A Day at Kemang.

Jalan-jalan ke Kemang kali ini merupakan wishlistku dari lama banget πŸ˜‚. Entah kenapa buatku tiap dengar kata Kemang kesannya jauh sekaliii kayak udah pindah kota padahal begitu lihat Maps masih kurang dari 1 jam durasi perjalanan (kalau nggak macet 🀣), kurang lebih 20KM-an aja dari tempat tinggalku. 

Jalanan di Kemang kecil-kecil banget~ sedangkan hampir semua orang bawa mobil di sini. Kebayang nggak macetnya macam apa? πŸ˜‚. Memang paling enak naik motor kalau mau main ke Kemang biar bisa sat set sat set menembus kemacetan wk. Aku lihat ada kendaraan umum Transjakarta yang lewat Kemang, tapi kayaknya intensitasnya agak jarang πŸ˜‚.

✨🧚🏻‍♀️✨

Perhentian pertama kali ini ada di daerah Ciranjang, dekat Pasar Santa sana~ yang jaraknya cuma 10 menitan dari tempat tujuan utamaku di Kemang. Sengaja mampir ke sini dulu karena penasaran banget dengan makanan satu ini yang belakangan ini bolak-balik adsnya muncul di medsos πŸ˜‚. 

Tempat tujuan yang aku maksud adalah Heng Heng Katong Laksa. Katong Laksa adalah salah satu varian laksa di Singapore yang style makannya dengan menggunakan sendok saja karena isiannya sudah dipotong-potong sesuai bite-size~ Resto pusatnya ada di Muara Karang dan yang di Ciranjang ini cabangnya yang baru banget buka. Heng Heng Katong Laksa Ciranjang adanya di dalam Terrace Ciranjang. Harus banget perhatikan jalan dengan jelas kalau ingin ke sini karena posisi nama tempatnya agak di bawah jadi suka ketutupan mobil yang parkir. Tapi lokasinya ada di pinggir jalan kok, jadi nggak perlu takut nyasar πŸ˜†. 

Heng Heng Katong Laksa ada di dalam Terrace Ciranjang ✨

ordernya di sini~

Heng Heng Katong Laksa berisikan bihun tebal putih yang udah dipotong-potong, fish cake, udang, tauge dengan taburan daun ketumbar di atasnya (harus banget minta dipisah buat yang nggak suka daun ketumbar 🀣). Porsi regulernya pas banget buatku! Kenyang dan isian udangnya cukup banyak~ ada sekitar 3 atau 4 potong udang yang udah fresh serta dikupas bersih (nilai plus karena aku suka malas makan udang yang ada kulitnya πŸ˜‚). Bihun yang udah dipotong sesuai bite-size bikin makan jadi praktis dan mempermudah untuk menikmati bihun+kuah secara bersamaan. Untuk kuahnya~ sejak sendok pertama masuk mulut~ duhhh, enaknyaaa! Asin, gurih, sedikit hint pedas, creamy santannya terasa dan harum sekaliii, ada aroma ebi juga, tapi tidak mengganggu. Enakkkk sekali! Dijamin bikin nyeruput kuahnya sampai habis πŸ€ͺ. 

Katong Laksa Regular (70K) dengan Ice Lime Juice with Sourplum (20K) yang segar manis 😍

Lihat kuahnya! Yummy sekaliii 🫣

Sebagai seseorang yang kurang suka Udon, aku jauh lebih suka makan laksa dengan bihun tebal seperti di Heng Heng dan bagi Si Prikitiew yang baru pertama makan Laksa Singapore, begitu kena laksa Heng Heng katanya lebih pilih makan laksa dibanding ramen 🀣. Memang kalau udah kena santan tuh susah lepas ya 🀣. Heng Heng Katong Laksa ini worth it banget untuk dicoba!~ Sekedar saran dariku, jangan ke sini saat weekend karena kemungkinan nggak dapat tempat duduk, juga harus di-note kalau di sini nggak sedia sumpit sama sekali. 
✨🧚🏻‍♀️✨

Tempat kedua sekaligus tujuan utama main ke Kemang adalah Mardin Fine Baklava Cafe. Berhubung namanya Baklava Cafe, udah ketebak kan ke sini karena apa? πŸ˜†. 

Suasana di dalam Mardin~ cantik sekali interior indoor dan outdoornya 😍

Di Mardin tersedia beragam jenis makanan Turki dari mulai makanan pembuka hingga makanan berat. Tersedia juga yang Vegan dan Non-Vegan. Berhubung sudah kenyang makan laksa sebelumnya, kami hanya pesan dessert saja di Mardin πŸ™ˆ. Selain pesan Assorted Baklava (55K), kami ada pesan Mardin Special Kunafe (153K), Karak Ice Tea (37K) dan Ottoman Sand Coffee (48K) (kopi yang dipanasin di atas pasir gitu). Untuk Baklavanya, kami pesan yang Mix Assorted Baklava varian chocolate dan pistachio.

Chocolate Baklava~

Pistachio Baklava πŸ˜†

Buat teman-teman yang nggak suka manis sepertinya kurang cocok makan Baklava karena ini sangat amat manis sebab disiram semacam syrup gula saat disajikan πŸ˜‚. Baklava sendiri bentuknya puff pastry dengan isian sesuai rasanya. Rasanya sebenarnya enak, teksturnya juga masih crunchy, tapi untuk yang rasa coklat terlampau manis bagi kami. Prefer yang rasa Pistachio karena lebih nggak terlalu manis dan rasa kacangnya terasa sekaliii. Baklava ini cocok sih untuk dipadukan dengan minuman kopinya, tapi tetap terasa manis sekali. Mungkin next bisa minta syrup gulanya dipisah atau coba varian lainnya πŸ™ˆ

Karak Ice Tea~ disajikan dengan gula terpisah.

Karak Ice Tea adalah minuman teh pertama yang bikin aku shock dengan rasanya 🀣. Bahan-bahan isian tehnya ada cengkih, kapulaga, kayu manis, saffron dan beberapa spices lainnya, bikin sensasi minum teh terasa seperti minum kuah kari πŸ˜‚πŸ™πŸ». After tastenya beneran berasa kari sekali~ mirip kari gulai roti canai πŸ˜‚. Coba dibayangkan saja makan kuah kari gulai tapi pakai es batu, ya kurang lebih begitu rasanya 🀣. 

Ottoman Sand Coffee. Dikasih free air putih~

Ottoman Sand Coffee setahuku minuman kopi yang dipanaskan di atas pasir. Kita bisa lihat langsung proses pembuatannya, tapi sayangnya aku nggak berani lihat sebab lokasi pembuatannya di tengah resto banget dan aku malu 🀣. Disajikan dalam ukuran yang hampir mirip espresso shot, meski begitu Ottoman Sand Coffee bukan tipe kopi yang strong sampai nggak bisa tidur wk. Rasanya creamy, nggak bikin deg-deg-an, tidak manis, tapi nggak pahit, rasanya dan aromanya ada spices khas Timur Tengah yang cukup terasa, namun nggak mengganggu. Kalau boleh jujur, aku jauh lebih suka Ottoman Sand Coffee dibanding Karak Ice Tea πŸ€£πŸ™πŸ».

Mardin Special Kunafe. Nyam nyam nyam!~

Dan makanan terakhir yang kami pesan di Mardin adalah Kunafe/Kunafa. Kunafe dijadikan panas~ berbeda dengan Baklava. Kami pesan yang Mardin Special Kunafe dengan isian mix Cheeses & Pistachio porsi small. Jujur, aku kurang tahu bahannya Kunafe ini apa aja karena nggak familiar dengan makanannya, tapi rasanya mirip parutan kelapa yang tengahnya diisi keju dan atasnya diberi taburan Pistachio dan syrup gula. Suprisingly, ini enakkkk!! We both love it! ❤️ Kunafe ini pinggirannya garing dan rasanya nggak terlalu manis. Isian kejunya sepertinya pakai Feta cheese (CMIIW) karena ada aroma yang cukup khas~ dan meski pesan yang porsi small, tapi udah cukup banget buat kami sebab kalau kebanyakan malah jadi blenger dengan kejunya πŸ˜‚. Overall, kami lebih suka dengan Kunafe padahal ke sini carinya Baklava wk. Anyway, shoutout to para staff Mardin yang baik dan ramah sekali!

✨🧚🏻‍♀️✨

Tempat terakhir yang nggak boleh dilewatkan kalau main ke Kemang adalah Baked!! Finally, mereka buka cabang di Jakarta setelah sekian lama cuma bisa ngiler-ngiler aja lihat Baked yang hanya ada di Bali πŸ˜‚. Jarak dari Mardin ke Baked sekitar 5 menit aja. Sedekat itu!~

Welcome to Baked Kemang! Kalau sudah melihat tanda ini, pintu masuknya di sebelah kanan~

Baked ini tempatnya agak nyempil kalau dilihat dari depan, tapi titik di Maps akurat sekali πŸ‘πŸ». Begitu masuk ke Baked, semerbak aroma butter langsung menerpa~ woosh~ woosh~ bikin perut keroncongan lagi πŸ€£πŸ‘πŸ». Asli, butternya wangi sekaliiii dan pintar sekali menaruh koleksi pastry mereka di dekat pintu masuk karena auto bikin ngiler 🀣. Berhubung Baked terkenal akan croissantnya dan sebagai pecinta croissant, aku langsung pilih Original Croissant (25K) mereka, juga Almond Croissant (40K) dan Organic Palm Sugar Latte (48K). 

di Baked jual merch yang gemas 😭 untung aku kuat iman πŸ€ͺ


Pintu masuknya di ujung sana~ langsung dekat kasir dan rak pastry 🫣


tempat bikin-bikin croissant dan teman-temannya❤️

Di Baked nggak ada tempat duduk indoor yang mungkin agak kurang nyaman bagi sebagian orang jika siang-siang ke sana, tapi poin plusnya adalah di Baked pet-friendly! Alias boleh bawa anabul main-main di area Baked ❤️.

Suasana outdoor di Baked. Banyak tersedia kursi~

Ukuran kopi susunya cukup banyak lho!~ Agak kaget begitu lihat karena meski cupnya terlihat kecil, tapi isinya lebih banyak jika dibanding kopi susu lain dengan harga yang sama. Kalau dari segi rasa, rasa kopi susunya okay, not too special. But, Original Croissantnya juara!! Croissantnya besar dan meski udah berjam-jam kemudian, dia nggak kempes. Tipikal croissant yang flaky dan garing 😍. Almond Croissantnya berisikan coklat + selai yang rasanya manis dan ada aroma kayu manisnya. Isiannya berlimpah~ hepi sekali makan croissant Baked ❤️. Lumayan PR ya kalau sudah jatuh cinta dengan Baked sebab pergi belinya jauh dari rumah 🀣. Mari kita doakan semoga Baked nantinya bisa buka cabang lebih banyak lagi di seluruh Indonesia!~

Bawa pulang croissant karena sudah kekenyangan 🀣. Kaget dengan isian kopi susunya yang banyak 😱

✨🧚🏻‍♀️✨

Setelah dari Baked, kami memutuskan untuk pulang karena takut kena rush hour πŸ™ˆ. Perjalanan kali ini aman dan lancar jaya, tidak kena macet sama sekali. Aku juga senang sekali akhirnya bisa main-main ke Kemang. Semoga nanti bisa resto/cafe hopping lagi di daerah sana sebab masih ada nih wishlist beberapa tempat yang ingin dikunjungi di Kemang 🀣.  

32 komentar

  1. Kemang ini kalo ramah buat pejalan kaki, bakal seru. dulu, trotoarnya bapuk, atau malah ngga ada. macetnya bener-bener bikin males ke sana kalo ngga perlu-perlu amat..

    dan ternyata, banyak bermunculan kafe lucu di Kemang, ya.. 😱

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beberapa trotoar ada yang udah bagus, tapi beberapa nggak ada sama sekali. Sayang banget ya, Kak πŸ˜‚. Apalagi sekarang banyak sekali cafe resto lucu yang saling berdekatan di sana, kalau trotoarnya memadai bakalan makin asik jalan kaki di Kemang. Macetnya memang aduhai πŸ˜‚ nggak kebayang gimana saat satnite, bisa nggak gerak kali ya πŸ˜‚

      Hapus
  2. Waaaaah dapet banyak rekomendasi tempat baru nih dari Lia! Makasih banget share-nya Li!
    Btw itu harga laksanya termasuk murah ya menurutku dan kepo banget ke Mardin buat nyobain makanan Turki kayaknya aku belom pernah coba selain kebab 🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah membaca tulisanku, Kak Tika πŸ₯Ί❤️. Semoga kapan-kapan bisa mampir cobain yaaa!

      Menurutku juga iya! Harga laksanya termasuk okayyy mengingat lokasi dan rasanya 🀣. Ayo cobain Mardin, Kak wkwk. Atau bisa juga coba Abunawas kalau ingin lebih banyak pilihan makanan beratnya 🀣. Kalau suka daging kambing atau makanan berempah, di resto-resto ini banyak pilihan olahannya πŸ™ˆ. Aku pun baru pertama kali coba dessert Turki, biasanya cuma makan kebab doang 🀣

      Hapus
  3. Kalo Kemang itu apa banyak tempat/kafe " buat makan "gak sih Lii,soalnya bukan orang Jakarta 😁jadi bayangan aku tuh Kemang tu tempatnya lebih adem, lebih banyak pepohonan dari pada Jakarta bagian lainnya wkwkk..Laksa itu apa mirip dengan Lakso dari Palembang ya ? Soalnya liat kuahnya kuning dan berasa udangnya, Lakso palembang juga kuahnya ngaldu dan gurih banget kerasa udang dan gurihnya santan, ngebayangin rasanya mirip laksa Singapore hehehe...baklava itu berarti dari Turki ya .pernah dapet oleh" ini memang rasanya cenderung manis banget yaa..tapi ada kacang"nya itu yg bikin suka.....
    Berarti kopi nya orang Turki agak aneh dong di lidah kita 🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes! Di Kemang sisi kiri-kanannya selalu ada aja cafe/resto makanya jalan di sini ramai terus, Kak Heni πŸ˜‚. Nggak seadem bayangan Kakak, tapi nggak terlalu gersang juga di jalanan yang kemarin aku lewatin πŸ˜†.

      Berhubung aku belum pernah coba Lakso Palembang, jadi aku kurang tahu apakah rasanya mirip atau nggak, tapi secara nampak luar mirip sih 🀣. Kalau Lakso mirip kuah lodeh gitu kuahnya nggak, Kak?

      Wah! Kak Heni pernah coba baklava juga! Ternyata emang manis banget ya baklava ini πŸ˜‚. Manisnya agak bikin blenger makannya meski potongannya nggak gitu besar πŸ˜‚. Kak Heni juga ngerasa gitu nggak?

      Wkwk tehnya orang Turki agak aneh di lidah kita soalnya ada rempah-rempahnya. Rasanya kayak familiar, tapi unik 🀣

      Hapus
  4. Warna kuah Lakso emang kuning mirip lodeh..tapi rasanya gak kayak lodeh...gurih pokoknya...sedeep...iya Lii pernah di kasih oleh-oleh baklava itu, seumur "baru sekali nyobain...maniiis banget😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi penasaran gimana rasa lakso πŸ™ˆ. baklava manis banget, kalau nggak terbiasa makan yang manis, agak kaget waktu pertama coba ya Kak 🀣

      Hapus
  5. Ih seru bangeeeet mau ikuttttt makan makan makan. Ayo kita ketemu dan cafe hoping kalau aku lagi main ke Jakarta, ya. *ketauanbangetnggakpunyatemen

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo sini ikut makan-makan, Anyelir 😝. *pukpuk* jangan sedih!!

      Hapus
  6. saya kemaren juga sempat lewat kemang, dan baru tau kemang ternyata jalannya beneran kecil.sayangnya kemaren itu lagi nyetir jadi enggak bisa tolah toleh, soalnya juga kemaren buru-buru mau ke stasiun juga, jadi enggak sampai menikmati perjalanan

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagi saya pendatang
      ngelewati kemang
      kayak ngelewati daerah lain aja
      hehehe

      Hapus
    2. Kemang juga terasa seperti daerah lain di mata saya πŸ˜‚ seperti nggak di Jakarta padahal lokasinya di Jakarta banget πŸ˜‚. Saya juga kaget karena jalanannya sekecil itu di daerah yang cukup ramai arus lalu lintasnya πŸ˜‚

      Hapus
  7. Bener Lii Trans Jakarta yang lewat Kemang tuh kayak jarang-jarang.. Nunggu dari 1 armada ke berikutnya bisa 30-45 menit sendiri.. Kalau ketinggalan bye mending ngojek aja daripada nunggu lama πŸ˜‘

    Baked ini aku tauu deh, letaknya di Kemang Utara yang jalanannya kecil banget itu ga sih? Wkwkwk.. Pernah lewat situ di hari Minggu dan muaceeet πŸ˜‚πŸ˜‚

    Merch di Baked kenapa cakep-cakep warnanya, lihat sekilas aja aku naksir sama termosnya πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneran intensitasnya jarang ya, Kak Eya πŸ˜‚. Terima kasih untuk infonya, Kak Eya! next time kalau aku ke sana naik kendaraan umum udah lebih siap mental deh 🀣

      Betul! Kalau nggak salah ingat Baked ini di jalan yang sama dengan KFC atau masuknya dari daerah yang ada KFC gitu, pokoknya dia di jalan utama, agak nyelip dikit aja plangnya 🀣. Kak Eya masih kerja di daerah Kemang nggak?

      Vibes merch di Baked tuh beneran Kak Eya banget!! Creamy kuning hangat warnanya 😍 hati-hati kalau main ke sini takut Kak Eya kalap wkwk

      Hapus
  8. Seru banget Kak Lia! Jadi pengen ikutan menjelajah area Kemang, karena kebetulan belum pernah ke sana :D.

    Sebagai pecinta mie-mie-an, penasaran banget pengen nyobain laksanya. Oh iya dilihat dari foto, porsinya banyak ya Kak Lia? Atau justru sedang?

    Mardin kesannya mewah banget ya, dilihat dari interiornya XD. Sejujurnya makanan Turki yang pernah aku cobain cuman kebab, habis liat ini pengen nyobain Baklava .....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Juna! Ayo menjelajah Kemang! XD apalagi kamu suka jalan-jalan juga kan~ barangkali kamu ketemu tempat kece di Kemang dan aku bisa ikutan mampir nanti πŸ™ˆ

      Porsi laksanya untukku pas banget! kayak ukuran reguler pada umumnya, ditambah pakai kuah jadi makin kenyang. Kenyang atau kembung ya? 🀣

      Karena aku mampirnya ke Fine Cafe makanya interiornya agak waw πŸ˜‚. Waktu pertama kali lihat, aku juga kaget dan merasa salah tempat banget 🀣. Sejujurnya sebelum ke Mardin-pun aku cuma pernah makan Kebab aja, itupun nggak tahu rasanya sama seperti yang di Turki atau nggak secara belinya di street food 🀣. Kalau Juna penasaran dengan makanan lainnya dari Turki, boleh coba mampir ke sini atau ke Abunawas!~

      Hapus
  9. omaigod omaigoddd tempatnya cozyy, mauu juga kesana tapi jauh hahaha, kapan kapan kalau ke Jakarta lagi
    Dulu waktu lewat kemang memang padat, padahal tahun 90an hahaha, saudara aku rumahnya daerah kemang soalnya waktu itu

    asli dah ini laksanya bikin penasaran, kuahnya aja ehhhm creamy yummy gitu yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaampun, ternyata dari dulu Kemang udah langganan macet ya, Kak 🀣. Kalau jaman dulu harusnya belum sepadat sekarang, tapi pada masa itu aja udah sering macet juga. Weleh-weleh πŸ˜‚.

      Kak Inun, ayo main-main ke JKT biar bisa coba laksanya πŸ™ˆ. Eh, atau langsung ke SG aja juga boleh! #lho

      Hapus
  10. Kemang disini Jakarta Selatan itu bukan sih Lii?? πŸ€”

    btw, Laksanya emng menggodaa banget ya.. Asli aku ya ngiler pagi-pagi ngeliatin foto Laksa πŸ˜…
    terus tahu nggak sih Lii. Aku pas baca bagian Madrin terus lihat Foto-fotonya, entah kenapa bikin aku teringat makanan Turki yang direview Mba Fanny kemarin πŸ˜‚ heheh. Teh campur rempah strong .. jadinya rasa kari.. hihi

    di sini lagi bangun cabang The Harvest. Seingetku ini Toko Kue/Roti/whole Cake pilihan Mba Jane kalau nggak salah.. Jadi senang, udah mah design bangunannya artsy banget.. kaya gaya2 eropa gtu. Agak nggak matching sih sama bangunan sebelahnya 🀣 yg bangunan lama.. Indonesia bangett lagi πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul! Ini Kemang yang di Jaksel itu, Bayu. Kemang ada 2 sih yaa, aku kadang ketuker juga soalnya di Bekasi juga ada yang namanya Kemang 🀣

      Laksanya memang bikin ngiler banget!! Aku jadi keinget lagi rasanya deh. Duh, krucuk-krucuk perutku sekarang 🀣
      Wkwk review Kak Fanny terhadap makanan Turki juga bikin shock ya rasanya 🀣. Terlalu unik dan kita nggak terbiasa dengan rasanya, makanya waktu pertama coba bikin shock 🀣

      Wah!! Ada The Harvest di sanaa! Bangunannya jomplang banget sama sebelahnya dong 🀣. Kalau nanti udah jadi, Bayu harus coba cookies mereka yang kecil-kecil, dijual satuan atau per kaleng. Ini enakkk!! Kayaknya Bayu akan suka πŸ™ˆ

      Hapus
  11. Selama ini cuma pernah lihat Kemang di medsos... Semoga suatu saat kesampaian jalan-jalan ke sana...

    BalasHapus
  12. Ngakak banget kena kata-kata kayak minum kuah kari. xD Thank you Li sudah menginspirasi untuk nyobain menu Turki, di sini ada resto kayak gitu tapi fancy banget aku keder mau masuk. xD Ini kamu dalam sehari cafe hopping ke tiga tempat??? Luar biasa daya tampung lambungnya. Eh tapi yang terakhir take away ya. Untung bacanya pas deket makan siang gini, nggak nunggu lama buat makan, wkwkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Endah, ada baiknya untuk searching menu di Google sebelum mampir agar siap mental πŸ˜‚. Sebelum ke Mardin, aku udah lihat menunya dulu jadi shocknya aku tinggal di rumah 🀣.

      Iya, langsung ke 3 tempat macam tourist aja 🀣. Ini juga udah nggak kuat, di Mardin makannya lambattt banget saking kekenyangannya WK. Soalnya nggak tahu kapan bisa balik ke Kemang lagi, that's why langsung mampir ke beberapa tempat πŸ˜‚

      Hapus
  13. Sampai sekarang paling males kalau diajak ketemuan di kemang. Yaa di kemang semuanya ada. Banyak tempat nongkrong, makanan enak. Tapi kemang jauh dari stasiun krl. Jadi menyulitkan kalau naik krl. Mesti ganti ojol..wkwkwkk

    Yaa, kuah kental laksa terlihat begitu menggoda. Jadi bakal kaya rasa dibandingkan ramen. Akhirnya benar-benar terjebak dalam makanan bersantan..hiks

    Semakin ke sini rasanya makin ga bsia toleransi sama minuman/ makanan manis. Porsi manis tandard (cafe/resto) masih dibilang terlalu manis. Buat jaga-jaga emang mesti bilang less sugar..wkkwkwk

    Ikut kenayang abis baca ini. Cukup membayangkannya saja, tanpa perlu ikut mencicipinya secara langsung..wkwkwk

    BalasHapus
  14. Kalo yg resto Turki, udh pasti aku skip 🀣🀣🀣. Masih belum semangat nyobain makanan Turki lagi sejak trip trakhir. Rasanya bayangin dessertnya udh langsung sakit gigi aku πŸ˜‚πŸ˜‚

    Ini Januari aku bakal transit sehari di Istanbul udh males bayanginnya 🀣🀣. Kalo bukan Krn temenku pengen kesana, secara dia blm pernah, jadi aku ga tega nolak.

    Tapi laksanya ya Allah, langsung akh masukin bucket list liaaaaa 😍😍😍😍😍. Kebetulan aku belum pernah coba laksa SG.walopin udh banyak baca kalo laksa mereka memang gurih Krn santan kan. Udah kebayang sih ini LBH enak drpd ramen.

    Tapi memang Kemang ini termasuk males sering2 datangin Krn ga kuat macetnya hahahahha. Dulu pernah ditempatin di kantor Kemang, ya Allah aku hrs PAgi2 buta supaya ga telat 🀣🀣. Belum lagi pas banjir, itu kantor cabang kerendam sampe selutut dewasa πŸ˜‚πŸ˜‚. Untung akhirnya dia tutup dan pindah lokasi πŸ˜„

    BalasHapus
  15. Uhuy Kemang, banyak resto-resto yang OK cuma macetnya kadang gak nahan hahaha. Apalagi musim hujan. Hmm bucket list nih resto ini. Tar deh kalau suatu waktu lewat-lewat disana...

    BalasHapus
  16. Liaaa, aku suka deh sama tone fotonya. Kamu biasa ngedit pakai apaaa?
    Btw laksanya lumayn menggodaa 😍😍 aku belom pernah nyobain laksa kecuali mie sedap rasa laksa wkwkwk sad πŸ₯²

    BalasHapus
  17. Mbak, saya ngiler lihat foto laksanya...
    Sudah lama saya ga makan laksa. Di Sukabumi ada penjual laksa, rasanya saya cuma ketemu satu saja di Jln Pemuda. Coba ah saya kapan2 saya mampir disana.
    Lah koq saya jadi ngomongin laksa saja ya...

    Salam,

    BalasHapus
  18. Kok kita sama nggak terlalu suka udon, Lii? Hahaha. Itu laksanya menggiurkan sekaliii. Rasanya pengen seruput kuahnya sampai angkat mangkok 🀣

    Aku juga pengen deh bisa jalan-jalan di Kemang. Emang peer banget ke sananya, udahlah jauh, susah parkir pulak, wkwkwk. Jadi inget dulu pas SMA akutu pernah naik TJ bareng temen-temen main ke daerah Blok M dan sekitar. Sebagai anak JakBar, bangga dan norak banget bisa main ke sana. Jajanannya enak dan berbeda, terus banyak butik kece yang suka dilihat di majalah πŸ˜†

    Kafe Mardin juga unik, yaa. Kalau ada review gini jadi nggak bingung mesennya, walau nggak tahu juga sih kapan bisa ke sana, hahaha. Kopinya menarik deh, pengen coba!

    Baked ini sekarang merambah ke Jakarta, yaaa. Yang di Bali aja aku belum pernah coba, suka ngantri, huhu. Kalau kamu suka pastry begini, di Bogor ada beberapa yang sejenis dan enak, Lii. Berkabar yak kalau kemari yaa, aku ajak kulineran 😝

    BalasHapus
  19. Kalau di tempatku, perjalanan 1 jam itu itungannya udah jauh Li haha 😁
    Heng Heng Katong Laksa ini keliatannya seenak itu, ya… liat dari fotonya aja udah berasa seger kuahnya~

    Btw, itu mardin sepcial kunaffe harganya 153k? Waaaw … harganya lumayan juga ya, tapi sepertinya memang worth itu untuk rasa dan ukurannya dengan harga segitu. Terus itu yang di baked berarti nggak bisa makan di dalem ya? kalo makan di luar pasti panas kan, ya.. buat orang yang gampang keringetan kayaknya kurang pas mungkin ya.

    Mantap nih Lia, sehari bisa makan di 3 tempat berbeda.. puas banget pasti pulangnya πŸ˜„

    BalasHapus

Words of The Dreamer. Theme by STS.