Bareksa.

Sabtu, 20 Februari 2021

*serius mode on* Rocker juga manusiaa~ punya rasa punya hati~ jangan samakan dengan~ pisau belati~ πŸ‘©πŸ»‍🎀🎀🎢 #plakk, itu mah Serius Band keleusss πŸ˜‚ *garing* *kriuk*. Pfft, memang susah sekali kalau Lia ingin serius πŸ˜‚. Tapi, tapi, beneran hari ini aku ingin menulis yang agak serius nih. Hari ini aku ingin meracuni teman-teman dengan aplikasi jual-beli reksa dana yang bernama Bareksa 🀩.

 

 ✨🧚‍♀️🀸🏻‍♀️

 

Dulu, jenis-jenis investasi yang aku ketahui hanya tahapan berjangka, deposito, saham, properti dan emas. Aku nggak tahu ada jenis investasi lain yang lebih cucok daripada itu. Secara kalau properti, pasti belum sanggup. Kalau saham, pemikiranku saat itu, saham hanya untuk trading dan aku takut kalau harus terjun trading, jadi saham-pun tidak masuk dalam pertimbanganku saat itu ❌. Berarti yang tersisa hanya tahapan berjangka, deposito dan emas. Semuanya jenis investasi yang aman dan pasti naik punya, jadi pada awalnya aku memutuskan untuk berinvestasi di ketiganya.

 

Sampai pada suatu hari, ada jendela terbuka dan sinar matahari menembus ke kamarku πŸŒžπŸ’‘ secara nggak sengaja, aku mengenal jenis investasi yang bernama reksa dana yang digadang-gadang presentase kenaikkannya (re: bunga) lebih besar dari deposito πŸ€‘. Orang mana yang nggak tergiur mendengarnya? 🀣 jadi, mulailah aku cari informasi mengenai reksa dana ini, bagaimana cara berinvestasi dan dimana tempat yang cucok untuk berinvestasi yang kemudian semuanya mengarahkanku kepada aplikasi Bareksa 😍.


Review Aplikasi Bareksa
Tampilan awal pada aplikasi Bareksa.













Karena awal mula belajar berinvestasi di reksa dana melalui aplikasi ini, aku jadi terlanjur nyaman dengan aplikasi ini dan sulit untuk pindah ke lain hati, meskipun banyak aplikasi reksadana lain yang bertebaran di luar sana πŸ˜‚. Memang yang pertama sulit tergantikan ya, eaak πŸ€ͺ. 


Yang aku suka dari tampilan Bareksa adalah clean dan simple. Mungkin karena warna dasar aplikasi yang digunakan adalah putih, jadi memberi kesan "bersih". Selain itu, tombol pada tab di bagian bawah juga enak dilihat dan jelas fungsinya, jadi memberikan User Experience yang nyaman 😊.


Oiya, jika teman-teman udah daftar dan berinvestasi di Bareksa, maka pada tampilan awal ketika kalian login akan tertera Total Investasi Reksa Dana kalian, serta Total Imbal Hasil dan Presentase Imbal Hasil yang telah tercapai hingga saat ini.


Produk Reksa Dana di Aplikasi Bareksa
Produk Pasar Uang dan Pendapatan Tetap di Bareksa


Produk Reksa Dana di Aplikasi Bareksa
Produk Campuran dan Saham di Bareksa


Reksa dana sendiri biasanya terbagi menjadi 4 instrumen yaitu Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran dan Reksa Dana Saham. Setiap instrumen memiliki imbal hasil yang berbeda-beda dan periode investasi yang disarankan juga berbeda.
 
Oiya, Reksa Dana Saham dan Saham itu sendiri berbeda yaa. Kalau Reksa Dana Saham itu, dana yang kita investasikan dikelola oleh Manajer Investasi yang biasanya disebar ke beberapa saham berbeda. Sementara untuk yang sering disebut main Saham gitu, dana yang kita investasikan akan langsung masuk ke saham perusahaan yang bersangkutan. Semisal kita berinvestasi Saham di BRI, berarti dana yang kita investasikan secara penuh masuk ke BRI. Lain halnya jika kita berinvestasi lewat Reksa Dana Saham yang biasanya dana kita akan masuk ke nama perusahaan manajer invetasi, baru kemudian oleh sang manajer akan disebar ke beberapa produk saham dan biasanya lebih dari 2 produk saham. Jatuhnya lebih nggak pusing karena udah ada yang bantu mengelola dananya. Sampai sini, paham tidak, anak-anak? πŸ‘©πŸ»‍🏫. 

Hal lainnya yang aku suka dari Bareksa adalah pilihan produk investasinya banyaaak dan setiap instrumen disertakan informasi singkat mengenai tingkat resiko, imbal hasil dan periode investasi yang disarankan. Hal ini sangat amat membantu untuk pemula yang baru ingin belajar reksa dana, yang kadang masih suka tertukar informasi antara satu instrumen dan instrumen lainnya. Nominal pembelian produk reksa dana di Bareksa dimulai dari Rp 100,000,- ajaaa lho. Murah bingits kan? 😍. Pembayarannya juga bisa via OVO dan transfer antar bank. Mudah kan? πŸ˜‰. 

Ketika nanti teman-teman ingin menjual produk reksa dana yang teman-teman miliki, maka dana hasil penjualan akan ditransfer ke rekening teman-teman yang terdaftar dan akan masuk ke rekening dalam waktu 1x24 jam hingga 7x24 jam. Proses penjualannya nggak ribet sama sekali, semua tinggal klak klik klak klik aja dari mulai daftar akun, jual dan beli, bahkan bisa sambil salto 🀸🏻‍♀️ saking mudahnya hahahaha.

Saat awal ketika teman-teman nanti mendaftar, teman-teman akan diminta menjawab beberapa pertanyaan dan kelak hasilnya untuk mengetahui gaya berinvestasi teman-teman, apakah teman-teman termasuk yang tipe berani mengambil resiko besar atau tipe moderat, jadi teman-teman bisa menentukan produk reksa dana mana yang lebih cocok untuk teman-teman 😁. 
 
Investasi zaman sekarang mudah banget yakkk, hanya modal jempol aja (selain uang tentunya 🀣), kita udah langsung bisa berinvestasi ke perusahaan-perusahaan besar juga ternama 😍. Mumpung ada uang, lebih baik diinvestasikan agar dananya bisa berkembang 😁. Namun sebelumnya, pahami dulu setiap jenis investasi yang ada, baru kalian putuskan yang mana yang cocok dengan kalian karena setiap orang mempunyai mental investor yang berbeda-beda.


Yang Aku Suka dari Bareksa :
πŸ’• Tampilan aplikasinya enak dilihat
πŸ’• Pilihan produknya banyak
πŸ’• Nominal pembeliannya kecil
πŸ’• Metode pembayaran beragam
πŸ’• Informasi dan portofolio produknya jelas dan lengkap
πŸ’• Proses jual beli produk sangat mudah


Teman-teman ada yang pakai Bareksa juga?
Faktor apa yang membuat kalian suka dengan suatu aplikasi?
Let me know!

66 komentar

  1. Wah ini aplikasi saingan ini *melihat dengan tatapan antagonis*

    Hahahahahaa... rupanya Lia pengguna Bareksa ya. Dulu pernah mau pakai, tapi tampilan aplikasinya kurang asyik, jadinya saya pakai aplikasi sebelah. Tapi kalau melihat dari screenshot lia, sekarang udah jauh lebih baik keren gitu ya tampilannya... huft sayang aku sudah ada di pelukan aplikasi lain..

    Yang pasti saya seneng sama perkembangan pasar instrumen investasi sekarang. jenisnya banyak dan mudah dicapai juga. apalagi nominalnya bisa mudah banget, hampir sama kayak dua paket mekdi :') makanya nggak ada alasan lagi buat nggak nabung dengan instrumen yang lebih baik.

    Maka sekarang, tinggal mohon diberikan tutorial cara beli reksadana Bareksa sambil salto, karena sudah ada garansinya di artikel di atas iniii πŸ€“

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi Kak Mega pengguna aplikasi tetangga ya? *Mengibarkan bendera perang* 🀣

      Waktu Kakak ingin pakai Bareksa itu sekitar tahun kapan? Tampilan yang ada di screenshot atas itu hasil update terbarunya, Kak. Kemarin-marin masih agak jadul, kalau yang sekarang lebih fresh ya 😍
      Btw, Kak Mega pakai Bibit atau Ajaib?

      Benar banget 😭 semakin mudah untuk menabung jadi enak ya 😭 bahkan buka tabungan ini itu aja sekarang hanya perlu lewat videocall 😭 terus aku jadi ingin Mekdi 😒 kentang goreng 1 yak Kak #lho

      HAHAHAHAH HADUUU AKU JADI INGIN HAPUS KALIMAT ITU SEBELUM DITAGIH SAMA LEBIH BANYAK ORANG 🀣🀣🀣

      Hapus
    2. mekdi kentang goreng enak li... micin selalu terdepan (GA GINI YA)

      Aku pakai Bibit. Waktu itu mulai nyari2 sekitar awal 2019. Masih tampilan lama yaaa kayaknya.

      Sebelum pakai Bibit, aku pakai aplikasi tetangga (tidak akan menyebut merek) sejak 2015-ish? tapi tampilannya clunky banget. Samaaa, aplikasi webnya juga keknya baru diperbaiki baru2 ini.

      sepertinya bibit yg waktu itu muncul dengan UI refreshing menginspirasi aplikasi2 lainnya buat makeover juga.

      tapi, memang sih, kalau mau pilihan reksadananya banyak, mending pakai aplikasi yang bukan bibit aja. soalnya bibit terbatas banget seleksinya 🀣

      Hapus
    3. HAHAHHA setuju bingitssss! Justru beli kentang Mekdi karena ingin micinnya jadi kalau lagi nggak asin, aku malah sedih 🀧

      Sepertinya memang kedatangan Bibit menumbuhkan hal-hal baru dikalangan aplikasi sejenis 🀭 jadi banyak yang makeover karena takut kalah saing juga kali πŸ˜‚

      Aku pikir aku aja yang ngerasa gitu πŸ˜‚ rasanya pas buka Bibit, kok pilihan reksa dana-nya sedikit, apa aku yang salah setting apa begimana, gitu pikirku 🀣

      Hapus
    4. Hayoook mbak Mega dan mbak Lia. Segera gelud. Aku suka keributan, aku tidak suka kedamaian πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜Š

      Hapus
    5. Aduh jadi penasaran aplikasi apa yang dipakai kak Mega sebelum bibit hihihi

      LIA AYO TUTORIAL SALTONYA!! 🀣🀣🀣

      Hapus
    6. Huahahaha ini kenapa malah request pergeludan dan salto 🀣
      Kak Mega, tolong bantuin aku!! 🀣

      Hapus
  2. Ini aplikasi pertama saya.. ehh nggk dink.. aplikasi pertama reksadana itu di Bukalapak yg bekerjasama dengan bareksa.. setelah kenal apa dan bagaimana reksadana baru pindah ke aplikasi bareksa...

    Terus selang beberapa waktu..

    Pindah ke Bibit.. I dont know why... 🀣🀣 yg jelas reksadana di bareksa tak jual. Terus tak bagi2 ke jenis reksadana lain sesuai tujuan di bibit. Mungkin karena emnk ada niatan buat ngebagi karena saat itu di bareksa hanya ikut satu RDPU.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oiyaaa, dulu reksa dana pertamakali hadirnya di marketplace ya. Aku juga pertamaa lihat Bareksa di Tokped πŸ˜‚ lalu baru kemudian tahu bahwa Bareksa punya aplikasinya sendiri.

      Hahaha pindah ke Bibit karena tergiur dengan roboadvisornya, kah? πŸ™ˆ

      Hapus
    2. Iyahh itu salah satunya sama fitur ahli warisnya juga sih... tapi belum tau kalau bareksa ada juga atau nggk..

      Hapus
    3. Wah~ nanti coba aku eksplor. Aku juga kurang tahu akan hal ini 🀣

      Hapus
  3. Wah menarik ya Lia.. Memang skrng buat invstasi semuadah itu ya. tinggal klik klik di hp langsung jadi deh akun reksadananya. Tinggal pilih2 deh mau investasi di reksadana yg mana, disesuaikan dg tingka risiko yg dipengenin. Bayar pun jg tinggal klak klik di hp transfer atau pake ewallet.

    Klo Aku blm pernh nih nyoba Bareksa, masih nyoba yg sebelah yg depannya B juga. Hehehhe.. Tp klo dr penjelasan Lia tampaknya menarik yaaa.. 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa mudah banget kan, Kak Thessa? Bahkan semua bisa dilakukan sambil tiduran asal ada uangnya πŸ€ͺ

      Hihihi Kak Thessa sedang pakai tetangga sebelah ya πŸ™ˆ. Sepertinya memang lebih banyak yang pakai aplikasi itu deh sekarang karena tampilannya lebih modern duluan dibanding Bareksa πŸ˜‚

      Hapus
  4. Tertarik juga dengan reksanada eh Reksadana karena imbal baliknya gede ya. Memang kalo yang gede gede mah orang pada suka, asal jangan hutang yang gede.πŸ˜‚

    Tampilan aplikasinya bagus ya, tapi sayangnya aku belum instal. Memang investasi awalnya kecil sih cuma 100 ribu, tapi kalo cuma 100k sepertinya imbal baliknya kecil ya kecuali kalo $ 100k, itu pasti gede.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cieee siapa itu reksanada? Salah satu nama mantan Kak Agus kah? πŸ€ͺ
      Iyaaaa betul! Asal jangan pakai uang pinjaman untuk modal reksadana ya πŸ˜‚

      Hahaha iya sih, Kak πŸ˜‚ tapi kalau menabung 100rb setiap bulan, hasilnya lumayan di akhir tahun 😁. Kalau punya $100k, imbal baliknya mah bikin ingin pensiun dini πŸ€ͺ

      Hapus
    2. Eh ternyata salah baca, harusnya Bareksa kok malah Reksadana, kenapa bisa begitu ya.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Iya sih kalo rutin nabung 100k tiap bulan hasilnya memang bagus, tapi sayangnya kadang tidak konsisten, bulan kesatu kedua dan ketiga nabung, bulan keempat absen, bulan kelima nabung lagi, keenam absen. Soalnya kadang ada duit kadang ngga, nanti giliran lebaran uangnya diambil semua buat oleh-oleh.πŸ˜‚

      Hapus
    3. Hahahha sama aja kok, Kak Agus 😁. Reksa dana itu nama produknya, sementara Bareksa adalah nama aplikasinya 😁

      WKWKWKW berdasarkan kejadian nyata banget, ya? 🀣. Nah, kalau diinvetasikan dari sekarang meskipun bolong-bolong, nanti sewaktu lebaran maka uang Kakak akan bertambah. nambah 50-100rb kan lumayan 🀭

      Hapus
    4. Ngga berdasarkan kejadian nyata sih, itu cuma karangan saja, aku belum pernah nabung di Reksadana, nabung nya di bank doang padahal tiap bulan selalu kena pajak. Nabung dua juta malah kena potongan 12 ribu.bukannya untung malah kurang.πŸ˜‚

      Hapus
    5. Kena potongannya tiap bulan pula ya, Kak πŸ˜‚
      Kapan-kapan cobain nabungnya di reksa dana ya, Kak Agus 😁

      Hapus
  5. setujuuu, sekarang kalau mau investasi udah banyak jalannya, pake hape udah bisa, tinggal klak klik aja, beressss
    mau cari info tinggal buka internet, googling atau youtube-an. kalau masih susah dipahami, masih bisa nanya ke temen yang expert lagi.

    bareksa belum aku coba Li, masih pake yang brand tetangga itu hehe.
    iklan bareksa ini sering muncul juga di timeline aku, temen temen juga sering share ini.tapi belum aku cari tau lebih banyak lagi soal bareksa ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget~ sekarang ilmu bertebaran dimana-mana, tinggal kita aja yang pilih mau pakai jaring apa untuk menangkapnya 🀭

      Hihihi kalau udah pakai satu app, pasti susah pindah ke lain hati, Kak Inun 🀣 jadi aku maklum 🀭

      Hapus
    2. aku mau utak atik juga nih si bareksa. leh ugha

      Hapus
  6. Kekurangannya apa dong sekalian, mbak Lia...#suaralebihantagonis

    Jadi nggak pakai banyak aplikasi investasi ya? Hanya Bareksakah.
    Saya kira mbak Lia punya dimana-mana karena super apdet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Pheb, dari kemarin aku mikirin kekurangannya apa tapi nggak kepikiran euy. Apakah karena aku terlalu bias? 🀣 #plakk

      Sebenarnya aku udah coba ini itu juga πŸ€ͺ cuma setelah coba beberapa lama, tetap balik lagi ke Bareksa karena udah nyaman di sana πŸ™ˆ

      Hapus
  7. baru beberapa hari lalu aku mulai buka reksadana. Ga pakai bareksa sih. Sempat tertolak karena NIK tidak terlihat. NIK di ktp memang tidak jelas, dan seringnya tertolak kalau ada daftar online macam gini. Akhirnya memasukkan NIK secara manual ke cs dan akhirnya disetujui...hahhahaha

    mohon bimbingannya yaa Kak Lia. Biar semakin banyak menghasilkan cuan...hahhahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha di Bareksa memang agak ketat, Kak Rivai. Tandatangan beda dikit dengan yang di KTP aja, langsung ditolak πŸ˜‚
      Paling susah kalau NIK buram ya, mau apply online sering kena decline ya πŸ˜‚

      Huahahaha aku mah ilmunya masih cetek, Kak 🀣 kalau mau belajar harus colek Kak Eno πŸ™ˆ

      Hapus
  8. Wuidih akhirnya keluar ugha post Bareksa, kakak sempat bilang ke mba Phebie waktu komen di post reksadana kakak kalau Lia dulu pernah bahas Bareksa, ternyata kakak salah, ya? Ahuahahahaha πŸ˜‚ Jadi dulu yang Lia bahas apa, seingat kakak bahas reksadana. Atau pengalamannya saja, kah? πŸ˜† Wk.

    Jangan-jangan kakak mimpi blogwalk ke blog Lia, padahal Lia nggak pernah bahas Bareksa sebelumnya? 😱 TIDAAAAKKKKK ~ *zoom in zoom out* *mulai drama* πŸ€ͺ Eniho, ini kali pertama kakak lihat isi dalam aplikasi Bareksa, ternyata lebih colorful, Liiii 😍 Suka tone ijonya, agak-agak lumut, jadi salfok πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayooo, apakah Kak Eno mimpi? πŸ€ͺ Nggak deng. Kakak benar kok~ wkwkwk. Waktu itu aku bahas pengalaman reksa dana-nya dan sempat mention aplikasi Bareksa ini, tapi belum pernah menulis review tentang aplikasinya.
      Kak Eno habis salah makan apa semalam? Apa karena terlalu lama kena terik matahari di Africa ya? 🀣🀣🀣🀣🀣
      Wkwkwk lebih earth tone gitu warnanya ya, Kak 😝.

      Hapus
  9. ALhamdulillah akhirnya tau itu bedanya dunia pe-reksadana-an, sampai saat ini belum ada aplikasi reksadana yang pernah saya coba..

    jadi asli kudetnya :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Andie 😁. Ayo dicoba salah satu aplikasi reksa dana, Kaaak hahaha. Semakin cepat menabung, semakin banyak imbal hasil yang bisa didapatkan *udah macam sales*

      Hapus
    2. Masih awam, perlu banyak belajar dulu :))

      Hapus
  10. makin ke sini, berinvestasi dalam bentuk reksa dana dan saham juga makin gampang, yak!

    BalasHapus
  11. Kaaa pas mau jual reksa dana itu apakah ada biaya pemotongan ? Kan di reksa dana itu yang mengelola adalah manajer investasinya.

    Oiyaa terkait investasi saham yang disebutkan diatas dengan main saham itu sepertinya sesuatu yang berbeda. Sangat berbahaya jika investasi saham dilakukan dengan cara "main saham".

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Andrie, sepengalamanku nggak ada biaya pemotongan kecuali saat ditransfer ke rekening Kakak, rekening yang Kakak gunakan itu berbeda dengan rekening sumber uang jadi kena biaya transfer sekitar 6500-an gitu. Sisanya nggaaak~

      Ah iya, benar banget. Kalau main saham memang berbahaya sekali, memang hasilnya menggiurkan tapi sangat tidak disarankan karena resikonya juga besar banget πŸ˜‚

      Hapus
    2. Oalahhh kirain si manajernya itu dapat hasil berapa % gitu dari hasil investasi yang kita percayakan ke dia.. Sungguh dermawan mas manajer investasinya ini...

      Hapus
  12. Aku sering denger nih tentang Bareksa, tapi belum pake. Untuk urusan reksadana aku pake produknya Manulife yang disebut Mami. Nggak pake app tapi pake web.
    Sebenernya awal tahun kemarin ada rencana untuk nabung lewat Ipotpay. Bukan yang saham, tapi tabungan yang diikutkan ke reksadana, dan bisa diambil sewaktu-waktu. Berhubung ribet di aktivasi akun Ipotpay, aku diemin deh itu akun.
    Sekarang malah lagi asyik investasi skill, ada kursus online berbayar yang lumayan nguras tabungan juga. Tapi aku pikir untuk investasi, dan berhubung berbayar, mau nggak mau aku harus kembangkan.

    Semoga Lia dan investasinya berkembang sesuai harapan yak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oiyaa, kayaknya aku pernah baca soal produk Manulife ini di blog Kak Dini waktu itu πŸ™ˆ
      Ipotpay ini baru aku dengar. Berbasis aplikasi kah? Nanti aku coba kepo-kepo ahhh.
      Mengembangkan skill juga salah satu bentuk investasi jangka panjang 😍 Kak Dini keren banget masih ada keinginan untuk belajar dan mengembangkan skill! 😍 Btw sedang belajar apa saat ini, Kak? Hihihi.
      Amiinnn~ doa yang sama untuk Kak Dini yaa 😘

      Hapus
  13. Boleh dicoba juga nih Kak.
    Daripada uang gajinya cuma buat jajan doang, mending inves buat masa depan.

    BalasHapus
  14. Akuuuuu!!! Team Bareksa wkwkwkwk. Alasannya karena dulu pakai Bib*t tapi crash terus di hpπŸ˜‚ Lama-lama ngerasain juga manfaat-manfaat lain seperti yang kamu tulis itu Li, persis. Makanya sampai sekarang masih setia sama Bareksa~~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yihawww!!~ Akhirnya ada teman di tim Bareksa juga 😭. Toss dulu dong Kak Endah! Huhuhu senangnya ada teman seperjuangan wkwkwk #lebay
      Memang kalau udah nyaman, sulit untuk berpindah ke lain hati ya 🀭
      Kayaknya Kak Endah tipe orang yang setia nih. Sama aplikasi aja setia, apalagi sama pasangan? Eaaak 😝 *promosi terselubung*

      Hapus
  15. Wah keren lia juga investasi. Tapi sayangnya beda server, aku tim Bibit. Karena dari dulu pertama kali tahu tentang investasi reksadana, ya dari Bibit. Jadi gabisa ke lain hati lagi. HAHAHA.

    Tapi emang sih dari kalau di lihat-lihat user interface di aplikasi Bareksa lebih bagus daripada Bibit yang agak monoton dengan warna hijau putihnya. Tapi, gak masalah seberapa banyak perbedaannya. Yang penting mah cuannya wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. WKWKWK begitulah kalau udah nyaman~ nggak akan ditengok aplikasi lain kalau udah nyaman mah ya 🀣

      UI Bareksa ini terbilang baru, Kak Nanda~ jauh lebih fresh dibanding versi lamanya hahaha. Kalau dibanding Bibit, nggak berani bandingin ah 🀣 *main aman*
      Betollll itu! Wkwkwk mau pakai aplikasi apa aja, yang penting cuannya kok 🀣

      Hapus
  16. Menarik nih mbak Lia.. aku belum pernah menggunakan aplikasi seperti ini, apalagi bermain investasi dan saham online. Tapi jadi tertarik sih dengan dunia investasi yang lumayan untuk menambah tabungan hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Aqma, mumpung masih muda, hayuk belajar investasi 😁 lumayan lho cuannya dibanding hanya ngendog di rekening, yang ada malah habis dimakan biaya admin 🀣

      Hapus
  17. Aku sekarang pakai bibit karena racun kak Eno hihih awalnya di Tokped, tapi cuma ada dua pilihan doang kan di sana, jadi pindah aja deh ke bibit biar punya banyak pilihan hihihi

    Wah Lia ceritanya lagi riset pasar kah untuk bikin UI UX? hihihi ato jangan-jangan Lia memang di bidang UI UX?
    Aku sendiri sih suka aplikasi yang memudahkan pengguna untuk pakai tanpa perlu liat tutorialnya HAHAH soalnya tipe yang males baca tutorial nih 🀣🀣🀣
    Jadi arahannya tuh bener-bener pas lagi pakai, bukan baca tutorial tersendiri dulu baru bisa pakai hueheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mbak Lia, senang bisa tau gimana dalemannya Bareksa dan dapat ulasan lebih detil tentang aplikasi ini dari penggunanya langsung. Karena temen SMA saya juga pernah bilang bahwa dia pakai Bareksa dan varian sahamnya banyak di sana. Mana di sempat beli ORI17 di Bareksa, juga. Kalau di Bibit kan nggak ada obligasi negara gitu.

      Ahahaha sama seperti mbak Friska, saya juga tim Bibit karena racun mbak Creameno nih.
      Dari awal daftar bibit ya alurnya mengalir aja sambil belajar sambil praktek. Padahal saya udah sempet belajar juga teori tentang reksa dana dari forum Mommies Daily dan The Urban Mama udah lama banget, tapi baru praktek pas dikenalin Bibit.

      Macam gayung bersambut :D

      Hapus
    2. @Ci Frisca: yang di Tokped itu kalau nggak salah kerjasama dengan Bareksa juga deh, Ci 🀭. Tapi akhirnya pindah karena racun Kak Eno ya 🀣. Kak Eno udah cocok jadi BA Bibit nih 🀭

      Wkwk bukan~ aku bukan dua-duanya, hanya iseng bertanya aja. Btw, aku juga paling malas baca tutorial, even saat main game πŸ˜‚ terus biasanya suka dimarahi Prikitiew karena kalau lagi main nggak ngerti apa-apa gara-gara nge-skip tutorial 🀣. Kayaknya Ci Frisca tipe kinestethik nih cara belajarnya, sama kayak aku 🀭

      Hapus
    3. @Kak Intan: Hi, Kak Intan 😁 memang di Bareksa ini pilihannya jauh lebih banyak dari Bibit. Aku pernah pakai Bibit juga kemarin itu, tapi balik ke Bareksa lagi pada akhirnya 🀣

      Lebih cepat paham kalau langsung praktik ya, Kak 🀭. Akupun begitu, baru paham pas praktik sendiri setelah sebelumnya nonton video Prita Ghozie πŸ˜†. Salam cuan-cuan, Kak Intan 🀭 semangat berinvestasi!

      Hapus
    4. Iya betul di tokped itu gandeng bareksa
      Tapi produknya yg pasar uang, cuma 2 pulak
      Abis untung seiprit, kutarik aja masukin ke bibit hehe

      Iya kak Eno cocok tuh jadi sales bibit hihi

      Oooh emg iseng nanya, kirain lagi riset pasar hahaha
      Iya aku tipr kinestetik. Kalo ga praktek langsung, susah nyerapnya gahaha

      Hapus
  18. bareksa ini dar der dor ya mbak lia
    bisa jadi opsi dalam berinvestasi
    bener memutuskan berinvestasi setelah memahami dengan benar produk investasi adalah kunci
    dan menurutku bareksa ini mudah dipahami bagi pemula

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget, Kak Ikrom 😁
      Yang penting kalau mau terjun ke sesuatu, harus paham betul seluk beluknya jadi lebih aman 🀭

      Hapus
  19. Akhir 2020 kemarin, aku jual salah 1 sahamku (anjay, gaya bat wkwk) setelah harganya naik gila2an karena berita vaksin dan aku berpikir aku tdk kuat kl harus kepikiran harganya wkwkwkw. Akhirnya banting setir ke reksadana (dulu cuma punya 1 tok) alesannya simpel karena aku termasuk org yg agak lelah utk update trs ttg harga saham

    Aku juga suka sih pakai bareksa, tapi sekedar liat info reksadana yg mau dibeli. Gara2 pakenya simpel dan tampilannya rapi wkwkw (gini amat pilih platform, tapi ya gimana lagi 🀣) dan fitur favorit (so far) adalah filter (mempermudah hidup 🀣)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok harga saham naik tapi malah jadi stress, Intan? Bukannya malah bagus? Wkwk. Karena takut drop lagi kah? Tapi kalau lagi tinggi terus dijual, keputusan yang tepat sih 🀭. Reksa dana lebih santai mainnya, juga itu pasti naik punya kalau untuk Pasar Uang, jadi lebih tenang 🀭

      Wah benar banget! Aku suka kesal kalau ada aplikasi yang nggak sediain fitur filter sama sort πŸ˜‚ please, itu 2 fitur yang harus ada di setiap aplikasi 🀣

      Hapus
  20. Tertarik dengan informasi ini...
    sementara saya pantau :)

    oh iya, lam kenal kakakkkkk :)

    BalasHapus
  21. Sebentar-bentar, bentar Kak Lia! Aku tarik nafas dulu, tahan, buang, hhuuuhhh.... Ini kayaknya kali pertama aku baca artikel investasi dengan gaya yang super ringan dan mudah dicerna. Honestly Kak Lia, aku nggak tahu apa-apa tentang investasi. Suka nglihat gitu iklan di youtube tapi mah nggak ngeh-ngeh juga! Mungkin setelah ini aku bakal cari tahu lebih dalam lagi tentang investasi. Aku juga nggak menolak loh, kalau Kak Lia bakal bikin artikel lanjutan tentang investasi ini. Hahahhaa.. Thank you so much Kak Lia!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syifa, kamu maniessss banget ihhh πŸ˜† aku kan jadi malu baca komentar kamu 😳
      Anyway, menurutku semakin muda kita berinvestasi, semakin bagus, jadi aku senang kalau Syifa akhirnya bisa beneran terjun ke dunia investasi 😁. Untuk artikel lanjutan tentang investasi, nanti aku pikirkan dulu soalnya aku juga nggak mahir banget, semua berdasarkan ke-sotoy-an aja 🀣. Semoga Syifa bisa segera terjun ke dunia investasi 😁 lumayan untuk modal renov rumah di Mars nantinya 🀭

      Hapus
  22. Tere Liyaaa... maaf dari kemarin aku pengen komen tapi bacanya ga tamat-tamat, kyknya akub belum dapet ketertarikan sama reksa dana kali ya, tapi aku udah tahu harus baca kemana kalo suatu waktu di masa depan tiba-tiba interest sama yang beginian, karena who knows kan yaa...

    hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Ady, aku ngakak sih dipanggil TereLiyaa 🀣🀣 Kakak nemu aja ih panggilan begini wkwkwk
      Anyway, nggak masalah kalau sekarang belum tertarik perihal dunia investasi, berarti memang belum waktunya Kak Ady 🀭
      Siapa tahu nanti kedepannya bisa jadi tertarik kan. Aku yakin saat Kakak nanti kecemplung di dunia investasi, nggak akan nyesel deh 🀭

      Hapus
  23. Pas msh kerja di bank, aku investnya di Reksadana, tp belinya ya dr bank tempat aku kerja. Krn fee utk staff dapet diskon LBH murah :D.

    Tapi setelah tau ttg saham, dan belajar di saham, aku ga tertarik lagi Li invest di Reksadana. Krn return yg jelas LBH kecil :D. Aku pikir, toh skr aku udh resign, waktunya banyaaak banget utk bisa belajar dan pantau saham trus2an. Makanya aku fokus di saham sih skr. Tapi ttp dooong diversifikasi pentiiing yaaak ;).. aku tetep simpen logam mulia dan msh rutin beli, juga invest di P2P lending. :D. So far ini aja sih. Aku ga invest di bitcoin Krn fundamental ga jelas, ga bisa dianalis jugaa 🀣🀣. Deposito mah dr dulu aku ga tertarik, secara itu bunga kecil beuuut . Mending aku puter di bisnis duitnya :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bitcoin itu mirip judi sih ya, Kak 🀣. Nggak jelas fundamentalnya apa dan pergerakannya benar-benar random banget. Butuh hoki juga sih, mirip judi deh jatuhnya cuma bedanya ini legal aja πŸ˜‚
      Anyway, kalau P2P lending sama saham tuh returnnya lebih oke mana, Kak Fanny? Terus P2P lending butuh analisis dalam kayak saham nggak? Aku sering denger P2P lending tapi nggak terlalu ngerti sama sistematikanya πŸ˜‚

      Emang ya kalau udah tahu ada return yang lebih besar mah, reksa dana jadi nggak ada rasanya 🀣 apalagi deposito, lebih lebih nggak berasa 🀣

      Hapus
  24. Diriku pikir tadi akan bercerita tentang kopi dong eh itu barista ya? wakakakaka
    Tapi setelah baca isinya, jadi semacam dikasih materi ulangan hahaha.

    Waktu tahun 2018 - 2019, saya pernah ikutan event bersambung dari Manulife, jadi selama 4 kali pertemuan, kami dikasih materi tentang reksa dana.

    To be honnest, saya tuh paling susaaaahhh mudeng ama hal-hal berbau investasi dan keuangan, tapi karena 4 kali ikutan itu, udah ada bayangan, meski tetep nggak investasi juga (kagak ada duitnya, wakakakakaka)

    Tapi diriku baru ingat, tadi sore dikirimin email dong dari manulife, saya belum baca keseluruhan, tapi kayaknya membicarakan tentang aplikasi.

    Jujur saya baru ngeh dengan aplikasi bareksa ini, biarpun sering dengar bareksa dan barista :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha Kak Rey, itu mah barista, beda cerita tapi emang agak mirip pelafalannya ya 🀣

      Oiyaa, Manulife ada juga reksa dana-nya. Ada websitenya juga kalau nggak salah, eh bahkan udah ada aplikasinya juga ya sekarang? Gercep juga dia 🀭

      Kak Rey, diriku juga susah banget ngerti tapi setelah nonton beberapa video jadi tergiur dan akhirnya ngerti saat nyemplung sendiri πŸ˜‚. Semoga nanti Kak Rey bisa praktik langsung sendiri 😁. Coba dari 100rb dulu juga bisa lho Kak~

      Hapus
  25. wah unik banget namanya bareksa
    tadi di awal aku kira lia mau nulis soal sesuatu yang berbau historis XD
    soalnya kan lia sering ngasih judul yang unik unik gituuu πŸ˜™

    BalasHapus