Travel Journal Da Nang Vietnam Day 1 & Day 2.


Pemandangan Vietnam dari atas 😍

Setelah menempuh perjalanan selama 1,5jam dari Bangkok, akhirnya kami tiba di Da Nang, Vietnam πŸ₯³. Nggak pernah terpikirkan sebelumnya kalau kami bakal menginjakan kaki di sini, sebuah tempat yang membuat kami jatuh cinta dengan pemandangan dan suasananya πŸ₯Ί❤️.

✨🧚🏻‍♀️✨

Day 1.

Hari pertama di Da Nang, kami tiba sekitar jam 1 siang di penginapan. Penginapan kali ini fasilitas kamarnya bagus banget dan lokasinya strategis. Review hotelnya di sini.

Berhubung sudah lapar banget, aku minta rekomendasi makanan oleh resepsionis hotel dan direkomendasikan salah satu resto di Grabfood yang best seller yaitu resto mα»³ quαΊ£ng bΓ  mua. Kami pesan menu best sellernya yaitu Quang Noodles with Shrimp seharga 45,000 Dong. Quang Noodles ini seperti kwetiau kuah dengan isian sayuran selada, daun ketumbar, tauge, udang, ayam dan pork. Kuahnya agak bening, kemerah-merahan. Rasanya asin dan gurih cocok untuk lidah kami πŸ‘πŸ». Sambalnya juga enak! Mirip seperti sambal terasi, pedasnya pas. Dagingnya semua fresh dan bumbu dagingnya meresap sekali. Enak sekali kalau dimakan selagi hangat ❤️❤️❤️. Di Da Nang, aku lebih sering lihat orang jualan kwetiau daripada nasi, jadi jangan terlalu ngarep ketemu nasi di sini 🀣.

Quang Noodles with Shrimp.
Malam harinya, kami jalan kaki ke salah satu night market di dekat Dragon Bridge yaitu Chợ ĐΓͺm SΖ‘n TrΓ . Di sini jual snack, pakaian, benda-benda macam kipas, topi, art dan tentunya makanan khas Vietnam. Makanan yang dijual di sini varian dan harganya hampir sama semua~ ada ice cream roll, Bahn Mi, Dimsum, Beef Rice Roll, Quang Noodles, BBQ satay dan minuman. 


Aku pesan Bahn Mi dan Beef Rice Roll di sini. Untuk Bahn Mi dengan daging mixed (non-halal) dibandrol seharga 70,000 Dong. Untuk Beef Rice Roll seharga 100,000 Dong. Bahn Mi ini mirip seperti Subway, tapi rotinya dipanggang sampai garing, isiannya daging cincang dan sayuran, lalu diberi saos mirip mayonais. Sedangkan Beef Rice Roll adalah daging sapi yang dibentuk sate (mirip satay lilit), lalu makannya digulung bersama sayuran dan rice roll (seperti kulit lumpia tapi dari beras), kemudian dicelup ke bumbunya. Bumbunya semacam kuah kuning dengan potongan cabai dan rempah-rempah. Rasanya enak semuaaa!! Beefnya enak, kuah bumbunya enak, pokoknya enak-enak semua dan cita rasanya masuk untuk lidah kami πŸ₯Ί❤️πŸ‘πŸ».

Setelah makan, kami keliling sebentar sambil lihat-lihat snack sebelum kembali ke hotel karena gerimis 🀣. Selama di Da Nang, kami menggunakan Grabcar sebagai alat transpotasi. Di sini ada bus, tapi kayaknya jarang sekali lewat πŸ˜‚. Jadi, pilihan transportasinya kalau nggak Taxi, Grabcar, Grab Bike atau sewa motor. 

Sebagai late snack di hotel dan untuk memuaskan rasa penasaranku selama ini, aku pesan ayam, kentang dan Mango Pie dari Jollibee πŸ˜†. Akhirnya!! Udah nggak penasaran lagi deh sama ayam Jollibee yang terkenal ini 🀣.



Day 2 - Ba Na Hills.

Kami menghabiskan seharian di Ba Na Hills, Da Nang. Untuk transportasi ke sana, kami naik shuttle bus yang bisa dipesan bersamaan dengan tiket masuk Ba Na Hills. Tiketnya bisa dipesan di aplikasi KLOOK. Penjemputan dilakukan di 3 titik jam 8.30 pagi dan kami pilih dijemput di Lotte Mart Da Nang. Pulangnya akan diantar lagi ke titik penjemputan. Perjalanan dari Lotte Mart ke Ba Na Hills sekitar 1 jam tanpa macet. 

Pintu gerbang Ba Na Hills 😍


Kami tiba di Ba Na Hills sekitar setengah 10-an. Pemandangan menuju Ba Na Hills bagus sekaliii!! Jalanannya melewati bukit-bukit mirip jalan ke Puncak πŸ™ˆ. Begitu tiba di Ba Na Hills, situasi di sana ramaiii sekali!! Pintu masuknya padat karena banyak rombongan tour juga. Berhubung sudah pesan tiket di aplikasi, kami bisa langsung masuk ke dalam dan menuju cable car. 

Karena padat dan clueless, jadi kami asal ikut gerombolan orang saja jalannya 🀣 dan berakhir dengan kami naik cable car menuju ke French Village. Kalau dari peta, cable car ke arah French Village adalah rute cable car terpanjang dibanding rute lainnya karena Frech Village berlokasi di paling atas wilayah Ba Na Hills.


Pemandangan menuju ke atas super duper bagus!! Nggak henti-hentinya aku takjub dengan pemandangannya, juga dengan orang-orang yang bikin jalur cable car ini, kok bisa ya bikin jalur membelah bukit seperti ini πŸ₯Ί hebat bangetttt!! Buat orang yang takut ketinggian, pemandangan ke arah bawah akan sangat menyeramkan sih karena tinggi banget bahkan sampai tembus kabut-kabut 🀣 dan cable carnya lumayan cepat~ gerakan cable car sewaktu melewati sambungan tiang, waktu take off dan landing juga agak seram sih 🀣 so, please prepare yourself sebelum naik cable carnya 🀣.

Begitu sampai di French Village, kami disambut dengan pemandangan bangunan ala French yang bagus-bagus! Totalitas banget deh Ba Na Hills ini πŸ‘πŸ». Cuaca selama kami di Ba Na Hills berkabut dan makin siang makin berkabut, jadi suhunya agak dingin sejuk kayak pakai AC πŸ™ˆ. Cuaca seperti ini lebih nyaman sih dibanding panas terik wk. 


Di area French Village berisikan tempat-tempat makan, arena permainan, hotel Mercure dan tempat foto-foto bernuansa Eropa, kastil-kastil, juga ada area pagoda China. Setelah puas mengitari French Village, kami turun menuju Golden Bridge dengan menggunakan cable car. 





Area Golden Bridge ini padat banget dengan orang-orang yang mau berfoto-ria 🀣 dan berhubung cuaca saat itu berkabut, jadi nggak bisa lihat pemandangan ke arah bawah, but that's okay!! Yang penting bisa lihat Golden Bridge yang ikonik ini, malah jadi seperti jalan membelah kabut karena cuacanya πŸ˜†❤️.

Nggak bisa foto yang lebih luas karena terlalu ramai 🀣

Dari area Golden Bridge, kami jalan kaki ke area Debay Wine Cellar (tempat penyimpanan Wine, tapi kami nggak masuk ke dalamnya) dan di sekitar Debay Wine Cellar ada taman bernuansa Mitologi Yunani, cocok untuk foto-foto di sini.



Setelah dari sana, kami kembali naik ke French Village karena cable car yang berfungsi hanya ke arah sana. Sebenarnya ada Funicular juga di area sini, tapi sedang out of service πŸ₯². Di area French Village, kami kembali jalan-jalan dan mengunjungi kastil diujung jalan yang belum sempat kami kunjungi sebelumnya. Nah, dari kastil ini ada Funicular juga dengan jarak tempuh yang lebih singkat daripada Funicular di area wine cellar. Berhubung Funicular ini berfungsi, jadi kami coba naik biar tahu rasanya naik Funicular 🀣. Gimana rasanya naik Funicular? Mirip naik kereta versi lebih mungil πŸ€£πŸ‘πŸ»

Sekitar hampir setengah 4 sore, kami memutuskan untuk turun dari French Village menuju tempat parkir karena bus akan jalan jam 16.30 kembali ke Lotte Mart. Dengan durasi kurang lebih 5 jam berada di Ba Na Hills, kami sudah mengelilingi semua area di sana~ pokoknya kaki sudah seperti jelly deh 🀣. Puas sekali menikmati area Ba Na Hills dan melihat pemandangan di sana 😍. Recommended banget buat main ke sini, gengs! Pokoknya harus sediakan 1 hari untuk bisa full menikmati semua area di sini yang pastinya nggak akan bikin menyesal sebab semua areanya cantik-cantik banget untuk sekedar dinikmati atau untuk foto-foto.





✨🧚🏻‍♀️✨

Malam harinya, kami jajan-jajan di Lotte Mart dan menghabiskan malam di kamar hotel saja~ nggak kemana-mana lagi sebab keesokan harinya akan butuh tenaga untuk jalan-jalan ke tempat lain πŸ˜‚. Takut kakinya nggak kuat untuk jalan-jalan besok wk.

2 hari ini di Da Nang sangat menyenangkan ❤️. Kotanya nggak terlalu ramai seperti Bangkok, tapi justru kami lebih nyaman seperti ini. Orang-orangnya lebih banyak yang bisa berbahasa Inggris, jadi lebih mudah untuk berkomunikasi. Meski banyak kendaraan bermotor, udaranya nggak terlalu berpolusi seperti di Jakarta πŸ˜‚. Jalan kaki juga nyaman dan aman. 

18 komentar

  1. Entah kenapa tiap membaca kata Ba Na Hills lidahku otomatis menambahinya menjadi Ba Na Na Hills, (pisang) haha.. ✌

    Golden Bridge itu yang seperti jari-jari manusia itu ya kak, ada lima kah jarinya, Kak?

    Jadi dari Thailand lanjut ke Vetnam ya kak, jadi skrg masih di Da Nang ya kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha kebiasaan baca Banana ya, Kak Jaey 🀣. nggak apa, bisa dimaklumi kok 🀣

      iya, Kak. Golden Bridge itu bentuknya tangan kiri dan kanan lengkap masing-masing 5 jari yang dibuat memegang jembatannya gitu.

      Hapus
  2. Liiiii liburannya seru bangetttt, aku nungguin update-annya terus nih hehehe.. Tempat-tempat yang Lia datengin udah aku catet! Siapa tau suatu saat ada kesempatan kesana aku mau dateng juga ke tempat-tempat ini. Ditunggu terus update nya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Tikaaa, terima kasih udah nungguin update ceritaku!! it means a lot πŸ₯Ί❤️. maafkan aku baru balas komentarnya sekarang hiksss. masih hutang cerita nih aku! semoga mood menulisnya cepat kembali biar bisa segera melunasi hutang ceritanya 🀣

      Hapus
  3. Fotonya cakep-cakep Liii. <3 Totalitas banget bikin bangunan ala Eropanya! Lihat nominal uang yang kamu tulis, kayak familiar dengan rupiah karena sama-sama nol-nya banyak, WKWKWKWK. Kamu ngeluarin Dong dengan nominal segitu berasa kayak ngeluarin rupiah nggak? Kalau di negara-negara yang mata uangnya nol-nya dikit tuh kayak ngerasa apa-apa murah padahal pas dikaliin kurs muahal abes, kurang ajar. xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih banyak, Kak Endah ❤️❤️❤️. totalitas banget Ba Na Hills tuh! pantas banyak yang suka ke sini selain pemandangannya yang juara, setiap konsep bangunan dibuat sedetil mungkin. salut!
      WKWK iya!! nominalnya mirip di Indo 🀣 cuma karena sebelumnya aku dari Thailand yang mata uangnya nggak banyak 0-nya, begitu sampai Vietnam langsung linglung dan berasa kayak apa-apa mahal karena 0-nya banyak, padahal harganya mureeeh betul πŸ˜‚. dan benar kata Kak Endah, kalau di negara yang 0-nya dikit berasa apa-apa murah, padahal mahal 🀣. dasar otak ini mudah sekali tertipu 🀣🀣🀣

      Hapus
  4. Keren bangert Da Nang ini, beberapa kali temen yang disana ngajakin ke Da Nang tapi belum sempat berkunjung. Pemandangan Ba Na Hills juga menakjubkan meski sedang berkelimut kabut, malah jadi kayak lagi di adegan film thriller, keluar dari kabut gitu hehehe. Share more Vietnam tripsnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwk iya yaaa jadi kayak adegan film thriller 🀣. kalau aku berasanya kayak jadi villain begitu keluar dari kabut karena belakangnya kastil-kastil 🀣. semoga suatu hari bisa mampir ke Da Nang, Kak Cipu! ayo mampir sebelum ramai dengan turis nih wkwk

      Hapus
  5. Selamat menikmati perjalanan 5 negara 3 benuanya little fairy. It looks awesome!

    BalasHapus
  6. Asiknya Liii, mana kayaknya dingin banget jadi g kerasa cepet capek yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Kak Zi πŸ˜† karena gloomy jadi nggak berasa capek dan keringetan meski udah ribuan langkah ditempuh 🀣

      Hapus
  7. penasaran sama rasa Quang Noodles with Shrimp, pengen coba :D

    BalasHapus
  8. Wah, serunya. Lihat foto-foto dan baca ceritanya jadi serasa ikut jalan-jalan :D Di sana lebih mudah nemu mie, tapi kalau di Jolibee ada nasi kah? Aku bayanginnya kaya KFC/MCD di sini, hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih banyak udah mampir, Kak Indi! ❤️
      di Jolibee sini masih ada nasi, Kak Indi πŸ˜†. kayaknya cuma bisa nemu nasi di fast food restaurant aja atau restaurant besar, kalau kedai kecil kebanyakan jual kwetiau 🀣

      Hapus
  9. ku tak sabar wkwkwk
    Aslii cakep cakep semua ya semua sudutnya, ala-ala Eropa, ada kastilnya juga. Padahal nyampenya jam 10 pagi ya, tapi udah rame pengunjung.
    Berarti besok besok aku kudu berangkat jam 6 kali ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jiakakaka tenang aja, Kak Inun. meski ramai pengunjung tapi karena areanya luas banget, jadi nggak akan bertubrukan satu dengan yang lain. paling cuma di Golden Bridge aja yang sumpek, sisanya mah lowong banget πŸ˜†. aku tunggu cerita Kak Inun soon πŸ™ˆ

      Hapus

Words of The Dreamer. Theme by STS.