Jumat, 31 Juli 2020

Pahlawan tanpa tanda jasa


Kalian tentu pernah mendengar tentang pepatah yang berbunyi "guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa", bukan?

Tulisanku kali ini akan menceritakan tentang seorang pahlawan tanpa tanda jasa tersebut. Tentang sebagian kisah hidup beliau, juga beberapa pengalamanku serta teman-temanku yang kami lalui bersama beliau. Tulisan ini juga aku buat sebagai pengingat untukku bahwa pernah ada orang seperti beliau yang pernah hadir di salah satu masa hidupku.

Selasa, 28 Juli 2020




Sebagai seorang anak perempuan yang sudah didoktrin dari kecil mengenai warna khas laki-laki adalah biru dan perempuan adalah pink,

Minggu, 26 Juli 2020



Seminggu ini ada 2x kejadian yang mencengangkan terjadi di depan mataku. Hmhm, apakah terlalu berlebihan ya untuk disebut mencengangkan? Tapi memang benar tercengang gitu pas lihat kejadian tersebut berlangsung щ(゜ロ゜щ)

Kejadian pertama. Lokasi di kebun kosong dekat BKT (Banjir Kanal Timur), ada bapak-bapak yang lewat sambil naik motor dan bawa buntelan hitam, lalu melempar buntelan tersebut ke kebun kosong itu, lalu jalan aja terus tanpa rasa bersalah. 

Reaksiku pas lihat kejadian itu 
(ノ`Д´)ノ彡┻━┻

Kenapa orang kalau lihat kebun kosong langsung latah sih pengin buang sampah aja gitu bawaannya 😅

Kejadian kedua. Lokasi masih di BKT. Ibu-ibu yang tinggal di dekat lokasi, bawa buntelan hitam, lalu melempar buntelan tersebut hingga melambung setinggi mungkin melewati pohon pisang dengan harapan bisa langsung terjun masuk ke kanal yang airnya sedang mengalir cantik.

Reaksiku pas lihat kejadian itu (┛✧Д✧))┛彡┻━┻ *lebih geram*

Benar-benar geram banget! Ceileh geram lho bahasanya. Memang sih kejadian seperti ini bukan suatu hal yang asing lagi, tapi kali ini udah ke-trigger banget buat cerita soal hal ini. 

Sedikit informasi, air yang mengalir di BKT ini berlabuh di laut daerah Tj.Priok, jadi jangan heran kalau laut sekitaran sana terdapat banyak buntelan hitam yang tersangkut di pintu air dan bau udaranya semakin tidak karuan.

Nggak cuma buntelan hitam, ada juga yang merah, putih, bahkan ada sofa dan spring bed yang nyangkut di pintu air. 

Iya, spring bed! Alamak, bingung banget kenapa buang spring bed ke air ya. 

Mungkin sang pemilik kasihan sama ikan-ikan di laut yang tidurnya tidak beralaskan kasur, jadi karena tingginya empati yang dimiliki, makanya dia menghanyutkan spring bed miliknya ke air dengan harapan kelak para ikan bisa tidur dengan nyaman. Yay! ಠ_ಠ 

maaf sarkas soalnya udah nggak tahan lagi 🤣

Pernah ada satu kejadian, saat itu aku sedang berada di sebuah warung di pinggir jalan raya, setelah selesai beristirahat di sana, aku membereskan tissue bekas pakai yang aku gunakan dan mencari-cari tempat sampah di dekatku karena aku mau buang sampah tissue tersebut.

Lalu, sang ibu penjaga warung yang sadar kalau aku lagi celingak-celinguk mencari tempat sampah, dengan baik hati berkata "buang di situ aja dek!" Sambil menunjuk ke sampingku yang ternyata ada kotak besar yang setara dengan trotoar dan terbuka, aku pikir ini tempat sampah tapi pas aku lihat itu adalah

GORONG-GORONG! Ya! saluran air!

Dengan airnya yang masih mengalir dan agak hitam itu.

Yakali buk, masa saya buang ke sana. Dalam hati aku berkomentar demikian.

Reaksiku kaget dan mengurungkan niat, lalu ibu penjaga warung yang melihat reaksi kagetku, dengan semangat dan baik hati bilang "nggak apa dek! Buang di situ aja!".

Terus apakah aku mengikuti kata-kata ibu tersebut? Maaf meskipun harus durhaka, aku lebih baik nggak buang tissue bekasku ke sana. 

Aku geleng-geleng kepala dan bilang "tidak usah bu, terima kasih" tidak lupa pakai smiley senyum 😊
lalu pergi dan akhirnya aku taruh tissue tersebut di motor, dan aku buang di tempat sampah setibanya di rumah.


Benar-benar setiap mengingat kejadian ini, aku cuma bisa kaget, bingung dan ngerasa lucu.

Kaget karena disuruh buang sampah di gorong-gorong.

Bingung karena gorong-gorong = tempat sampah.

Lucu karena disuruh buang sampah di gorong-gorong yang dikira fungsinya sama seperti tempat sampah.


Meskipun hanya segumpal tissue bekas, aku benar-benar nggak tega banget kalau harus buang ke selokan. Mau itu airnya ngalir atau tidak, benar-benar rasa bersalah itu muncul seandainya aku buang sampah ke selokan karena sedari kecil aku udah diajari untuk buang sampah pada tempatnya, dan aku rasa semua umat manusia juga mendapatkan pengetahuan yang sama akan hal ini.

Lalu, kenapa orang-orang bisa tega membuang sampah sampai sebuntel kantong plastik, bahkan sofa dan spring bed ke air atau kebun kosong? Apa tidak ada rasa bersalah di hatinya?

Padahal, di dekat kebun kosong tersebut, seandainya si bapak mau maju sedikit saja, di sana ada TPS, lho. Padahal, di dekat rumah ibu yang tinggal di pinggir BKT, kalau mau mundur sedikit, di sana ada TPS juga, lho 😅

Karena TPS ini adanya di tengah-tengah lokasi si bapak dan ibu yang membuang sampah tidak pada tempatnya ini.

Jadi teringat satu kejadian lucu lagi. Di satu kebun kosong di pinggir BKT (iya, BKT lagi, kok demen amat ya buang sampah di pinggiran BKT), banyak bertumpuk-tumpuk buntelan hitam, merah, putih, bening, pampers bayi, dll. Padahal di lokasi tersebut sudah dituliskan "DILARANG BUANG SAMPAH DI SINI" dengan huruf super besar sampai papan tempat tulisan itu berdiri penuh. Tapi, makin lama, sampahnya malah semakin banyak sampai pada akhirnya ada tulisan tambahan di papan itu "YANG BUANG SAMPAH DI SINI DISUMPAHIN KENA PENYAKIT MEMATIKAN". Lalu, apakah ngaruh? Sedikit.

Mengingat dan melihat kejadian seperti ini, membuat aku jadi bertanya-tanya.
Apa yang salah? Dimana letak kesalahannya?
Apakah mereka yang berlaku seperti itu, benar-benar tidak tahu dampaknya?
Apakah edukasi yang diberikan kurang luas? Sehingga tidak menjangkau semua masyarakat?
Apakah orang-orang tersebut memang bodo amat dengan lingkungan meskipun udah tahu dampaknya?

Sangat bingung dan nggak tahu harus berbuat apa juga. Aku cuma bisa mengingatkan aja untuk teman-teman yang membaca tulisanku ini,

Yuk! Jangan buang sampah sembarangan! Buanglah pada tempat sampah yang sudah disediakan. Bukan di air atau kebun kosong tapi di tempat sampah yang sebenarnya, yang memang fungsinya menampung sampah.

By the way, mau berterima kasih juga sama bapak-bapak atau ibu-ibu yang berprofesi sebagai pengangkut sampah rumahan atau yang berkutat dengan sampah. Terima kasih atas jasamu yang sudah mau membantu mengurus sampah. Upahmu besar pak/bu 🙏🏻


Menurut teman-teman,
Apa sih yang salah atas perilaku membuang sampah tidak pada tempatnya ini?


Ceileh, nulis panjang nih ceritanya. Berapa kata ya ini? 
*Efek habis baca post kak Anton.


The dreamer.

Edited by me.

Jumat, 24 Juli 2020

Ketika minat membaca buku lagi tinggi-tingginya, tapi kondisi untuk ke toko buku sedang tidak memungkinan, 
membaca e-book bisa menjadi alternatif. 





Senin, 20 Juli 2020






I used to be a really moody and too sensitive person, sehingga mudah untuk mood swing.
Dan setelah aku banyak belajar tentang pengembangan diri, aku mengetahui bahwa akar dari permasalahan ini—pada diriku adalah overthinking, berpikir secara berlebihan.


Tahun 2019 adalah tahun yang mengubah hidupku, terutama dalam hal pola pikir dan gaya hidup. Lucky me! Karena tanpa sengaja, aku melihat video-video di YouTube yang membahas seputar Self Growth dan sejenisnya. Saat itu, aku menemukan satu kanal yang fokus membahas mengenai hal ini, dan kanal itu bernama Lavendaire. Siapa nih yang suka juga dengan Lavendaire? 😄

Dari Aileen, sosok dibalik Lavendaire, aku belajar banyak hal baru mengenai cara mengeksplorasi diri sendiri, belajar mencintai diri dan mengontrol emosi, yang pada akhirnya menjadikan diriku seperti sekarang ini, seorang Lia yang tidak moody lagi. Yeay! 🙌💥



How to Stop Overthinking?


Inilah beberapa cara yang aku praktikkan dalam kehidupan sehari-hari untuk berhenti overthinking :


1. Cari kegiatan yang menyibukkan diri. 
Biasanya overthinking ini datang di saat sedang berdiam diri, maka dari itu, aku berusaha agar menyibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Di saat otak dan badan kita sibuk bekerja, maka kesempatan untuk overthinking itu sangat kecil.

Bisa dengan menulis, membaca buku, blogwalking, ketiga hal itu adalah hal favourite yang aku lakukan belakangan ini untuk mengisi waktu luangku.


2. Makan.
Percaya nggak kalau makanan adalah obat hati yang terbaik? Aku sendiri percaya karena ketika pikiranku sedang kalut yang kemudian membuat mood-ku menjadi tidak baik, maka makan berat atau ngemil bisa menjadi penyembuh. Mau itu sepotek coklat, sesendok es krim, seteguk es teh manis (eh, kok manis-manis semua), seporsi nasi ayam kalasan, makanan bisa menjadi penyembuh dengan reaksi yang cepat.

Tetapi, tetap harus diingat untuk kontrol porsi makan dan jaga kesehatan. Bukan artinya kalau makanan adalah obat yang terbaik, maka ketika mood sedang tidak bagus, langsung kalap makan. No, no. Tetap harus makan dan memilih makanan dengan berkesadaran ya!


3. Berusaha rileks dan mengakui perasaan yang ada.
Seringnya ketika overthinking datang, maka mood menjadi tidak bagus dan rasanya pengin marah-marah aja, padahal orang yang dimarahi belum tentu salah.

Maka dari itu, ketika overthinking datang menyerang, berusaha untuk rileks terlebih dahulu, setidaknya mencoba berhitung 1-10 sambil inhale, exhale. Lalu, akui bahwa kita sedang overthinking, dan mencari akar overthinking ini dari mana, kenapa bisa jadi berpikir berlebihan sampai sejauh ini, jadi dengan seperti ini kita jadi sadar bahwa kita sedang tidak dalam kondisi baik dan bisa mencari solusi untuk mengobatinya, bukan malah ditutupi.

Kalau sudah mengakui bahwa kita sedang overthinking, kita bisa mengobati dengan cara-cara di poin nomor 1 dan 2 di atas (membaca, menulis, makan) dan cara pada poin nomor 4 di bawah (curhat ke orang lain).


4. Mencari teman yang bersedia untuk dicurhati.
Kalau hal ini sih opsional. Kadang kalau sedang overthinking, rasanya pengin diceritakan ke teman atau pasangan, tapi terkadang hanya pengin untuk disimpan sendiri saja.

Nah, kalau lagi pengin bercerita ke teman, pastikan terlebih dahulu kalau teman tersebut siap dan bersedia untuk dicurhati karena mendengarkan keluh kesah orang lain itu juga menguras tenaga lho, lebih tepatnya emosi. Jadi, kalau teman yang kita mau curhati sedang dalam kondisi tidak baik juga, yang ada malah menambah beban emosionalnya.


Nah, beberapa cara di atas adalah cara yang aku praktikkan untuk berhenti overthinking. Well, menurutku, sesekali untuk overthinking itu nggak apa, selagi dalam batas wajar dan apa yang kita pikirkan itu jelas adanya. Tetapi, kalau sampai terlalu berlebihan, memikirkan hal yang nggak jelas dan membawa mood menjadi tidak baik sampai semua orang jadi kena marah, lebih baik dicari solusi untuk berhenti overthinking pada saat itu.


Gimana cara kalian untuk berhenti overthinking?
Let me know!




The dreamer.

Kamis, 16 Juli 2020





Karena post kak Eno yang terbaru, aku jadi teringat kejadian perdebatan yang aku alami dengan 6 orang temanku pada tahun lalu. Bukan, ini bukan perkara tim bubur diaduk atau tidak diaduk karena aku udah tahu siapa yang akan menang, pasti TIM DIADUK lah ya *ngajak ribut* 🤣

Waktu itu, aku dengan 6 temanku sedang duduk ngemil di Mcd ketika perkara perdebatan ini muncul, yang jelas hal itu dipicu oleh siapa lagi kalau bukan diriku (💥‿💥). Memang perempuan itu tidak bisa ya kalau nggak ngajak debat hiahahaha.

Ini semua dimulai oleh sebuah pertanyaan singkat "jadi, kalian kalau makan sereal, yang dituang sereal dulu atau susu dulu?" 🙈

Kemudian, teman-temanku menjawab :

A: "sereal duluan lah"

B: "sereal duluan lah! Kalau ada orang yang tuang susu duluan, gua musuhin!"

C: *dia tidak mendengar apa yang B bilang sebelumnya, dan dengan polos dan mantap menjawab* "SUSU DULUAN LAH!"

Lalu D,E,F yang belum kebagian menjawab-pun, langsung menatap sinis ke C, bersama dengan A dan B karena ternyata mereka semua termasuk diriku adalah tim yang tuang sereal duluan kemudian susu 🤣
Maka, diamuk lah si C oleh semua anggota yang ada, sampai-sampai ingin langsung dimusuhi saat itu juga 🤣

Jadi, apa alasan dia tuang susu dahulu? Karena ternyata dia lebih suka kalau makan sereal yang masih garing, sedangkan kami tim yang menuang sereal duluan memilih demikian karena kalau susu yang dituang duluan, kan jadi nggak bisa tahu seberapa banyak sereal yang udah dituang ke mangkok (◔‿◔)


Jadi kalian tim tuang sereal dulu atau susu dulu?
Hati-hati dalam menjawab karena jawabanmu menentukan masa depanmu 🤣



The dreamer.







Rabu, 15 Juli 2020





Rasanya udah lama banget nggak nulis.
4 hari lalu adalah hari terakhir nulis di blog ini, dan ternyata 4 hari nggak nulis aja rasanya udah rindu. Apakah kalian rindu dengan kehadiranku?
Ayo rindu-in aku dong!! *lha, maksa*

Minggu, 12 Juli 2020

Pernah nggak,
Ketika kalian melihat suatu produk membuat kalian jadi berpikir
"Siapa sih yang menciptakan produk ini? Nggak tahu gimana nasibku sekarang kalau nggak ada produk ini deh! Bersyukur banget karena ada produk ini sekarang!"






Jumat, 10 Juli 2020


Awal tahun ini, aku kembali membuat Reading Challenge untuk diriku. Goals yang aku tentukan tidak banyak, hanya 12 buku yang artinya paling tidak di dalam 1 bulan harus membaca 1 buku.

Rabu, 08 Juli 2020

Aku percaya pada dasarnya, 
bahwa segala hal yang dikonsumsi oleh manusia adalah baik adanya, selama tidak berlebihan.

Bahkan meminum vitamin sekalipun tetap ada dosisnya, kan?





Sabtu, 04 Juli 2020



Kalau lihat emoticon kayak gini? ƪ(˘⌣˘)ʃ
Jadi inget apa?


Kamis, 02 Juli 2020

Sebagai seorang perempuan, aku merasa bersyukur



Rabu, 01 Juli 2020

Biasanya kalau judulnya seperti di atas, maka kalimat pembukanya adalah
Tidak terasa bulan Juni sudah berakhir, tidak terasa sudah memasuki bulan ke-7 di tahun 2020 ini, waktu sungguh berlalu dengan sangat cepat.



Nah, karena aku anaknya sok-sokan mau menjadi berbeda, maka kalimat pembukaku untuk post ini adalah
Words of The Dreamer. Theme by STS.