Chauan Tea.

Rabu, 13 Januari 2021

Hiya~ Hiya~ Peri kecil nan imut kembali lagi di sini 🧚‍♀️ Pasti semua udah pada kangen, kan? Kan? 🀣 *mohon maaf bagi yang mual dan ingin muntah setelah membaca kalimat pembuka, dipersilakan mengambil ember masing-masing untuk muntah*

 
 ✨🧚‍♀️πŸ„
 

Saat pergi nongkrong di Café, aku paling sering memesan teh sebagai minuman pendamping karena aku sendiri nggak bisa minum kopi dan biasanya nggak ingin minum yang manis-manis karena mudah eneg, maka teh adalah minuman yang paling cocok untukku. Aku juga suka teh karena beberapa teh mempunyai aroma yang wangi dan sensasi setelah meminum teh, tuh, sangat enak buat tubuh. Selain itu, biasanya kalau memesan teh di Café, maka akan dapat free refill 🀣, jadi tentu saja aku akan pilih teh sebagai minuman andalan saat nongkrong di Café! 🀣. Salam cuan cuan!


Kalau di CafΓ©, teh yang disajikan biasanya adalah jenis teh bunga seduh. Itu lho, teh yang berasal dari bunga-bunga yang udah dikeringkan dan dicampur jadi satu lalu diberi nama aneh-aneh πŸ˜‚. Nah, biasanya karena sok ide, aku suka mencoba varian teh bunga yang namanya aneh-aneh, tapi sebelumnya pasti bertanya dulu dengan pegawai CafΓ©, mana varian yang paling direkomendasikan.


Pernah satu kejadian, sewaktu aku pergi nongkrong di CafΓ© dan ingin memesan salah satu teh bunga, rekomendasi dari pegawai CafΓ© tersebut adalah teh dengan nama Namaste. Dipikiranku saat itu, karena namanya Namaste mungkin efeknya membuat kalem, kalem gimana gitu, kan. Jadilah aku pesan teh Namaste itu. Yang ternyata saat aku minum, rasanya aneh dan nggak cocok untukku 🀣, sebenarnya not that bad, tapi aneh aja rasanya, ada campuran mentol dan rasa-rasa lainnya. Kurang lebih seperti minum minyak angin, tapi perpaduan rasa lainnya itu yang membuat tehnya jadi aneh πŸ˜‚. Biarpun aneh, tetap diminum sampai habis kok, bahkan sampai minta refill *plakk*.

πŸ„

Bulan lalu, saat itu aku sedang iseng-iseng melihat foto, lalu mataku tertuju pada sebungkus teh yang bernama Santai Sore. Setelah aku usut, ternyata teh ini dari sebuah brand lokal bernama Chauan Tea. Oleh karena ingin mengobati rasa penasaran, aku langsung meluncur ke Shopee Chauan Tea dan memesan 2 varian teh bunga seduh mereka, yang Santai Sore dan Nina Bobo. Selain karena penasaran bagaimana rasa teh bunga seduh ini, aku juga tertarik karena warna tehnya lucu bingit 🀣. Dasar ciwik, nggak bisa lihat yang lucu-lucu! Pfft.




Gimana? Beneran lucu kan warna tehnya? Varian Santai Sore ini menghasilkan seduhan teh yang berwarna pink dan jika dibiarkan lama, warnanya akan semakin pekat menjadi pink kemerah-merahan. Aku sebagai seseorang yang suka warna pink, tentu saja tergiur dengan penampakan warna teh ini 🀣. Kemasan tehnya juga lucu. Dibungkus dengan rapih menggunakan kotak seperti di foto, lalu ada pouch di dalamnya yang berisikan bungkusan teh yang udah dibungkus rapih.


Waktu aku membaca deskripsi mengenai teh Santai Sore ini, teh bunga seduh ini adalah campuran dari White Tea, Rosella, Roses dan bahan lainnya. That's why, varian Santai Sore ini menghasilkan warna pink kemerah-merahan yang cantik 😍. Untuk varian Nina Bobo, campuran yang terkandung di dalamnya adalah Butterfly Pea, Chamomile dan beberapa bahan lainnya. Untuk warna seduhan yang dihasilkan adalah biru keungu-unguan. Ciri khas dari Butterfly Pea sekaliii. Cantik juga sih ini πŸ˜†.


Oiya, teh bunga seduh biasanya mempunyai manfaat-manfaat yang bagus untuk tubuh lho. Untuk varian Santai Sore, manfaatnya antara lain menghilangkan rasa lelah dan stress, juga mengandung antioksidan. Dan, untuk varian Nina Bobo, manfaatnya adalah mencegah insomnia, meningkatkan kualitas tidur serta kaya akan antioksidan.


Apakah manfaatnya terasa? Rasanya sih nggak ada beda dengan saat meminum teh lainnya 🀣. Menurutku, meminum teh jenis apapun bisa membuat lebih rileks karena kehangatan yang diberikan dari air seduhan tersebut. Jadi, fokusku memang bukan untuk mencari manfaat yang terkandung. Aku membeli ini murni karena suka mencoba teh bunga-bungaan 😁, sedangkan manfaat yang ada, aku anggap sebagai bonus πŸ™ˆ.


Oiya, aku biasanya meminum teh bunga ini tanpa tambahan pemanis, jadi rasanya murni dari bunga-bungaan yang ada di dalamnya. Menurutku, dua varian teh bunga seduh ini rasa dan aroma khas masing-masing. Rasa dari varian Santai Sore adalah asam di lidah, kemudian saat mencapai pangkal lidah, rasanya menjadi tawar. Untuk orang yang nggak terbiasa minum yang seperti ini, pasti akan kaget dan nggak suka dengan rasanya 🀣. Untuk rasa dari varian Nina Bobo adalah mint yang sedikit pedas di tenggorokan. Saat dihirup, aroma mint juga terasa. Berbeda dari varian Santai Sore yang aromanya tidak terlalu menonjol. Keduanya enak untuk diminum baik pagi/sore/malam. Aku pernah coba minum saat siang hari, juga cocok-cocok saja kok πŸ˜‰.


Untuk 1 kotak teh berisikan 7 teabags, harganya Rp 35,000,- dan untuk testernya berisikan 2 teabags, harganya Rp 10,000,-. Ini murah banget nggak sih? Soalnya, teh bunga yang aku tahu biasanya harganya mahal-mahal πŸ˜‚. 


Untuk teman-teman penyuka teh bunga seduh. Boleh banget nih cobain teh bunga seduh dari Chauan Tea ini. Siapa tahu teh dari Chauan Tea bisa jadi sahabat baru kalian saat sedang ingin santai sore-sore atau ingin rileksasi sebelum tidur 🀣. Anyway, ini bukan endorsement, ya! Tulisan ini aku buat karena aku ingin berbagi racun baik dengan teman-teman sekalian 🀣. 


Jadi, ada nggak teman-teman yang suka teh bunga seduh juga?

Let me know!

 

The dreamer.

🧚‍♀️🧚‍♀️🧚‍♀️

97 komentar

  1. Waaaa aku juga suka teh daripada minuman manis lainnya, lebih suka lagi yang tawar, biar berasa rasa asli tehnya hehehe. Teh bunga memang enak ya, tapi jenis yang Lia ceritain ini aku belum tahu.
    Gemes juga dikemas dan dinamai lucu2 begitu, brandingnya oke nih. Dan iyaaa, namanya juga cewek ya, kemasan lucu aja kita suka jadi beli gitu hahaha, meluncur ah liat2 di tokonya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss dulu Kak Tika! Sekarang aku juga lebih suka teh tawar πŸ™ˆ. Apalagi kalau teh melati deh, wangiiii banget aromanya dan lebih enak kalau nggak pakai pemanis saat diminum.

      Brandingnya Chauan Tea ini bagus banget, sih! Maksimal banget dalam packaging dan penamaan, membuat orang jadi tertarik untuk beli πŸ™ˆ
      Silakan meluncur! Semoga ada yang menarik hati Kak Tika 🀭

      Hapus
  2. Dibandingkan teh aku jauh lebih suka minum kopi. Tapi, bukan kopi hitam ya karena menurutku terlalu kuat. Aku lebih suka kopi yang campur2an misalnya dengan creamer ataupun susu.

    Kalo untuk teh sendiri aku suka juga tapi ya yang biasa aja dan biasanya nyoba yang teh daun paling2 juga mentok ke jasmine tea πŸ™ˆ belom pernah nyobain yang teh bunga tapi pernah liat warnanya cantik-cantik banget. Liat yang punya Lia aja cantik banget tuh warna pink, aku pernah liat juga yang warna biru dan ungu ya ampun cantik bangettt πŸ˜†

    Btw, kalo teh bunga rasanya emang agak asam seperti yang Lia bilang kah? atau ada yang manis pahit juga kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti coffee late gitu ya, Kak Tikaa? Mirip rasa permen Kopiko gitu kan 🀣

      Nahh~ teh daun itu aromanya lebih enak deh. Wangiii banget, Jasmine apalagi 😍 aromanya manis banget walaupun pas diminum sih tawar 🀣 berasa dibohongin.
      Nahh itu yang warna biru dan ungu itu seperti warna teh Nina Bobo. Biasanya biru ungu karena bunga Butterfly Pea itu, Kak 🀭

      Biasanya nggak ada manis-manisnya juga kalau teh bunga πŸ˜‚. Rasanya lebih ke...unik 🀣. Nggak pahit, juga nggak manis. Tawar tapi ada rasa-rasa lainnya yang nggak masuk golongan manis/pahit πŸ˜‚.
      Justru aku baru pertama minum teh bunga yang asam lho 🀭. Biasanya mah tawar gitu, Kak 🀣
      Sekali-kali cobain deh 🀭

      Hapus
    2. Iyaaa sejenis coffee latte gitu Lia 😊

      Aahhh iyaaa Butterfly Pea, aku pernah denger tuh. Tapi selama ini aku minum teh pake gula jadi pasti enak rasanya πŸ™ˆ

      Berarti emang tetep tawar juga yaaa ga bakal manis meskipun bunga πŸ˜†

      Hapus
    3. Waw, aku belum pernah coba minum teh bunga-bungaan pakai gula, Kak 🀣. Kalau dibayangin, rasanya malah aneh kayaknya 🀣

      Iyaaa. Kayaknya teh sesungguhnya jarang ada yang manis πŸ€”. Wanginya doang yang manis, pas diminum mah tawar 🀣

      Hapus
  3. Rugi ya Li, kalau bisa refill tapi ga dimanfaatkan :))

    Aku sebenernya suka juga sm teh seduh, tapi suka mager nyeduhnya *plakkk* :))
    Duluuuu banget pernah sakit gitu, terus sm ibu dikirimin rosehip yang kalau diseduh juga warnanya jadi kemerahan dan agak asem. Tapi seger dan emang bikin rileks sih...
    Kalau beli sendiri aku lebih seneng yang aroma buah2an, kayak lemon atau strawberry. Eh, vanilla yang bukan buah2an juga suka, ding.

    Dan sampai sekarang masih belum bisa minum matcha yang sebener2nya, karena pahitnya ngalahin pahitnya hidup, OMG... :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dong, Kak Hicha. Kan kita tim cuan-cuan 🀣

      Wkwkwk Kak Hicha, kenapa mager seduhnya? Apa karena nggak ada teabagsnya? Atau malas masak air panas? 🀣
      Aku belum pernah cobain teh buah-buahan selain leci dan lemon kayaknya πŸ€”. Rosehip juga buah kan, Kak? Asam banget nggak? 🀣
      Vanilla juga ada tehnya? Aku baru tahu! Wah, dapat banyak rekomendasi baru dari Kak Hicha 😍 terima kasih banyak 😘

      Katanya matcha yang sesungguhnya pahit banget 🀣. Aku belum pernah coba, terus jadi takut kalau beli sendiri 🀣. Takut mubazir nanti wkwk

      Hapus
    2. *toss*

      Males nyuci gelasnya ntar *lho?*
      Wah... iya, ternyata rosehip itu buah, ya... kirain bunga πŸ˜‚πŸ™ˆ
      Kalau secangkir cuma sebiji sih ga terlalu asem. Tapi lebih asem dari lemon tea yg biasanya, sih IMO.

      Aku juga baru tau ada bermacam2 teh gara2 main ke toko bahan makanan&minuman impor pas di Jepang dulu. Biasanya mah cuma tau teh manis dan teh tawar doang 🀣

      Nah, bener itu... kan kita #timogahrugi yaa 🀣
      Tapi katanya matcha itu beneran bagus buat kesehatan. Terutama yg pengen diet...

      Hapus
    3. Wkwkwk ternyata karena malas cuci gelasnya 🀣. Jawaban dari Kak Hicha sungguh di luar prediksi 🀣
      Kalau aku lihat di Google, bentuknya Rosehip sih mirip buah πŸ˜‚. Bulat-bulat gitu, ya Kak?
      Kalau Rosehip diminum pakai gula, enak nggak?

      Huaaa di Jepang ada teh apa yang terkenal selain greentea/matcha?

      Hapus
  4. Belum pernah nyoba teh bunga-bungaan begini :( eh berarti kalau komposisinya nggak ada bahan dasar daun teh tetep disebut teh, jadinya kata teh itu mengalami pergeseran makna nggak sih?πŸ˜…πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† dipikirin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Endahhh, tapi Kakak suka teh nggak? 😁

      HAHAHAHA pertanyaan Kak Endah bikin aku Googling lho 🀣. Lumayan dapat ilmu baru nih~
      Kalau menurut Wikipedia, istilah "teh" juga merujuk pada buah-buahan, bunga, herbal yang diseduh. Jadi, kayaknya minuman yang diseduh disebut "teh". Berarti makna teh sendiri memang luas dari awalnya 🀣

      Hapus
    2. Suka, tapi suka yang b aja gitu lho Li wkwk, boleh juga ini dicoba teh yang selain pakai daun teh.

      Aku ini tadi juga ngecekπŸ˜† ternyata sebutannya teh herbal, di kbbi sama kamus english-english, kalo nggak baca tulisan ini kayaknya aku juga nggak kepikiran sama makna kata tehπŸ˜‚

      Hapus
    3. Boleh dicoba, Kak. Siapa tahu Kak Endah suka 🀭

      Sampai dicek juga 🀣. Berkat pertanyaan Kak Endah jadi mikir dan dapat insight baru kan kita 🀣. Terima kasih lho, Kak 😘

      Hapus
  5. Gemeessh amat warna tehnya Liaaa πŸ’• Mana nama-namanya pun gemesin, Santai Sore dan Nina Bobo. Buat kado lucu yaaa karena packagingnya pun bagus. Jadi pengin nyoba deeeh...

    Teh bunga-bungaan aku cuma pernah nyobain yang bunga Chrysanthemum waktu business trip ke Guangzhou. Terus doyan jadi beli bunga-bunganya buat diseduh di hotel hahaha. Tapi itu warnanya mirip kayak teh pada umumnya aja siih kuning kecokelatan gitu.. Tapi yang bikin enak tuh tehnya jadi wangi yaaah πŸ’•

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gemesh banget kan, Kak Eya πŸ˜†. Baik nama dan warna tehnya gemesin bangettt! Buat kado juga oke nih karena packagingnya udah maksimal banget 🀭. Semoga Kak Eya suka kalau nanti coba πŸ™ˆ

      Chrysanthenum yang Kak Eya pernah coba masih berbentuk bunga kering, kah? Kalau mamaku biasanya beli yang butiran gitu dan rasanya manis, jadi enak 🀣.
      Iya memang kalau Chrysanthenum warnanya kayak teh biasa, kurang unik kalau dilihat dari segi warna 🀣 tapi rasanya enak, normal gitu nggak aneh-aneh dan benar, lumayan wangiii 😍

      Hapus
  6. Lii, tau nggak sih. Sebelum baca tulisan kamu ini, mendadak pas main Igstory muncul adsnya Chauan Tea ini, aneh banget wkwkwk

    Eniwei, aku tim kopi garis keras nih 🀣 suka teh tapi milktea doang wkwkwk tapi kalau lagi nggak enak badan, teh itu memang membawa kehangatan sih (halah). Campuran teh favorit aku itu pake lemon dan madu, biasanya kalau udah mau flu aku minumin ini besoknya udah segeran hihi

    Kalau teh bunga aku juga idem sama Eya, doyannya cuma teh Chrysanthemums hahaha itu pun kalau lagi makan di resto Chinese food baru minum 🀭

    Cuma si Chauan Tea ini kok murce yak, padahal packagingnya aja oke banget.

    Btw soal refill tea, tau gak sih tiap ke resto kayak yang ada menu teh termasuk Ocha gitu, hal pertama yang kutanyain ke waiternya, "refill nggak?" kalo refill, aku pesan segelas aja untuk berdua sama suami biar hemat wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ohyaaaa? They here us, Ci! They here us! 🀣. Kok bisa ngepas gitu, leh uga wkwkwk

      Hi tim kopi garis keras 🀣. Aku sering banget lihat teman-teman rekomendasiin campuran teh, lemon, dan madu yang katanya bisa meredakan flu. Beneran seampuh itu ya, Ci? Aku belum pernah cobain πŸ˜‚. Kalau teh Chrusanthenum sepertinya teh bunga paling umum di khalayak 🀭 Soalnya paling mudah didapatkan, bahkan di minimarket dekat rumah juga ada 🀣.

      Iya kan Ciii, murah yak πŸ˜‚. Padahal biasanya teh bunga tuh agak mahal sih sepengetahuanku, atau mungkin memang harganya standar segini ya πŸ€”.

      🀣🀣 sama banget kayak aku. Kalau ada yang bisa refill, pasti incarnya yang refill, lalu minum segelas berdua biar hemat 🀣. Tim cuan cuan banget ya 🀣

      Hapus
  7. Oalaaaaaaah, kalau beli teh di cafe itu biasanya free refill ya, Li. Hmmmmm, kayaknya aku mulai oleng, nih. Biasanya kalau beli kopi gak ada free refill nya sih. Kalau ada kan enak, jadi lebih hemat. Muehehehe.🀭

    Ngomong-ngomong aku kebiasaan minum kopi, Li. Di rumah ngopi, kalau ke cafe juga lagi-lagi minum kopi. Tapi ya gitu. Salah satu masalah hidupku ya susah tidur itu. Bisa tidur 4 jam sehari aja Alhamdulillah..

    Kayaknya aku harus mengurangi kebiasaan ngopiku, deh. Diganti sama teh bunga oke juga. Apalagi ada varian Nina Bobo. Siapa tau Manfaatnya bisa berasa di aku.😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha kopi nggak ada yang refill karena kalau bisa refill, yang jualan jadi rugi 🀣 refill kopi sepertinya nggak bisa kalau cuma ditambah air aja seperti teh, kalau bisa, pasti akan tersedia pilihan refill dan akan lebih banyak orang yang pilih minuman kopi secara lebih banyak tim kopi nih daripada teh wkwkwk

      Huaaa Kak Roem sehari bisa minum berapa gelas kopi? Bisa jadi insomnia karena efek kafein. Coba kalau dikurangi, apakah bisa jadi tidur lebih lama? Atau seperti kata Kakak, bisa juga coba teh bunga Nina Bobo ini, siapa tahu manfaatnya lebih terasa untuk Kakak 😁

      Hapus
  8. Kakak peminum teh juga Lia, kalau makan di cafe atau di manapun pasti pesannya teh, jarang bangettt kopi, bisa dihitung jari deh, soalnya kakak nggak begitu bisa minum kopi hahaha. However, selama ini taunya hanya teh manis dan lemon tea plus teh leci, jarang coba-coba teh bunga kayaknya *nggak ingat pernah atau nggak* hahahahaha πŸ˜‚

    Terima kasih racunnya Liaaaaa, akan kakak pertimbangkan untuk beli jika ada varian yang menarik perhatian kakak. By the way, kakak masih penasaran itu bagaimana jadinya rasa teh macam minum minyak angin hahahaha. Kebayang minyak kayu putih jadinya πŸ™ˆ Wk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaaay! Anggota tim teh nambah satu lagi nih 🀭. Kalau gitu, kapan-kapan Kak Eno cobain teh bunga-bungaan, soalnya rasanya lebih beragam dan beberapa ada yang enak wanginya 🀭.

      Jika Kak Eno jadi mencobanya kelak, semoga Kakak suka 😁. Huahahaha minyak kayu putih malah nggak enak kalau diminum, Kak 🀣, lebih enak minyak angin karena minyak angin rasanya lebih mentol dan nggak sepahit minyak kayu putih, Kak 🀣

      Hapus
  9. Meski saya sukanya minum kopi, teh itu cukup dekat dengan saya. Eh lebih tepatnya Orang Rumah yang kebanyajan minum teh. Malah, Bapak yang dulunya minum kopi beralih ke minum teh meski dengan alasan kesehatan. Mama dan Tante juga penikmat Teh. Minun teh biasany pas siang, ditemani pisang goreng panas.

    Saya sendiri sukanya kopi. Sebelum suka kopi, saya minumnya susu ketimbang teh. Makanya, sekarang kalo ke tempat nongkrong sukanya minum Greentea πŸ˜†

    Gara-gara tulisan kak Lia, saya jadi pengen cerita soal teh. Kayaknya akan saya tulis diblog. Terimakasih kak Lia 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wadaww, makan pisang goreng panas ditemani dengan teh hangat sih mantap banget, Hul! Aku kok jadi ngiler ngebayanginnya 🀣. Kalau di sini, biasanya makan pisang goreng panas dan minum teh saat sore-sore jam 4an gitu, Hul.

      Eee, aku juga suka Greentea 😁 yang pakai susu ya, rasanya enak karena manis sih wkwkwk

      Ayo ayo eksekusi idenya, Hul 😁 Ditunggu tulisannya tentang teh ya hahahaha.

      Hapus
    2. Iya, biasanya memang jam segita kak Lia kalau waktu siangnya dipake untuk tidur siang. Tapi sekarang-sekarang ini, Mama dan Tante sudah cukup jarang tidur siang. Jadi minum teh dan makan pisang gorengnya yah jam segitu.

      Iya, teh yang dicampur susu itu. Tiap nongkrong, minuman paling aman adalah itu. Meminimalisir zonk kalo ke tempat nongkrong baru. Ha ha ha.

      Siap kak Jane, idenya sudah saya catat dan akan saya eksekusi. Kebetulan kemarin sudah dapat banyak sub-poinnya 😁

      Hapus
    3. Hahahaha cenderung main aman ya, Hul 🀭

      Ditunggu tulisan eksekusinya ya 😁

      Hapus
  10. waaa.. thank you Lia,
    aku kayaknya bakal beli nih, soalnya setahuku teh bunga itu biasanya malah, nah ini murah, testernya aja cuma 10k, akhirnya aku bisa nyobain teh bunga

    btw, abis minum itu, kamu berbunga-bunga ga hatinya? atau jadi secantik dan seharum bunga? hehehe... kidding, gals

    dan yang paling membuatku tertarik adalah packagingnya, aku suka sama typography sama desainnya yg simpel dan imut.
    btw kalo kemasan produk seperti itu, kamu suka pengen beli lagi kah meskipun rasanya sama aja seperti produk lain yg sejenis?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari dicoba Kak Ady 😁. Testernya aja murah banget harganya, gimana nggak tergiur untuk mencoba ya 🀣

      Btw, abis minum teh bunga ini, hatiku nggak jadi berbunga-bunga nih, kecuali minumnya sambil disamping doi, baru deh bisa berbunga-bunga 🀣. Btw lagi, aku udah dari awal secantik dan seharum bunga 🀣 *puede beratz*

      Samaaa, Kak! Aku juga tertarik melihat kemasannya. Simpel tapi bikin kelihatan wah, ya~
      Kalau kemasannya bagus, meskipun rasanya sama aja dengan produk lain sejenis, biasanya aku cenderung beli lagi 🀣. Kecuali harga produk yang sejenis itu jauh lebih murah, baru beralih deh 🀣. Kalau Kak Ady sendiri, bagaimana?

      Hapus
    2. sebetulnya aku lagi pengen survey soal packaging yang mana termasuk user experience. apakah dengan UX yang berbeda dan menarik itu bisa jadi salahsatu kunci orang untuk balik beli lagi meskipun harganya lebih mahal

      tapi tetep ya kalo sama aja, pasti lirik yg lebih murah.
      hmm... meunarik

      thank you lia, hehe

      Hapus
    3. Hahaha iyaa! Karena untuk sebagian orang, harga murah tetap memiliki daya tarik tersendiri, Kak Ady 🀣.

      Hapus
  11. Liia ini out of topic banget sih tapii, kok aku jadi ngerasa tulisanmu itu imut ya hahahaa dari gaya tulisanmu, serasa baca tulisan adek sendiri. *loh

    Anyway, aku juga penyuka teh dibanding kopi! Walau akhir-akhir ini lebih sering ngopi daripada nyeduh teh wkwk. Oiya soal teh bunga seduh aku belom pernah coba sih Lii, waktu itu aku cuman pernah coba campurin teh seduh biasa pake daun telang (liat dari yutub) dan pake sedikit perasan air lemon. Rasanya enak bangett, walau masih tercium bau bunganya yg agak strong πŸ˜… tapi emang minum teh itu menenangkan ya. Oiya aku penyuka teh tarik nih, Lia suka gak? atau pernah minum?

    Thanks sharingnya ya Liaa, aku jadi menemukan teman sesama penyuka teh,heheheπŸ˜†πŸ˜»

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyiahahaha Kak Reka adalah orang pertama yang bilang tulisanku imut lho 🀣 Biasanya mah aku dibilang pecicilan 🀣. Terima kasih Kak Reka, aku memang imut 😜. Kalau gitu, anggaplah aku adik virtual Kak Reka ahayyyy

      Kak, daun Telang itu nama lainnya Butterfly Pea lho~ warna seduhannya jadi biru-ungu gitu, kan? Dicampur sama lemon apa nggak asam? Wkwk. Sensasinya buat tubuh setelah minum teh sih uenak ya, Kak 😍. Teh tarik aku pernah coba, tapi baru coba sekali itu aja dan udah lupa rasanya 🀣. Nanti kapan-kapan aku cobain lagi ya πŸ™ˆ

      Hihihi sama-sama, Kak! Aku juga senang karena ternyata banyak penyuka teh di sini πŸ™ˆ Aku pikir akan lebih banyak orang yang suka dengan kopi dibanding teh, tapi ternyata hasilnya imbang πŸ™ˆ #soktahu

      Hapus
    2. wkwkwkkkkk :D

      Butterfly pea? aku baru denger niih, tapi setelah kucari tau lagi (barusan) si Telang ini punya banyak nama ya. wah banyak manfaat nya juga Lii, aku tau ini juga dari youtuber luar hehehe. iya warnanya biru keunguan, cantik banget loooh, ngeliatnya aja sudah memunculkan sugesti menyembuhkan :D

      aku memang suka lemon Lii, tapi gak berani juga kalau keseringan hihi, jadi aku masih mencampurkan minuman teh telang lemon pake gula secukupnya.

      Hapus
    3. Iya, namanya banyak, Kak Reka 🀣 tapi yang aku tahu dan pernah dengar adalah telang dan Butterfly Pea aja πŸ˜‚.
      Huahahaha kalau ngomongin sugesti menyembuhkan, kok aku jadi keingat dengan minuman penyegar panas dalam 🀣

      Wahhh, aku nggak kebayang sih minum telang pakai lemon jadi seperti apa πŸ˜‚ soalnya telang yang pernah aku minum aromanya mentol gitu, jadi dibayanganku rasanya lucu kalau dicampur lemon 🀣

      Hapus
  12. Astaganaga saya bacanya cuan tea

    BalasHapus
  13. aku suka tehhhhhh
    kebanyakan cafe di kotaku nggak ada yang aneh aneh Lia, menu teh malah teh biasa, cuman ada beberapa aja waktu itu mungkin di tong tjie, aku lupa

    seandainya ada satu tempat yang kayak model begini, pasti aku cobain semua jenisnya
    sekarang aja aku lebih sering beli teh celup yang ada aroma aromanya gitu, biar ga bosen juga sebenernya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Jakarta ada 1 tempat yang bisa cobain beberapa macam teh, tapi harganya muahal, Kak Inun 🀣. Itu juga tehnya bisa kita beli sendiri sih di luaran, yang merk TWG.

      Teh celup yang beraroma, paling enak yang brand dan aroma apa, Kak?

      Hapus
    2. merk lokal Dandang yang jadul banget ini wanginya enak juga
      beberapa temen kantor aku ada yang sengaja nge-stock di kantor

      Hapus
    3. Kak Inun, aku baru dengar merk ini! Habis ini langsung cari tahu ahh >.<
      Thank you infonya, Kak Inun :D

      Hapus
  14. teh memang bisa bikin badan seger, makanya teh banyak direkomendasikan orang buat yang kurang enak badan. hmm teh namaste, namaste macam pernah dengar tapi lupa di mana

    BalasHapus
  15. aku juga lebih milih teh mbak soalnya GERD-able heheh
    suka banget itu jasmine si soalnya keseringan minum teh di mall
    cuma beberapa waktu terakhir gegara dapat free rosela tea di tempat pijet plus plus jadi malah ketagihan
    suka si sama wanginya
    wah boleh ni dicoba apalagi nanti kalau habis pijat refleksi rasanya minum teh ini adalah pilihan tepat

    makasih rekomendasinya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jasmine enak banget, aku juga suka, Kak Ikrom! Aku suka karena aromanya wangi dan manis, meskipun saat diminum sih tawar juga 🀣 tapi jadi lebih membuat rileks gitu dengan mencium aromanya. Iya nggak sih? 🀣
      Kalau seduhan Rosella sendiri, rasanya asam banget nggak, Kak?

      EALAHHHH, Kak Ikrom beneran itu ke tempat pijet plus plus? 🀣 Plus apa iniii? 🀣

      Hapus
  16. Aku bukan penggemar kopi, teh juga cuma kadang2 doang. Lebih suka boba dg segala variannya walau kandungan gulanya bikin nangis klo diinget2. Hehehe..

    Tp postingan Lia tntang teh bunga ini sukses bikin aku penasaran. Setelah diinget2, kayanya seumur2 aku juga blm pernah minum teh bunga. >.< Trus warnanya super cantiiikk.. Aku juga penasaran nyoba teh tanpa pemanis, penjelasan Lia yng sangat deskriptif bikin aku seolah ikut bisa ngerasain rasa asli tehnya gitu.

    Makasi ya sharingnya Lia ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang minuman boba sulit disaingi, Kak Thessa 🀣. Aku juga kalau udah kena 1x, besok-besoknya kayak nagih gitu, tapi mengingat gulanya yang luar biasa porsinya itu, aku menahan diri 🀣

      Sebenarnya rasa asli dari teh-teh bunga ini sulit diungkapkan dengan kata-kata, Kak 🀣. Jadi nanti kalau Kakak cobain sendiri, pasti kaget karena rasanya mungkin tak sesuai ekspetasi 🀣. Pokoknya meskipun wanginya enak, rasanya tawar deh, lucu gitu pas minum wkwkwkwk. Kapan-kapan cobain ya, Kaaak!

      Hapus
  17. Waaahh enak banget tuh Lia, saya dulu sering liat atasan saya sering ngeteh bunga apa ya yang warnanya merah itu, katanya bagus buat kesehatan.
    Tapi ga pake gula sih, atau kalau mau pake gula batu dikit :D

    Kalau saya penggemar minuman enak sih, biasanya minum kopi sachet wakakakkaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya yang warna merah yang Rosella, Kak Rey. Dengar-dengar katanya bagus untuk kesehatan, tapi agak asam rasanya 🀣.

      Aku kira Kak Rey penggemar minuman enak seperti boba 🀣

      Hapus
    2. Nah iyaaaa, betolll sekali, baru ingat saya, Rosella, itu tuh masih berbentuk kelopak gitu, atasan saya rutin banget minumnya.
      Duh kok jadi kangen atasan yang super baik tersebut, sayang udah meninggal orangnya, padahal paling baik deh

      Hapus
    3. Betull banget, Kak Rey. Rosella biasanya yang masih bentuk kelopak dan warna merah mirip Mawar gitu hihihi.

      Aaah, orang baik selalu dipanggil duluan 😭, sedih yaaa. Aku jadi teringat guruku yang baik juga dan udah dipanggil duluan 😭. Kalau keingat kebaikkan mereka, bikin semakin rindu ya, Kak 😭

      Hapus
  18. Aku akuuuuπŸ–πŸ» Karena teh itu selain bikin tenang, selalu jadi obat buatku kak LiπŸ˜‚ entah itu obat sakit kepala, sakit perut, pasti dikasihnya teh dulu, dan emang efeknya bisa langsung kerasa lebih rileks. Selama ini jarang sih minum teh bunga-bungaan, tapi baca rekomendasi kak Li aku juga jadi tertarik banget. Mana namanya out of the box banget, ada Nina BoboπŸ˜‚ kayaknya aku bakal butuh ini sih, since akhir-akhir ini insom banget, jam tidurku gak bagus. Thx buat sharingnya, kak Li! Ini bermanfaat banget buatku😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeeey! Toss dulu dong, Awl! πŸ™Œ. Aku setuju sama pernyataan Awl, itu juga yang aku rasakan setelah meminum teh, tubuh jadi rileks banget. Kenapa bisa begitu ya? 🀣.
      Hihihi boleh nih dicoba, apalagi yang Nina Bobo, kayaknya cocok dengan situasi Awl. Semoga nanti kalau Awl coba, bisa terasa ya manfaatnya πŸ˜†

      Hapus
  19. Seumur-umur belum pernah nyoba yang namanya teh dari bunga, di rumah selalu ngestok teh-teh "umum" semacam S*****ngi karena rasanya paling cocok di lidah kami sekeluarga. Ditambah lagi saya juga nggak tahu sebelumnya mau beli teh unik-unik begini di mana, ternyata ada juga yang jual... Jadi ngidam nih setelah baca postingan Kak Lia, kepingin nyobain sendiri rasanya bakal kayak gimana ya?

    Betewe samaan nih, Kak Lia! Saya juga bukan penggemar kopi, hehe. Selain pahit, saya juga kurang suka aftertaste-nya, huhuhuhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Eva! Sekali-kali, cobain deh teh lain selain yang "umum" itu, soalnya rasa dan aroma teh banyak sekali untuk dieksplor dan rasanya unik-unik. Setelah udah coba 1 atau 2 varian berbeda, biasanya sih jadi penasaran ingin coba teh-teh lainnya 🀣. Semoga cocok!

      Untuk kopi, aku juga nggak suka πŸ˜‚. Aftertastenya kalau di lidahku sih jadi pahit bangetnget. Kalau menurut Kak Eva gimana? Lalu kepalaku agak cenat-cenut kalau habis minum kopi πŸ˜‚. Entah salah di kopinya atau apa, tapi beberapa kali coba sih begitu πŸ˜‚

      Hapus
  20. Halo mbak Lia si Peri kecil nan imut, aku tidak mual kok baca ini. WOKWKWK.

    Teh bunga yang aku tahu, saat ini adalah teh melati dan teh mawar. Terutama teh melati alias jasmine tea, sering dijumpai di frestea atau minuman kemasan lainnya.
    Kalo teh mawar, sering minumnya kalo aku sedang di rumah budeku. Sebab di pasar masih banyak orang yg jual, jadi tinggal diseduh saja.

    Kalo aku di rumah, minumnya teh Sari Wangi. hiihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukurlah kalau Dodo nggak mual 🀣. Berarti bisa lah ya aku pasang kalimat pembuka seperti ini lagi besok 🀣

      Hahahahah Jasmine memang paling terkenal~ eh, tapi aku malah belum pernah cobain teh mawar lho, Do! Rasanya gimana? Tawar aja atau ada pahit atau asamnya?

      Hapus
  21. Awalnya aku udah nebak kalau warna teh Santai Sore warna pink itu pasti .. dari rosella.
    Lah kan tenan , pas nyekrol ke bawah eh beneran si rosella bahan tehnya 😊.

    Lia, dari teh ywng ada di Jakarta aku tuh paling sering keingetan dan pengin beli lagi tuh .. Liang Teh dari Medan.
    Banyak dijual pakai gerobak di pinggir jalan di daerah Glodog.

    Lia udah pernah nyobain belum ?.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tebakan Kak Him benar! Warna pinknya dari Rosella dan Mawar. Katanya sih asamnya juga dari Rosella, namun karena aku belum pernah minum Rosella, aku kurang tahu pasti apakah rasa asam ini benar dari Rosella atau bukan πŸ˜‚

      Huaaaa itu salah satu teh yang sering aku minum juga, Kak Him 🀭. Meskipun terlampau manis, tapi aku lumayan sering minum 🀣. Btw, Kak Him pernah ke Glodog?! Atau pernah tinggal di daerah sini sebelum ke Jawa? 😱

      Hapus
  22. Cantik banget pinknya! Saya pun pasti tergiur dgn warnanya!*Sesama penggemar pink toss dulu*

    Manfaatnya juga banyak ya.. Yg Nina BoBo apalagi.. Boleh nih diintip2 dulu akun shopee nya. Makasih rekomendasinya Lia

    BalasHapus
    Balasan
    1. YAYY! Ada sesama penggemar pink lagi! Huahaha toss dulu dong, Kak Nisa >.<

      Boleh diintip-intip, barangkali ada yang nyantol di Kakak :p

      Hapus
  23. Liaaa, aku juga sama akan pesen teh kalau di cafe-cafe gitu, eh tapi seringannya sih kaga pesen minum karena uda siap sedia bawa minum sendiri...Maklum aku gemar bawa botol minum sendiri kalau pergi-pergi... Ini antara hemat atau pelit ya πŸ˜† Habis biasanya harga minuman itu suka ga masuk akal πŸ˜…πŸ˜… Bikin dompet kempes aja #ops
    Lagipula, aku lebih suka minum air mineral ketimbang teh apalagi kopi...

    Anyway, makasih rekomendasinya Lia!!! Warnanya cantik yaa, tapi kok si Nina Bobo kaga difoto jugaaa?? ehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaa aku salut sama Ci Frisca! Aku juga udah mulai biasain bawa botol minum kalau berpergian supaya nggak terlalu sering jajan manis-manis dan biar lebih hemat juga 🀣. Duh, kita tim cuan-cuan banget, Ci 🀣. Tapi aku setuju sama Cici, harga minuman itu suka nggak masuk akal, bahkan beberapa harga minuman setara dengan harga makanan. Pedih lihatnya 😭

      Yang Nina Bobo kelupaan di foto, Ci! Wkwkwk. Nanti menyusul deh fotonya kalau ingat 🀣

      Hapus
    2. maklum Li, aku ga gitu suka manis, lebih suka yang asin2 hihihi makanya minuman pun kalo pesen sukanya teh hangat. Ga pake gulaa hehehehe selain harga lebih murah juga sih #eh tapi teuteup lebih baik air mineral dari botol sendiri, hemat #ops

      kalo ngomongin butterfly pea tuh mengingatkanku sama minumannya LARB (resto thailand di PIK, jakarta). Enak banget ituu seger-seger apalagi diminum pas siang hari dan habis makan thai food

      Hapus
    3. Kalau dessert gitu, Ci Frisca suka nggaak? 😁
      Tapi memang ya harga teh tawar dan teh manis, perbedaannya kadang bikin pedih πŸ˜‚. Memang lebih baik (hemat) bawa botol minum sendiri 🀣

      Wahh, kalau di sana malah dibuat versi dingin ya? Menarikk 😍 soalnya aku lebih sering minum versi hangat dibanding dinginnya πŸ˜‚

      Hapus
    4. tergantung dessertnya apa duluuu hahaha tapi most of all sih aku makan-makan aja, tapi kalo dibilang suka...tergantung itu tadi πŸ˜†

      betul betul betul! Mending bawa minum sendiri biar bisa sisihin uang untuk ditabung hehe

      Iya Lia, di LARB versinya dingin! Enak segar dan pas aja habis makan thai food yang pedas-pedas dan gurih, minum es butterfly pea itu hehe

      Hapus
  24. Waah kamu suka teh ya Li? Ntr kalo temenku yg bisnis teh udh mulai aktif lagi jualan, aku kirimin deh. Dia juga jual teh seduh bunga2 gini. Tapi jualannya suka2 aja hahahaha. Kalo lagi mau ... Skr msh tutup :p.

    Aku pribadi LBH suka kopi drpd teh. Cuma bukan berarti ga mau minum. Kalo emang enak, aku juga suka kok.

    Sekali prnh dpt pengalaman minum teh yg berkesan banget, pas di Beijing.

    Jd aku pergi ke Tes house gitu. Trus kami dilayanin Ama 1 yg tugasnya meracik teh2 yg dicoba nanti. Jd selama 1 jam, aku dan suani nyobain banyaaak bgt teh. Dan cara dia meracik aku jd tau ga bisa sembarangan .

    Adalah yg gelasnya diputer berlawanan jarum jam sbnyak brp kali. Ada juga yg air panas dan dinginnya hrs sesuai perbandingan. Ada yg air panasnya hrs berapa derajat supaya aroma dan rasa yg kluar maksimal. Ribeeeeeet intinyaaa

    Yg paking aku suka tm, ga tau namanya apa, tp pas diteguk, hastagaaaah itu rasa nya perpaduan bunga dan buah , wangi banget.semua teh yg disajikan tanpa gula, tp udh enak dan manis. Gilaaa aku sukaaaaaak.

    Aku beliii tehnya, utk bawa ke indo. Tapi Krn salah meracik, rasanya ga enak hahahahahaha. Sebeeeeel aku. Bukannya ga enak bgt sih, tapi ttp ja beda jauh rasanya Ama si tea expert yg bikinin :p.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah teman Kak Fanny buka toko di Tokopedia gitu? Walaupun sedang tutup, aku pengin lihat-lihat kalau bisa. Penasaran πŸ™ˆ

      Pengalaman minum teh di Beijingnya seru banget, Kak 😍. Aku bayanginnya jadi excited sendiri. Kayaknya seru banget lihat orang racik teh seperti itu 😍.
      Apalagi rasa tehnya unik, udah manis tanpa pakai gula? Unik banget!!

      Wkwkwk ternyata trik penyajian yang berbeda juga mempengaruhi rasa ya, aku baru tahu lho πŸ˜‚. Jadiii, apakah teh yang Kakak bawa ke Indonesia udah dihabiskan? Hahahaha

      Hapus
  25. Kalo aku suka minum teh maupun minum kopi mbak, apalagi jika dikasih gratis pasti tambah suka.πŸ˜†

    Unik juga nama tehnya yaitu santai sore, mungkin maksudnya itu buat nyantai pas pulang kerja jadinya cocoknya diminum saat santai.

    Tapi unik juga warnanya pink, soalnya campur bunga bungaan ya jadi warnanya beda dengan teh biasa yang agak coklat.

    Ada lagi teh Nina Bobo, mungkin isi teh nya dicampur dengan obat bius, biar setelah minum terus bobo, pas bangun dompet sama hape sudah hilang.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau dikasih gratis, rasa sukanya jadi bertambah berkali-kali lipat ya, Kak Agus 🀣

      Iya, sepertinya makna dari nama Santai Sore sebagai teman santai sore-sore ditemani pisang goreng, lalu mungkin karena warnanya pink ke merah-merahan mirip suasana langit pas sedang matahari terbenam? #ngarang

      Wkwkwk itu kalau teh Nina Bobo-nya yang kasih maling, benar bisa begitu nasib akhirnya 🀣. Ngakak aku kan baca komentar Kak Agus 🀣

      Hapus
  26. Aku pun suka sekali teh, Lia. Teh bunga, teh buah, teh herbal, semua suka selama itu teh seduh, bukan teh kotakan/botolan wkwk. Aku di rumah juga ada yang temanya for better sleep, waktu itu beli di Cina. Sebenernya gak tau ngaruh apa gak, tapi memang aku suka minum itu malam sebelum tidur dan rasanya menenangkan sekali. Gak secara langsung ngaruh sama tidur, tapi mood yang jadi baik saat minum teh sebelum tidur rasanya bikin tidur lebih baik.

    Kapan-kapan mau coba Chauan Tea ini ah, setelah sekitar 10 box macam teh di rumah habis wakakakak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yey, toss dulu, Kak Justin πŸ™ŒπŸ». Btw, kalau teh kotakan aku suka 🀣 tapi jarang minum sih, tetap lebih suka teh yang diseduh karena aromanya enak banget.
      Benar banget, sehabis minum teh, mood jadi sangat baik. Sensasi yang diberikan mirip seperti habis makan coklat ya 🀭

      Wadawww, Kak Justin ternyata penimbun teh 🀣. Adakah rekomendasi teh bunga yang rasanya unik? Aku ingin coba 😁

      Hapus
  27. Baiklah, wahai Lia sang penyebar racun.

    Jadi, aku mau membuat sebuah pengakuan. ehem. dulu saya maniak kopi, sampe kena asam lambung. trus blas udah, berhenti minum kopi. akhirnya meleng ke teh.

    awalnya terpaksa, tapi sekarang... hm,lumayan doyan juga. kalo ke kafe jadinya suka nyari teh yang aneh-aneh, dan sekarang kayaknya di kota saya juga udah beberapa tea house.

    Nah, saya punya teman yang memang berminat sama tea blending. Dia bahkan ikut kompetisi tea blending coretsupayajadiavatarcoret dan membuat blend tea-nya sendiri. Jadi saya lumayan banyak dikasihtahu sama dia.

    Cuma, yang suka dikasihtahu sama dia itu mahalll... seperti kata Lia wkwkwkw. Nah ini ada yang harganya lumayan, nggak mahal-mahal amat dan kelihatannya patut dicoba nih.

    Simpulannya? mari tandai dulu untuk masuk wishlist. Hihihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Mega! Wadaw, apakah aku sekarang udah layak menyandang gelar penebar racun? 🀣. Semua karena Kak Eno nih 🀣

      Sampai bisa kena asam lambung, kayaknya Kak Mega yang dulu benar-benar maniak kopi nih 🀣

      Kak Mega masih tinggal di Bandung, kah? Di Bandung sekarang udah banyak tea house? Menarik sekali 😍. Apa nama tea house rekomendasi Kakak?

      Teman Kak Mega keren bangettt 🀩. Ternyata nggak cuma kopi aja yang diblend, teh juga bisa ya πŸ˜‚ bahkan sampai ada kompetisinya lho 😱. Jadi, teh seperti apa yang bisa dibilang "enak" menurut teman Kakak?

      Silakan dimasukan ke wishlist, Kak 😝. Semoga kelak saat mencoba teh dari Chauan ini, Kak Mega bisa suka hihihi. Terima kasih udah hadir kembali di sini, I miss you, Kak Mega ❤️

      Hapus
    2. Kalau tea house, di mall Paris van java ada, tapi lupa namanya. nah, satu lagi yang katanya direkomendasikan ada di daerah jalan Banda atau sekitarannya gitu, tapi lupa namanya juga (HEDEHHHH bisa dilihat ku tida bakat menjadi racun)

      nah, kalau aku senengnya di noah's barn karena dekat kantor, dan menyediakan beberapa tea blend yang menarik. Tapi sayang terakhir ke sana kayaknya dikurangi deh jenisnya. Mungkin karena pandemi huhuhu... di kafe lain kayak morning glory juga ada beberapa tea blend, tapi memang bukan menu utama.

      aku sendiri tertarik sama teh karena kadang komposisinya mirip parfum. jadi jelas ku suka teh bunga hahahaha. teh wangi mawar rosella gitu2 seneng. kalau soal rasa sih selama nggak berasa minum minyak kayu putih aja yaaa v

      Ku senang bisa balik ke blogosfer lagi :''( makasih ya sambutannya :''( aimisyutu :((

      Hapus
    3. Wkwkwkwk nggak apa, informasi dari Kak Mega udah cukup berharga. Nanti tinggal searching-searching lebih detil lagi. Terima kasih ya Kak 😘😘

      Cukup banyak tempat teh ya di Bandung! Kalau di daerahku lebih banyak tempat ngopi 😭.

      Beberapa teh ada yang aromanya enak banget sih 😍 meskipun pas diminum ya rasanya tawar aja 🀣 tapi pas cium aromanya jadi pengin minum terusss.
      Wkwkwk teh yang rasanya kayak minum minyak kayu putih itu lucu lho sensasinya, Kak 🀣. Rasanya aneh tapi enak ditenggorokan 🀣

      Aku juga senang melihat kehadiran Kak Mega di dunia blogger 😍. Semoga bisa lebih rajin menulis ya, Kak 😝

      Hapus
  28. Mbak Liaaa.....itu paragraf pertama bukan karena kehabisan ide buat kalimat pertama kan...?hahhahaha

    Temanku kebetulan ada yang jualan teh premium seperti ini. Ada beberapa varian rasa seperti greentea, oolong tea, white tea, dan black tea. Kalau lagi ngumpul sering diracik sama dia. Meskipun dari seduhan yang sama, setiap orang bisa mendapatkan rasa dan after taste dari teh tersebut.
    seperti halnya barista, peracik teh juga ada sekolah dan jenjangnya. Ada ilmunya dan setiap teh membutuhkan perlakuan yang berbeda.

    Oyaa mengenai refill, memang banyak teh yang bisa digunakan sampae 3x seduhan. Yaa tiap seduhan bakal punya rasa yang berbeda. Kalau sedang ngeteh bareng, kami sering sampai seduhan kedua. Tinggal ditambahi air panas.

    Kalau harganya tergantung teh yang digunakan dan berat teh yang dijual.. Jadi murah atau mahalnya tergantung..hahahhaa

    aku suka teh dan kopi. Tapi lebih suka setiap obrolan dalam kegiatan ngeteh dan ngopi. Ngeteh dan ngopi adalah salah satu cara berkomunikasi, termasuk berkomunikasi dengan diri sendiri...hahhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha Kak Rivai kok tahu aja sih? Jangan buka kartu dong 😝

      Wah, terima kasih banyak atas insightnya! Ternyata meracik teh juga ada ilmu hingga jenjangnya seperti barista kopi ya, keren 🀩. Teman Kak Rivai apakah jualan via online untuk tehnya? Atau buka cafe sendiri gitu?

      Kalau Kak Rivai refill sampai 2x, aku bisa sampai 3x kalau sedang ngumpul sama teman πŸ˜‚, tapi 3x juga minumnya ramai-ramai sih hahahaha *nggak mau dituduh maruk* dan aku setuju dengan Kak Rivai, tiap seduhan akan punya rasa yang berbeda. Tentunya semakin banyak direfill, semakin hilang aromanya πŸ˜‚ dan setuju juga bahwa kegiatan ngeteh atau ngopi adalah salah satu cara berkomunikasi, juga dengan diri sendiri hahaha. Ahh, that's why warung kopi nggak pernah sepi pengunjung ya 🀭

      Hapus
  29. oyaa, aku tambahi sekalian.
    Coba mbak lia datang ke rumah teh ndoro donker di daerah karanganyar, di sana bisa menikmati seduhan teh dengan pemandangan kebun teh kemuning.
    teh yang disediakan juga bermacam-macam. Termasuk teh dengan aroma bunga yang mbak lia suka.
    Googlingya aja tempatnya di mana...hahhahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahhh, thank you banget untuk informasi berharganya ini, Kak Rivai πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ».
      Aku otw googling sehabis ini hahahaha. Thank you so much!

      Hapus
  30. Baru tau ada teh warnanya pink dan biru gitu, cantik dan bikin penasaran.

    BalasHapus
  31. teh unik yang pernah kucicipi adalah teh dari daun kopi.. πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Zam, ini unik banget! Aku malah baru dengar πŸ˜‚. Apakah rasanya mirip kopi?

      Hapus
    2. rasanya mirip teh, malah.. ngga berasa kopinya.. cuma katanya kandungan kafeinnya mayan.. nama lain dari teh kopi ini adalah Kawa Daun..

      Hapus
  32. Ihh tehnya lucu banget, baik nama sampw ke kemasan too cute hahaha πŸ˜‚ Aku belum pernah nyoba teh bunga-bungaan kayak gitu Kak Lia!! Eh tapi aku pernah sih beberapa kali minum teh rosella. Itu dah masuk ke teh bunga-bungaan belum ya kak?? Wkakak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Oh ya, sama seperti kata Kak Lia yang kayaknya semua teh sama aja deh manfaatnya, itu bener juga kata aku. Hahahah πŸ˜‚ Yang terpenting adalah bisa bikin rileks. 🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama dan kemasannya lucu banget kan, Syif πŸ˜†. Aku juga tergiur karena lihat dua hal itu #plakk
      Rosella itu termasuk teh bunga 🀭. Itu asam kan?

      Iya kan 🀣 manfaat lainnya kurang berasa alias kurang greget, while sensasi bikin rileksnya itu langsung terasa sesaat setelah minum tehnya~
      Jadi, kalau minum teh, jangan fokus sama manfaatnya, anggap aja itu bonus karena takut kuciwa begitu nggak ngerasain manfaatnya 🀣

      Hapus
  33. Halo Lia, apa kabar?
    Semakin imut aja nih kayaknya.. :D

    Aku anak teh tapi belum pernah minum teh bunga seduh! XD
    Sejauh ini aku explore nya ke teh-teh yang dijual di pasaran sih, mulai dari yang nongkrong di iklan TV sampai yang nggak ada iklannya.
    Paling favorit sih teh 999 atau bandulan. Terus sama juga, kalau beli teh di luar atau lagi di kos, aku nggak pake gula, milih tawar aja. Kalau di rumah, mama suka tambahin perasan lemon, biar seger.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Kak Pipit, kabar baik!! Kak Pipit apa kabarnyaaa? 😁
      Oh tentu saja Lia semakin hari semakin imut 🀣 *pede*

      Wahh, sepertinya boleh nih minta rekomendasi teh lain dari Kak Pipit 🀭. Kakak lebih seringnya coba teh daun gitu ya? Teh 999 yang modelnya daun kering, kah?
      Tim tawar! Aku juga tim teh tawar walaupun kadang kalau lagi ingin, pengin sih yang manis-manis πŸ˜†. Nahhh! Banyak nih yang bilang dicampur perasan lemon jadi enak. Kapan-kapan aku cobain ah πŸ™ˆ Terima kasih atas rekomendasinya, Kak Pipit 😁

      Hapus
  34. waa aku juga suka minum teh. lebih tenang aja minum hot tea.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Ami 😁. Benar banget! Kalau minum teh hangat rasanya rileks banget ya πŸ˜†

      Hapus
  35. Chauan Tea...Ada aku dirumah dan kesukaan ibuku...Katanya biar beda sedikit dari teh2 lainnya..🀣🀣🀣

    Kalau aku nggak suka teh sebenarnya nona Peri.🧚‍♂️🧚‍♂️ Cuma karena ingin langsing sekarang ini hobi minum teh hijau..🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkw teh hijau memang katanya bisa melangsingkan. Kak Satrie udah berasa langsing belum? 😝

      Hapus
  36. sama Li.. saya juga senang Teh. Apalagi kalau yg bisa di refill kaya teh yg ada di D'cost.. wkwkwk

    Udah dengar sih kalau di dunia ini ada teh bunga2an kaya gini Li.. heheh tapi belum pernah nyoba.. Sepertinya yg Nina Bobo patut dicoba.. Soalnya kan salah satu problematika dalam hidup saya yah susah tidur... hehe
    Ntar tak meluncur bebas di shopee Li.. Terimakasih sarannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tunggu.. ini Bayu suka minum teh atau suka karena bisa refill? 🀣. Ngomongin D'cost, aku jadi rindu kangkung blacannya 🀣 laparrr 🀀

      Semoga cocok dengan Bayu! Kalau misalnya setelah minum teh ini masih sulit tidur, nanti aku minta Alexa yang Nina Boboin deh 😝

      Hapus
  37. I get help from Google, I want you to read more easily. I hope you saw what I wrote on my own site. Our topic is tea. I read your articles with the help of translation. Tea has an important place in our country. Is tea important in your country too?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, I read that. Don't worry :D
      Yes, it has. Many people in here like to drink tea at afternoon with some snack like fried banana 😊

      Hapus
    2. Toasted Banana? Are they cooking bananas?

      Hapus