Postcrossing.

Selasa, 09 Februari 2021


Who doesn't love handwriting card? Bagi yang nggak suka, silakan jalan jongkok keliling lapangan 10x dulu sebelum baca tulisan ini πŸ€ͺ. Emang Adik Peri ((ADIK PERI 🀣))  suka dengan handwriting card? Ohhh tentu saja! Aku sangat amat suka menerima dan menulis handwring card, hiyaaa πŸ˜†.

✨🧚🏻‍♀️🀸🏻‍♀️

Aku jadi ingat awal mula aku suka menerima handwriting card (kartu ucapan) ini karena Kakak sepupuku yang perempuan, yang aku panggil Cici (sebutan untuk Kakak perempuan). Saat aku masih duduk dibangku SD, Cici suka memberi kartu ucapan yang ditulisnya sendiri untukku saat ulang tahun, saat hari Natal dan juga tahun baru πŸ™ˆ. Biasanya kartu ini akan Cici berikan langsung untukku dan baru akan aku baca saat ada di rumah soalnya kalau dibaca langsung, Cici malu wkwk 🀣. Tulisan Cici begitu hangattt~ that's why aku sangat adore Cici dan selalu suka saat diberi kartu ucapan olehnya πŸ™ˆ. Kartu-kartu ucapan tersebut masih ada yang aku simpan sampai hari ini πŸ˜†.

Ternyata kebiasaan menyimpan kartu ucapan ini terus berlangsung hingga sekarang. Setiap mendapat kartu ucapan yang ditulis langsung oleh pengirim, rasanya senangggg banget kayak habis menang lotre gitu 🀣 *lebay* Wkwk. Setiap kartu ucapan yang pernah aku terima, selalu aku simpan dengan baik, meskipun ada beberapa yang udah aku sortir dan singkirkan karena setelah aku lihat kembali, isinya cuma ucapan selamat ulang tahun tanpa embel-embel πŸ˜‚. Disortir agar yang baru bisa dapat tempat yang layak di tempat penyimpanannku hiyaa πŸ™ˆ.

Beberapa tahun lalu, tanteku yang ada di luar negeri sempat mengirimkan kartu ucapan lewat pos. Ternyata sensasi menerima kartu ucapan lewat pos itu 2x lipat lebih menyenangkan lho 🀣. Pertama, karena nggak tahu kapan akan sampai, tiba-tiba ada surat untukku di teras rumah hiyaaa πŸ˜†. Kedua, bisa lihat prangko-prangko lucu yang ditempel di sudut amplop πŸ˜†. Aku sukaaaak banget sama prangko, apalagi kalau desainnya gemes 🀣. Dulu sampai pernah kumpulin beberapa lembar prangko untuk koleksi 🀣, tapi sekarang udah entah ada dimana, karena lupa simpan dimana #plakk. Ketiga, tentunya isi suratnya sendiri yang membawa kebahagiaan dan kehangatan ketika dibaca πŸ₯Ί.

🧚🏻‍♀️

Siapa yang bingung kok judul sama isinya nggak ada hubungan? 🀣 Eits, tenang dulu, aku belum selesai 😝.

Terinspirasi dari ide Kak Rivai yang suka berkode-ria mengajak ingin tukar postcard di kolom komentar Kak Eno 🀣, aku mengajak Kak Rivai untuk merealisasikan kegiatan ini, yaitu kegiatan Postcrossing alias tukar-menukar kartu pos atau sejenisnya gitu deh wkwk.

Jadi, aku ingin mengajak teman-teman bloggers untuk ikut serta dalam kegiatan ini, saling bertukar kartu pos yang ditulis tangan sendiri gitu πŸ™ˆ. Tujuannya untuk senang-senang aja dan kenang-kenangan maniezzz tentunya eaaak 🀣 karena aku yakin, pasti banyak juga teman-teman yang suka sekali menerima handwriting card seperti diriku *Pede banget 🀣*.

Bagaimana cara ikut sertanya? Teman-teman hanya perlu mengisi data di formulir (link-nya ada di akhir tulisan) dan kemudian mengirimkan kartu pos kepada teman-teman lainnya yang ikut serta. Kartu pos-nya sendiri bisa dibeli di kantor pos/online shop/hasil print sendiri, bebassss 😁. Yang jelas, pengirimannya harus lewat kantor pos yang pakai prangko biar kesan gregetnya dapet gitu #halah πŸ˜‚. Untuk teman-teman yang ingin ikut serta, harus diketahui bahwa alamat penerimaan yang teman-teman tulis di formulir akan diinfokan ke teman-teman lainnya yang ikut, jadi jika kalian kurang nyaman memberi info alamat rumah, bisa juga menyertakan alamat penerimaan lain yang penting diharapkan bisa sampai ke tangan kalian dengan baik.

Link formulir akan aku buka sampai 1 minggu dari tanggal tulisan ini dipublish, yaitu 16 Februari dan untuk detil lebih lanjut akan aku tuliskan via email untuk teman-teman yang nanti akan ikut serta 😁. Sejujurnya, aku nggak yakin akan ada banyak teman yang ingin ikutan kegiatan ini πŸ˜‚, tapi jika berujung hanya ada 1-2 orang yang ikutan, kegiatan ini akan tetap dijalankan, so don't worry 😁 (tapi aku yang worried #plakk).

Jika, teman-teman ada pertanyaan berkaitan dengan kegiatan ini, bisa drop pertanyaan kalian di kolom komentar di bawah dan aku usahakan untuk segera menjawab πŸ™ˆ (semoga bisa 🀣).


Teman-teman, ada yang suka koleksi handwriting cards juga? 🀣
Berapa umur card terlama yang kalian miliki?



Link formulir  (closed)

85 komentar

  1. Oiya aku baru inget blm ngirim email ke Mas rivai, pdhal waktu itu udah bilang mau ikut berkirim postcard πŸ˜† Parah nih pelupaa. Hehehe..
    Skrng Lia jg ngadaian ini 😍 Seruu. Ikutaaan aaahhh... 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo ikutan, Kak Thessa πŸ˜†
      Jangan lupa submit datanya Kakak di formulir ya! See you 😘

      Hapus
  2. Ide Bagus Li.. Izin Ikutan yah... hahaha..
    Tapi saya agak bingung gimana, tapi tak isi formulir dlu dehh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bayu harus ikutan!! Hahaha. Nanti dijelaskan lebih detil lewat email, tenang aja 😁 yang penting isi formulirnya dulu yaaa, jangan lupa 🀭

      Hapus
    2. Okee already did yahh.. heheh
      Ayo yg lain ikutan juga yah..

      Hapus
    3. Thank you so much, Bayu!! Nggak sabar ingin segera bertukar postcard πŸ˜†

      Hapus
  3. Waaah ??? Pengen ikutan saya Lia, tapi binggung bagaimana caranya soalnya belum pernah bikin post card ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Tari, untuk post cardnya nanti bisa bikin sendiri atau bisa beli di online shop, atau bisa juga pakai kertas biasa tapi kalau boleh, yang bisa meninggalkan kesan mendalam bagi penerima surat 😁.
      Kak Tari jika ingin ikutan, bisa isi formulir di link yang aku pasang di atas ya 😁.

      Hapus
  4. Hmmm, masih menimbang, ikutan ga ya... hehehe

    Hmmmmm...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Ady, hayuk ikutan πŸ™ˆ
      Kan Kakak juga suka handwriting card, nanti jadi bisa dapat card lainnya dari teman-teman bloggers 🀭

      Hapus
  5. Makasih mbak lia..sudah diajak merealisasikan project kartu pos. Aku senang sekali...πŸ˜„πŸ˜„

    Aku juga ijin ikutan yaa. Walaupun belum bisa kirim postcard dalam waktu dekat, tapi tetap bakal aku kirim ketika postcardnya sudah siap...hehehehe 🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Rivai, terima kasih atas ide cemerlangnya dan kesediaannya untuk merealisasikan proyek ini πŸ™ˆ. Akupun senang dan nggak sabar ingin segera bertukar postcard!

      Kak Rivai jangan lupa isi formulir juga 😝. Tenang ajaaa, ditungguin kok postcard dari Kakak πŸ˜†

      Hapus
  6. I'm in! Hahahaha πŸ˜‚

    Jadi no worries Li, minimal sudah tiga orang ikut termasuk mas Rivai dan Lia 🀣 Wk. Nggak sabar jadinya. Langsung semangat kakaaaak. *brb bongkar koleksi postcard* πŸ€ͺ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yay! Thank you so much, Kak Eno 😘😘. Nggak sabar juga menerima postcard dari Kak Eno soalnya card dari Kakak suka lucu-lucu 😝. Semoga postcardnya nanti bisa mendarat di rumahku deh 🀣

      Hapus
  7. Wah seru, nih. Aku mau ikutan yak biar pernah:')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Jejen! Salam kenal 😁
      Yuk ikutan yuk 😁 jangan lupa isi formulirnya yaaa. Ditunggu!

      Hapus
  8. hohohohohohohohoho!

    (komen ini doang. otw ngisi)

    BalasHapus
  9. Hai Kak Lia, aku ikutan ya!
    dulu pernah dikirimi post card dan sudah hilang entah ke mana, tapi aku masih ingat rasa saat menerimanya dan aku ingin mengulang perasaan itu, lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Erina, salam kenal! 😁
      Boleh banget ikutan πŸ˜† mari mengulang perasaan itu kembali plus kirim-kirim ke teman lainnya juga yang ikutan supaya bisa hepi bareng πŸ˜†

      Hapus
  10. Kayaknya semua udah punya koleksi postcard sendiri-sendiri 😌 Saya merasa beda sendiri 😁

    Saya orang yang hampir ngga pernah berhubungan dengan postcard. Kalo ngga ketemu teman-teman, saya mungkin belum tahu sampai sekarang. Taunya cuma surat biasa, imel, sama sms. Sekarang sudah ada app chat sih. Tapi postcard tetap punya tempat untuk beberapa orang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Postcard di Indonesia memang kurang hits sih πŸ˜‚ kalau di luar negeri masih sering banget saling kirim mengirim postcard hahaha.
      Aku harap Rahul bisa ikutan kegiatan ini 😁

      Hapus
  11. Postcard yang aku punya terakhir dari siapa ya, dari bonus komik Hai, Miiko! tahun lalu kalau nggak salah HAHAHAHAHAHAH salah neeeng dih kalau itu mah bonus beliiii!!

    Tahun 2018 lah dapat dari seseorang pas ke Bali, ngasihnya face to face nggak dikirim pake pos, nggak ditulisin juga. xD

    Kalau kartu ucapan kayak yang nerima paket-paket dari temen gitu iya Li aku suka simpen-simpen semua. Lebih spesifiknya aku tempel ke buku biar nggak kececeran wkwk. Yang paling tua usianya ada kertas coret-coretan teman SMP-ku waktu dulu iseng-iseng ngasih kesan berteman sama aku, random banget nggak sih. xD

    Hmmm mau ikut ah biar pernah. :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHAHAHA itu mah bonus beli 🀣 beda cerita 🀣.

      Hihihi ayo ikutan Kak Endah! Biar pernah 😝. Biar nanti postcardnya nggak cuma kosong doang dan dikirim pakai prangko biar seru πŸ˜†

      Ihhh samaaa!! Aku juga tempel postcard yang aku terima di buku biar kayak album foto gitu hiyaaa 🀣.
      Wawww!! It's been so longg 😍. What a memory ya, Kak! 😍

      Hapus
  12. Aku belum pernah saling berkirim postcard, Li. Dulu pengen saling berkirim postcard gini, tapi gak tau harus kirim ke siapa. Soalnya dulu temenku ya itu-itu aja. Kalau gak temen anak tetangga, ya temen sekolah. Jadi hampir tiap hari ketemu.🀣

    Tapi lihat postingan nya Lia ini aku jadi pengen ikutan juga 🀭. Tapi masih bingung nih, Li. Caranya kirim post card itu gimana. Perlu dipakein amplop nggak? πŸ™ˆ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Roem! I feel you πŸ˜‚. Dulu pengin punya sahabat pena, tapi nggak tahu harus berkirim ke siapa wkwk. Jadi dengan adanya kegiatan ini, kurang lebih mengobati perasaan itu πŸ™ˆ

      Kirim postcard boleh diamplopin atau nggak. Nanti postcardnya tinggal dibawa ke kantor pos aja, dan bilang mau kirim pakai prangko. Nanti kita tinggal tempel prangkonya di postcard/amplop surat, lalu kasih kembali ke petugasnya. Beress deh 😁. Mudah kan? Hahaha. Ayo ikutan, Kak Roem! πŸ˜†

      Hapus
    2. Haiii mbak mbak sekalian...
      Sepertinya banyak dari kita yg punya impian sama. Pengen punya sahabat pena hahaha. Tapi tak terealisasi. Mungkin hari ini aku jg punya sahabat pena sih. Tapi nulisnya ga pake pena, melainkan pake keyboard laptop atau pake hape πŸ˜‚πŸ˜‚
      Bukankah ini konsepnya sama.. Saling berkirim komen di blog, tanpa tahu dan tanpa pernah bertemu bagaimana rupa orang aslinya hiiihi

      Btw, aku kayaknya tertarik mau ikutan. Walopun masih gk ngerti. Daftar aja dulu deh πŸ˜€

      Hapus
    3. Hiahahaha Dodo bisaan aja. Kalau begitu sebutannya sahabat maya dong? Kalau dipikir-pikir, konsepnya betul sama sih :D

      Anyway, terima kasih udah tertarik untuk ikutan dan submit formulir ya, Do ^.^ nanti akan diinfokan lebih lanjut lewat email group untuk sistematisnya.

      Hapus
  13. Aku pernah eksis banget kirim2an post card dulu Li, jaman SMP, mungkin tahun 2002 hahahha, betapa tuanya aku sekarang ini.

    Aku jd inget, perangko2 yg aku pakai dan aku dapat dulu kayaknya masih aku simpen sampe skrg, soalnya sejak SD aku udah suka filateli, dulu aku simpan rapi di album, kalo skrg mah boro2, simpen semua di amplop hahaha

    Tp kayaknya mau aku pajang deh perangko2nya, perangko skrg jadi barang antik soalnya ya, udah ga banyak orang yang pake hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, Kak Meta dulu pernah punya sahabat pena gitu ya? Seru banget dong!! Itu kenalannya darimana, Kak? Dulu aku ingin punya tapi bingung carinya darimana :'(

      Ihhh gemas sekaliii *.* iya mending sekarang disimpan baik-baik semua prangko yang Kakak punya, soalnya prangko sekarang udah bisa dibilang langka kayaknya wkwkwk

      Hapus
    2. Jadi jaman SMP dulu aku cukup sering dikirim ikutan lomba sama sekolah, termasuk pramuka juga sampe tingkat nasional, nah disitu lah tukeran bio, selesai acara kirim2an postcard wkwkkw, jadi sahabat penaku itu emang udah pernah ketemu sebelumnya terus berlanjutnya via post card, maklum tahun segitu belum punya hp kan, belum kenal sosmed juga.

      kemarin aku beberes rumah, nemu sebungkus preangko bekas punya suami, ternyata suamiku juga suka ngumpulin perangko bekas Li, aku malah baru tau hal ini hahaha, nanti aku pajang aja di figura foto, jadi barang antik deh hahahha

      Hapus
  14. kok galak sih sampai nyuruh jalan jongkok 10x lapangan..

    jadi keinget masa sekolah di stm yang pak gurunya super galak, haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahaha kesannya aja galak, aslinya mah nggak kok, Kak :D

      Guru STM kayaknya galak-galak ya wkwkwk

      Hapus
  15. wah, jadi ingat akun postcrossing.com ku yang kini dah berdebu 😒

    dulu sempat aktif di sana, terus berhenti karena setelah traveling, aku beberapa kali kirim kartu pos ke teman atau meminta dikirimi kartu poa dari teman saat traveling. beberapa kartu pos tersebut aku posting di blog. kemudian kegiatan itu berhenti juga sejak udah jarang traveling dan teman juga sering tidak sempat ngirim.

    aku terakhir kali ngirim kartu pos dari Brussel, Belgia dan Lisbon, Spanyol. selain mengirim ke teman di Indonesia, aku juga ngirim kartub pos itu ke diri sendiri. rasanya menyenangkan setelah pulang traveling, beberapa hari setelahnya dapat kiriman kartu pos sendiri.. πŸ˜†

    oh iya, aku mau berpartisipasi untuk ikut kirim satu atau dua kartu pos dari Berlin ke peserta yang ikut.. πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mas zam, aku masih aktif di postcrosing.com. lumayan dapat kiriman postcard dari luar negeri. pernah dari AS, beberapa negara eropa.

      aku maulah mas dikirimi postcard dari berlin...hahhaha :D

      Hapus
    2. wahaha.. siap! saya ikut ibu panitia penyelenggara saja gimana nanti prosesinya! πŸ˜†

      Hapus
    3. Seru banget kayaknya ikutan postcrossing.com >.< Aku belum pernah bertukar postcard seperti ini jadi dengar cerita orang-orang tuh bikin ngiler wkwkw

      Terima kasih udah ikutan ya, Kak Zam! Aku juga mau dikirimi 1 oleh Kakak wkwkw. Nanti sistematisnya akan aku kirim lewat email yaaa.

      Hapus
  16. Liaaa mau ikut, tapi kakak nggak ngerti, how come? Aku isi formulir dulu aja berarti ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Soviiii, nanti selengkapnya akan diinfokan lewat email yaaa. Terima kasih udah ikutannn <3 Mwacch

      Hapus
  17. Yaampun Liii aku gak pernah bikin postcard πŸ˜‚ karena anaknya males. Kalo aku kirim postcard isinya foto doang boleh gak Lii? Wkwkwk. tapi sepertinya aku kan menjadi penonton dulu nih 😌

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh bangetttt, Kak Reka! Kirim foto terus belakangnya ditulis apa gitu kayak "Halo Lia, Salam dari Pluto" nggak masalah banget!! Wkwkwk
      Ayo ikutan~~ nggak tahu kapan lagi bisa adakan acara seperti ini >.<

      Hapus
  18. Yeaay koleksi kartu pos aku bisa kepakai nih Lia, thank you yaa Lia dan Mas Rivai yang udah kepikiran ngadain event ini 🧑

    Aku kayaknya masih nyimpen deh, kartu ucapan dari teman-teman waktu ulang tahun ke-17 hahaha kebetulan kotaknya pun dibawa merantau nanti weekend mau lihat-lihat aah, kangen πŸ₯Ί Aku selalu nyimpen setiap kartu/surat dari siapapun karena kenangannya di dalamnya besar banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asik Asikk! Aku taken 1 yang paling lucu untukku ya, Kak Eyaaa *curang*

      Hiyaaaaa udaha lama banget dong itu!! Ih seru banget sih baca-bacain surat lama seperti itu >.< Aku juga suka bacain kembali dan juga suka bacain koleksi orang lain #plakk
      Truee! Kenangan yang berharga banget yaaa padahal hanya sepucuk surat, tapi kenangan yang terukir tuh lebih besar hiyaa

      Hapus
  19. aaaah excited sekali. aku ikutan ya ka..
    kebetulan aku dulu juga suka banget koleksi perangko hihihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kaak Dinaaa :D

      Sok hayuk ikutaaan! Jangan lupa isi data di formulir yaaa. See you! ^^

      Hapus
  20. Hmm ikutan gak ya? pasti seru nih. Tapi masih belum paham. 😡

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Ananda, ayo ikutan mumpung masih dibuka pendaftarannya :D
      Nanti caranya akan dijelaskan lebih detil lewat emaill.

      Hapus
  21. Halo kak Lia, senang bertemu kembali πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†, aku boleh ikutan gak kak??
    Pengen sih dapat bertukar give dari temen-temen blogger. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Kak Andy, apa kabarnya? Semoga sehat selaluuu :D

      Boleh banget ikutan! Jangan lupa submit datanya lewat link di atas yaaa ^^

      Hapus
  22. niceeeeeee
    malah dulu kepikiran joint di komunitas postcrossing internasional
    jadi ngingetin soal hobi filateli aku nih dan zaman zaman demen ama kartupos dari SD dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemudian jadi join komunitas postcrossing internasionalnya nggak, Kak Inun? Hahahah

      Hihihi siapa tahu bisa membangkitkan kesukaan orang-orang terhadap kartupos kembaliii >.<

      Hapus
  23. Aku jugaaa seperti itu kak, dulu seneng kalo dapet surat dari sodara. Btw aku udah beberapa waktu ini blogwalking ke blog2 seperti punya kak Eno, nah tiap baca komentar kok kayaknya kalian udah saling mengenal lama gitu. Aku bertanya2 apa kalian satu komunitas blog? Tapi selama ini ga berani nanya. Baru ini deh nanya. Jadi sebenernya gimana? πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Mutiaraaa :D
      Hahahaha kalau aku bilang kami hanya kenal lewat kolom komentar aja, percaya nggak? Karena memang rata-rata ketemunya lewat kolom komentar aja, lalu saling bertukar sapa wkwkwkwk itulah kekuatan kolom komentar di dunia blog :p
      Mudah-mudahan cukup menjawab rasa penasaran Kak Muti, dan semoga bisa tidur nyenyak malam ini karena udah terjawab pertanyaan yang dipendam selama ini wkwkwk

      Hapus
    2. Wkwkw oalaah gituuu berarti aku ga salah masuk forum gitu kan πŸ˜‚ Alhamdulillah sudah terjawab ya kak terimakasiiiih wkwkw

      Hapus
    3. Hahahaha nggak salah karena nggak ada forum-foruman di sini πŸ˜‚

      Hapus
  24. ikutan ah cuma mungkin aku agak lama ya mbak soalnya pindahn pindah kota huhu
    jadi keinget dulu pas SD seneng banget dapat kartu pos
    nanti kalau udah dapat dari temen temen bisa aku pamerin ke murid murid aku pas PJJ
    pasti mereka juga bakal pingin tukar kartu pos kayak gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. It's okay, Kak Ikrom! No worries :D yang penting postcardnya bisa sampai wkwkwk
      Hiyaaaaa, berarti nggak bisa tulis yang macam-macam di kartupos untuk Kak Ikrom soalnya malu nanti dibaca sama anak-anak wkwkwkwk

      Hapus
  25. Beberapa tahun lalu sempat ikut postcrossing menggunakan platform bernama sama (website gitu). Seneng sih, jadi dapet postcard dari berbagai penjuru dunia. Kirain di postingan ini, Lia mau review pengalaman menggunakan platform tersebut. :))

    Di Jepang, budaya bertukar postcard ini biasanya untuk menyambut tahun baru dan masih dilaksanakan sampai saat ini. Pegel juga sih tapi, apalagi buat kalangan bisnis. Jadinya instead of tulisan tangan, biasanya dicetak aja, tanda tangannya doang yang tulis tangan. Tetep pegel, karena mesti ttd >500 lembar postcard :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha aku malah baru tahu ada website itu dari teman-teman bloggers lho. Norak kali aku, Kak 🀣

      Walahhh! Kalau harus mengirim >500 lembar postcard sih pasti gempor nulisnya 🀣. Saat ttd berasa kayak lagi ttd buku yg baru mau rilis ya, Kak Hichaa 🀣

      Hapus
  26. Terakhir kali bertukar kartu pos kayaknya 2 tahun lalu. Soalnya di area kampus ada kantor pos, jadi suka sekalian ngirim. Ikutan nggak ya?? Pengen tapi masih dilema. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk ikutan Kak Selviii 😁 mumpung masih dibuka pendaftarannya hihi

      Hapus
  27. Pengin nyoba ikutan join biar bisa akrab sama teman2 blogger Indo, tapi .. kok udah mepet jadwal batas akhirnya.
    Hari off kerjaku setelah tanggal 17.

    Yawudah deh, kudoain sukses saja acara barteran postcardnya ya, Lia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Him. Tanggal yang tertera di atas adalah tanggal batas akhir submit data pendaftaran 😊
      Untuk tukar postcardnya belum dimulai jadi Kakak masih ada kesempatan. Hayuk ikutan, Kak Himaaaa 😊

      Hapus
  28. Ide yang menarik Kak, ikutan dong.

    BalasHapus
  29. Menarik banget tuh barteran postcard, gatau kenapa ya kalau baca surat/memo/apapun yang ditulis tangan itu emosinya sampai aja. Apalagi sejak aku nyentuh grafologi, rasanya beda aja tiap liat tulisan tangan ditambah di jaman yang serba modern ini.

    Aku lagi mikir buat ikutan tapi gatau di mana ada kantor post ueueueu 😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayooo, Rere jadi mau ikutan nggak nih? Hahaha. Aku tunggu di emailku kalau memang mau :D
      Bisa sertakan nama penerima, alamat email dan alamat tujuan jika berminat yaaa.

      Hapus
  30. Kalo baca kartu pos jadi ingat masa kecil dulu, tiap terima surat dari pak pos senang sekali karena saat itu orang tua merantau ke Jakarta sedangkan aku dan saudara di Tegal.

    Senang rasanya baca berita dari bapak yang kirim surat, senang juga koleksi perangkonya, tapi sama seperti kak Lia, hilang entah dimana soalnya sudah puluhan tahun.πŸ˜‚

    Untuk kirim kirimannya kartu pos nya mohon maaf belum bisa ikut ya kak.πŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahhh, aku bayangin masa-masa itu pasti senang sekali saat pak pos datang ya. Mirip dengan sekarang, saat dengar kata "Pakettttt" 🀣

      Hiahahaha meskipun fisiknya udah hilang, tapi memorinya masih ada kan, Kak. Masih ada isi surat yang diingat nggak, Kak Agus?

      It's okay! Kak Agus kan sedang merawat ibu~ semoga ibu Kak Agus bisa cepat sembuh ya πŸ™πŸ»

      Hapus
  31. Wah keren banget mbak Lia ini idenya..
    Bener banget, dapat kiriman postcard itu seneng banget perasaannya.
    Deg-degan gitu menunggu kapan suratnya akan datang ditambah prangko-pranko unik dan keren.. aku bisa relate banget mbak

    Idenya ini menarik mbak, semoga banyak yang ikutan.. maaf mbak aku belum bisa ikutan, padahal pengen banget biar mengenang sensasi dapat postcard hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget, Kak Aqmaaaaa. Pas suratnya datang plus bisa lihat pranko-pranko lucu jadi makin senang yaaa πŸ˜†

      It's okay, Kak! Mungkin kapan-kapan kalau ada lagi, bisa ikutan πŸ˜‰

      Hapus
  32. hmm swpetinya gw ga akan ikut, tulisan tangan gw jelek wkwkwk :D.. hah btw gw seumur hidup belum pernah dapet yang namanya kartu ucapan atau sejenisnya, selain ga tau caranya gw juga rada males :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal nggak apa lho kalau tulisannya jelek, yang penting memorinya hiyaaaa. Mungkin Khanif mau ikutan jadi penerima aja? Boleh kalau mau 😊

      Hapus
    2. emang caranya gimana kalo cuma jadi penerima, terus link pendaftaranya udh di tutup tu :D

      Hapus
    3. Khanif, langsung email ke aku aja ya untuk nama penerima, alamat tujuan dan alamat email.
      Klik ke meny "Mailbox" yang ada di blogku dan isi di sana yaaa 😁

      Hapus
  33. Saya baca judulnya, awalnya saya kira mau cerita tentang postcrossing yang di website apa ya gitu, ada tuh yang khusus nyari teman buat kirim-kirim postcard di seluruh dunia.
    Lupa deh namanya apa.


    Saya dulu sering kirim post card, waktu masih STM, tapi nggak banyak sih, soalnya saya minder, tulisan saya tuh estetik banget (bahasa halus dari parah banget bahahahaha).

    Entahlah, kayaknya saya lebih cocok saingan ama tulisan resep dokter, ketimbang tulisan di postcard gitu, apalagi sekarang udah jarang banget nulis pakai tangan, padahal ya udah saya simpan di depan meja gitu buku buat nulis setiap hari, tapi seringnya lupa hahaha.

    Btw kangen ih lama nggak main ke sini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Postcrossing.com ya maksudnya Kak Rey? Hahaha. Aku malah belum pernah pakai website itu, tapi teman-teman di atas pada mention, jadi aku tahu wkwkwk.

      Hiyaaaa, nggak percaya kalau tulisan Kak Rey parah banget πŸ˜‚. Merendah aja nih Kak Rey kayaknya~ wkwkwk. Tulisan dokter malah keren lho menurutkuuu, sampai nggak bisa kebaca gitu dan selalu bikin khawatir sang apoteker nggak ngerti 🀣

      Huuu aku juga rindu melihat Kak Rey di sini πŸ˜†. Kak Rey cepat sembuh yaaa! 😘

      Hapus
  34. Liaaaaa aku telat bacaaaa. Msh boleh ikut gaaaaaaa ????? Hahahahah aku suka Ama postcard giniiiii. Tiap kali traveling aku pasti beli postcard dan kirim ke temen2. Tp yaa pas ke Korut kemarin dong, GA ADA SATUPUN postcard ygv aku dan temen2ku kirim sampe ke tangan penerima wkwkwkwkwk


    Beneraaan deh itu Kim Jong un. Masa post card yg isinya say hi di bajak juga -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Fanny, masih bisa ikutannn! Nanti aku email ya :D

      Btw, leh uga postcardnya nggak ada yang sampai wkwkwk. Memang nggak boleh kirim sesuatu keluar dari Korut ya, Kak?

      Hapus
  35. Baca postingannya keren, jadi kepingin juga, keinget dulu jaman SD. Aku sama keluarga nggak serumah, mereka di Papua dan aku di Jawa. Jadi mama bakal ngirim surat gitu, terus ada isi duitnya 100rb, wkakaka..
    Eh tapi pas baca tanggal postingan ini, buset.. telat XD
    Aku kelamaan hibernasi nih, wkakaka
    Sukses ya buat teman-teman yang join!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Pipit, masih bisa ikutan kalau pengin. Mau kah? Email ke aku aja untuk nama penerima, alamat email dan alamat tujuan. Mumpung aku belum beresin data teman-teman yang lain #plakk

      Hapus
  36. Waaaaa aku ketinggalan dong, hiks hiks... sebagai anak 90an, jelas aku merindukan kirim2an surat/kartupos pake ditulis tangan. Romantis banget Liaaa hahahaha

    Serius lho. Mulai dari pemilihan kartunya, mikir nulis apa krn tmpat yg terbatas klo kartupos, sampe ke kantor pos buat mengirimkannya, itu semua effort lho. Mungkin anak2 generasi Z gak paham romantisme beginian ya, ribet amat pikir mereka 🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu aku ingin banget bisa kirim-kirim postcard gitu lho, Kak~ tapi nggak kesampaian karena nggak tahu harus kirim ke siapa πŸ˜‚.
      Iyaaa, justru progressnya yang seru yaaa πŸ˜† dan momen bisa terima postcardnya juga bikin excited bangetttt!

      Nanti kalau ada proyek part.2, Kak Tika ikutan yaaawww 😘

      Hapus