Eps.10 : Read From My Bookshelf.

Photo by Hailey Galloway from Pexels


Alo! Heyho! JanexLia kembali lagi ke hadapan para hadirin sekalian yang dimana artinya bahwa akhir bulan Agustus sudah tiba dan sebentar lagi kita akan memasuki musim penghujan πŸ™ˆ. Siapa yang sudah siap bermellow-ria di musim penghujan? Hiahahaha.

Hari ini tema JanexLia adalah Read From My Bookshelf, dimana kami akan merekomendasikan buku-buku yang baru-baru ini dibaca dari rak buku kami pribadi. Terima kasih atas idenya, Ci Jane πŸ’•.  Kebetulan banget sejak awal bulan Agustus ini aku memang telah berniat untuk membaca dari TBR fisikku yang sudah mulai membuat sesak tempat penyimpanan buku πŸ˜‚. Begitulah akibat keseringan membeli buku fisik, tapi bacanya malah yang digital 🀣. Tanpa berlama-lama lagi, yuk lihat rekomendasiku kali ini! Untuk teman-teman yang ingin membaca rekomendasi dari Ci Jane bisa lihat di sini ya. Here we go!


✨🧚‍♀️🎠


Little Men - Anak-anak Plumfield 

By Louisa May Alcott


429 hal. (Ind ver) | Publikasi oleh Gramedia Pustaka Utama

Klasik


MY FIRST CLASSICS EVER!! Dan aku sangat amat tidak menyesal menjadikan buku Little Men sebagai pembuka dunia bacaanku terhadap genre klasik karena AKU SANGAT AMAT MENYUKAI BUKU INI πŸ₯ΊπŸ₯°πŸ˜. 

Sebenarnya, buku ini sudah duduk rapih di rak bukuku sejak tahun lalu, namun karena sepengetahuanku membaca klasik kemungkinan akan berat dan slow-paced, jadi aku memutuskan untuk mengumpulkan niat membaca terlebih dahulu. Ehh, ternyata sampai hampir 1 tahun baru terkumpul niat membacanya πŸ˜‚ dan, tahu nggak sih? Aku malah menyesal baru mulai membaca klasik baru-baru ini, kenapa nggak dari kemarin-marin gitu lho πŸ˜‚. 

Little Men ini berlatar kejadian setelah cerita Little Women, istilahnya masih 1 semesta gitu~ hahaha. Bercerita tentang Jo March yang sudah menikah dan kemudian bersama suaminya, Mr.Bhaer, bersama membangun sekolah bernama Plumfield. Sekolah ini berisikan total 14 orang anak (2 anak Jo dan 12 anak lainnya). Yang uniknya, anak-anak yang bersekolah di sini ada juga anak-anak yatim piatu yang biasanya ditemukan oleh Lauire (teman Jo) di jalanan, dan kemudian dikirim ke Plumfield jika sesuai dengan kriteria.

Cerita kemudian bergulir pada kejadian hidup anak-anak di Plumfield. Dari mulai Si Nat yang merupakan anak pengamen yang dibawa ke Plumfield dan bagaimana proses hidupnya di Plumfield kelak. Lalu, ada juga cerita-cerita yang mengandung unsur kegembiraan, kesedihan, keseruan anak-anak lain yang hidup dan bersekolah di Plumfield. Keseluruhan isi buku merupakan cerita dengan tipikal menghangatkan dan membuat haru 😊. 

Kisah yang paling aku suka adalah kisah Dan (iya, nama karakternya Dan πŸ˜‚ terkadang bikin lidah keselimpet kalau sedang baca 🀣). Dan adalah teman Nat sewaktu hidup di luar Plumfield. Karena seumur hidupnya lebih sering hidup di jalanan sehingga karakter Dan ini sangat jauh berbeda dari karakter anak-anak Plumfield lainnya yang manis dan baik hati. Namun, lewat kisah Dan ini, aku benar-benar dibuat salut dan haru akan perjuangan Jo dan Mr.Bhaer untuk mendidik Dan menjadi anak yang baik, serta bagaimana proses perkembangan karakter Dan ini sungguh menarik untuk diikuti. Lewat buku ini, pembaca akan diingatkan kembali bahwa kebaikan hati dan kasih sayang mampu mengalahkan segalanya πŸ‘.

Little Men ini cocok dibaca pelan-pelan sambil membayangkan vibes ala-ala Little Women (bayangkan ketika sedang membaca buku ini di bukit hijau, sambil piknik dan minum teh ala-ala kehidupan di Eropa. Beuh, mantul banget!). Buku ini bukan tipikal bacaan yang berat, malah tergolong ringan dan bisa dibaca santai per bab per hari. Untuk terjemahannya juga enak sekali dibacanya 😍. Pokoknya asikk banget membaca Little Men, aku bahkan langsung membeli seri selanjutnya yang berjudul Jo's Boy setelah membaca Little Men, saking sukanya πŸ˜†. 

Untuk teman-teman yang ingin membaca Little Men bisa membaca terjemahan versi digital di Gramedia Digital dan iPusnas, serta bisa membeli versi fisik di Gramedia.


🎠✨✨


Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi 

By Yusi Avianto Pareanom


470 hal | Publikasi oleh Banana Publisher

Fantasi, Fiksi-Sejarah


Sebelumnya, aku ingin berterima kasih kepada Kak Eya dan Rahul yang sudah merekomendasikan buku ini, rekomendasi kalian BAGUS BANGET! πŸ₯ΊπŸ‘.

Lagi-lagi, buku ini termasuk dalam jajaran buku-buku yang sudah berdiri tegak di rak bukuku sejak tahun lalu yang baru aku baca baru-baru ini πŸ˜‚. Sudah mulai mencicil baca sejak beberapa bulan lalu, namun karena cerita awalnya lumayan sulit dimengerti dan pergerakannya lambat, sehingga aku membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan buku ini πŸ˜‚. Kenapa aku merasa sulit di awal? Sebab aku belum pernah membaca fiksi-sejarah berlatar belakang kerajaan nusantara sehingga nama-nama karakternya asing banget di telinga πŸ˜‚, tapi seiring perlahan-lahan memasuki dunia fantasi yang dibangun oleh Kak Yusi (pengarang), nama-nama karakternya akan semakin familiar dan ceritanya terasa dekat di hati. Kalau diimajinasiku, membaca buku ini vibesnya mirip dengan drama kerajaan lokal di salah satu stasiun TV yang berlambang ikan terbang 🀭.

Cerita berjalan dari sudut pandang seorang karakter bernama Sungu Lembu. Kita akan diajak mengetahui cerita perjalanan Sungu Lembu yang ingin membalaskan dendam kepada raja Kerajaan Gilingwesi. Di perjalanan, Sungu Lembu bertemu dengan Raden Mandasia yang merupakan pangeran dari Kerajaan Gilingwesi. Raden Mandasia sendiri mempunyai keinginan untuk pergi menuju Kerajaan Gerbang Agung demi menyelamatkan Kerajaan Gilingwesi dan keluarganya. Sungu Lembu yang melihat bahwa Raden Mandasia kemungkinan besar bisa membawanya kepada raja Gilingwesi, akhirnya menjadi teman seperjalanan Raden Mandasia menuju Kerajaan Gerbang Agung yang kemudian kita, para pembaca, akan diajak untuk mengikuti petualangan mereka menuju Kerajaan Gerbang Agung, bagaimana kisah mereka ketika tiba di sana, hingga bagaimana akhir dari kisah balas dendam Sungu Lembu terhadap raja Gilingwesi.

Yang menarik dari buku ini selain mengangkat tema kerajaan nusantara, penggunaan diksi yang digunakan penulis juga sangat menarik, serta bagaimana penulis mengungkapkan perasaan yang dialami oleh para karakter begitu detil sehingga pembaca juga bisa merasakannya dan mempunyai keterikatan dengan para karakter. Salah satu bagian cerita ketika Sungu Lembu dan Raden Mandasia sedang berada di sebuah rumah makan, penulis mendeskripsikan rasa-rasa makanan dengan apik sekali sampai membuat aku sebagai pembaca bisa membayangkan bagaimana nikmat makanannya alias ngiler 🀣. 

Petualangan Sungu Lembu dan Raden Mandasia ini sungguh seru untuk diikuti. Apalagi ketika mereka telah tiba di Kerajaan Gerbang Agung, cerita akan mulai bergulir cepat dan bikin susah lepas dengan buku ini sampai akhir cerita 🀣. Sebagai trigger warning, akan ada beberapa adegan ranjang, perang dan kata-kata mengumpat di buku ini, namun justru kata-kata mengumpat itu yang menjadi ciri khas dari buku ini dan terkadang malah membuat lucu ketika dibaca πŸ˜‚.

At the end, semoga teman-teman yang kelak membaca buku ini juga bisa merasakan keseruan seperti yang aku rasakan ketika membaca buku ini 😁. Untuk buku Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi ini hanya bisa dibeli versi fisiknya saja dan salah satu toko daring yang menjual adalah Post Press di Tokopedia. 

Selamat membaca, teman-teman! πŸ€—πŸ€—πŸ€—


✨🧚‍♀️🎠


Suprise Surprise!!

Di episode JanexLia kali ini, aku dan Ci Jane ingin bagi-bagi buku kepada 2 orang teman yang beruntung. Hadiahnya merupakan buku dari rak buku kami pribadi yang kami harapkan bisa menjadi teman baru di rak buku teman-teman πŸ’•.


Book 1.

Classics, Preloved, English.





Book 2.

Mystery, Preloved, Indonesia.


Syaratnya gampang banget. Teman-teman yang ingin ikutan hanya perlu menyebutkan book 1 / book 2 yang diinginkan di kolom komentar. Nantinya pemenang akan dipilih secara acak dan akan diumumkan pada episode ke-11 dari JanexLia yaitu pada tanggal 30 September 2021. Jangan lupa ikutan yaa πŸ™ˆ. Mampir juga ke postingan Ci Jane karena ada giveaway juga di sana!~ 


Buku apa yang teman-teman baca di bulan Agustus ini?

Let me know!

59 komentar

  1. Waaaah kamu udah baca Little Men! Sahabatku yang merekommendasikan Little Women dulu juga nyuruh aku baca Little Men ini. Katanya must read, ceritanya nggak kalah seru, hahahaha. Penasaran juga sih gimana seorang Jo March menjadi seorang ibu dan mendidik anak laki-lakinya. I think she's a cool mom nggak, sih. Badass gitu kan si Jo ini dari sejak gadisnya.

    Untuk buku kedua menarik sekali genre-nya, gabungan fiksi-sejarah dan fantasi? Wawww. Entah kenapa aku masih sulit membaca buku seperti ini, kalau nggak paham sama diksinya, ya nggak cocok aja dengan plot ceritanya πŸ˜‚

    Kak Liaa, aku boleh ikutan giveaway-nya nggak? Tapi maunya yang Little Men, bahaahaha *ditimpuk*

    Thank you Liaa udah sharing bacaan kamu bulan ini! Good luck manteman yang ikutan giveaway Lia kali ini, ya! Semoga jodoh sama bukunya :D

    Btw, aku jadi nyesel banget nggak beli box set Little Women waktu BBW 2020 kemarin hiks *curcol*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaampun setelah baca komentarnya Endah ternyata aku salah nangkep judul, yang temanku maksud itu adalah Jo's Boys bukan Little Men πŸ™ˆ Maafkan aku Lii pagi-pagi konslet πŸ˜‚

      Hapus
    2. Huahahaha dimaafkan, Ci Jane 😜

      Little Men ceritanya baguss! Sosok Jo di buku ini malah bikin aku suka bangetttt dan kepikiran pengin jadi seperti dia nanti kalau udah punya anak tapi nggak tahu bisa atau nggak karena dia terlalu baik hati 😭

      Iyess! Gabungan fiksi-sejarah-fantasi. Paket lengkap, Ci 🀣. Jujur, buatku yang sudah lama nggak sentuh fantasi, baca fantasi itu memang berat apalagi pas di awal cerita, Ci 😭 aku bisa sampai berhari-hari atau berminggu-minggu buat baca 1 buku fantasi πŸ˜‚ *malah curhat*

      WKWKWK mohon maaf yang Little Men akan masuk kejajaran buku yang aku koleksi karena covernya bagus, Ci #plakk

      Amiiin!! Terima kasih Ci Jane untuk inisiasi postingan kali 😘😘

      Ciii, sekarang BBW ada hampir tiap bulan lhoo~ coba ceki-ceki bulan ini siapa tahu box setnya masih adaaa. Yang di BBW kalau nggak salah covernya lucu kan πŸ™ˆ ayo dibeliii *racun*

      Hapus
    3. Aku udah cek Lii kemarin tapi kayaknya mereka belum ada stoknya lagi dehh untuk Little Women, hiks. Gahwat banget ini kalau BBW tiap bulan diadakan terus, sesungguhnya aku lebih banyak beli buku untuk anak-anak kalau di BBW wkwkwk soalnya koleksi buku anak mereka lumayan banget, bagus-bagus dan murmer! 😍

      Hapus
  2. Liii makasih udah bikin review tentang Little Men. Buku ini udah masuk ke daftar baca tapi belum sempet kebaca sampai hari ini hahahaha. Baru tau juga kalau ada lanjutannya yang judulnya Jo's Boys.

    Waktu baca bagian yang fiksi sejarah itu, pas banget kemarin aku habis nonton film Sultan Agung. Baca tulisan kamu jadi kebayang latar tempat sama pakaian-pakaian di novel yang kamu baca itu kayak gimana. xD Kalau belum nonton Sultan Agung coba tonton deh, visualnya tentu lebih upgrade dari yang tayang di televisi ikan terbang. xD

    Ngeramein giveawaynya ah, tertarik sama buku 1 karena covernya lucu. xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Endah aku juga habis nonton Sultan Agung wkwkwkwk

      Hapus
    2. Kak Endah, terima kasih sudah baca postinganku 😍. Iyaaa, Jo's Boys itu seri terakhirnyaa, saranku mending baca Little Men dulu sebelum Jo's Boys. Kak Endah, semoga bisa segera bacaaa~ dicicil aja per bab per hari, enak juga kayak begini hahahaha.

      Waaah, menarik!! Tadi aku cek ada di Netflix yaaa. Baiqqq, nanti kalau aku ada waktu, aku akan nonton 🀭. Terima kasih atas rekomendasinya, Kak Endah 😘

      Notedd! Aku masukan nama Kak Endah yaa hihihi

      Hapus
  3. Wow 1 tahun beli Little Men dan baru sempat dibaca, cerita dari negeri mana itu Kak, plumfiled?. Unik juga nama tokohnya DAN, cuma 3 hurufkah namanya? πŸ˜…

    dan Raden Mandasia, fiksi-sejarah, fiksi itu artinya hayalan kan Kak? Bisa2 baca itu terekam dibawah alam sadar dan menyangka itu sejarah nyata, hihi.

    Surprise.. Surprise, tadinya kirain itu judul buku juga ternyata bagi2 buku, hihi. Jujur aku malas baca buku tapi mau ikutan juga memilih salah satu, aku pilih Book 2, kalau misal aku yang terpilih, bukunya akan saya berikan ke salah seorang pengomentar di postingan Kak Lia ini, (haha Gaway dalam Gaway dong jadinya) 🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, 3 huruf aja namanya, DAN πŸ˜‚. Kalau lagi baca dalam Bahasa Indonesia suka kebalik-balik karena ada kata "dan" juga dalam Bahasa Indonesia 🀣.

      Huahahaha untungnya aku masih nggak kebawa ke alam bawah sadar, jadi masih aman lah ya, Kak Jaey? 🀭

      Wkwk nggak apa. Nanti kalau Kak Jaey yang terpilih jadi pemenang, Kakak yang bantu tunjuk aja pemenang lainnya ya 😁. Terima kasih sudah ikutan gievawayku, Kak πŸ™

      Hapus
  4. cerita sungu lembu ini kok menarik keliatannya, latar belakang kerajaan yang dikemas dengan bahasa ringan, boleh juga
    jarang banget bahkan akhir akhir buku bertema kerajaan kayak gini aku beli. noted dulu ah
    baidewei kenapah listku makin banyak wkwkwkwkwk


    horeyyyy ada giveaway lagi, aku tertarik buku nomer 1, ilustrasi sampulnya kiyut ala ala cerita anak eropa gituh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha list TBR memang terlalu cepat bertumbuh dibanding kecepatan membacanya, Kak Inun 🀣.

      Well noted! Terima kasih sudah ikutan giveawaynya, Kak Inun πŸ™

      Hapus
  5. Novel klasik pertamaku itu karyanya Harper Lee deh yang To Kill a Mocking Bird. Belom kelar baca itu, uda baca The Adventures of Huckleberry Finn wkwkwk Kenapa ga kelar? Karena bacanya aku gratis pake aplikasi iJak gitu. Terus ada masa berlaku gitu dan belom sempet kelar baca, eh uda keburu waiting list. Gitu aja terus jadi tersendat-sendat 😭 Padahal ceritanya seruuuu cuma ribet aja karena musti bolak balik pinjem bukunya wkwkwkw

    Wah Lia mao bagi-bagi novelnya Agatha nih!! Mauuukkkk Semoga aku beruntung #amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa pinjamnya terlalu sebentar ya, Ci πŸ˜‚. Kadang di Mizanstore online ada jual To Kill A Mockingbird yang udah terjemahan dengan harga murah banget lho, Ci. Pernah aku lihat dijual 25rb gitu. Siapa tahu Cici nanti memutuskan untuk membeli buku fisiknya, mungkin bisa coba cek ke sanaa 😁

      Okaiii! Aku masukkan nama Ci Frisca ya 😁 Terima kasih sudah ikutan, Ci πŸ™

      Hapus
    2. iya ga mungkin banget aku kelar baca novel klasik dalam 2 hari kan Li.... Ckckck sayang sekaliii. Wah Mizanstore yaaa. Murah uga itu cuma 25rb mah.. Itu jangan-jangan ga asli ya? hahaha πŸ˜… Berharap apa sih aku coba novel klasik harga 25rb tapi asli hahaha

      Sip Liaa.. Semoga aku menang. Amin hehehe

      Hapus
    3. Hi Ci Frisca, maaf baru balas πŸ˜‚πŸ™ kalau beli buku di Mizanstore dijamin asli, Ciii karena itu official shop dari penerbit Mizan langsung, so don't worry, mereka memang suka kasih diskon besar-besar di waktu tertentu. Pantengin aja online shopnya di hari-hari besar kayak 10.10 atau 12.12 gitu 🀭

      Hapus
  6. Ikutan ah, aku penasaran Ama buku 2. Karena pada dasarnya buku fav ku itu misteri. Dari dulu aku suka yg begitu. Novel pertama yg aku baca kan juga misteri :D.

    Dan juga Krn buku pertama udh pernah baca, dan punya, tapi ilang hahahahahah. Jadi ga tertarik lagi.

    Aku penasaran Ama little man li. Dan seneeeeng banget pas kamu bilang ada di ipusnas. Aku bakal baca dr sana deh. Kalo beli rasanya ga mungkin dulu. Kemarin aku baru beli buku Musashi yg tebelnya 1200an halaman. Jadi mau fokus selesaikan utk review September :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku jadi ingat waktu aku masih kecil, aku lihat tanteku punya novel Musashi itu dan pas aku lihat jumlah halamannya, shock banget 🀣. Mantap banget bisa jadi bantal kepala itu saking tebelnya 🀣. Semangat Kak Fanny πŸ’ͺ

      Okaii! Nama Kak Fanny aku catat. Terima kasih sudah ikutan giveaway ini, Kak πŸ˜†

      Hapus
  7. Yeaaay so happy Lia bisa suka sama Raden Mandasia walaupun di awal sempat struggle πŸ’–πŸ’– Akupun pas awal-awal baca banyak bingungnya hahaha selain karena nama-nama, plotnya sempat maju-mundur juga, jadi kalau ga fokus ya bye-bye πŸ˜‚ bagian favoritku yang ga pernah bisa lupa kayaknya pas Raden Mandasia motong sapi sambil jelasin bagian ini enaknya dimasak apa, bagian itu baiknya dimasak gimana ya ampuuun bikin pengin makan daging πŸ˜‚

    Aku mau meramaikan giveaway aah aku buku 1 deeh karena cerita tentang anak-anak tuh kayaknya ga pernah membosankan πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setujuuu! Awal-awal juga aku bingung kok dia maju-mundur, apalagi bacanya sempat stuck lama jadi semakin bingung waktu kembali memulai. Eh, nggak sangka semakin lama dibaca malah semakin bikin suka sama bukunya πŸ˜†.
      Part itu mantep banget penceritaannya sih πŸ‘ proses pemotongannya sampai dimasaknya diceritakan dengan cukup detil dan apik. Keren banget Kak Yusi πŸ₯Ί

      Wkwk siap! Aku catat nama Kak Eya yaaa. Terima kasih sudah ikutan, Kak πŸ€—

      Hapus
  8. Seri klasik Gramedia ini udah aku targetin pengen baca dari dulu, tapi apa boleh buat, sekarang lagi gak langganan gramdig, soalnya udah tau pasti ga bakal dipake kalo diceknya dari HP 🀣🀣

    #aku #cukup #tahudiri

    karena aku sedang merenung di postingan giveaway kalian, jadi sekarang aku ngga akan nyebut buku mana dulu, nanti kalau mendadak ada ide aku akan muncul sambil tereak di komen: berikan akuuuu buku nomor sekian!! 🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Mega, di iPusnas juga ada lhooo~ semisal Kakak ingin baca classics, di iPusnas ada beberapa dan ada yang versi Eng, juga ada yang terjemahan. Di iPusnas kan gratis jadi nggak terlalu nyeseq seperti yang berbayar 🀣

      Sekarang sudah ada ide ingin buku yang nomor berapa, belum? 😝

      Hapus
  9. Ikutann Li.. tak ninggalin jejak dulu ya. Hoho.. 😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hadiiirrr Lia. Maaf baru mampir sini lagi. Dunia nyata lagi caper banget nih, jadi dunia mayanya nggak kepegang.. hohoho..

      Anyway. Penasaran sama Little Men. Ntar tak coba baca deh. Sebnernya agak kurang jodoh sama buku2 klasik. Tapi penasaran juga karena di mention Lia Bagusss.. soalnya selama ini, buku yg di mention Lia bagus, pas dibaca emang bagus sih. Wkwk

      Li, izin ikutan GiveAway ya.. siapa tahu jodoh. Dapet yg dari Lia, dapet juga yg dari Mba Jane.. wkwkwk *maruk amat Bay πŸ˜…πŸ˜…

      Hmmm.. Ku jadi bingung. Aku belum pernah baca yang Misteri di Styles. Ini kalau nggak salah debutnya novel detektif pertama beliau kan ya.. yg terbit pas perang dunia keberapa gitu..

      Buku Railway Children juga penasaran. Mau nyoba experience baca buku klasik pertama kali langsung dari buku.
      Ahh aku mau dua2nya Li.. wkwkwk πŸ˜‚

      Berhubung nggak bisa milih.. aku yang mana aja wis Li. 😁😊

      Hapus
    2. Lia apa kabar? Ketinggalan jauh ni ya sepertinya. Hehe
      Mau komen apa ya. Yg jelas sukses buat acara giveawaynya.

      Saya dukung orang diatas aja. Wkwk

      Hapus
    3. @Bayu: Wkwk Bayuuu! Terima kasih sudah menepati janji untuk kembali ke sini πŸ˜†. Sibuk banget yaa? Tetap jaga kesehatan ya, Bay!
      Awww, jadi malu πŸ™ˆ Bayu pernah nonton Little Women nggak? Kalau pernah nonton dan suka, harusnya akan suka juga dengan Little Men ini hahaha. Tapi jujur, baca klasik menurutku cocok-cocokkan dan kalau baca yang versi terjemahan, tergantung terjemahannya enak/nggak, itu pengaruh banget.

      Nggak apa, siapa tahu jodohnya Bayu dapat 2 buku kan 😝. Wkwk okaii! Aku catat nama Bayu yaa. Wish you luck, Bay! 😁


      @Andrew: Hi Andrew! Apa kabar? Kabarku baik, semoga Andrew juga yaa! 😁
      Terima kasih atas supportnyaaa 😁 Terima kasih juga sudah menjadi tim hore Bayu wkwk. Siapa tahu berkat adanya doa dan dukungan dari Andrew, hoki Bayu jadi bertambah berkali-kali lipat 😝

      Hapus
    4. Aminnnnn... wihhh header blognya baru Li.. jadi lebih fresh.. nama Lia Peri Kecil juga udah ganti jadi... Liii kan ya? Asyikkk..

      Lumayan Li. Tapi nggak yang sampe heboh 🀣🀣.. Amin.. semoga Lia juga selalu diberi kesempatan..

      Dan itu. Tak aminin juga.. semoga bisa dpet 2.. huahahha 🀣🀣

      Andrew@ makasih yaaa buat supportnya.. wkwk πŸ˜‚

      Hapus
    5. Bayuuuu, cepat sekali sadarnya 🀣. Perpaduan warna di headernya bagus nggak? Aku kok nggak PD πŸ˜‚. Iya nama profileku juga aku ubah biar lebih ringkas walaupun brandingnya jadi hilang πŸ˜‚

      Sekarang masih sibuk sehari-hari kah? Karena orderan lagi tinggi atau memang jelang akhir tahun biasanya sibuk? 😁

      Wkwk nanti aku pakai random generator, kalau bisa muncul nama Bayu di dua-duanya sih berarti hoki Bayu 🀣

      Hapus
    6. Baguss ko.. simple, soft, klasik and elegan.. 🀣🀣 karena ada unsur gambar sama tulisan. Kesannya jadi lebih Fun sama fresh 😁. Aku sbnernya pngen punya header ngotak gtu. Tapi sayangnya templatenya udah diset sama Mas Sugeng bentuk memanjang gtu. Kalau ganti template, langsung ngebayang ribetnya ngatur2 HTML lagi.. wkwk πŸ˜…

      Btw, Lia bikin sendiri??

      Iya Li. Mungkin karena menjelang akhir tahun kali ya. Jadi kuota lagi di penuh2inn sebelum masuk bulan Maintenance.. lagi di fase sering masuk jam 7 pagi, pulang jam 7 malam.. *lohh malah curcoll πŸ˜‚ kebiasaan deh Bay. Wkwk

      Wokeee deh Li. Ini aku sambil doa semoga beruntung. πŸ˜…

      Hapus
    7. Bayuuu, maafkan baru balas komentarnya πŸ™ˆ. Bayu mungkin bisa bikin yang bentuk kotak tapi basenya di latar yang panjang~ soalnya aku juga bikinya begitu wkwk. Pakai canvas yang memanjang, tapi gambarnya kotak. Gimana ya jelasinnya πŸ˜‚ semoga Bayu paham maksudku 🀣

      Iya bikin sendiri, tapi icon orangnya nggak, itu pakai free icon karena aku nggak bisa gambar 🀣

      Bayu sampai sekarang masih masuk pulang jam 7 kah? 😱

      Hapus
  10. Barusan dari tempat kak Jane ngomongin tentang buku yang pengem dibaca kembali (salah satunya Raden Mandasia). Setelah merekomendasikan ke orang-orang, saya malah jadi tertarik lagi untuk baca ulang. Senang sekali berbagi kebahagiaan lewat rekomendasi bacaan, seperti memberi tahu tempat nongkrong baru yang asik.

    Buku pemberian Agatha Christie belum saya sentuh, tapi kayaknya menarik kalo bisa mendapatkan seri yang lain. Ha ha ha

    BalasHapus
    Balasan
    1. I know how it feels, Rahul! 🀣 Aku ingin berterima kasih sekali sama Rahul karena udah mengenalkanku dengan Raden Mandasia. Salah satu bacaan yang mengasyikkan untuk diikuti 😁. Rahul masih ada bukunya?

      Wkwk aku masukkan nama Rahul ke entry yaaa! Siapa tahu jadi bisa koleksi lengkap buku-buku Agatha, kan 🀭

      Hapus
  11. Keren banget nih Lia suka bagi2 buku, sukses selalu ya Lia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Meta! Terima kasih sudah mampir 😁 Sehat-sehat selalu yaaa, Kak!

      Hapus
  12. Liaa, kok kita sama sih, hobi buku fisik tapi yg dibaca malah ebook. Hehehhe.. :D
    Btw, berarti Lia belum baca Little Women yaa? Aku malah blm baca yg Little Men, ga yg itu aja yg di GA Lia? hahaha.. Soalnya yg dua di bawah aku udah punya. #ngelunjak, maaf canda Li ^^
    Tp buat klasik anak itu mnrt aku bagus2 loh Li, ga berat sama sekali. Mungkin yg berat itu klasik2 sastra kali ya.

    Raden Mandasia muncul lagiii. Aku kan makin penasaraaan jadinyaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss dulu Kak Thessa! 🀣. Banyak yang senasib juga ternyata dalam hal ini 🀣, dan sudah tahu seperti itu tapi beli buku fisik masih jalan aja terus #plakk
      Belumm. Little Women malah aku nonton filmnyaaa Kak, dan karena sudah nonton filmnya, aku jadi malas baca bukunya πŸ˜‚ mungkin nanti baca yang Good Wives aja hahaha.
      Wkwk Kak Thessa malah belum pernah baca yang Little Men? Kita kebalikan ya 🀣.

      Ayoo bacaaa! Kak Thessa seingatku juga suka baca buku fantasy, kan? Raden Mandasia baguss Kak πŸ™ˆ

      Hapus
  13. Ini dua buku dengan tema yang sama sekali enggak pernah gue baca sebelumnya sih
    Tentang clasicc dan yang berlatar belakang sejarah
    Jadi penasaran, terlebih lagi di buku yang Raden Mandasia. Karena katanya sampai ketagihan baca dan buru-buru menyelesaikan ya? Kangen banget dengan perasaan seperti itu uy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul~ Raden Mandasia bagussss deh, Kak Fauzi hahaha. Kalau nggak sempat baca, mungkin Kakak bisa nonton film Sultan Agung di Netflix. Katanya vibesnya mirip-mirip~ 🀭

      Hapus
  14. Kalau baca postingan lia ttg buku, jadi nambah pengetahuan tentang buku-buku lain. Rekomendasi buku yg bisa dibaca, dll. Belum lagi komentar yg isinya tentang buku-buku juga. Jadi nambah ilmunya..makasih yaa...hahahhaha

    Baca tulisan ttg little men ini berasa kayak baca laskar pelangi. Kumpulan anak-anak dengan berbagai latar belakang.
    Kalau raden mandasia sudah lama dengar. Pertama kali dengar tahun 2015/2016. Biasa dari teman komunitas yang sering berbagi buku bacaan. Tapi belum pernah baca secara lengkap sih..hiiks


    Agatha christie sepertinya menarik.
    *macak detektif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku yang berterima kasih karena Kak Rivai selalu mampir ke sini πŸ™ˆ terima kasih ya, Kak!! Selamat menambah list bacaan juga #ehh

      Ah iya benarr!! Karena Kak Rivai mention itu, aku juga jadi keingat dengan Laskar Pelangi. Salah satu film terbaik yang bikin aku nangis di bioskop saking sedihnya di ending 🀣
      Yess~ Raden Mandasia ini buku lama, tapi diterbitkan ulang dengan cover baru. Kalau Kak Rivai suka dengan genre seperti ini, boleh coba dibaca karena ceritanya worth to read 😁

      Kak Rivai aku masukkan ke entry giveaway yaaa~ 😁

      Hapus
  15. Wogh, mirip banget sama saya.. Beli buku kapan bacanya kapan.. Malah ada buku yang saya beli karena suka desainnya doang.. Terlihat bagus gitu di rak buku wkwkwkwk :))

    Akhirnya apa, saya jual aja preloved rasa baru :))

    Mbak aku mau giveaway buku 1, alias buku The Railway Children.. Sepertinya covernya bagus wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Andie begitu? Wkwkwk memang cover yang tjangtip tuh sulit banget untuk diabaikan yak 🀣.

      WKWKWK aku ngakak bacanya 🀣 okaii, aku masukkan nama Kak Andie ke entry giveaway yaa.

      Hapus
  16. Saya baru pernah baca yang Raden Mandasia. Buku yang pertama malah baru tahu dari tulisan ini. Kapan-kapan bolehlah dicoba--sekiranya masih ada stoknya.

    Sekitar 3-4 tahun lalu, pertama kali baca Raden Mandasia, saya akui saya takjub banget sama tulisannya. Sekarang mungkin juga masih menyukainya. Tapi terlepas dari betapa serunya petualangan si Sungu dan Raden serta Loki Tua itu, komedinya yang begitu menghibur, ulasan makanan yang bikin ngiler, singkat kata gaya mendongengnya sangat asyik, saya jadi mulai berpikir ulang dengan kehadiran tokoh perempuan yang hanya jadi pemuas nafsu sebagian lelaki. Tanpa perlu munafik, saya suka dengan penceritaan adegan ranjangnya. Masalahnya, sedih aja gitu tokoh ceweknya kurang dapat porsi yang bisa setara dengan tokoh lelaki. Bahkan Nyai Manggis yang mandiri dan kuat itu pun cuma jadi fantasi para pengunjung rumah judi. Sebelumnya maaf spoiler jika ada yang tak sengaja baca komentar ini, di akhir hayat si Raden, masa yang terlintas di pikirannya atau semacam kata-kata terakhir justru biar bisa ketemu Nyai Manggis duluan di alam sana. Haha. Saya kok melihatnya malah sebagai pelecehan. Hm~

    Bisa jadi saya berpikir kejauhan, sih. Entahlah.

    Itu di bagian akhir ceritanya GA dan mau kasih buku, ya? Saya pilih nomor satu. Kebetulan akhir-akhir ini lagi gemar belajar baca buku berbahasa Inggris.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Yoga πŸ™‹‍♀️. Kalau ingin membaca The Railway Children, ada versi English dan terjemahannya di Gramedia. Buku klasik seperti ini aku rasa akan terus diproduksi sampai beberapa tahun kedepan, jadi jangan khawatir kehabisan stock 😁. Terima kasih juga sudah ikutan giveawayku~ aku masukkan nama Kakak ke entry ya 😁. Semoga beruntung! 😁

      Wow, Kak Yoga, aku suka sekali sama pemikiran Kakak πŸ‘. Aku juga menyayangkan tokoh Nyai Manggis (terutama) yang hanya menjadi selingan padahal latar belakang ceritanya menarik dan sosoknya juga keren banget, layak untuk mendapat porsi cerita lebih. Nggak berpikir kejauhan kok, Kak~ 😁. Kadang hal-hal seperti ini luput, tapi justru bisa menjadi kritik yang bagus untuk penulis agar kedepannya lebih mengimbangi porsi karakter dalam ceritanyaa. Terima kasih sudah berbagi pemikiran Kak πŸ™πŸ™ menarik, menarik.

      Hapus
  17. Little Women ini yang ada Emma Watson di filmnya, kan, ya? Berapa kali mau nyoba nonton, tapi kok ya kelewat terus... wkwkwk. Baru tau kalau ada buku Little Men-nya juga.

    Fiksi sejarah nasional ini kayaknya menarik juga, ya, Li... Meskipun sepertinya harus menyiapkan mental dulu untuk diksi yang dipilih.

    Buku2 GAnya menarik, Li... tapi, kayaknya udah banyak yang lebih menginginkan, ya.. XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekaliii, Kak Hicha wkwk. Little Women yang ada Emma Watsonnya. Coba nonton deh Kak, vibesnya heartwarming sekaliii πŸ™ˆ

      Hiahahaha selain menyiapkan mental untuk diksinya, harus menyiapkan mental untuk memulainya juga karena berat di awal (ciri khas buku fantasi) πŸ˜‚.

      Kak Hicha ingin buku yang mana? 😁 Nggak apa atuh coba-coba berhadiah, siapa tahu Kakak beruntung wkwk

      Hapus
  18. komen lagiiii

    surprise liat logo baru nya alias header
    cakeppp, sweet sweet gitu :)


    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Inunn!! Terima kasih udah bolak-balik ke sini 🀣. Terima kasih juga atas apresiasinya 😭 Sempat nggak PD dengan hasilnya karena takut nggak cocok dengan warna blog ini wkwk. Cocok nggak sih Kak kalau dilihat-lihat?

      Hapus
  19. Wahhh aku kepengen ikutan lombanya ih, siapa tau bisa dapet salah satu buku yang dibagikan sehingga bisa aku baca dan review juga isinyaa hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Disyen! Ingin buku yang mana? :D

      Hapus
  20. Wah aku boleh ikutan lombanya gak yaaa.. pengen dapet salah satu bukunya aaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Kak Andrie! Boleh dong hahaha. Ingin buku yang mana? Nanti aku masukkan nama Kakak ke entry :)

      Hapus
  21. Hai Liii, buku yang Raden Mandasia terlihat unik wkwk. Aku juga berpikiran novel dengan latar belakang sejarah agak berat. Tapi baca review-nya jadi tertarik hehe.

    Aku juga mengumpulkan niat buat ngabisin bacaan yang ada di rak buku. Kemaren lagi baca buku little prince, entah Lia udah baca atau belum tapi menurutku bukunya hangat untuk dibaca. Well, semangat bulan November Liii.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Soviii, beneran deh buku Raden Mandasia itu unik dan bagusss! Menurutku worth to read once in a lifetime deh soalnya jarang ada buku-buku bertema seperti ini yang buatan lokal πŸ™ˆ

      Aku sudah pernah baca Little Prince! Aku malah pas baca tuh salfok sama gambar-gambarnya, Kak 🀣. Anyway, semangat untuk kita menghabiskan buku-buku di rak buku kita 🀣πŸ’ͺ

      Hapus
  22. Karena temanya buku yang ada di rak, aku jadi punya PR buat ngabisin The Handmaid’s Tale dan Childfree and Happy.

    Untuk THT, aku perlu mencerna bahasanya betul-betul, makanya lama banget, karena tiap adegan yang ditulis aku coba rangkai jadi imajinasi tapi agak susah karena bahasanya yang cukup sulit dimengerti.

    Untuk Childfree and Happy, aku bacanya lompat-lompat, dan sempat terhenti karena pindahan rumah dan urusan kantor, hahaha 🀣
    Emang suka ngeles!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hwaaa~ The Handmaid's Tale itu ada di TBR aku juga lho, Kak Pipit wkwkw. Sebab kata Ci Jane bagus, jadi aku tertarik untuk baca juga πŸ˜†. Ayo Kak Pipit semangat membaca dan jangan lupa review di blog *nyuruh-nyuruh*
      Oiyaa, The Handmaid's Tale juga ada versi terjemahannya di iPusnas, mungkin bisa jadi selingan Kak Pipit dalam membaca mengingat bahasa aslinya cukup berat, siapa tahu dengan diselingi membaca terjemahannya bisa jadi lebih ngena gitu 😁. Aku biasanya juga begitu, suka selang-seling baca bahasa asli-terjemahan kalau ketemu buku yang bahasanya susah 🀣 dan ini membantu banget buatku lebih memahami isi cerita wkwk

      Hapus
  23. Waaa...aku suka banget sama Raden Mandasia. Yang paling sedih buatku adalah saat kehidupan Nyai Semanggi diceritain. Sedih bukan main karena kehidupannya berat banget sejak kecil :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss dulu Kak Ipeh! πŸ˜† Raden Mandasia bagus yaaa!
      Iyaaa, aku juga sedih baca cerita Nyai Manggis apalagi saat Nyai Manggis **** (takut spoiler) aak, nggak rela 😭

      Hapus
  24. Waduuuu waduuu aku ketinggalan giveaway ini, hahaha masih keburu nggak Kak Li? Mau ikutaan, pingin baca buku misteri yg kedua itu, xixi🀭

    Anyways, kak, aku baru tau lho ternyata ada buku yang berlatar kerajaan nusantara gitu. Dan ini dia buku terbitan baru yaa? Soalnya aku cuma tau buku dengan latar seperti ini ya dulu pas masih SD, itupun bener-bener ada kaitannya dengan sejarahπŸ€” Suka saluut deh sama penulis yang bisa bikin cerita bertema kayak gini, karena pasti kan harus riset dengan esktra supaya bisa memberi gambaran dan mendeskripsikan berbagai isi cerita kepada pembaca sesuai dengan "masanya". KereeennπŸ€©πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih keburu dong, Awl 😁. Siaap! Aku masukkan nama Awl ke entry yaaa. Terima kasih sudah ikutan giveaway ini, Awl πŸ™

      Iya, eh, nggak bisa dibilang terbitan baru juga sih karena sudah terbit sejak 2016 wkwk. Setuju!! Aku juga kagum sama penulis-penulis genre hisfic dan fantasi karena pasti risetnya nggak main-main untuk bisa menggambarkan dunianyaa kepada pembaca. Jadi ingat Harry Potter yang world buildingnya keren πŸ™ˆ

      Hapus

Words of The Dreamer. Theme by STS.