Selasa, 30 Juni 2020

Calling all the book lovers out! 
Terutama Ci Jane!
Dan kalian yang sepaham dengan slogan "cinta tak harus memiliki".



Minggu, 28 Juni 2020

I'm just beyond happy!

Kamis, 25 Juni 2020

I just love books! So much!

Selasa, 23 Juni 2020





Kenapa ya seringkali sesuatu yang murah itu dipandang sebelah mata? 

Sabtu, 20 Juni 2020

Aku lahir di keluarga yang beranggotakan 5 orang. Aku adalah kakak tertua dari 3 bersaudara dan adik-adik semuanya laki-laki. Waktu aku kecil, aku ingin banget punya adik perempuan—namanya juga cewek, tapi ternyata realitanya berkata lain hahaha.

Aku masih ingat waktu kami kecil, kami suka main bareng, dari main masak-masakan dan adikku jadi pembelinya, main tenda-tendaan dari selimut, sampai main manjat-manjat lemari baju yang nggak tahu apa faedahnya tapi seru dan bangga kalau berhasil, nggak lupa juga untuk berantem bareng pastinya! Problematika hidup bersaudara ya. Huahahaha.

Adikku yang pertama ini, sewaktu kecil, anaknya kalau habis nonton kartun, suka niru apa yang ditontonnya. Contohnya, saat dia suka nonton Tom & Jerry, banyak adegan dimana Tom suka mukul Jerry dari mulai pakai tangan sampai pakai panci tapi Jerry selalu bisa berdiri lagi dan kabur tanpa ngerasa sakit, adikku ini, dia jadi suka mukul-mukul diri sendiri dan selalu bilang "nggak sakit tuh, nggak sakit". Untungnya nggak pernah sampai babak belur mukulin dirinya sendiri, tapi habis itu mama jadi agak ngelarang kami buat nonton Tom & Jerry.

Adikku yang kedua, sewaktu kecil anaknya pendiam, lebih sering nontonin kakak-kakaknya berantem tapi kadang suka bersekutu dengan kakaknya yang laki-laki buat mem-bully kakaknya yang perempuan—alias diriku. Mereka kalau lagi bersekutu, suka gambar-gambar diriku di tembok, dan hasil karya mereka masih terpampang di tembok rumah sampai sekarang. Lucu juga kalau dilihat-lihat, kenangan masa kecil.

Sekarang, karena semua sudah besar, kami jadi lebih dekat satu sama lain. Suka curhat, suka membantu satu sama lain, suka saling mengingatkan juga, suka nggak jelas bareng, nyanyi sambil gitar-an bareng, suka saling nge-bully—tapi bercanda, dan tentunya lebih akur dibanding waktu kecil.

Kalau mengingat kebersamaan yang aku lalui bersama mereka, kadang bikin aku sedih ketika harus pergi meninggalkan mereka. Waktu kecil ketika aku harus pergi menginap di rumah saudara dan adik-adikku nggak bisa ikut, aku rasanya ingin menangis sewaktu di mobil tapi ditahan-tahan soalnya malu. Huahahaha. Kini, ketika aku sadar, kelak kalau aku menikah dan harus meninggalkan mereka karena nggak bisa serumah sama mereka lagi, rasanya lebih sedih banget sampai mau nangis juga tapi ditahan-tahan karena nggak mau kelihatan cengeng—gengsi. Aku sadar itu semua merupakan salah satu cycle dari kehidupan yang nggak bisa dihindari.

Adik-adikku ini walaupun cowok, mereka diam-diam peduli banget sama aku dari mereka kecil sampai sekarang, mereka yang menangis kalau aku lagi dipukul, mereka yang ngebantu rawat kalau aku sakit, dan karena itu juga, aku bersyukur banget karena aku punya mereka dan hidupku bersaudara bisa akur sampai saat ini.

Aku nggak mau minta apa-apa selain berharap kalau hidup kami bersaudara bisa akur terus seperti ini sampai kami tua. Amin.

Bonus :



Karya adik-adikku ketika mereka sedang bersekutu melawanku!
Tulisannya: Lia jelek *terus gambar orang sambil melet lidah* dasar memang! Huhuhu.



Teman-teman, gimana kisah hidup kalian dengan saudara? Let me know!


Kamis, 18 Juni 2020

Teman-teman semua, biasanya kalian kalau blogging dari handphone, pakai aplikasi apa? Atau langsung buka lewat web kah?






Kali ini, aku mau berbagi informasi mengenai sebuah aplikasi blogging di handphone—khususnya Android—yang udah aku pergunakan sejak akhir tahun lalu saat aku memutuskan untuk aktif kembali di dunia blogging.



Nama aplikasinya adalah Blogger Pro Free (sesuai foto di atas ya untuk lengkapnya).


Aku merasa beruntung sekali menemukan aplikasi ini karena dia memudahkan sekali untuk mengakses blog dan fiturnya juga cukup lengkap dibanding aplikasi buatan Blogger yang utama.

Ukuran aplikasinya kecil, jadi nggak usah takut kapasitas handphone nggak memadai. Waktu buka aplikasinya juga sebentar, jadi nggak usah nunggu loading yang terlalu lama.



Tampilan utamanya seperti ini.


Nah, sekarang kita bahas fitur-fitur dari Blogger Pro Free yuk!

- Posts :
Saat kita buka aplikasi ini, maka kita akan langsung diarahkan ke bagian posts atau bisa kita sebut sebagai halaman utama. Di halaman utama ini, akan muncul tampilan dimana berisikan post-post blog kalian, berurutan dimulai dari yang paling atas adalah post terakhir yang kalian buat.

Di halaman ini, kita juga bisa membuat tulisan baru lho. Bisa memasukan foto juga untuk post kita.

- Pages :
Kolom kedua yang berada di bar menu adalah pages. Halaman ini berisikan "halaman-halaman" yang kita buat di blog, seperti contoh halaman About Me, Contact, dsb. Kita bisa menambahkan halaman baru, juga mengedit halaman lama yang udah kita buat sebelumnya.

- Comments :
Di halaman ini, kalian bisa membaca seluruh komentar yang masuk di blog kalian dan bisa langsung membalasnya. Nyaman dan praktis banget kan?

- Statistics :
Kalau di halaman ini, kalian bisa lihat jumlah view di blog kalian. Ini fitur penting-nggak penting sih, tergantung pendapat pribadi masing-masing.


Seperti ini penampakannya.
(harusnya ada angkanya tapi ini aku hapus, biar nggak salah fokus —padahal karena view-nya masih kecil jadi nggak enak buat ditampilin huahaha)



How to make a post :
Sekarang, mari kita beralih ke cara membuat post di aplikasi ini.
Caranya mudah kok, kalian cukup buka aplikasi Blogger Pro, lalu di halaman posts di bagian pojok kanan bawah, ada gambar pensil berwarna orange, nanti kalian tinggal klik aja gambar tersebut dan setelah itu, kalian akan diarahkan ke halaman seperti di bawah ini.


Gambar pensil orange untuk membuat post.




Tampilan yang muncul setelah kita klik tombol pensil orange tersebut.

Fitur pendukung dalam pembuatan post juga cukup banyak. Bar yang di bagian paling bawah, bisa kalian geser ke kanan untuk lihat opsi lainnya.

Kalian juga bisa mengubah ukuran gambar yang ada di post kalian. Cukup dengan meng-klik pada gambar, maka pilihan untuk mengubah ukuran akan muncul.

Untuk edisi aplikasi yang premium, tentu menyediakan lebih banyak opsi untuk pengedit-an post. Kalian bisa mengubah teks, warna teks, dll, jika menggunakan fitur premium yang dibandrol dengan harga Rp 39,000,- untuk selamanya. Harga yang cukup masuk diakal untuk fitur yang ditawarkan, bukan?


How to reply comments :
Beralih ke bagian komentar, mungkin ini fitur yang sangat bisa dibanggakan dari aplikasi ini. Kita bisa langsung membalas komentar yang ada tanpa harus bolak balik ke website kita. Ini fitur yang sungguh amat membuatku sayang dengan aplikasi ini karena sangat memudahkan sekali untuk membalas komentar.


Contoh tampilan komentar yang muncul di blog kita.



Lalu, bagaimana cara membalasnya? Oke, harap bersabar saudara-saudara, ini aku kasih tahu caranya.

Langsung aja klik tombol "reply" yang tersedia di bagian bawah komentar, lalu kalian akan diarahkan ke halaman seperti contoh di bawah ini.


Contoh setelah klik "reply", langsung aja tulis tanggapan atas komentar kalian di bagian "type your reply" lalu setelah selesai menulis, klik "reply".


Super easy and simple, kan?
Memudahkan sekali untuk membalas komentar, jadi kesannya seperti balas komentar di medsos aja gitu. Hahaha.


Kekurangan dari aplikasi ini :

1. Tidak bisa membuat jadwal untuk post. Harus menggunakan fitur premium jika ingin melakukannya.

2. Tidak bisa memoderasi komentar. Jadi, untuk blog yang menggunakan sistem moderasi komentar, kalian perlu memoderasi komentar terlebih dahulu melalui blogger.com. Jika tidak dilakukan, maka komentar dan tanggapan tidak akan muncul di blog. 

3. Tidak bisa blogwalking. Kalau ini, harus tetap lewat browser sayangnya.


Demikian sekilas informasi dan cara penggunaan aplikasi Blogger Pro Free. Aku suka sekali menggunakan aplikasi ini untuk mendukung kegiatan blogging-ku, bahkan aku menulis post ini juga memakai aplikasi Blogger Pro Free, jadi aku berani rekomendasiin buat kalian.

Semoga bermanfaat dan menolong buat para blogger yang menginginkan kemudahan dalam dunia blogging.


Apakah dari antara kalian udah ada yang tahu atau menggunakan aplikasi ini? Gimana kesannya? Jika ada pertanyaan mengenai aplikasi ini, Let me know! Aku akan bantu sebisa-ku.



Disclaimer: post ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi, murni hanya ingin berbagi, bukan sponsored post, ya.


The dreamer.


Random question:
Teman-teman lebih aktif di Facebook atau Instagram? 😊






Minggu, 14 Juni 2020




Awal tahun 2019 adalah awal mula aku mengenal tentang gaya hidup minimalis. Dimulai dari menonton video Raditya Dika tentang kenapa dia jual semua koleksi jam tangan mahalnya yang bikin aku jadi penasaran dengan apa itu minimalism dan seputarnya, sampai akhirnya berlabuh di channel Youtube Kak Maurilla Imron dan Kak Fany Sebayang.

Sabtu, 13 Juni 2020

Nggak tahu apa ini hanya pikiranku saja atau bukan, tapi minum minuman bermerk Starbucks itu menimbulkan kesan yang nggak biasa di mataku.

Sebagai seorang gen Z yang suka hal-hal berbau kekinian, aku menganggap minuman di Starbucks adalah sebuah kemewahan dan Starbucks sendiri bisa dibilang minuman kekinian yang walaupun bukan sesuatu yang baru, tapi memberikan kesan kalau nongkrong dan bawa minuman berlogo putri duyung hijau itu terlihat keren. Ini perasaan aku doang atau bukan sih? Hahaha.

Aku ingat sewaktu Instagram baru-baru muncul dan mulai populer di kalangan anak muda, banyak banget orang yang update foto minuman-minuman yang mereka pesan dari Starbucks—sampai sekarang juga sih. Nggak tahu mau pamer minumannya atau mau pamer nama mereka yang ditulis oleh sang barista—yang biasanya salah tulis dan ternyata aku baru tahu kalau itu salah satu trik marketing.
Di saat itu, aku ngerasa kalau minuman Starbucks itu kekinian banget! Dan ternyata, pola pikir itu terbentuk sampai sekarang.

Tapi sejujurnya, aku sendiri bukan pecinta kopi sih, dan aku masih ingat kali pertama kali aku ke Starbucks, aku bingung harus pesan apa dong! Kopi nggak suka, minuman coklat kayaknya biasa aja, terus minuman lain aku nggak ngerti isiannya apa, akhirnya aku beli yang sejenis raspberry iced gitu, nggak lupa abis beli, langsung upload ke Instagram! Hahaha. Padahal sebenarnya, rasanya biasa aja dan harganya mahal, tapi kesannya bangga gitu bisa beli Starbucks yang kekinian. Memang ya, logo "kekinian" itu sangat mempengaruhi tindak tanduk seseorang.

Setelah saat itu, aku cuma sesekali aja ke Starbucks, beberapa bulan sekali, itu juga kalau lagi ada minuman spesial dan potongan setengah harga aja, soalnya kalau nggak diskon, rasanya nggak ikhlas buat keluarin uang segitu untuk segelas minuman (a.k.a. pelit).
Contohnya, kayak kemarin ini, ada minuman spesial dengan potongan setengah harga, ditambah lagi dapat reusable cup, ya langsung saja aku cuss ke sana, mumpung sekalian lewat juga sih—alibi.





Anyway, ini reusable cup-nya. Lagi promo sampai besok lho! #racun


Intinya, hubunganku dengan Starbucks ini semacam love & hate relationship. Aku suka kalau mereka keluarin spesial menu, apalagi kalau lagi diskon, apalagi kalau Tumblr-nya lagi diskon juga, bikin hati ingin borong semua! Tapi yang aku nggak suka karena harga menu di sana yang kurang nyantai. Hahaha.

Gimana hubungan kalian dengan Si Putri Duyung Hijau ini? Ada menu yang kalian suka nggak? Share di kolom komentar ya!


The dreamer.

Kamis, 11 Juni 2020

Siapa yang akan menyangka bahwa tahun 2020 ini penuh dengan kejutan?






Diawali dengan kebanjiran pada awal tahun, dan nggak tanggung-tanggung, banjir sampai masuk ke dalam rumah dan 2x pula aku mengalaminya. Kebayang nggak sih?

Rabu, 10 Juni 2020




Sewaktu kecil, aku suka sekali membaca buku-buku komik dan buku cerita bergambar lainnya, lalu seiring berjalannya waktu, buku-buku yang aku baca-pun naik tingkat. 





Setelah beberapa bulan ini menulis di blog dan beberapa tahun memiliki blog, aku sadar kalau aku nggak punya topik utama yang dibahas di blogku. Blogku terlalu campur aduk ya. Huhuhu. Tapi semoga tulisan-tulisanku terdahulu, tetap menginspirasi dan bermanfaat ya!
Words of The Dreamer. Theme by STS.