilang duluan, yang 1 namanya Brave karena dia yang paling pemberani sampai bisa tangkap tikus tapi mati terlindas orang nggak bertanggung jawab ๐Ÿ˜ค, yang tersisa kemudian hanya si anak tengah.


Ini dia si anak tengah.


Namanya Patpat. Diberi nama Patpat soalnya waktu aku kasih nama, belum ketahuan apakah dia cewek atau cowok. Jadi kataku, kalau dia cewek namanya Patricia, kalau cowok namanya Patrick, tapi karena masih ambigu, panggilannya Patpat aja ๐Ÿคฃ. Jadilah sampai sekarang namanya Patpat.

Aku nggak pernah sesayang ini sama kucing selain Simba. Tapi Patpat mampu membuat semua orang sayang sama dia. Patpat itu periang sekali, suka banget kalau diajak main dan gampang gemes sama sesuatu. Lihat tali, mau digigit. Lihat tissue, mau dicabik. Lihat tangan, mau dicabik dan digigit. Tanganku dan orang-orang lain sampai baret-baret karena main sama dia ๐Ÿคฃ. Tapi Patpat penakut, kalau habis naik ke tempat tinggi, waktu ingin turun pasti jerit-jerit minta dibantuin. Lah, situ bisa naik tapi nggak bisa turun ๐Ÿคฃ. Gemes banget pokoknya sama Patpat ini, sebab diajak main pakai apa aja, dia bisa ngerti. Cuma kalau dipanggil namanya, nggak ngerti-ngerti. Heran ๐Ÿ˜‚.

Oiya, status pekerjaanku sebagai pemberi nama kucing kayaknya terkenal seantero komplek. Saat ada kucing liar yang datang, anak tetanggaku langsung bilang "Mba Lia, cepat kasih nama! Cepat, namanya siapa yang ini?" Pokoknya apa aja yang terlintas dipikiranku saat itu, langsung aku sebutkan aja. Terakhir aku kasih nama "Gummy" singkatan dari "Gummy bear" untuk seekor kucing betina liar yang merupakan jenis longhair ๐Ÿ˜‚. Sekarang aku harus memikirkan 3 nama baru sebab Patpat sekarang punya adik kecil!! ๐Ÿ™ˆ. Aku juga menerima jasa pemberian nama hewan dari teman-teman, 1 nama senilai 1 juta ya. ๐Ÿคฃ๐Ÿคช.

Jadi, begitulah pada akhirnya, hidupku yang suka binatang, tapi nggak boleh pelihara binatang, sekarang hidup dikelilingi oleh kucing-kucing nan lucu ๐Ÿ˜.

Anyway, postingan ini merupakan sebuah kolaborasi batin dengan seorang teman blogger yaitu Rahul Syarif ๐Ÿคญ. Sebuah kolaborasi yang tidak disangka akan terjadi, hasil dari telepati batin kami ๐Ÿคฃ. So, teman-teman, jangan lupa mampir juga ke blog Rahul dan melihat betapa banyaknya peliharaan Rahul ๐Ÿคฃ.


Kalau teman-teman, suka pelihara binatang kah? Apa makna dibalik nama hewan peliharaan kalian?
Let me know your story!


The dreamer.

98 komentar

  1. Tooossss, aku pecinta kucing, tapi ga setelah nikah ga bisa pliara. Krn rumah ga memungkinkan. Ad 1 ekor, namanya Maxy, tapi dia dipliara di ruang mama Krn di sana ada kebunnya. Jd Maxy bisa lari2. Cm aku rutin sediain makannya.

    Kalo di rumah yg skr, aku cm bisa sediain makanan dan tempat tidur utk kucing liar yg DTG Li. Jd mereka suka tuh DTG ke rumah, jam2 makan, trus pergi lagi ga tau kemana. Cm Krn memang ga diizinin masuk Ama pak suami, ga ada yg bisa masuk ke dalam. Cm sampe teras. Itu aja udh seneng. Tiap liat, anak2ku yg heboh, trus cerita kalo td si Mimi kesangkut di pager lah, si Matsu nemplokin anaknya dll hahahaha. Aku memang pgn numbuhin rasa cinta hewan aja ke anak2, biar mereka juga terbiasa sayang dan ga kasar Ama binatang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Fanny, sama banget kondisinya seperti di rumahku. Aku juga hanya menyediakan makan aja untuk kucing-kucing liar dan mereka perilakunya sama persis seperti kucing-kucing Kakak yang datang saat jam makan, habis itu pergi entah kemana ๐Ÿคฃ. Kalau yang di rumah pacarku, baru beneran tinggal di teras rumah, nggak kemana-mana.
      Anyway, suatu kebiasaan yang baik untuk anak Kakak ๐Ÿ’•
      Lucu banget jadi sering cerita-cerita gitu ya hahahah. Semoga anak-anak Kakak sampai besar bisa terus sayang sama binatang ya ๐Ÿฅฐ

      Hapus
  2. aku tidak termasuk di dalam circle ingin memelihara hewan XD
    ini tuh ngingetin 30 Days Story Challenge yang topiknya favorite pet or animal, demi apapun aku clueless, wkakakaka
    aku suka liat orang punya anjing atau kucing, tapi ketika aku harus merawat mereka, sorry to say.. aku angkat tangan! nyerah!

    tapi mama sama bapak bisa dibilang primpen buat ngurusin hewan.
    jaman kita tinggal di papua dulu, mereka melihara burung kakak tua sama burung nuri. g berhenti sampai di hewan peliharaan, punya bisnis ayam potong juga.
    kalau di rumah yang sekarang, adanya ayam kampung, buat peliharaan dan konsumsi sendiri, hahaha..
    tapi mama sama bapak yang ngerawat, bukan aku :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha tapi bukan karena Kak Pipit nggak suka binatang kan ๐Ÿคญ. Kalau disuruh merawat 100% memang butuh mental yang kuat, apalagi kelak kalau pets kita mati. Haduh sedihnya pasti bukan main ๐Ÿ˜ญ

      Anyway, aku salfok, Kakak pernah tinggal di Papua? How's life in there? Apa pernah diceritakan di blog? Kalau ada, aku mau baca ๐Ÿ˜

      Orangtua Kakak termasuk telaten dalam merawat hewan ya! Salutt! Semoga ayam-ayam mama papa Kak Pipit bisa beranakpinak yang banyak ๐Ÿคญ

      Hapus
  3. Waaahh aku sih dari kecil malah takut melihara binatang, takut karena ga bisa ngurusinnya. Di rumah pun cuma ada ikan yang gampang banget ngurusinnya karena cuma di kasih makan tapi yang bersihin ayah hahaha

    Ada masanya, adekku tiba-tiba keranjingan melihara binatang. Awalnya dia pelihara kucing tapi kucingnya kabur, hamster malah mati, kelinci 2 ekor lucu banget mati juga sampe burung juga pernah tapi udah gak ngerti kemana. Ga ada yang tahan akhirnya ga lagi2 diizinin melihara binatang di rumah hahaha

    Lia keren btw bisa inget semua nama2 kucing yang pernah ada bahkan bisa bedain juga. Aku kalo ngeliat kucing udah semuanya kayaknya sama aja deh gak ada bedanya hahaha jadi dikasih nama juga pasti lupa siapa namanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. I feel you, Kak Tika! Aku ingin memelihara tapi takut nggak bisa urusnya juga ๐Ÿ˜‚. Jadi sebenarnya ini hitungannya nggak memelihara 100% karena aku cuma bantu kasih makan aja. Cuman tetap sedih kalau mereka mati ๐Ÿ˜ญ

      Huahahaha kasihan sekali adik Kak Tika! Sometimes memang ada orang yang suka tapi nggak ada tangan untuk memelihara jadi petsnya nggak bisa berumur panjang ๐Ÿ˜‚. Semoga kelak kalau adik Kakak ingin mempunyai pets kembali selain ikan, bisa berumur panjang ya! ๐Ÿ˜‰

      Kalau kucingnya beda motif, pasti bisa dihafal dengan mudah. Kalau yang motifnya sama itu yang susah, akupun suka terbalik-balik. Lalu lama-lama aku cari tanda pembedanya, antara di muka atau diekor, lama-lama bisa dibedakan sendiri sama kayak bedain anak kembar ๐Ÿคญ

      Hapus
  4. Hayoo kamu kenapa? Sini cerita sama aku. Aku siap mendengarkan, kok

    Apakah itu salah satu jenis buaya darat yaa? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu salah satu suara buaya! HAHAHAHAHA.
      Sama satu lagi Kak Dodo, suara buaya kayak begini :

      "Aku janji nggak akan nyakitin kamu"

      ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

      Hapus
  5. Hihi kisahnya ka lia melihara binatang mulai dari si simba sampe patpat lucu banget ih, jadi gemes sama ka lia nya pengen cabik-cabik huft...

    Kalau ak sendiri melihara dirumah dulu waktu kecil banyak banget; ada ayam kecil, ayam jago, ayam betelor, telor ayam, kucing, anjing, ikan nila, ikan gurame, belut rawa, sama satu lagi lebah / tawon yang nempel di ujung rumah waktu itu.. Yah hampir semua jenis hewan dan telur hewan itu ngumpul di pekarangan rumah.. Jadi waktu kecil mainnya ya sama hewan hewan itu, main petak umpet, main bekel, sampe akhirnya tragis.. Hewan yang ada dipekarangan rumah itu di masak oleh my mother.. Huhuw, kecuali kucing dan anjing. Huwaaaaaa teman sepermainanku kumakan sendiri :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHAHAH Kak Andrie bisaan aja! Kok malah aku yang digemesin ๐Ÿคฃ tapi aku memang menggemaskan sih #hoek

      Rumah Kak Andrie ramai sekaliii ๐Ÿ˜. Tapi, kok 4 hewan pertama yang Kakak sebutkan seperti mirip-mirip ya? ๐Ÿคฃ. Anyway, pelihara lebah disengaja/tidak sengaja? Apa nggak ngeri memelihara lebah? Aku takut kalau disengat ๐Ÿคฃ
      Huaaa kasihan.. pasti sedih pas tahu kalau yang dimakan itu teman sepermainan Kakak ๐Ÿ˜‚ tapi tetap habis kan makannya? ๐Ÿคช
      Jadi sekarang sisa kucing dan anjing kah?

      Hapus
    2. Kok tiba tiba perutku mules yah baca "Lia menggemaskam"

      Ga jadi komentar deh ..#lgs ke toilet ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿ’จ๐Ÿ’จ

      Hapus
    3. HAHAHAHHAHA KAK ANTON TEGA BANGET HOIII
      Aku beneran menggemaskan kok, suwer ๐Ÿคฃ๐Ÿคช

      Hapus
  6. moodbooster banget baca ini ๐Ÿคฃ
    tapi, aku juga sama kayak kamu beneran deh!
    jadi dulu ada juga kucing (entah liat atau punya orang) mampir ke rumah, warnanya oren putih, dia juga pinter, datangnya di saat jam makan ๐Ÿคฃ. tapi dia berjasa banget, pernah ngejer uler yg bisa dibilang mengganggu ketenangan rumah. ulernya ya nggak yang segede piton sih, ya diameternya kayak jari jempol gitu wkwkwk.
    setelah dia cuma datang di saat jam makan, lama kelamaan dia mampir lebih lama di rumah, tapi tinggalnya di teras sih karena gak dikasih ortu buat melihara kucing ๐Ÿคฃ

    tapi sayangnya setelah banjir, di kampung, (sebenarnya rumahku gak kena banjir hanya sebagian daerah aja), dia gak pernah balik :(, entah mati tenggelam atau dimakan buaya gatau :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Farah! Udah lama kita tak saling bersua ya ๐Ÿ™ˆ. Terima kasih udah mampir ๐Ÿ˜‰

      Ihh, keren banget kucingmu! Jarang ada kucing yang berani sama ular lho. Biasanya pada ngibrit duluan, makanya langka banget nemuin kucing yang berani sama ular ๐Ÿ˜.
      Huaaaa memang daerah rumahmu rawan buaya? Seram sekali ๐Ÿ˜ฑ. Tapi semoga si kucing masih hidup ya ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ™๐Ÿป
      Terima kasih atas sharingnya, Farah ๐Ÿ’•

      Hapus
    2. hihi iya nih udah lama kita gak bersua ๐Ÿ˜™,

      lha, aku pikir semua kucing wajib berani sama uler ๐Ÿ˜ฎ

      kenapa ada buaya? karena memang di pulau bangka sungai sungainya bukan hal aneh kalau ada buayanya, gatau juga kenapa ๐Ÿคฃ, mungkin udah takdir habitat nya di sini ๐Ÿคฃ

      Hapus
    3. Wah, berarti di sana habitat alaminya masih bagus ya ๐Ÿ˜
      Tapi ngeri-ngeri juga kalau lagi main ke sungai, takut ada buaya, baik buaya air atau buaya darat ๐Ÿคช

      Hapus
  7. Aku tidak punya hewan peliharaan kak. Aku sadar jika aku orang yang tidak bisa berkomitmen terhadapa hewan peliharaan. Daripada nanti hewannya tidak terawat, lebih baik saya tidak pelihara hewan.

    Meskipun begitu, aku juga punya respek terhadap hewan. Khususnya kucing. Di kantorku ada beberapa kucing liar yang hampir tiap hari mampir ke kantor untuk meminta makan. Aku dan teman-temanku menyediakan makanan kucing untuk mereka semua. kalau habis yaa nanti kami belikan. Bahkan ada kucing yang datang dalam keadaan luka-luka. Setelah kami urusi selama beberapa minggu, kucing tersebut kembali dalam keadaan yang sehat.

    Memelihara hewan itu membutuhkan sebuah komitmen yang tinggi. Kalau cuma untuk terlihat keren mendingan tidak usah pelihara. Daripada nanti akhirnya bosan dan mengakibatkan hewan tersebut tidak terurus. khan malah kasihan. Jadi kalau ingin memiliki hewan peliharaan, mohon dirawat dengan baik yaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Kak Rivai. Kalau ingin memelihara hewan, butuh komitmen tinggi karena mereka kan makhluk hidup dan butuh kasih sayang. Jangankan hewan, merawat tanamanpun juga demikian. Makanya dari awal, orangtuaku kurang setuju untuk aku memelihara hewan jadi hanya memberi makan kucing liar aja, nggak 100% dipelihara.

      Kak Rivai, keren banget! Saluuttt! ๐Ÿ‘๐Ÿป. Jarang ada laki-laki yang bisa seperti Kak Rivai, kebanyakan pada cuek aja ๐Ÿ˜…

      Betul sekali! Kasihan hewannya kalau hanya jadi bahan "keren-kerenan", mereka kan juga bisa merasakan ๐Ÿ˜ญ that's why butuh kesiapan mental yang besar untuk merawat hewan. Terima kasih atas remindernya, Kak Rivai! It means a lot ๐Ÿ’•

      Hapus
  8. Wkwkwkw kocak banget Lii kamu jadi dikenal sebagai pemberi nama hewan yang lewat di komplek rumah ๐Ÿคฃ

    Terus itu si Patpat gemes amat! Aku bukan pecinta kucing, tapi harus kuakui kucing itu cantik-cantik banget. Cuma aku takuttt tiap kali liat kucing liar depan rumah, matanya galak, takut dicakar ๐Ÿ˜‚

    Eh jadi tuh si Patpat ini di rumah si Prikitiw, Lii?

    Kebetulan aku dari kecil di rumah dikelilingi hewan peliharaan, ada ikan peliharaan papa sama anjing kesukaannya mama. Anjing sih yang paling sering gonta-ganti, sampai akhirnya di tahun 2007 datanglah seekor mini pom ke rumah bernama Fika. Dia anjing yang udah sangat dianggap sebagai anggota keluarga sendiri. Walau aku yang rikues pelihara Fika, tapi mama paling sayang sama dia, begitu juga sebaliknya ๐Ÿ˜‚ dia anjing yang paling setiaaa di keluarga kami. Sampai waktu pindah ke Bali pun dia ikut road trip bareng papa mamaku, diselundupin di beberapa hotel dan waktu naik kapal ferry wkwwk

    Tahun 2017 Fika akhirnya menghembuskan nafas terakhir karena dia punya penyakit jantung yang udah diderita lama ๐Ÿ˜ญ dia mati di usia hampir 15 tahun, dan mama yang nguburin dia di lahan kosong sebelah rumah. Sedih banget waktu Fika pergi, satu keluarga kehilangan sekali ๐Ÿ˜ญ sejak saat itu mamaku gak mau pelihara anjing lagi di rumah, gak tahan sama rasa sedihnya kalau meninggal nanti ๐Ÿ˜ข

    Sekarang ini sih di rumah cuma ada ikan koki peliharaan suami, Lii. Mereka sehat-sehat, senenggg liat ikan berenang sana sini, kitanya ikutan seger entah kenapa XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena aku sering main sama tetanggaku yang anak kecil, jadi terkenal lah aku ๐Ÿคฃ. ((Iya, Lia mainnya sama anak kecil))

      Terima kasih pujiannya, Ci ๐Ÿ˜. Menurutku, si Patpat ini memang cantik banget sebab mukanya bersih dan matanya besar jernih. Salah satu kucing tercantik yang pernah aku temui setelah Betty (mamanya) dan Simba. Kucing kalau cantik, bisa cantik banget. Gemasss! Namun, beberapa orang sama seperti Ci Jane, takut dicakar kucing ๐Ÿ˜‚ memang kucing itu kalau udah nyakar, bisa dalam sekali bekasnya ๐Ÿ˜‚. Jadi, nggak heran kalau pada ngeri apalagi sama kucing liar yang galak, aku juga takut ๐Ÿคฃ

      Iyes! Patpat ini adanya di rumah Prikitiew. Di rumahku adanya Si Bayi ๐Ÿคญ


      ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ RIP Fika!! Aku bacanya turut sedih karena anjing itu salah satu hewan yang bisa dekat banget sama yang punya dan loyal banget sampai akhir nafas. Jadi inget Hachiko ๐Ÿ˜ญ huhuhu.
      Mentalku juga nggak kuat kalau harus pelihara anjing sebab aku bisa nangis berhari-hari juga kalau ditinggal mati sama anjingnya ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ. Mama Cici pasti super sedih apalagi Fika udah nemenin sampai 15 tahun! Makin lama dia hidup, makin sedih saat ditinggal ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

      I feel you, Ci!! Aku juga kalau lihat ikan yang riang, berenang sana-sini, ikutan seger dan riang lihatnya ๐Ÿ˜. Hebat ya hewan-hewan itu mampu menyalurkan energi baik untuk yang empunya ๐Ÿ˜. Semoga ikan-ikan peliharaan suami Cici bisa sehat selaluuu ๐Ÿ’•

      Hapus
    2. Mbak Jane, memang sedih kalo ditinggal mati peliharaan. Jadi memang mendingan pelihara ikan saja, kalo besar nanti bisa digoreng. Saran saya pelihara ikan lele sama mas saja, dagingnya besar.๐Ÿ˜†

      Hapus
    3. @Lia: Si Bayi tidur di rumah juga apa waktu jam makan aja dia ke rumah Lii? XD

      Sebetulnya tahun lalu adikku sempat bawa pulang seekor bayi anjing kampung yang baru lahir, jadi katanya ada yang ngebuang dan ditaroh depan gereja. Karena nggak tega, adikku bawa pulang seekor dan sempat dirawat setahun. Eh gak berapa lama, mamaku kasih orang untuk diadopsi karena anjingnya makin gede makin galak ๐Ÿ˜‚

      Btw, iya lhooo aku tuh sempet bingung pas di reading list muncul postingan kamu sama Rahul, kok sama-sama bahas hewan peliharaan. Ternyata judulnya kolaborasi batin HAHAHAHA mungkin ini tanda-tanda harus ada kolaborasi baru kah? ๐Ÿคญ

      @Mas Agus: WKWKWK sepertinya pelihara ikan untuk dikonsumsi sendiri adalah ide yang bagus, secara suami kebetulan pemakan ikan paling unggul di rumah ๐Ÿคฃ kemarin ini pegawai suami sempat mancing ikan lele, Mas. Besar banget. Besoknya langsung disantap, saya liatnya malah gak tega |:

      Hapus
    4. Hahaha kalau ikan nanti besar dan digoreng, nggak terlalu sedih ya Kak Agus? :p

      Hapus
    5. @Ci Jane : Si Bayi kadang tidur di rumah, kadang nggak Ci. Tergantung apakah ada laki-laki lain yang sedang stay atau tidak huahaha.

      Kok bisa makin besar makin galak ya? >.< Tapi anjingnya nggak galak ke keluarga Cici kan? Hanya ke orang yang lalu-lalang aja gitu, kah?

      HAHAHA aku juga kaget waktu lihat postingan Rahul setelah aku up tulisanku ini >.< Mungkin ini namanya kolaborasi batin karena waktu kemarin Rahul pernah bilang ingin mengadakan kolaborasi juga, eh semesta bertindak HAHAHA. Mungkin ini pertanda bahwa segera akan ada kolaborasi baru :p

      Anyway, aku juga nggak tega kalau makan hewan yang udah dipelihara sendiri/yang aku lihat, tatap-tatapan mata dengan hewan tsb saat masa hidupnya. Bayanginnya aja, udah terbayang bahwa saat aku makan, dagingnya nggak akan bisa tertelan >.< nggak tega.. hiks.

      Hapus
  9. Ha ha ha, baru engeh, ternyata pos terbaru kita rada mirip ya kak Lia ๐Ÿ˜…

    Saya juga sampai bingung, padahal tidak janjian. Kemarin, sempat saya singgung pengen kolaborasi sama blogger lain. Mungkin inilah jawabannya ๐Ÿ˜…

    Kalau di rumah kak Lia cuma ada tiga jenis hewan, di rumah saya agak lebih banyak. Dulu sebelum rumah di renovasi, pekarangan saya cukup luas. Ayam bisa bebas berkeliaran. Sekarang tempat mainnya hanya disamping rumah, tempat lewat orang-orang.

    Kalau kucing sendiri ini baru-baru saja dapat inin dari Mama. Padahal dia dulu sangat anti dengan kucing. Tidak ada angin, tidak ada hujan. Ia luluh. Di rumah, sudah ada tugas yang memberikan nama kucing. Biasanya adik no. 3, Mama, atau Tante. Kasih namanya juga kurang kreatif. Mulai dari Fiko, Fiki, kucing baru cuma diganti huruf depannya jadi Ciko ๐Ÿ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku juga kaget waktu selesai menulis ini, eh melihat tulisan Rahul ternyata membahas hal yang sama. Mungkin ini jawaban kolaborasi kita dari semesta ya :p

      Aku yakin pekarangan rumah Rahul cukup luas dari hasil foto-foto yang Rahul sering tunjukan di blog :D
      Kalau di rumahku nggak bisa pelihara ayam soalnya mamaku takut, bisa jerit-jerit kalau lihat ayam huahaha.

      Biasanya memang gitu. Awal-awal biasanya mama yang menentang keras untuk memelihara hewan, lama-lama malah beliau yang jadi lebih sayang ke hewan peliharaan dibanding orang yang awalnya ingin memelihara >.< mungkin ini yang namanya kasih sayang ibu tak terbatas? #ApaHubungannya
      Menurutku namanya lucu-lucu, Fiko, Fiki, Ciko hahaha. Habis ini apa ya? Ciki berarti! Jadi keingat Ciki snack :p

      Hapus
  10. baru kemarin aku buka blog rahul belum ada post soal hewan peliharaan, ehh sekarang ada dan ternyata tema kalian beneran kayak telepati lho
    bisa aja sih nemu nama patpat, boleh juga tuh, bisa patricia bisa patrick hehehe
    dirumahku yang suka pelihara hewan beginian adikku yang cowok, sekarang aja pelihara ikan, kepiting.
    kalau kucing aku takut hahahaha, dulu dirumah pernah ada kucing entah nyasar darimana, karena nggak bertuan, ya ilang sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk iya Kak Ainun, nggak sangka, padahal aku nggak lihat post Rahul sebelumnya, jadi kayak kolaborasi secara nggak langsung >.<

      Otakku ini kalau untuk hal-hal yang random, kayaknya lebih gampang berpikir dibanding hal-hal yang serius. Makanya kalau kasih nama yang aneh-aneh, ada aja yang terlintas dipikiran huahaha.

      Kepiting?! Huaaa. Seberapa besar ukurannya sekarang? Aku takut sama kepiting karena takut dicapit wkwkw.
      Kucing suka bgeitu Kak Ainun. Kalau nggak dikasih makan saat dia mampir, maka dia akan melalangbuana menjadi pengembara kembali :p
      Kak Ainun kenapa takut kucing? Takut dicakar kah?

      Hapus
  11. Wah lumayan tuh jasa pemberi nama kucing, satu nama satu juta, kalo ada 100 kucing berarti dapat 100 juta, bisa buat beli mobil Ayla mbak.๐Ÿคฃ

    Disini juga kadang ada orang buang kucing lalu kadang kurawat, tapi kalo sudah besar biasanya pergi sendiri. Terus datang lagi anak kucing yang baru, dipiara lagi, kalo sudah besar ya kabur. ๐Ÿ˜‚

    Akhirnya aku memelihara ayam saja, setidaknya kalo sudah besar nanti dagingnya bisa dimakan.๐Ÿคฃ

    Eh tapi kadang malas lho makan daging ayam yang dipelihara sendiri soalnya kadang teringat sama lucunya tuh ayam. Tapi kalo perut lapar ya ayok saja.๐Ÿ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk lumayan banget kan Kak Agus! Jadi beneran ingin buka jasa pemberian nama kucing #eh

      Huahaha kok bisa pada kabur? Biasanya itu kucing laki-laki yang seperti itu. Kabur karena biasanya cari betina untuk kawin, pas ingin pulang malah nggak bisa karena nggak ingat jalan pulang HAHAHA.

      Kalau perut udah lapar, tutup mata sajalah walaupun tahu itu ayam peliharaan ya wkwkw.
      Menurutku pelihara ayam memang yang paling untung karena ada imbal baliknya semacam simbiosis mutualisme dengan sang ayam hiahahaha.

      Hapus
    2. Iya, yang datang kesini kebanyakan kucing lelaki, soalnya kalo udah waktunya kawin nyari kucing betina dan kabur ngga balik lagi.๐Ÿคฃ

      Pernah aku pas jalan jalan ketemu sama kucing yang kabur itu. Lalu ku panggil puss, dia nengok, mungkin masih ingat aku kali. Terus mau kubawa pulang tapi malah kabur. Aku sendiri ngga nyari lagi soalnya di rumah sudah ada kucing baru.๐Ÿ˜…

      Tapi enaknya punya kucing lelaki itu pas umur setengah tahun, lagi lucu lucunya.

      Hapus
    3. Hahaha sama banget, Kak Agus! Katanya kucing lelaki memang begitu. Kalau saatnya kawin akan jadi pengembara cinta, ahay ๐Ÿ˜

      Eh, kok kucingnya lihat Kak Agus malah kabur? Jangan-jangan sebenarnya dia kabur karena sakit hati sama Kakak? ๐Ÿ˜

      Kalau kucing lelaki gemar sekali main-main ya! Gemas banget ๐Ÿ˜ suka nggak jelas pula wkwkwk

      Hapus
  12. Aku sukanya pelihara tanaman aja karena nggak eek dan nggak pipis wkwkwkwkwk. Sodaraku suka banget sama kucing, dulu pas kami masih kecil, dia punya kucing hitam namanya Firaun xD terus kayak kena luka bakar karena orang ada yang keganggu sama dia kayaknya akhirnya Firaun dibuang. Ibunya Firaun sama-sama hitam tapi agak kemerahan rambutnya, ibu kucing ini mati kecebur sumur di rumah.
    Kalo bapakku sukanya pelihara ikan dulu di rumah, ikan hias tapi lama-lama ikannya suka loncat ke luar air dan mati yaudah capek meliharanya. Kakak laki-laki aku suka pelihara burung tapi males bersihin kandangnya hahahahaha. Kalo ibu sama nenek aku peliharanya ayam lol.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk Kak Endah!! Kakak membuat aku tertawa pagi ini karena membaca komentar dari Kakak. Terima kasih :p
      Benar sih, merawat tanaman lebih mudah karena nggak eek dan nggak pipis sembarangan huahaha.
      Astaga, saudara Kakak lebih kreatif lagi soal memberi nama! Kok ya kepikiran kasih nama "Firaun" gitu wkwkwk.
      Kasihan Firaun :( aku suka kesal dengan orang-orang yang menyiram kucing dengan air panas, apa mereka nggak kasihan ya, kan kucing juga bisa ngerasain sakit :( toh ya kalau mau diusir, pakai air biasa juga bisa, kan kucing takut air, nggak usah sampai melukai gitu :(
      R.I.P juga untuk mommynya Firaun. Kasihan banget kecebur sumur :( nggak tega aku bayanginnya. Hiks.

      Ternyata ikan-ikan hias ini memang suka loncat-loncat ala lumba-lumba ya! Mungkin mereka lagi merencanakan sesuatu seperti yang ada di Finding Nemo :p
      Sebenarnya salah satu ikan loncat keluar untuk pengalihan di saat yang lain akan kabur hauahah #KebanyakanNontonFilm
      Saluutt! Mama dan nenek Kak Endah malah suka pelihara ayam! Biasanya bapak-bapak tuh yang suka karena perempuan cenderung takut dipatuk ayam hahaha

      Hapus
  13. Duuuuh Patpat lucuk bangetttt sih, fotonya bagus Lia :D

    By the way, kakak tuuuh suka kucing tapi nggak berani dekat-dekat, karena trauma. Pernah hampir dicakar, jadi agak was-was mau elus mereka sekarang :)) Ohya, Lia rencananya mau kasih nama apa ke tiga kucing adiknya Patpat? Penasaran :3

    Bicara soal peliharaan, kakak termasuk suka peliharaan tapi jarang melakukannya. Ini pun baru-baru saja mulai pelihara ikan cupang yang dikasih nama In Seong (tapi lebih sering dipanggil aegi di rumah) hahahahaha :D

    Jadi total sudah berapa kucing yang Lia kasih nama? :)))))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas apresiasinya Kak Eno >.< Ini semua berkat fitur autofocus di hp, foto jadi lebih baik~ (udah kayak iklan)

      Perkara kucing suka mencakar itu adalah perkara yang membuat banyak orang takut sama kucing. Entah kenapa, mereka emang suka sekali mengeluarkan cakarnya, bahkan saat main >.< tanganku juga baret-baret kalau main sama Patpat huahaha.

      Rencana akan kasih nama untuk 2 baby kucing, Mano dan Jaku, singkatan dari Amanojaku, salah satu nama kucing hitam yang bisa bicara yang ada di Anime Ghost at School wkwkwkw Dikasih nama Mano sama Jaku karena baby kucing ini semuanya hitam, malah ada 1 yang hitam polos sampai ke muka juga hitam. Nah, sisa 1 baby lagi belum tahu akan dikasih nama apa. Kak Eno, any idea? :p

      Hiaaaa lucunyaa! Aegi itu artinya "Bayi", kan? In Seong sehat, Kak? Gong Yoo juga sehat? :p serasa seperti sedang berbicara dengan manager artis huahaha

      Totalnyaaaa 10!! HAHHAHA belum termasuk adiknya Patpat. Belum ada yang namanya berbau Korea nih Kak. Kalau Jepang dan Barat kan udah ada. Siapa tahu Kak Eno ingin berkontribusi untuk menamakan salah satu adik Patpat dengan nama ala Korea ^.~ Ditunggu!

      Hapus
    2. Hoalah, kakak kira Mano kependekan dari Manohara :)))) hahahah, hampir saja kasih sugesti adiknya satu lagi dikasih nama Hara :""D

      By the way, si Gong Yo kan sudah isdet karena kurang makan huhuhu. Waktu itu kakak cerita, that's why jadi adopsi si In Seong :""D -- Kalau mau kasih nama Korea, bisa Jimin atau Jungkook hahahaha. Cute kan? :3

      Hapus
    3. Btw Hara is a good name! ๐Ÿ˜†. Aku jadi terpikir untuk kasih nama Hara beneran ๐Ÿ™ˆ. Kalau dia cewek, mungkin aku kasih nama Hara hihihi.

      Oiya! I'm so sorry! Aku suka lupaan anaknya ๐Ÿ˜ฅ Ingatnya ada GongYo dan InSeong bersamaan ๐Ÿ˜ญ. Sekarang aku udah ingat kalau GongYoo udah Alm. Maafkan!! Huhuhu.
      Anyway, kalau dikasih nama Jimin atau Jungkook, doiku mungkin akan senang dan ngakak ๐Ÿคฃ. Terima kasih atas rekomendasinya Kak ๐Ÿคช

      Hapus
  14. Huhuhuhu...aku ndak pernah punya piaraan. Alasan tersimplenya: males bersihin kotorannya dan ga nahan bau tubuh mereka. Satu2nya yang pernah dipelihara di rumah hanya ikan di fish bowl itupun punya anakku yang cowok :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Imel~
      That's the main point kalau ingin memelihara hewan ya >.< terutama kotoran hahaha.
      Ikan adalah salah satu hewan yang paling mudah dirawat sebab nggak sulit membersihkan kotorannya :p
      Semoga ikan kepunyaan anak Kakak bisa tumbuh sehat! Bagus lho Kakak sedari kecil udah mengajarkan untuk menyayangi binatang :D

      Hapus
  15. Liaaa... lucu banget sih tulisannya, masa aku ketawa sendiri bacanya, dimulai dari buaya darat ampe kucing bernama patpat yg ga ngerti kalo namanya patpat, kalo menurutku, dia ga mau dinamain patpat, hahahaha..

    Aku sendiri ga punya piaraan tapi di rumah mertua ada kucing, sama seperti apa yg Lia bilang, kayak giliran gitu, kalo ada kucing baru, kucing lama menyingkir, tapi di mertua tuh kucing yg bertahan pasti betina, jadi kerjaannya ya hamil-melahirkan mulu. heran deh sama kucing betina, kok kawin dan ngelahirin tuh kayak hobi, tiap beberapa bulan hamil lagi, hadeuuuhhh....

    asli suka tulisannya, lucu menghiburr...
    btw, skrng bapakmu ga miara ikan di baskom lagi kan? sekarang lagi musim cupang lho..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pikir akunya yang lucu, ternyata tulisannya wkwkwk. Tapi Patpat kadang suka nengok kalau dipanggil lho, Kak. Apalagi kalau dipanggil sambil bawa makanan wkwkwkwk. *itu sih karena mau makanannya*

      Nah, ternyata ada yang senasib! Berarti bisa dibilang siklus hidup kucing seperti itu ya >.<
      Memang kalau kucing betina yang stay, bakalan menjadi kerajaan kucing dalam waktu singkat, Kak Ady huahahaa. Aku sering disarankan untuk disterilkan aja sang kucing agar nggak melahirkan terus, tapi harga steril ternyata cukup mahal jadi belum disterilkan hingga sekarang. Nampaknya 1-2 tahun lagi, rumah doi-ku akan benar-benar menjadi kerajaan kucing wkwkwk.

      Terima kasih Kak Ady. Jadi malu *>.<*
      Nggak pernah pelihara ikan lagi, Kak. Padahal cupang lucu-lucu ya warnanya, malah aku yang pengin punya. Tapi aku nggak terlalu suka pelihara ikan sebab kalau aku lagi gemes, nggak bisa diunyeng-unyeng itu ikannya, nggak kayak kucing HAHAHAHA

      Hapus
  16. Ya ampuuunn gagal fokus saya sama mukanya meong yang unyu itu, semacam minta dicium hahaha.
    Waktu kecil saya dong suka banget ciumin hidungnya meong, dan bukan cuman meong, hidungnya anaknya gukguk juga, ckckckckck.

    Jadi masa kecil saya tuh di Minahasa, mostly kan Kristen tetangganya, pada pelihara gukguk, dan kami juga ikutan hahahaha :D

    Seingat saya, kami punya banyak meong dan punya 1 gukguk betina, namanya Putri, trus dia melahirkan anaknya lucu-lucu, pas juga si meong lahiran.
    Jadinya rame banget.

    Pas pindah ke Buton, sempat pelihara meong, tapi meongnya nggak sepintar meong di Minahasa, suka pup sesukanya, akhirnya sama bapak dilarang melihara meong lagi deh.
    Sejak saat itu nggak punya peliharaan, sampai akhirnya saya lulus STM sempat pelihara ayam dan bebek, tiap hari saya ngobrol ama anak bebek dan ayam sampai disangka udah gila hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gemes banget Kak Rey! Aslinya lebih menggemaskan sebab matanya belo gitu, kalau lagi bengong, dia lucu :p
      Huaaa rasanya apa itu cium hidung guguk? Hahahaha.

      Pasti ramai banget rumah Kak Rey saat itu! Aku bayanginnya jadi ikutan hepi >.< Apalagi saat para baby mulai bisa lari sana-sini, pasti jadi heboh dan gemas ya!
      Jarang-jarang juga lho kucing sama anjing bisa stay 1 rumah, Kak.

      HAHAHA Kak Rey, maaf aku ngakak! Masa Kakak disangka udah gila karena ngobrol sama ayam dan anak bebek? Kan sama aja seperti ngobrol sama anjing atau kucing >.<
      Gimana atuh kalau orang lihat aku yang suka ngobrol sama tanaman? Lebih terlihat nggak waras aku wkwkwk tapi beneran lho kalau tanaman diajak ngobrol, mereka jadi tumbuh subur dan lebat seperti kata orang-orang.

      Hapus
    2. Hahahaha, iyaaa... sama mama saya dipisah kok Lia, gukguk di luar rumah, meong dalam rumah.
      Dulu mama saya rajin beresin kotorannya sih, sejak pindah ke Buton, saking rempong kali ya, jadi malas urusnya, dan saya juga jijay wakakakak.

      Lah iya kan, masih mending hewan dong bergerak, kalau tanaman kek gila beneran, padahal ya sebenarnya lumrah, toh juga tanaman juga mahluk hidup :D

      Jadi penasaran ya, bagaimana para tumbuhan mengerti kata-kata manusia? :D

      Hapus
    3. Aku pikir guguk sama meongnya dalam 1 ruangan, Kak Rey >.<
      Hahaha perkara kotoran hewan ini memang butuh iman yang kuat untuk mengurusnya HAHAHA.

      Iya, padahal kalau hewan masih mending, setidaknya kita melihat mereka punya kuping, jadi kita bisa berasumsi mereka dengar. Kalau tanaman kan kupingnya nggak kelihatan, jadi lebih kelihatan nggak waras kalau diajak ngobrol wkwkwk.
      Aku juga penasaran, bagaimana tanaman bisa mengerti? Kok benar ya mereka bisa tumbuh subur kalau diajak ngobrol. Aneh tapi nyata >.<

      Hapus
  17. Dulu aku pernah punya 7 kucing di waktu yang sama, Li. Karena terlalu heboh dan terlalu banyak, akhirnya dengan berat hati aku buang ke pasar. Cuma sisain satu aja dan masih menemani keluarga kami sampai sekarang. ๐Ÿ˜”

    Satu kucingku itu namanya Wanita, biasa dipanggil Nita. Walaupun namanya Wanita, sebenarnya dia ini laki-laki ๐Ÿ˜ฑ. Niatnya aku kasih nama begitu supaya dia lupa diri dan gak suka kucing betina. Soalnya kucing-kucing jantanku yang lain kalau suka kucing betina suka dihamilin, dan kalau sudah lahiran istri dan anak-anaknya dibawa pulang ke rumah semua ๐Ÿ˜…. Karena gak mau Nita bawa pulang istri dan anaknya, makanya aku kasih dia nama begitu. Supaya dia merasa menjadi wanita.

    Tapi aku ternyata salah. Walaupun namanya Wanita, tapi Nita tetap kawin sama kucing betina. Dan pernah satu waktu dia bawa pulang istrinya. Untungnya si istri gak kerasan tinggal di rumah mertua (rumahku) dan akhirnya dengan keinginannya sendiri keluar dari rumah ๐Ÿ™ˆ.

    Ngomong-ngomong sekarang Nita baru ulang tahun ke 7 tahun, Li. Dan walaupun dia satu-satunya kucing di rumahku, tapi untungnya dia gak sendirian. Dia masih punya teman-teman sesama binatang ๐Ÿ™ˆ. Ada 1 ikan sapu-sapu, 2 ikan mas, 1 burung jalak, dan 1 burung terucuk. Sungguh mirip kebun binatang sekali rumahku ini.๐Ÿ˜œ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huhuhu pukpuk Kak Roem. Percayalah, ke-6 ekor kucing lainnya pasti gemuk-gemuk karena tinggal di pasar >.<

      HAHAHHAA aduh, aku ngakak lagi. Sebelumnya aku ngakak karena baca cerita Kak Rey, sekarang aku ngakak karena baca cerita Kak Roem! Kenapa kok bisa kepikiran begitu, dikasih nama Wanita supaya dia lupa diri WKKWWK maaf, aku sambil ngetik balasan ini aja, aku masih ngakak membaca cerita Kak Roem! Berarti kucingnya hebat Kak, tetap mempertahankan jati diri, bahkan membawa bukti bahwa dia masih lelaki walaupun diberi nama Wanita HAHAHAH.

      Selamat ulang tahun untuk Nita, Si Wanita yang bukan Wanita >.< Semoga kamu selalu bahagia ya Nita :D
      Ramai banget rumah Kak Roem! Jadi banyak teman untuk ngobrol dong :p
      Anyway, apakah Nita dengan burung perliharaan Kakak berteman baik? Sebab Patpat nggak gitu. Selalu ingin terkam burung padahal burungnya di dalam sangkar wkwkwk

      Hapus
    2. Aamiin ๐Ÿ™. Terimakasih, Lia, sudah ngucapin selamat ultah buat Nita. Semakin bertambah usia si Nita jadi makin anteng nih. Pupnya sudah gak di halaman rumah tetangga lagi. Dia lebih suka buang hajat di dalam toilet sekarang. Ngomong-ngomong ini toilet rumah, bukan litter box. Soalnya dia lebih suka pakai litter box buat tidur aja.๐Ÿ˜‚

      Alhamdulillah kalau Nita selalu akur sama hewan-hewan lain di rumah. Kyknya dia gak ada hasrat untuk menerkam sama sekali malahan. Mungkin gara-gara dia lebih suka rasa dry food daripada makan makanan hasil berburu yang mentah dan gak jelas kehigienisannya.๐Ÿ˜…

      Wah, kok garang gitu si Patpat suka terkam burung ๐Ÿ™ˆ. Tapi emang naluri alamiah sih, kan dia predator. Nita aja itu yang rada aneh๐Ÿคญ. Ngomong-ngomong sudah pernah dikasih hadiah sama Patpat belum, Li? Biasanya kan kucing suka kasih hadiah berupa hasil hewan buruan ke majikannya.๐Ÿ˜‚

      Hapus
    3. Nita semakin dewasa, semakin pintar ya ๐Ÿ˜. Keluarga Kak Roem masalah nggak kalau Nita poop di Wc keluarga? Menurutku, kalau bisa poop di wc manusia malah lebih bagus, tinggal disiram aja kan ๐Ÿ˜†

      Sepertinya iya, Kak. Kalau udah terbiasa makan dryfood, maka insting berburunya akan melemah. Tapi kadang suka iseng aja ingin nerkam kalau lihat yang bergerak-bergerak, kayak si Patpat ๐Ÿ˜‚. Nita berarti kucing kalemmm~ sesepuh kucing itu ๐Ÿ˜
      Sering banget, Kak ๐Ÿ˜‚ sering dikasih hadiah kecoak sama Patpat. Lumayan ya jadi hemat Baygon ๐Ÿคฃ. Kak Roem pernah dikasih hadiah sama Nita, nggak?

      Hapus
  18. hahahahah aku ngakak pekerjaan pemberi nama kucing
    jangan mahal mahal mbak lagi resesi ahahah
    bisa buatin nama kucing anggora di rumah nih yang kawin sama kucing kampung

    tapi kucing kampung itu kadang ngeselin karena tiba-tiba aja datang dan menghamili kucing anggoraku
    eh besok besoknya dia menghamili kucing tetangga
    benar-benar ya wakakak

    kalau ikan aku dulu punya ikan lohan yang ada jendolan di kepalanya
    awalnya si seneng banget kan harganya mahal
    eh pas udah bosan dan harganya murah sama bapakku malah digoreng
    jadilah saat itu kami makan ikan lohan kayak keluarga kerajaaan

    kalau gukguk aku pingin pelihara aja tapi gaboleh sama ibuk ya kan dilarang agama mbak
    mauku si dipiara di pekarangan yang jauh gitu tapi ya gaboleh ahahah
    kadang kalau ada orang bawa guguk kecil ini tangan pengen pegang aja gemes si


    kalau burung malah bapakku lagi ternak lovebird mbak
    lumayan juga warnanya lucu lucu
    cuma kalau aku sekarang memelihara....
    kaktus wkwk

    lagi males aja si memelihara hewan takut kalau tiba-tiba dia ucul

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ups, benar juga. Harusnya aku kasih harga murah supaya daya beli masyarakat jadi bertambah ya! Kalau gitu aku pasang harga 10rb/nama aja deh huahahaha.

      Wkwk lalu gimana hasil perpaduan anggora dengan kucing kampung, Kak Ikrom? Hasilnya lebih dominan anggora atau kucing kampungnya?
      Kucing memang benar-benar ya! Suka menebar benih dimana-mana lalu tak tanggung jawab ~.~"

      Eee, ikan lohan memang dagingnya banyak, Kak? Kelihatannya dikit hahaha tapi harganya selangit, jadi kalau makan ikan lohan rasanya kayak keluarga kerajaan ya. Seketika naik pangkat hahahaha.

      Burung lovebirdnya warna apa aja, Kak? Lovebird warnanya bagus-bagus deh. Bisa ada campuran warnanya gitu, kalau yang warnanya biru gemess :D

      Huahaha kaktusnya sehat, Kak? Aku pernah coba memelihara kaktus tapi malah mati, terus belum berani beli lagi >.<

      Hapus
  19. Beri juga dong kak nama kucing aku, ini juga ada kucing nyasar di rumah trus aku ambil, ntr kakak aja yang kasih nama yah, biar aku selalu inget sama kakak juga ๐Ÿคญ

    Oh iya kucing yang datang kerumah kakak kok bisa gitu ya kak silih berganti, sadar diri banget. Hehe datang yang baru yang lama pergi, kayak drama mantan aja wkwkwkw.

    Dulu pernah pelihara kucing kak, warna putih, nama nya cemong trus jaman dulu itu kan tetangga sebelah masih pake sumur tuh, trus anak-anak kerumah aku laporin kalo kucing aku masuk tu sumur, langsung kaget bukan maen, rencana sih mau kasih pertolongan, eh malah si kucing kesayangan udah mengambang dan perut si kucing udah kembung, disitu aku merasa bersalah dan terpukul sekali, kalo putus cinta atau di tinggal sang baginda pacar mah biasa, tapi kalo di tinggal sama peliharaan kesayangan rasa nya kayak gak ikhlas gitu, dan bener-bener gak ikhlas kak ๐Ÿ˜ญ, akhir cerita aku kubur di halaman belakang rumah aku, yang bikin aku nangis membayangkan si kucing berusaha untuk hidup dalam situasi seperti itu (kecemplung di sumur itu) . Huu rasanya sedih kalo inget ๐Ÿ˜“

    Dan setelah itu 5 tahun gak pelihara kucing karena trauma,dan trauma nya itu sehebat sakit yang pernah di PHPin mantan, ๐Ÿคญdan sekarang pelihara ikan koi, tepat nya di teras rumah jadi begitu buka jendela langsung bisa liat ikan-ikan kesayangan ku.

    Oh iya salam buat kucing kak Lia disana yah, Jaga baik-baik ya kak. ๐Ÿฅฐ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suatu kehormatan bisa membantu memberi nama kucing Kak Andy :D Btw, kucingnya perempuan atau laki-laki?

      Sepertinya beberapa kucing pejantan memang begitu. Pekerjaannya mengembara. Seandainya ada kucing pejantan lain yang datang, maka yang lama akan pergi~ Kayak mantan yang nggak setia ya? #eh

      Huaaa R.I.P Cemong :( Aku turut prihatin, Kak Andy :( Membaca ceritanya saja udah membuat hati teriris-iris. Nggak sanggup deh aku kalau lihat langsung. Pasti aku akan nangis juga karena terbayang waktu sang kucing lagi berusaha bertahan hidup. Nggak tega aku :( Karena aku pernah melihat kucingku yang tertabrak mobil, aku nangis terus beberapa saat setelah kejadian karena kemarinnya baru sayang-sayangan sama sang kucing :(

      Nyesek ya, Kak. Bahkan rasa nyeseknya lebih nyesek dibanding ditinggal mantan yang toxic, nggak sih? Huahaha. Semoga sehat selalu untuk ikan-ikan Kak Andy! Beranakpinak yang banyak ya, kasih Kak Andy cucu yang banyak :D

      Hapus
    2. Kucing nya laki-laki kak, warna nya abu-abu gelap, mana tau kakak ada gambaran nama dari warna kucing tersebut.

      Iya kak sedihlah pokoknya kalo di ingat.

      Iya makasih kak, salam balik buat kak Lia kata ikan nya ๐Ÿคญ

      Hapus
    3. Gimana kalau dikasih nama Jojo, Kak Andy? ๐Ÿคฃ

      Terima kasih! Sehat-sehat ya, Ikan! ๐Ÿ˜†

      Hapus
  20. Kalo aku melihara ikan, terutama ikan gurami, karena kalo udah gede, bisa dibakar. ๐Ÿคฃ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lalu dimakan pakai sambal terasi atau sambal-sambal lainnya. Maknyoss ya, Kak Rudi wkwkwk #salfok

      Hapus
  21. Aku suka kucing, tapi ga suka ngurusinnya *minta dikeplak*
    Di sekitaran lingkunganku yang sekarang ada banyak kucing liar. Ada satu kucing oren yang doyan banget main ke kosan, ga dikasi makan juga gapapa, yang penting ditemenin. Untung lumayan lucu dan ga ganas, jadi ya kadang kumasukin aja ke kamar.

    Tapi ternyata dia pup sembarangan, ibu kosan yang awalnya nyantai2 aja dan ga masalah kalau anak2nya ngasi makan si oren, lama2 jadi gedek sendiri terus akses si oren keluar-masuk kosan jadi ditutup deh. Kasian sih... tapi mau gimana lagi..

    Dulu aku pernah ngasi makan di luar, eh dia malah pup di tetangga, terus tetangganya protes. Sempat kepikiran, apa aku pelihara aja, ya? tapi tapi tapi kutak mau ngurusin pup :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. ((suka kucing, tapi nggak suka urusinnya)) banyak banget yang kayak gini, Kak Hicha! Tenang, kamu tak sendirian :p
      Kok gemas sekali kucingnya, Kak? Cuma minta ditemenin doang gitu? Huaaa how lovely :3
      Eee, tapi kenapa dia suka pup sembarangan >.< Area dekat tempat kos Kak Hicha tidak ada gundukan pasir, kah? Anyway, kucing kalau udah pup di 1 tempat, dia cenderung akan pup di sana lagi kalau tidak dibersihkan baunya >.<
      Semisal Kak Hicha kelak ingin memelihara kucing, Kakak bisa sediakan 1 kotak isi pasir untuk dia pup. Nanti tiap hari, dia akan pup dan pipis di sana *kalau kucingnya pintar*
      Semoga Si Oren dimanapun berada sekarang, bisa mendapat kasih sayang yang layak seperti saat Kak Hicha menyayanginya :D

      Hapus
  22. Dulu aku pernah punya 14 ekor kelinci. Cuma ada yg mati dan ada yg di kasih orang. Dulu juga suka kasih nama kelinci tersebut tapi kadang suka lupa nama tsb utk kelinci yg mana saking banyaknya hhha..

    Aku sebetulnya bukan yg termasuk suka melihara hewan. Karena sadar kalo buat ngurusin kayanya kurang telaten. Cuma papaku cukup suka melihara hewan. Jadi pernah melihara ikan dan burung. Bahkan sampai sekarang papa mulai hobi lagi melihara ikan.

    Kalau sekarang Si Koko lagi melihara ikan cupang. Kami uda punya 18 ekor nih hhhaa. Cuma emang koko yg urusin mulai dari kasih makan sampai ganti air. Aku bagian ngeliatin ajaa ๐Ÿคฃ

    Btw, di rumah ortu aku juga baru ada anak kucing lahir. Trus sempet ada kucing liar mampir ke rumah dan kata adekku, mama suka kasih makan dia. Sampai diikutin kemana mama pergi. Kadang mama ku suka kesel kalau kucing tsb ikutin dia lagi nyapu di teras atau angkat jemuran ๐Ÿคฃ

    Lucu banget kamu terkenal ngasih nama kucing. Lumayan jg yaa muter otak buat nyari nama-nama unik lainnya. Semangat Lia ๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oemji, 14 ekor sih banyak sekali, Ci! Sulit untuk menghafal nama 14 ekor dan perbedaannya huahahaha. Kelincinya yang bisa besar atau yang mini?

      Hahaha sepertinya pelihara ikan itu yang paling sering dilakukan banyak orang, mungkin karena pelihara ikan cenderung mudah. Anyway, 18 ekor banyak sekaliii~ Berarti rumah Ci Devina penuh dengan bowl ikan cupang dong? Hahahaha.

      Wkwkwk gemas sekali! Itu kucingnya antara ingin minta makan atau ingin dielus :p Mamaku juga suka dibuntutin kucing karena suka kasih makan. Dibuntutin karena minta makan sih HAHAHA

      Iya nih, Ci. Lumayan sekali sebagai latihan untuk otak agar nggak kopong-kopong banget isinya HAHAHA. Terima kasih, Ci Devina! :D Semoga ikan-ikan cupang milik Si Koko selalu sehat dan semakin banyak ya ^.~ Lumayan bisa dijual itu hahaha.

      Hapus
  23. Kakaku yang perempuan hobi juga sama kucing neng Lia sampai ada 10 lebih datang bulak balik kerumah jadi kalau ditotal bisa sampai seratus ekor seandainya utuh semua...Sayangnya ada yang mati ada yang pergi dan tak kembali, Jadi sisanya tinggal 10 ekor.๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    Kalau dirumah aku cuma ada 3 ekor namanya CatBoy, dan Hero...yang betina namanya Lala..๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š warna bulunya putih hitam...Yang betina abu2..Semuanya nurut dan betah dirumah jadi terkadang harus nyetok makanan kucing kalau seandainya nggak sempat beli ikan cuek kesukaannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah~ 10 ekor kucing dalam 1 rumah! Banyak sekaliii! Apalagi kalau sebagian didominasi perempuan, siap-siap akan ada cucu-cucu dan menjadi kerajaan kucing di rumah, Kak Sat :D Hahahaha.

      Astaga, namanya kenapa lucu-lucu sekali? CatBoy paling lucu HAHAHA. Siap-siap menimang cucu, Kak :p Semoga sehat selalu untuk kucing-kucing Kakak!
      Btw, ikannya sombong ya? Kok cuek sih? WKWKWK #garing

      Hapus
  24. So, sekarang si patpat udah kelihatan jenis kelaminnya belum, kak ..., apa masih ambigu ?, Hahaha ..
    Mari kita intip, *eh ๐Ÿ˜†๐Ÿคญ

    Aku tuh lihat foto si patpat jadi keingetan sama kucingku persia himalayan, namanya anum.
    Sekarang udah dijual karena ternyata aku alergi bulu kucing.
    Sedih ngga bisa pelihara kucing lagi!.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang udah kelihatan Kak, nggak perlu diintip lagi, sudah terpampang jelas kalau Patpat adalah laki-laki HAHAHAH.

      Huaaa turut sedih mendengarnya :(
      Kalau gitu, Kak Him coba peliharan ikan cupang aja sekarang ^.~

      Hapus
  25. kebiasaan memelihara hewan peliharaan memang selalu menurun ke anak cucu nya, di keluarga ku juga sama, meski aku kurang begitu perhatiin tapi kakak punya perhatian yang berbeda kalo sama kucing,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Kak Sudibjo, salam kenal! Terima kasih udah mampir ya :)

      Betul sekali. Kalau sedari kecil diajarkan untuk sayang sama hewan, pasti hal tersebut akan jadi kebiasaan yang turun menurun sampai ke anak cucu :D
      Kucing terlalu menggemaskan, Kak. Sulit untuk tidak punya perhatian lebih pada kucing karena tingkah lakunya terlalu menggemaskan >.<

      Hapus
  26. Aku juga awalnya pelihara kucing karena ada kucing liar main ke rumah. Karena gemes sama si kucing, ya udah dikasih makan. Lama-lama tu kucing beranak dan bercucu. Sampe sekarang tinggal tujuh kucing di rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaaa jadi kerajaan kucing di rumah Kak Dini sekarang ya :p
      Gemas-gemas pasti kucing-kucingnya Kak Dini >.<

      Hapus
  27. Hua Lia, udah lama aku nggak blogwalking kesinii. Aku bukan pecinta binatang banget gitu sih, tapi aku melihara satu kucing namanya Bubuw. Dulu pernah melihara kelinci tapi mati semua... ๐Ÿ˜ญ kayaknya karena kelamaan ditaro kandang deh.

    Aku juga pernah melihara hamster sama kura-kura, tapi mati juga huhuhu. Kayaknya emang keluargaku nggak bakat melihara binatang๐Ÿ˜‚ sekarang ini kami bertahan memelihara Bubuw karena kucing ini juga pemberian orang lain, sehingga harus kami jaga baik-baik.

    Nyari nama kucing itu seruuu! Ada kucing kampung yang dikasih nama sama adik-adikku hihi, dan tiap kucingnya datang ke rumah kita teriak-teriak manggil namanya๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Jez, apa kabar? :D Long time no see! Uuuu, Bubuw, gemas sekali namanya :3 Kelinci itu rentan sekali, Kak. Dikagetin aja bisa mati >.<

      Huahaha bukan nggak berbakat tapi mungkin belum bertemu dengan hewan yang cocok. Buktinya sama Bubuw, Bubuw bisa bertahan lama hidup di keluarga Kakak ^.~ Semoga Bubuw panjang umur dan sehat selalu!

      Seru kan Kak! Otak diajak berputar keras untuk nyari nama unik untuk kucing >.< Udah kayak nyari nama untuk anak sendiri hahaha. Gemass! Kucingnya nengok nggak saat dipanggil? :p

      Hapus
  28. Lia, yang aku suka hanya ikan. Hidup n mati. Maksudnya ikan utk dimakan๐Ÿ˜Š

    Lia, untung nama2 kucingnya itu gak sama ama nama2 saudara yg ada di keluarga ku๐Ÿ˜…

    Lia, si patpat lucu iya, tapi syg, aku gak suka kucing...
    Btw, salah satu pekerjaan Lia adalah, pemberi nama pada kucing y? Sampai udah terkenal di seantero komplek, wow hebat๐Ÿ˜Š

    Lia, aku usul, sebaiknya Lia juga membuat akte kelahirannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHAHAH KAK IKE BISAAN AJA! Ikan dibakar atau digoreng yang lebih Kakak suka? #eh

      HAHAHAH itu dikasih nama Betty aja, takutnya ada orang yang namanya Betty juga dan tersinggung pas tahu namanya sama seperti kucing >.<

      Kak Ike suka hewan apa selain ikan? Guguk suka nggak?

      Terima kasih atas usulnya, Kak Ike >.<
      Aku buat aktenya sendiri aja deh di kertas HVS soalnya kalau minta dibuatkan oleh sang ahli, pasti mahal HAHAHHA #plakk

      Hapus
  29. Halo salam kenal Mba Lia... Salam Blogger.. Ceiillahh.. hahah

    Ngomongin kucing, saya juga dlu waktu kecil.. Sering sama temen2 satu gang sering ngasih makan kucing2 liar di gang.. Dikasih nama juga.. Manggilnya juga enak, tinggal "Puss,puss,puss" nnti mereka gerombolan dteng..
    Skrang udh gede, punya Asma, dan bulu kucing salah satu alergennya. jadi agak susah..

    Dirumah ada pets. Ikan Koi.. Namanya Kian, sama Kiko.. sbnernya ada 3,tapi Chiko sudah tiada karena sakit..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, salam kenal Kak Bayu~ Salam Blogger! Joss! Hahahaha.

      Kucing tuh asal ada makanan, dipanggil apa aja pasti terima deh(?)
      Huaa. Yang tabah ya Kak Bayu >.< Kalau gitu, jika ingin pelihara hewan, cari hewan yang nggak berbulu ya. Nah, ikan pas banget! Ngomong-ngomong, cara membedakan ikan gimana, Kak? Aku kalau lihat ikan Koi tuh kelihatannya sama semua >.<

      Hapus
  30. anjir saya sangka tadi buaya darat itu siapa, rupanya keluarganya, wkwkckkk, pelihara kucing memang asik ya teh, apalagi kucing yang gede dan besar bandannya, bisa di peluk gi mana gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Psst, jangan diperjelas lagi, Kuanyu, jadi malu aku WKWKWKWKW.

      Wah~ Pelukable banget sih kalau kucing besar, contohnya kayak Garfield gitu. Guemesss. Pengen peluk tapi aku malas kalau bulunya nempel di baju wkwkwkw #GimanaSih

      Hapus
  31. Nyahahahaha, lucu banget Kak Lia bisa jadi pemberi nama hewan peliharaan ~XD btw itu hewan-hewannya menggemaskan sekaliiiiiii :D

    Kalau aku nggak punya hewan yang kupelihara sendiri sih, tapi ikut melihara hewan-hewan yang dirawat adik-adikku. Hewannya cukup banyak, sampai rumahku tuh bisa disebut kebun binatang mini saking banyaknya, AHAHAHAHAHA. Mulai dari ikan nila sekolam, berbagai jenis ikan se-akuarium (iya, akuarium dan kolam itu sendiri, wkwk), satu kucing, dua kura-kura, satu kukang, satu burung hantu, dua burung hias yang aku lupa jenisnya apa, satu burung dara, dan beberapa hewan lainnya dibawa adik ke Sidoarjo, jadinya nggak ikut ngerawat yang dibawa itu, ahaha.

    Untuk penamaan sendiri, yang dikasih nama cuma dua hewan aja, burung hantu sama kucing. Yang burung hantu namanya Erol, yang kucing namanya Mocca. itu punya adik-adik semua, sih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Andhiraaa! Apa kabar? :D
      Terima kasih atas apresiasinya huhuhu terharu aku jadi malu >.<

      WAHHH Seru sekali di rumahmu :p Ikannya banyak banget dong! Bahkan sampai ada yang di kolam dan di aquarium coba!! Wadawww~ banyak banget!! Andhira, kalau ada penghargaan untuk rumah dengan jenis binatang terbanyak antar Blogger, kayaknya kamu menang deh HAHAHA. Btw, Kukang itu yang geraknya lamban, kan? Besar atau kecil?

      Astaga, Erol~ Namanya unik sekali, aku baru dengar >.<
      Kukangnya dikasih nama juga atuh. Kasihan dia no-name hahahaha

      Hapus
  32. Halo Lia si pemberi nama hewan ๐Ÿ˜†

    Lia kamu kreatif banget sih bisa ngasih nama-nama lucu ke hewan-hewan peliharan, bahkan sampai ke hewan peliharan tetangga segala lho kereeen ๐Ÿ‘

    Patpat lucu bangeeet mukanya tengiiiill ๐Ÿ˜ธ jadi inget beberapa waktu lalu di kostan-ku ada kucing yang melahirkan, anaknya awalnya ada 7 tapi kemudian mati 2 :(( sekarang semuanya udah pada pergi dari kostan sih kayaknya anak-anaknya juga udah pada besar-besar jadi mereka berpetualang sendiri-sendiri deh ๐Ÿ˜ธ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Kak Eya pecinta Haikyuu!! :p

      HAHAHAH Kak Eya, aku jadi malu dipuji-puji >.< Padahal namanya aneh-aneh, aku suka kasihan sendiri sama hewan-hewan yang aku kasih nama itu HAHHAAH.

      Oemji, KOK KAK EYA BISA TAHU PATPAT TENGIL?! Beberapa orang yang perhatian, seringkali bilang Patpat bermuka "nakal" dan aslinya beneran nakal dan tengil. Suka nggak jelas dia, apa aja diajak main HAHAHAHA.
      Waw~ Sekali melahirkan itu 7?! Banyak banget, Kak! Paling banyak yang pernah aku lihat itu 5 >.< Udah jadi pengembara semua ya sekarang~ Berarti kebanyakan pejantan itu hihihi.

      Hapus
  33. betty lucu banget kak :D aku dulu sempat memiliki hewan peliharaan anjing kecil tapi lupa namanya hehehe maklum, faktor U :p

    BalasHapus
  34. Jadi ingat netyjen usul nama anak ke seseleb dan dipakai sama dia ..kl mba Lia jago cari nama untuk peliharaan ya. Boleh dong nanti saya minta usulan nama kalau ada peliharaan baru.

    Saya cuma pelihara ikan mba..dulu ada kucing..tapi sekarang di pause dulu karena waktu sdh terbatas dan mereka bisa saling memangsa..๐Ÿ˜‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapa itu selebnya, Kak? Boleh, nanti aku bantu rekomendasiin nama kalau Kak Phebie ada peliharaan baru :D

      Wkwkwk benar sih, Kak. Memelihara ikan dan kucing dalam 1 rumah itu tidak cocok, yang ada malah saling memangsa xD Lebih cocok ikan sama anjing karena anjing nggak suka sembarang memangsa hahaha

      Hapus
  35. Ya ampun mbk lia, kok patpat mirip banget sama kucing saya. Bisa naik nggak bisa turun, lihat apa aja gerak langsung digigit, bahkan saya diem aja tiba-tiba udah diserbu๐Ÿ˜‚ udah gitu nggak mau minggir kalau ada orang atau motor lewat kan bahaya. Dan kalau denger suara kucing berantem dia sembunyi dibalik kelambu karena takut๐Ÿ˜‚
    Tapi saya jadi sedih denger kisah simba. Saya jadi teringat kucing saya yang sekarang jarang ada di rumah semenjak saya melihara kucing baru. Enggak minggat sih, tapi jarang banget pulang kalau nggak butuh makan. Takut kalau nanti saya ditinggalin kucing saya. Bisa potek hati ini๐Ÿ˜ž
    Tos dulu deh mbk, karena kita sesama pecinta kucing dan suka kasih nama yang aneh-aneh๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan-jangan, Patpat dan kucingnya Kak Tria berasal dari nenek moyang yang sama ๐Ÿ˜ soalnya sama persis! Patpat juga demikian. Kalau ada motor, suka harus digeser dulu biar dia pindah, seperti nantangin motor ya ๐Ÿ˜‚.
      Huaaaa mungkin kucing Kak Tria jarang pulang karena ada pejantan lain di rumah. Iya kah? Semoga kucing Kakak bisa sering-sering pulang, jangan seperti Bang Toyib ๐Ÿ˜‚
      Tosss Kak Tria!! ๐Ÿ™Œ๐Ÿป Bantu aku mencari nama untuk 3 bayi kucingku dong, Kak ๐Ÿ™ˆ

      Hapus
  36. Hola kak Liaaaaaa, dah lama banget aku gak main kesini๐Ÿ˜

    Patpat lucu bangeett! Awalnya pas masih paragraf pertama aku kira itu foto Simba, jadi penasaran mukanya Simba ini:") Entah kenapa kalau denger kisah kucing yg udah mati itu suka terenyuh, apalagi kalau memang dia dicintai oleh orang2 di sekitarnya๐Ÿคง Soalnya aku juga dulu sempet punya kucing waktu kecil, namanya Pusko, si hitam putih, tapi meninggal karena ketabrak mobil dan dibiarin digeletakin gitu aja. Jahat banget kan๐Ÿ˜ญ Pantesan beberapa hari sebelum meninggal itu dia gak keliatan ke rumah, mungkin tanda-tanda bakal ada kejadian gak enak juga๐Ÿ˜ซ

    Selain si pusko ini aku sempat punya kelinci tiga ekor, tapi perlahan-lahan ilang gatau kemana:( dulu mikirnya dimakan kucing, tapi masa sih kucing makan kelinci? Apalagi ini ukurannya jg lumayan gede๐Ÿค” Adik aku dulu sampe nangis kejer karena kelincinya ilang, dan ada yg mati juga deh satu๐Ÿ˜ซ

    Btw kalau skrg aku cuma punya satu ekor kucing kak di rumah, namanya Ican. Tapi doi ini juga awalnya kucing tetangga sebelah rumah, cuma karena sering diajak main dan dikasih makan sama eyangku, dia jadi betah dan malah skrg diemnya disini๐Ÿคฃ dulu sampe sempat agak clash sama tetanggaku gara2 kucingnya "seolah direbut", padahal emg kucingnya juga yg bandel balik lagi balik lagi hahahaha. Sekarang sih udah damai, soalnya tetanggaku juga udh ada kucing baru dan malah mau dikawinin karena yg baru itu betina๐Ÿ˜‚

    Wkwkwkw anw rame juga ya kak ngomongin peliharaan๐Ÿ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Awl, long time no see! Apa kabar? Rindu berkomentar denganmu ๐Ÿฅบ

      Kalau Simba warnanya oranye, bagian bawah badannya berwarna putih, matanya kuning, jadi seperti kucing bule ๐Ÿ˜
      Hiks hiks R.I.P Pusko ๐Ÿ˜ญ semoga ia senang di surga kucing ya. Geram sekali dengan orang-orang yang suka menabrak kucing dan tidak tanggung jawab ๐Ÿ˜ค. Pukpuk Awl. Maafin yang nabrak ya ๐Ÿ˜ข

      Umm mungkin digondol tikus? ๐Ÿ˜‚. Tapi kalau kelincinya besar, sebesar kucing, sepertinya mereka memang kabur dengan sendirinya ๐Ÿ˜‚. Kasihan adik Awl, pasti sedih sekali ๐Ÿ˜ข. Kondisi kelincinya di dalam kandang atau gimana, Awl?

      Aww, gemas sekali namanya! Kenapa dikasih nama Ican? Hahaha. Yaampun, malah sampai perang dingin sama tetangga karena kucing ๐Ÿคฃ Ican..Ican..๐Ÿคฃ kalau gitu Ican lebih suka makanan di rumah Awl, mungkin lebih enak dan berlimpah ๐Ÿ˜. Semoga proses perjodohannya berhasil ya ๐Ÿ˜.

      Wkwkwk iya ya. Banyak teman-teman yang peliharan binatang juga ๐Ÿ˜ nggak disangka-sangka ๐Ÿ™ˆ. Terima kasih juga karena udah berbagi di sini ya, Awl! ๐Ÿ’•

      Hapus
  37. Halo kak Lia, maafkan baru sempat mampir. Aku ketawa baca tulisan ini karena serasa baca pengalaman pribadi. Bapak dan aku sangat suka hewan. Banyak yang sudah pernah kami pelihara tp hilang atau mati satu persatu. Pernah suatu ketika lama ga melihara apapun, akhirnya bapak beli seekor ikan cupang. Lama aquarium diatas meja dibiarkan kosong eh tau tau ada ikan, jadi aku bergumam, lho sudah ada isinya. Tiba tiba bapak nyahut, ya buat nyenengin kamu. Gtu katanya. Pdhl wkt itu aku uda kuliah. Tp diperlakukan ky anak kecil wkwkwk.

    Sekarang ada kucing, bapak yg adopsi dari rumah teman. Kami jarang kasih nama khusus. Tapi bapak kadang suka manggil sekenannya. Pret, jon, wkwk.

    Baru td siang aku iseng panggil joni, dia nengok. Kebetulan dia cowok sih.

    Ya sudah namanya Joni saja :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Tiff ๐Ÿ‘‹๐Ÿป terima kasih udah mampir ke sini ya ๐Ÿ’•

      Awww what a heartwarming story ๐Ÿ˜. Bapak Kak Tiff sayang sekali dengan Kakak ya ๐Ÿ˜ aku haru membaca ceritanya ๐Ÿ˜. Apa kabar ikan cupangnya sekarang?

      Wkwkwk lucu banget dipanggil Pret ๐Ÿคฃ. Untung nggak nengok kalau dipanggil Pret dan baru nengok kalau dipanggil Joni ๐Ÿคฃ. Lucu juga nama kucing Joni, biasanya Joni itu nama burung wkwkwk

      Hapus
  38. cute pat pat !! hey my kitten also name as simba ๐Ÿ’› . My family once have try to pet several monkeys until some firm i guess take its because its illegal to keep monkey ๐Ÿ˜ญ

    i tried once to keep fish but the fish dead in day 2 ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ its happen twice . I want to have a rabbit but my dad not allowed it .

    but im happy with 5 kittens and 2 cats around me :)

    we are same # catlover

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woaaa, our pets have a similar name! ๐Ÿ˜
      Monkey is illegal in here, too. And I thought it will be hard to pet a monkey. Is it hard?

      R.I.P your fish :(

      But I'm happy to hear that now you have kittens and cats around you! Kittens and cats are so cute! I love them ๐Ÿ˜

      Hapus
  39. Kalau dikeluargaku, paling suka pelihara kucing kak. Sebenernya yang paling rajin pelihara binatang mamaku. Mamaku pernah pelihara bebek, ikan, sama ayam juga (lumayan kalau mau telur atau daging ayam bebek ambil dari kandang hahah) Kalau aku ikannya yang dikolam depan rumah, kadang-kadang juga bersihin kolamnya dari lumut. Mama paling best sih kalau pelihara binatang. Kalau aku cuman mainin aja. Hahah. Nah sekarang ada anak kucing dirumah, berlima, lucu-lucu bangeet masa kalau kita kekamar mandi, gatau kenapa pada ngikut pada gatakut air gituuu. Sayangnya gatau kenapa pas aku udah besar gini, jadi alergi sama kucing :( gatahan sama bulunya, pasti mataku langsung berair, bersin bersin, jadi agak dikurangin main-main sama kucingnya huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Ajeng, terima kasih udah mampir ke sini ๐Ÿ˜

      Hebat sekali mama Kak Ajeng, berani pelihara bebek dan ayam lho ๐Ÿ˜ฑ pelihara bebek dan ayam asik ya apalagi kalau saat bertelur. Lumayan dapat telur gratis ๐Ÿคญ

      Gemas sekali anak-anak kucingnya ๐Ÿฅบ antara nggak takut air atau belum ngerti kalau kena air sensasinya seperti apa ๐Ÿคญ. Too bad Kak Ajeng sekarang alergi dengan kucing ๐Ÿ˜ข. Semoga alerginya bisa menghilang agar Kakak bisa kembali bermain dengan para kucing dengan lebih leluasa ๐Ÿฅบ๐Ÿ™๐Ÿป

      Hapus
  40. Saya nggak suka binatang, Mba. Tapi sering banget ada kucing mampir di teras. Cuma si kecil yang suka sama binatang. Dia suka main ama kucing karena di komplek banyak sekali kucing.

    Profesinya Mba Lia keren, hehehe. Sampai tetangga minta bantuan untuk kasih nama. Pasti ada kebahagiaan tersendiri saat bisa memelihara kucing2 tersebut. Dan sedih saat mereka nggak kembali apalagi sudah mati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Pipit ๐Ÿค— anak-anak biasanya memang lebih mudah dekat dengan binatang. Di dekat rumahku juga anak-anak kecilnya suka main sama kucing ๐Ÿ™ˆ

      Sangat bahagia, Kak. Apalagi kalau si kucing lagi mood ingin main, astagaaaa lucu banget deh nggak tahan ingin unyel-unyel ๐Ÿคฃ. Saat mereka pergi, sedihnya juga banget-banget ๐Ÿ˜ญ. That's why di satu sisi ingin memelihara hewan, di satu sisi nggak kuat kalau mereka pergi ๐Ÿ˜ญ

      Anyway, semoga Si Kecil tetap bisa sayang sama hewan sampai nanti dia besar ya ๐Ÿค—

      Hapus